Kepala Rutan Purworejo Ditangkap BNN

Kepala Rutan Purworejo Ditangkap BNN

Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Purworejo, Jawa Tengah, ditangkap tim gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan BNN Provinsi Jawa Tengah. Pejabat berinisial CAS itu diduga terlibat dalam pengendalian narkoba. Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Jateng AKBP Suprinarto membenarkan kabar ditangkapnya CAS siang tadi. CAS langsung dibawa kantor BNNP Jateng. “Iya, benar (Kepala Rutan Purworejo ditangkap). Diamankan sekarang,” kata Suprinarto saat dihubungi detikcom , Senin (15/1/2018). Suprinarto belum bisa memberikan keterangan detail terkait penangkapan tersebut. Namun CAS diduga menerima aliran dana dari tersangka kasus narkotika bernama Kristian Jaya Kusuma alias Sancai. “Menerima aliran dana, ini masih pemeriksaan. Kita belum bisa memberikan banyak keterangan,” ujar Suprinarto. Dari catatan detikcom , Sancai merupakan pengendali narkoba jenis sabu yang sudah ditangkap beberapa kali dan merupakan jaringan Banjarmasin. Ia awalnya ditahan di Lapas Karang Intan, Kalsel, kemudian berpindah ke beberapa lapas, dan terakhir di Lapas Pekalongan. Kasus terakhir Sancai adalah mengendalikan peredaran sabu dari Lapas Pekalongan. Dia mengendalikan pria bernama Dedi untuk mengedarkan sabu dan ditangkap pada November 2017. Nama Sancai kembali disebut pada Desember 2017 ketika ada dugaan penyuapan dari oknum polisi AKP KW yang berusaha memberikan uang terhadap anggota BNNP Jateng. Diduga uang tersebut ada kaitannya dengan kasus Sancai.

Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Purworejo, Jawa Tengah, ditangkap tim gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan BNN Provinsi Jawa Tengah. Pejabat berinisial CAS itu diduga terlibat dalam pengendalian narkoba. Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Jateng AKBP Suprinarto membenarkan kabar ditangkapnya CAS siang tadi. CAS langsung dibawa kantor BNNP Jateng. “Iya, benar (Kepala Rutan Purworejo ditangkap). Diamankan sekarang,” kata Suprinarto saat dihubungi detikcom , Senin (15/1/2018). Suprinarto belum bisa memberikan keterangan detail terkait penangkapan tersebut. Namun CAS diduga menerima aliran dana dari tersangka kasus narkotika bernama Kristian Jaya Kusuma alias Sancai. “Menerima aliran dana, ini masih pemeriksaan. Kita belum bisa memberikan banyak keterangan,” ujar Suprinarto. Dari catatan detikcom , Sancai merupakan pengendali narkoba jenis sabu yang sudah ditangkap beberapa kali dan merupakan jaringan Banjarmasin. Ia awalnya ditahan di Lapas Karang Intan, Kalsel, kemudian berpindah ke beberapa lapas, dan terakhir di Lapas Pekalongan. Kasus terakhir Sancai adalah mengendalikan peredaran sabu dari Lapas Pekalongan. Dia mengendalikan pria bernama Dedi untuk mengedarkan sabu dan ditangkap pada November 2017. Nama Sancai kembali disebut pada Desember 2017 ketika ada dugaan penyuapan dari oknum polisi AKP KW yang berusaha memberikan uang terhadap anggota BNNP Jateng. Diduga uang tersebut ada kaitannya dengan kasus Sancai.

TEMPO.CO, Semarang – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Purworejo Jawa Tengah berinisial CAS ditangkap tim gabungan Badan Narkotika Nasional dan BNN Provinsi Jawa Tengah. Hal tersebut berkaitan dengan pemberian kemudahan akses pengendalian narkoba di dalam lapas oleh jaringan Kristian Jaya Kusuma alias Sancai. “Iya benar, ada penangkapan itu. Ini kerja tim gabungan kami dengan pusat,” kata Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Jawa Tengah Ajun Komisaris Besar Suprinarto kepada Tempo pada Senin 15 Januari 2018. Baca: Polisi Tangkap 4 Pengedar Narkoba Jaringan Lapas Cipinang Dia mengatakan, penangkapan dilakukan pada Senin siang sekitar pukul 13.00 WIB di Purworejo. Dalam penangkapan tersebut, terdapat barang bukti hasil pembelian CAS yang diduga selama ini diterima dari Sancai.

