Hendak Edarkan 40 Paket Sabu, 2 Buruh Harian di Makassar Dibekuk

Hendak Edarkan 40 Paket Sabu, 2 Buruh Harian di Makassar Dibekuk

Dua orang buruh harian di kota Makassar, Sulawesi Selatan, ditangkap polisi. Mereka dibekuk saat akan mengedarkan narkoba dengan sebanyak 40 paket. Dua orang pelaku pengedar sabu yakni Yasfar (32) dan Ramlan (30), diciduk tim Reserse Narkoba Polrestabes Makassar, saat tengah menunggu pembelinya di jalanan. Kanit Dua Narkoba Polrestabes Makassar Iptu Muhammad Nawir mengatakan kedua pelaku diamankan di dua tempat berbeda. “Ada dua TKP, pertama di Jalan Tinumbu pada hari Rabu (24/1) dan hari Kamis (25/1) di Jalan Monginsidi Baru, mereka ini pengedar pemula,” ujar Muhammad Nawir, Jumat (26/1/2018). Barang bukti yang disita petugas dari kedua pengedar sabu di Makassar (Foto: Dok. Istimewa) Penangkapan kedua pelaku berawal dari informasi masyarakat. Setelah dilakukan penyelidikan dan penggeledahan tim narkoba berhasil mendapatkan 40 paket sabu. “Sering terjadi transaksi di dua TKP itu, hingga personel melakukan penyelidikan, ditemukan satu orang berdiri di pinggir lorong, diperiksa ditemukan satu tas kecil berisi 17 paket sabu. Di Monginsidi, modusnya sama sementara menunggu digeledah didapat 23 paket sabu,” lanjutnya. Sementara itu, dari hasil pengakuan kedua buruh harian tersebut baru mencoba-coba untuk menjadi seorang pengedar sabu-sabu. “Mereka ini keduanya buruh harian, menurut dia sudah beberapa dijual selama satu minggu ini. Keduanya baru mencoba menjadi pengedar,” tutur Muhammad Nawir. Atas perbuatannya, kedua pelaku pengedar ini terancam pasal 114, 112 ayat 1 UU 35/2009 tentang narkotika. Keduanya terancam hukuman 13 tahun penjara.

Dua orang buruh harian di kota Makassar, Sulawesi Selatan, ditangkap polisi. Mereka dibekuk saat akan mengedarkan narkoba dengan sebanyak 40 paket. Dua orang pelaku pengedar sabu yakni Yasfar (32) dan Ramlan (30), diciduk tim Reserse Narkoba Polrestabes Makassar, saat tengah menunggu pembelinya di jalanan. Kanit Dua Narkoba Polrestabes Makassar Iptu Muhammad Nawir mengatakan kedua pelaku diamankan di dua tempat berbeda. “Ada dua TKP, pertama di Jalan Tinumbu pada hari Rabu (24/1) dan hari Kamis (25/1) di Jalan Monginsidi Baru, mereka ini pengedar pemula,” ujar Muhammad Nawir, Jumat (26/1/2018). Barang bukti yang disita petugas dari kedua pengedar sabu di Makassar (Foto: Dok. Istimewa) Penangkapan kedua pelaku berawal dari informasi masyarakat. Setelah dilakukan penyelidikan dan penggeledahan tim narkoba berhasil mendapatkan 40 paket sabu. “Sering terjadi transaksi di dua TKP itu, hingga personel melakukan penyelidikan, ditemukan satu orang berdiri di pinggir lorong, diperiksa ditemukan satu tas kecil berisi 17 paket sabu. Di Monginsidi, modusnya sama sementara menunggu digeledah didapat 23 paket sabu,” lanjutnya. Sementara itu, dari hasil pengakuan kedua buruh harian tersebut baru mencoba-coba untuk menjadi seorang pengedar sabu-sabu. “Mereka ini keduanya buruh harian, menurut dia sudah beberapa dijual selama satu minggu ini. Keduanya baru mencoba menjadi pengedar,” tutur Muhammad Nawir. Atas perbuatannya, kedua pelaku pengedar ini terancam pasal 114, 112 ayat 1 UU 35/2009 tentang narkotika. Keduanya terancam hukuman 13 tahun penjara.

Jagoan baru dari lini notebook gaming ROG Solopos.com, JAKARTA- Para penggemar ROG alias brand notebook gaming Republic of Gamers patut berbahagia. Pasalnya, mereka akan kedatangan jagoan baru dari lini notebook gaming ROG, yang membawa perubahan keren baik dari sisi desain maupun jeroan mesin. Perkenalkan, ini adalah ASUS ROG Strix GL503VD. Davina Larissa Rolos, Product Marketing mengatakan, dibanding versi sebelumnya, ASUS ROG Strix GL503 mendapatkan polesan baru yang lebih ciamik, khususnya dalam aspek desain. Penerus ASUS ROG Strix GL553VD ini sedikit mengadopsi desain ala ROG GX501 Zephyrus di bagian cover-nya. “Sehingga tidak hanya terlihat lebih menarik, tetapi sekaligus juga lebih modern dan elegan,” papar dia dalam rilis yang diterima Solopos.com, Jumat (26/1/2018). ASUS ROG Strix GL503 dipersiapkan untuk para gamer profesional yang memiliki motivasi dan minat yang tinggi untuk menjadi seorang juara. Penyegaran pada desain, dapat ditemui pada tampilan cover depan hingga bobot serta dimensi dan portabilitasnya. Pembaruan pada desain kali ini, membuat ASUS ROG Strix GL503VD tidak hanya cocok digunakan para gamers saja. Konten kreator hingga kaum profesional pun bisa menenteng laptop canggih ini dengan rasa prestise yang tinggi. Sebab dari sisi performa, spesifikasi yang ditanamkannya sudah sangat juara untuk mengolah sistem komputasi dan gaming, di lain sisi aspek portabilitasnya membantu para profesional untuk terus produktif dimanapun berada. Secara keseluruhan, perangkat ini memiliki berat hanya 2,3kg dengan dimensi atau ketebalan 2,3cm. Logo ROG yang biasanya terletak di tengah, kini bergeser sedikit ke kanan cover yang dibelah dengan garis diagonal sehingga menimbulkan kesan tangguh. Sementara peningkatan pada performa, dapat ditemui pada penyematan prosesor Intel Core i7 generasi ke-7 dan kartu grafis Nvidia GTX1050. Kolaborasi keduanya, mampu memberikan kinerja sistem olah komputasi maupun gaming yang andal dan memuaskan secara keseluruhan. Di Indonesia, produk ini dibanderol dengan harga mulai dari Rp15,799 juta rupiah dan telah tersedia di pasaran di seluruh Indonesia. lowongan pekerjaan dr. NORMA AESTHETIC CLINIC, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Korban adalah Martin Bonjoe (25), pembalap sepeda asal Filipina. Anggota tim dari Seven Eleven tersebut mengalami luka akibat kecelakaan dengan sesama pembalap sepeda lainnya saat melintasi jalur Mejayan-Saradan Kabupaten Madiun. Adapun pembalap lainnya yang terlibat kecelakaan dapat melanjutkan perjalanan lomba ke etape selanjutnya “Begitu ada kecelakaan, ada satu yang tidak bisa bangun dan tim dokter langsung datang, lalu membawa ke rumah sakit, jadi prosesnya cepat,” kata anggota tim medis TdI 2018 dr. Rico Sihombing kepada di RSUD Caruban, Jumat.

Related Posts

Comments are closed.