Ini Ciri-ciri Perampok di Angkot yang Tusuk dan Buang Sopir Truk

Ini Ciri-ciri Perampok di Angkot yang Tusuk dan Buang Sopir Truk

Polisi memburu kawanan perampok di angkot KWK 31 yang melukai sopir truk, Andriatno (26), di Jakarta Utara. Polisi telah mengidentifikasi pelaku berdasarkan ciri-ciri yang disampaikan oleh korban. “Ciri-ciri pelaku sudah diketahui. Saat ini anggota masih melakukan pengejaran,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada detikcom, Minggu (7/1/2018). Salah satu pelaku yang menusuk korban memiliki badan tinggi, kurus, dan warna kulit putih dengan mata belo. Pelaku tersebut, disebut korban memiliki bentuk wajah lonjong, rambut ikal panjang, dan berlogat Betawi. Sementara pelaku lainnya memiliki tinggi badan sekitar 165 cm dengan berat badan sedang. Di leher kanannya bertato, warna kulit hitam, bentuk wajah bulat, rambut pendek cepak lurus dan berlogat Betawi. “Dua pelaku lainnya tidak diingat oleh korban ciri-cirinya seperti apa,” sambung Argo. Sedangkan sopir KWK memiliki ciri-ciri kulit sawo matang, rambut pendek cepak, memakai kaos abu-abu dan celana pendek. Namun, Argo belum bisa memastikan apakah sopir angkot terlibat dalam peristiwa itu. Perampokan itu terjadi pada Jumat (5/1) petang, ketika Andrianto menaiki angkot di depan tempat uji kir Dishub di Ujung Menteng. Saat itu, Andrianto hendak pulang ke rumahnya di Tanah Apit, Haraoan Indah, Bekasi. Saat itu, di dalam angkot sudah ada 4 orang laki-laki. Mereka langsung menutup pintu mobil dan memepet Andrianto. Salah satu pelaku mengeluarkan pisau dan langsung menusukannya di paha kanan. Selanjutnya para pelaku mengambil dompet korban. Para pelaku lalu membuang korban di BKT Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara. Setelah itu, para pelaku bersama mobil angkot yang dinaikinya pergi meninggalkan korban ke arah Pasar Modern Harapan Indah, Bekasi. Dalam kondisi kesakitan, korban menghentikan kendaraan orang yang tengah melintas. Selanjutnya korban melapor ke Polsek Medan Satria dan mendapatkan perawatan di RS Ananda, Bekasi.

Baca juga : bocah 14 tahun tewas diduga dibunuh.html

ANDA PERLU BANTUAN POLISI HUBUNGI TELEPON 110 (BEBAS PULSA) DAN SMS 1717 DIT RESKRIMUM 021-5234240 HP. 081316161688 DIT RESKRIMSUS 021-5234077 DIT RESNARKOBA 021-5234080 HP. 083870006161 PIKET LAKA LANTAS PANCORAN 021-98898845 TMC DIT LANTAS 021-5275090 POSKO ROAD SAFETY 021-5234505 021-5234115 PIKET BID HUMAS 021-5234017 FAX 021-5709250 EMAIL: humas.pmj@gmail.com

Polisi memburu kawanan perampok di angkot KWK 31 yang melukai sopir truk, Andriatno (26), di Jakarta Utara. Polisi telah mengidentifikasi pelaku berdasarkan ciri-ciri yang disampaikan oleh korban. “Ciri-ciri pelaku sudah diketahui. Saat ini anggota masih melakukan pengejaran,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada detikcom, Minggu (7/1/2018). Salah satu pelaku yang menusuk korban memiliki badan tinggi, kurus, dan warna kulit putih dengan mata belo. Pelaku tersebut, disebut korban memiliki bentuk wajah lonjong, rambut ikal panjang, dan berlogat Betawi. Sementara pelaku lainnya memiliki tinggi badan sekitar 165 cm dengan berat badan sedang. Di leher kanannya bertato, warna kulit hitam, bentuk wajah bulat, rambut pendek cepak lurus dan berlogat Betawi. “Dua pelaku lainnya tidak diingat oleh korban ciri-cirinya seperti apa,” sambung Argo. Sedangkan sopir KWK memiliki ciri-ciri kulit sawo matang, rambut pendek cepak, memakai kaos abu-abu dan celana pendek. Namun, Argo belum bisa memastikan apakah sopir angkot terlibat dalam peristiwa itu. Perampokan itu terjadi pada Jumat (5/1) petang, ketika Andrianto menaiki angkot di depan tempat uji kir Dishub di Ujung Menteng. Saat itu, Andrianto hendak pulang ke rumahnya di Tanah Apit, Haraoan Indah, Bekasi. Saat itu, di dalam angkot sudah ada 4 orang laki-laki. Mereka langsung menutup pintu mobil dan memepet Andrianto. Salah satu pelaku mengeluarkan pisau dan langsung menusukannya di paha kanan. Selanjutnya para pelaku mengambil dompet korban. Para pelaku lalu membuang korban di BKT Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara. Setelah itu, para pelaku bersama mobil angkot yang dinaikinya pergi meninggalkan korban ke arah Pasar Modern Harapan Indah, Bekasi. Dalam kondisi kesakitan, korban menghentikan kendaraan orang yang tengah melintas. Selanjutnya korban melapor ke Polsek Medan Satria dan mendapatkan perawatan di RS Ananda, Bekasi.

