Jelang Sertijab, Mensos Idrus Marham Datang ke Kantor Barunya

Jelang Sertijab, Mensos Idrus Marham Datang ke Kantor Barunya

Menteri Sosial Idrus Marham akan melakukan serah terima jabatan (sertijab) di kantor Kemensos. Idrus tiba di kantor Kemensos seorang diri. Pantauan detikcom , Idrus tiba di Kantor Kemensos, Jalan Salemba Raya, Senen, Jakarta Pusat sekitar pukul 12.10 WIB. Idrus datang menggunakan sedan hitam bernopol B 268 RIM dan dengan pengawalan polisi. Idrus yang mengenakan batik berwarna cokelat tampak turun dari mobilnya seorang diri. Istri Idrus tak terlihat ikut mendampingi Idrus ke kantor barunya. Foto: Menteri Sosial Idrus Marham akan melakukan serah terima jabatan (sertijab) di kantor Kemensos. Sejumlah staff Kemensos yang telah menunggu Idrus di lobi langsung menyambut dengan berjabat tangan. Idrus terlebih dahulu diarahkan ke sebuah ruangan untuk menjawab pertayaan juru warta yang juga telah menunggu. Setelah sekitar 15 menit, Idrus kemudian diajak oleh para staf untuk menuju ruang kerjanya dan melihat suasana di kator Kemensos. Foto: Menteri Sosial Idrus Marham akan melakukan serah terima jabatan (sertijab) di kantor Kemensos. Hari ini merupakan kali pertama Idrus mengunjungi kantornya sebagai Menteri Sosial. Idrus mengaku tidak ada perasaan khusus dengan jabatan barunya itu. “Jadi perasaan saya biasa saja kalau dipanggil Pak Menteri. Apa itu yang penting, kan kerjanya itu,” kata Idrus. Idrus mengatakan masa baktinya sebagai Mensos bukanlah dalam waktu yang lama. Untuk itu dia akan melakukan akselerasi kerja untuk mengejar semua target. “Waktu saya dilantik ini kan melanjutkan masa bhakti 2014-2019, itu tidak cukup. Satu tahun sekian bulan karena itu yang pertama nanti saya akan coba, saya akan masuk kepada akselerasi kerja jadi bukan lagi kerja tapi saya akselerasi kerja. Istilah nya Bu Khofifah kita ini mau lari,” imbuhnya.

Menteri Sosial Idrus Marham akan melakukan serah terima jabatan (sertijab) di kantor Kemensos. Idrus tiba di kantor Kemensos seorang diri. Pantauan detikcom , Idrus tiba di Kantor Kemensos, Jalan Salemba Raya, Senen, Jakarta Pusat sekitar pukul 12.10 WIB. Idrus datang menggunakan sedan hitam bernopol B 268 RIM dan dengan pengawalan polisi. Idrus yang mengenakan batik berwarna cokelat tampak turun dari mobilnya seorang diri. Istri Idrus tak terlihat ikut mendampingi Idrus ke kantor barunya. Foto: Menteri Sosial Idrus Marham akan melakukan serah terima jabatan (sertijab) di kantor Kemensos. Sejumlah staff Kemensos yang telah menunggu Idrus di lobi langsung menyambut dengan berjabat tangan. Idrus terlebih dahulu diarahkan ke sebuah ruangan untuk menjawab pertayaan juru warta yang juga telah menunggu. Setelah sekitar 15 menit, Idrus kemudian diajak oleh para staf untuk menuju ruang kerjanya dan melihat suasana di kator Kemensos. Foto: Menteri Sosial Idrus Marham akan melakukan serah terima jabatan (sertijab) di kantor Kemensos. Hari ini merupakan kali pertama Idrus mengunjungi kantornya sebagai Menteri Sosial. Idrus mengaku tidak ada perasaan khusus dengan jabatan barunya itu. “Jadi perasaan saya biasa saja kalau dipanggil Pak Menteri. Apa itu yang penting, kan kerjanya itu,” kata Idrus. Idrus mengatakan masa baktinya sebagai Mensos bukanlah dalam waktu yang lama. Untuk itu dia akan melakukan akselerasi kerja untuk mengejar semua target. “Waktu saya dilantik ini kan melanjutkan masa bhakti 2014-2019, itu tidak cukup. Satu tahun sekian bulan karena itu yang pertama nanti saya akan coba, saya akan masuk kepada akselerasi kerja jadi bukan lagi kerja tapi saya akselerasi kerja. Istilah nya Bu Khofifah kita ini mau lari,” imbuhnya.

