Hakim Tanya soal Karaoke ke Anggota Tim BPK: Anda Mabuk Waktu Itu?

Hakim Tanya soal Karaoke ke Anggota Tim BPK: Anda Mabuk Waktu Itu?

Epi Sopian ditegur hakim karena jawabannya dinilai berbelit-belit. Epi merupakan anggota tim pemeriksa BPK yang ikut karaoke bersama sejumlah pihak dari PT Jasa Marga. Awalnya, jaksa melakukan konfirmasi apakah Epi ikut menikmati fasilitas karaoke di Havana Karaoke di Bandung. Epi mengaku tidak tahu dan hanya datang ke Cikarang lalu pergi. “Saya nggak tahu tempat namanya. Saya mampir terus saya pergi ke ini karena nginap di Cikarang,” ucap Epi ketika bersaksi dalam sidang lanjutan terdakwa Setia Budi (Eks GM PT Jasa Marga cabang Purbaleunyi) di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (25/1/2018). Namun, hakim mengambil alih pertanyaan jaksa. Hakim meminta agar Epi menjawab dengan ringkas dan lugas. “Jawab jangan pakai muter-muter, kelamaan nanti,” tegur hakim. Hakim kemudian menanyakan pada auditor BPK Sigit Yugoharto–yang memimpin tim pemeriksa auditor tersebut–apakah Epi ikut saat karaoke itu. Menurut Sigit, ada 4 kali karaoke yang difasilitasi Jasa Marga dan Epi selalu ikut. “Anda lihat sendiri 4 kali itu?” tanya hakim. “Lihat sendiri,” jawab Sigit. Setelahnya, hakim kembali bertanya pada Epi. Seketika jawaban Epi pun berubah. “Benar itu (keterangan Sigit)?” tanya hakim. “Saya seingat saya 2 kali mampir tapi pulang cepat,” jawab Epi. “Saya nggak tanya mampir. Ikut hadir nggak?” tanya hakim lagi. “Datang terus pulang duluan,” jawab Epi. “4 kali?” tanya hakim lagi. “Setahu saya sih 2 kali,” ucap Epi. “Setahu, seingat, yang 2 kali nggak ingat. Mabuk kali waktu itu?” ucap hakim. “Saya nggak ini karena ada lambung saya,” ujar Epi Kemudian, hakim kembali bertanya ke Sigit karaoke itu apakah untuk hiburan saja atau ada yang dibahas. Menurut Sigit fasilitas karaoke cuma untuk hiburan saja. “Hiburan semata,” ucap Sigit.

Perawat pelaku pelecehan terhadap pasien National Hospitas di Surabaya dijerat pasal 290 KUHP. Perawat yang sudah bekerja lebih 5 tahun itu diancam hukuman 7 tahun penjara. “Akan kita kenakan Pasal 290 KUHP ancaman mencabuli orang dalam keadaan tidak sadar dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun,” kata Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (25/1/2018). Kasus pelecehan seksual terhadap pasien yang dilakukan perawat dilakukan di salah satu ruang pemulihann saat pasien dalam keadaan belum sadar akibat pengaruh obat bius. “Kami mengkonfirmasi ke pelapor memang benar mengalami pelecehan seksual yang diduga dialami,” ujarnya. Untuk itu jelas Rudi, pihaknya akan segera melakukan pendalaman dan melakukan pemeriksaan saksi dari korban serta manajemen rumah sakit.

