Kereta Bandara Soetta Sempat Mati, Penumpang Dipindahkan

Kereta Bandara Soetta Sempat Mati, Penumpang Dipindahkan

Para penumpang Kereta Bandara Soekarno-Hatta yang mendadak berhenti di Stasiun Batuceper sudah dipindahkan. Kereta sudah dikembalikan ke dipo untuk diperiksa. “Dpt kami sampaikan bhw penumpang sudah kami alihkan ke perjalanan KA Bandara selanjutnya pd pukul 20.06 dari Stasiun Batu Ceper & rangkaian kereta yg mengalami gangguan kami kembalikan ke dipo utk diperiksa lebih detail oleh tim Railink & mitra pemeliharaan sarana PT INKA,” cuit akun Kereta Bandara, @RailinkARS, Kamis (1/3/2018). Pihak Kereta Bandara juga meminta maaf karena sempat terjadi gangguan. Akibat dari gangguan ini, beberapa penumpang ketinggalan pesawat. Dpt kami sampaikan bhw penumpang sudah kami alihkan ke perjalanan KA Bandara selanjutnya pd pukul 20.06 dari Stasiun Batu Ceper & rangkaian kereta yg mengalami gangguan kami kembalikan ke dipo utk diperiksa lebih detail oleh tim Railink & mitra pemeliharaan sarana PT INKA. (2/2) — KA Bandara (@RailinkARS) March 1, 2018 “Sehubungan dengan gangguan perjalanan KA Bandara Soekarno-Hatta malam ini di Stasiun Batu Ceper, kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan,” jelas @RailinkARS. Sebelumnya, salah satu penumpang bernama Rizky menjelaskan bahwa kereta sempat berhenti mendadak di Stasiun Batuceper. Lampu padam dan sistem otomatis kereta ikut mati. Pintu gerbong terpaksa dibuka petugas secara manual. Rizky mengatakan, para penumpang sudah dipindahkan ke peron berikutnya dari Stasiun Batuceper menuju Cengkareng. Perjalanan kereta bandara yang ditumpangi Rizky normal saat melaju dari Stasiun Sudirman Baru sekitar pukul 18.50 WIB. Laju kereta, menurutnya, tersendat sekitar pukul 19.10 WIB dan berhenti total. “Sudah pindah ke peron berikutnya dari stasiun Batuceper Tangerang,” kata Rizky.

Baca juga :

5 seasons, 62 episodes, and countless death. Dari “Pilot” hingga “Felina”, Breaking Bad telah menjelma menjadi legenda pertelevisian dunia berkat jalinan ceritanya yang luar biasa, sinematografi yang fantastis, akting brilian, dan keputusannya untuk berhenti di saat yang tepat. Ya, seandainya serial tv ini berpanjang-panjang dalam bertutur mungkin nasibnya akan berbeda: membosankan dan terlupakan. Berhenti ketika masih di puncak kejayaan dan antusiasme pemirsa yang sedang tinggi-tingginya adalah keputusan bijak yang dengan suksesnya mengokohkan ke-legenda-an serial ini.

seperti di kutip dari https://kehendakbaru.wordpress.com

Meskipun telah tamat riwayatnya September lalu, saya baru sempat menonton serial ini dua bulan belakangan. Sebelumnya saya cuma mengikuti serial AMC lainnya: The Walking Dead, yang makin lama makin gak jelas jalan ceritanya. Gegap gempita dunia maya ketika Breaking Bad mengakhiri kisahnya tentu membuat siapa pun tergelitik untuk sekadar mencari tahu gerangan apa yang dimaksud. Solusi satu-satunya untuk turut larut dalam kegegapgempitaan ini adalah dengan menonton serial ini secara maraton (dengan berkas yang diperoleh secara ilegal tentunya). Ini sudah saya lakukan secara bertahap: season 1 & 2 diselesaikan dalam waktu seminggu (dan menghasilkan ini ), 3 & 4 kurang lebih 5 hari, dan season terakhir hanya dalam kurun waktu 2 hari saja. Dan semua rasa penasaran terkikis habis berganti rasa hampa ketika tahu perjalanan ini telah menemui titik akhirnya.. 😀 #lebay

