Ingin Gus Ipul Menang, Kiai Kampung Minta Mega Ngantor di Jatim

Ingin Gus Ipul Menang, Kiai Kampung Minta Mega Ngantor di Jatim

Forum Komunikasi Kiai Kampung Jawa Timur (FK3JT) menyatakan dukungannya terhadap pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno menang Pilgub Jatim. Mereka juga meminta Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri berkantor di Jatim. “Keputusan DPP PDI Perjuangan untuk all out di pemilihan gubernur Jawa Timur memenangkan Gus Ipul dan Mbak Puti dengan angka yang mutlak,” kata Ketua FK3JT KH Fahrur Rozi kepada wartawan di Surabaya, Sabtu (27/1/2018). Kiai yang biasa disapa Gus Fahrur ini menerangkan, mengacu pada Pemilihan Gubernur DKI Jakarta, PDIP dan Megawati dinilai kurang optimal memenangkan Ahok-Djarot. “Kami mengacu pada Pilgub DKI Jakarta, yang menurut saya PDI Perjuangan dan Bu Mega kurang optimal,” ujarnya. Dia tidak ingin kejadian itu terulang lagi di Jawa Timur. Megawati diharapkan ‘ngantor’ di Jatim untuk memenangkan Gus Ipul sebagai gubernur dan Puti yang juga keponakannya itu. “Saya berharap beliau ngantor di Jawa Timur. Jawa Timur ini kan terutama di Blitar seperti daerah beliau sendiri,” kata Gus Fahrur. “Harapan saya ini, mudah-mudahan didengar oleh beliau,” jelasnya.

Surabaya (beritajatim.com) – Forum Komunikasi Kiai Kampung Jawa Timur (FK3JT) meminta kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri agar berkantor di Surabaya selama pilgub Jatim 2018. Hal ini untuk pemenangan pasangan cagub dan cawagub Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno (Mbak Puti). Bagaimana dengan ketua umum PKB, Gerindra dan PKS yang juga mendukung duet religius-nasionalis tersebut? “Ketua Umum PKB Cak Imin, Ketua Umum Partai Gerindra Pak Prabowo Subianto dan Presiden PKS Ustadz Shohibul Imam kalau mau berkantor juga di Jatim, malah lebih baik. Jatim adalah barometer politik menjelang Pemilu 2019. Lebih cepat lebih baik Bu Mega bisa ngantor dan roadshow politik di Jatim,” kata Koordinator FK3JT KH Fahrur Rozie (Gus Fahrur) kepada wartawan di RM Sari Nusantara Surabaya, Sabtu (27/1/2018). Pihaknya mengaku optimistis pasangan Gus Ipul-Mbak Puti menang mutlak di pilgub Jatim 2018 melawan rival kuatnya Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak. “Jatim adalah basisnya kaum Nahdliyyin dan nasionalis. Kakek Mbak Puti adalah Bung Karno yang dilahirkan di Surabaya dan dimakamkan di Blitar. Gus Ipul sendiri adalah cicit pendiri NU, KH Bisri Syansuri. Pasangan ini direstui oleh para kiai-kiai khos NU di Jatim,” pungkas pengasuh Ponpes Canga’an Bangil, Pasuruan ini. [tok/suf]