Dua perusahaan Jepang menyodorkan empat perempuan kepada Sukarno usai kesepakatan pampasan perang Jepang kepada Indonesia disepakati, 1958. Sukarno mengawini salah satunya dan seorang lagi bunuh diri karena kecewa. Dua perusahaan ini adalah Kinoshita Trading Company milik Kinosita Sigeru dan Tonichi Trading Company milik Kubo Masao. Kinoshita merupakan sebuah perusahaan kelas menengah, sedangkan Tonichi perusahaan kecil yang baru lahir pada 1952. Kehadiran kedua perusahaan ini dinilai cukup janggal sebab proyek perbaikan atas pampasan perang itu cukup besar harusnya perusahaan sekelas Mitsui, Mitsubishi, Sumitomo Trading, dan lainnya. Akademisi Universitas Akita, Yoshimi Miyake, menyebutkan dalam artikelnya berjudul Aspek Politik dan Budaya Kompensasi Perang Jepang Kepada Indonesia kiprah kedua perusahaan mendekati Sukarno cukup fantastis. Mereka tidak hanya mengandalkan kedekatan politik dengan petinggi Jepang tetapi juga menyodorkan perempuan kepada Sukarno. “Yang lebih penting, mereka mendengar Sukarno tertarik dengan perempuan, Kinoshita memperkenalkan dengan seorang model, Kanase Sakiko, kepada Sukarno di Kyoto pada 1968,” tulis Yoshimi. Pada akhir 1958, Kanase berangkat ke Jakarta menjadi perempuan simpanan Sukarno. Ia terdaftar sebagai guru pribadi salah satu anak karyawan Kinoshita di Jakarta. Kanase dipanggil sebagai Bu Basuki, tulis Yoshimi. Kinoshita-pun sangat royal menyambut rombongan Sukarno dan partainya di Jepang pada 1958. Ia membelanjakan sekitar 100.000 dollar AS selama mereka tinggal. Akibat pemborosan ini Kinoshita gagal bersaing memperebutkan proyek yang didanai pampasan perang dengan perusahaan Mitsui. Modal Kinoshita tak hanya perempuan dan hiburan. Perusahaan ini memiliki hubungan erat dengan Perdana Menteri Jepang kala itu, Nobusuke Kishi. Jejak Kishi pada Perang Dunia II cukup kuat. Pada 1944 ia menjadi salah satu menteri di Kabinet Jenderal Tojo. Pasca perang dunia II, ia didakwa sebagai penjahat perang dan dipenjara di Sugamo. Setelah menghirup udara bebas, Kinoshita mengetahui Kishi tak dapat menduduki jabatan publik hingga 1952. Ia-pun menawarkan jabatan presiden perusahaan. Lantas pada 1952, Kishi duduk sebagai perdana menteri, kontak dengan Sukarno kemudian terjalin. Berbeda dengan Kinoshita yang memiliki jejaring politik kelas atas, Perusahaan Tonichi bertemu dengan Sukarno dengan cara unik. Salah satu dewan direksinya yang memiliki jaringan dunia bawah tanah, Yoshio Kodama, memberikan perlindungan dengan mengerahkan pengawalan Yakuza ketika Sukarno melakukan kunjungan pribadi ke Tokyo pada 1958. Keberhasilan ini membuat pemilik Tonichi, Kubo, memiliki akses pribadi kepada Sukarno. Ia-pun memperkenalkan Sukarno kepada Nemoto Naoko, gadis pekerja klub malam. Perkenalan ini dilanjutkan pertemuan dua kali di Hotel Imperial, Tokyo, Jepang. Setelah Sukarno pulang ke Indonesia, mereka saling berkirim surat. Hingga Sukarno memutuskan mengundang Nemoto ke Jakarta dan tinggal selama dua pekan dengan ditemani oleh Kubo. Kubo tahu perempuan adalah salah satu kelemahan Sukarno, ia-pun membawa dua perempuan Jepang lain. Namun Nemoto mengabarkan kepada Sukarno melalui surat yang ia kirimkan bahwa dirinya dimanfaatkan Kubo untuk kepentingan bisnis. Sukarno sendiri sudah terlanjur jatuh hati kepada Nemoto. Kehadiran Nemoto ini membuat Kanase, perempuan yang dikirim oleh Perusahaan Kinoshita berkecil hati. Enam belas hari kemudian, dia bunuh diri. Kabar ini sempat membuat Sukarno menangis, namun ia tetap mengawini Nemoto pada 1961 yang kemudian bernama Ratna Sari Dewi Sukarno. Duduknya Dewi sebagai istri Sukarno membuatnya menggenggam bisnis pengusaha Jepang di Indonenesia. Kabarnya, setiap pengusaha Jepang yang ingin berinvestasi harus bertandang ke Wisma Yaso, rumah yang dibangunkan Sukarno untuknya. Wisma itu kemudian menjadi Museum Satria Mandala. Foto: Infografis: Mindra Purnomo/detikcom Dalam wawancara dengan The Japan Time , media berbahasa Inggris terbesar di Jepang, Dewi mengaku dirinya merupakan seorang pekerja klub malam Kokusai Club di Akasaka sebelum bertemu dengan Sukarno. Pekerjaan ini dijalaninya karena butuh uang. Kehidupan Jepang pada tahun-tahun itu sangatl berat, kemiskinan merajalela. “Itu yang saya inginkan setelah mendengar berapa harga memesan sebuah meja, dan saya sadar, saya bisa mendapatkan 6.000 yen dalam semalam. Itu sama saja dengan pendapatan yang saya peroleh di Chiyoda selama sebulan,” ucap Dewi pada wawancara di rumahnya, Distrik Gotanda, Shinagawa Ward, Tokyo, pada 6 Januari 2002. Ia mengaku menikah secara diam-diam dengan Sukarno pada November 1959. Menurutnya Sukarno sudah berumur 57 tahun tapi penampilannya terlihat lebih muda dan menarik. Namun ia membantah jika terlibat politik selama bersama Sukarno. Menurutnya Presiden RI pertama itu tak hanya menyukainya karena kecantikan tetapi juga karakternya. Dewi mengaku demikian juga sebaliknya dan ia kini masih menyimpan 500 surat dari Sukarno yang disimpannya di loker sebuah bank.