Menteri Sosial Idrus Marham mewakili Partai Golkar dalam pertemuan parpol pendukung pemerintah dengan utusan PM Jepang Shinzo Abe di DPP PDIP. Dalam pertemuan, Idrus sempat mengenalkan diri sebagai Mensos yang baru. “Nama saya Idrus Marham, Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, dan atas dukungan partai koalisi kemarin baru dipercaya Presiden Jokowi sebagai Menteri Sosial,” ujar Idrus dalam pertemuan parpol koalisi pemerintah dengan utusan PM Jepang di DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Kamis (18/1/2018). Idrus juga menyampaikan alasannya hadir dalam acara tersebut atas undangan Sekjen DPP PDIP. Menurutnya, hadirnya parpol koalisi dalam acara tersebut sebagai bentuk kebersamaan yang baik. “Terakhir saya ingin menyampaikan bahwa kami partai-partai koalisi pemerintah hadir di sini atas inisiatif undangan dari Sekjen DPP PDIP dan ini merupakan kebersamaan sekaligus sebagai bukti kebersamaan. Jadi kehadiran kami semua di sini adalah bukti kebersamaan kami, kerja sama kami partai-partai pendukung pemerintah untuk mendukung suksesnya pemerintahan Jokowi-JK,” katanya. Partai koalisi pendukung pemerintah menggelar pertemuan dengan utusan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di kantor DPP PDIP. (Wildan/detikcom) Idrus tidak mengikuti pertemuan tersebut sampai tuntas. Beberapa saat setelah memperkenalkan diri kepada utusan PM Jepang, Idrus lalu pamit undur diri. Sementara itu, salah seorang utusan PM Jepang, Miyauchi Hideki, mengucapkan terima kasih atas berlangsungnya pertemuan tersebut. Menurutnya, Jepang sebagai negara kepulauan memiliki banyak kesamaan dengan Indonesia. “Jepang juga adalah negara kepulauan yang punya kesamaan dengan Indonesia. Dan saya kira sifat masyarakat juga ada banyak kesamaan dan saya rasa kedua masyarakat itu bisa menjadi sahabat. Saya ingin meningkatkan lebih lanjut pertukaran antarwarga, baik di tingkat pemerintah maupun warga,” ucap Miyauchi. Miyauchi mengungkapkan kelima utusan PM Jepang yang hadir dalam pertemuan tersebut baru pertama kali berkunjung ke Indonesia. Dia mengaku merasakan suasana yang energetik saat tiba di Indonesia. Utusan PM Jepang lainnya, Oooka Toshitaka, berharap pertemuan dengan sekjen parpol pendukung pemerintah RI itu dapat meningkatkan perdagangan antara Jepang dan RI. “Sebelum saya di parlemen, saya bekerja di perusahaan mobil. Saya ada satu permintaan untuk Bapak-bapak Sekjen di partai Indonesia, dalam memajukan perdagangan dan industri bea-cukai adalah yang sangat penting,” pesannya.

Presiden Jokowi melantik Sekjen demisioner Partai Golkar, Idrus Marham, menjadi Menteri Sosial (Mensos). Sosiolog UI, Imam Prasodjo, berpendapat langkah Jokowi melantik orang parpol sebagai Mensos sebagai upaya barter politik. “Saya rasa tidak terlalu mengagetkan kalau seandainya banyak orang menafsirkan bahwa ini adalah semacam barter partner politik,” kata Imam saat diwawancara detikcom, Kamis (18/1/2018). Menurutnya, langkah Jokowi memilih Idrus lebih ke arah persiapan Pemilu 2019. Imam menilai Jokowi butuh kekuatan politik untuk menghadapi Pilpres 2 tahun mendatang dan salah satunya adalah menambah jatah parpol di kabinet. “Orang dengan mudah menafsirkan bahwa ini tak lebih seperti barter politik,” imbuhnya. Dia menganggap hal seperti ini adalah konsekuensi dari sistem politik di Indonesia. Imam menjelaskan koalisi parpol dalam Pilpres membuat kementerian-kementerian tidak bisa sepenuhnya diisi orang profesional. “Ini konsekuensi sistem politik kita yang tidak bisa menempatkan orang-orang terbaik di kementerian karena sistem ini,” ucap Imam.

