Jenderal Polisi Maju Pilgub, PKB: Yang Penting Sesuai Aturan

Jenderal Polisi Maju Pilgub, PKB: Yang Penting Sesuai Aturan

Ketum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar menegaskan setiap orang, termasuk jenderal polisi, berhak maju dalam pilkada, asalkan sesuai dengan aturan. “Karena institusi maupun lembaga ini punya orang yang tentu punya hak masing-masing pribadi, tentu yang penting sesuai undang-undang dan peraturan,” kata Muhaimin di kantor DPP PKB, Jl Raden Saleh, Jakarta Pusat, Jumat (5/1/2018). Salah satu jenderal polisi yang maju menjadi bakal calon gubernur adalah Dankorbrimob Polri Irjen Murad Ismail, yang kini dimutasi sebagai Analis Kebijakan Utama Korbrimob. Murad, yang juga didukung PKB, akan berpasangan dengan Barnabas N Orno sebagai bakal cawagub Pilgub Maluku. “Kita punya hak yang sama. Yang jelas, kita kembali ke daerah ini, kita bangun daerah kita, bukan daerah lain. Jadi tidak perlu permasalahkan polisi atau tentara. Kita kan putra daerah terbaik. Jadi kita kembali ke daerah, kita bangun daerah kita,” jelasnya.

Ketum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar menegaskan setiap orang, termasuk jenderal polisi, berhak maju dalam pilkada, asalkan sesuai dengan aturan. “Karena institusi maupun lembaga ini punya orang yang tentu punya hak masing-masing pribadi, tentu yang penting sesuai undang-undang dan peraturan,” kata Muhaimin di kantor DPP PKB, Jl Raden Saleh, Jakarta Pusat, Jumat (5/1/2018). Salah satu jenderal polisi yang maju menjadi bakal calon gubernur adalah Dankorbrimob Polri Irjen Murad Ismail, yang kini dimutasi sebagai Analis Kebijakan Utama Korbrimob. Murad, yang juga didukung PKB, akan berpasangan dengan Barnabas N Orno sebagai bakal cawagub Pilgub Maluku. “Kita punya hak yang sama. Yang jelas, kita kembali ke daerah ini, kita bangun daerah kita, bukan daerah lain. Jadi tidak perlu permasalahkan polisi atau tentara. Kita kan putra daerah terbaik. Jadi kita kembali ke daerah, kita bangun daerah kita,” jelasnya.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengeluarkan surat telegram mutasi sejumlah jenderal polisi yang memasuki masa pensiun. Selain itu, ada juga tiga jenderal polisi yang mencalonkan diri menjadi gubernur yang juga kena mutasi. Dalam Surat Telegram bernomor ST/16/I/2018 tertanggal 5 Januari 2018, ada 113 personel Polri dari tingkat Jenderal hingga perwira menengah berpangkat Ajun Komisaris Besar (AKBP). Ketiga jenderal itu adalah Kapolda Kaltim Irjen Safaruddin yang dimutasi sebagai Pati Baintelkam Polri dalam rangka pensiun. Safaruddin diketahui masuk dalam bursa di Pemilihan Gubernur Kaltim. Kemudian, Wakalemdiklat Irjen Anton Charliyan juga dimutasi sebagai Analis Kebijakan Utama Bidang Sespimti Sespim Lemdiklat Polri. Anton disebut-sebut hendak mengikuti pencalonan Gubernur Jawa Barat. Selanjutnya, Dankorbrimob Polri Irjen Murad Ismail juga dimutasi sebagai Analis Kebijakan Utama Bidang Brigade Mobile Korbrimob Polri. Irjen Murad diusung PDIP dan NasDem sebagai calon Gubernur Maluku.

