Kebakaran di Tamansari, Lebih dari 2.000 Orang Mengungsi

Kebakaran di Tamansari, Lebih dari 2.000 Orang Mengungsi

Kebakakaran hebat melanda pemukiman padat penduduk di Krukut, Tamansari, Jakarta Barat. Diperkirakan sekitar 2.400 jiwa mengungsi. “Yang terdampak kebakaran itu ada sekitar 600 KK (Kepala Keluarga), jadi kemungkinan yang mengungsi itu sebanyak 2.400 jiwa. Untuk data pasti kita belum ada, karena nungggu tiga jam setelah pendingian,” kata Camat Tamansari Firman Ibrahim, saat dihubungi detikcom, Sabtu (27/1/2018). Pihak pemerintah daerah telah menyiapkan tenda untuk pengungsian. Selain itu, keperluan dapur umum dan mobil MCK (mandi, cuci, kakus) pun disiapkan. “Kita bangun tenda di depan Pos RW 03, kita pusatkan di sana. Kita bangun tenda dengan kapasitas sekitar 1.000 orang,” ucap Firman. Kebakaran ini menghanguskan permukiman di 10 rukun tetangga (RT), dengan luas wilayah yang terdampak sekitar 3.500 meter persegi. Diperkirakan ada sekitar 200 rumah yang terbakar. Kebakaran terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. Dinas Pemadam kebakaran mengerahkan 38 unit mobil pemadam kebakaran. “Saat ini masih dalam proses pemadaman, masih terlihat asap di lokasi,” ucap Kasiop Sudin PKP Jakbar, Rompis, saat dihubungi terpisah. Anggota pemadam kebakaran masih di lokasi untuk memastikan api benar-benar padam. “Kita masih memastikan sampai api benar-benar padam. Kita tidak mau ambil resiko setelah ini menyala kembali,” ucap Rompis. Sebelumnya diberitakan, ada sebanyak 5 orang yang mengalami luka. Belum diketahui penyebab kebakaran ini. Seorang warga tengah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian terkait peristiwa ini.

Kebakakaran hebat melanda pemukiman padat penduduk di Krukut, Tamansari, Jakarta Barat. Diperkirakan sekitar 2.400 jiwa mengungsi. “Yang terdampak kebakaran itu ada sekitar 600 KK (Kepala Keluarga), jadi kemungkinan yang mengungsi itu sebanyak 2.400 jiwa. Untuk data pasti kita belum ada, karena nungggu tiga jam setelah pendingian,” kata Camat Tamansari Firman Ibrahim, saat dihubungi detikcom, Sabtu (27/1/2018). Pihak pemerintah daerah telah menyiapkan tenda untuk pengungsian. Selain itu, keperluan dapur umum dan mobil MCK (mandi, cuci, kakus) pun disiapkan. “Kita bangun tenda di depan Pos RW 03, kita pusatkan di sana. Kita bangun tenda dengan kapasitas sekitar 1.000 orang,” ucap Firman. Kebakaran ini menghanguskan permukiman di 10 rukun tetangga (RT), dengan luas wilayah yang terdampak sekitar 3.500 meter persegi. Diperkirakan ada sekitar 200 rumah yang terbakar. Kebakaran terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. Dinas Pemadam kebakaran mengerahkan 38 unit mobil pemadam kebakaran. “Saat ini masih dalam proses pemadaman, masih terlihat asap di lokasi,” ucap Kasiop Sudin PKP Jakbar, Rompis, saat dihubungi terpisah. Anggota pemadam kebakaran masih di lokasi untuk memastikan api benar-benar padam. “Kita masih memastikan sampai api benar-benar padam. Kita tidak mau ambil resiko setelah ini menyala kembali,” ucap Rompis. Sebelumnya diberitakan, ada sebanyak 5 orang yang mengalami luka. Belum diketahui penyebab kebakaran ini. Seorang warga tengah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian terkait peristiwa ini.

