Jalan Provinsi Rusak, Truk Terjebak Kubangan Lumpur di Siak

Jalan Provinsi Rusak, Truk Terjebak Kubangan Lumpur di Siak

Jalan milik Pemprov Riau di Kabupaten Siak mengalami rusak parah. Akibatnya truk sarat buatan terpuruk dan sempat macetkan lalu lintas. Jalan yang rusak ini di jalan lintas dari Perawang Kecamatan Tualang menghubungkan ke kota Siak Indra Pura. Akibat kondisi jalan yang rusak, banyak truk sempat terpuruk di kubangan lumpur jalan tersebut. “Tadi malam banyak truk yang terpuruk di tengah badan jalan. Kondisi itu membuat macet lalu lintas,” kata Hendra (35) warga Perawang kepada detikcom, Senin (5/2/2018). Menurut Hendra, jalan rusak ini sudah lebih dari enam bulan. Jalan provinsi yang mengalami kerusakan panjangnya mencapai 100 meter. “Sudah lama jalan itu rusak, tapi tidak ada perbaikan selama ini. Kalau hari hujan banyak truk yang terjebak lumpur di lokasi dan membuat macet lalu lintas,” kata Hendra. Kasat Lantas Polres Siak, AKP Refina saat dihubungi detikcom membenarkan adanya kondisi jalan provinsi yang rusak parah. “Kondisi jalan ini memang sempat membuat kendaraan mengalami kesulitan untuk melintas. Terlebih lagi jika kondisi hari hujan,” kata Refina. Refina menjelaskan kini kondisi badan jalan sudah dilakukan perbaikan dengan sistem pengerasan. Walau demikian, perbaikan sementara ini diperkirakan tidak akan bertahan lama apa lagi bila kondisi cuaca hujan. “Baru selesai siang ini diperbaiki, memang sempat ada macet, tapi tidak terlalu lama,” kata Refina. Pihak kepolisian setempat mengharapkan adanya perhatian khusus dari Pemda untuk melakukan perbaikan jalan yang permanen. “Kondisi jalan yang diperbaiki sekarang dikhawatir tidak mampu bertahan lama, apa lagi kalau turun hujan. Ini belum lagi banyaknya kendaraan berat yang melintas, sehingga jalan akan cepat rusak,” kata Refina. Secara terpisah, Kadis PUPR Riau, Dadang mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan tentang kondisi jalan yang rusak tersebut. Dadang mengaku, dirinya saat ini dari Pekanbaru tengah menuju ke lokasi jalan yang rusak tersebut. “Saya akan koordinasi langsung ke Kapolres Siak. Ini saya lagi di jalan menuju lokasi. Kami akan segera melakukan perbaikan jalan yang rusak tersebut,” tutup Dadang.

Jalan milik Pemprov Riau di Kabupaten Siak mengalami rusak parah. Akibatnya truk sarat buatan terpuruk dan sempat macetkan lalu lintas. Jalan yang rusak ini di jalan lintas dari Perawang Kecamatan Tualang menghubungkan ke kota Siak Indra Pura. Akibat kondisi jalan yang rusak, banyak truk sempat terpuruk di kubangan lumpur jalan tersebut. “Tadi malam banyak truk yang terpuruk di tengah badan jalan. Kondisi itu membuat macet lalu lintas,” kata Hendra (35) warga Perawang kepada detikcom, Senin (5/2/2018). Menurut Hendra, jalan rusak ini sudah lebih dari enam bulan. Jalan provinsi yang mengalami kerusakan panjangnya mencapai 100 meter. “Sudah lama jalan itu rusak, tapi tidak ada perbaikan selama ini. Kalau hari hujan banyak truk yang terjebak lumpur di lokasi dan membuat macet lalu lintas,” kata Hendra. Kasat Lantas Polres Siak, AKP Refina saat dihubungi detikcom membenarkan adanya kondisi jalan provinsi yang rusak parah. “Kondisi jalan ini memang sempat membuat kendaraan mengalami kesulitan untuk melintas. Terlebih lagi jika kondisi hari hujan,” kata Refina. Refina menjelaskan kini kondisi badan jalan sudah dilakukan perbaikan dengan sistem pengerasan. Walau demikian, perbaikan sementara ini diperkirakan tidak akan bertahan lama apa lagi bila kondisi cuaca hujan. “Baru selesai siang ini diperbaiki, memang sempat ada macet, tapi tidak terlalu lama,” kata Refina. Pihak kepolisian setempat mengharapkan adanya perhatian khusus dari Pemda untuk melakukan perbaikan jalan yang permanen. “Kondisi jalan yang diperbaiki sekarang dikhawatir tidak mampu bertahan lama, apa lagi kalau turun hujan. Ini belum lagi banyaknya kendaraan berat yang melintas, sehingga jalan akan cepat rusak,” kata Refina. Secara terpisah, Kadis PUPR Riau, Dadang mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan tentang kondisi jalan yang rusak tersebut. Dadang mengaku, dirinya saat ini dari Pekanbaru tengah menuju ke lokasi jalan yang rusak tersebut. “Saya akan koordinasi langsung ke Kapolres Siak. Ini saya lagi di jalan menuju lokasi. Kami akan segera melakukan perbaikan jalan yang rusak tersebut,” tutup Dadang.

