Ini Sebutan Sabu Liquid yang Populer di Diskotek MG

Ini Sebutan Sabu Liquid yang Populer di Diskotek MG

Diskotek MG Club Internasional di Tanjung Duren, Jakarta Barat, menjual sabu liquid kepada pengunjung. Sabu liquid tersebut memiliki sebutan tertentu yang populer di kalangan pengunjung. “Narkoba jenis MDA cair di lokasi disebut dengan ‘Aqua Getar’ atau ‘Aqua Setan’ atau vitamin,” ujar Deputi Penindakan BNN Irjen Arman Depari dalam keterangannya kepada detikcom , Senin (18/12/2017). Sabu cair tersebut dijual dalam kemasan botol. Tapi Arman tidak menjelaskan seperti apa botol untuk mengemas sabu liquid tersebut. “Satu botol kemasan seharga Rp 400 ribu,” cetus Arman. Untuk membeli sabu liquid itu harus terdaftar sebagai member yang diperpanjang setiap enam bulan sekali. Untuk mendaftar sebagai anggota ataupun perpanjangan keanggotaan, seseorang wajib membayar Rp 600 ribu. “Jumlah pengunjung diskotek setiap weekend rata-rata mencapai 250 orang dan setiap weekday rata-rata 75 orang,” lanjut Arman. BNN telah menetapkan lima tersangka yang berperan sebagai kapten hingga kurir terkait kasus tersebut. Sedangkan Rudi, penanggung jawab diskotek, saat ini telah ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO).

Baca juga : di taman inilah sejarah bali diceritakan

detikTravel Community – Beragam destniasi yang bisa kita jelajahi di Bali. Salah satunya GWK Cultural Park, tempat mengenal sejarah dan budaya, serta panorama alam Bali. Siapa sih yang tidak mengenal Bali? Walaupun Bali dikenal dengan surganya para pecinta pantai, namun bukan hanya pantai loh yang bisa kita nikmati di Pulau Dewata ini. Ternyata Bali juga mempunyai suatu kawasan terpadu, dimana kita bisa belajar mengenai sejarah dan budaya sekaligus menikmati indahnya panorama alam Bali. Salah satu tempat tersebut adalah Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana atau lebih populer dengan sebutan GWK Cultural Park. GWK Cultural Park ini terletak di Desa Ungasan, Uluwatu, Bali bagian selatan. Banyak penunjuk arah yang bisa kita temui dari arah Denpasar menuju tempat ini. Untuk memasuki kawasan ini, kita dikenakan biaya sebesar Rp 70 ribu untuk wisatawan lokal atau Rp 100 ribu untuk wisatawan mancanegara. Daya tarik yang paling utama di GWK Cultural Park ini adalah kepala patung Dewa Wisnu setinggi hampir 20 meter yang dapat kita temui di Plaza Wisnu. Tidak jauh dari Plaza Wisnu ini, kita akan memjumpai patung burung Garuda setingga hampir 18 meter yang berada di Plaza Garuda. Nantinya, patung Dewa Wisnu dan patung Garuda ini akan digabungkan menjadi patung perwujudan Dewa Wisnu yang sedang menunggang burung Garuda. Konon katanya, patung ini akan menjadi patung terbesar dan tertinggi di dunia. Setelah melalui Plaza Wisnu dan Plaza Garuda, kita akan menemukan hamparan tebing – tebing batu kapur yang dikenal dengan sebutan Lotus Pond. Di area ini kita akan menjumpai dinding – dinding tebing yang tinggi, eksotis dan artistik. Di area Lotus Pond ini biasanya sering digunakan untuk upacara adat dan juga konser musik, baik musik tradisional maupun modern dan juga pertemuan – pertemuan bertaraf international lainnya. Selain spot alam tadi, kita pun bisa menikmati berbagai atraksi budaya Bali. Atraksi tari Bali bisa kita jumpai di arena Amfitheatre. Jika traveler menyukai film animasi, kita pun bisa menonton film animasi karya anak negeri yang berjudul Kecak Garuda Wisnu di Garuda Cinema yang merupakan bioskop mini di tempat ini. Jadi, tunggu apalagi? Ayo jangan lupa mengunjungi GWK Cultural Park jika kita sedang berada di Bali.


