Ini Motif Suharmin Siramkan Kotoran di Masjid Kubah Emas

Ini Motif Suharmin Siramkan Kotoran di Masjid Kubah Emas

Suharmin Lias (34) tidak hanya menyiramkan air seni di Masjid Kubah Emas, Depok, tetapi juga di gereja dan vihara. Apa motif Suharmin melakukan hal itu? “Pelaku menyemprotkan air seni ke karpet Masjid Kubah Emas dengan alasan protes kepada Tuhan karena tidak memberinya kebahagiaan dan jodoh,” kata Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Putu Kholis Aryana kepada detikcom , Rabu (27/12/2017). Selain itu, Suharmin memberikan keterangan berubah-ubah. “Dia juga mengaku ada suruhan atau bisikan lewat mimpi harus melakukan itu,” imbuh Putu. Suharmin menyiramkan air seni di karpet Masjid Kubah Emas, Jl Raya Meruyung, Limo, Depok, Jumat (22/12). Aksinya itu diketahui marbut masjid yang kemudian mengamankannya bersama warga. Setelah diserahkan kepada polisi, Suharmin mengaku melakukan perbuatan serupa sebanyak dua kali sebelumnya. Satu tahun lalu, Suharmin menyiram patung Buddha di vihara di Ancol, Jakarta Utara. Suharmin juga pernah melakukan aksi serupa di gereja di Kedoya, Jakarta Barat. Saat itu dia menyiram patung Yesus di gereja tersebut. Polisi akan melakukan tes kejiwaan terhadap Suharmin. Kendati demikian, Suharmin dijerat dengan Pasal 156 KUHP.

Baca juga :

Laladila.com – Suharmin Lias (34), pria yang nekat membuang air kotor ke area Masjid Kubah Emas Depok, Jawa Barat kini tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Markas Polsek Limo. Ia diamankan polisi setelah sempat diamuk massa pada Jumat, 23 Desember 2017. Kasat Reskrim Polresta Depok, Komisaris Putu Kholis Aryana mengungkapkan, dari hasil penyelidikan sementara, pelaku mengaku nekat menyiram karpet masjid dengan air seni lantaran depresi. Pelaku kecewa dengan kondisi hidup yang selama ini susah. “Alasannya, pelaku kecewa karena selalu diberikan kesusahan,” ujar Putu kepada wartawan. Menurutnya dari pengakuan pelaku, ia sudah pernah juga melakukan hal serupa di Masjid Kubah Emas, setahun yang lalu. “Selain di masjid pelaku juga pernah menyemprotkan hal yang sama di tempat ibadah lain. Alasan pelaku melakukan hal tersebut adalah karena pelaku kecewa dengan Tuhannya, karena selalu diberikan kesusahan,” kata Iskandar. Peristiwa itu, lanjut Putu, terjadi sekira pukul 09.25 WIB. Saat itu, pelaku memasuki masjid kemudian menyemprotkan cairan air seni ke karpet masjid. Perbuatan itu diketahui oleh pengurus masjid. Pengurus masjid lantas membawa pelaku ke pos security. “Saat ini yang bersangkutan masih terus kami mintai keterangan. Kemungkinan dia ini depresi, namun akan kami dalami lagi untuk mengetahui motif sebenarnya,” ujar Putu. Pelaku sempat diamuk massa. Akibatnya, pelaku mengalami luka memar di sekujur tubuh dan wajahnya. Pelaku lantas dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Kasusnya ditangani Polsek Limo, Depok.

Suharmin Lias (34) tidak hanya menyiramkan air seni di Masjid Kubah Emas, Depok, tetapi juga di gereja dan vihara. Apa motif Suharmin melakukan hal itu? “Pelaku menyemprotkan air seni ke karpet Masjid Kubah Emas dengan alasan protes kepada Tuhan karena tidak memberinya kebahagiaan dan jodoh,” kata Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Putu Kholis Aryana kepada detikcom , Rabu (27/12/2017). Selain itu, Suharmin memberikan keterangan berubah-ubah. “Dia juga mengaku ada suruhan atau bisikan lewat mimpi harus melakukan itu,” imbuh Putu. Suharmin menyiramkan air seni di karpet Masjid Kubah Emas, Jl Raya Meruyung, Limo, Depok, Jumat (22/12). Aksinya itu diketahui marbut masjid yang kemudian mengamankannya bersama warga. Setelah diserahkan kepada polisi, Suharmin mengaku melakukan perbuatan serupa sebanyak dua kali sebelumnya. Satu tahun lalu, Suharmin menyiram patung Buddha di vihara di Ancol, Jakarta Utara. Suharmin juga pernah melakukan aksi serupa di gereja di Kedoya, Jakarta Barat. Saat itu dia menyiram patung Yesus di gereja tersebut. Polisi akan melakukan tes kejiwaan terhadap Suharmin. Kendati demikian, Suharmin dijerat dengan Pasal 156 KUHP.

