Hadiri Apel Rotasi Satpol PP, Anies Pantau Barisan Naik Jeep

Hadiri Apel Rotasi Satpol PP, Anies Pantau Barisan Naik Jeep

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri acara apel besar rotasi satuan polisi Pamong Praja di Monas. Anies tiba pukul 07.06 WIB. Anies menghadiri acara menggunakan seragam berwarna cokelat khas pakaian dinas Satpol PP pada Jumat (29/12/2017). Kedatangan Anies disambut oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Yani Wahyu. Setelah itu Yani kemudian mendatangi dan menyalami Gubernur Anies sekaligus diberi penghormatan. Anies juga sempat meninjau pasukan Satpol PP dengan menaiki mobil Jeep berpelat B 1. Dalam sambutannya, Anies mengatakan rotasi dalam Satpol PP adalah bentuk penyegaran yang lumrah dilakukan dalam sebuah organisasi. “Alhamdulilah apel besar Satpol PP pagi ini dalam rangka penyegaran personel Satpol PP di provinsi DKI. Ini adalah proses yang normal dalam sebuah organisasi untuk memastikan selalu ada pembaruan pengalaman baru,” kata Anies di hadapan peserta apel. Anies juga mengucapkan selamat kepada anggota Satpol PP yang baru. Dia meminta kepada petugas bisa maksimal dalam mengemban tugas dan posisi baru di Provinsi DKI Jakarta. “Saya ucapkan selamat yang mengemban tugas baru di berbagai posisi,” ujarnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri acara apel besar rotasi satuan polisi Pamong Praja di Monas. Anies tiba pukul 07.06 WIB. Anies menghadiri acara menggunakan seragam berwarna cokelat khas pakaian dinas Satpol PP pada Jumat (29/12/2017). Kedatangan Anies disambut oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Yani Wahyu. Setelah itu Yani kemudian mendatangi dan menyalami Gubernur Anies sekaligus diberi penghormatan. Anies juga sempat meninjau pasukan Satpol PP dengan menaiki mobil Jeep berpelat B 1. Dalam sambutannya, Anies mengatakan rotasi dalam Satpol PP adalah bentuk penyegaran yang lumrah dilakukan dalam sebuah organisasi. “Alhamdulilah apel besar Satpol PP pagi ini dalam rangka penyegaran personel Satpol PP di provinsi DKI. Ini adalah proses yang normal dalam sebuah organisasi untuk memastikan selalu ada pembaruan pengalaman baru,” kata Anies di hadapan peserta apel. Anies juga mengucapkan selamat kepada anggota Satpol PP yang baru. Dia meminta kepada petugas bisa maksimal dalam mengemban tugas dan posisi baru di Provinsi DKI Jakarta. “Saya ucapkan selamat yang mengemban tugas baru di berbagai posisi,” ujarnya.

Menjelang Tahun Baru 2018, petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menggelar razia di sejumlah wisma di Makassar. Dalam kegiatan tersebut, Satpol PP berhasil menjaring 5 pasangan bukan suami-istri. Para pasangan mesum tersebut masing-masing ditangkap basah oleh petugas saat berduaan di dalam kamar dari enam wisma di empat kecamatan di Kota Makassar yang dirazia oleh Satpol PP. “Kita laksanakan di wisma jelang tahun baru, di mana ada wisma yang diindikasi masih menerima tamu yang bukan suami-istri. Ada lima pasangan dari enam titik yang kita datangi tidak dapat membuktikan mereka pasangan suami-istri,” kata Kabid Penegak Hukum Perundang Undangan Satpol PP Makassar, Edward Supriawan, pada Jumat (29/12/2017). Edward menegaskan kegiatan ini merupakan kelanjutan dari razia yang pernah dilakukan oleh Satpol PP di sejumlah wisma. Sebelumnya sejumlah wisma yang dicurigai melanggar perda telah dirazia. “Kami tindak tegas sesuai perda jika wisma yang kita temukan beberapa hari lalu masih melakukan pelanggaran lagi. Kalau ada ditemukan, sanksinya bisa saja penutupan sementara,” lanjutnya. Sementara itu, selain menyasar pasangan mesum, operasi penyakit masyarakat kali ini menyasar narkoba dan obat-obatan terlarang, yang diduga marak beredar menjelang tahun baru. “Kalau ada narkoba, kami akan serahkan ke polisi. Namun untuk lima pasangan bukan suami-istri ini, sifatnya masih dilakukan pembinaan,” kata Edward. Razia serupa akan terus digelar oleh Satpol PP Makassar hingga malam tahun baru. Razia ini dilakukan guna mencegah terjadinya aktivitas mesum atau pelanggaran pada sejumlah wisma di Makassar.

