Jokowi: Sekitar 2.400 Perambah Hutan Hampir Semua Petani

Jokowi: Sekitar 2.400 Perambah Hutan Hampir Semua Petani

Presiden Jokowi khawatir akan meningkatnya perambahan hutan yang juga berpengaruh terhadap ekosistem Sungai Citarum. Dia mendapat data bahwa sebagian besar perambah hutan justru petani. “Catatan yang kami terima, kurang-lebih 2.400 perambah hutan hampir semua petani. Petani kentang dan wortel,” ungkap Jokowi di Grha Wiksa Praniti, Puslitbang Perumahan dan Permukiman Kementerian PUPR, Bandung, Jawa Barat, Selasa (16/1/2018). Hal ini dia sampaikan di hadapan 20-an tokoh pemerhati lingkungan se-Jawa Barat. Sebelumnya Jokowi juga memimpin rapat terbatas soal revitalisasi Citarum di ruangan yang sama. Meski mendapat data tersebut, Jokowi tak lantas menyalahkan petani kentang ataupun wortel. Dia justru berharap para tokoh lingkungan itu memberi masukan solusi. “Perlu solusi memindahkan mereka dari kentang ke produk-produk lain yang ramah terhadap lingkungan,” ujar Jokowi. Selain perambahan hutan, Jokowi menyoroti 3.000-an industri yang limbahnya dibuang ke aliran Sungai Citarum. Padahal aliran sungai ini dimanfaatkan oleh 80 persen penduduk Jakarta untuk sumber air minum.

Presiden Jokowi khawatir akan meningkatnya perambahan hutan yang juga berpengaruh terhadap ekosistem Sungai Citarum. Dia mendapat data bahwa sebagian besar perambah hutan justru petani. “Catatan yang kami terima, kurang-lebih 2.400 perambah hutan hampir semua petani. Petani kentang dan wortel,” ungkap Jokowi di Grha Wiksa Praniti, Puslitbang Perumahan dan Permukiman Kementerian PUPR, Bandung, Jawa Barat, Selasa (16/1/2018). Hal ini dia sampaikan di hadapan 20-an tokoh pemerhati lingkungan se-Jawa Barat. Sebelumnya Jokowi juga memimpin rapat terbatas soal revitalisasi Citarum di ruangan yang sama. Meski mendapat data tersebut, Jokowi tak lantas menyalahkan petani kentang ataupun wortel. Dia justru berharap para tokoh lingkungan itu memberi masukan solusi. “Perlu solusi memindahkan mereka dari kentang ke produk-produk lain yang ramah terhadap lingkungan,” ujar Jokowi. Selain perambahan hutan, Jokowi menyoroti 3.000-an industri yang limbahnya dibuang ke aliran Sungai Citarum. Padahal aliran sungai ini dimanfaatkan oleh 80 persen penduduk Jakarta untuk sumber air minum.

Related Posts

Comments are closed.