Gerindra Ingin Pastikan Koalisi Sebelum Umumkan Prabowo Jadi Capres

Gerindra Ingin Pastikan Koalisi Sebelum Umumkan Prabowo Jadi Capres

Anggota DPR Fraksi Gerindra Aryo Hashim Djojohadikusumo menyatakan seluruh kader partainya ingin Prabowo Subianto menjadi capres 2019. Ia menyebut Ketua Umum Gerindra tersebut pun siap maju sebagai capres jika mendapat dukungan yang solid. “Kalau dari Gerindra, seluruh kader menginginkan Pak Prabowo. Pak Prabowo hanya menyampaikan, beliau siap maju apabila dukungan dari partai solid, dukungan dari masyarakat solid,” kata Aryo di kantor PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Rabu (28/2/2018). Pernyataan itu disampaikan Aryo setelah menghadiri peluncuran buku ‘Nalar Politik Rente’ karya Ketum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak dan pidato kebangsaan para tokoh. Aryo menyatakan dukungan untuk Prabowo berdasarkan sejumlah survei juga cukup tinggi meski jarang memberi pernyataan di media. “Pak Prabowo hampir tidak pernah membuat pernyataan, statement, di media saja dukungan solid di 22-23 persen. Berarti bisa dibilang lebih dari seperlima warga Indonesia tidak ingin berpaling dari Pak Prabowo,” ucapnya. Namun Aryo belum tahu kapan dukungan untuk Prabowo sebagai capres pada Pilpres 2019 diumumkan Gerindra. Saat ini Gerindra sedang membangun komunikasi dengan banyak partai. “Karena serentak, banyak yang harus lebih cepat dari biasanya. Contohnya, pendeklarasian pasangan. Kita berharap, mungkin, belum tentu terjadi, kita mendeklarasikannya pasangan. Artinya, koalisinya sudah jelas, nama figur cawapresnya sudah jelas,” ujar Aryo.

Anggota DPR Fraksi Gerindra Aryo Hashim Djojohadikusumo menyatakan seluruh kader partainya ingin Prabowo Subianto menjadi capres 2019. Ia menyebut Ketua Umum Gerindra tersebut pun siap maju sebagai capres jika mendapat dukungan yang solid. “Kalau dari Gerindra, seluruh kader menginginkan Pak Prabowo. Pak Prabowo hanya menyampaikan, beliau siap maju apabila dukungan dari partai solid, dukungan dari masyarakat solid,” kata Aryo di kantor PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Rabu (28/2/2018). Pernyataan itu disampaikan Aryo setelah menghadiri peluncuran buku ‘Nalar Politik Rente’ karya Ketum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak dan pidato kebangsaan para tokoh. Aryo menyatakan dukungan untuk Prabowo berdasarkan sejumlah survei juga cukup tinggi meski jarang memberi pernyataan di media. “Pak Prabowo hampir tidak pernah membuat pernyataan, statement, di media saja dukungan solid di 22-23 persen. Berarti bisa dibilang lebih dari seperlima warga Indonesia tidak ingin berpaling dari Pak Prabowo,” ucapnya. Namun Aryo belum tahu kapan dukungan untuk Prabowo sebagai capres pada Pilpres 2019 diumumkan Gerindra. Saat ini Gerindra sedang membangun komunikasi dengan banyak partai. “Karena serentak, banyak yang harus lebih cepat dari biasanya. Contohnya, pendeklarasian pasangan. Kita berharap, mungkin, belum tentu terjadi, kita mendeklarasikannya pasangan. Artinya, koalisinya sudah jelas, nama figur cawapresnya sudah jelas,” ujar Aryo.

Jakarta – Anggota DPR Fraksi Gerindra Aryo Hashim Djojohadikusumo menyatakan seluruh kader partainya ingin Prabowo Subianto menjadi capres 2019. Ia menyebut Ketua Umum Gerindra tersebut pun siap maju sebagai capres jika mendapat dukungan yang solid. “Kalau dari Gerindra, seluruh kader menginginkan Pak Prabowo. Pak Prabowo hanya menyampaikan beliau siap maju apabila dukungan dari partai solid, dukungan dari masyarakat solid,” kata Aryo di Kantor PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Rabu (28/2/2018). Pernyataan itu disampaikan Aryo usai menghadiri peluncuran buku ‘Nalar Politik Rente’ karya Ketum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak dan pidato kebangsaan para tokoh. Aryo menyatakan dukungan untuk Prabowo berdasarkan sejumlah suvei juga cukup tinggi meski jarang memberi pernyataan di media. “Pak Prabowo hampir tidak pernah membuat pernyataan statement di media saja dukungan solid di 22-23 persen. Berarti bisa dibilang lebih dari seperlima warga Indonesia tidak ingin berpaling dari Pak Prabowo,” ucapnya. Namun, Aryo belum tahu kapan dukungan untuk Prabowo sebagai capres di pilpres 2019 diumumkan Gerindra. Saat ini Gerindra sedang membangun komunikasi dengan banyak partai. “Karena serentak banyak yang harus lebih cepat dari biasanya. Contohnya, pendeklarasian pasangan. Kita berharap, mungkin, belum tentu terjadi, kita mendeklarasikannya pasangan. Artinya koalisinya sudah jelas, nama figur cawapresnya sudah jelas,” ujar Aryo. (haf/jbr)

