Jadi Begal, 4 Anak di Makassar Ini 10 Kali Beraksi

Jadi Begal, 4 Anak di Makassar Ini 10 Kali Beraksi

Empat orang anak di Makassar ditangkap polisi. Mereka diketahui terlibat dalam sejumlah kasus begal yang terjadi di Kota Makassar. Ke empat pelaku yang berusia 14 hingga 17 tahun itu dibekuk oleh Tim Resmob Polsek Rappocini, Makassar. Mereka ditangkap usai melakukan aksi kejahatannya, pada Kamis (1/3/2018) dini hari. “Dari hasil penyelidikan, kami melihat dan langsung mengejar 3 anak yang tengah berboncengan motor, hingga berhasil ditangkap di Jalan Aroepala. Setelah itu, anggota kami langsung melakukan pengembangan dan menangkap satu rekannya lagi di rumahnya,” ujar Kanit Reskrim Polsek Rappocini, Iptu Iqbal Usman, kepada detikcom, Kamis (1/3/2018). Dari hasil pemeriksaan polisi, kelompok begal ini diketahui baru saja melakukan aksi perampasan handphone, dengan menggunakan parang untuk mengancam korbannya. “Jadi satu jam sebelum berhasil ditangkap, mereka baru saja melakukan aksi begal, dengan mengancam korbannya dengan parang, dan mengambil HP korban di Jalan Toddopuli Raya Timur (Kota Makassar-red). Parang yang digunakan pelaku itu juga sudah turut kami sita,” lanjutnya. Selain itu, kelompok begal ini bahkan diketahui bukan kali pertama saja melakukan tindak pencurian disertai kekerasan. Dari hasil introgasi polisi, total mereka sudah melakukan sepuluh kali aksi kejahatan di sejumlah wilayah di Kota Makassar. “Total nya mereka mengakui sudah kurang lebih melakukan tindak begal sebanyak sepuluh kali di sejumlah kecamatan di Kota Makassar,” ujar Iqbal. Guna proses hukum lebih lanjut, ke empat remaja ini akan diserahkan oleh Tim Resmob Polsek Rappocini, ke Polsek Tamalate serta Polsek Manggala, untuk diproses hukum dan mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Empat orang anak di Makassar ditangkap polisi. Mereka diketahui terlibat dalam sejumlah kasus begal yang terjadi di Kota Makassar. Ke empat pelaku yang berusia 14 hingga 17 tahun itu dibekuk oleh Tim Resmob Polsek Rappocini, Makassar. Mereka ditangkap usai melakukan aksi kejahatannya, pada Kamis (1/3/2018) dini hari. “Dari hasil penyelidikan, kami melihat dan langsung mengejar 3 anak yang tengah berboncengan motor, hingga berhasil ditangkap di Jalan Aroepala. Setelah itu, anggota kami langsung melakukan pengembangan dan menangkap satu rekannya lagi di rumahnya,” ujar Kanit Reskrim Polsek Rappocini, Iptu Iqbal Usman, kepada detikcom, Kamis (1/3/2018). Dari hasil pemeriksaan polisi, kelompok begal ini diketahui baru saja melakukan aksi perampasan handphone, dengan menggunakan parang untuk mengancam korbannya. “Jadi satu jam sebelum berhasil ditangkap, mereka baru saja melakukan aksi begal, dengan mengancam korbannya dengan parang, dan mengambil HP korban di Jalan Toddopuli Raya Timur (Kota Makassar-red). Parang yang digunakan pelaku itu juga sudah turut kami sita,” lanjutnya. Selain itu, kelompok begal ini bahkan diketahui bukan kali pertama saja melakukan tindak pencurian disertai kekerasan. Dari hasil introgasi polisi, total mereka sudah melakukan sepuluh kali aksi kejahatan di sejumlah wilayah di Kota Makassar. “Total nya mereka mengakui sudah kurang lebih melakukan tindak begal sebanyak sepuluh kali di sejumlah kecamatan di Kota Makassar,” ujar Iqbal. Guna proses hukum lebih lanjut, ke empat remaja ini akan diserahkan oleh Tim Resmob Polsek Rappocini, ke Polsek Tamalate serta Polsek Manggala, untuk diproses hukum dan mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Polisi menangkap Randi (32) dan Tamrin (18), dua pelaku pembobolan rumah. Aparat terlibat saling kejar dengan keduanya dari Kabupaten Maros hingga Kota Makassar. Keduanya diamankan hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Tim Resmob Polda Sulsel, hingga mendapati para pelaku saling berboncengan di Jalan Perintis Kemeredekaan, pada hari Minggu (25/2). Menurut Kanit Resmob Polda Sulsel, AKP Edy Sabhara, kedua Pelaku diketahui pencuri lintas daerah. Selain membobol rumah, mereka juga terlibat dalam pencurian sepeda motor. “Kedua tersangka ditangkap di Makassar, setelah terlibat saling kejar dari Maros. Mereka merupakan pelaku pembobol rumah di Maros dan pencuri sepeda motor di Jeneponto,” ujar AKP Edy Sabhara pada Senin (26/2/2018) dini hari. Kedua tersangka diduga tidak segan-segan melukai korbannya dalam beraksi. Sebab dari sejumlah barang bukti yang disita polisi temukan parang. “Kami sita dua bilah parang milik mereka, yang digunakan untuk berjaga-jaga setiap beraksi. Selain itu, kami sita juga peralatan dan hasil kejahatan mereka seperti tas, dompet, laptop, obeng, HP, dan id card karyawan,” ujar Edy. Kedua pelaku terpaksa harus dilumpuhkan polisi dengan timah panas. Sebab saat Tim Resmob Polda Sulsel hendak membawa pelaku ke lokasi kejahatan, para pelaku berusaha melarikan diri. “Keduanya berusaha kabur saat dibawa ke tempat mereka beraksi. Diberikan tembakan peringatan ke udara tak dihiraukan, maka terpaksa dilumpukan dengan timah panas dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis,” tutur Edy. Usai mendapatkan perawatan, kedua tersangka di serahkan Tim Resmob Polda Sulsel ke pihak Polres Maros guna dilakukan proses hukum lebih lanjut.