Hanya kelurahan Tanjung Barat saja yang dilewati Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta . Ada berapa jalan raya yang dijangkau ke Kecamatan Jagakarsa , yakni: Jalan Lenteng Agung dan Jalan TB Simatupang menghubungkan daerah Kecamatan Jagakarsa langsung ke daerah Pasar Minggu , Cilandak , Pancoran , Lebak Bulus , Pasar Rebo dan TMII , Jalan Ciganjur dan Jalan Muhammad Kahfi menghubungkan daerah Kecamatan Jagakarsa langsung ke Cinere , Gandul , Terminal Lebak Bulus , Pondok Labu , Ciputat , Citayam dan Bojonggede Kab. Bogor , Jalan Akses UI menghubungkan daerah Kecamatan Jagakarsa langsung ke Pal , Kelapa Dua , Cimanggis , Jalan Raya Bogor , Cisalak dan Bogor , Jalan Margonda menghubungkan daerah Kecamatan Jagakarsa langsung ke Pusat Kota Depok dan Jalan Cipedak menghubungkan daerah Kecamatan Jagakarsa langsung ke Tanah Baru , Pusat Kota Depok dan Sawangan .

seperti di kutip dari https://id.wikipedia.org

Kemudian pada tahun 1936 , Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) diluncurkan kereta api lokal jurusan Manggarai-Jatiasih, Manggarai-Cikampek, Manggarai-Cianjur dan Manggarai-Jonggol yang ditarik Lokomotif uap dengan tarif 12.000 gulden + dapat air minum 1 liter (pada tahun 1970-an tarifnya Rp9.000 + dapat air minum 1 liter, tahun 1982 tarifnya Rp10.000 + dapat air minum 500 mL, tahun 1986 tarifnya Rp10.500 + dapat air minum 1 liter dan tahun 1990-an tarifnya Rp12.000 + dapat air minum 1 liter).

seperti di kutip dari https://id.wikipedia.org

Dahulu, dari jalur 1 Stasiun Tanjung Barat , terdapat percabangan ke Jatiasih [3] Di Stasiun Jatimekar , dari jalur 4, terdapat percabangan ke Stasiun Jabungtambangpasir atau daerah tambang pasir dan Pondok Gede . Sedangkan, dari jalur 3, terdapat percabangan ke Jatikramat dan Stasiun Cakung . Selain itu juga, dari jalur 2, terdapat percabangan ke Gunung Putri , Wanaherang (dari jalur 2, terdapat percabangan jalur TjVSM dengan gauge 600 ke Stasiun Nambo dan Megamendung melalui Babakan. Selain itu juga, dari jalur 1, terdapat percabangan jalur TTSM dengan gauge 1067 ke Stasiun Bandung dan Stasiun Cianjur melalui Cileungsi dan Jonggol (di daerah setelah Stasiun Jonggol bertemu dengan jalur SS dengan gauge 1067 dari Jatiasih ). Sedangkan, dari jalur 6, terdapat percabangan jalur Tjiboeboer Tramweg Maatschappij ke Cibubur (di daerah setelah Stasiun Cibubur , dari jalur 2, jalur lurus dan akan bertemu dengan jalur SS dengan gauge 1067 sampai Stasiun Ciracas yang kemudian bersambung dengan jalur milik NIS yakni Jalur kereta api Tanjung Barat-Jatiasih , serta dari jalur 5, terdapat percabangan ke Stasiun Lenteng Agung yang kemudian bersambung dengan jalur milik SS yakni Jalur kereta api Manggarai-Padalarang yakni berseberangan dengan Jalan Tol Jagorawi di Cibubur (1 km setelah Stasiun Cibubur), berseberangan dengan Jalan Raya Bogor dan Jalur kereta api Cipinang-Pondok Rajeg milik NIS di Pekayon (500 m setelah Halte Pekayon) dan berseberangan dengan Sungai Ciliwung (1,5 km setelah Halte Kalisari)). Sedangkan, dari jalur 10, terdapat percabangan jalur NIS ke Stasiun Pondok Cina melalui Cisalak (pada jarak 200 m setelah Stasiun Cisalak , rel ini berdampingan dengan jalur DpSM dengan gauge 1067 menyeberangi Jalur kereta api Cipinang-Pondok Rajeg dan Jalan Raya Bogor (kemungkinan bekas turntable trem uap DpSM [4] berada di depan Pasar Cisalak), lalu pada jarak 1 km setelah Stasiun Tugu, rel ini menyeberangi Sungai Ciliwung dan kemudian bersambung dengan Jalur kereta api Manggarai-Padalarang milik SS di Stasiun Pondok Cina , serta dari jalur 7, terdapat percabangan jalur DpSM dengan gauge 1067 ke Stasiun Depok . Selain itu, dari jalur 3, terdapat percabangan jalur ke Bengkel trem di Kampung Babakan Kulon RT 04/ RW 16 dan dari jalur 4, terdapat percabangan jalur ke Pabrik ganja di Jalan RTM di Kampung Rawa Jejeng RT 05/ RW 17.