seperti di kutip dari https://kehendakbaru.wordpress.com

Beberapa teaser BrBa resmi menjadi favorit saya karena keunikan dan kenyelenehannya. Misalnya  adegan The Salamanca Cousins merangkak untuk menuju kapel pemujaan Santa Muerte (“No Más”, S03E01), yang sukses bikin penasaran tentang apa itu Santa Muerte , aksi Wendy menjajakan ‘jasa’ dan meth di “Half Measures” (S03E12), kiprah solo Mike Ehrmantraut menjinakkan pembajakan kartel Juárez (“Bullet Points”, S04E04), adegan opening full berbahasa Jerman di “Madrigal” (S05E02), dan tentu saja perjumpaan pertama di “Pilot” (S01E01). Tapi cuma dua yang menjadi all time favorite saya: teaser berupa lagu tentang Heisenberg dari Los Cuates de Sinaloa (“Negro y Azul”, S02E07) dan iklan TV Los Pollos Hermanos yang disambung dengan feature sistem distribusi blue meth di “Kafkaesque” (S03E09).

seperti di kutip dari https://kehendakbaru.wordpress.com

Untuk yang lagu Negro y Azul udah pernah saya kasih link-nya di postingan tentang BrBa sebelumnya di blog ini. Waktu pertama ngeliat itu mikirnya “Anjritt, kepikiran aja bikin beginian buat opening!” Di teaser itu gak cuma diliatin Los Cuates de Sinaloa pas lagi nyanyi, tapi juga kiprah Heisenberg yang bikin ketar-ketir pemain lama kancah belantika per-narkoba-an perbatasan Meksiko-AS macam kartel Juárez di latar belakangnya. Untuk yang Kafkaesque, reaksi saya juga sama: terkagum-kagum sama konsep opening-nya, melongo dari awal sampe akhir. Dari teaser episode ini juga baru ketauan kalo cara penyelundupan blue meth di sistem distribusi Los Pollos Hermanos adalah dengan mencelupkannya ke kontainer berisi adonan tepung bumbu ayam goreng. Well played, Gus Fring, well played.. 🙂

seperti di kutip dari https://kehendakbaru.wordpress.com

Menentukan episode terbaik dalam BrBa adalah salah satu hal tersulit. Beberapa episode terlihat begitu menonjol dibandingkan yang lain. Favorit saya sebelum menonton Season 5 adalah “Grilled” (S02E02) ketika Walt dan Jesse ‘diculik’ Tuco Salamanca hingga akhirnya Tuco mati di-head shot Hank, “Peekaboo” (S02E06) yang dengan kelamnya memberi gambaran nasib anak dari ayah dan ibu pecandu narkoba, upaya penyelundupan imigran gelap Meksiko yang gagal di “No Más”(S03E01),”One Minute” (S03E07) yang mencekam di menit-menit terakhir waktu The Cousins makin mendekati targetnya, “Hermanos” (S04E08) yang bercerita tentang masa lalu Gus Fring dan dominasi percakapan bahasa Spanyol di sepanjang cerita, “Salud” (S04E10) tentang pembalasan sempurna Gus Fring atas kartel Juárez, dan tentunya episode finale Season 4 “Face Off” (S04E13) yang oh-sungguh-epic-sekali adegan di panti jompo itu.

seperti di kutip dari https://kehendakbaru.wordpress.com

Tapi daftar yang udah cukup panjang tadi makin bertambah panjang begitu memasuki season terakhir: season ke-5. Hampir semua episode di season ini bagus dalam segala hal, dan makin menggila di paruh keduanya (episode 9 hingga 16). Di season ini favorit saya adalah kisah train heist yang matang dan jenius di “Dead Freight” (S05E05), pembantaian simultan 10 narapidana yang lokasinya terpisah dalam waktu 2 menit saja di “Gliding Over All” (S05E08), dan tiga dari empat episode pamungkas: “To’hajiilee” (S05E13), “Ozymandias” (S05E14), dan “Felina” (S05E16).