Seorang pelaku begal di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, terpaksa dilumpuhkan polisi. Pelaku bernama Askar (20) ditembak saat menyerang dan hendak menikam anggota polisi. “Anggota sementara melakukan patroli, tiba-tiba di Jalan Urip Sumahardjo terjadi tindak begal, hingga langsung dikejar tim kami. Diberikan tembakan peringatan tetap tidak diindahkan, hingga diambil langkah tegas melumpuhkan kakinya,” ujar Kanit Resmob Polda Sulsel, AKP Edy Sabhara, Minggu (18/2/2018). Pelaku dilumpuhkan dengan timah panas di kedua betisnya. Askar hendak menyerang petugas saat aksinya diketahui petugas pada dini hari ini. Pelaku ditembak di kedua betisnya (Foto: Reinhard Soplantila/detikcom) Edy mengatakan pelaku menjalankan aksinya bersama seorang lainnya. Namun, rekannya melarikan diri dengan mengendarai sepeda motor. “Tersangkanya dua orang, namun yang berhasil diciduk satu orang, sementara rekannya masih dalam pengejaran anggota di lapangan,” lanjutnya. Dari tangan pelaku, Tim Resmob Polda Sulsel menyita satu unit handphone yang dirampas serta senjata tajam jenis badik yang hendak digunakannya menikam anggota. Senjata tajam yang dipakai pelaku disita polisi (Foto: Reinhard Soplantila/detikcom) Sementara korban begal, Nurlina (17), mengaku sempat diancam dengan senjata tajam sebelum ponsel miliknya dirampas oleh kedua begal tersebut. “Bersama teman saya, kami menunggu rekan kami yang lain. Tiba-tiba pelaku datang mengancam dengan badik, lalu merampas HP saya. Satu orang pelaku jatuh, lalu langsung dikejar oleh polisi di lokasi,” ujar Nurlina. Kasus ini ditangani oleh Polsek Panakukang Kota Makassar. Setelah ditangkap, pelaku Askar dibawa Tim Resmob Polda Sulsel ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk mendapatkan perawatan medis.