SURABAYA, iNews.id – Forum Komunikasi Kiai Kampung Jawa Timur (FK3JT) berharap Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri turun gunung untuk memenangkan pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Puti Guntur Soekarno. Intervensi Megawati akan membuat simpul dukungan Gus Ipul-Puti di Jawa Timur (Jatim) menguat. Koordinator FK3JT KH Fahrur Rozie mengatakan, Jawa Timur merupakan tempat kelahiran Bung Karno. Presiden Pertama Republik Indonesia (RI) itu lahir di Surabaya dan ketika meninggal dunia dimakamkan di Blitar sehingga ikatan historis antara PDIP dengan Jatim tidak mudah dipisahkan. “Selain itu, Puti adalah keponakan dari Bu Megawati sehingga harus bisa menang. Maka sangat penting Bu Mega turun ke Jatim. Kalau perlu ngantor di sini,” kata Rozie, Sabtu (27/1/2018). Secara kultural, Jatim merupakan basis kaum Nahdliyin dan nasionalis. Kedua basis massa ini terwakili oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan PDIP. “Kalau bisa, semua ketua umum partai yang mengusung Saifullah Yusuf-Puti, bisa turun ke Jatim. Tapi yang paling mendesak adalah Megawati harus turun langsung,” ucapnya. Di tempat terpisah, Bakal Calon (Balon) Gubernur Jatim Saifullah Yusuf intensif menyapa masyarakat. Wakil gubernur Jatim itu menghadiri Pelatihan Senam Irama Gembira Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) di Hall Zaitun Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. “Saya minta seluruh guru sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) untuk menyebarkan semangat hidup sehat sejak dini kepada siswa-siswi didiknya,” kata Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuf. Gus Ipul mengatakan, penting membiasakan hidup sehat sejak dini. Tren penyakit saat ini tidak sama seperti beberapa tahun silam. “Jika dulu penyakit yang menyebabkan kematian itu disebabkan penyakit menular, seperti malaria atau paru-paru, sekarang malah penyakit yang tidak menular,” katanya.

Anggota persaudaraan Alumni 212 Eggi Sudjana mengalami serangan jantung ringan dan dilarikan ke RS Harapan Kita. Kini, dia sudah dipindahkan dari Instalasi Gawat Darurat (IGD) ke ruang perawatan untuk menjalani rawat inap. “Alhamdulillah sudah enakan. Jadi sudah pindah dari IGD ke ruangan, jadi Insyaallah bisa ada perbaikan yang signifikan lah. Kan yang paling berbahaya bisa kayak almarhum Sys NS. Alhamdulilah langsung ditangani tadi. Problem berikutnya ya itu, gula darah juga tinggi,” ucap Eggi kepada detikcom, Sabtu (27/1/2018). Namun, Eggi enggan menyebut di ruangan mana di dirawat. Dia khawatir akan banyak yang datang dan menjenguk. Eggi kemudian menceritakan kronologi serangan sakitnya tadi. “Saya telepon dr Hariman Siregar, terus saya telepon anak saya kan juga dokter. Ini katanya RS terbaik jantung. Karena saya nggak ada riwayat sakit jantung. Dan ini pun buka spesifik karena jantung. Karena indikasinya itu dadanya panas sampai ke tenggorokan. Nah, itu bisa juga asam lambung. Ternyata setelah diperiksa, ini serangan jantung ringan,” papar Eggi. Menurutnya, tidak ada tanda-tanda serangan jantung pada umumnya, seperti keringat dingin misalnya. Dia pun datang tanpa ada yang mengantar. “Jadi saya datang sendiri atas arahan dr Hariman Siregar,” ujarnya. Eggi pun masih harus beristirahat untuk memulihkan kondisi kesehatannya. Hingga kini disebutnya masih ada beberapa orang yang menunggui. “Yang nunggu ada sahabat saya Andre (Wasekjen Gerindra, Andre Rosiade) tuh dari Gerindra. Sama istri dan anak-anak,” ucapnya. Sebelumnya, Eggi sempat menggelar jumpa pers bersama Persaudaraan Alumni 212 di Masjid Al-Ittihad, Tebet, Jakarta Selatan. Ia sempat menyampaikan perihal kabar kepulangan Habib Rizieq Syihab ke Indonesia. Usai acara itulah, Sekretaris Umum Persaudaraan Alumni 212, Bernard Abdul Jabbar emnyebut serangan jantung Eggi terjadi.