seperti di kutip dari https://kehendakbaru.wordpress.com

But Ozymandias is in different league. IMDb mencatat bahwa episode ini mendapatkan rating 10/10 dari puluhan ribu voter, satu-satunya dalam sejarah (kalo saya gak salah). Ozymandias sendiri adalah judul sebuah puisi karya Percy Bysshe Shelley yang terbit tahun 1818 di Inggris yang bercerita tentang kejatuhan seorang petinggi dari kedudukannya (terinspirasi dari jatuhnya kekuasaan Ramses II di Mesir). Setiap bait dalam puisi tersebut ternyata berkorelasi dengan jalannya cerita di episode ini. Mulai dari ketidakberdayaan Walt setelah menyaksikan terbunuhnya Hank dan Gomez ( “… Half sunk, a shattered visage lies, whose frown. And wrinkled lip, and sneer of cold command …” ), hingga saat Walt menyadari bahwa ia telah kehilangan segalanya ( “… “Look on my works, ye Mighty, and despair!” Nothing beside remains. Round the decay …” ). Episode ini adalah saat ketika semua menjadi terungkap, terenggut, dan tercampakkan. Nyawa anggota keluarga, hasil jerih payah, masa depan keluarga, identitas pribadi, dan sebagainya. Episode ini juga menjadi saat terakhir Walt menjadi Walter White. Sesudah Ozymandias, Bryan Cranston hanya menjadi sosok seorang Heisenberg. Di episode ini dengan jelas digambarkan how the mighty has fallen. Sebuah keniscayaan yang pahit yang ditampilkan dengan ‘indah’ melalui referensi sebuah puisi yang baru saya ketahui belakangan.

seperti di kutip dari https://kehendakbaru.wordpress.com

Keistimewaan BrBa lainnya adalah penokohan yang kuat. Tidak hanya karakter-karakter utama seperti Walter White dan Jesse Pinkman yang mencuri perhatian, bahkan karakter-karakter minor pun, macam Tuco Salamanca si bandar meth yang orangnya panasan, Wendy si PSK pecandu meth, Ted Beneke, duo o’on Badger & Skinny Pete, atau Huell dan Kuby, dua staf Saul Goodman yang bodor juga bukan cuma sekadar pelengkap. Beberapa karakter favorit saya diantaranya adalah Gustavo Fring (for his damn coolness), Saul Goodman (for his bizarre legal advise but somehow always rational), baby Holly (lucu banggets!), dan terutama Mike Ehrmantraut.

seperti di kutip dari https://kehendakbaru.wordpress.com

Aki-aki anak buah Gus Fring yang satu ini punya karakter yang top banget. Loyal, rasional, dan selalu penuh perhitungan dalam setiap langkahnya. Skill-nya lengkap: mulai dari penyadap lihai, sniper, ahli kamuflase, stalker, informan, ahli penghilang barang bukti, dll. Gak heran sih, dulunya bekas anggota kepolisian. Aksi menawan Mike bisa dilihat ketika melabrak gerombolan kartel Juárez yang coba menyandera Duane Chow (“Full Measure”, S03E13) dan ketika seorang diri menjinakkan pembajakan kartel Juárez (“Bullet Points”, S04E04). Mike juga seorang family man, terbukti dari duit haram hasil kerjanya yang sepenuhnya diperuntukkan buat cucunya kelak. Mike juga yang pertama kali menyadari potensi Walt untuk menjadi sosok yang sangat membahayakan. Sayang sekali karakter sekeren ini mesti mengakhiri hidup dengan cara yang kurang bombastis dan berujung di larutan hydrofluoric acid. 🙁