Berbeda dengan kemarin, sore ini tidak terlihat adanya ojek pangkalan yang mangkal di trotoar Stasiun Tanah Abang. Tapi sejumlah PKL masih nekat berdagang. detikcom memantau suasana di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (28/12/2017) pukul 14.30 WIB hingga pukul 15.50 WIB. Jalan Jatibaru Raya tempat ratusan PKL ditata lebih rapi dibandingkan sore kemarin. Ada banyak warga yang datang melihat-lihat lapak PKL di bawah tenda berwarna biru dan merah yang berjejer. Ada beberapa bus TransJakarta yang berhenti menunggu antrean jalan di depan halte. Dibandingkan kemarin, situasi di sekitar pintu Stasiun Tanah Abang lebih rapi hari ini. Ojek pangkalan (opang) sudah tidak lagi mangkal di area trotoar. Mereka kebanyakan pindah ke lokasi mangkal yang disediakan, yakni Jalan Jatibaru. Tidak ada lagi opang yang mangkal di lokasi ini. (Eva Safitri/detikcom) Meski demikian, sejumlah PKL masih nekat berjualan di dekat area pintu masuk Stasiun Tanah Abang. Mereka cuek meski dipasangi tulisan ‘dilarang dagang/jualan di area ini’. Para PKL ini menjajakan dagangan di pinggir trotoar. Mereka berjualan aneka minuman, tisu, hingga makanan ringan. Terlihat sesekali petugas Satpol PP berkeliling untuk mengusir PKL tersebut, namun para PKL malah kucing-kucingan. Neneng (53), salah salah satu PKL minuman yang berjualan di trotoar, mengaku tahu dilarang berjualan di trotoar. Ia berharap bisa mendapat tenda PKL, namun belum dapat. “Kita bandel saja, iya sering diusir karena kita bandel. Sudah naruh KTP, cuma belum dapat tempat. Ya sudahlah, sementara di sini saja dulu, yang penting bisa dapat duit,” ujar Neneng. Di sisi lain, petugas Satpol PP merasa gampang-gampang susah mengusir para PKL yang masih berjualan di trotoar. “Dibilang susah, nggak. Dibilang nggak, ya susah juga,” ujar Tommy, salah satu petugas Satpol PP di lokasi. Dia mengaku bersama teman-temannya terus berusaha menghalau PKL yang berdagang di trotoar.

Dinas Kesehatan Provinsi Banten belum bisa memastikan mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Aufal Khuzzah (19), meninggal karena wabah difteri. Masih ada pengecekan lebih lanjut. Kepala Dinas Kesehatan Banten Sigit Wardojo saat dimintai konfirmasi mengatakan, dari informasi yang ia dapat, pasien tidak hanya mengalami gangguan pernapasan. Menurutnya, ada subjek penyakit lain yang bisa saja menyebabkan pasien meninggal. “Katanya untuk sementara, (hasil) labnya ke Litbang Depkes, katanya difterinya negatif,” kata Sigit saat dimintai konfirmasi melalui sambungan telepon, di Kota Serang, Banten, Selasa (26/12/2017). Sigit menambahkan, sebelum pasien dirawat di Rumah Sakit Drajat Prawiranegara (RSDP) Kota Serang, pasien sempat bolak-balik menjalani perawatan di klinik. “Ceritanya sebenarnya keluar-masuk di klinik. Yang ke RS Drajat itu setelah beberapa kali ke klinik,” katanya. Untuk memastikan apakah pasien meninggal karena difteri, menurut Sigit, Dinkes sedang melakukan pengecekan ke pihak dokter yang merawat. “Kepastian penyebab kematian apakah difteri atau bukan dari dokter yang merawat. Sementara tadi lab dari litbang negatif. Kalau negatif, kemungkinan penyebabnya bukan itu, penyakit yang satunya lagi,” katanya. Sampai hari ini, sepanjang 2017 ada 142 laporan pasien wabah difteri di seluruh Banten.