Karaoke Kimura di Jalan Progo, Kota Madiun digerebek polisi. Dalam penggerebekan tersebut, polisi menemukan dua pasangan sedang melakukan hubungan badan di ruang VIP. “Iya, dini hari tadi kami mendatangi sebuah rumah karaoke di Kota Madiun,” ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera kepada detikcom, Kamis (25/1/2018). Barung juga membenarkan adanya dua pasangan yang sedang melakukan hubungan badan di sebuah ruang VIP karaoke tersebut. Mereka adalah dua pemandu lagu dan dua pengunjung. Polisi juga membawa 25 perempuan pemandu lagu, 1 mami, 1 kasir, dan 2 tamu. Karaoke Kimura digerebek diduga menjadi tempat mesum (Foto: istimewa) Sementara barang bukti yang dibawa adalah kondom, bra, celana dalam wanita, uang tunai, dan HP. Polisi melakukan penggerebekan karena karaoke tersebut disinyalir sering digunakan untuk tempat mesum. “Tempat karaoke kami police line. Semuanya kami bawa ke Polda Jatim. Kami sedang melakukan pemeriksaan,” tandas Barung.

Warganet dibuat tercengang dengan video viral pelecehan seksual yang diakui seorang pasien wanita di Rumah Sakit National Hospital. Pihak rumah sakit di Surabaya mengakui peristiwa tersebut. “Iya betul, dia oknum perawat. Sejak kejadian itu telah kita berhentikan,” kata CEO National Hospital, Hans Wijaya, saat dihubungi detikcom, Kamis (25/1/2018) siang. BACA JUGA: Viral Video Pelecehan Pasien Wanita yang Dibius Oleh Perawat Pria [Gambas:Video 20detik] Hans mengaku akan menindak tegas segala tindakan tidak senonoh tersebut. “Kami menindak tegas segala tindakan seperti itu,” tegasnya. Saat ditanya kapan peristiwa itu terjadi, Hans mengaku akan memberikan perkembangan. “Info lebih lanjut tunggu klarifikasi resmi dari rumah sakit ya,” tambahnya. Sebuah video viral menggambarkan pasien wanita duduk di ranjang tengah menangis menceritakan pelecehan seksual yang dialaminya. Tindakan tidak senonoh itu dilakukan oleh seorang perawat laki-laki. Pasien wanita yang masih diinfus itu duduk di atas ranjang didamping dua perawat.

Faturahman ditangkap polisi karena menganiaya polwan, Kompol Johana Latuharhary di Tol Karawaci. Pelaku yang merupakan sopir truk itu sempat meminta maaf kepada korban di RSUD Tangerang. Pertemuan keduanya terjadi di ruang ICU RSUD Tangerang, Jalan Ahmad Yani Tangerang, Kamis (25/1) sekitar pukul 12.30 WIB. Saat itu polisi membawa pelaku ke ruang tempat perawatan korban. Pelaku lalu mendekati, menyalami dan mencium tangan korban. Dia menyatakan penyesalannya sambil minta maaf. “Saya minta maaf bu, saya khilaf,” kata Faturahman kepada korban. Permintaan maaf pelaku itu langsung dibalas korban. Namun korban mengatakan proses hukum terhadap sang sopir truk akan tetap berjalan. “Iya saya maafkan, tapi proses hukum tetap berjalan,” ucap korban kepada pelaku. Pertemuan keduanya tak berlangsung lama. Polisi lalu membawa pelaku untuk menjalani pemeriksaan kesehatan. Faturahman ditangkap polisi pada Rabu (24/1) malam. Dia memukul Kompol Yohana Latuharhary setelah terlibat menyerempet mobil korban di Tol Karawaci. Tersangka memukul wajah korban dan membuat korban mengalami luka lebam. Dia dijerat pasal 531 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