seperti di kutip dari https://kehendakbaru.wordpress.com

Untuk kematian yang terjadi secara personal, jumlahnya cukup banyak. Mulai dari kematian Emilio dan Krazy-8 di awal-awal season 1 hingga matinya Todd di tangan Jesse di series finale. Beberapa diantaranya cukup monumental seperti matinya bodyguard Tuco Salamanca di tangan bosnya sendiri waktu pertama kali transaksi dengan Heisenberg (“A No-Rough-Stuff-Type Deal”, S01E07), matinya Spooge, si pecandu meth, di tangan istrinya sendiri ketika kepalanya ditiban mesin ATM (“Peekaboo”, S02E06), Jane Margolis yang mati tersedak isi lambungnya sendiri sehabis mengkonsumsi heroin (“ABQ”, S02E13), kematian Tortuga (“Negro y Azul”, S02E07), Gale Boetticher (“Full Measure”, S03E13), Vincent, si tangan kanan Gus Fring (“Box Cutter”, S04E01), Gus Fring sendiri (“Face Off”, S04E13), Peter Schuler (“Madrigal”, S05E02), Mike Ehrmantraut (“Gliding Over All”, S05E08), Agent Gomez dan Agent Hank (“Ozymandias”, S05E14), sampe kematian Walter White sendiri di series finale (“Felina”, S05E16).

seperti di kutip dari https://kehendakbaru.wordpress.com

Dari semuanya, favorit saya ada 3: Tortuga, Victor, dan Gus Fring. Tortuga mati di tangan kartel Juarez dengan cara dipenggal pake kapak oleh The Cousins. Kepalanya yang telah terpisah dari tubuh kemudian ditancapkan di atas kura-kura yang juga telah dipasangkan detonator bom di tengah gurun. Victor mati di tangan bosnya sendiri, Gus Fring, karena dianggap udah bertidak di luar garis komando dengan coba memproduksi blue meth sendiri. Lehernya digorok dalam keadaan berdiri dan proses penyembelihan disaksikan oleh Walt, Jesse, dan Mike di dalam lab. Gus Fring mati setelah terkena bom yang ditaro di kursi roda Hector Salamanca. Sesaat sebelum menemui ajal, masih sempat keluar ruangan dengan muka ancur separo ala Two Face. Jika harus memilih di antara tiga itu, maka pembunuhan Victor yang jadi pemenangnya. Sumpah sadis banget itu Gus Fring.

seperti di kutip dari https://kehendakbaru.wordpress.com

Kalo untuk kematian yang terjadi secara massal, meskipun ada beberapa, tapi yang paling diingat cuma tiga: kematian massal kartel Juarez akibat minumannya diracun Gus Fring (“Salud”, S04E10), kematian 10 orang narapidana eks mitra kerja Gus Fring oleh Uncle Jack dkk. (“Gliding Over All”, S05E08), dan matinya geng white supremacist pimpinan Uncle Jack oleh berondongan M-60 milik Walter White (“Felina”, S0516). Dari semua tadi, yang paling gila itu pas pembunuhan di “Gliding Over All”. Dalam dua menit, 10 nyawa yang tersebar di penjara-penjara seantero AS melayang. Proses eksekusinya juga beda-beda. Dan yang bikin tambah ‘sakit’, musik pengiringnya itu lagu swing jazz era 60-an yang nadanya riang gembira. Sakit jiwa emang ini yang bikin…

seperti di kutip dari https://kehendakbaru.wordpress.com

Quote (atau catchphrase) dari BrBa ada cukup banyak. Rasanya tiap karakter punya ultimate quote-nya sendiri-sendiri. Kayak “Tight! Tight! Tight!” milik Tuco Salamanca, atau “I fucked Ted.” dari Skyler White. Jesse Pinkman dengan “Yeah, science bitch!” -nya, Saul Goodman dengan “Better call Saul!” -nya, Hector Salamanca dengan “DING! DING! DING! DING! DING!” -nya :D, Mike Ehrmantraut dengan “ Just because you shot Jesse James, don’t make you Jesse James “, sampe Gustavo Fring yang punya quote terkenal cukup panjang dengan makna dalam: “ … And a man, a man provides. And he does it even when he’s not appreciated, or respected, or even loved. He simply bears up and does it. Because he is a man .” Tapi untuk the best quote, biarlah itu menjadi milik sang tokoh utama, Walter White. Quote ini diambil dari episode “Cornered” (S04E06):

seperti di kutip dari https://kehendakbaru.wordpress.com

Who are you talking to right now? Who is it you think you see? Do you know how much I make a year? I mean, even if I told you, you wouldn’t believe it. Do you know what would happen if I suddenly decided to stop going into work? A business big enough that it could be listed on the NASDAQ goes belly up. Disappears! It ceases to exist without me. No, you clearly don’t know who you’re talking to, so let me clue you in. I am not in danger, Skyler. I am the danger. A guy opens his door and gets shot and you think that of me? No. I am the one who knocks!