seperti di kutip dari https://id.wikipedia.org

Dahulu, dari jalur 1 Stasiun Tanjung Barat , terdapat percabangan ke Jatiasih . Di Stasiun Jatimekar , dari jalur 4, terdapat percabangan ke Stasiun Jabungtambangpasir atau daerah tambang pasir dan Pondok Gede . Sedangkan, dari jalur 3, terdapat percabangan ke Jatikramat dan Stasiun Cakung . Selain itu juga, dari jalur 2, terdapat percabangan ke Gunung Putri , Wanaherang (dari jalur 2, terdapat percabangan jalur TjVSM dengan gauge 600 ke Stasiun Nambo dan Megamendung melalui Babakan. Selain itu juga, dari jalur 1, terdapat percabangan jalur TTSM dengan gauge 1067 ke Stasiun Bandung dan Stasiun Cianjur melalui Cileungsi dan Jonggol (di daerah setelah Stasiun Jonggol bertemu dengan jalur SS dengan gauge 1067 dari Jatiasih ). Sedangkan, dari jalur 6, terdapat percabangan jalur Tjiboeboer Tramweg Maatschappij ke Cibubur (di daerah setelah Stasiun Cibubur , dari jalur 2, jalur lurus dan akan bertemu dengan jalur SS dengan gauge 1067 sampai Stasiun Ciracas yang kemudian bersambung dengan jalur milik NIS yakni Jalur kereta api Tanjung Barat-Jatiasih , serta dari jalur 5, terdapat percabangan ke Stasiun Lenteng Agung yang kemudian bersambung dengan jalur milik SS yakni Jalur kereta api Manggarai-Padalarang yakni berseberangan dengan Jalan Tol Jagorawi di Cibubur (1 km setelah Stasiun Cibubur), berseberangan dengan Jalan Raya Bogor dan Jalur kereta api Cipinang-Pondok Rajeg milik NIS di Pekayon (500 m setelah Halte Pekayon) dan berseberangan dengan Sungai Ciliwung (1,5 km setelah Halte Kalisari)). Sedangkan, dari jalur 10, terdapat percabangan jalur NIS ke Stasiun Pondok Cina melalui Cisalak (pada jarak 200 m setelah Stasiun Cisalak , rel ini berdampingan dengan jalur DpSM dengan gauge 1067 menyeberangi Jalur kereta api Cipinang-Pondok Rajeg dan Jalan Raya Bogor , lalu pada jarak 1 km setelah Stasiun Tugu, rel ini menyeberangi Sungai Ciliwung dan kemudian bersambung dengan Jalur kereta api Manggarai-Padalarang milik SS di Stasiun Pondok Cina , serta dari jalur 7, terdapat percabangan jalur DpSM dengan gauge 1067 ke Stasiun Depok . Selain itu, dari jalur 3, terdapat percabangan jalur ke Bengkel trem di Kampung Babakan Kulon RT 04/ RW 16 dan dari jalur 4, terdapat percabangan jalur ke Pabrik ganja di Jalan RTM di Kampung Rawa Jejeng RT 05/ RW 17.

seperti di kutip dari https://id.wikipedia.org

Dahulu, dari jalur 1 Stasiun Tanjung Barat , terdapat percabangan ke Jatiasih . Di Stasiun Jatimekar , dari jalur 4, terdapat percabangan ke Stasiun Jabungtambangpasir atau daerah tambang pasir dan Pondok Gede . Sedangkan, dari jalur 3, terdapat percabangan ke Jatikramat dan Stasiun Cakung . Selain itu juga, dari jalur 2, terdapat percabangan ke Gunung Putri , Wanaherang (dari jalur 2, terdapat percabangan jalur TjVSM dengan gauge 600 ke Stasiun Nambo dan Megamendung melalui Babakan. Selain itu juga, dari jalur 1, terdapat percabangan jalur TTSM dengan gauge 1067 ke Stasiun Bandung dan Stasiun Cianjur melalui Cileungsi dan Jonggol (di daerah setelah Stasiun Jonggol bertemu dengan jalur SS dengan gauge 1067 dari Jatiasih ). Sedangkan, dari jalur 6, terdapat percabangan jalur Tjiboeboer Tramweg Maatschappij ke Cibubur (di daerah setelah Stasiun Cibubur , dari jalur 2, jalur lurus dan akan bertemu dengan jalur SS dengan gauge 1067 sampai Stasiun Ciracas yang kemudian bersambung dengan jalur milik NIS yakni Jalur kereta api Tanjung Barat-Jatiasih , serta dari jalur 5, terdapat percabangan ke Stasiun Lenteng Agung yang kemudian bersambung dengan jalur milik SS yakni Jalur kereta api Manggarai-Padalarang yakni berseberangan dengan Jalan Tol Jagorawi di Cibubur (1 km setelah Stasiun Cibubur), berseberangan dengan Jalan Raya Bogor dan Jalur kereta api Cipinang-Pondok Rajeg milik NIS di Pekayon (500 m setelah Halte Pekayon) dan berseberangan dengan Sungai Ciliwung (1,5 km setelah Halte Kalisari)). Sedangkan, dari jalur 10, terdapat percabangan jalur NIS ke Stasiun Pondok Cina melalui Cisalak (pada jarak 200 m setelah Stasiun Cisalak , rel ini berdampingan dengan jalur DpSM dengan gauge 1067 menyeberangi Jalur kereta api Cipinang-Pondok Rajeg dan Jalan Raya Bogor , lalu pada jarak 1 km setelah Stasiun Tugu, rel ini menyeberangi Sungai Ciliwung dan kemudian bersambung dengan Jalur kereta api Manggarai-Padalarang milik SS di Stasiun Pondok Cina , serta dari jalur 7, terdapat percabangan jalur DpSM dengan gauge 1067 ke Stasiun Depok . Selain itu, dari jalur 3, terdapat percabangan jalur ke Bengkel trem di Kampung Babakan Kulon RT 04/ RW 16 dan dari jalur 4, terdapat percabangan jalur ke Pabrik ganja di Jalan RTM di Kampung Rawa Jejeng RT 05/ RW 17.

