Kemenhan Sebut Pembelian 11 Pesawat Sukhoi Tunggu Perjanjian Barter

Kemenhan Sebut Pembelian 11 Pesawat Sukhoi Tunggu Perjanjian Barter

Kementerian Pertahanan berencana membeli 11 pesawat Sukhoi Su-35 untuk menggantikan pesawat F-5. Staf ahli menteri pertahanan bidang ekonomi Bondan Tiara Sofyan mengatakan pihaknya sedang menunggu perjanjian imbal dagang atau barter dengan Rusia. “Sudah sampai tahap akhir menunggu perjanjian imbal dagang,” ujar Bondan Tiara saat pemaparan kinerja 3 tahun Kemenhan di Restoran Seribu Rasa, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (28/12/2017). Bondang Tiara juga mengatakan Kemenhan dan Kementerian Perdagangan sedang membahas komoditas yang akan menjadi barter dengan Rusia. Menurut dia, perjanjian barter tersebut akan segera disepakati dalam waktu dekat. “Imbal dagang ini ada di Kemendag dalil sudah jelas tinggal komoditasnya apa. Jadi tidak menunggu waktu lama. Memang judulnya pengganti F5,” ucapnya. Awalnya, Bondan Tiara mengatakan Rusia menginginkan komoditas karet untuk menjadi barter dengan pesawat tempur Sukhoi Su-35. Namun Indonesia meminta Rusia membarter komoditas karet yang sudah diproduksi misalnya bentuk ban. “Awalnya kareta tapi sekarang listnya banyak. Karet kalau dia (Rusia) beli karet beli 100 dolar dan sama-sama bentuk ban value sama tapi edit value beda. Makanya kami memaksa untuk mereka beli produksi yang sudah jadi bukan mentah karena itu untuk membangun industri,” tutur Bondan. Di tempat yang sama, Kapuskom Kemenhan Brigjen Totok Sugiharto menyatakan sedang menunggu Rusia untuk menyepakati tanda tangan kontrak pembelian pesawat tersebut. Totok mengatakan proses pembelian pesawat itu menunggu kesepakatan. “Bukan ditunda karena kan ada dinamikanya, tinggal kita nanti progresnya dengan Rusia tinggal tandatangan kontrak saja. Pada saatnya melaksanakan tanda tangan di Kemenhan, sabar lah,” ujar Totok.

Kementerian Pertahanan berencana membeli 11 pesawat Sukhoi Su-35 untuk menggantikan pesawat F-5. Staf ahli menteri pertahanan bidang ekonomi Bondan Tiara Sofyan mengatakan pihaknya sedang menunggu perjanjian imbal dagang atau barter dengan Rusia. “Sudah sampai tahap akhir menunggu perjanjian imbal dagang,” ujar Bondan Tiara saat pemaparan kinerja 3 tahun Kemenhan di Restoran Seribu Rasa, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (28/12/2017). Bondang Tiara juga mengatakan Kemenhan dan Kementerian Perdagangan sedang membahas komoditas yang akan menjadi barter dengan Rusia. Menurut dia, perjanjian barter tersebut akan segera disepakati dalam waktu dekat. “Imbal dagang ini ada di Kemendag dalil sudah jelas tinggal komoditasnya apa. Jadi tidak menunggu waktu lama. Memang judulnya pengganti F5,” ucapnya. Awalnya, Bondan Tiara mengatakan Rusia menginginkan komoditas karet untuk menjadi barter dengan pesawat tempur Sukhoi Su-35. Namun Indonesia meminta Rusia membarter komoditas karet yang sudah diproduksi misalnya bentuk ban. “Awalnya kareta tapi sekarang listnya banyak. Karet kalau dia (Rusia) beli karet beli 100 dolar dan sama-sama bentuk ban value sama tapi edit value beda. Makanya kami memaksa untuk mereka beli produksi yang sudah jadi bukan mentah karena itu untuk membangun industri,” tutur Bondan. Di tempat yang sama, Kapuskom Kemenhan Brigjen Totok Sugiharto menyatakan sedang menunggu Rusia untuk menyepakati tanda tangan kontrak pembelian pesawat tersebut. Totok mengatakan proses pembelian pesawat itu menunggu kesepakatan. “Bukan ditunda karena kan ada dinamikanya, tinggal kita nanti progresnya dengan Rusia tinggal tandatangan kontrak saja. Pada saatnya melaksanakan tanda tangan di Kemenhan, sabar lah,” ujar Totok.

Di Inggris, pada 1862, sejumlah orang mendirikan komunitas “detektif hantu” Ghost Club. Belakangan, beberapa nama kondang, seperti sastrawan WB Yeats dan penulis novel detektif Sir Arthur Conan Doyle, ikut bergabung dengan Ghost Club. Salah satu detektif hantu itu adalah William Stainton Moses. Dia meneliti lebih dari 600 foto yang diduga menampilkan sosok supranatural. Hasilnya, kata Alan Murdie, Ketua Ghost Club, dikutip oleh BBC beberapa waktu lalu, hanya ada belasan foto yang menurut dia layak masuk kategori “berbau gaib”.

Related Posts

Comments are closed.