seperti di kutip dari https://kehendakbaru.wordpress.com

Sebagus apapun BrBa ini ternyata juga ada satu episode yang menurut saya jelek banget dan gak berguna. Episode “Fly” di S03E10 mayoritas diambil gambarnya di dalam lab, membuatnya jadi sangat monoton. Dialog-dialog panjang antara dua tokoh utama, Walt & Jesse, menurut saya ngebosenin. Inilah satu-satunya episode BrBa dimana tangan saya memencet tombol fast forward. Isi ceritanya pun intinya cuma…. nangkep laler di dalam lab 😐 Kayaknya kalo episode ini diilangin dari keseluruhan season 3 juga gak ngaruh sama jalan ceritanya deh. Saking insignificant-nya..

seperti di kutip dari https://kehendakbaru.wordpress.com

Menemukan sosok best (baca: hottest) female di serial yang didominasi batangan ini rada susah. Justru kalo nyari yang worst gampang banget: si Wendy sama si istri psikopat yang nibanin kepala suaminya pake mesin ATM menang mutlak lah pastinya. Jadi di serial ini cewek-cewek yang menonjol (no pun intended) cuma Skyler White, Marie Schrader, Jane Margolis, Andrea Cantillo, Lydia Rodarte-Quayle, sama sekretarisnya Saul :D. Dua tokoh yang paling sering nongol adalah Skyler dan Marie. Dari keduanya, awalnya sosok Skyler terlihat lebih hot dan ‘waras’ ketimbang saudara kandungnya, Marie, yang klepto dan ember. Tapi makin kesini Skyler justru makin bitchy dan nyebelin mirip-mirip Lori Grimes dari The Walking Dead. Sebaliknya, Marie makin menunjukkan inner beauty-nya (halah) dan mengungguli ke-atraktif-an Skyler. Lagian kalo diliat-liat lagi emang cakepan Marie sih, hahaha…

seperti di kutip dari https://kehendakbaru.wordpress.com

Kandidat best twist yang saya ingat cuma tiga: waktu Walt berkunjung ke markas Tuco untuk nganterin meth yang ternyata adalah fulminated mercury (“Crazy Handful of Nothin”, S01E06), waktu agent-agent DEA El Paso menunggu kedatangan Tortuga, sang informan, yang ternyata tinggal kepalanya doang dan menjadi detonator ledakan bom (“Negro y Azul”, S02E07), dan ulah ‘iseng’ Walt terhadap duo pemilik Gray Matters yang seolah-olah telah menyewa sniper untuk membuntuti mereka padahal ternyata adalah Badger dan Skinny Pete (“Felina”, S05E16). Yang terbaik? Kayaknya yang terakhir deh, semata karena paling fresh dan paling baru diinget haha. Gak nyangka aja kalo ternyata bidikan laser khas senapan sniper itu cuma boong-boongan dan lebih-lebih pelakunya si duo geblek itu lagi 😀

seperti di kutip dari https://kehendakbaru.wordpress.com

AMC udah mengumumkan bahwa karakter Saul Goodman akan dibikin spin-off nya dengan judul “Better Call Saul” yang akan mengisahkan tentang kehidupan Saul sebagai pengacara eksentrik sebelum berbagi penggalan kisah hidup yang sama dengan Walter White dkk. Sebenernya menurut saya masih ada beberapa karakter lagi yang layak dibikinin spin-off. Badger dan Skinny Pete misalnya, bisa dibikinin serial tersendiri. Saya ngebayanginnya ntar jadinya kayak Beavis and Butthead sih hahaha.. Kisah Gus Fring dan Los Pollos  juga layak difilmkan sih. Gimana dia dari seorang imigran Chile bisa merantau ke Meksiko dan akhirnya sukses menjadi pengusaha jaringan restoran cepat saji di AS. Satu lagi mungkin kisah corporate crime yang terjadi di Madrigal Electromotive dan anak perusahaannya bisa dijadikan inspirasi untuk serial tv baru. Bisa kerjasama Jerman-AS-Meksiko mungkin? 😀