Jenderal Budi Gunawan akan pensiun dari Polri. Namun Budi Gunawan tetap menjabat Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). “Pak Budi Gunawan pensiun dari Polri, tetapi tetap jadi Kepala BIN karena BIN tidak berdasar dari Polri. Sebagai polisi, beliau pensiun karena usia sudah 58 tahun, sesuai regulasi,” ujar Karo Penmas Humas Polri Mohammad Iqbal di Mabes Polri Jl. Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (5/1/2018). Iqbal menggambarkan mutasi adalah bagian dari perjalanan profesi yang pasti akan dialami oleh jajaran Polri. “Bahwa mutasi adalah rangkaian tour of duty , itu kan banyak kapolres maupun kapolda. Tour of duty itu kan banyak, ada juga dalam rangka pensiun, misalnya Pak Budi Gunawan,” jelas dia. Pensiunnya Budi Gunawan ini masuk dalam surat telegram Kapolri yang dikeluarkan pada 5 Januari 2018 dengan nomor ST/15/I/2018. Dalam surat telegram yang diterbitkan pada 5 Januari 2018 itu, Jenderal Budi Gunawan dimutasi menjadi perwira tinggi Baintelkam Polri dalam rangka pensiun. Sebelumnya, Komjen Budi Gunawan dilantik sebagai Wakil Kepala Polri pada 24 April 2015. Enam belas bulan menjadi Wakapolri, pada Jumat (2/9/2016), nama Komjen Budi Gunawan diajukan Presiden Jokowi sebagai calon Kepala BIN ke Dewan Perwakilan Rakyat. Dan belakangan disetujui.

Tengah malam, kabar mundurnya Abdullah Azwar Anas sebagai cawagub Jatim pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) membuat kaget. Apalagi kabar mundurnya Anas diselingi kabar-kabar yang kurang sedap. Pengunduran diri Anas dibeberkan oleh elite PKB yang mengaku menerima kabar dari elite PDIP. Namun memang belum ada pernyataan resmi dari Anas. Bupati Banyuwangi itu dipasangkan dengan cagub Gus Ipul dalam Pilgub Jatim dan diusung oleh PKB serta PDIP. “Iya, yang saya dengar begitu (mundur dari Pilgub Jatim). Saya dengar dari Basarah (Ahmad Basarah, Wasekjen PDIP),” ujar Wasekjen PKB Maman Imanulhaq saat dihubungi, Kamis (4/1). [Gambas:Video 20detik] Posisi Anas pun disebut-sebut akan diisi oleh Tri Rismaharini (Risma). Maman mengatakan Risma sudah berada di Jakarta. “Pendampingnya (Gus Ipul) Risma, Risma sudah di Jakarta,” katanya. Risma memang pada Kamis (4/1) lalu terlihat di DPP PDIP, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat. Wali Kota Surabaya itu hadir dalam pengumuman pengusungan PDIP di sejumlah pilkada, termasuk Pilgub Sumut, yang mengeluarkan jago Djarot Saiful Hidayat. Gus Ipul pun langsung angkat bicara soal kabar ini. Meski Anas disebutnya sudah mengontak langsung soal pengunduran dirinya melalui WhatsApp, dia mengaku kaget. “Saya terkejut (adanya kabar tersebut). Tapi biarkan Mas Anas yang menjelaskan sendiri,” terang Gus Ipul, Kamis (4/1). Menurutnya, Anas akan menghadap langsung ke DPP PDIP dan PKB untuk menjelaskan soal pengunduran dirinya. Gus Ipul menyatakan tidak mengetahui alasan Anas mundur. “Pemberitahuan lewat WA. Berniat menyampaikan (pengunduran diri Anas sebagai cawagub) secara resmi ke DPP. Tapi isinya apa, saya belum tahu. Masalahnya apa, saya belum tahu. Mas Anas akan menyampaikan secara langsung. Mas Anas mau ketemu saya secara langsung,” ungkap Gus Ipul. Di tengah kabar soal mundurnya Anas sebagai cawagub Jatim, ada desas-desus yang muncul. Beredar foto seorang pria yang diduga Anas tengah memangku kaki wanita di dalam sebuah mobil. Terlihat juga ada botol wine dalam gambar tersebut. Anas (kiri) dan Gus Ipul. (Ardian Fanani/detikcom) Anas menganggap ada proses pembunuhan karakter terkait polemik pencalonan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim. Namun dia belum bicara soal rencana pengunduran dirinya sebagai pasangan Gus Ipul. “Jadi terkait apa yang jadi desus-desus itu, saya sudah biasa. Perlakuan yang sama persis seperti ini sudah saya terima sejak tahun kedua menjabat ketika saya menerapkan sejumlah kebijakan,” ucap Anas, Jumat (5/1). Sementara itu, PDIP memastikan hingga saat ini belum ada perubahan dukungan di Pilgub Jatim. Hingga saat ini PDIP masih mengusung Gus Ipul-Anas dan belum terpikir melakukan pergantian. “Sekali keputusan politik diambil, Partai kokoh dan konsisten atas keputusannya, sebab keputusan diambil berdasarkan prinsip sebagai partai yang menjabarkan ideologi Pancasila. Kami tak terpikir mengganti Anas,” papar Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Jumat (5/1). Perubahan disebutnya baru akan terjadi apabila ada ‘bencana’ politik yang sudah tidak bisa dihindari lagi. Kemudian juga apabila memang sudah ada pengunduran diri resmi dari yang bersangkutan. “Perubahan hanya bisa terjadi melalui force majeure , misal calon berhalangan tetap atau mengundurkan diri karena tidak diijinkan oleh keluarga dekatnya atau karena kepentingan yang lebih besar sebelum batas akhir pendaftaran,” tutup Hasto.

Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) menangkap Brigadir Jumadi dan rekannya yang terlibat perampokan kas bank di Kalsel. Perampokan itu dilakukan Brigadir Jumadi saat mengawal pengiriman uang kas dari cabang Banjarmasin ke cabang Tabalong. Jumadi merupakan anggota Polres Tabalong. Jumadi yang bersembunyi di rumah keluarganya, akhirnya ditangkap di wilayang Tabalong pagi tadi. “Ditimbun atau dikubur di belakang rumah saudaranya. Baru sebagaian yang ditemukan tim dan yang sebagian lagi masih dikembangkan dan dicari,” kata Kabid Humas Polda Kalsel AKBP M Rifai kepada detikcom, Jumat (5/12/2017). Kerugian yang dialami pihak bank diduga mencapai Rp 10 M. Rp 4,5 M di antaranya sudah ditemukan polisi. “Sudah yang ditemukan baru Rp 4,5 M,” ujarnya. Perampokan ini terjadi pada Kamis (4/1) pukul 14.30 WITA. Saat itu terduga oknum bernama Brigadir J, teller bank berinisial A, dan sopir bank berinisial G berada dalam satu mobil. Brigadir J melakukan perampokan bersama seorang pelaku yang identitasnya belum diketahui. Rekan J itu berpura-pura menumpang di mobil tersebut. Dalam perjalanan menuju Bank Mandiri cabang Tabalong, pelaku meminta mampir lebih dulu di Polsek Martapura dengan alasan mengambil sesuatu yang tertinggal. Pelaku tiba-tiba menodongkan pistol saat mobil mengarah ke jalan yang agak sepi dan mengancam akan menembak jika A dan G tak menuruti perintahnya. Setelah mengendalikan situasi, Brigadir J dan rekannya melakban mata, mulut, tangan, serta kaki A dan G. “Tindakan-tindakan kepolisian sudah, olah tempat kejadian perkara sudah. Polda Kalsel yang menangani,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal.

PKB menegaskan akan tetap bersama PDIP di Pilgub Jatim 2018. Partai berlambang bola dunia itu menunggu keputusan final PDIP soal bakal cawagub Jatim. “Kita komitmen dengan PDIP,” kata Wasekjen PKB Maman Imanulhaq kepada wartawan, Jumat (5/1/2018). PDIP sebenarnya sudah memutuskan untuk tetap mengusung Abdullah Azwar Anas. PKB, masih menunggu kabar resmi PDIP. “Ya itu (bakal cawagub) wilayahnya PDIP, kita menunggu keputusan,” ujarnya. Lewat Sekjennya, Hasto Kristoyanto, PDIP berulang kali menegaskan kokoh mengusung Azwar Anas sebagai bakal cawagub Jatim 2018. PDIP tak akan mengubah keputusan.

Golkar menempatkan kadernya Dedi Mulyadi sebagai cawagub untuk mendampingi Deddy Mizwar dalam Pilgub Jabar 2018. Apa pertimbangannya? “Ya, pertimbangannya, pokoknya kita yakin menang. Kan kita nggak mungkin mau maju kalau nggak yakin menang,” kata politikus Golkar Nusron Wahid di kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (5/1/2018). Apa itu berarti jika Dedi Mulyadi yang jadi cagub maka tidak yakin menang? Nusron hanya menegaskan bahwa formasi ini sudah menjadi keputusan. “Yang namanya orang kan butuh chemistry . Ini kan sudah keputusan yang sudah diputuskan. Tidak usah tanya kenapa diambil. Yang jelas, kita mendukung Deddy Mizwar, titik,” tegas Nusron. Surat rekomendasi untuk Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi sudah diserahkan oleh Ketum Golkar Airlangga Hartarto sore tadi. Selain oleh Golkar, pasangan ini juga diusung oleh Partai Demokrat.

