Kereta Bandara Mendadak Mati, Penumpang Komplain ke Petugas

Kereta Bandara Mendadak Mati, Penumpang Komplain ke Petugas

Para penumpang Kereta Bandara Soekarno-Hatta yang mendadak berhenti di Stasiun Batuceper sempat komplain dengan petugas. Mereka komplain karena terlambat menaiki pesawat. “Beberapa penumpang adu mulut sama petugas. Kejadiannya 25 menit saat naik skytrain. Mereka adu mulut karena keterlambatan, ada 5 orang,” ujar salah satu penumpang, Rizky saat dihubungi, Kamis (1/3/2018). Rizky mengatakan, para penumpang sudah dipindahkan ke peron berikutnya dari Stasiun Batuceper menuju Cengkareng. Perjalanan kereta bandara yang ditumpangi Rizky normal saat melaju dari Stasiun Sudirman Baru sekitar pukul 18.50 WIB. Laju kereta, menurutnya, tersendat sekitar pukul 19.10 WIB dan berhenti total. “Sudah pindah ke peron berikutnya dari Stasiun Batuceper Tangerang,” kata Rizky. Sebelumnya, kereta Bandara Soekarno-Hatta yang ditumpangi Rizky mendadak berhenti. Lampu padam dan sistem otomatis kereta ikut mati. Pintu gerbong terpaksa dibuka petugas secara manual. Saat ini, Rizky sudah tiba di Bandara Soekarno-Hatta. Ia mengejar penerbangan pukul 21.15 WIB.

Para penumpang Kereta Bandara Soekarno-Hatta yang mendadak berhenti di Stasiun Batuceper sempat komplain dengan petugas. Mereka komplain karena terlambat menaiki pesawat. “Beberapa penumpang adu mulut sama petugas. Kejadiannya 25 menit saat naik skytrain. Mereka adu mulut karena keterlambatan, ada 5 orang,” ujar salah satu penumpang, Rizky saat dihubungi, Kamis (1/3/2018). Rizky mengatakan, para penumpang sudah dipindahkan ke peron berikutnya dari Stasiun Batuceper menuju Cengkareng. Perjalanan kereta bandara yang ditumpangi Rizky normal saat melaju dari Stasiun Sudirman Baru sekitar pukul 18.50 WIB. Laju kereta, menurutnya, tersendat sekitar pukul 19.10 WIB dan berhenti total. “Sudah pindah ke peron berikutnya dari Stasiun Batuceper Tangerang,” kata Rizky. Sebelumnya, kereta Bandara Soekarno-Hatta yang ditumpangi Rizky mendadak berhenti. Lampu padam dan sistem otomatis kereta ikut mati. Pintu gerbong terpaksa dibuka petugas secara manual. Saat ini, Rizky sudah tiba di Bandara Soekarno-Hatta. Ia mengejar penerbangan pukul 21.15 WIB.

Kereta Bandara Soekarno-Hatta mendadak berhenti saat melaju dari Stasiun Batuceper menuju Cengkareng. Lampu padam dan sistem otomatis kereta ikut mati. Bahkan pintu gerbong terpaksa dibuka petugas secara manual. “Kereta berhenti di Batuceper. Saat ingin melanjutkan perjalanan, tiba-tiba tersendat. Listrik mati, lampu padam, petugas buka pintu gerbong,” ujar salah satu penumpang, Rizky, saat dihubungi, Kamis (1/3/2018). Perjalanan kereta bandara yang ditumpangi Rizky normal saat melaju dari Stasiun Sudirman Baru sekitar pukul 18.50 WIB. Laju kereta, menurutnya, tersendat sekitar pukul 19.10 WIB dan berhenti total dengan kondisi lampu padam. “Petugas yang menghampiri dari ISS. Sepuluh menit kemudian datang petugas kereta, tapi tidak memberikan keterangan,” sambungnya. Kereta Bandara Soetta berhenti di Batuceper, Kamis (1/3/2018) Foto: Rizky Kepada petugas yang menghampiri, Rizky menanyakan penyebab berhentinya kereta. Namun petugas tersebut hanya memastikan sedang menindaklanjuti gangguan perjalanan ini. Hingga pukul 19.40 WIB, kereta masih berhenti. Penumpang mulai resah. “Saat ini pintu masih dibuka,” kata Rizky, yang harus mengejar penerbangan pukul 21.15 WIB. Sementara itu, Direktur Utama PT Railink Heru Kuswanto mengatakan petugas masih melakukan pengecekan. “Masih dicek,” katanya saat dihubungi pukul 19.56 WIB.

