Kebakaran Lapak Limbah Plastik Merembet ke 3 Rumah, Atap Hancur

Kebakaran Lapak Limbah Plastik Merembet ke 3 Rumah, Atap Hancur

Kebakaran lapak daur ulang limbah plastik di Kalideres, Jakarta Barat, merembet ke tiga rumah yang lokasinya berdekatan. Api melalap bagian belakang rumah hingga menghancurkan atap. Kebakaran di Jl Raya Kompeni, Kamal, Kalideres ini sudah berhasil dipadamkan, Jumat (26/1/2018). Namun sejumlah personel pemadam masih berada di lokasi memastikan tidak ada bara api yang tersisa. Kebakaran lapak daur ulang limbah plastik di Kalideres, Jakbar, Jumat (26/1/2018) Foto: Samsdhuha Wildansyah-detikcom Tampak sisa genteng, seng dan kayu yang terbakar di lokasi. Kobaran api sempat menimbulkan asap pekat hitam yang membubung. Ada 24 mobil pemadam yang dikerahkan ke lokasi. Laporan kebakaran diterima petugas pukul 11.30 WIB. Kebakaran lapak daur ulang limbah plastik di Kalideres, Jakbar, Jumat (26/1/2018) Foto: Samsdhuha Wildansyah-detikcom

Gempa Banten yang berpusat di wilayah selatan mengakibatkan ribuan rumah rusak. Namun tak ada satu pun rumah milik warga adat Baduy yang ambruk. Di tanah ulayat Baduy ada 12 ribu jiwa dari toral 65 kampung. 3 Di antaranya adalah Baduy Dalam kampung Cibeo, Cikeusik, dan Cikartawana dengan penduduk hampir 1.000 jiwa. Salah satu warga Baduy Luar, Mursyid mengatakan, saat Lini (gempa dalam bahasa Sunda) datang, warga memang kaget. Tapi, tak ada rumah yang rusak karena ada tekhnologi antigempa. Rumah adat menurutnya memiliki paseuk (pasak) yang dibuat dari kayu sebagai penahan gempa. Fungsinya, mengikuti arah getaran gempa. “Rumah panggung antigempa. Tiangnya kayu, pake paseuk sebagai penahannya biar kuat. Biar goyang ngikutin,” katanya saat berbincang dengan detikcom, Kabupaten Lebak, Banten, Jumat (26/1/2018). Jaro Saija, atau kepala desa khusus adat Baduy mengatakan, rumah adat mereka dibuat anti gempa. Selain ada mantra dan teknologi adat, juga ada penanggalan waktu untuk membuat rumah. Semuanya dihitung sedemikian rupa berdasarkan ketentuan adat. Bulan-bulan yang dilarang membuat rumah misalkan, ada di bulan Sapar, Kawalu. Waktu yang baik, ada di bulan Kalima dan Hapit Kayu. “Di Baduy membuat rumah juga nggak banyak parabot. Cuma gergaji, di Baduy Dalam bahkan nggak pakai gerjaji dan paku,” ujarnya. Baca Juga: Bertamu ke Jantung Baduy Dalam sejarah adat, Saija mengataka tak pernah ada rumah adat yang ambruk meski gempa datang. Asep Kurnia penulis buku Saatnya Baduy Bicara mengatakan, rumah adat Baduy tak ada yang ditanam ke tanah. Bagian atasnya juga tak mungkin ambruk. Pertama, pasak kayu sebagai penghubung bangunan dibuat longgar. Sehingga, ketika ada gempa, kayu bergerak mengikuti irama getaran. Selain itu, bobot atap dari bambu dan ijuk juga cenderung ringan. Hal tersebut ringan dan tak membuat khawatir. “Mereka arsitek ulung, bisa menafsirkan bagaimana agar tak rusak, kaki bangunan juga tidak ditanam dan mengikuti irama gempa,” ujarnya. Elastisitas rumah adat Baduy ini juga dibenarkan oleh Suhada penulis buku Masyarakat Baduy dalam Rentang Sejarah. Pasak rumah badut dibuat dari ruyung atau bagian terkuat dari pohon kelapa. Ruyung ini menurutnya juga bisa dari batang pohon pinang yang berduri. Selain itu, karena tak menggunakan paku, rumah mereka juga menurutnya lebih elastis. Tali dari bambu dan rotan biasanya digunakan untuk mengencangkan atap. “Ini juga yang jadi rukukan pembuatan jembatan gantung atau sasak Rawayan yang juga tak menggunakan paku tapi kokoh,” ujarnya kepada detikcom.