Menjelang pengumuman kepengurusan baru Partai Golkar, para kader Golkar mulai merapat ke kantor DPP Partai Golkar. Elite-elite juga terlihat hadir. Dari pantauan, beberapa tokoh Partai Golkar sudah hadir, di antaranya Lodewijk Freidrich Paulus yang akan didapuk menjadi sekjen, Sarmuji, Roem Kono, Robert Kardinal, dan Yorrys Raweyai. Merekat tiba hampir bersamaan di kantor DPP Partai Golkar, Jl Anggrek Neli, Slipi, Jakarta Barat, Senin (22/1/2018). “Mudah-mudahan saya masih di jabatan ini, ya,” ujar Roem saat menghadiri kantor DPP Golkar. Ketum Golkar Airlangga Hartarto siap mengumumkan struktur pengurus DPP pukul 11.00 WIB ini. Revitalisasi akan dilakukan di tubuh partai setelah ia terpilih sebagai ketum melalui munaslub pada Desember lalu. Sebelumnya diberitakan, nama Lodewijk Freidrich disebut akan dipilih menjadi Sekjen Golkar. Eks Danjen Kopassus itu akan menggantikan Idrus Marham, yang saat ini menjabat Mensos. “Ya, saya dapat informasi demikian (Lodewijk menjadi Sekjen Golkar), tapi tentu kita harus mendengarkan resmi, pengumuman resmi dari Ketum Pak Airlangga sendiri,” terang Wasekjen Golkar demisioner Ace Hasan Syadzily.

Anggota persaudaraan Alumni 212 Eggi Sudjana mengalami serangan jantung ringan. Eggi dilarikan dan dirawat di RS Harapan Kita. “Tadi agak kelelahan, beliau selama 2 hari ini mukernas Presidium 212. Habis jumpa pers, beliau ada acara, cuma tiba-tiba merasa dadanya agak sesak dan dibawa ke RS Harapan Kita,” ujar Sekretaris Umum Persaudaraan Alumni 212, Bernard Abdul Jabbar saat dikonfirmasi, Sabtu (27/1/2018). Eggi Sudjana dilarikan ke RS. Foto: Dok. Istimewa Bernard memaparkan, beberapa hari terakhir Eggi beraktivitas hingga larut malam. Eggi dianjurkan banyak istirahat. [Gambas:Video 20detik] “Kondisinya sudah agak pulih dan harus banyak istirahat karena serangan jantung ringan,” ucap Bernard. Saat ini, Eggi masih dirawat di RS Harapan Kita. Hal ini disampaikan kerabat Eggi, Kapitra Ampera. [Gambas:Video 20detik] “Masih dirawat, tadi sore dibawa ke RS,” kata Kapitra. Sebelumnya, Eggi sempat menggelar jumpa pers bersama Persaudaraan Alumni 212 di Masjid Al-Ittihad, Tebet, Jakarta Selatan. Ia sempat menyampaikan perihal kabar kepulangan Habib Rizieq Syihab ke Indonesia.