Tawuran yang melibatkan dua SMK di Kendal memicu polisi memanggil perwakilan dari masing-masing sekolah. Solopos.com, KENDAL – Beberapa orang perwakilan dari dua SMK di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah (Jateng) dipanggil polisi di Mapolsek Patebon, Sabtu (6/1/2018), lantaran terlibat tawuran di Jl. Soekarno Hatta, Desa Jambearum, Kecamatan, Patebon Kabupaten Kendal, Rabu (3/1/2018) lalu. Perwakilan dua sekolah itu dipanggil demi menyelesaikan masalah yag terjadi saat tawuran. Dikabarkan aparat Polres Kendal melalui media sosial Instagram, mediasi itu juga bertujuan agar perkelahian massal seperti itu tak terulang lagi. “Kapolsek Patebon pertemukan 2 SMK di Kendal yang terlibat tawuran agar tidak ada aksi balasan dan dapat segera diselesaikan,” tulis pengelola akun Instagram milik Polres Kendal, @polres_kendal . Sebelumnya, tawuran yang melibatkan dua SMK di Kendal itu menyebabkan seorang siswa harus dilarikan ke rumah sakit lantaran menderita luka robek di bagian punggung. Siswa itu pun harus mendapatkan perawatan intensif di RSUD Kendal. Kapolsek Patebon AKP Munasir yang mendapatkan keterangan saksi dan anggotanya menjelaskan tawuran itu berawal ketika sekelompok pelajar sekolah dari daerah lain yang berkumpul di depan SMK di Jambearum. Pelajar dari sekolah lain itu kemudian mencorat-coret gerbang SMK di Jambearum dengan menggunakan cat semprot. Sontak siswa yang tak terima sekolahnya dicorat-coret kemdian mendatangi para pelajar yang melakuka aksi vandalisme tersebut. Perkelahian massal sejumlah siswa dari dua SMK itu pun tak terhindarkan. “Terjadi aksi saling lempar batu dijalan. Setelah para guru dan warga sekolah keluar tawuran tersebut dapat dibubarkan,” kata Kapolsek seperti dikutip pada laman resmi milik Polda Jateng. Setelah tawuran tersebut berhasil dibubarkan, polisi bersama TNI melakukan patroli di sekitar lokasi kejadian. Hal itu bertujuan agar tak terjadi tawuran susulan yang melibatkan pelajar dari dua SMK di Kendal itu. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com) KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya lowongan pekerjaan KLINIK BERSALIN UTAMA RB. DR.JOHAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Andrianto (26), seorang sopir truk, mengalami luka tusuk ketika dirampok di dalam angkot Koperasi Wahana Kalpika (KWK) 31 di Ujung Menteng, Cakung, Jakarta Timur. Pelaku penusukan itu pun tengah diburu polisi. “Perampokan terjadi pada tanggal 5 Januari lalu sekitar pukul 16.30 WIB. Korban dirampok di dalam angkot KWK saat hendak pulang,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada detikcom, Minggu (7/1/2018). Kejadian berawal ketika Andrianto menaiki angkot di depan tempat uji kir Dishub di Ujung Menteng. Saat itu, Andrianto hendak pulang ke rumahnya di Tanah Apit, Haraoan Indah, Bekasi. “Saat naik ada 4 orang laki-laki tidak dikenal dan langsung menutup pintu mobil,” kata Argo. Para pelaku kemudian memepet dan mengepung korban. Salah satu pelaku mengeluarkan pisau dan langsung menusukannya di paha kanan. Selanjutnya para pelaku mengambil dompet korban. Para pelaku lalu membuang korban di BKT Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara. Setelah itu, para pelaku bersama mobil angkot yang dinaikinya pergi meninggalkan korban ke arah Pasar Modern Harapan Indah, Bekasi. “Kemudian korban memberhentikan kendaraan orang lain dan diantar ke Polsek Medan Satria. Selanjutnya korban diantar ke RS Ananda Bekasi guna mendapatkan perawatan medis lebih lanjut. Saat ini pelaku masih dikejar,” sambung Argo.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Andrianto (26), seorang sopir truk, mengalami luka tusuk ketika dirampok di dalam angkot Koperasi Wahana Kalpika (KWK) 31 di Ujung Menteng, Cakung, Jakarta Timur. Pelaku penusukan itu pun tengah diburu polisi. “Perampokan terjadi pada tanggal 5 Januari lalu sekitar pukul 16.30 WIB. Korban dirampok di dalam angkot KWK saat hendak pulang,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada detikcom, Minggu (7/1/2018). Kejadian berawal ketika Andrianto menaiki angkot di depan tempat uji kir Dishub di Ujung Menteng. Saat itu, Andrianto hendak pulang ke rumahnya di Tanah Apit, Haraoan Indah, Bekasi. “Saat naik ada 4 orang laki-laki tidak dikenal dan langsung menutup pintu mobil,” kata Argo. Para pelaku kemudian memepet dan mengepung korban. Salah satu pelaku mengeluarkan pisau dan langsung menusukannya di paha kanan. Selanjutnya para pelaku mengambil dompet korban. Para pelaku lalu membuang korban di BKT Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara. Setelah itu, para pelaku bersama mobil angkot yang dinaikinya pergi meninggalkan korban ke arah Pasar Modern Harapan Indah, Bekasi. “Kemudian korban memberhentikan kendaraan orang lain dan diantar ke Polsek Medan Satria. Selanjutnya korban diantar ke RS Ananda Bekasi guna mendapatkan perawatan medis lebih lanjut. Saat ini pelaku masih dikejar,” sambung Argo.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