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah mengirimkan surat rekomendasi kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait penataan Tanah Abang. Polisi menilai penataan Tanah Abang untuk memfasilitasi PKL di Jl Jatibaru itu justru menimbulkan masalah baru. “Karena di situ timbul permasalahan baru, (salah satunya) angkot itu terjadi antrean. Jadi itu yang kami rekomendasikan (agar Jl Jatibaru kembali dibuka),” ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Halim Pagarra kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (26/1/2018). Di sisi lain, penataan Tanah Abang ini berdampak terhadap kemacetan. Halim menyebut kemacetan di sekitar lokasi bertambah parah setelah PKL diberi fasilitas untuk berjualan di jalan. “Iya, kemacetan ada di Jalan Fachrudin menuju Slipi dan Jatibaru itu terjadi kepadatan di jam-jam tertentu,” imbuhnya. Persoalan lainnya, keberadaan PKL di jalan raya dan trotoar menimbulkan kecemburuan sosial bagi pedagang di Blok G. Selain itu, sopir angkot meradang karena pendapatannya berkurang setelah jalan tersebut ditutup. “Sehingga kami merekomendasikan agar Gubernur mengevaluasi kebijakan tersebut,” tuturnya. Berikut ini enam rekomendasi polisi kepada Anies terkait penataan Tanah Abang: 1. Dalam membuat suatu kebijakan yang akan berdampak kepada masalah Kamseltibcar Lantas agar Polri dilibatkan dari awal perencanaan. 2. Penggunaan jalan untuk penyelenggaraan di luar fungsi jalan harus dikoordinasikan guna mendapatkan izin dari Kepolisian Negara Republik Indonesia. 3. Penempatan PKL pada lokasi yang layak dan tidak melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku. 4. Melakukan evaluasi dan pengkajian yang lebih komprehensif baik dari aspek sosial, ekonomi, maupun hukum, sehingga tidak menimbulkan permasalahan baru. 5. Meningkatkan kualitas pelayanan angkutan umum yang dapat diakses menuju tempat perbelanjaan. 6. Mengembalikan dan mengoptimalkan kembali fungsi jalan untuk mengurangi apak kemacetan dan kecelakaan lalu lintas guna peningkatan kinerja lalu lintas dan peningkatan pelayanan angkutan umum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Seorang cucu di Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut) tega menendang neneknya sendiri. Hal ini dipicu karena sang cucu mabok lem dan saat hendak mau makan, dan nasi sudah habis di rumahnya. “Pelaku bernama Afrizal (23), warga Dusun II Perumahan Bumi Tuntungan Sejahtera, Kecamatan Kutalimbaru, Deli Serdang,” kata Kapolsek Kutalimbaru AKP Martualesi Sitepu, Jumat (26/1/2018). Martualesi mengatakan, kejadian ini terjadi pada Jumat (19/1). Saat itu, Afrizal dengan kondisi mabok lem datang menggedor-gedor kamar neneknya, Siti Anggur Batubara (60). “Pelaku berteriak-teriak minta nasi. Namun dijawab neneknya sudah habis. Mendengar itu, dia langsung mengamuk sambil merusak isi rumah,” ujarnya. Siti yang mendengar suara ribut-ribut lalu keluar kamar. Tanpa basa-basi, Afrizal langsung menendang perut neneknya. Afrizal dan neneknya tinggal serumah. “Atas kejadian ini, nenek korban kesakitan. Perbuatan ini kemudian dilaporkan ke Polsek Kutalimbaru. Siang tadi, Afrizal kita amankan dan masih dalam pemeriksaan,” tukasnya.

