Jaksa Ungkap Kode ‘Digoyang’ soal Pembelian Moge untuk Auditor BPK

Jaksa Ungkap Kode ‘Digoyang’ soal Pembelian Moge untuk Auditor BPK

Jaksa KPK menampilkan isi percakapan hasil dari sadapan antara Cucup Sutrisna dengan Setia Budi. Percakapan itu berkaitan dengan pemberian motor gede (moge) Harley Davidson pada auditor BPK, Sigit Yugoharto. Cucup merupakan asisten manajer PT Jasa Marga cabang Purbaleunyi, sedangkan Setia Budi adalah mantan General Manager PT Jasa Marga cabang Purbaleunyi. Setia Budi telah dituntut dalam berkas terpisah. Berikut salah satu transkrip yang ditampilkan KPK dalam sidang lanjutan perkara tersebut dengan terdakwa Sigit di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (1/3/2018): Setia Budi: Teu bisa digoyang deui eta hargana? Cucup: Ke ku abdi coba Setia Budi: Coba nya? Cucup: Iya siap Setia Budi: Sugan wee…jadi cepe, lumayan lah Cucup: (tertawa) Setia Budi: Lima belas Transkrip hasil sadapan yang ditunjukkan jaksa KPK (Foto: Faiq Hidayat/detikcom) Jaksa pun menanyakan tentang hasil sadapan itu ke Cucup yang dihadirkan sebagai saksi. Cucup mengaku maksud dari percakapan itu terkait dengan penawaran harga soal pembelian moge. “Ada bahasa ‘digoyang deui eta hargana’, maksudnya apa?” tanya jaksa KPK Zaenal Abidin pada Cucup saat persidangan. “(Maksud) Pak (Setia) Budi bilang ‘coba ditawar’,” jawab Cucup. Kemudian, jaksa kembali menampilkan transkrip percakapan lainnya. Dalam percakapan itu, ada harga motor awal Rp 125 juta menjadi Rp 115 juta. “Rp 125 juta turun jadi Rp 115 juta. Kata yang punya harganya awalnya segitu,” kata Cucup. Berikut ini transkrip hasil percakapan antara Cucup dengan Setia Budi: Setia Budi: Ya Cucup: Da da udah jadi sakitu ceunah ge (tertawa) Setia Budi: (tertawa) Cucup: Di seratus dua lima puluh jadi seratus ma belas Setia Budi: Oh kitu Cucup: Tos sak, tos janten ceunah gitu (tertawa) Setia Budi: Oh kitu enya Transkrip hasil sadapan yang ditunjukkan jaksa KPK (Foto: Faiq Hidayat/detikcom) Dalam perkara ini, Cucup diminta Setia Budi untuk membayarkan Rp 115 juta ke penjual moge Harley Davidson itu di Bandung. Motor itu kemudian diberikan ke Sigit yang merupakan ketua tim pemeriksa dari BPK yang melakukan pemeriksaan keuangan pada PT Jasa Marga.

Jaksa KPK menampilkan isi percakapan hasil dari sadapan antara Cucup Sutrisna dengan Setia Budi. Percakapan itu berkaitan dengan pemberian motor gede (moge) Harley Davidson pada auditor BPK, Sigit Yugoharto. Cucup merupakan asisten manajer PT Jasa Marga cabang Purbaleunyi, sedangkan Setia Budi adalah mantan General Manager PT Jasa Marga cabang Purbaleunyi. Setia Budi telah dituntut dalam berkas terpisah. Berikut salah satu transkrip yang ditampilkan KPK dalam sidang lanjutan perkara tersebut dengan terdakwa Sigit di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (1/3/2018): Setia Budi: Teu bisa digoyang deui eta hargana? Cucup: Ke ku abdi coba Setia Budi: Coba nya? Cucup: Iya siap Setia Budi: Sugan wee…jadi cepe, lumayan lah Cucup: (tertawa) Setia Budi: Lima belas Transkrip hasil sadapan yang ditunjukkan jaksa KPK (Foto: Faiq Hidayat/detikcom) Jaksa pun menanyakan tentang hasil sadapan itu ke Cucup yang dihadirkan sebagai saksi. Cucup mengaku maksud dari percakapan itu terkait dengan penawaran harga soal pembelian moge. “Ada bahasa ‘digoyang deui eta hargana’, maksudnya apa?” tanya jaksa KPK Zaenal Abidin pada Cucup saat persidangan. “(Maksud) Pak (Setia) Budi bilang ‘coba ditawar’,” jawab Cucup. Kemudian, jaksa kembali menampilkan transkrip percakapan lainnya. Dalam percakapan itu, ada harga motor awal Rp 125 juta menjadi Rp 115 juta. “Rp 125 juta turun jadi Rp 115 juta. Kata yang punya harganya awalnya segitu,” kata Cucup. Berikut ini transkrip hasil percakapan antara Cucup dengan Setia Budi: Setia Budi: Ya Cucup: Da da udah jadi sakitu ceunah ge (tertawa) Setia Budi: (tertawa) Cucup: Di seratus dua lima puluh jadi seratus ma belas Setia Budi: Oh kitu Cucup: Tos sak, tos janten ceunah gitu (tertawa) Setia Budi: Oh kitu enya Transkrip hasil sadapan yang ditunjukkan jaksa KPK (Foto: Faiq Hidayat/detikcom) Dalam perkara ini, Cucup diminta Setia Budi untuk membayarkan Rp 115 juta ke penjual moge Harley Davidson itu di Bandung. Motor itu kemudian diberikan ke Sigit yang merupakan ketua tim pemeriksa dari BPK yang melakukan pemeriksaan keuangan pada PT Jasa Marga.

Related Posts

Comments are closed.