Persaudaraan Alumni 212, melalui Dewan Pembina Habib Rizieq Syihab, punya peta politik untuk Pilkada 2018. Seperti apa gambarannya? Peta politik itu dibacakan Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif dalam jumpa pers di Masjid Al-Ittihad, Tebet, Jaksel, Sabtu (27/1/2018). Tema dari peta politik itu lantaran koalisi 212 yang permanen secara nasional di semua daerah, sebagaimana harapan para ulama dan umat Islam, gagal dibentuk karena beberapa kendala. “Namun yang demikian itu tidak mengurangi semangat juang para mujahid (lelaki) dan mujahidah (perempuan) 212 untuk tetap pada prinsip pemenangan umat Islam secara politik,” ujar Slamet. [Gambas:Video 20detik] Ada 7 pemetaan politik di 17 daerah yang menjalani Pilgub 2018 versi Rizieq yang dibacakan Slamet. Berikut ini lengkapnya: 1. Koalisi 212 utuh tanpa ditunggangi partai pendukung penista agama, seperti di Jawa Barat, Kalimantan Timur, dan Maluku Utara. 2. Koalisi 212 utuh tapi ditumpangi partai pendukung penista agama, seperti di Jawa Tengah, Sumatera Utara, dan Sulawesi Tengah. 3. Koalisi 212 terbelah sehingga sebagian koalisi 212 tanpa partai pendukung penista agama dan koalisi 212 sebagian lagi ditumpangi oleh partai pendukung penista agama, seperti di Sumatera Selatan dan Maluku Utara. [Gambas:Video 20detik] 4. Koalisi 212 terpecah sehingga masing-masing koalisi dengan partai pendukung penista agama, seperti di Riau, Lampung, Jatim, NTB, Sulawesi Selatan, dan Maluku. 5. Koalisi 212 tidak berarti karena fokus di cagub-cawagub muslim melawan cagub-cawagub muslim, seperti di Kalimantan Barat. 6. Koalisi 212 tidak berarti karena semua calon nonmuslim sehingga fokus kepada ‘Akhoffudh Dhororain’ (mudarat yang lebih ringan), seperti di Papua dan NTT. 7. Pilkada di tingkat kota dan kabupaten juga mengalami situasi seperti di atas, sehingga penyikapannya tidak akan mengikuti kaidah yang sama. [Gambas:Video 20detik] Terkait tujuh peta politik pilkada itu, Slamet mengatakan pihaknya akan menyikapinya secara berbeda-beda. Yang terpenting, menurutnya, adalah koalisi 212 dapat memenangkannya. “Kalau koalisi itu terpecah, terbelah atau tersingkirkan maka penyikapannya berbeda,” sebut dia. Foto: Gibran/detikcom

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo keberatan kalau usulannya menunjuk dua penjabat (Pj) gubernur dari kepolisian disebut untuk mengamankan suara PDIP. Tjahjo menepis kalau ada anggapan seperti isu tersebut. “Nggak ada anggapan. Semua orang punya anggapan tapi yang saya lakukan semua orang punya aturan bahwa pejabat manapun, kementerian, lembaga di bawah menteri dan Kapolri, di bawah Panglima TNI adalah Eselon I. Apakah dia Sesneg kayak di kepolisian, semua sama,” ujar Tjahjo di Tugu Proklamasi, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (27/1/2018). Pernyataan Tjahjo dilontarkan saat dia menjawab kalau ada anggapan usulannya soal Pj gubernur merupakan upaya mengamankan suara PDIP di dua daerah tersebut. Seperti diketahui, ada dua cagub merupakan kader PDIP yang maju di Pilgub Sumatera Utara dan Pilgub Jawa Barat. Tjahjo juga menganggap kebijakannya itu tak melanggar Undang-Undang apa pun. Bagi Tjahjo, dirinya hanya menjalankan kebijakan dengan sebaik-baiknya. Dia juga meminta latar belakangnya sebagai politikus senior PDIP tak dikaitkan dengan usulan Pj gubernur itu. Mantan sekjen PDIP itu siap bertanggung jawab dengan usulannya tersebut. “Jangan dilihat karena saya orang partai kemudian saya dukung partai, nggak ada. Kita untuk memenuhi kewajiban. Lucu kalau ada pejabat gubernur pensiun, apa yang mencalonkan diri, itu aja,” sebutnya. Tjahjo mengaku juga siap disanksi Presiden Jokowi apabila usulannya mengajukan 2 jenderal polisi jadi Pj Gubernur. Yang jelas, ia menyebut sudah mematuhi peraturan yang berlaku. “Kalau apa yang saya sampaikan salah, saya terima. Kalau melanggar, melanggar yang mana? Yang penting aturan, aturan mana keputusan ada pada presiden melalui Menseneg. Saya siap mau diberi sanksi, mau dianggap salah, mau dianggap… kami siap,” kata dia. Ada dua anggota Polri aktif yang diusulkan Tjahjo jadi Pj gubernur. Yang pertama adalah Irjen M Iriawan untuk daerah Jawa Barat dan yang kedua Irjen Martuani Sormin untuk Sumatera Utara. Ini baru sebatas usulan Tjahjo karena gubernur di dua daerah itu akan habis masa jabatan mereka sebelum Pilkada 2018 digelar.

Related Posts

Comments are closed.