Anggota DPR Fraksi Gerindra Aryo Hashim Djojohadikusumo menyatakan seluruh kader partainya ingin Prabowo Subianto menjadi capres 2019. Ia menyebut Ketua Umum Gerindra tersebut pun siap maju sebagai capres jika mendapat dukungan yang solid. “Kalau dari Gerindra, seluruh kader menginginkan Pak Prabowo. Pak Prabowo hanya menyampaikan, beliau siap maju apabila dukungan dari partai solid, dukungan dari masyarakat solid,” kata Aryo di kantor PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Rabu (28/2/2018). Pernyataan itu disampaikan Aryo setelah menghadiri peluncuran buku ‘Nalar Politik Rente’ karya Ketum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak dan pidato kebangsaan para tokoh. Aryo menyatakan dukungan untuk Prabowo berdasarkan sejumlah survei juga cukup tinggi meski jarang memberi pernyataan di media. “Pak Prabowo hampir tidak pernah membuat pernyataan, statement, di media saja dukungan solid di 22-23 persen. Berarti bisa dibilang lebih dari seperlima warga Indonesia tidak ingin berpaling dari Pak Prabowo,” ucapnya. Namun Aryo belum tahu kapan dukungan untuk Prabowo sebagai capres pada Pilpres 2019 diumumkan Gerindra. Saat ini Gerindra sedang membangun komunikasi dengan banyak partai. “Karena serentak, banyak yang harus lebih cepat dari biasanya. Contohnya, pendeklarasian pasangan. Kita berharap, mungkin, belum tentu terjadi, kita mendeklarasikannya pasangan. Artinya, koalisinya sudah jelas, nama figur cawapresnya sudah jelas,” ujar Aryo.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

VIVA.co.id  – Sekjen DPP Gerindra Ahmad Muzani mengatakan ada keinginan kader agar Prabowo Subianto maju kembali maju menjadi capres untuk Pilpres 2019. Meski belum ada jawaban dari Prabowo, namun mantan Komandan Jenderal Kopassus itu diyakini hanya tinggal menunggu waktu untuk deklarasi. “Belum ada jawaban beliau tapi Insya Allah beliau tetap kuat dan sehat. Itu (deklarasi capres) soal momentum. Bisa kapan saja mengadakan deklarasi itu,” kata Muzani di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin, 24 Juli 2017. Muzani menjelaskan keinginan ini tak hanya internal Gerindra, tapi juga ada dorongan dari beberapa elite parpol lain. Tapi, Muzani tak menyebut nama elite parpol yang mendorong Prabowo agar maju di Pilpres 2019.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