Lima remaja sindikat begal serta perampokan rumah di dua wilayah di Sulawesi Selatan, yakni Kota Makassar dan Kabupaten Gowa, dibekuk polisi. Mereka mengakui telah melakukan aksi kejahatannya sebanyak 31 kali. MA (19), YO (19), JA (18), AI (17), dan AL (17), merupakan geng spesialis pencurian disertai kekerasan dan pencurian disertai pemberatan tersebut, diciduk Tim Resmob Polda Sulsel. Pencidukan ini diawali oleh ditangkapnya MA terlebih dahulu di sebuah warung internet di Jalan Tidung, Makassar. Tim Resmob Polda Sulsel pun melakukan pengembangan dan menggerebek empat orang rekannya yang lain, masing-masing di rumah mereka. Menurut Kanit Resmob Polda Sulsel, AKP Edy Sabhara, dua orang diantara pelaku terpaksa dilumpuhkan polisi, karena memberontak dan mendorong anggota untuk melarikan diri, pada Sabtu (17/02/2018) dinihari. “Untuk YO dan JA terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas di betis kiri dan kananya, karena berusaha meloloskan diri,” ujar AKP Edy Sabhara. Dalam catatan kepolisian di jajaran Polda Sulsel, sindikat remaja begal dan rampok ini memiliki sembilan Laporan Polisi (LP). Sementara dari pengakuannya, mereka telah beraksi total sebanyak 31 kali di Kota Makassar dan Kabupaten Gowa. Sementara itu, dari hasil penyelidikan Tim Resmob Polda Sulsel, dalam melakukan aksinya geng remaja tersebut berjumlah sebelas orang. “Masih ada enam orang lagi rekan pelaku, yang masih menjadi dalam pengejaran kami,” ungkap AKP Edy Sabhara. Barang bukti (Dok. Istimewa) Lanjut Edy, pelaku inipun diketahui kerap membawa senjata tajam dalam melakukan aksi pencurian dan perampokannya, terbukti dari beberapa barang bukti polisi mendapati sebilah sangkur. “Kami sita sebuah sangkur, yang diduga digunakan pelaku dalam beraksi, selain itu ada juga sebuah tas, dan obeng yang diindikasi digunakan untuk membobol pintu rumah,” imbuhnya. Untuk proses hukum lebih lanjut, kelima pelaku inipun langsung dibawa ke Mapolsek Mariso Kota Makassar.

