Kata Ahli Teknik Sipil ITB Soal Ambruknya Selasar BEI

Kata Ahli Teknik Sipil ITB Soal Ambruknya Selasar BEI

Selasar Tower II gedung BEI ambruk dan menelan puluhan korban luka. Bagaimana analisis dari ambruknya selasar di gedung yang berusia 20 tahun itu? Ahli Teknik Sipil ITB Profesor Iswandi Imran mengatakan, untuk mengetahui pasti penyebab ambruknya selasar, harus dilakukan analisis lebih jauh. Analisis bisa dilakukan dalam kurun satu bulan ke depan. “Paling sebulanlah. Materialnya diambil, dikumpulkan, dikaji secara mikroskopis. Ada luka lama apa nggak. Material (bangunan) juga sama kayak manusia, bisa mengalami luka lama. Lukanya itu tidak terjadi sekaligus, tapi bertahap,” kata Iswandi saat dihubungi detikcom , Senin (15/1/2018). Iswandi, yang di Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB masuk Kelompok Keahlian Rekayasa Struktur, menjelaskan setiap bahan bangunan sudah seharusnya dirawat secara rutin. Apabila perawatan konsisten dilakukan, umur bangunan bisa lebih panjang. “Dari video, dari foto-foto (BEI), kesannya runtuhnya tiba-tiba. Kalau tiba-tiba tanpa tanda-tanda, langsung bruk gitu . Kalau keberatan, menurut saya, nggak juga. Kalau ngeliat di video beban yang bekerja standar saja ya,” ujar lulusan University of Toronto, Kanada, itu. “Beban itu mestinya sudah diperhitungkan dalam desain dalam perencanaan. Itu biasanya di area publik, bebannya sampai 500 kg/m2, artinya dalam 1 m2 bisa dalam 8 orang. Tadi kan kurang dari 8. Kecuali kalau ada kesalahan desain ya,” bebernya. Menurut Iswandi, analisis bisa dilakukan dengan melakukan forensik studi dan forensik analisis melalui pengumpulan fakta-fakta di lapangan. “Tapi misal ada baut atau angkur yang lepas, entah patah atau apa. Itu yang harus dipelajari. Penyebabnya bisa perilaku yang degradasi pada sistem akibat umur, lingkungan, beban berulang. Atau apa pun,” jelas Iswandi. Selain perawatan, hal yang harus diperhatikan adalah kemungkinan adanya fatigue (kelelahan) dari bangunan tersebut. “Bisa juga karena fatigue (kelelahan). Karena beban berulang dan ekstrem. Kita juga kalau terus kerja lama-lama fatigue juga. Kalau kita ada obatnya, Fatigon. Harusnya dibatasi, tegangannya tidak berlebihan, sehingga umur fatigue -nya bisa panjang. Ini yang harus dikaji secara mendalam,” pungkasnya. Selasar Tower II gedung BEI ambruk pada Senin (15/1) sekitar pukul 12.00 WIB. Lebih dari 70 orang dilarikan ke rumah sakit. Mayoritas korban merupakan mahasiswa Universitas Bina Darma yang tengah melakukan study tour ke gedung BEI. Sejauh ini tak ada korban jiwa akibat insiden tersebut.

Selasar Tower II gedung BEI ambruk dan menelan puluhan korban luka. Bagaimana analisis dari ambruknya selasar di gedung yang berusia 20 tahun itu? Ahli Teknik Sipil ITB Profesor Iswandi Imran mengatakan, untuk mengetahui pasti penyebab ambruknya selasar, harus dilakukan analisis lebih jauh. Analisis bisa dilakukan dalam kurun satu bulan ke depan. “Paling sebulanlah. Materialnya diambil, dikumpulkan, dikaji secara mikroskopis. Ada luka lama apa nggak. Material (bangunan) juga sama kayak manusia, bisa mengalami luka lama. Lukanya itu tidak terjadi sekaligus, tapi bertahap,” kata Iswandi saat dihubungi detikcom , Senin (15/1/2018). Iswandi, yang di Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB masuk Kelompok Keahlian Rekayasa Struktur, menjelaskan setiap bahan bangunan sudah seharusnya dirawat secara rutin. Apabila perawatan konsisten dilakukan, umur bangunan bisa lebih panjang. “Dari video, dari foto-foto (BEI), kesannya runtuhnya tiba-tiba. Kalau tiba-tiba tanpa tanda-tanda, langsung bruk gitu . Kalau keberatan, menurut saya, nggak juga. Kalau ngeliat di video beban yang bekerja standar saja ya,” ujar lulusan University of Toronto, Kanada, itu. “Beban itu mestinya sudah diperhitungkan dalam desain dalam perencanaan. Itu biasanya di area publik, bebannya sampai 500 kg/m2, artinya dalam 1 m2 bisa dalam 8 orang. Tadi kan kurang dari 8. Kecuali kalau ada kesalahan desain ya,” bebernya. Menurut Iswandi, analisis bisa dilakukan dengan melakukan forensik studi dan forensik analisis melalui pengumpulan fakta-fakta di lapangan. “Tapi misal ada baut atau angkur yang lepas, entah patah atau apa. Itu yang harus dipelajari. Penyebabnya bisa perilaku yang degradasi pada sistem akibat umur, lingkungan, beban berulang. Atau apa pun,” jelas Iswandi. Selain perawatan, hal yang harus diperhatikan adalah kemungkinan adanya fatigue (kelelahan) dari bangunan tersebut. “Bisa juga karena fatigue (kelelahan). Karena beban berulang dan ekstrem. Kita juga kalau terus kerja lama-lama fatigue juga. Kalau kita ada obatnya, Fatigon. Harusnya dibatasi, tegangannya tidak berlebihan, sehingga umur fatigue -nya bisa panjang. Ini yang harus dikaji secara mendalam,” pungkasnya. Selasar Tower II gedung BEI ambruk pada Senin (15/1) sekitar pukul 12.00 WIB. Lebih dari 70 orang dilarikan ke rumah sakit. Mayoritas korban merupakan mahasiswa Universitas Bina Darma yang tengah melakukan study tour ke gedung BEI. Sejauh ini tak ada korban jiwa akibat insiden tersebut.