“Ada kehendak dan keinginan agar Pak Prabowo kembali diusung sama-sama untuk menjadi calon presiden di tahun 2019. Satu sisi menjadi kehendak kuat arus kami di Gerindra tapi di sisi lain juga kehendak dari sejumlah elit di pimpinan partai-partai tersebut,” lanjut Muzani. Ia menekankan Pilpres 2019 akan berlangsung pada sekitar April 2019. Maka, diprediksi sekitar September 2018 baru bisa dimungkinkan deklarasi untuk koalisi capres. Ia memperkirakan setidaknya akhir tahun 2018 atau awal 2019 sudah mulai tergambar gambaran koalisi. Menurutnya, pembicaraan arah koalisi untuk Pilpres 2019 akan dimulai dari sekarang. “Kalau akhir tahun atau awal tahun depan sudah tergambar berarti pembicaraan-pembicaraan yang mengarah ke sana sudah harus mulai dilakukan mulai dari sekarang. Sekalipun pembicaraan itu belum tentu. Pembicaraan final itu belum tentu menggambarkan apa yang kita bicarakan hari ini,” kata Muzani.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Lahir di Jakarta, masa kecil Prabowo sebagai putra begawan ekonomi Soemitro Djojohadikoesoemo banyak dilewatkan di luar negeri bersama orangtuanya. Minatnya pada dunia militer dipengaruhi figur paman Soebianto Djojohadikusumo yang gugur dalam Pertempuran Lengkong 1946 . Masuk Akademi Militer Magelang pada tahun 1970 dan lulus pada tahun 1974 sebagai letnan dua, [1] Prabowo mencatatkan diri sebagai komandan termuda saat mengikuti operasi Tim Nanggala di Timor Timur . Kariernya melejit setelah menjabat Wakil Detasemen Penanggulangan Teror Komando Pasukan Khusus (Kopassus) pada 1983. Merengkuh jabatan Komandan Kopassus pada 1995, selang setahun ia dipromosikan sebagai Komandan Jenderal Kopasus , memimpin operasi pembebasan sandera Mapenduma . Terakhir, ia bertugas sebagai Panglima Kostrad dua bulan sampai kejatuhan Presiden Soeharto pada Mei 1998.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Setelah tidak aktif dalam dinas militer, Prabowo menghabiskan waktu di Yordania dan beberapa negera Eropa. Ia menekuni dunia bisnis, mengikuti adiknya Hashim Djojohadikusumo yang pengusaha minyak. Bisnis Prabowo meliputi sedikitnya 27 perusahaan yang bergerak di sektor berbeda. Kembali ke Tanah Air, ia berkecimpung dalam politik. Pada 2008, ia bersama rekannya mengukuhkan pembentukan Partai Gerakan Indonesia Raya . Lewat jalur perhimpunan, Prabowo merangkul petani, pedagang pasar tradisional, dan kegiatan pencak silat Indonesia. Selama dua periode, ia memimpin Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) sejak 2004.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Prabowo adalah putra dari pasangan Soemitro Djojohadikusumo (yang merupakan begawan ekonomi Indonesia) dan Dora Marie Sigar , atau lebih dikenal dengan nama Dora Soemitro. [2] Ia juga merupakan cucu dari Raden Mas Margono Djojohadikusumo , anggota BPUPKI , pendiri Bank Negara Indonesia dan Ketua DPA pertama. Prabowo Subianto dinamai menurut Soebianto Djojohadikoesoemo , pamannya yang gugur dalam Pertempuran Lengkong . Ia memiliki dua kakak perempuan, Biantiningsih Miderawati dan Maryani Ekowati , dan satu orang adik, Hashim Djojohadikusumo .

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Pada tahun 1976 Prabowo bertugas sebagai Komandan Pleton Grup I Para Komando Komando Pasukan Sandhi Yudha ( Kopassandha ) sebagai bagian dari operasi Tim Nanggala di Timor Timur , saat itu dia berumur 26 tahun dan merupakan komandan termuda dalam operasi Tim Nanggala. Prabowo memimpin misi untuk menangkap Nicolau dos Reis Lobato , wakil ketua Fretilin yang pada saat itu juga menjabat sebagai Perdana Menteri pertama Timor Timur . Dengan tuntunan Antonio Lobato yang merupakan adik Nicolau Lobato, kompi Prabowo menemukan Nicolau Lobato di Maubisse , lima puluh kilometer di selatan Dili . Nicolau Lobato tewas setelah tertembak di perut saat bertempur di lembah Mindelo pada tanggal 31 Desember 1978. [10]

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Pada tahun 1996 , Komandan Kopassus Prabowo Subianto memimpin operasi pembebasan sandera Mapenduma . Operasi ini berhasil menyelamatkan nyawa 10 dari 12 peneliti Ekspedisi Lorentz ’95 yang disekap oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM). Lima orang yang disandera adalah peneliti biologi asal Indonesia, sedangkan 7 sandera lainnya adalah peneliti dari Inggris, Belanda dan Jerman. [15] Namun, operasi ini dikritik karena menggunakan lambang Palang Merah pada helikopter putih untuk menipu anggota OPM. [5] [16]

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Selain itu pada 14 Mei 1998 , Prabowo berinisiatif mengadakan silaturahmi dengan beberapa tokoh reformis seperti Adnan Buyung Nasution , Setiawan Djodi, Rendra, Bambang Widjajanto, dan lain-lain. [23] Ia juga sempat didesak untuk memainkan peran seperti Suharto pada tahun 1965, [24] yang secara tegas ditolaknya karena merasa bahwa masih berada di bagian bawah jenjang protokoler kepemimpinan dalam masa genting, berbeda dengan peran Suharto waktu itu yang memungkinkan untuk mengambil kendali karena kosongnya kepemimpinan TNI selama hilangnya para jenderal. Selain itu, ia menyatakan tidak ingin kudeta terjadi karena hanya akan menimbulkan kudeta-kudeta lainnya. [25]