Raihanun Mailika Umar (Hanun), balita berumur 14 bulan, berhasil ditemukan. Polisi juga menangkap pelaku penculikan bayi. Hanun ditemukan oleh warga dalam keadaan menangis di sekolah Al Azhari, Jalan Telkomas, Kecamatan Tamalanrea, Makassar, pada Selasa (9/1/2018) pukul 22.00 Wita. Setelah ditemukan, Hanun langsung dibawa warga ke Mapolsek Tamalanrea. Korban penculikan ini dibuang oleh para pelaku yang berjumlah empat orang, yang tiga orang di antaranya ditangkap oleh polisi. “Yang diamankan itu Rizal, Yus dan Ayu. Awalnya Rizal ditangkap Timsus Polda Sulsel di Kabupaten Barru, kemudian dua orang berikutnya ditangkap Tim gabungan Jatanras Polrestabes Makassar dan Timsus Polda Sulsel di Makassar, ujar Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Sulsel, Kompol Suprianto, pada Rabu (10/1/2018) dini hari. “Sementara Hanun, balita korban penculikan setelah ditemukan warga di pinggir jalan raya, langsung dibawa ke Mapolsek Tamalanrea,” lanjutnya. Bayi yang diculik. Foto: ibnu Ironisnya, salah satu pelaku bernama Yus, diketahui masih saudara dari dari ayah kandung Hanun. Motif pelaku dalam melakukan aksinya, selain sakit hati, juga ingin meminta tebusan uang kepada keluarga korban. “Setelah melakukan penculikan tersebut, mereka akan meminta tebusan kepada orang tua korban sebesar Rp 3 miliar rupiah, juga karena sakit hati ke orang tua korban,” lanjutnya. Hingga kini, Tim Khusus Polda Sulawesi Selatan masih mengejar satu orang rekan pelaku yang melarikan diri ke Kota Pare Pare, Sulsel. Balita Hanun diketahui disembunyikan di rumah salah satu pelaku usai diculik. Namun, karena ketakutan, mereka langsung membuang balita berumur 14 bulan tersebut. “Karena muncul di media, pelaku ketakutan. Hingga, Yus mengambil korban dari rumah Ayu, lalu dibuang di Telkomas,” kata Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Sulsel, Kompol Suprianto. Kini, balita Hanun telah diserahkan kembali kepada kedua orang tuanya. Sementara untuk ketiga pelaku, harus berhadapan dengan proses hukum di Mapolda Sulawesi Selatan.

loading… MAKASSAR – Tiga pemuda komplotan jambret yang kerap beraksi di Makassar, Sulawesi Selatan ditembak aparat Timsus Polda Sulsel bersama tim Resmob Polsek Panakukkang, Selasa malam (10/10/2017). Saat menjalani penanganan medis, ketiga pelaku menangis hingga pingsan. Tiga pemuda ini mengaku sering melakukan jambret dan aksi begal. Ketiga pelaku yaitu Akbar Ansuyah alias Akbar, Rahmat Hidayat alias Yaya dan Syachrul Ramadan, warga Jalan Kandea dan Jalan Tallo. Salah satu pelaku bernama Rahmat mengaku telah melakukan aksi jambret sebanyak 29 kali di beberapa lokasi di Kota Makassar. Ketiga pelaku terpaksa ditembak lantaran berusaha kabur ketika timsus Polda Sulsel dan Resmob Polsek Panakkukang melakukan penangkapan. Usai dihadiahi timah panas, ketiga pelaku dilarikan ke Rumah Sakit Polri Bhayangkara Makassar guna penanganan tim medis. Para pelaku mengaku, hasil kejahatannya digunakan untuk berfoya-foya dan membeli obat. Panit Timsus Polda Iptu Arten mengatakan, para pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena berusaha kabur ketika dilakukan pengembangan. Kata Arten, ketiga pelaku beraksi secara berkelompok saat melakukan aksinya. Setelah beraksi, hasilnya dibagi dan membeli obat-obat daftar g (berbahaya). Setiap beraksi para pelaku menggunakan motor dan senjata tajam jenis badik dan busur. Salah satu korbannya adalah Dirbinmas Polda Sulsel Kombes Pol Markilat Heru Prasetyo. Akibat perbuatannya, pelaku diancam dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman pidana 7 hingga 10 tahun penjara.  (rhs)