JAKARTA – Polisi mengapresiasi tindakan korban perampokan di Jakarta Timur yang berani melawan pelaku. Seperti yang terjadi di Perumahan TNI AU Waringin Permai, RT06/07, Makasar dengan korban Deni Rono Dharana dan Jalan Kayu Manis VIII, Matraman dengan korban Achmad Farid. Kapolres Jakarta Timur Kombes Andry Wibowo mengatakan, sudah seharusnya warga berani melawan perampok agar pelaku jera untuk melakukan aksi tersebut. Setiap orang harus memiliki keberanian membela diri, sedang hukum hanya mengakomodasi. “Kalau ada pribadi terdzalimi, negara mengakomodasi agar tak terjadi main hakim sendiri. Jadi konsep pembelaan diri ini naturalis, rasa keberanian masyarakat harus diperkuat dengan cara melakukan bela diri,” ujarnya saat dihubungi wartawan, Selasa 12 September 2017. Atas keberanian dua warganya itu, dia pun memberikan apresiasi. Sebab, mereka sudah sepatutnya dihargai dan tak perlu dihukum, sedang polisi yang mengusut kasus tersebut tengah mengembangkan ke pelaku lainnya yang belum tertangkap. “Saya memberikan apresiasi. Kami juga akan berikan penghargaan ke Polres dan Polda,” tuturnya. Dia menerangkan, polisi pun tak mempermasalahkan tindakan korban karena dalam kapasitas pembelaan diri. Berbeda dengan penghakiman yang masuk kategori pelanggaran hukum, seperti kasus pembakaran di Bekasi dan kasus penganiayaan pada orang yang dituduh mencuri Vape di Tebet, Jakarta Selatan. “Pembelaan diri ada konsep yang diberikan oleh Tuhan. Dalam konsep birokrasi modern diatur konsep membela diri. Tapi orang tak boleh menghakimi orang lain. Kalau itu namanya out of control,” terangnya. Terkait kasus yang dialami korban Achmad Farid berhasil digagalkan, Andry mengatakan, di samping karena keberanian korban melawan, juga tak lepas dari sistem pengamanan yang dilakukan kepolisian berjalan sebagaimana mestinya. Yakni patroli keliling yang dilakukan tiga pilar. (mhd)