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Prabowo diberhentikan sebagai Pangkostrad pada tanggal 22 Mei 1998 oleh Presiden Habibie karena menggerakan pasukan Kostrad dari berbagai daerah menuju Jakarta di luar komando resmi Panglima ABRI saat itu, Wiranto , sehari setelah Habibie diangkat menjadi Presiden menggantikan Soeharto . Kemudian Prabowo digantikan oleh Johny Lumintang yang hanya menjabat sebagai Pangkostrad selama 17 jam, dan kemudian digantikan oleh Djamari Chaniago . [27] Setelah pemecatan tersebut, Prabowo menemui Presiden Habibie, dan sempat terlibat perdebatan yang sengit. Setelah itu Prabowo menempati posisi baru sebagai Komandan Sekolah Staf Komando (Dansesko) ABRI menggantikan Letjen Arie J Kumaat . Selanjutnya, Prabowo harus menjalani sidang Dewan Kehormatan Perwira. Dalam sidang tersebut, Prabowo disinyalir terlibat dalam penculikan aktivis saat masih menjabat sebagai Danjen Kopassus. 15 Perwira tinggi bintang tiga dan empat mengusulkan ke Pangab Wiranto agar Prabowo dipecat. Hal itu dianggap sebagai akhir karier militer Prabowo. [28] Pembicaraan tersebut dibantah oleh Prabowo. [29] Pada Pilpres 2009 ketika Prabowo dicalonkan sebagai cawapres Megawati, Ketua DPP Partai Gerindra, Fadli Zon , juga membantah bahwa Prabowo dipecat dari Pangkostrad, melainkan diberhentikan dengan hormat. [30] [31] Sementara itu pada 2012 dalam acara Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS) [32] Prabowo mengakui bahwa dia dipecat oleh Habibie. [33]

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Setelah meninggalkan karier militernya, Prabowo memilih untuk mengikuti karier adiknya, Hashim Djojohadikusumo , dan menjadi pengusaha. Karier Prabowo sebagai pengusaha dimulai dengan membeli Kiani Kertas , perusahaan pengelola pabrik kertas yang berlokasi di Mangkajang , Kalimantan Timur . Sebelumnya, Kiani Kertas dimiliki oleh Bob Hasan , pengusaha yang dekat dengan Presiden Suharto . [35] Prabowo membeli Kiani Kertas menggunakan pinjaman senilai Rp 1,8 triliun dari Bank Mandiri . [36]

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Namun, pada tahun 2011, dilaporkan bahwa PT Kertas Nusantara memiliki 161 kreditor, yang terdiri terdiri dari 136 kreditor konkuren, 18 kreditor istimewa, dan 7 kreditor separatis. [40] Berdasarkan verifikasi Komisi Pengawas Persaingan Usaha , total utang Kertas Nusantara pada saat itu mencapai Rp 14,31 triliun. [40] Bahkan pada tanggal 9 Juni 2011, Pengadilan Niaga Jakarta Pusat memerintahkan kepada PT Kertas Nusantara agar membayar utang sebesar Rp 142 miliar kepada PT Multi Alphabet sebagai salah satu kreditor dalam waktu 45 hari, dan bila tidak Kertas Nusantara terancam dinyatakan bangkrut. [40] Namun, pada tanggal 21 Juli 2011, PT Kertas Nusantara selamat dari ancaman kebangkrutan setelah 89% kreditor setuju untuk memberikan perpanjangan masa pembayaran utang. [41]

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Pada tanggal 20 Januari 2014, Tempo melansir pernyataan dari Ketua SP Kahutindo PT Kertas Nusantara, Indra Alam, bahwa PT Kertas Nusantara kembali diterpa masalah karena sekitar 600 karyawan PT Kertas Nusantara di Kabupaten Berau , Kalimantan Timur , berunjuk rasa menuntut gaji yang belum dibayarkan selama lima bulan [42] Tempo juga memberitakan bahwa buruh mengancam tidak akan memilih Prabowo dan menggelar aksi di Bundaran HI. [43] Namun berita ini kemudian dibantah sendiri oleh Indra Alam sebagai pemberitaan palsu . Ia merasa tidak pernah menyatakan bahwa ia mengajak buruh untuk berdemonstrasi di Bundaran HI dan memboikot Prabowo dalam pemilu. Terkait ancaman ini, manajemen PT Kertas Nusantara juga mengkonfirmasi bahwa masalah utang gaji telah diselesaikan sejak Maret 2014. [44] Direktur PT Kertas Nusantara Winston Pola pernah menyatakan meminta maaf dan menjelaskan bahwa hal tersebut disebabkan oleh kesulitan keuangan karena pabrik yang tidak beroperasi dengan kapasitas penuh pada pertengahan tahun 2013. [45]

