Gerindra Ingin Pastikan Koalisi Sebelum Umumkan Prabowo Jadi Capres

Gerindra Ingin Pastikan Koalisi Sebelum Umumkan Prabowo Jadi Capres

Anggota DPR Fraksi Gerindra Aryo Hashim Djojohadikusumo menyatakan seluruh kader partainya ingin Prabowo Subianto menjadi capres 2019. Ia menyebut Ketua Umum Gerindra tersebut pun siap maju sebagai capres jika mendapat dukungan yang solid. “Kalau dari Gerindra, seluruh kader menginginkan Pak Prabowo. Pak Prabowo hanya menyampaikan, beliau siap maju apabila dukungan dari partai solid, dukungan dari masyarakat solid,” kata Aryo di kantor PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Rabu (28/2/2018). Pernyataan itu disampaikan Aryo setelah menghadiri peluncuran buku ‘Nalar Politik Rente’ karya Ketum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak dan pidato kebangsaan para tokoh. Aryo menyatakan dukungan untuk Prabowo berdasarkan sejumlah survei juga cukup tinggi meski jarang memberi pernyataan di media. “Pak Prabowo hampir tidak pernah membuat pernyataan, statement, di media saja dukungan solid di 22-23 persen. Berarti bisa dibilang lebih dari seperlima warga Indonesia tidak ingin berpaling dari Pak Prabowo,” ucapnya. Namun Aryo belum tahu kapan dukungan untuk Prabowo sebagai capres pada Pilpres 2019 diumumkan Gerindra. Saat ini Gerindra sedang membangun komunikasi dengan banyak partai. “Karena serentak, banyak yang harus lebih cepat dari biasanya. Contohnya, pendeklarasian pasangan. Kita berharap, mungkin, belum tentu terjadi, kita mendeklarasikannya pasangan. Artinya, koalisinya sudah jelas, nama figur cawapresnya sudah jelas,” ujar Aryo.

Anggota DPR Fraksi Gerindra Aryo Hashim Djojohadikusumo menyatakan seluruh kader partainya ingin Prabowo Subianto menjadi capres 2019. Ia menyebut Ketua Umum Gerindra tersebut pun siap maju sebagai capres jika mendapat dukungan yang solid. “Kalau dari Gerindra, seluruh kader menginginkan Pak Prabowo. Pak Prabowo hanya menyampaikan, beliau siap maju apabila dukungan dari partai solid, dukungan dari masyarakat solid,” kata Aryo di kantor PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Rabu (28/2/2018). Pernyataan itu disampaikan Aryo setelah menghadiri peluncuran buku ‘Nalar Politik Rente’ karya Ketum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak dan pidato kebangsaan para tokoh. Aryo menyatakan dukungan untuk Prabowo berdasarkan sejumlah survei juga cukup tinggi meski jarang memberi pernyataan di media. “Pak Prabowo hampir tidak pernah membuat pernyataan, statement, di media saja dukungan solid di 22-23 persen. Berarti bisa dibilang lebih dari seperlima warga Indonesia tidak ingin berpaling dari Pak Prabowo,” ucapnya. Namun Aryo belum tahu kapan dukungan untuk Prabowo sebagai capres pada Pilpres 2019 diumumkan Gerindra. Saat ini Gerindra sedang membangun komunikasi dengan banyak partai. “Karena serentak, banyak yang harus lebih cepat dari biasanya. Contohnya, pendeklarasian pasangan. Kita berharap, mungkin, belum tentu terjadi, kita mendeklarasikannya pasangan. Artinya, koalisinya sudah jelas, nama figur cawapresnya sudah jelas,” ujar Aryo.

Jakarta – Anggota DPR Fraksi Gerindra Aryo Hashim Djojohadikusumo menyatakan seluruh kader partainya ingin Prabowo Subianto menjadi capres 2019. Ia menyebut Ketua Umum Gerindra tersebut pun siap maju sebagai capres jika mendapat dukungan yang solid. “Kalau dari Gerindra, seluruh kader menginginkan Pak Prabowo. Pak Prabowo hanya menyampaikan beliau siap maju apabila dukungan dari partai solid, dukungan dari masyarakat solid,” kata Aryo di Kantor PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Rabu (28/2/2018). Pernyataan itu disampaikan Aryo usai menghadiri peluncuran buku ‘Nalar Politik Rente’ karya Ketum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak dan pidato kebangsaan para tokoh. Aryo menyatakan dukungan untuk Prabowo berdasarkan sejumlah suvei juga cukup tinggi meski jarang memberi pernyataan di media. “Pak Prabowo hampir tidak pernah membuat pernyataan statement di media saja dukungan solid di 22-23 persen. Berarti bisa dibilang lebih dari seperlima warga Indonesia tidak ingin berpaling dari Pak Prabowo,” ucapnya. Namun, Aryo belum tahu kapan dukungan untuk Prabowo sebagai capres di pilpres 2019 diumumkan Gerindra. Saat ini Gerindra sedang membangun komunikasi dengan banyak partai. “Karena serentak banyak yang harus lebih cepat dari biasanya. Contohnya, pendeklarasian pasangan. Kita berharap, mungkin, belum tentu terjadi, kita mendeklarasikannya pasangan. Artinya koalisinya sudah jelas, nama figur cawapresnya sudah jelas,” ujar Aryo. (haf/jbr)