Kapolres Bogor, AKBP AM Dicky Pastika Gading, memantau langsung proses evakuasi longsor di sejumlah titik di kawasan Puncak. Parahnya longsor mengakibatkan kawasan Puncak ditutup total. Ada 4 titik longsor di kawasan wisata puncak yang disambangi AKBP Dicky. Pertama di sekitaran Panimbangan Kecil, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, lalu di sekitar Masjid Atta’Awun. Lalu di wilayah Kampung Cibereum dan Kampung Babakan, Desa Cibereum. AKBP Dicky Pastika Gading meninjau lokasi longsor Foto: Dok. Polres Bogor Dari video yang dikirim AKBP Dicky, di wilayah Panimbangan Kecil terlihat bahu jalan sudah ambrol akibat tanah longsor. Terlihat ada bagian aspal jalan yang bagian bawahnya sudah tidak ada tanah yang menopang sehingga sangat membahayakan pengguna jalan. “Bahu jalan sudah ambrol tanahnya. Terus longsoran ada setinggi ke bawah 15 meter. dari atas juga ada longsoran. Nah yang membahayakan adalah pinggir jalan ini sudah longsor. Jalan ini tidak bisa digunakan setengah jalannya,” kata Dicky. Kawasan Puncak hingga siang ini masih diguyur hujan deras. Jajaran Polres Bogor dan pihak-pihak terkait masih berjibaku membersihkan material longsor. Kawasan Puncak dinyatakan masih ditutup total sementara. Lalu lintas dari arah Jakarta dialihkan lewat Sukabumi. Sedangkan dari arah Cisarua dialihkan lewat Jonggol.

Meski terkubur selama 10 tahun, jasad Sumini masih utuh. Ini diketahui setelah makamnya ambrol tergerus banjir yang terjadi di Dusun Krajan, Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari. Sumini dimakamkan 10 tahun silam di pemakaman umum setempat, yang lokasinya memang tidak jauh dari sungai. Demikian juga makam Sumini, letaknya hanya beberapa meter saja dari bibir sungai. Makam itu terlindung pagar makam di dekat aliran sungai. Beberapa waktu lalu, air sungai meluap akibat hujan deras. Naiknya debit air ini menggerus tanah hingga membuat pagar ambrol. Makam yang ada di dekat sungai itu juga ikut tergerus, termasuk makam Sumini. Baca Juga: Heboh, Jasad Perempuan di Jember Terkubur 10 Tahun Masih Utuh “Mayat yang ditemukan di bagian pagar makam yang ambrol terkena banjir itu memang benar ibu saya, ibu Sumini, meninggal 10 tahun lalu,” kata salah seorang anak Sumini, Hasan, Senin (5/2/2018). Menurut Hasan, saat mendapat kabar pagar makam ambrol, pihak keluarga sudah menyiapkan kain kafan baru untuk almarhum Sumini. Sebab pihaknya juga mendapat kabar, salah stu makam yang ambrol adalah makam Sumini. Jasad Sumini masih utuh saat ditemukan/ Foto: Yakub Mulyono “Kami sekeluarga memang sengaja mencari tulang ibu kami bersama saudara lainnya dibantu warga karena takut dibawa aliran sungai. Namun kami terkejut ketika tubuh ibu kami masih dalam keadaan utuh dan masih lengkap dengan kain kafannya,” tambah anak kelima Sumini itu. Baca Juga: Keluarga Sempat Terharu Melihat Jasad Sumini Ditemukan Utuh Hasan meyakini mayat yang ditemukan di bawah reruntuhan pagar makam yang ambrol memang ibunya. Karena bisa dilihat dari lokasi penemuan berada di bawah makam yang ambrol, di sebelah selatan dan sebelah barat yang dekat dengan pagar. Selain itu, juga bentuk tubuh yang kurus dan tinggi sekitar 150 cm. Sedangkan lainnya, posisi makam berada di sebelah utara dan agak ke timur. “Sungguh membuat saya dan saudara lain terkejut melihat ini. Padahal ibu sudah sekitar 10 tahun meninggal, biasanya sudah tinggal tulang. Tetapi ini tubuh masih utuh hingga ke kaki, dan lengkap dengan kain kafan berwarna agak kecoklatan. Setelah itu, mayat ibu langsung kami angkat ke atas. Serta dilanjutkan dengan penggalian makam, untuk pemindahan pemakaman selanjutnya,” ungkap Hasan. Sementara salah satu warga setempat, Haki mengatakan bahwa memang benar mayat yang ditemukan utuh di dekat pemakaman merupakan Sumini, yang meninggalnya sekitar 10 tahun lalu. “Saya beserta warga lainnya juga ikut terkejut, melihat tubuh Sumini masih utuh. Sangat tidak disangka sekali, saat keluarga bersama warga mengangkat tubuh korban ke atas,” imbuhnya.