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Pada tanggal 5 Desember 2004 , Prabowo terpilih sebagai ketua umum HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) mengalahkan Setiawan Djodi dan Ja’far Hafsah . [47] [48] Pada saat Musyawarah Nasional (Munas) HKTI ke-7, Prabowo Subianto digantikan oleh DR. Oesman Sapta Odang dan pergantian ini telah mendapat Pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia dengan Nomor : AHU-14 . AH.01.06. Tahun 2011 tertanggal 18 Januari 2011. [49] Terhadap Keputusan Keabsahan Kepengurusan HKTI di bawah kepemimpinan Ketua Umum DR. Oesman Sapta tersebut telah dilakukan gugatan oleh Prabowo Subianto melalui Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta dan terakhir mendapatkan Putusan Mahkamah Agung Nomor : 310 K/TUN/2012 tertanggal 23 Juli 2013 yang menolak gugatan Prabowo tersebut. [49]

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Prabowo, bersama adiknya Hashim Djojohadikusumo , mantan aktivis mahasiswa Fadli Zon , dan mantan Deputi V Badan Intelijen Negara Bidang Penggalangan Muchdi Purwoprandjono serta sederetan nama lainnya mendirikan Partai Gerakan Indonesia Raya atau Partai Gerindra pada tanggal 6 Februari 2008 . Ia menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Partai tersebut meraih 4.646.406 suara (4,46 %) dan menempatkan 26 orang wakilnya di DPR RI pada Pemilu legislatif Indonesia tahun 2009 . [55]

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Hasil hitung cepat beberapa lembaga survei, yakni Lembaga Survei Indonesia , Lingkaran Survei Indonesia , Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial , Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis , CIRUS , Lembaga Riset Informasi , dan Quick Count Metro TV , memprediksi pasangan Megawati-Prabowo kalah telak dari pasangan Susilo Bambang Yudhoyono – Boediono , dan Pemilu Presiden 2009 berakhir dalam satu putaran. Hasil Perhitungan Manual KPU yang diumumkan 25 Juli 2009 tak jauh berbeda dengan hasil hitung cepat. Megawati dan Prabowo tidak hadir dalam acara penetapan hasil tersebut meski UU No.42 Tahun 2008 Tentang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden mengamanatkan bagi tiap pasangan calon untuk hadir dalam penetapan hasil Pilpres [60]

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Prabowo Subianto hadirkan “Enam Program Aksi Transformasi Bangsa” dalam kampanyenya; apabila terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia , ia ingin membangun ekonomi yang kuat, berdaulat, adil dan makmur, melaksanakan ekonomi kerakyatan, membangun kedaulatan pangan dan energi serta pengamatan sumberdaya air, meningkatkan kualitas pembangunan manusia Indonesia melalui program pendidikan, kesehatan, sosial dan budaya, membangun infrastruktur dan menjaga kelestarian alam serta lingkungan hidup, dan membangun pemerintahan yang bebas korupsi, kuat, tegas dan efektif. [67]

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Setelah meningkatnya popularitas dan elektabilitas Prabowo di berbagai lembaga survei dalam Pemilihan umum Presiden Indonesia 2014 , ia terus diserang kampanye hitam dan opini negatif [68] antara lain beredarnya uang kertas pecahan Rp50.000 yang diberi cap dengan tulisan “Prabowo: Satria Piningit, Heru Cakra Ratu Adil” dan penghembusan kembali isu stigmatisasi atas tudingan keterlibatan, bahkan nama Prabowo juga disebut-sebut sebagai dalang penculikan aktivis pro demokrasi 1997/1998, penembakan mahasiswa Trisakti, otak penggerak Kerusuhan Mei 1998 dan tuduhan hendak melakukan kudeta Mei 1998. [69] Prabowo juga diduga berjanji akan memberikan satu miliar kepada setiap desa di Indonesia bila ia terpilih sebagai presiden. [70]

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Prabowo dikenal senang menyekolahkan talenta Indonesia ke luar negeri dan juga menawari posisi tinggi kepada mereka yang telah lulus. Salah satu contohnya adalah Sudaryono, sekretarisnya, alumnus SMA Taruna Nusantara yang bersekolah ke Jepang atas biaya Kementrian Pertahanan, namun ditolak saat melamar masuk ke TNI Angkatan Laut. Ia mengajak Sudaryono bergabung dan mendapat posisi penting di lingkaran dalam. Selain itu ia juga berhasil membujuk Dirgayuza yang hampir mendapat karier politik di Australia, namun diminta bergabung dengan Gerindra. [74]