seperti di kutip dari https://id.wikipedia.org

Dahulu, dari jalur 1 Stasiun Tanjung Barat , terdapat percabangan ke Jatiasih . Di Stasiun Jatimekar , dari jalur 4, terdapat percabangan ke Stasiun Jabungtambangpasir atau daerah tambang pasir dan Pondok Gede . Sedangkan, dari jalur 3, terdapat percabangan ke Jatikramat dan Stasiun Cakung . Selain itu juga, dari jalur 2, terdapat percabangan ke Gunung Putri , Wanaherang (dari jalur 2, terdapat percabangan jalur TjVSM dengan gauge 600 ke Stasiun Nambo dan Megamendung melalui Babakan. Selain itu juga, dari jalur 1, terdapat percabangan jalur TTSM dengan gauge 1067 ke Stasiun Bandung dan Stasiun Cianjur melalui Cileungsi dan Jonggol (di daerah setelah Stasiun Jonggol bertemu dengan jalur SS dengan gauge 1067 dari Jatiasih ). Sedangkan, dari jalur 6, terdapat percabangan jalur Tjiboeboer Tramweg Maatschappij ke Cibubur (di daerah setelah Stasiun Cibubur , dari jalur 2, jalur lurus dan akan bertemu dengan jalur SS dengan gauge 1067 sampai Stasiun Ciracas yang kemudian bersambung dengan jalur milik NIS yakni Jalur kereta api Tanjung Barat-Jatiasih , serta dari jalur 5, terdapat percabangan ke Stasiun Lenteng Agung yang kemudian bersambung dengan jalur milik SS yakni Jalur kereta api Manggarai-Padalarang yakni berseberangan dengan Jalan Tol Jagorawi di Cibubur (1 km setelah Stasiun Cibubur), berseberangan dengan Jalan Raya Bogor dan Jalur kereta api Cipinang-Pondok Rajeg milik NIS di Pekayon (500 m setelah Halte Pekayon) dan berseberangan dengan Sungai Ciliwung (1,5 km setelah Halte Kalisari)). Sedangkan, dari jalur 10, terdapat percabangan jalur NIS ke Stasiun Pondok Cina melalui Cisalak (pada jarak 200 m setelah Stasiun Cisalak , rel ini berdampingan dengan jalur DpSM dengan gauge 1067 menyeberangi Jalur kereta api Cipinang-Pondok Rajeg dan Jalan Raya Bogor , lalu pada jarak 1 km setelah Stasiun Tugu, rel ini menyeberangi Sungai Ciliwung dan kemudian bersambung dengan Jalur kereta api Manggarai-Padalarang milik SS di Stasiun Pondok Cina , serta dari jalur 7, terdapat percabangan jalur DpSM dengan gauge 1067 ke Stasiun Depok . Selain itu, dari jalur 3, terdapat percabangan jalur ke Bengkel trem di Kampung Babakan Kulon RT 04/ RW 16 dan dari jalur 4, terdapat percabangan jalur ke Pabrik ganja di Jalan RTM di Kampung Rawa Jejeng RT 05/ RW 17.

Related Posts

Comments are closed.