Idrus Marham di DPP PDIP Diponegoro. (Foto: Ainul Qalbi/kumparan) Beberapa sekjen partai politik (parpol) koalisi pemerintah berkumpul di kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat. Mereka menggelar pertemuan dengan utusan khusus Perdana Menteri Jepang, Sekjen Partai Liberal Demokratik Jepang, dan Presiden Liga Parlemen Jepang. Sekjen dan pengurus parpol yang hadir adalah Idrus Marham (Sekjen Golkar), Edi Soeparno (Sekjen PAN), Arsul Sani (Sekjen PPP), Hasto Kristiyanto (Sekjen PDIP), Andreas Hugo Parieira (Ketua PDIP), dan Utut Adiyanto (Wasekjen PDIP). Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, dalam sambutannya sempat mengapresiasi kehadiran Idrus Marham yang bersedia datang, lantaran baru dilantik sebagai menteri sosial menggantikan Khofifah. “Bapak sebelah saya ini sangat istimewa karena dia baru saja dilantik jadi Mensos, Pak Idrus Marham,” kata Hasto, Kamis (18/1). Idrus Marham di DPP PDIP Diponegoro. (Foto: Ainul Qalbi/kumparan) Dalam kesempatan yang sama, Idrus mengatakan, pertemuan ini sebagai bukti bahwa partai pendukung pemerintah tetap solid mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi). “Saya Idrus Marham, Sekjen Partai Golkar, dan atas dukungan partai-partai koalisi, saya ditunjuk sebagai Menteri Sosial. Kami partai-partai koalisi pemerintah hadir di sini atas inisiatif sebagai bukti solidaritas dan kebersamaan kami untuk mendukung suksesnya pemerintahan Jokowi JK,” ujar Idrus. Sebelumnya, Idrus dilantik oleh Presiden Jokowi sebagai Menteri Sosial menggantikan Khofifah Indar Parawansa, di Istana Kepresidenan, Rabu (17/1). Direncanakan Ia akan melakukan serah terima jabatan (sertijab) di kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Kamis (18/1) siang.

Khofifah Indar Parawansa berpesan kepada Idrus Marham, Menteri Sosial yang baru saja dilantik, agar selalu memastikan bantuan sosial pangan dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sudah sampai ke tangan masyarakat pada 25 Januari. “Itu janji saya pada presiden dan 1 Februari penerima PKH dari enam juta jadi 10 juta pastikan bisa diakses karena itu juga janji saya pada presiden,” kata Khofifah di Jakarta, Rabu (17/1/2018). Khofifah melepaskan jabatan Menteri Sosial karena ingin maju sebagai gubernur di Pilgub Jatim 2018. Ia optimistis politikus Golkar Idrus Marham mampu menyesuaikan dengan cepat dalam menjalankan berbagai program kementerian saat menjabat sebagai Menteri Sosial. “Saya yakin Pak Idrus Mahram bisa langsung lari kencang,” kata dia seperti dikutip Antara .

seperti di kutip dari https://tirto.id

Ia menyatakan dirinya sudah berkoordinasi dengan Idrus terkait pergantian jabatan itu. “Tadi juga pada saat saya mengucapkan selamat, beliau langsung bertanya kira-kira yang harus segera beliau siapkan melanjutkan program Kemensos,” ungkap Khofifah. Khofifah menyatakan serah terima jabatan (sertijab) Menteri Sosial akan dilaksanakan pada Kamis (18/1) sekitar pukul 13.00 WIB. Setelah itu, kata dia, Idrus Marham langsung menggelar rakpat kerja dengan jajaran Kemensos. “Saya masih akan mengikuti raker sebagai bagian dari breakdown memori. Kalau kita menyiapkan memori kerja dijadikan bahan untuk starting poin menteri baru melanjutkan program Kemensos,” tambah Khofifah.

seperti di kutip dari https://tirto.id

Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi mengangkat dan Idrus Marham sebagai Menteri Sosial menggantikan Khofifah, Rabu (17/1/2018) pagi ini di Istana Negara, Jakarta. Dari pantauan Tirto, Idrus Marham telah mengucapkan sumpah jabatan di depan Presiden Joko Widodo. Setelah pengambilan sumpah, Idrus menandatangani berita acara pengambilan sumpah jabatan disaksikan Presiden Jokowi. Selain melantik Menteri Sosial, Jokowi juga melantik mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko sebagai Kepala Staf Presiden menggantikan Teten Masduki. Presiden Jokowi juga melantik Agum Gumelar sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) menggantikan Hasyim Muzadi. Pelantikan tersebut bersamaan dengan pelantikan Kepala Staf TNI Angkatan Udara, Marsekal Madya TNI Yuyu Sutisna yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil KASAU.

Related Posts

Comments are closed.