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian (Padma) Indonesia wilayah Nusa Tenggara Timur menilai, Prabowo berperan besar dalam pembebasan Wilfrida Soik dari hukuman mati di Pengadilan Kota Bahru, Kelantan , Malaysia . [75] Prabowo menunjuk pengacara Malaysia Tan Sri Mohammad Syafei untuk membela Wilfrida Soik. Wilfrida adalah buruh asal Nusa Tenggara Timur yang diberangkatkan secara ilegal. Wilfrida didakwa hukuman mati karena membunuh majikannya, Yeap Seok Pen pada tanggal 7 Desember 2010 . [76]

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Direktur Eksekutif Migrant Care, Anis Hidayah meminta Prabowo Subianto tidak mengklaim bebasnya Wilfrida Soik karena hasil kerjanya sendiri. Menurut dia, bebasnya buruh migran Indonesia di Malaysia itu dari ancaman hukuman mati merupakan hasil kerja banyak pihak. Migrant Care dan pemerintah melalui KBRI Malaysia telah mengawal kasus Wilfrida Soik sejak empat tahun. Menurutnya, Migrant Care tak pernah absen untuk menemani Wilfrida dalam sidang sejak 2010. Mereka pun mendorong agar KBRI menyiapkan pengacara dan penerjemah untuk TKI asal Atambua itu. Mereka berupaya meyakinkan bahwa Wilfrida masih tergolong anak-anak saat peristiwa pembunuhan terjadi dan merupakan korban perdagangan manusia. Sedangkan Prabowo, menurut Anis, baru ikut membantu belakangan dengan mengirim advokat Muhammad Shafee Abdullah untuk mendampingi sidang Wilfrida, sehingga menambah jumlah pengacara yang sudah disediakan KBRI . [77]

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Dengan menggunakan koneksi dengan Presiden Soeharto, Prabowo dan saudaranya mencoba membungkam kritik jurnalistik dan politik pada tahun 1990-an. [80] Hasyim gagal menekan Goenawan Mohamad agar menjual koran Tempo kepadanya. [80] Ketika menjabat sebagai letnan kolonel, Prabowo mengudang Abdurrahman Wahid ke markas batalionnya pada tahun 1992 dan memperingatinya agar hanya berkecimpung dalam bidang agama dan tidak menyentuh politik, atau ia harus menghadapi akibatnya bila melanjutkan oposisi terhadap Soeharto. [81] Ia juga memperingatkan Nurcholish Madjid (Cak Nur) agar mengundurkan diri dari Komite Independen Pemantau Pemilu , yaitu badan pengawas pemilu yang didirikan oleh Goenawan Mohamad. [82]

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Pada tahun 1983 , Prabowo, menurut Sintong Panjaitan , terlibat perselisihan dengan beberapa jenderal yang dianggap akan mengkudeta Suharto. Sampai pada akhirnya pada bulan Maret 1983, di Datasaemen 81, Prabowo diceritakan mencoba melakukan upaya penculikan sejumlah petinggi militer, termasuk Jenderal LB Moerdani yang diduga hendak melakukan kudeta terhadap Presiden Soeharto , namun upaya ini digagalkan oleh Mayor Luhut Panjaitan , Komandan Den 81/Antiteror. Prabowo sendiri adalah wakil Luhut saat itu. [83]

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Pada tahun 1988, Prabowo kembali berhadapan dengan LB Moerdani. Menurut cerita versi Kivlan Zen , menjelang Sidang Umum MPR/RI pada tahun 1988, beredar kabar bahwa LB Moerdani akan memanfaatkan posisinya sebagai Panglima ABRI untuk mendapat dukungan dari Fraksi ABRI agar bisa maju menjadi Wakil Presiden. Prabowo Subianto segera melaporkan dugaan ini kepada Suharto. Suharto menerima masukan ini dan mengganti Panglima ABRI dengan Jenderal Try Soetrisno , sehingga akhirnya jabatan Wakil Presiden jatuh ke tangan Soedharmono . [84]

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Pada tahun 1990-an, Prabowo terkait dengan sejumlah kasus pelanggaran HAM di Timor Timur. Pada tahun 1995, ia dituduh menggerakkan pasukan ilegal yang melancarkan aksi teror ke warga sipil di Timor Timur . [85] Peristiwa ini membuat Prabowo nyaris baku hantam dengan Komandan Korem Timor Timur saat itu, Kolonel Inf Kiki Syahnakri , di kantor Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Adang Ruchiatna . [85] [86] Sejumlah lembaga internasional menuntut agar kasus ini dituntaskan dan agar Prabowo dibawa ke Pengadilan Kriminal Internasional di Den Haag . [87] Menurut pakar Adnan Buyung Nasution , kasus ini belum selesai secara hukum karena belum pernah diadakan pemeriksaan menurut hukum pidana. [88]