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

TEKA -teki penemuan mayat pria tanpa identitas korban pembunuhan di parit pinggir jalan Tol Cipali Km 83 arah Jakarta-Cirebon, pada 9 Oktober 2017 lalu, akhirnya terungkap. Korban teridentifikasi merupakan  sopir angkutan kota (angkot),  Slamet Badawi (24), warga Tegal. Polisi pun berhasil meringkus komplotan pembantainya. Modus pelaku yakni ingin menguasai angkot korban. Kapolres Subang, AKBP Muhammad Joni didampingi Kasatreskrim AKP M Ilyas Rustiandi dan Kasubag Humas AKP Udi menjelaskan, Senin (23/10/17), pihaknya setelah mengetahui beberapa identitas dari barang bukti angkot yang ditemukan di Karawang. Anggota pun langsung bekerjasama Tim Jatanras Polda Bandar Lampung untuk membekuk empat terduga yang dua di antaranya wanita muda putus sekolah, di Cilegon, Banten, dan Lampung. Keempatnya masing-masing  DPA (24), San (24), dan dua remaja putri yang masing-masing masing masih di bawah umur, karena baru 16 tahun. Awalnya tersangka  yang bermukim di Cilegon, Banten, DPA terlebih dahulu ditangkap dan dikembangkan serta mengarah ke tersangka lainnya yang kabur ke Lampung. “Akhirnya kita berhasil mengamankan empat terduga pelaku dua di antaranya wanita muda putus sekolah,” jelas Kapolres. Dari tangan pelaku, pihaknya mengamankan barang bukti berupa 1 lembar Kartu Indonesia Sehat, Kartu E-Money Bank Mandiri, SIM dan KTP atas nama Slamet Badowi, 2 buah hp merk LG warna hitam, kendaraan angkot, sepasang sandal jepit milik korban, pisau, tali plastik dan kerudung hitam. Keempatnya memiliki peran sendiri-sendiri sebagai eksekutor sedangkan dua terduga wanita turut serta menutup pintu angkot saat korban dieksekusi dengan cara leher dijerat tali plastik dan ditusuk pisau pada bagian perut sebanyak tiga kali. “Mereka diancam pasal berlapis, Pasal 365 ayat (3) dan atau Pasal 338 jo 55 jo 56 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara dan seumur hidup. Untuk 2 wanita dipisah perkaranya,” jelasnya. Di Pinggir Tol Cipali Sebagaimana pernah diberitakan, sesosok mayat pria tanpa indentitas dengan luka tusukan dan bekas jeratan ditemukan petugas PT Lintas Marga Sedaya (LMS) Tol Cipali di parit atau saluran air pinggir jalan tol Km 83.600 tetaptnya di daerah Gandaria, Desa Karang Mukti Kecamatan Cipeundeuy, Subang, Senin (9/10/17) siang. Mayat pertama kali terlihat oleh pengguna jalan tol yang melintas dari Cirebon menuju Jakarta. Pengendara itupun akhirnya memberitahukan ke petugas patroli PT LMS dan langsung menuju tempat kejadian perkara. Petugas operator jalan tol pun setelah meyakini adanya mayat melaporkan ke Mapolsek Cipeundeuy. Petugas yang dipimpin langsung Kapolsek Cipeundeuy, Kompol Undang Sudrajat segera mengamankan dan olah tempat kejadian perkara. Tidak ditemukan identitas dari mayat yang memakai kaos lengan panjang warna ungu dan celana jeans biru. Tidak jauh dari korban ditemukan tali plastik warna biru, bantal busa warna ungu kuning, sandal jepit warna putih biru, kain warna hitam, celana levist warna biru, tisu bertetes darah dan plastik bekas kwaci warna biru putih. “Korban yang bertinggi badan sekira 165 sm saat ditemukan mengalami luka tusuk dibagian perut hingga ususnya keluar, serta luka tusuk di tangan kiri dan dada sebelah kiri serta luka jerat di leher. Diduga korban dianiayai di luar Subang dan dibuang ke sini,“ kata Kapolsek Cipeundeuy didampingi Kasatreskrim Polres Subang AKP Moch Ilyas Rustiandi. Korban pun dievakuasi ke Kamar Mayat RSUD Subang guna penyidikan lebih lanjut, serta kepada siapapun yang merasa kehilangan sanak keluarganya sesuai dengan cirri-ciri diatas bisa menghubungi Polsek Cipeundeuy atau Polres Subang.

Disisi lain, masalah yang timbul dari aktivitas Freeport yang berlangsung dalam kurun waktu lama ini, diantaranya penerimaan negara yang tidak optimal dan peran negara/BUMN untuk ikut mengelola tambang yang sangat minim, serta dampak lingkungan yang luarbiasa. Kerusakan bentang alam seluas 166 km persegi di DAS sungai Ajkwa yang meliputi pengunungan Grasberg dan Ersberg. Cadangan emas yang dikelola Freeport termasuk di dalam 50% cadangan emas di kepulauan Indonesia. Dari hasil luar biasa banyak tersebut, yang masuk APBN sangat sedikit, alias sepersekian dari hasil sesungguhnya, belum lagi korupsi yang dilakukan oleh para pejabat.

seperti di kutip dari http://www.kabartrending.com

Dalam histori, Bung Karno berapi-api untuk membebaskan Irian Barat. Yang mana juga dibantu oleh Nikita Kruschev (Rusia). Dan setelah berhasil dibebaskan apakah saudara-saudara kita di timur Indonesia tersebut dilepas begitu saja, dibiarkan begitu saja. Dan bertahun-tahun hidup dalam kemiskinan. Sementara para pemegang saham asing di Freeport berlomba-lomba mengakumulasi laba, dimana? Di Indonesia, di tanah Papua. Tidak kah kita meneteskan air mata, ketika saudara-saudara disana makan umbi-umbian, pendidikan yang minim, dan sebagainya, secara terus menerus. Sudah saatnya bangkit!

Related Posts

Comments are closed.