Jokowi Capres PDIP, Berawal di Batu Tulis Tuntas di Bali

Jokowi Capres PDIP, Berawal di Batu Tulis Tuntas di Bali

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri siang ini mengumumkan pencalonan Presiden Joko Widodo sebagai capres di Pemilu 2019. Tiga hari sebelumnya, Jokowi dan Mega makan malam berdua di Istana Batu Tulis. Adakah kaitannya? Jokowi dan Mega bertemu di Istana Batu Tulis, Bogor pada Selasa (20/2/2018) malam. Pertemuan hampir dua jam itu diselingi santap malam dengan menu nasi jambal. Jokowi dan Megawati saat makan di Istana Batu Tulis / Foto: Dok. Istimewa Selain nasi jambal yang disebutkan tadi, ada ayam bakar balado, gurami bakar, sate ayam, buncis sambal terasi, tumis kangkung dan kerupuk serta nasi goreng pete khas Batu Tulis. “Kami semua makan dengan lahap. Ibu Mega dan Pak Jokowi dengan nasi jambalnya, lengkap dengan sate ayam penambah sedap rasa, hingga tidak terasa habislah sepiring nasi jambal penuh aroma bumbu nusantara,” kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menjelaskan suasana pertemuan. Hasto mengatakan Megawati dan Jokowi membahas berbagai masalah nasional dan internasional. “Istana Batu Tulis menjadi saksi sejarah dialog kedua pemimpin. Ibu Megawati Soekarnoputri dan Bapak Jokowi, secara periodik meluangkan waktu untuk bertemu,” paparnya. Foto: Twitter Pramono Anung Tiga hari berselang setelah pertemuan di Istana Batu Tulis, Jokowi dan Mega kembali bertemu di Rakernas PDIP di Bali. Pertemuan kali ini lebih istimewa karena diikuti dengan deklarasi pencapresan Jokowi. “Dalam Rakernas III hari ini @PDI_Perjuangan memutuskan pencalonan @jokowi menjadi calon Presiden utk tahun 2019-2024, Bismillah Menang dan mendapatkan dukungan seluruh rakyat Indonesia #Bant3ngPilihJokowi #T3tapJokowi,” tulis Pramono di twitternya, @pranomoanung.

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri siang ini mengumumkan pencalonan Presiden Joko Widodo sebagai capres di Pemilu 2019. Tiga hari sebelumnya, Jokowi dan Mega makan malam berdua di Istana Batu Tulis. Adakah kaitannya? Jokowi dan Mega bertemu di Istana Batu Tulis, Bogor pada Selasa (20/2/2018) malam. Pertemuan hampir dua jam itu diselingi santap malam dengan menu nasi jambal. Jokowi dan Megawati saat makan di Istana Batu Tulis / Foto: Dok. Istimewa Selain nasi jambal yang disebutkan tadi, ada ayam bakar balado, gurami bakar, sate ayam, buncis sambal terasi, tumis kangkung dan kerupuk serta nasi goreng pete khas Batu Tulis. “Kami semua makan dengan lahap. Ibu Mega dan Pak Jokowi dengan nasi jambalnya, lengkap dengan sate ayam penambah sedap rasa, hingga tidak terasa habislah sepiring nasi jambal penuh aroma bumbu nusantara,” kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menjelaskan suasana pertemuan. Hasto mengatakan Megawati dan Jokowi membahas berbagai masalah nasional dan internasional. “Istana Batu Tulis menjadi saksi sejarah dialog kedua pemimpin. Ibu Megawati Soekarnoputri dan Bapak Jokowi, secara periodik meluangkan waktu untuk bertemu,” paparnya. Foto: Twitter Pramono Anung Tiga hari berselang setelah pertemuan di Istana Batu Tulis, Jokowi dan Mega kembali bertemu di Rakernas PDIP di Bali. Pertemuan kali ini lebih istimewa karena diikuti dengan deklarasi pencapresan Jokowi. “Dalam Rakernas III hari ini @PDI_Perjuangan memutuskan pencalonan @jokowi menjadi calon Presiden utk tahun 2019-2024, Bismillah Menang dan mendapatkan dukungan seluruh rakyat Indonesia #Bant3ngPilihJokowi #T3tapJokowi,” tulis Pramono di twitternya, @pranomoanung.

PDI Perjuangan akan kembali mencalonkan Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019. Hal tersebut disampaikan langsung Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Soal pengumuman Jokowi sebagai capres ini dilakukan dalam pembukaan Rakernas III PDIP di Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar, Bali, Jumat (23/2/2018). Pembukaan disampaikan secara tertutup. Namun pengumuman disampaikan oleh sejumlah kader PDIP. Seperti oleh Seskab yang juga kader PDIP, Pramono Anung. “Dalam Rakernas III hari ini @PDI_Perjuangan memutuskan pencalonan @jokowi menjadi calon Presiden utk tahun 2019-2024, Bismillah Menang dan mendapatkan dukungan seluruh rakyat Indonesia #Bant3ngPilihJokowi #T3tapJokowi,” tulis Pramono di Twitter-nya, @pranomoanung. Hal yang sama disampaikan politikus PDIP, Budiman Sudjitmako. Dia juga menyampaikan lewat akun Twitter-nya. “Ketua Umum @PDI_Perjuangan , bu Megawati Soekarnoputri, dlm pembukaan Rakernas ke 3 mengumumkan pencalonan pak @jokowi sebagai presiden Republik Indonesia pd pilpres 2019,” cuit Budiman.

dalam situasi yang sangat serba sulit seperti ini, mungkin allah swt merasa perlu untuk turun tangan langsung. maka kejadian-kejadian tragis seperti mati mendadak, kena stroke, mayat terkubur di comberan super kotor, dan sebagainya, menjadi sejumlah bukti dari “campur tangan” allah tersebut. “iya, sepertinya itu benar. tapi kok masih banyak juga penghina islam dan penista ulama yang sampai hari ini masih sehat walafiat? mereka bahkan makin sukses hidupnya, aman-aman saja. kok bisa?” tenang, saudara-saudara sekalian.

Related Posts

Comments are closed.