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Pada tahun 1997 , Prabowo diduga kuat mendalangi penculikan dan penghilangan paksa terhadap sejumlah aktivis pro-Reformasi. [93] Setidaknya 14 orang, [94] termasuk seniman ‘Teater Rakyat’ Widji Thukul , aktivis Herman Hendrawan , dan Petrus Bima masih hilang dan belum ditemukan hingga sekarang. [95] Mereka diyakini sudah meninggal. [96] Prabowo sendiri mengakui memerintahkan Tim Mawar untuk mengeksekusi operasi tersebut karena menurutnya hal tersebut merupakan hal yang benar menurut rezim saat itu. [97] [98] Prabowo hanya mengakui menculik 9 orang aktivis pada saat itu, yang semuanya telah ia kembalikan dalam keadaan hidup. Sementara 13 orang sisanya, ia tidak tahu-menahu. Pernyataan ini dikuatkan oleh Pius Lustrilanang, yang mengaku telah dimintai maaf oleh Prabowo dan kini menjadi anggota DPR dari Partai Gerindra. [99]

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Sementara saat mengumumkan pembebastugasan Prabowo, Jenderal TNI Wiranto menyatakan bahwa Prabowo dapat diadili karena adanya bukti keterlibatan Prabowo dalam kasus penculikan aktivis ini. [100] Namun, Prabowo masih belum diadili atas kasus tersebut hingga sekarang walau anggota Tim Mawar sudah dijebloskan ke penjara. [101] [102] Sementara itu, Prabowo dan koleganya, Sjafrie Syamsuddin, tidak pernah memenuhi Panggilan Komnas HAM yang berusaha untuk mengusut kasus tersebut. [103] [104] Pengakuan mengejutkan datang dari Kivlan Zen yang pada masa 1998 setia kepada Prabowo. Ia mengaku mengetahui pasti di mana keberadaan 13 orang aktivis yang dipermasalahkan, dan tahu pasti mereka telah dibunuh. Kivlan Zen menantang dibukanya kembali kasus penculikan ini dan dia mengatakan seluruh hal yang diketahuinya. Ia menyatakan operasi penculikan 13 orang tersebut adalah perbutan pihak yang ingin mendiskreditkan Prabowo. Karena pernyataan ini, Komnas HAM didesak untuk membuka kembali penyelidikan atas kasus ini, namun Komnas HAM berkomentar bahwa itu hanyalah pernyataan pribadi Kivlan Zen. Secara resmi pernyataan Kivlan Zen sudah pernah dicatat dalam penyelidikan Komnas HAM dan kini sudah berada di Kejaksaan Agung. [105]

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Menurut Friend (2003), saat dampak krisis finansial Asia 1997 memburuk, Prabowo mengajak Muslim Indonesia untuk bergabung melawan “pengkhianat bangsa”. [106] Selain itu, dari wawancara Adam Schwarz dengan Sofjan Wanandi , Prabowo pernah mengatakan pada Sofjan bahwa ia siap “mengusir semua orang Tionghoa meskipun hal itu akan membuat ekonomi Indonesia mundur 20-30 tahun” [107] dan mengatakan “kamu Tionghoa Katolik mencoba menjatuhkan Suharto”. [106] Sofjan sendiri membantah pernah berkata bahwa Prabowo akan mengusir semua orang Tionghoa dari Indonesia, dan menyatakan bahwa Schwarz hanya salah persepsi. [108]

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Prabowo diduga kuat mendalangi kerusuhan Mei 1998 berdasar temuan Tim Gabungan Pencari Fakta . [109] [110] [111] Bahkan menurut Friend (2003), walaupun kubu Wiranto menekankan bahwa mereka tidak ingin pembantaian Tiananmen terjadi di Jakarta , kubu Prabowo memperingatkan Amien Rais bahwa militer tidak takut akan terjadinya ” Tiananmen lain” dan “lautan darah” bila demonstrasi dilanjutkan. [112] Dugaan motif Prabowo adalah untuk mendiskreditkan rivalnya Pangab Wiranto , untuk menyerang etnis minoritas, dan untuk mendapat simpati dan wewenang lebih dari Soeharto bila kelak ia mampu memadamkan kerusuhan. [113] Dia juga masih belum diadili atas kasus tersebut. [114]

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Prabowo mengklaim bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar. Prabowo mengaku sadar bahwa menghancurkan Tionghoa di Indonesia dapat merugikan Indonesia sendiri. Ia juga menyayangkan Menko Polkam Feisal Tanjung dan Panglima ABRI Wiranto yang menurutnya konsisten menyangkal tuduhan bahwa perintah membuat kerusuhan berasal langsung dari mereka atau Soeharto sebagai Panglima Tinggi. Prabowo meyakini bahwa perintah tersebut tidak dalam satu rangkaian komando karena atasannya senang bekerja secara melompat-lompat dalam berbagai tingkatan. Ia memastikan bahwa dirinya tidak pernah memperoleh perintah menyiksa orang. [115]

