Kantor Fredrich Digeledah, IU Kenang Jonghyun di Golden Disc Awards

Kantor Fredrich Digeledah, IU Kenang Jonghyun di Golden Disc Awards

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi di Jalan Sultan Iskandar Muda, Kebayoran, Jakarta Selatan. Hal ini terkait kasus dugaan merintangi penyidikan perkara e-KTP dengan tersangka Novanto. Sementara itu, IU membawa pulang penghargaan utama di hari pertama Golden Disc Awards yang ke-32. Saat menyambut penghargaan, ia menyampaikan pidato emosional untuk Jonghyun ‘SHINee’. Berikut Top 5 News edisi Kamis (11/1/2018). [Gambas:Video 20detik] 1. KPK Geledah Kantor Fredrich Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi di Jalan Sultan Iskandar Muda, Kebayoran, Jakarta Selatan. Hal ini terkait kasus dugaan merintangi penyidikan perkara e-KTP dengan tersangka Novanto. Dalam kasus ini, Fredrich dan dokter RS Medika Permata Hijau dr Bimanesh Sutarjo telah berstatus tersangka. Keduanya disangka memanipulasi data rekam medis Novanto. Manipulasi itu dilakukan untuk menghindari panggilan KPK atas Novanto. Artikelnya dapat disimak di sini: KPK Geledah Kantor Fredrich Yunadi Sampai ke Lantai 3 2. Opsi Ganjil-Genap Motor di Jl Thamrin Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno masih menelisik sejumlah masukan setelah Mahkamah Agung membatalkan larangan sepeda motor di Jl. Sudirman-MH. Thamrin. Salah satunya pertimbangan untuk memberlakukan opsi ganjil genap bagi motor. Usulan ganji genap motor di Jl Sudirman-MH Thamrin dilakukan datang dari Polda Metro Jaya. Hal ini untuk menggantikan pembatasan motor di kawasan Thamrin Artikelnya dapat disimak di sini: Pemprov DKI Kaji Usulan Polisi soal Ganjil-Genap Motor 3. Pidato Emosional IU di Golden Disc Awards untuk Jonghyun ‘SHINee’ IU dianugerahi piala Daesang di Golden Disc Awards. Saat berbicara di atas panggung usai menerima pialanya, sang musisi pun bicara soal Jonghyun. Seperti yang diketahui, Jonghyun adalah salah satu teman baik IU. Sang mendiang bahkan pernah menciptakan lagu untuk IU bertajuk ‘A Gloomy Clock’. Videonya dapat disimak di sini: Pidato Emosional IU di Golden Disc Awards untuk Jonghyun ‘SHINee’ 4. Nokia 2 Resmi Mendarat di Indonesia Nokia 2 akhirnya resmi mendarat di Indonesia setelah dirilis November 2017 lalu di China. Kapasitas RAM hanya 1 GB, sementara memori internalnya juga cuma 8 GB. Kamera depan punya spesifikasi 5 MP, sedang di belakang berukuran 8 MP. Salah satu keunggulan ponsel ini terletak pada baterainya karena diklaim dapat bertahan hingga dua hari pemakaian. Harga yang dibanderol Rp 1,499 juta. Artikelnya dapat disimak di sini: Nokia 2 Mendarat di Indonesia, Harganya? 5. Derby London yang Berakhir Tanpa Pemenang Chelsea bertemu Arsenal di leg I semifinal Piala Liga Inggris. Chelsea memiliki 21 percobaan, 6 tepat sasaran. Sementara The Gunners memiliki 8 tembakan, 3 mengarah ke gawang. Namun tidak ada satu gol pun yang berhasil dilesakkan. Videonya dapat disimak di sini: Derby London yang Berakhir Tanpa Pemenang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi di Jalan Sultan Iskandar Muda, Kebayoran, Jakarta Selatan. Hal ini terkait kasus dugaan merintangi penyidikan perkara e-KTP dengan tersangka Novanto. Sementara itu, IU membawa pulang penghargaan utama di hari pertama Golden Disc Awards yang ke-32. Saat menyambut penghargaan, ia menyampaikan pidato emosional untuk Jonghyun ‘SHINee’. Berikut Top 5 News edisi Kamis (11/1/2018). [Gambas:Video 20detik] 1. KPK Geledah Kantor Fredrich Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi di Jalan Sultan Iskandar Muda, Kebayoran, Jakarta Selatan. Hal ini terkait kasus dugaan merintangi penyidikan perkara e-KTP dengan tersangka Novanto. Dalam kasus ini, Fredrich dan dokter RS Medika Permata Hijau dr Bimanesh Sutarjo telah berstatus tersangka. Keduanya disangka memanipulasi data rekam medis Novanto. Manipulasi itu dilakukan untuk menghindari panggilan KPK atas Novanto. Artikelnya dapat disimak di sini: KPK Geledah Kantor Fredrich Yunadi Sampai ke Lantai 3 2. Opsi Ganjil-Genap Motor di Jl Thamrin Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno masih menelisik sejumlah masukan setelah Mahkamah Agung membatalkan larangan sepeda motor di Jl. Sudirman-MH. Thamrin. Salah satunya pertimbangan untuk memberlakukan opsi ganjil genap bagi motor. Usulan ganji genap motor di Jl Sudirman-MH Thamrin dilakukan datang dari Polda Metro Jaya. Hal ini untuk menggantikan pembatasan motor di kawasan Thamrin Artikelnya dapat disimak di sini: Pemprov DKI Kaji Usulan Polisi soal Ganjil-Genap Motor 3. Pidato Emosional IU di Golden Disc Awards untuk Jonghyun ‘SHINee’ IU dianugerahi piala Daesang di Golden Disc Awards. Saat berbicara di atas panggung usai menerima pialanya, sang musisi pun bicara soal Jonghyun. Seperti yang diketahui, Jonghyun adalah salah satu teman baik IU. Sang mendiang bahkan pernah menciptakan lagu untuk IU bertajuk ‘A Gloomy Clock’. Videonya dapat disimak di sini: Pidato Emosional IU di Golden Disc Awards untuk Jonghyun ‘SHINee’ 4. Nokia 2 Resmi Mendarat di Indonesia Nokia 2 akhirnya resmi mendarat di Indonesia setelah dirilis November 2017 lalu di China. Kapasitas RAM hanya 1 GB, sementara memori internalnya juga cuma 8 GB. Kamera depan punya spesifikasi 5 MP, sedang di belakang berukuran 8 MP. Salah satu keunggulan ponsel ini terletak pada baterainya karena diklaim dapat bertahan hingga dua hari pemakaian. Harga yang dibanderol Rp 1,499 juta. Artikelnya dapat disimak di sini: Nokia 2 Mendarat di Indonesia, Harganya? 5. Derby London yang Berakhir Tanpa Pemenang Chelsea bertemu Arsenal di leg I semifinal Piala Liga Inggris. Chelsea memiliki 21 percobaan, 6 tepat sasaran. Sementara The Gunners memiliki 8 tembakan, 3 mengarah ke gawang. Namun tidak ada satu gol pun yang berhasil dilesakkan. Videonya dapat disimak di sini: Derby London yang Berakhir Tanpa Pemenang