seperti di kutip dari https://nasional.tempo.co

“Hasil temuannya saya tidak bisa jelaskan banyak. Nanti BNN dari pusat langsung yang menjelaskan,” kata Suprinarto. Sancai merupakan narapidana kasus narkoba kelas kakap asal Kalimantan yang sudah lama lihai mengendalikan narkoba jenis sabu. Jaringan Sancai berulang kali ditangkap dari hasil pengembangan pihak BNN. Meski ditahan di Lapas Kota Pekalongan, namun Sancai masih bisa dengan leluasa mengendalikan narkoba. Baca: BNN Petakan Peredaran Narkoba pada 12 Rusun di DKI Jakarta Sebelum penangkapan ini, ada dua kasus pengendalian narkoba dalam lapas oleh jaringan Sancai yang ditangkap. Pertama adalah kurir bernama Dedi Setiawan yang ditangkap di Jalan Setia Budi Semarang karena mengendalikan dua perempuan pembawa narkoba jenis sabu seberat 800 gram. Dalam pengakuannya, kurir Dedi merupakan jaringan Sancai. Satu kasus lainnya, yakni soal suap Ajun Komisaris KW yang merupakan anggota Direktorat Reserse Narkotika dan Obat Berbahaya Kepolisian Daerah Jawa Tengah. KW ditangkap Tim Paminal Polda Jateng bekerjasama dengan BNNP Jateng karena berusaha menyuap petugas BNN Jateng atas kasus Dedi yang diminta tidak dikaitkan lagi dengan Sancai. Penyuapan KW sebelumnya juga dibenarkan Kepala BNNP Jateng Kombes Pol Tri Agus Heru. Saat itu Agus mengungkapkan pihak yang hendak disuap adalah Suprinarto. Pengembangan penyidikan narkoba ini menemukan keterlibatan Kepala Lapas Purworejo inisial CAS yang kini sudah diamankan pihak BNN. “Kelanjutannya masih dalam penyidikan BNN di pusat ya. Ada kaitanya dengan KW karena satu jaringan si Sancai,” kata Suprinarto.

Ilustrasi narkoba. (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan) BNN kembali mengungkap peredaran narkoba di Lapas. Tapi yang mengejutkan, ada keterlibatan oknum petugas Lapas. Tak tanggung-tanggung kali ini yang dibekuk Kepala Lapas. BNNdan BNNP Jawa Tengah menangkap Kepala Lapas Purworejo, CAS. Tersangka ditangkap terkait peranannya dalam sindikat peredaran narkoba di dalam Lapas Purworejo. “(Penangkapan) dilakukan tadi siang pukul 12.30 WIB di Lapas Kelas IIB Purworejo, Jawa Tengah. Penangkapan ini dilakukan oleh Tim Gabungan Direktorat TPPU BNN dan BNNP,” Kata Kabag Humas BNN Kombes Sulistyandriatmoko kepada kumparan ( kumparan.com ), Senin (15/1). Sulis mengatakan, CAS ditangkap karena terlibat dalam upaya pencucian uang dari sindikat narkoba di Lapas Purworejo. ” (CAS) Dikenakan Tindak Pidana pencucian uang, karena terlibat dalam aliran dana perdagangan gelap narkotika,” katanya. Sementara itu, Kabid Pemberantasan BNNP Jawa Tengah AKBP Suprinarto sebagaimana dikutip dari Antara menuturkan CAS diciduk karena memberikan kemudahan terhadap narapidana bernama Kristian Jaya Kusuma dalam menjalankan bisnis narkotika dari balik penjara. Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan dari pihak Ditjen PAS Kemenkum HAM.

SEMARANG, suaramerdeka.com – Kepala Rumah Tahanan Purworejo yang berinisial CAS dibekuk tim gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan BNN Provinsi Jawa Tengah. Sebab yang bersangkutan diduga memberikan kemudahan akses bagi narapidana atas nama Kristian Jaya Kusuma alias Sancai untuk mengendalikan transaksi narkoba dari lapas. Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Jateng, AKBP Suprinarto, membenarkan adanya penangkapan terhadap kepala rumah tahanan tersebut. Penangkapan itu dilakukan secara gabungan dari BNN pusat dan BNNP Jateng. “Benar, ada penangkapan itu, oleh tim gabungan kami dengan pusat,” ungkapnya saat dikonfirmasi melalui telepon selular, Senin (15/1). Suprinarto menambahkan, penangkapan itu dilakukan sekitar pukul 13.00 WIB tadi di Purworejo. Petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti yang diberikan kepada CAS dari Sancai, namun enggan menjelaskan secara rinci barang bukti tersebut. “Hasil temuannya saya tidak bisa jelaskan, pokoknya banyak. Nanti BNN dari pusat langsung yang menjelaskan,” terangnya. Sancai adalah pengedar narkoba kelas kakap asal Kalimantan yang sudah lama mengendalikan narkoba jenis sabu. Sancai berikut jaringannya telah berulang kali ditangkap berdasar hasil pengembangan pihak BNN. Meski waktu itu telah ditahan di Lapas Kota Pekalongan, tapi Sancai tetap dengan leluasa mengendalikan pengedaran narkoba. Bahkan, sebelumnya kasus Sancai ini juga menyeret oknum polisi dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Jateng, AKP KW yang akan melakukan penyuapan kepada anggota BNNP Jateng. Namun digagalkan oleh Tim Paminal Polda Jateng dan AKP KW ditangkap. Pengembangan penyidikan mengemuka keterlibatan Kepala Lapas Purworejo inisial CAS yang kini sudah diamankan pihak BNN. “Selanjutnya masih dalam penyidikan BNN di pusat. Ada kaitanya dengan KW karena satu jaringan si Sancai,” tutup Supri. (Apit Yulianto /SMNetwork /CN40 )

Related Posts

Comments are closed.