Baca juga : ar BBGWpro

Ustaz Felix Siauw tidak datang sendiri. Ia membawa serta istrinya. Keluarga Syahrini dan keluarga Ustaz Felix pun terlihat makan bersama. Menu yang dihidangkan adalah nasi mandi, semacam nasi kuning yang ditambahi ayam. Dalam momen ini, Syahrini dan Ustaz Felix Siauw terlihat saling berdiskusi seputar agama Islam. Seperti yang terlihat di Storygram @princessyahrini, kali ini Ustaz Felix Siauw menerangkan soal kafir dalam agama Islam. “Kata Allah, mau beriman, berimanlah, mau kafir maka kafirlah. Allah tidak pernah memaksa. Berarti itu semua pilihan manusia,” kata Ustaz Felix. Syahrini pun menanggapinya. “Dan kenapa harus alergi dan marah kalau dipanggil kafir. Itu kan sebutan buat kaum non muslim. Qul yaa ayyuhaa alkaafiruuna. Itu dalam Al-Quran,” ujar Syahrini. © Disediakan oleh PT. Tribun Digital Online (Instagram) Ustaz Felix Siauw kembali melanjutkan penjelasannya. Ia menerangkan, persoalan yang muncul pada istilah kafir sebenarnya persoalan terminologi kata. “Itu masalah terminologi dalam Islam. Sama seperti ketika saya pernah ketemu orang, siapa saya yang jomblo di sini? Mereka bilang, ‘saya jangan dibilang jomblo, saya mau dipanggil single,'” ujar Ustaz Felix Siauw. “Saya bilang, ‘jomblo belum nikah, single juga belum nikah.’ Perkara kamu gak mau dipanggil jomblo, itu bukan urusan saya,” lanjutnya. “Kalau ada org gak mau dibilang jomblo, mau dibilang single, itu termonologi dia. Islam punya terminologi kafir. Kalau orang gak suka, jangan dengerin. Tapi jangan atur orang muslim buat bilang gak kafir, karena itu terminologi orang muslim,” kata Ustaz Felix Siauw. © Disediakan oleh PT. Tribun Digital Online

seperti di kutip dari https://www.msn.com

instagram.com/princessyahrini Syahrini juga mengunggah foto bersama keluarganya bersama kelaurga Ustaz Felix Siauw. Dalam postingannya, terungkap kalau Syahrini ingin bertemu juga dengan Ustaz Abdul Somad. “Alhamdulillah Minggu Yang Indah Ini Incesss Bisa Bersilaturahmi Dengan Ustad Idola Incesss @felixsiauw … Disertai Siraman Rohani Yang Begitu Mendalam Mengenai Kajian Islam Dan Sejarah Islam Subhanallah “I LOVE YOU ALLAH” …. Satu Lagi Impian Incess …Sedang Menunggu Kejut Nyata Dari Idola Incesss @ustadzabdulsomad …Semoga ALLAH SWT Segera Mempertemukan Silaturahmi Incesss Dengan Beliau !” tulis @princessyahrini, Minggu (18/12/2017) Sejumlah netizen mendukung langkah Syahrini untuk segera mengenakan hijab. Namun, sebagian netizen mengaku telah mengunfollow akun IG Syahrini. ikaasmarani89 Teteh cantik banget pake hijab, smoga terus begini amin (emoji) @princessyahrini. julia_sigit Sorry incees unfollow tadinya gweeemess tapi now no more @princessyahrini. karine_juliansyah2 Unfollow maaf incess!!! aamelia3110 Makin suka sma @princessyahrini (emoji) hey anda yg mau unfollow..silahkan aja gk ada untung rugi nya sm inces..kok maksa bngt yaa inces hrs benci sm ustad @felixsiauw klo anda mau bnci itu hak anda tp ya gk usah jg kalee pamitan mau unfollow. faiz_ahmadian Amin semoga suatu saat nanti ketemu ustadz abdul somad y incess @princessyahrini. TRIBUNNEWS.COM/Efrem Limsan Siregar © Instagram

Diskotek MG Club Internasional di Tanjung Duren, Jakarta Barat, menjual sabu liquid kepada pengunjung. Sabu liquid tersebut memiliki sebutan tertentu yang populer di kalangan pengunjung. “Narkoba jenis MDA cair di lokasi disebut dengan ‘Aqua Getar’ atau ‘Aqua Setan’ atau vitamin,” ujar Deputi Penindakan BNN Irjen Arman Depari dalam keterangannya kepada detikcom , Senin (18/12/2017). Sabu cair tersebut dijual dalam kemasan botol. Tapi Arman tidak menjelaskan seperti apa botol untuk mengemas sabu liquid tersebut. “Satu botol kemasan seharga Rp 400 ribu,” cetus Arman. Untuk membeli sabu liquid itu harus terdaftar sebagai member yang diperpanjang setiap enam bulan sekali. Untuk mendaftar sebagai anggota ataupun perpanjangan keanggotaan, seseorang wajib membayar Rp 600 ribu. “Jumlah pengunjung diskotek setiap weekend rata-rata mencapai 250 orang dan setiap weekday rata-rata 75 orang,” lanjut Arman. BNN telah menetapkan lima tersangka yang berperan sebagai kapten hingga kurir terkait kasus tersebut. Sedangkan Rudi, penanggung jawab diskotek, saat ini telah ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO).