seperti di kutip dari https://kehendakbaru.wordpress.com

Setelah menamatkan BrBa emang kayaknya campuran antara lega dan nelongso. Lega karena akhirnya namatin serial ini juga setelah berminggu-minggu, nelongso karena perasaan “now what?” yang tersisa itu.. 😀 Kayaknya selanjutnya bakal ngikutin Game of Thrones biar bisa ngerti konteks dari ribuan jokes dan meme di internet yang GoT-related. Tapi mungkin intensitas dan frekuensinya gak seintensif waktu marathon BrBa ini (well, who knows? hehe) Ini juga sekaligus postingan terakhir di tahun 2013. Selamat memasuki tahun yang baru broer and zus sekalian.. 🙂

Kereta Bandara Soekarno-Hatta mendadak berhenti saat melaju dari Stasiun Batuceper menuju Cengkareng. Lampu padam dan sistem otomatis kereta ikut mati. Bahkan pintu gerbong terpaksa dibuka petugas secara manual. “Kereta berhenti di Batuceper. Saat ingin melanjutkan perjalanan, tiba-tiba tersendat. Listrik mati, lampu padam, petugas buka pintu gerbong,” ujar salah satu penumpang, Rizky, saat dihubungi, Kamis (1/3/2018). Perjalanan kereta bandara yang ditumpangi Rizky normal saat melaju dari Stasiun Sudirman Baru sekitar pukul 18.50 WIB. Laju kereta, menurutnya, tersendat sekitar pukul 19.10 WIB dan berhenti total dengan kondisi lampu padam. “Petugas yang menghampiri dari ISS. Sepuluh menit kemudian datang petugas kereta, tapi tidak memberikan keterangan,” sambungnya. Kereta Bandara Soetta berhenti di Batuceper, Kamis (1/3/2018) Foto: Rizky Kepada petugas yang menghampiri, Rizky menanyakan penyebab berhentinya kereta. Namun petugas tersebut hanya memastikan sedang menindaklanjuti gangguan perjalanan ini. Hingga pukul 19.40 WIB, kereta masih berhenti. Penumpang mulai resah. “Saat ini pintu masih dibuka,” kata Rizky, yang harus mengejar penerbangan pukul 21.15 WIB. Sementara itu, Direktur Utama PT Railink Heru Kuswanto mengatakan petugas masih melakukan pengecekan. “Masih dicek,” katanya saat dihubungi pukul 19.56 WIB.

JAKARTA – Salah satu kereta bandara Soekarno-Hatta (Soetta) sempat mogok akibat gangguan kelistrikan. Commersial Passenger PT Railink, Fitri Kusumo Wardani menjelaskan, kereta yang mengalami gangguan kelistrikan berangkat dari Stasiun Sudirman pukul 18.51 WIB, kemudian saat tiba di Batuceper sekira pukul 19.26 WIB untuk menurunkan penumpang, insiden mati listrik itu pun terjadi. “Lalu penumpang keluar dan kemudian dipindahkan ke kereta lain untuk kemudian melanjutkan ke Soetta,” kata Fitri kepada Okezone , Kamis (1/3/2018). Menurut Fitri, pihaknya langsung melakukan penanganan dengan memindahkan penumpang. Menurutnya proses itu tidak memakan waktu yang lama karena sudah ada petugas yang stand by di kereta. Fitri melanjutkan, penyebab kereta tersebut mati lampu masih dikaji. Kereta tersebut kemudian dibawa ke Dipo Manggarai untuk diperiksa lebih lanjut oleh Tim Railink dan mitra pemelihara sarana, PT INKA.