Salah seorang saksi mata ambruknya selasar atap Tower II Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah mahasiswa Universitas Bina Darma, Palembang. Mereka menceritakan detik-detik terjadinya insiden itu. Salah satu mahasiswa Universitas Bina Darma, Ade Apriansyah (21), mengatakan, saat kejadian, ia bersama sekitar 100 mahasiswa lainnya tengah melakukan kunjungan ke BEI. “Di sana lagi kunjungan industri bareng sama dosen. Bagian cewek sudah naik ke atas, pas mau masuk ruangan masih di lorong, tiba-tiba langsung ambruk. Yang di belakang langsung dipanggil pihak keamanan,” cerita Apriansyah kepada detikcom di UGD RS Siloam Semanggi, Jakarta, Senin (15/1/2018). Hal senada diceritakan saksi lainnya, Ade Ramadanti (19). Salah satu dosen mereka turut menjadi korban. “Baru nyampe tadi kita. Sampai langsung kunjungan ke sana terus langsung ada ambruk. Ada dosen yang kena, tapi bukan di rumah sakit ini (Siloam),” kata Ramadanti.

Ambruknya selasar di Tower II Bursa Efek Indonesia (BEI) mengakibatkan banyak korban luka. Direktur Utama BEI Tito Sulistio meminta maaf atas hal ini. “Hampir semuanya (korban luka) mahasiswa yang sedang berkunjung. Kita minta maaf atas musibah ini,” kata Tito kepada wartawan, Senin (15/1/2018). [Gambas:Video 20detik] Tito ikut membantu evakuasi korban luka dari BEI. Dia menyebut ada sekitar 20 orang yang terluka. “Saya pastikan tidak ada korban jiwa,” ucapnya. Ambruknya selasar lantai 1 BEI terjadi sekitar pukul 12.10 WIB. Saat selasar ambruk, terdengar suara kencang yang sempat dikira ledakan. Polisi sudah memastikan selasar ambruk bukan karena ledakan.

Jakarta – Salah satu selasar di lantai 1 Tower II Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) ambruk. Namun, BEI menyebutkan bencana tersebut tidak mengganggu sistem perdagangan pasar modal pada hari ini. Menanggapi hal itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berharap kejadian di gedung bursa tersebut tidak membuat surut rasa percaya investor kepada perekonomian Indonesia. “Kami berharap ini tidak mempengaruhi confidence atau yang lain-lain. Kami harapkan ini pure accident . Menunggu dari penyelidikan,” kata Sri Mulyani di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (15/1/2018). Sampai saat ini, kata dia, pemerintah masih melakukan penyidikan terkait dengan penyebab ambruknya selasar di gedung bursa tersebut. Menurut Sri Mulyani, saat ini pemerintah lebih fokus kepada penanganan keselamatan dibandingkan dengan perdagangan bursa. “Fokus kita tentunya lebih kepada keselamatan karyawan dan pengunjung yang ada di sana,” kata dia. Dia menyebutkan, Kementerian Keuangan terus meminta update kepada beberapa lembaga seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta beberapa lembaga lainseperti Lembaga Pengawas Independen Indonesia (LPII), World Bank untuk proses penanganan evakuasi yang dilakukan. “Kami tetap memonitor berapa jumlah korban luka, semoga tidak ada korban jiwa,” papar dia. Dia menuturkan, beberapa perusahaan atau lembaga pemerintah juga mengevakuasi seluruh karyawannya untuk bekerja dari rumah, atau dipulangkan untuk hari ini. Hal ini, kata Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini demi keselamatan para karyawan yang bertempat kerja di Gedung Bursa Efek Indonesia. “Kami berharap keselamatan keseluruhan. Moga-moga ini tidak menimbulkan korban jiwa. Untuk yang mengalami luka tentu akan dilakukan langkah-langkah untuk bisa menerima bantuan pengobatan,” papar dia. (dna/dna)