Alyssa Dwi Fitri Amanda (25) mengklarifikasi posting- an di akun Instagram-nya yang menyebut dirinya sebagai ‘Duta Taman Safari’, setelah insiden mencekoki miras ke kuda nil di Taman Safari Indonesia. Alyssa menyebut celotehannya di Instagram itu sebagai sebuah ‘kecelakaan’. “Video kedua itu sebenarnya karena ‘kecelakaan’ lagi, mungkin,” kata Alyssa setelah menandatangani kesepakatan damai di Hotel Caravan Taman Safari Indonesia, Cisarua, Bogor, Kamis (28/12/2017). Alyssa mengaku penulisan ‘Duta Taman Safari’ pada Instastory-nya itu bukan dilakukan olehnya. “Itu yang tulis caption ‘Duta Taman Safari’ itu kebetulan temen saya juga yang upload ,” lanjutnya. Postingan ‘Duta Taman Safari’ di Instagram Alyssa. (Instagram) Namun Alyssa mengakui menyebut dirinya sebagai ‘artis Cisarua’ dalam video yang tersebar di media sosial itu. Ia mengaku tidak ada maksud apa-apa terkait kejadian tersebut. “Saya ya ngomong juga gitu (artis Cisarua, red), ya itu juga kecelakaan,” tambahnya. Pihak Taman Safari sendiri sebelumnya telah memberikan klarifikasi terkait video yang viral pada awal Desember 2017 itu. Taman Safari menegaskan Alyssa bukan duta mereka. Berkaitan dengan itu pula, Direktur Utama Taman Safari Indonesia Jansen Manansang mengatakan penunjukan duta tidak bisa serta-merta dilakukan oleh pihak Taman Safari. Meski demikian, Jansen menghargai apabila Alyssa dan temannya, Philip Biondi, mau merawat satwa di Taman Safari seperti yang menjadi salah satu poin kesepakatan dalam perjanjian damai. “Nah ini bukan saya saja, ada masyarakat yang bisa lihat semuanya, bukan kita saja yang tentukan (pemilihan duta). Kami berterima kasih kalau mereka sanggup sungguh-sungguh mau membantu kami pelayanan atau untuk servis satwa, itu saya kira cukup bagus,” tutur Jansen. Philip dan Alyssa (pihak pertama) dengan pihak Taman Safari (pihak kedua), pada Kamis (28/12) siang tadi, melakukan pertemuan di Hotel Caravan Taman Safari Indonesia, Cisarua, Bogor. Pertemuan tersebut dilakukan untuk penandatanganan kesepakatan damai. Ada empat poin yang disepakati kedua pihak terkait kesepakatan damai itu. Berikut ini keempat poin perjanjian damai tersebut: – Pihak pertama bersedia menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada pihak KLHK dan (kepada) pihak kedua di hadapan media nasional, baik televisi maupun online . – Pihak pertama bersedia menyampaikan permohonan maaf yang dimuat di media cetak nasional, yaitu di Kompas , Jakarta Post, dan Media Indonesia sebagai bentuk penyesalan dan permohonan maaf atas perbuatan yang dilakukan terhadap satwa Taman Safari Indonesia. – Maka pihak pertama menawarkan diri untuk membantu merawat satwa di Taman Safari, dalam hal ini diwakilkan oleh Philip. Adapun teknisnya diserahkan ke pihak kedua. – Pihak pertama berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut dan tidak akan mempublikasikan video apa pun tentang Taman Safari tanpa seizin pihak kedua.