TANGERANG, KOMPAS.com – PT Angkasa Pura II (Persero) (AP II) menargetkan peningkatan fasilitas atau revitalisasi Terminal I dan II Bandara Soekarno-Hatta akan dikerjakan pada Kuartal IV tahun 2018. Direktur Utama Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin mengatakan, revitalisasi terminal tersebut masih menunggu proses perpindahan penerbangan internasional dari terminal 2 ke Terminal 3. Menurut dia, nantinya revitalisasi Terminal tersebut dilakukan secara bertahap. “Tahun ini setelah penerbangan internasional dipindahkan dari Terminal 2 akan dilakukan revitalisasi. Kami harapkan Kuartal IV program revitalisasi sudah mulai, di samping Terminal 1 juga dilakukan revitalisasi,” kata dia saat ditemui di Kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (5/2/2018). Sementara, Direktur Teknik dan Operasi Angkas Pura II, Djoko Murjatmodjo menerangkan, revitalisasi yang dilakukan salah satunya memperbanyak ruang tunggu penumpang.

Ekonomi 16 Feb 2018 10:45 Sampai dengan Kamis sore penumpang Kereta Bandara Soetta mencapai hampir 3.000 penumpang. Ekonomi 08 Feb 2018 16:32 Longsor tembok underpass di Perimeter Selatan Bandara Soekarno Hatta tersebut, berada persis di bawah jalur rel kereta. Ekonomi 07 Feb 2018 15:04 Proses penyelidikan kepolisian menyebutkan jalur Kereta Bandara Soekarno Hatta sudah dapat dilalui. Ekonomi 06 Feb 2018 16:46 PT Railink mengimbau para penumpang kereta Bandara Soekarno-Hatta yang telah telanjur membeli tiket untuk me-refund agar mendapatkan uang Ekonomi 06 Feb 2018 09:35 Pengoperasian Kereta Bandara Soetta oleh Railink masih menunggu proses evakuasi longsor di underpass Jalan Perimeter Selatan Bandara Soetta. Ekonomi 20 Jan 2018 15:15 Operasional perjalanan KA bandara ditambah dari 42 menjadi 50 perjalanan setiap hari. Ekonomi 05 Jan 2018 13:15 Kemenhub akan melakukan evaluasi dan mengkaji potensi pemberian subsidi agar harga tiket kereta bandara bisa lebih murah. Ekonomi 04 Jan 2018 17:00 Jadwal keberangkatan kereta pertama dari Stasiun Tangerang menuju Duri adalah pukul 04.55 WIB, sedangkan arah sebaliknya puku 05.45 WIB. Ekonomi 30 Des 2017 16:00 Pada tahap awal uji coba operasional tanggal 26 Desember 2017 sampai dengan 1 Januari 2018 diberlakukan tarif promosi Rp 30 ribu per orang. Ekonomi 27 Des 2017 11:02 Saat ini terdapat 42 pemberangkatan Kereta Bandara Soetta dari tiga stasiun. Ekonomi 27 Des 2017 08:20 Organda memprediksi akan terjadi penurunan penumpang taksi 15-20 persen sebagai dampak beroperasinya kereta Bandara Soetta. Ekonomi 26 Des 2017 19:46 Pengamat transportasi Djoko Setijowarno meminta kepada Railink untuk memperhatikan operasional kereta Bandara Soetta agar tidak anjlok. Ekonomi 26 Des 2017 19:00 Pengamat transportasi, Djoko Setijowarno, menyarankan agar ada tarif khusus bagi penumpang rombongan lebih dari tiga orang. Peristiwa 26 Des 2017 11:23 Tidak hanya calon penumpang pesawat yang antusias antre tiket kereta, ada pula warga yang hanya ingin mencoba kereta baru tersebut. Ekonomi 08 Des 2017 22:14 Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memastikan kereta Bandara Soekarno-Hatta akan resmi beroperasi pada Senin, 11 Desember 2017. Ekonomi 23 Nov 2017 17:15 Pengoperasian kereta bandara diharapkan bisa menambah pilihan bagi masyarakat menuju Bandara Soekarno Hatta. Ekonomi 22 Nov 2017 13:14 PT Railink telah siapkan 10 trainset KA Bandara Soekarno-Hatta dengan kapasitas 33.000 penumpang setiap harinya.

Related Posts

Comments are closed.