Suharmin Lias (34) ditangkap polisi karena membuang air kencing di karpet Masjid Kubah Emas, Limo, Kota Depok. Perilaku itu tidak hanya sekali, tapi sudah berulang kali dilakukan di tempat ibadah lain. “Dari keterangan pelaku, bahwa perbuatan menyemprotkan dengan air seni tersebut sebelumnya pernah dilakukan di vihara di Ancol, Jakarta Utara,” terang Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Putu Kholis Aryana kepada detikcom di kantornya, Jl Margonda Raya, Kota Depok, Senin (25/12/2017). Perbuatan itu dilakukan Suharmin sekitar setahun yang lalu. Saat itu, dia menyemprotkan air seni ke patung Buddha di vihara tersebut. “Kemudian sekitar 3 bulan yang lalu, juga dilakukan di gereja di daerah Kedoya, di mana yang disemprot (air seni) adalah patung Yesus,” sambung Putu. Suharmin ditangkap warga setelah ketahuan menyemprotkan air seni di karpet Masjid Kubah Emas, Jl Raya Meruyung, Kecamatan Limo, Kota Depok, pada Jumat (22/12) lalu. Suharmin tiba di masjid sekitar pukul 10.00 WIB, lalu duduk bersila menghadap mimbar. “Setelah itu, yang bersangkutan menyiramkan air seni yang dibawanya menggunakan botol air mineral,” sambung Putu. Ulahnya itu ketahuan marbut masjid, Hanafi, yang langsung menghardiknya. Suharmin lalu diamankan warga dan sempat dipukuli. Saat ini Suharmin diamankan di Mapolresta Depok. Dia dijerat dengan Pasal 156 KUHP tentang penistaan terhadap agama. Video 20Detik: Pria Ini Dibekuk karena Siram Kotoran ke Karpet Masjid Kubah Emas [Gambas:Video 20detik]

Polisi menyebut, Suharmin Lias (34) yang menyiram air kencing di Masjid Kubah Emas, Limo, Depok, Jabar ada kemungkinan mengalami gangguan jiwa. Suharmin akan dites kejiwaannya. “Ada kemungkinan gangguan kejiwaan karena itu sudah menurut keterangan sudah 2 kali melakukan hal serupa,” kata Kasubag Humas Polresta Depok AKP Sutrisno saat dihubungi, Senin (25/12/2017) malam. Dalam waktu dekat, Suharmin akan dites kejiwaannya di RS Polri Kramat Jati, Jaktim. Jika positif alami gangguan jiwa, kata Sutrisno, Suharmin tak bisa dipidanakan. “Rencana akan dicek di RS Polri Kramat Jati, jadwalnya belum tahu. Kalau ada kelainan, secara hukum nggak bisa diproses,” ucap Sutrisno. Suharmin yang kini berstatus tersangka ditangkap warga setelah ketahuan membuang air seni di karpet di Masjid Kubah Emas. Suharmin sempat dihakimi warga sebelum akhirnya polisi datang mengamankannya. Perilaku itu tidak hanya sekali, tapi sudah berulang kali dilakukan di tempat ibadah lain. Perbuatan itu dilakukan Suharmin sekitar setahun yang lalu. Saat itu, dia menyemprotkan air seni ke patung Buddha di vihara tersebut. “Dari keterangan pelaku, bahwa perbuatan menyemprotkan dengan air seni tersebut sebelumnya pernah dilakukan di vihara di Ancol, Jakarta Utara,” terang Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Putu Kholis Aryana kepada detikcom di kantornya, Jl Margonda Raya, Kota Depok, Senin (25/12). Saat ini Suharmin diamankan di Mapolresta Depok. Dia dijerat dengan Pasal 156 KUHP tentang penistaan terhadap agama.

VIVA  – Suharmin Lias (34), pria yang nekat membuang air kotor ke area Masjid Kubah Emas Depok, Jawa Barat kini tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Markas Polsek Limo. Ia diamankan polisi setelah sempat diamuk massa pada Jumat, 23 Desember 2017. Kasat Reskrim Polresta Depok, Komisaris Putu Kholis Aryana mengungkapkan, dari hasil penyelidikan sementara, pelaku mengaku nekat menyiram karpet masjid dengan air seni lantaran depresi. Pelaku kecewa dengan kondisi hidup yang selama ini susah. “Alasannya, pelaku kecewa karena selalu diberikan kesusahan,” ujar Putu kepada wartawan.  Peristiwa itu, lanjut Putu, terjadi sekira pukul 09.25 WIB. Saat itu, pelaku memasuki masjid kemudian menyemprotkan cairan air seni ke karpet masjid. Perbuatan itu diketahui oleh pengurus masjid.

Related Posts

Comments are closed.