Polisi menilai peristiwa ambruknya selasar di Tower II gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai freak accident atau kecelakaan yang aneh. Polisi akan menyelidiki faktor penyebab ambruknya selasar dengan memeriksa blueprint gedung dan kontraktor. “Kalau orang Barat biasa sebut freak accident , kejadian aneh, ‘nggak mungkin ah, tapi kejadian’. Kalau ini bangunan tua, ya iyalah. Tapi bangunan sebagus itu, ini menurut saya aneh tapi nyata,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (15/1/2018). Setyo menjelaskan dalam blueprint akan terlihat gedung BEI dibangun dengan kekuatan yang bisa bertahan berapa tahun. Jika bagian gedung roboh lebih cepat daripada batasan usia yang ditentukan, wajar bila ada kemungkinan kecerobohan pemeliharaan gedung. “Bangunan punya blueprint . Pasti ada kekuatannya untuk berapa tahun. Misalnya kekuatannya dibangun untuk 25 tahun. Nah ini belum sampai 25 tahun (sudah roboh), lah ini ada apa. Pertanyaannya seperti itu,” ujar Setyo. “Gedung tinggi ada waktu tertentu dicek. Nggak mungkin nggak dicek. Memang ini mungkin lolos pengamatan. Freak accident tadi,” tandas dia. Setyo mengatakan saat ini kegiatan yang dilakukan kepolisian di tempat kejadian perkara masih fokus pada evakuasi korban. “Masih evakuasi, yang penting selamat dulu,” imbuh dia.

[Gambas:Video 20detik] Selasar Tower II Bursa Efek Indonesia (BEI) ambruk dan menyebabkan puluhan orang terluka. Mereka sebagian besar mahasiswa yang sedang melakukan kunjungan. detikcom memperoleh video CCTV yang menunjukkan detik-detik ambruknya selasar itu. Tampak peristiwa tersebut terjadi pada pukul 11.56 WIB. Peristiwa itu terjadi dengan cepat. Dari video, tampak ada rombongan mahasiswa yang berkumpul di selasar. Rombongan besar mahasiswa terlihat jelas terjatuh dari selasar. Sebagian karyawan di gedung itu juga tampak berlarian saat selasar ambruk. Seorang karyawan bernama Arie sebelumnya menyebut suara selasar yang ambruk seperti suara bom. “Itu tiba-tiba ada suara kayak bom gitu . Terus lift mati semua,” ujar seorang saksi bernama Arie ketika dihubungi detikcom , Senin (15/1/2018). Saat itu, Dana dan karyawan lainnya langsung dievakuasi melewati tangga darurat. Dia menyebut ada banyak korban yang terkena reruntuhan selasar itu. “Habis itu, kita disuruh keluar semua lewat jalur evakuasi di tangga darurat,” ucapnya. “Itu kan kejadian di lantai 1, bawahnya restoran, jadi yang di bawah kena semua,” imbuh Dana.

[Gambas:Video 20detik] Rekaman CCTV ambruknya selasar di Tower II BEI beredar. Dari pantauan CCTV, terlihat mahasiswa berkumpul di selasar. Dilihat dari video CCTV, Senin (15/1/2018), peristiwa itu terjadi pada pukul 11.56 detik ke-41. Terlihat mahasiswa berkumpul di titik yang cukup jauh dari CCTV pemantau. Di titik yang dekat dengan CCTV, terlihat sejumlah orang berjalan santai. Saat selasar ambruk, dari rekaman CCTV, terlihat tak banyak pergerakan dari kumpulan mahasiswa. Bruk ! mereka jatuh menghantam lantai di bawahnya. Sedangkan orang yang berjalan santai berlarian mencoba menyelamatkan diri. Oktarina Sarah, salah seorang mahasiswa yang menjadi korban, menuturkan dia dan teman-temannya berada di selasar itu untuk mencari ruangan. Para mahasiswa Universitas Bina Darma, Palembang, ini memang sedang melakukan kunjungan ke BEI. “Saya habis naik tangga, mau cari ruangan. Tiba-tiba bruk ,” ujar Oktarina saat ditemui di ruang perawatan RSAL Mintohardjo, Senin (15/1). “Kebanyakan kan mahasiswa. Kan lagi nyari tempat. Ya sekitar setengahnya (jumlah mahasiswa) ada di lokasi, sekitar 50 orang,” sambungnya.

Related Posts

Comments are closed.