Suami pasien korban pelecehan seksual di National Hospital Surabaya mengaku istrinya dipegang payudaranya oleh perawat pria. Bahkan pelaku memegang payudara 2 hingga 3 kali. “Dia (korban) operasi kandungan, dari ruang oprasi keluar di ruang pemulihan. Ranjangnya digeret pelaku itu. Setelah operasi kan bajunya setengah telanjang, diraba payudaranya 2-3 kali, istri saya terasa,” kata Yudi Wibowo Sukinto, suami korban di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (25/1/2018). [Gambas:Video 20detik] “Sebelum raba-raba dia tanya dulu. Orang mana, ibu darimana ngecek kesadaranya apa sudah pulas tidur. Tapi istri saya tidak berdaya,” ungkapnya. Yudi juga mengungkapkan identitas pelaku didapatkan setelah ia mendapat laporan dari istrinya yang ditindaklanjuti meminta data petugas medis ke manajemen rumah sakit. [Gambas:Video 20detik] “Kemarin kan begini itu saya minta data di managemen dan dikasih siapa itu pelaku calon tersangka. Sehingga manajemen memanggil ternyata diketahui namanya Junaidi perawat dari National Hospital,” ujar dia.

Seorang wanita pasien National Hospital menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan perawat pria. Siapa sangka, korban ternyata istri pengacara. Suami korban tersebut adalah Yudi Wibowo Sukinto. Tidak terima dengan perlakuan yang diterima istrinya, Yudi pun melaporkan kasus pelecehan seksual ini ke SPKT Polrestabes Surabaya. [Gambas:Video 20detik] dalam laporannya ke SPKT, Yudi melaporkan perbuatan asusila yang dilakukan Junaidi, perawat National Hospital, terhadap istrinya yang saat itu baru saja selesai menjalani operasi kandungan. “Dia (korban) operasi kandungan, dari ruang operasi keluar di ruang pemulihan. Setelah operasi kan bajunya setengah telanjang, diraba payudaranya 2-3 kali, istri saya terasa,” kata Yudi Wibowo Sukinto, usai melapor di SPKT Polrestabes Surabaya, Kamis (25/1/2018). [Gambas:Video 20detik] Yudi mengungkapkan rasa jengkelnya pada petugas medis yang sudah melecehkan istrinya yang saat itu dalam keadaan tidak sadar akibat obat bius. “Kurang ajar itu, perawat cabul. Bisa saja bukan hanya istri saya mungkin orang lain juga mengalami hal serupa,” ungkapnya. Meski merasa marah dan tidak terima dengan perilaku yang dialami istrinya, Yudi pasrah dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum ke kepolisian. “Kalau manusia bisa minta maaf bukan menghapus pidananya. Saya serahkan sepenuhnya ke penyidik dan kami percaya akan ada hukuman setimpal,” ujar Yudi.

Suara.com – Sebuah video pasien dilecehkan oleh perawat menjadi viral di media sosial. Dalam video yang beredar tampak pasien menangis akibat perlakuan bejat perawat. Pasien pun turut menunjuk perawat lelaki yang melakukan pelecehan terhadapnya. “Kamu ngaku dulu, apa yang kamu perbuat. Kamu remas payudara saya kan? Dua atau tiga kali? sampai kamu masukkin tangan mu, ngaku!” teriak perempuan tersebut sambil menangis. Perawat lelaki tersebut pun mengakui perbuatannya. Sambil menunduk malu dia mengaku khilaf. Perawat itu kemudian mengulurkan tangan untuk meminta maaf kepada pasien perempuan itu. Dia kemudian berkeliling untuk menyalami keluarga pasien perempuan lainnya yang berada di kamar rumah sakit tersebut. “Psikis saya, saya enggak bisa tidur, enggak bisa makan. Saya nangis,saya terhina,” korban melanjutkan perkataannya. Video tersebut membuat warganet geram. Banyak yang meminta agar perawat tersebut dilaporkan ke polisi. “Buat keluarga korban damaikan dan tentramkan hati, Mohon RS, polisi bertindak. Termasuk kriminal,” tulis Supardi Chen. “Pecat,” tambah Viee. “Suruh berenti jadi tenaga kesehatan. Malu sama gelar kalau begini attitudenya,” sambung Pam Van Ela. “Perawatnya malu-maluin amat. Semoga nggak ketemu perawat yang modelnya gitu,” timpal Minok. “Kalau gue jadi pihak keluarga sudah gue abusin itu. Ada UU-nya kriminal dan bisa nuntut ke RS harus ganti rugi kenapa bisa karyawannya berkelakuan bejat,” tulis Donny Pratiknyo.

Related Posts

Comments are closed.