Kata Buwas Soal Pengangkatan Heru Winarko yang Bukan dari BNN

Kata Buwas Soal Pengangkatan Heru Winarko yang Bukan dari BNN

Irjen Heru Winarko resmi menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) menggantikan Komjen Budi Waseso (Buwas). Pengangkatan Heru yang berasal dari luar BNN turut ditanggapi Buwas. Buwas mengatakan, ada kemiripan antara pengangkatan dirinya dengan Heru yakni soal penugasan di bidang narkotika. Keduanya sama-sama belum memenuhi syarat 2 tahun bertugas di bidang tersebut. “Seperti halnya saya pada saat itu adalah Kabareskrim, lalu ditunjuk jadi Kepala BNN, memenuhi persyaratan sebenarnya tidak karena UU mengatur pejabat BNN persyaratan mutlak adalah 2 tahun berturut-turut bertugas di bidang narkotika, 5 tahun sebagai penyidik,” kata Buwas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (1/3/2018). Buwas mengatakan, persyaratan soal masa tugas itu tak jadi persoalan. Asalkan selama menjabat sebagai Kepala BNN memiliki komitmen penuh untuk memberantas peredaran narkoba di Indonesia. “Kalau nanti mau benar-benar mengetahui permasalahan narkotika, sepanjang dia punya komitmen yang kuat bisa, itu bisa, karena masalah narkotika tidak mudah. Saya selama 2,5 tahun mengabdi di BNN dan pekerjaan itu pekerjaan yang sangat sulit. Selama saya menjadi polisi, dari Letnan 2 sampai hari ini Komjen dan hari ini saya sudah menyelesaikan pengabdian saya ke BNN,” ujar Buwas. Heru Winarko resmi dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Pengangkatan tersebut berlandaskan Keputusan Presiden RI Nomor 14 Tahun 2018 tentang pemberhentian dan pengangkatan Kepala BNN. Sebelumnya, Heru menjabat sebagai Deputi Penindakan KPK sejak 2015 lalu.

Irjen Heru Winarko resmi menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) menggantikan Komjen Budi Waseso (Buwas). Pengangkatan Heru yang berasal dari luar BNN turut ditanggapi Buwas. Buwas mengatakan, ada kemiripan antara pengangkatan dirinya dengan Heru yakni soal penugasan di bidang narkotika. Keduanya sama-sama belum memenuhi syarat 2 tahun bertugas di bidang tersebut. “Seperti halnya saya pada saat itu adalah Kabareskrim, lalu ditunjuk jadi Kepala BNN, memenuhi persyaratan sebenarnya tidak karena UU mengatur pejabat BNN persyaratan mutlak adalah 2 tahun berturut-turut bertugas di bidang narkotika, 5 tahun sebagai penyidik,” kata Buwas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (1/3/2018). Buwas mengatakan, persyaratan soal masa tugas itu tak jadi persoalan. Asalkan selama menjabat sebagai Kepala BNN memiliki komitmen penuh untuk memberantas peredaran narkoba di Indonesia. “Kalau nanti mau benar-benar mengetahui permasalahan narkotika, sepanjang dia punya komitmen yang kuat bisa, itu bisa, karena masalah narkotika tidak mudah. Saya selama 2,5 tahun mengabdi di BNN dan pekerjaan itu pekerjaan yang sangat sulit. Selama saya menjadi polisi, dari Letnan 2 sampai hari ini Komjen dan hari ini saya sudah menyelesaikan pengabdian saya ke BNN,” ujar Buwas. Heru Winarko resmi dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Pengangkatan tersebut berlandaskan Keputusan Presiden RI Nomor 14 Tahun 2018 tentang pemberhentian dan pengangkatan Kepala BNN. Sebelumnya, Heru menjabat sebagai Deputi Penindakan KPK sejak 2015 lalu.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melantik Irjen Heru Winarko sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Irjen Heru menggantikan Komjen Budi Waseso (Buwas), yang memasuki masa pensiun mulai Maret 2018. Pelantikan Heru berlangsung di Istana Negara pada Kamis (1/3/2018) pukul 09.00 WIB. Turut hadir sejumlah menteri Kabinet Kerja Jokowi dan pejabat negara, di antaranya Ketua KPK Agus Rahardjo, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala BIN Jenderal (Purn) Budi Gunawan, Ketua DPR Bambang Soesatyo, Wakil Ketua DPR Fadli Zon, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua DPD Oesman Sapta Odang, dan mantan Kepala BNN Komjen Budi Waseso. Pengambilan sumpah dilakukan langsung oleh Presiden Jokowi. “Demi Allah saya bersumpah akan setia dan taat kepada UUD RI 1945 serta akan menjalankan peraturan perundang-undangan dengan sebaik-baiknya serta akan menjalan peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara,” ucap Heru. Seusai pengucapan sumpah jabatan, Irjen Heru menandatangani sumpah jabatan di hadapan Presiden Jokowi. Sesaat kemudian, giliran Jokowi membubuhkan tanda tangan di dokumen tersebut. [Gambas:Video 20detik]

