Inflasi Inti AS Melambat di November 2017

Inflasi Inti AS Melambat di November 2017

Washington: Inflasi inti Amerika Serikat (AS) secara tak terduga melambat pada November. Hal itu terjadi karena turunnya harga pakaian, tarif pesawat terbang, dan perabot rumah tangga, meredam harapan bahwa bank sentral AS dapat menaikkan tingkat suku bunga pada laju yang lebih cepat tahun depan.

Mengutip Antara , Kamis, 14 Desember 2017, indeks harga konsumen (IHK) inti, yang tidak termasuk komponen makanan dan energi yang mudah berubah, meningkat 0,1 persen dalam basis disesuaikan secara musiman pada November dari bulan sebelumnya, dan 1,7 persen dari tahun sebelumnya, Departemen Tenaga Kerja mengatakan.

Pada Oktober, IHK inti naik 0,2 persen dari bulan sebelumnya serta 1,8 persen dari tahun sebelumnya. Inflasi moderat tahun ini telah menimbulkan kekhawatiran di antara beberapa pejabat Federal Reserve AS bahwa menaikkan suku bunga terlalu cepat bisa terlalu menekan inflasi.

The Fed memutuskan untuk menaikkan suku bunga pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB) untuk ketiga kalinya tahun ini dan diperkirakan akan menaikkan suku bunga tiga kali lagi pada 2018. Tentu kenaikan itu akan melalui proses pembahasan yang mendalam dan sejalan dengan kondisi perekonomian.

Pejabat-pejabat bank sentral masih membayangkan kenaikan tiga lagi kenaikan suku bunga pada 2018, tidak berubah dari perkiraan mereka di September, menurut proyeksi kuartalan terbaru yang dirilis pada Rabu. Para pejabat Fed terus mempertahankan penilaian positif mengenai ekonomi dan pasar kerja secara keseluruhan dan tetap prihatin atas atas angka inflasi.

“Informasi yang diterima sejak Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) bertemu pada November mengindikasikan bahwa pasar tenaga kerja terus menguat dan aktivitas ekonomi telah meningkat pada tingkat yang solid,” kata pernyataan tersebut.

Menurut perkiraan para pejabat, ekonomi AS akan tumbuh 2,5 persen baik pada 2017 maupun pada 2018, lebih tinggi dari perkiraan mereka pada September yang memproyeksikan pertumbuhan 2,4 persen untuk 2017 dan 2,1 persen untuk 2018.

seperti di kutip dari http://ekonomi.metrotvnews.com

Related Posts

Comments are closed.