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Angkasa Pura II (Persero) meminta maaf kepada pengguna jasa di Bandara Internasional Soekarno-Hatta atas permasalahan yang terjadi pada mesin pencetak tiket parkir di Terminal 1 pada Senin (18/12/2017). “Dengan adanya kekeliruan dalam pembayaran parkir terhadap pengguna jasa yang menggunakan kendaraan bernomor polisi B 1469 BRH, kami meminta maaf dan bertanggung jawab atas adanya kerusakan mesin pencetak tiket parkir,” ujar Executive General Manager Kantor Cabang Utama Bandara Soekarno-Hatta , M Suriawan Wakan melalui keterangan resminya, Selasa (19/12/2017).

Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menkeu Sri Mulyani Indrawati, dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengunjungi Banyuwangi. Kedatangan mereka untuk meninjau kesiapan daerah tersebut dalam menyambut Annual Meeting IMF dan Bank Dunia di Bali, Oktober mendatang. Banyuwangi telah ditunjuk pemerintah pusat menjadi daerah penyangga Bali dalam ajang yang diikuti 18.000 delegasi dari ratusan negara itu. Sebagian delegasi penting dari berbagai negara dijadwalkan mendarat di Bandara Banyuwangi. Mendarat di Banyuwangi, Kamis sore (1/3/2018), para menteri dan gubernur BI disambut Bupati Abdullah Azwar Anas. Luhut dan rombongan kemudian berkeliling menyusuri terminal Bandara Banyuwangi yang baru saja beroperasi setelah sekitar dua tahun dibangun. Itu merupakan terminal bandara berkonsep hijau pertama di Indonesia. Luhut dan rombongan tampak mencermati detil bangunan. Sesekali melihat atap yang menghijau. Matanya juga tak luput dari lapis-lapis kayu bekas yang didesain sebagai penyekat ruang. Gemericik kolam ikan membuat Luhut tampak nyaman menyusuri terminal bandara. Disela mengamati bandara, Menkeu Sri Mulyani mengajak rombongan berselfie di depan hamparan sawah yang juga menjadi daya tarik pemandangan bandara. Kunjungan pejabat ini untuk meninjau persiapan Banyuwangi menyambut Annual Meeting IMF dan Bank Dunia di Bali (Foto: Ardian Fanani) “Hebat bandaranya, sangat layak untuk menyambut delegasi internasional,” kata Sri Mulyani. Bupati Anas menerangkan, terminal bandara itu dibangun menggunakan APBD Rp 45 miliar. Sebagian besar bahan yang digunakan adalah kayu bekas. Terminal bandara mengedepankan konsep rumah tropis dengan penghawaan alami, sehingga nyaris tanpa AC. Desain interior minim sekat untuk menjamin sirkulasi udara dan sinar matahari. Hampir setiap sudut terminal dikelilingi kolam ikan untuk mengoreksi tekanan udara, sehingga suhu ruang tetap sejuk. Terminal bandara ini juga mengadopsi kebudayaan lokal dengan mengusung kekhasan masyarakat Suku Using dalam arsitekturnya. “Sehingga ini bukan hanya bandara, tapi landmark baru yang menarik wisatawan,” kata Anas. Mendengar penjelasan tersebut, Luhut, Sri Mulyani, dan Agus Martowardojo pun menunjukkan keterkejutannya. Keduanya cukup kaget karena tidak menyangka dana yang dikeluarkan cukup murah untuk membangun bandara dengan hasil yang sangat baik. “Wah, hebat juga kamu ya, Nas. Bandaranya sangat representatif untuk acara itu (Annual Meeting IMF-Bank Dunia). Coba lihat rumputnya saja bagus ini, padahal ada di bandara lain pakai duit APBN, rumputnya saja kering,” kata Menteri Luhut kepada Anas disambut tawa semua rombongan.

Related Posts

Comments are closed.