Pengamatan Kompas.com , pelantikan Heru yang dilaksanakan di  Istana Negara Jakarta, diawali dengan pembacaan surat Keputusan Presiden mengenai pengangkatan Heru. “Keputusan Presiden RI Nomor 14 Tahun 2018 tentang pemberhentian dan pengangkatan kepala BNN ,” ujar Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara Cecep Setiawan. “Mengangkat Irjen (Pol) Heru Winarko SH sebagai kepala BNN terhitung sejak saat pelantikan dan kepadanya diberikan tunjangan jabatan setara eselon 1A sesuai peraturan perundangan,” lanjut dia.

“Belum pernah kejadian deputi KPK dipromosikan. Tentu sangat senang karena itu penghargaan terhadap prestasinya,” ujar dia. Agus menilai Heru cocok menempati jabatan tersebut. Sebab, kata dia, Heru selalu membantu menuntaskan tugas-tugas yang diberikan pimpinan selama di KPK. “Pak Heru, menurut pengalaman saya selama dua tahun, sangat bagus. Tidak banyak bicara dan pendapatnya sangat tajam,” ujar dia. Agus berharap agar Heru Winarko menjaga standar norma dan etika yang berlaku di KPK dalam menjalankan tugas di BNN. Menurut dia, kepindahan Heru bisa membawa dua lembaga tersebut berkolaborasi. “Banyak yang bisa di kerja samakan yang bisa membuat BNN lebih efektif,” ujarnya. Presiden Joko Widodo direncanakan melantik Kepala BNN yang baru pada Kamis, 1 Maret 2018 pagi ini. Sebelumnya Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Informasi Johan Budi mengatakan Presiden Jokowi telah menerima nama-nama calon pengganti Budi Waseso. Jokowi menerima tiga calon yang diajukan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Menurut Johan, keputusan pengganti Budi Waseso dilakukan pada Rabu, 28 Maret 2018. ARKHELAUS W|FRISKI

Jakarta, CNN Indonesia — Presiden Joko Widodo resmi melantik Inspektur Jenderal Heru Winarko sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) menggantikan Komisaris Jenderal Budi Waseso. Heru yang sebelumnya menjabat Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu dilantik Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/3). Keputusan itu tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 14/M/2018 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Badan Narkotika Nasional. Keputusan ini ditetapkan kemarin (28/2). Heru resmi menjadi Kepala BNN setelah membaca sumpah jabatan yang dipimpin Jokowi. “Bahwa saya akan setia dan taat kepada UUD 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara,” kata Heru membacakan sumpah, mengikuti ucapan Jokowi.

seperti di kutip dari https://www.cnnindonesia.com

Heru merupakan satu dari tiga nama yang sebelumnya diajukan Polri kepada Presiden Jokowi. Dua nama lainnya ialah Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari dan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Ari Dono Sukmanto. Heru bukan sosok yang pernah menangani kasus tindak pidana narkotika secara spesifik. Ia lebih banyak malang melintang di bidang ekonomi khusus dan korupsi. Jenderal Polisi bintang dua itu sempat menjadi Staf Ahli Bidang Ideologi dan Konstitusi Menko Polhukam dan Kapolda Lampung. Ia juga sebelumnya menjabat Kapolres Metro Jakarta Pusat, Wakil Direktur Ekonomi dan Khusus, dan Wakil Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri.

Ketua KPK dukung promosi Heru Winarko sebagai kepala BNN. REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mendukung penunjukkan Irjen Pol Heru Winarko sebagai kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) yang baru. Ia berharap standar etika yang berlaku di KPK dibawa ke BNN oleh penjabat deputi Penindakan KPK itu. “Di KPK juga kan, dalam tanda kutip, gajinya lebih besar dari teman yang lain. Jadi, mungkin standar itu perlu dibawa ke sana,” kata Agus.

Related Posts

Comments are closed.