Ketua Panwascam Kecamatan Banjarmangu, Banjarnegara, Zaenal Abidin (48 tahun) tewas dibunuh di halaman parkir kantor Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Banjarnegara, Kamis (28/12/2017) malam. Korban mendapat 9 tikaman menggunakan badik. Saksi mata, Umi Marfiah, mengaku melihat seorang orang laki-laki dan seorang perempuan menggunakan sepeda motor. Laki-laki itu mendekati korban langsung menghujam tusuk. “Datang langsung menarik kerah baju laki-laki yang sedang duduk di atas motor sambil menusuk ke bagian dada,” kata dia di tempat kejadian. Usai melakukan aksinya, pelaku dan teman perempuan itu segera meninggalkan lokasi. Melihat kejadian itu, Umi berteriak meminta tolong agar warga segera membantu korban. Namun korban terlebih dahulu meninggal dunia sebelum dibawa ke rumah sakit. [Gambas:Video 20detik] Kapolres Banjarnegara, AKBP Nona Pricillia Ohei, mengatakan korban mengalami luka tusukan sebanyak 9 kali. Luka terdapat di bagian bagian dada, perut dan lengan. “Motifnya (pembunuhan) apa, kami masih mendalami. Yang diamankan badik yang digunakan untuk membunuh,” terangnya. Korban adalah warga Desa Banjarkulon, Kecamatan Banjarmangu, Banjarnegara. Kesehariannya korban bekerja sebagai pedagang peralatan pertanian. Korban meninggalkan seorang istri dan dua orang anak. “Saat ini korban menjabat sebagai ketua Panwascam Kecamatan Banjarmangu. Namun untuk pergaulan korban sehari-hari, kami tidak tahu menahu,” kata perangkat desa Banjarkulon, Anteng Setiawan. Saat ini korban dibawa ke RS Hj Anna Lasmanah Banjarnegara untuk dilakukan pemeriksaan.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno rutin berolahraga setiap Jumat dengan berlari dari kediamannya ke Balai Kota. Usai berlari, Sandiaga menyempatkan senam dengan pegawai Pemprov DKI. Sandiaga tiba di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, usai berlari pukul 07.30 WIB, Jumat (29/12/2017). Setibanya, Sandiaga langsung bergabung dengan pegawai yang sedang senam di halaman Balai Kota. Sandiaga sempat berhenti senam untuk berswafoto dengan pegawai. Saat akan memasuki sesi pendinginan senam, Sandiaga meminta lagu ‘Sayang’ yang dipopulerkan Via Vallen. Sandiaga berfoto dengan pegawai Pemprov DKI. Foto: M Fida Ul Haq/detikcom “Sebentar kita lagi cari lagunya ‘Sayang’, Via Vallen,” kata Sandiaga. Sandiaga dengan semangat mengikuti instruktur senam diiringi lagu tersebut. Sandiaga melakukan senam sekitar 10 menit lamanya. Setelah senam, Sandiaga menuju pendopo Balai Kota. Dia bertemu dengan warga yang sedang melapor. Sandiaga terima laporan warga. Foto: M Fida Ul Haq/detikcom

KPK membantah pernyataan pengacara Setya Novanto soal cek kesehatan kliennya akan dilakukan di RSPAD. Hingga kini KPK masih condong pemeriksaan dilakukan di RSCM Kencana. Cek kesehatan ini merupakan tindak lanjut permintaan Setya Novanto yang dikabulkan majelis hakim terkait cek kesehatan dan izin besuk. “Saya kira hakim tidak menyatakan demikian (diperiksa di RSPAD). Hakim mengabulkan bahwa terdakwa bisa melakukan cek kesehatan, tapi tidak menentukan tempatnya,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (28/12/2017). Pemeriksaan di RSCM Kencana, disebut KPK, dilakukan karena memang sudah ada rekam medis Novanto sejak terjadinya kecelakaan pada 16 November lalu. Febri juga berujar pemeriksaan ini bukan pertama kalinya dilakukan. Sebelumnya sudah pernah ada pengecekan pasca-rawat inap pada 28 November, setelah KPK menahan terdakwa dugaan korupsi proyek e-KTP itu. “Dan karena proses sebelumnya di RSCM, tentu ada medical record di sana. Kalaupun perlu dilakukan pengecekan lagi, tentu kita akan pertimbangkan di RSCM besok (29/12),” ucap Febri. Namun hingga kini KPK belum memastikan kapan pemeriksaan tepatnya akan dilakukan. Soal koordinasi dengan pihak rumah sakit juga belum diungkap Febri. “Saya belum dapat informasi soal besok. Besok akan disampaikan,” tuturnya singkat. Siang tadi, setelah mendampingi Novanto dalam sidang lanjutan e-KTP, Firman Wijaya mengatakan pemeriksaan kliennya akan dilakukan di RSPAD. Pertimbangan ini karena di rumah sakit itulah terdapat rekam medis kesehatan Novanto dari penyakit diabetes hingga jantung. “Iya, mulai besok (berobat). Di RSPAD,” ujar Firman di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat.

Related Posts

Comments are closed.