Merdeka.com – Partai Gerindra telah resmi mengusung Mayjen (Purn) Sudrajat sebagai bakal calon gubernur (cagub) Jawa Barat dalam Pilkada serentak 2018 mendatang. Sudrajat mengungkapkan terima kasihnya kepada Gerindra yang telah memberikan kepercayaan baginya untuk maju dalam kontestasi politik lima tahunan itu. Ia berjanji akan menjadi pemimpin yang bertakwa bagi rakyat Jabar, sebagaimana pesan yang diterimanya dari para ulama yang dimintai pendapatnya oleh Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. “Satu pesan yang saya ingat dari para ulama yaitu jadilah pemimpin yang bertakwa dan umat yang bertakwa. Insyaallah Jabar umatnya bertakwa dan saya akan jadi pemimpin yang bertakwa,” jelasnya saat jumpa pers di kediaman Prabowo Subianto, Bukit Hambalang, Kabupaten Bogor, Sabtu (9/12). Sudrajat menyebutkan akan merancang program ‘bebersih’ untuk Jabar. “Bersih sampah, bersih air, bersih semuanya sama bersih-bersih korupsi ,” sebutnya. Mengenai calon pendamping, ia mengatakan menyerahkan sepenuhnya kepada Partai Gerindra yang tengah menjajaki upaya berkoalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Amanat Nasional. “Bagi saya siapa pun pendamping kalau itu sudah diputuskan oleh koalisi saya kira itu adalah suatu pendamping yang memang tepat bersama-sama memimpin Jabar,” jelasnya. Ia pun mengatakan tak keberatan jika nanti ia didampingi tokoh perempuan sepanjang itu merupakan keputusan koalisi. Terkait kriteria khusus, Sudrajat mengatakan harus sehat dan mengerti dasar kepemimpinan. “Idealnya sehat dan mengerti platform kepemimpinan kita bersama, apa visi kita dan misi kita dalam rangka memimpin Jabar. Pada dasarnya adalah kita harus bersama-sama dalam satu platform kepemimpinan,” jelasnya. Terkait daftar nama potensial yang masuk sebagai bursa calon wagub pendampingnya, Sudrajat mengaku belum mendapat informasi. “Sampai sekarang saya belum dapat informasi yang banyak. Tetapi saya yakini bahwa Partai Gerindra dan PKS sudah merumuskan siapa yang akan menjadi wagub,” jelasnya. [rzk]

Merdeka.com – Partai Gerindra resmi mengusung Mayjen (Purn) Sudrajat sebagai calon gubernur (cagub) dalam Pilkada Jabar pada 2018 mendatang. Keputusan itu disampaikan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra yang juga merangkap sebagai Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto dalam jumpa pers di kediamannya di Bojong Koneng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (9/12) sore. Prabowo mengatakan dia telah kenal lama dengan Sudrajat. Sudrajat disebutnya sebagai salah satu perwira terbaik TNI dan merupakan alumni Akademi Militer (Akmil) Magelang tahun 1971. “Sepak terjang beliau juga dikenal di TNI sebagai salah satu perwira paling cerdas. Beliau lulusan Harvard. Tak banyak TNI yang lulusan Harvard. Saya juga pingin ke Harvard. Saya pernah ke Harvard tapi hanya jalan-jalan saja dan enggak dapat ijazah,” jelas Prabowo. Prabowo menilai Sudrajat memiliki andil dalam membawa TNI keluar dari politik praktis dan sama-sama mendukung reformasi pada 1998. “Dan saya dapat dengan bangga dan gembira mengusung, mengajukan dan mempersembahkan kepada rakyat Jawa Barat dan rakyat Indonesia salah satu yang saya anggap terbaik dan mampu memimpin Jawa Barat di saat-saat yang akan datang,” jelasnya. Tugas parpol, kata Prabowo, ialah menjaring calon-calon untuk dipersembahkan kepada rakyat sehingga rakyat dapat memilih pemimpin yang terbaik. Memilih calon untuk pemimpin Jabar menurutnya tak boleh sembarangan karena Jabar merupakan provinsi dengan jumlah penduduk terbesar atau seperlima dari seluruh jumlah penduduk Indonesia. Sebelum memutuskan mengusung Sudrajat, Prabowo mengatakan telah dilakukan proses panjang dan konsultasi selama berminggu-minggu. Termasuk juga melakukan seleksi dan menyaring calon-calon potensial. Prabowo juga telah memanggil unsur pimpinan Partai Gerindra se-Jabar. “Saya tak ingin ambil keputusan sendiri dan mengikuti selera saya sendiri. Kita ingin beri pilihan terbaik untuk rakyat Jawa Barat dan kita akan terus cari pilihan-pilihan terbaik,” jelasnya.

Related Posts

Comments are closed.