Ical Dukung Novanto Ajukan JC dalam Kasus e-KTP

Ical Dukung Novanto Ajukan JC dalam Kasus e-KTP

Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie alias Ical mendukung terdakwa Setya Novanto mengajukan permohonan menjadi justice collaborator (JC) dalam kasus korupsi proyek e-KTP. Ical berharap kasus korupsi itu segera dibuka. “Ya, saya mendukung semuanya yang terbaik untuk bangsa-negara ini, biar terbuka semuanya,” ucap Ical di setelah menjenguk Ade Komarudin di RSPAD Gatot Soebroto, Jalan dr Abdul Rahman Saleh, Senen, Jakarta Pusat, Rabu (10/1/2018). Seperti diketahui, Novanto mengajukan permintaan menjadi JC kepada KPK. Namun KPK akan mempelajari permohonan JC mantan Ketum Golkar itu terlebih dulu. “SN sudah mengajukan surat secara resmi untuk memohon jadi JC. Tentu surat itu kita terima dulu. Kami membaca dan mempelajari serta menimbangkan hal tersebut,” ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Rabu (10/1). Novanto mengajukan permohonan menjadi JC dengan alasan akan bekerja sama dengan KPK untuk mengungkap pelaku kasus proyek e-KTP. Permohonan JC sendiri harus melihat syarat, yakni yang bersangkutan mengakui perbuatan, mau bekerja sama, dan pelaku mau membuka keterlibatan aktor besar. “Sudah kami susun draf JC. Alasannya ya apa saksi pelaku bekerja samalah. Pastilah (bongkar pelaku) akan mengungkap,” kata kuasa hukum Setya Novanto, Firman Wijaya, kepada detikcom .

Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie alias Ical mendukung terdakwa Setya Novanto mengajukan permohonan menjadi justice collaborator (JC) dalam kasus korupsi proyek e-KTP. Ical berharap kasus korupsi itu segera dibuka. “Ya, saya mendukung semuanya yang terbaik untuk bangsa-negara ini, biar terbuka semuanya,” ucap Ical di setelah menjenguk Ade Komarudin di RSPAD Gatot Soebroto, Jalan dr Abdul Rahman Saleh, Senen, Jakarta Pusat, Rabu (10/1/2018). Seperti diketahui, Novanto mengajukan permintaan menjadi JC kepada KPK. Namun KPK akan mempelajari permohonan JC mantan Ketum Golkar itu terlebih dulu. “SN sudah mengajukan surat secara resmi untuk memohon jadi JC. Tentu surat itu kita terima dulu. Kami membaca dan mempelajari serta menimbangkan hal tersebut,” ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Rabu (10/1). Novanto mengajukan permohonan menjadi JC dengan alasan akan bekerja sama dengan KPK untuk mengungkap pelaku kasus proyek e-KTP. Permohonan JC sendiri harus melihat syarat, yakni yang bersangkutan mengakui perbuatan, mau bekerja sama, dan pelaku mau membuka keterlibatan aktor besar. “Sudah kami susun draf JC. Alasannya ya apa saksi pelaku bekerja samalah. Pastilah (bongkar pelaku) akan mengungkap,” kata kuasa hukum Setya Novanto, Firman Wijaya, kepada detikcom .

KPK sudah menerima permohonan menjadi justice collaborator (JC) tersangka Setya Novanto untuk kasus korupsi proyek e-KTP. Namun KPK akan mempelajari permohonan JC Setya Novanto terlebih dulu. “SN sudah mengajukan surat secara resmi untuk memohon JC. Tentu surat itu kita terima dulu. Kami membaca dan mempelajari serta menimbangkan hal tersebut,” ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta, Rabu (10/1/2018). Febri mengaku saat ini pimpinan KPK sedang mempertimbangkan syarat permohonan JC tersebut. Permohonan JC juga harus melihat syarat, yakni tersangka mengakui perbuatan, pelaku mau bekerja sama, dan pelaku mau membuka keterlibatan aktor besar. “Pertama, syarat JC tersangka mengakui perbuatannya, prinsip JC pelaku mau bekerja sama. Kedua, pelaku mau terbuka terkait keterlibatan pihak lain, aktor lebih tinggi. Pelaku merupakan pelaku utama atau tidak,” ujar Febri. Meski begitu, Febri mengaku belum mengetahui aktor besar yang akan diungkap oleh Setya Novanto. Sebab, KPK baru menerima permohonan JC ini pada hari ini. “Kami belum sampai sana. Kami baru terima surat tersebut hari ini. Itu baru diajukan tadi, kita harus bicara rinci,” ujar Febri. Sebelumnya, Setya Novanto akan mengajukan permohonan menjadi JC untuk kasus korupsi proyek e-KTP kepada KPK. Alasannya, Setya Novanto akan bekerja sama dengan KPK mengungkap pelaku kasus proyek e-KTP. “Sudah kami susun draf JC. Alasannya ya apa saksi pelaku bekerja samalah. Pastilah (bongkar pelaku) akan mengungkap,” kata kuasa hukum Setya Novanto, Firman Wijaya, kepada detikcom hari ini.

Setya Novanto kembali melakukan manuver. Terdakwa kasus korupsi proyek e-KTP itu segera mengajukan diri sebagai justice collaborator atau saksi pelaku yang bekerja sama. “Sudah, draf (pengajuan justice collaborator ) sudah kita buat. Iya besoklah finalisasi. Pak Novanto juga sedang diperiksa kan,” ujar pengacara Novanto, Firman Wijaya, ketika dimintai konfirmasi, Rabu (10/1/2018). “Pak Novanto sudah lihat draf JC juga,” imbuh Firman. Peran justice collaborator cukup signifikan, yaitu mengungkap pelaku utama atau yang memiliki peran dominan dalam suatu kasus. Namun, untuk mendapatkan justice collaborator , salah satu syaratnya adalah bukan pelaku utama. Untuk itu, Firman menyebut Novanto ingin membongkar pelaku utama dalam perkara korupsi proyek e-KTP. “Alasannya ya apa, saksi pelaku bekerja samalah. Pastilah (bongkar pelaku) akan mengungkap,” kata Firman. Dalam persidangan terakhir, yaitu pada Kamis, 4 Januari, Novanto sempat menanggapi isi putusan sela dari majelis hakim. Saat itu, Novanto mengaku akan tertib mengikuti sidang. “Saya akan mengikuti secara tertib,” kata Novanto saat itu. Bahkan ketika tiba di KPK seusai persidangan, Novanto mengulangi pernyataannya tentang tertib mengikuti sidang. Menurut pengacara Novanto lainnya, Maqdir Ismail, sikap itu ditunjukkan Novanto dan harus dilihat sebagai niat baik untuk pengajuan justice collaborator . “Saya kira itu harus dilihat secara baik untuk jadi JC ( justice collaborator ), termasuk kooperatif, maksud kami tidak mau menimbulkan fitnah itu harus ada fakta dan harus ada bukti, kami tidak ingin menjadikan Pak Novanto bulan-bulanan difitnah seperti di sidang lain,” ujar Maqdir saat itu.

Related Posts

Comments are closed.