KPK menggeledah dua lokasi terkait kasus dugaan merintangi penyidikan kasus e-KTP. Selain kantor advokat Fredrich Yunadi, KPK juga menggeledah apartemen dr. Bimanesh Sutarjo. “Penggeledahan di 2 lokasi terkait tindak pidana korupsi dengan sengaja mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan perkara KTP elektronik dengan tersangka Setya Novanto, yaitu di kantor tersangka FY (Fredrich Yunadi) di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan dan rumah tersangka BST (Bimanesh Sutarjo) di Apartemen Botanica Tower Simprug, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Kamis (11/1/2018). Penggeledahan dilakukan mulai pukul 10.00 WIB. Ada sejumlah dokumen dan bukti elektronik yang diamankan dari kantor Fredrich serta laptop dan stempel di apartemen Bimanesh. “Dari lokasi pertama disita sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik seperti HP dan CD,” ujar Febri. “Sedangkan dari lokasi kedua disita laptop dan stempel terkait kebutuhan pembuatan visum,” sambungnya. Sebagai informasi, Fredrich merupakan mantan pengacara Novanto yang menjadi tersangka kasus dugaan merintangi penyidikan atau obstruction of justice. Selain Fredrich, dr Bimanesh Sutarjo ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya disangka memanipulasi data rekam medis Novanto. Manipulasi itu dilakukan untuk menghindari panggilan KPK atas Novanto. Keduanya disangkakan pasal 21 tentang UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah UU 20/2001 juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Pakar kesehatan di bidang nutrisi bernama PK Newby menyebutkan bahwa susu cokelat memiliki kandungan yang sama sebagaimana susu biasa. Hal ini berarti, anak yang meminumnya juga akan tetap mendapatkan nutrisi sehat layaknya kalsium, protein, potassium, hingga vitamin D. Hanya saja, di dalam susu cokelat biasanya ada tambahan gula sehingga kadar kalori di dalamnya cenderung lebih banyak jika dibandingkan dengan susu biasa. Tingginya kadar kalori ini akan membuat mereka beresiko menalami kenaikan berat badan atau bahkan terkena obesitas .