Reka adegan pembunuhan driver Grab yang dilakukan 2 siswa SMK digelar Polrestabes Semarang. Istri korban yang ikut datang ke lokasi histeris dan pingsan. Rekonstruksi dimulai dari rumah tersangka IB (15) di Lemah Gempal saat memesan Grab untuk menuju daerah Sambiroto. Korban, Deny Setiawan datang menjemput kemudian mengangkut IB dan tersangka lainnya TA (15). Lokasi rekonstruksi kemudian beralih ke tempat kejadian perkara pembunuhan di Jalan Cendana Selatan IV. Di tempat itulah istri korban, Nur Aini ikut datang sambil dipapah polisi. Perempuan berhijab hitam itu jalan tertatih sambil menangis histeris kemudian didudukan di dekat lokasi. Saat reka ulang berlangsung tiba-tiba ia pingsan dan segera dibawa menjauh. Kematian Margorejo Timur, Semarang Timur itu memang cukup memilukan karena Deny Setiawan dan Nur Aini baru saja memiliki anak yang kini berusia 2 bulan. Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Fahmi Arifrianto mengatakan reka ulang dengan 28 adegan tersebut untuk memperjelas peran masing-masing pelaku. “Melengkapi proses penyidikan supaya jelas bagaimana tindak pidana ini terjadi. Proses rekonstruksi ada 28 adegan akan sampai 3 TKP mulai awal pemesanan, TKP pembunuhan, dan TKP penyimpanan barang bukti,” kata Fahmi di lokasi kejadian, Jalan Cendana Selatan IV, Jumat (26/1/2018). Tempat rekonstruksi juga dipenuhi warga hingga polisi memasang garis polisi. Warga juga menyoraki dua pelaku ketika digelandang polisi. Untuk diketahui Jalan Cendana Selatan IV merupakan lokasi eksekusi sekaligus tempat membuang jasad korban. Pengungkapan peristiwa itu diawali dengan penemuan jasad korban di tengah Jalan Cendana Selatan IV hari Sabtu (20/1) lalu.

Aksi begal kembali terjadi di Kabupaten Pinrang, Sulsel. Seorang mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Baramuli, Suciati, dibegal sehingga wajahnya penuh luka. Warga Urung Desa, Sipatuo, Kecamatan Patampanua, ini dibegal saat menuju kampusnya, Kamis (25/1) sore. Korban dicegat pelaku di poros Jalan Teppo-Takalalla Barat. Pelaku terbilang nekat karena membegal korban pada siang hari. Akibatnya, korban mengalami luka cukup parah di wajah dan kepala. Suciati harus mendapat 11 jahitan karena aksi begal itu. Selain itu, Suciati kehilangan tas, dompet, ponsel, kartu ATM, dan surat kendaraan. “Saya tiba-tiba dicegat dan tas saya ditarik. Saat saling tarik, saya terjatuh hingga terseret. Makanya saya terluka,” cerita Suciati kepada detikcom , Jumat (26/1) siang. Atas kejadian itu, Kanit Resmob Polres Pinrang Ipda Asmun akan menindaklanjuti kasus tersebut. “Kami langsung ke rumah korban melakukan interogasi. Ciri-ciri pelaku, sementara anggota saya melakukan penyelidikan,” kata Asmun.

Mantan auditor BPK Rochmadi Saptogiri menempati sel tahanan bersama terdakwa korupsi e-KTP Setya Novanto di Rutan KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan. Terdakwa suap opini WTP Kemendes PDTT ini mengaku melihat Novanto mencuci piring. “Iya, memang begitu (cuci piring),” kata Rochmadi di sela-sela sidang di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta, Jumat (26/1/2018). Menurut Rochmadi, para tahanan mendapatkan tugas masing-masing di Rutan KPK, misalnya cuci piring. Jika seorang tahanan selesai makan pakai piring, mereka harus membersihkannya. “Iya, aturan siapa yang memakai, mereka yang bersihkan,” ucap Rochmadi. Selain itu, Rochmadi mengaku selalu berkumpul dengan tahanan lain di ruangan bersama, termasuk dengan Novanto. Dalam ruang itu, para tahanan melaksanakan salat, makan, hingga menonton tayangan sepakbola bersama. “Iya, kita punya ruangan bersama, ada televisi, dibatasi sampai jam 10 malam. Kita ketemu di situ. Kalau salat dan nonton serta makan di situ. Nobar bola Indonesia ada Liga 1,” kata Rochmadi. Saat kumpul itu, kata Rochmadi, para tahanan KPK ini berdiskusi mengenai agama dan pendidikan. Bahkan ada diskusi mengenai masalah kasus yang dihadapi para tahanan. “Ya, secara umum kita tidak bicara kasus punya masalah masing-masing. Kalau diskusi bisa saja, sharing banyak hal, masalah agama, pendidikan. Masalah kasus juga, kan,” tutur Rochmadi. Setya Novanto sebelumnya mengaku seperti anak kos di Rutan KPK. Novanto juga memiliki tugas khusus di rutan KPK. Novanto kebagian tugas cuci piring. “Sekarang kita berbagi, ngepel, nyapu, nyuci piring. Saya bagian cuci piring sajalah,” kata Novanto kemarin.