Tiga pemuda komplotan jambret yang kerap beraksi di Makassar, Sulawesi Selatan ditembak aparat Timsus Polda Sulsel bersama tim Resmob Polsek Panakukkang, Selasa (10/10) malam. Saat menjalani penanganan medis di Rumah Sakit Polri Bhayangkara Makassar, ketiga pelaku menangis hingga pingsan. Tiga pemuda tersebut mengaku sering melakukan jambret dan aksi begal. Ketiganya yaitu Akbar Ansuyah alias Akbar, Rahmat Hidayat alias Yaya dan Syachrul Ramadan, warga Jalan Kandea dan Jalan Tallo. Salah satu pelaku bernama Rahmat mengaku telah melakukan aksi jambret sebanyak 29 kali di beberapa lokasi di Kota Makassar. Ketiga pelaku terpaksa ditembak lantaran berusaha kabur ketika timsus Polda Sulsel dan Resmob Polsek Panakkukang melakukan penangkapan. Para pelaku mengaku, hasil kejahatannya digunakan untuk berfoya-foya dan membeli obat-obat daftar g (berbahaya). Artikel terkait     (rmy)

TRIBUN-VIDEO.COM – Petugas gabungan Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan dan Polsek Sunggal telah menebak mati dua begal, Roni (20) dan Bayu Pratama (19). Mereka ditembak mati setelah melakukan perlawanan dan penyerangan pada petugas saat ditangkap. Melansir Tribun Medan, Senin (6/11/2017), aksi terakhir Roni dan Bayu mengakibatkan tangan seorang guru patah. Mereka merampas tas milik guru bernama Orni (57) yang baru saja pulang mengajar di SDN 060919 naik becak motor. Dalam perampokan di Jalan Sei Sekambing, Medan Sunggal, Kamis (2/11/2017) itu, korban terpental ke aspal hingga tangan dan bahu kirinya patah. “Dari tangan tersangka R dan BP ini, kami menyita senjata tajam berupa samurai. Kemudian, ada sejumlah tas sandang wanita yang merupakan hasil kejahatan kedua tersangka,” kata Wakapolrestabes Medan, AKBP Tatan Dirsan Atmaja, Senin (6/11/2017). Setelah diselidiki, ternyata pelaku Bayu Pratama selalu mengunggah status di Facebook sebelum dan sesudah beraksi. “Salah satu tersangka ini sebelum beraksi ataupun setelah beraksi kerap mengupdate status di Facebook. Seperti status yang kami capture ini, adapun bunyi statusnya Tempur Kembali, Kumpulin Buat Bangun Rumah. Amin Yallah. Semoga tercapai,” terang Tatan didampingi Wakasatreskrim Polrestabes Medan, AKBP Febriansyah di depan kamar jenazah RS Bhayangkara Tingkat II Medan, Senin (6/11/2017) sore. Berbagai statusnya di Facebook mengungkapkan bahwa aksi begalnya ia sebut sebagai “tempur”. “Tempurrr kembali kumpuli buat bangun rumahhh amiinnn yallah… Semoga tercapai,” tulisnya, Kamis (27/7/2017). “Siap urusan adekku aku tempur.. Belum mau nambah masalah lagi!!!,” bunyi status Facebooknya pada Minggu (23/7/2017). Anehnya, Bayu kerap menunjukkan ketaatannya pada agama meskipun caranya mencari uang telah mengorbankan banyak orang. Dalam status Facebooknya, ia menuliskan, “Tuhan tidak tidur kedan.” Bayu bahkan menyatakan dirinya telah menyumbang hewan kurban pada Senin (31/7/2017). “Allhamdulilah akhirny bisa kurban tahun ini… Maksih yallah atas rezeki yg uda engkau berikan,” tulisnya. Ia juga pernah mengajak teman-teman Facebooknya untuk melaksanakan sholat Jumat. Meskipun ia terdengar seperti orang baik pada profil Facebook-nya, aksi begalnya yang telah menelan banyak korban membuat netizen semakin geram. Ucok Regar: Kasihan anaknya. Dewi Wulandari Sumapawiro: Enak kan masok neraka? Huhuhu tempur kau di sana. Muhammad AlgiFari: UANG HARAM. Emy Tinjak: Hahaha begal zaman now. (TribunVideo.com/Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana)

Related Posts

Comments are closed.