Fredrich dan Bimanesh diduga bekerja sama untuk memalsukan tersangka Setya Novanto ke Rumah Sakit untuk dilakukan rawat inap dengan data-data medis yang diduga dimanipulasi sedemikian rupa untuk menghindari panggilan dan pemeriksaan oleh penyidik KPK. Atas perbuatannya tersebut, Fredrich dan Bimanesh disangkakan melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Jakarta – Tim Penyidik KPK bergerak cepat menelusuri kasus dugaan merintangi atau menghalani penyidikan kasus korupsi e-KTP yang menjerat Setya Novanto . Hari ini, Kamis (11/1/2018), tim penyidik menggeledah kantor hukum Fredirich Yunadi, di Jalan Iskandar Muda Nomor 15, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. ‎ Juru Bicara KPK, Febri Diansyah membenarkan hal tersebut. Menurut Febri, penggeledahan itu terkait proses penyidikan kasus dugaan merintangi penyidikan yang menjerat Fredrich sebagai tersangka.‎ “Benar, ada tim di lapangan terkait penyidikan terhadap FY ( Fredrich Yunadi ) sebagai tersangka,” ucap Febri melalui pesan singkat.‎ Menurut Febri, penggeledahan telah dilakukan pihaknya sejak pagi tadi, dan sampai saat ini kegiatan itu masih berlangsung. ‎Namun, Febri belum dapat mengungkap apa saha yang disita dari kantor tersebut.‎ “Kegiatan tim masih berlangsung,” ujar Febri. ‎ Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan Fredrich Yunadi dan seorang dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo selaku tersangka. Mereka diduga menghalang-halangi KPK saat menyidik Setya Novanto .‎‎ ‎ Fredrich dan Bimanesh diduga kongkalikong agar Novanto dapat dirawat di RSMPH untuk menghindari pemanggilan dan pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP oleh penyidik KPK. Keduanya selain itu diduga memanipulasi data medis agar Setya Novanto lolos dari pemeriksaan KPK. Bahkan Fredrich juga disebut memesan satu lantai kamar VIP di RS Medika Permata Hijau sebelum Setya Novanto kecelakaan. ‎ Kedua tersangka itu yakni advokat Fredrich Yunadi (FY) dan Dokter Bimanesh Sutardjo (BST).‎ Keduanya dijerat dengan Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. ‎

Related Posts

Comments are closed.