Kerusuhan LP Banda Aceh Dipicu Pemindahan Napi ke Lapas Medan

Kerusuhan LP Banda Aceh Dipicu Pemindahan Napi ke Lapas Medan

Kerusuhan terjadi di Lembaga Pemasyarakatan Banda Aceh. Pemicunya, napi narkoba, Gunawan, tidak mau dipindahkan ke LP lain sehingga memprovokasi narapidana lain. Wakapolda Aceh Brigjen Bambang Soetjahyo mengatakan pagi tadi awalnya direncanakan pemindahan terhadap tiga napi narkoba ke LP di Medan. Dua napi sudah bersedia pindah, namun Gunawan berkeras tetap berada di LP Aceh. Tak lama kemudian, Gunawan memprovokasi napi lain yang berada di LP. “Yang satu tidak mau dipindahkan ini kemudian memprovokasi kerusuhan. Mereka dipindah karena hukuman di atas 10 tahun penjara,” kata Bambang kepada wartawan di LP Banda Aceh, Kamis (4/1/2017). Kerusuhan di LP Banda Aceh terjadi sejak pukul 11.00 WIB. Napi melempar batu ke luar dan melakukan pembakaran. Asap hitam membubung tinggi. Sejumlah unit pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 12.30 WIB. Polisi kemudian berusaha masuk ke LP dan dibantu prajurit Bataliion 112 Raider Kodam Iskandar Muda. Situasi bisa dikendalikan sekitar pukul 13.30 WIB. Menurut Bambang, pascakerusuhan, Gunawan ditangkap polisi. Gunawan saat ini sudah dibawa ke Mapolda Aceh untuk menjalani pemeriksaan. “Yang bikin rusuh kita tahan di Polda. Kita akan melakukan penyelidikan, kemudian kita ajukan ke pengadilan karena telah membuat kerusuhan,” jelas Bambang. Saat ini, kondisi LP sudah terkendali. Para napi yang berjumlah 500 orang lebih sudah kembali ke sel masing-masing. Sementara itu, polisi dan TNI yang dikerahkan untuk menenangkan massa sudah keluar dari LP.

Kerusuhan terjadi di Lembaga Pemasyarakatan Banda Aceh. Pemicunya, napi narkoba, Gunawan, tidak mau dipindahkan ke LP lain sehingga memprovokasi narapidana lain. Wakapolda Aceh Brigjen Bambang Soetjahyo mengatakan pagi tadi awalnya direncanakan pemindahan terhadap tiga napi narkoba ke LP di Medan. Dua napi sudah bersedia pindah, namun Gunawan berkeras tetap berada di LP Aceh. Tak lama kemudian, Gunawan memprovokasi napi lain yang berada di LP. “Yang satu tidak mau dipindahkan ini kemudian memprovokasi kerusuhan. Mereka dipindah karena hukuman di atas 10 tahun penjara,” kata Bambang kepada wartawan di LP Banda Aceh, Kamis (4/1/2017). Kerusuhan di LP Banda Aceh terjadi sejak pukul 11.00 WIB. Napi melempar batu ke luar dan melakukan pembakaran. Asap hitam membubung tinggi. Sejumlah unit pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 12.30 WIB. Polisi kemudian berusaha masuk ke LP dan dibantu prajurit Bataliion 112 Raider Kodam Iskandar Muda. Situasi bisa dikendalikan sekitar pukul 13.30 WIB. Menurut Bambang, pascakerusuhan, Gunawan ditangkap polisi. Gunawan saat ini sudah dibawa ke Mapolda Aceh untuk menjalani pemeriksaan. “Yang bikin rusuh kita tahan di Polda. Kita akan melakukan penyelidikan, kemudian kita ajukan ke pengadilan karena telah membuat kerusuhan,” jelas Bambang. Saat ini, kondisi LP sudah terkendali. Para napi yang berjumlah 500 orang lebih sudah kembali ke sel masing-masing. Sementara itu, polisi dan TNI yang dikerahkan untuk menenangkan massa sudah keluar dari LP.

Kerusuhan dipicu pemindahan tiga warga binaan kasus narkotika dari Lapas Kota Banda Aceh ke  Lapas Tanjung Gusta, Medan. KBA.ONE, BANDA ACEH:  Setelah sempat rusuh, suasana di Lembaga Permasyarakatan Kelas II A Banda Aceh di Gampong Bineh Blang, Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, akhirnya berhasil dikendalikan. Ratusan personel kepolisian dibantu TNI dikerahkan ke lapas yang dihuni 548 warga binaan yang terdiri dari narapidana  dan tahanan. Api yang sebelumnya membakar seluruh ruang kantor di lembaga permasyarakatan tersebut berhasil dipadamkan setelah 6 unit pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. 6 pleton personel Brimob Polda Aceh dan  personel kepolisian Kota Banda Aceh dibantu TNI dari kesatuan Raider 112 Darma Jaya Kodam Iskandar Muda dikerahkan ke lokasi. Belum diketahui penyebab pasti kerusuhan yang pecah sejak Kamis pagi sekira pukul 10.00 wib itu. Hingga Kamis petang Kepala Lembaga Permasyarakatan Kelas II A Banda Aceh Endang, enggan menanggapi pertanyaan sejumlah wartawan. “Nanti ya, tunggu Pak wakapolda saja biar sekalian. Seluruh napi masih kita data yang jelas semua baik-baik saja,” kata Endang. Informasi dihimpun kerusuhan dipicu pemindahan 3 orang warga binaan kasus narkotika dari Lapas Kota Banda Aceh ke  Lapas Tanjung Gusta, Medan. Warga binaan yang tidak terima ketigannya dipindah akhirnya melakukan tindakan anarkis saat personil kepolisian melakukan upaya penjemputan. ‘Info awal yang kami dapat itu, ada 2 napi kasus narkoba dan 1 korupsi yang mau dipindah tadi pagi, nah saat proses pemindahan itu yerjadi kerusuhan,” ujar sumber KBA ONE. Menurut sumber itu, kondisi warga binaan yang mulai anarkis mengakibatkan petugas lapas meninggalkan gedung utama sehingga para napi leluasa melakukan pembakaran. Dua pintu utama juga di rusak ratusan napi yang rusuh. Napi juga membakar 1 unit mobil dalmas kepolisian yang sempat masuk kedalam lapas. Adapun ruang di gedung utama Lapas Kelas II A yang terbakar diantarannya ruang pembinaan, pertemuan, ruang administrasi dan penjagaan. Hingga Kamis petang Wakapolda Aceh Brigjen Bambang Soetjahyo,  Kabinda Aceh, Brigjen TNI. Dedy Agus Purwanto, dan Kepala BNNP Aceh Brigjen Drs. H. Faisal Abdul Naser, M.H serta sejumlah pejabat utama Polda Aceh maupun Kapolresta Banda Aceh  Kombes Pol. T. Saladin serta Dandim Aceh Besar Kolonel Inf. Iwan Rosadryanto, SIP masih berada di lokasi.

Kerusuhan disertai kebakaran besar terjadi di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II-A Banda Aceh. Dugaan sementara kerusuhan dipicu pemindahan tiga narapidana ke Lapas Sumatera Utara. Saat ini polisi sedang melakukan olah TKP yang dipimpin Wakapolda Aceh Brigjen Pol Bambang Soetjahyo. Baca tapak asal هذه الصفحة هي مجرد قاریء تلقائي للأخبار باستخدام خدمة الـ RSS و بأن نشر هذه الأخبار هنا لاتعني تأییدها علی الإطلاق.

Related Posts

Comments are closed.