Head to Head Jokowi dan Prabowo dalam Survei Tahun 2015-2018

Head to Head Jokowi dan Prabowo dalam Survei Tahun 2015-2018

Semakin mendekati tahun politik, survei elektabilitas calon presiden semakin banyak. Tetapi rupanya, sejak 2015 nama yang selalu muncul hanya dua: Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto. Jokowi dan Prabowo pernah bertanding dalam Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2014. Saat itu pemenangnya adalah Jokowi yang kini menjadi Presiden ke-7 RI. Pilpres 2019 diprediksi bakal menghadapkan kedua figur itu lagi. Tapi bukan tak mungkin muncul poros lain yang juga akan berlaga. detikcom merangkum sederet survei elektabilitas capres dari tahun 2015 hingga yang terkini di tahun 2018. Memang ada nama-nama lagi selain Jokowi dan Prabowo, namun tak selalu muncul di setiap survei. Berikut hasil survei ‘ head to head ‘ antara Jokowi dengan Prabowo dalam survei sejak tahun 2015 hingga awal 2018: 2015 1. Survei Indo Barometer Waktu: 15-25 Maret 2015 Metode: multistage random sampling Responden: 1.200 Margin of Error: 3% Hasil: Joko Widodo: 45,8% Prabowo Subianto: 30% 2. Survei CSIS Waktu: 14-21 Oktober 2015 Metode: multistage random sampling Responden: 1.183 di 34 provinsi Margin of Error: 2,85% Hasil: Joko Widodo: 36,1% Prabowo Subianto: 28% 3. Survei Populi Waktu: 15-22 Oktober 2015 Metode: wawancara tatap muka Responden: 1.200 Margin of Error: 2,9% Hasil: Joko Widodo: 36,6% Prabowo Subianto: 24,3% 2016

Semakin mendekati tahun politik, survei elektabilitas calon presiden semakin banyak. Tetapi rupanya, sejak 2015 nama yang selalu muncul hanya dua: Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto. Jokowi dan Prabowo pernah bertanding dalam Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2014. Saat itu pemenangnya adalah Jokowi yang kini menjadi Presiden ke-7 RI. Pilpres 2019 diprediksi bakal menghadapkan kedua figur itu lagi. Tapi bukan tak mungkin muncul poros lain yang juga akan berlaga. detikcom merangkum sederet survei elektabilitas capres dari tahun 2015 hingga yang terkini di tahun 2018. Memang ada nama-nama lagi selain Jokowi dan Prabowo, namun tak selalu muncul di setiap survei. Berikut hasil survei ‘ head to head ‘ antara Jokowi dengan Prabowo dalam survei sejak tahun 2015 hingga awal 2018: 2015 1. Survei Indo Barometer Waktu: 15-25 Maret 2015 Metode: multistage random sampling Responden: 1.200 Margin of Error: 3% Hasil: Joko Widodo: 45,8% Prabowo Subianto: 30% 2. Survei CSIS Waktu: 14-21 Oktober 2015 Metode: multistage random sampling Responden: 1.183 di 34 provinsi Margin of Error: 2,85% Hasil: Joko Widodo: 36,1% Prabowo Subianto: 28% 3. Survei Populi Waktu: 15-22 Oktober 2015 Metode: wawancara tatap muka Responden: 1.200 Margin of Error: 2,9% Hasil: Joko Widodo: 36,6% Prabowo Subianto: 24,3% 2016

Sedangkan sebanyak 15,9 persen responden survei belum memutuskan pilihannya. Menurut Hasanuddin, hasil survei juga menunjukan bahwa mayoritas responden masih menginginkan Jokowi untuk kembali memimpin pada periode 2019-2024. “Harapan publik Indonesia apakah menginginkan Jokowi memimpin kembali ada di angka 68,4 persen dan sisanya 31,8 persen tidak menginginkan kembali,” katanya. Dukungan tersebut, kata Hasanuddin, paling banyak berasal dari daerah Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi. Sementara, daerah Sumatera, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua tidak menginginkan Jokowi memimpin kembali.

seperti di kutip dari https://www.cnnindonesia.com

Popularitas Jokowi Selain dari sisi elektabilitas, Hasanuddin melanjutkan, Jokowi juga unggul dalam hal popularitas. Mantan Wali Kota Solo itu meraih angka 98 persen, disusul Prabowo 94,8 persen, Jusuf Kalla 73,1 persen, AHY 71,9 persen, dan Anies Baswedan 64,9 persen. “Dari sisi popularitas hanya ada dua nama yang kuat, yaitu Jokowi dan Prabowo,” kata dia. Jokowi dan Prabowo, kata Hasanuddin, juga merupakan tokoh bakal capres yang dianggap paling layak dan disukai publik. Jokowi disukai oleh 62,8 persen pemilih dan dianggap layak oleh 59,8 persen pemilih. “Prabowo disukai oleh 52,9 persen pemilih dan dianggap layak oleh 46,2 persen pemilih. Tokoh lain yang disuka dan dianggap layak jadi capres jaraknya masih jauh,” imbuhnya.

seperti di kutip dari https://www.cnnindonesia.com

Jika disimulasikan dalam duel satu lawan satu atau head to head , Jokowi masih tetap unggul atas Prabowo, Anies, maupun Gatot. “Lawan terberat Jokowi dalam berbagai skenario simulasi masih Prabowo yang selalu di peringkat kedua,” ujar dia. Dalam survei ini, Hasanuddin menjelaskan ada tiga pertimbangan utama pemilih dalam memilih sosok capres, yaitu jujur, dekat dengan rakyat dan bebas korupsi. Survei Alvara dilakukan dari 17 Januari sampai 7 Februari 2018 dengan melibatkan 2.203 responden melalui wawancara tatap muka dan kuesioner. Survei ini menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error sebesar 2 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Survei dilakukan serentak di seluruh provinsi di Indonesia dengan menggunakan data penduduk dari Badan Pusat Statistik.

seperti di kutip dari https://www.cnnindonesia.com

Sebelumnya, survei Poltracking Indonesia mengungkapkan bahwa Jokowi dan Prabowo masih menjadi kandidat terkuat calon presiden 2019. Dalam simulasi head to head kedua calon, elektabilitas Jokowi lebih unggul sebesar 57,6 persen dibandingkan Prabowo 33,7 persen. Di samping itu, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, pada Januari, mengungkapkan keunggulan Jokowi dalam hal elektabilitas dengan angka dukungan 48,5 persen. Sedangkan, gabungan capres lainnya hanya meraih 41,2 persen dukungan. (arh/asa)

Related Posts

Comments are closed.