Wakil Ketua Umum Persatuan Advokat Indonesia (Peradi) Hermansyah Dulaimi mengatakan, Fredrich Yunadi, terindikasi melanggar kode etik dan tata krama dalam melaksanakan tugas dan fungsi sebagai advokat. “Ada indikasi pelanggaran kode etik dan ada indikasi pelanggaran tata krama dalam menjalankan tugas professionalnya,” kata Hermasnyah di Kantor KemenPPPA Jalan. Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (26/1/2018). Hermansyah mencontohkan pelanggaran yang dilakukan Fredrich ketika meminta perlindungan hukum kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Saat itu Fredrich mengatakan seharusnya KPK meminta izin Presiden terlebih dulu sebelum memeriksa Setya Novanto. “Umpamanya mengatakan bahwa Setya Novanto itu tidak bisa dipanggil oleh KPK. Nggak ada ketentuan itu, itu menyalahi. Siapapun nggak ada yang kebal hukum khususnya untuk perkara tindak pidana korupsi tidak perlu izin Presiden secara hukum itu nggak ada, salah itu,” jelas dia. Hermansyah juga mengatakan Komisi Pengawas Peradi sedang melakukan pemeriksaan internal dan pengumpulan berkas-berkas. Apabila data mengandung pelanggaran kode etik, Dewan Kehormatan Peradi akan segera melangsungkan sidang kode etik. “Kami sekarang sedang mengumpulkan data atas laporan masyarakat terhadap adanya dugaan pelanggaran kode etik, jadi semua data sedang dihimpun. Kami juga sudah mengajukan permohonan kepada KPK untuk diperkenankan memeriksa dia (Fredrich) di bawah Komisi Pengawas Peradi yang akan memeriksa. Surat sudah diajukan ke KPK sekitar dua minggu lalu tapi sampai saat ini belum ada respons dari KPK,” jelas Hermansyah. Sebelumnya, Anggota Komisi Pengawas Peradi, Kaspudin Noor, sudah mendatangi KPK dengan membawa surat. “Mau menyampaikan surat, minta audiensi dan klarifikasi,” ucap Kaspudin di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (17/1/2018). “Kita buat surat dulu ini. Kapan bisa audiensi dengan KPK, dalam rangka hubungan antar lembaga ya dalam hal kalau kami dalam hal kode etik,” sambungnya.

Akibat rem blong, sebuah dump truk menabrak sejumlah mobil dan motor. Kecelakaan karambol ini membuat dua pengendara motor tewas. Kecelakaan beruntun ini terjadi di pertigaan Jalan Daendles, Bungah, Gresik. Kecelakaan ini berawal saat dump truk bernopol W 9117 UY melaju dari arah Tuban ke Gresik. Saat melaju cukup kencang, tiba-tiba rem truk bermuatan galian itu blong. Truk dengan kepala warna oranye itu langsung menabrak mobil boks di depannya. Mobil boks terdorong lalu terpelanting menabrak Toyota Avanza dari arah sebaliknya. Laju truk ternyata belum berhenti. Truk tersebut lalu menghajar pengendara motor yang sedang menyeberang. Truk baru berhenti setelah menabrak dump truk lain di depannya. “Kecelakaan terjadi karena truk mengalami rem blong. Dua korban tewas. Korban tewas adalah pengendara motor yang berboncengan,” ujar Kapolsek Bungah AKP Ahmad Said kepada detikcom di lokasi, Jumat (26/1/2018). Dalam kecelakaan ini, dua orang tewas (Foto: Deni Prastyo Utomo) Said mengatakan, satu korban tewas di lokasi, sementara korban satu lagi tewas di rumah sakit. Korban tewas di lokasi adalah Kholili (50), sementara korban tewas di rumah sakit adalah Solikan (48). Sementara mobil boks yang tertabrak pertama kali mengalami kerusakan di bagian belakang. Bagian depan Avanza yang tertabrak mobil boks ringsek. Namun 4 penumpangnya selamat. Dari pengakuan sopir truk, Nardi (47) bahwa truknya memang mengalami rem blong. “Saat itu rem saya blong, awalnya untuk menghindari korban lebih banyak makanya saya banting ke kiri. Saya tidak tahu kalau ada motor menyeberang,” ujar Nardi. Dari pantauan detikcom, kecelakaan ini membuat Jalan Raya Deandles dari arah Tuban menuju ke Gresik macet. Petugas Dishub Gresik juga belum berhasil mengevakuasi dump truk karena beratnya muatan.

Related Posts

Comments are closed.