Badan Narkotika Nasional (BNN) menetapkan lima orang tersangka terkait laboratorium sabu liquid di Diskotek MG Club Internasional. Kelima tersangka memiliki peran berbeda mulai dari kapten hingga kurir. “Lima orang telah ditetapkan sebagai tersangka yaitu FD, DM, WA, FER dan MK,” kata Deputi Penindakan BNN Irjen Arman Depari dalam keterangannya kepada detikcom, Senin (18/12/2017). Arman menjelaskan, FD berperan sebagai kapten, sedangkan DM berperan sebagai penghubung dan WA selaku pengawas. Sementara itu, tersangka FER berperan sebagai penyedia dan MK sebagai kurir. “Mereka sudah ditahan,” imbuh Arman. [Gambas:Video 20detik] BNN menggerebek MG Club Internasional yang terletak di Jl Tubagus Angke, Kelurahan Wijaya Kusuma, Jakarta Barat, Minggu (17/12) dini hari. Di lokasi tersebut, petugas menemukan laboratorium untuk membuat ekstasi dan sabu yang berada di lantai 2 dan 4. “Mereka menjual sabu liquid Rp 400 ribu per botol,” sambung Arman. Penggerebekan dilakukan saat diskotek ramai pengunjung. Arman menyebut, total ada 120 orang pengunjung yang urinenya positif mengandung narkotika.

Ini Sebutan Sabu Liquid yang Populer di Diskotek MG . Selamat menyaksikan! Jika anda berkenan silahkan klik SUBSCRIBE, like dan komen di video ini yah… Subscribe : Jakarta – Diskotek MG Club Internasional di Tanjung Duren, Jakarta Barat, menjual sabu liquid kepada pengunjung. Sabu liquid tersebut memiliki sebutan tertentu yang populer di kalangan pengunjung.”Narkoba jenis MDA cair di lokasi disebut dengan ‘Aqua Getar’ atau ‘Aqua Setan’ atau vitamin,” ujar Deputi Penindakan BNN Irjen Arman Depari dalam keterangannya kepada detikcom, Senin (18/12/2017).Sabu cair tersebut dijual dalam kemasan botol. Tapi Arman tidak menjelaskan seperti apa botol untuk mengemas sabu liquid tersebut.”Satu botol kemasan seharga Rp 400 ribu,” cetus Arman.Untuk membeli sabu liquid itu harus terdaftar sebagai member yang diperpanjang setiap enam bulan sekali. Untuk mendaftar sebagai anggota ataupun perpanjangan keanggotaan, seseorang wajib membayar Rp 600 ribu.”Jumlah pengunjung diskotek setiap weekend rata-rata mencapai 250 orang dan setiap weekday rata-rata 75 orang,” lanjut Arman.BNN telah menetapkan lima tersangka yang berperan sebagai kapten hingga kurir terkait kasus tersebut. Sedangkan Rudi, penanggung jawab diskotek, saat ini telah ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO). (mei/nvl) narkoba

Jakarta – Badan Narkotika Nasional menetapkan pemilik dan koordinator lapangan terkait laboratorium sabu cair di Diskotek MG Club Internasional, Jakarta Barat, dalam daftar pencarian orang (DPO). Keduanya saat ini masih dikejar oleh petugas BNN. Deputi Penindakan BNN Arman Depari mengatakan keduanya adalah Agung Ashari alis Rudy sebagai pemilik dan penanggung jawab serta Samsul Anwar sebagai koordinator lapangan. “Kasus ini dalam pendalaman serta dikembangkan dan kedua orang yang berstatus DPO tersebut sedang dilakukan pengejaran,” kata Arman dalam keterangan tertulis kepada detikcom , Senin (18/12/2017). Selain mendalami kasus narkotika, penyidik BNN juga tengah mengembangkan kepada para tersangka terkait dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU). “Iya selain narkoba, kita juga mendalaminya terkait TPPU, ke mana saja larinya hasil transaksi tersebut,” imbuh Arman. Dalam kasus ini, BNN menetapkan lima tersangka. Kelimanya adalah FD berperan sebagai kapten, sedangkan DM berperan sebagai penghubung dan WA selaku pengawas. Adapun tersangka FER berperan sebagai penyedia dan MK sebagai kurir. BNN menduga para tersangka sudah lama menjalankan bisnis haram tersebut. Sabu liquid yang diproduksi di lantai 4 diskotek itu dijual Rp 400 ribu per botol. Jumlah pengunjung diskotek itu mencapai 250 orang saat weekend dan 75 orang setiap weekday . Untuk dapat membeli sabu cair di diskotek itu, pengunjung harus terdaftar sebagai member , di mana untuk mendaftar keanggotaan wajib membayar Rp 600 ribu. (mei/nvl)

Related Posts

Comments are closed.