Pengamat politik dari Universitas Airlangga (Unair) Airlangga Pribadi, menyayangkan proses Pemilihan Gubernur Jawa Timur (Pilgub) 2018 diwarnai isu-isu yang tidak bertanggungjawab dan jauh dari keadaban politik. Seperti beredarnya foto lawas bakal calon Wakil Gubernur Jatim Abdullah Azwar Anas. Airlangga berharap, elit politik tidak gegabah dalam mengambil keputusan. “Intinya, kita melihat bahwa semua pihak-artinya baik pasangan Gus Ipul-Anas maupun Bu Khofifah-Emil, kan sama-sama memiliki harapan pilkada menjadi festival politik kerakyatan,” kata Airlangga Pribadi saat dihubungi detikcom, Jumat (5/1/2018). Ia mengatakan, pemilihan kepala daerah adalah momen politik, yang artinya masyarakat memiliki dan mendapatkan ruang untuk memilih pemimpin terbaik, para kadindat yang bisa menunjukkan kapasitas terbaiknya serta memperjuangkan rakyat menuju kesejahteraan. “Artinya, ini momen publik sebagai event politik yang berharap ada peradaban politik yang baik,” tuturnya. Airlangga menanggapi beredarnya foto lawas yang menyerang Anas, menunjukkan isu politik yang tidak memperdulikan pentingnya pilgub sebagai ajang politik kerakyatan. Serta melihat elite politik yang terlihat mudah mengambil keputusan dan jadinya simpang siur. “Seharusnya para elit politik dan masing-masing pihak tidak gegabah dan meresponnya dengan tenang. Jangan reaktif. Artinya, sebagai isu yang ditunjukkan menyerang karakter Pak Anas, dan isu yang sebetulnya sifatnya personal, jangan direspon gegabah. Jangan mengambil sikap yang tidak produktif bagi kepentingan politik masyarakat,” tandasnya.

Ratusan ribuan nama mengikuti Rejeki Nama detikcom. Dan.. 25 daftar pemenangnya sudah ditentukan. Berikut nama-nama pemenang itu. Kamu kah salah satunya? Dalam periode delapan hari Rejeki Nama, tercatat sebanyak 321,827 yang terlibat dengan mengirimkan komentar dan mengisi form data diri. Di bawah ini adalah nama-nama pemenang (beserta akun detikconnect-nya) yang berhak mendapatkan voucher belanja masing-masing senilai 1 juta rupiah: 1 Ahmad Nurdiniyati : ahmadnur87 2 Agus Galihpurbajati : agusgalih 3 Andi Aisyah Maulinda : andi+aisyah+maulinda 4 Asep Kurnia : coimz_zr 5 Bambang Kusbandono : bkoesbandono 6 Budi Gundawan : budigundawanaja 7 Desi Ratna : ratna101290 8 Dewi Oktaviani : dewieoktav 9 Emillia Dwi S S : emilliadwiss 10 Endang Komalasari : endangkomalasari1205 11 Fitri Astari Asril : fastariasril 12 Heri Joko : herijokow 13 Maria Kristina : mariakristina 14 Putri Lokita Purnama Citra : lokitacitra15 15 Raisa Febriawati : raisahakim 16 Rita Hakim : rita.hakim78 17 Robert Edy Sudarwan : robertedysudarwan 18 Sarah Manalu : sarahlasroma 19 Nunung Siti : nunungsiti_nurjanah 20 Sri Atina Winasti : atinawinasti 21 Sugeng Hariyadi : siugenk 22 Susi Adryliana Situmeang : sadryliana 23 Wawan Sidik : wawanesideika 24 Yohana Pertiwi : yohanapertiwi93 25 Yuli Todore : yuli.todore Selamat untuk para pemenang yang beruntung. Untuk Anda yang belum terpilih, harap jangan berkecil hati, kalian bisa mengikuti ANTI BOKEK AWAL TAHUN . Kepada para pemenang, mohon mengecek dan membalas email dari detikcom yang akan kami kirimkan ke email yang didaftarkan pada hari Senin tanggal 8 Januari 2018 nanti.

Related Posts

Comments are closed.