Jalur dari arah Jakarta menuju Puncak, Bogor, Jawa Barat, ditutup total akibat tanah longsor. Longsor terjadi di empat titik. “Di Atta’awun, Widuri, Grand Hill, Riung Gunung. Ada empat titik,” Kasat Lantas Polres Bogor AKP Hasby Ristama kepada detikcom , Senin (5/2/2018). Hasby mengatakan tanah longsor yang terjadi tergolong parah. Saat ini, di kawasan Puncak, hujan masih turun deras. “Longsor parah, tutup (jalur) total, dan ini hujan masih deras banget. Di Bendung Katulampa sudah siaga 1, kemungkinan Jakarta akan ada banjir,” ujarnya. Akibat tanah longsor ini, jalur dari Jakarta menuju Puncak dialihkan lewat Sukabumi. Dari Cianjur menuju Jakarta dialihkan lewat Jonggol. “Yang dari arah Jakarta ke Sukabumi, yang dari Cianjur lewat Jonggol,” tuturnya.

Petugas masih membersihkan material longsor di Puncak, Kabupaten Bogor. Longsor terjadi di empat titik dan membuat jalur Puncak ditutup total. “Pembersihan material longsor di seputaran Desa Tugu, Jl Raya Puncak masih berlangsung,” demikian informasi yang disampaikan lewat akun Twitter TMC Polres Bogor, Senin (5/2/2018). Longsor terjadi sekitar pukul 08.00 WIB pagi tadi. Di kawasan ini, hujan mengguyur sejak pukul 02.00 WIB dini hari. “Sampai dengan saat ini curah hujan di wilayah Kecamatan Cisarua cukup tinggi disertai dengan angin kencang dan mengingat wilayah Kecamatan Cisarua merupakan daerah perbukitan dengan konstur tanah yang labil maka sehingga tanah tidak kuat menahan volume air maka terjadilah bencana longsor,” papar petugas. Empat titik longsor di Cisarua, Kabupaten Bogor yakni: – Bencana longsor di sekitaran Panimbangan Kecil Desa Tugu Selatan Kecamatan Cisarua yang mengakibatkan bahu jalan amblas dan material tanah dari tebing menutup sebagian bahu jalan . – Bencana longsor di sekitar Masjid Atta’Awun Desa Tugu Selatan Kecamatan Cisarua, material tanah menutup jalan dan telah diupayakan dengan menggunakan alat berat. – Bencana longsor di Villa Pengayoman / Kehakiman Kp. Cibeureum RT.02/03 Ds. Cibeureum Kec. Cisarua tidak ada korban jiwa. – Bencana longsor di Kp. Babakan Rt. 03/04 Ds. Cibeureum material tanah menutup jalan sebagian jalan desa.

Setya Novanto mengakui dirinya suka mengoleksi jam tangan mewah. Namun saat ini ia tak memakai jam mewah itu karena merasa sebagai rakyat paling bawah. “Ya benar (suka koleksi jam mewah). Sekarang ini kan sudah rakyat biasa. Sudah rakyat yang paling di bawah. Jadi sudah nggak ada, sederhana saja,” kata Novanto sebelum sidang lanjutan kasus e-KTP di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar, Jakarta Pusat, Senin (5/2/2018). [Gambas:Video 20detik] Terkait jam Richard Mille 011, yang disebut jaksa KPK diberikan oleh Andi Narogong, Novanto membantahnya. Menurutnya, seluruh jam tangan Richard Mille miliknya dibeli sendiri. “(Soal jam yang disebut diberi Andi) nanti saya sampaikan dalam kronologi saya. Kan itu dari dulu waktu pengusaha, ngumpul-ngumpulin . Iyalah (beli sendiri), masak terima hadiah. Beli saja bisa,” ujarnya. Tangan Novanto menutup buku catatan yang dikeluarkan di pengadilan. (Haris Fadhil-Faiq Hidayat/detikcom) Sebelumnya, dalam sidang Kamis (1/2) lalu, jaksa pada KPK menunjukkan bukti chat antara Vidi Gunawan dan Marieta soal jam Richard Mille yang dijual. Dalam chat itu terlihat jam berwarna hitam. Vidi merupakan adik Andi Agustinus alias Andi Narogong, terdakwa kasus korupsi e-KTP. Sedangkan Marieta merupakan pemilik toko Inter Watch di Blok M Plaza yang membeli jam Richard Mille itu dari Vidi. Jaksa kemudian menunjukkan foto Novanto yang menggunakan jam tangan. Dalam foto itu, jam yang digunakan Novanto memiliki kesamaan warna dengan jam yang ada di dalam chat antara Vidi dan Marieta. Dalam surat dakwaan, Novanto disebut menerima pemberian barang jam tangan Richard Mille seri RM 011 seharga USD 135 ribu yang dibeli oleh Andi Agustinus alias Andi Narogong bersama Johannes Marliem sebagai bagian dari kompensasi karena Novanto telah membantu memperlancar proses penganggaran. Namun Novanto pernah membantahnya dalam persidangan.

Related Posts

Comments are closed.