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Sementara terkait penembakan mahasiswa dalam peristiwa Trisakti, hasil uji balistik di Belfast, Irlandia Utara, memperlihatkan bahwa peluru tersebut berasal dari senjata milik Gegana, Polri, bukan tipe senjata yang digunakan oleh TNI. Penembakan itu juga tidak mungkin dilakukan oleh sniper karena peluru yang digunakan jenis kaliber 5,56mm, sementara senjata sniper berkaliber 7mm ke atas. Target penembakan juga acak, berbeda dengan pola penembakan sniper yang akan memilih pemimpin demonstrasi atau sasaran strategis tertentu. [116]

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Di siang hari pada tanggal yang sama, Prabowo dihubungi Markas Besar Angkatan Darat perihal pemberhentiannya sebagai Panglima Kostrad. Prabowo langsung menghadap Presiden B.J. Habibie di istana untuk mendapat kepastian pemberhentiannya. Presiden B.J. Habibie mengatakan bahwa pemberhentiannya adalah permintaan langsung dari Soeharto dan ia akan ditunjuk sebagai Duta Besar untuk Amerika Serikat . [115] Sore harinya Prabowo menyerahkan jabatan Panglima Kostrad kepada Pangdiv I Kostrad Mayjen Johny Lumintang . [118]

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Prabowo yakin ia bisa saja melancarkan kudeta pada hari-hari kerusuhan pada bulan Mei itu. Tetapi yang penting baginya ia tidak melakukannya. “Keputusan mempercepat pensiun saya adalah sah,” ujarnya. “Saya tahu, banyak di antara prajurit saya akan melakukan apa yang saya perintahkan. Tetapi saya tidak mau mereka mati berjuang demi jabatan saya. Saya ingin menunjukkan bahwa saya menempatkan kebaikan bagi negeri saya dan rakyat di atas posisi saya sendiri. Saya adalah seorang prajurit yang setia. Setia kepada negara, setia kepada republik”. [119]

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

^ Lamb, David (24 Mei 1998). “Gen. Wiranto: From Brink of a Sacking to Strongman” . Los Angeles Times . Diakses tanggal 17 April 2014 . Prabowo, 46, who attended the advanced officers training course at Ft. Bragg, N.C., in 1980 and wanted Wiranto’s job as defense chief, was widely believed to be behind some of Indonesia’s most flagrant human rights abuses. Among them are the disappearances of 14 student activists–five remain unaccounted for–and the supplying of provocateurs to encourage riots against ethnic Chinese merchants

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

^ “Six years after, May 1998 tragedy still unresolved” . The Jakarta Post. 13 Mei 2004 . Diakses tanggal 18 April 2014 . A joint fact-finding team set up by the government alleged that the riots were part of a scenario engineered by former president Soeharto’s son-in-law Prabowo Subianto, then the Army’s Strategic Reserve Command (Kostrad) chief and most recently a Golkar Party presidential candidate before he lost the nomination, in his attempt to have martial law declared, which would allow him to take power amidst the national leadership crisis that ended with Soeharto’s resignation on May 21.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Anggota DPR Fraksi Gerindra Aryo Hashim Djojohadikusumo menyatakan seluruh kader partainya ingin Prabowo Subianto menjadi capres 2019. Ia menyebut Ketua Umum Gerindra tersebut pun siap maju sebagai capres jika mendapat dukungan yang solid. “Kalau dari Gerindra, seluruh kader menginginkan Pak Prabowo. Pak Prabowo hanya menyampaikan, beliau siap maju apabila dukungan dari partai solid, dukungan dari masyarakat solid,” kata Aryo di kantor PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Rabu (28/2/2018). Pernyataan itu disampaikan Aryo setelah menghadiri peluncuran buku ‘Nalar Politik Rente’ karya Ketum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak dan pidato kebangsaan para tokoh. Aryo menyatakan dukungan untuk Prabowo berdasarkan sejumlah survei juga cukup tinggi meski jarang memberi pernyataan di media. “Pak Prabowo hampir tidak pernah membuat pernyataan, statement, di media saja dukungan solid di 22-23 persen. Berarti bisa dibilang lebih dari seperlima warga Indonesia tidak ingin berpaling dari Pak Prabowo,” ucapnya. Namun Aryo belum tahu kapan dukungan untuk Prabowo sebagai capres pada Pilpres 2019 diumumkan Gerindra. Saat ini Gerindra sedang membangun komunikasi dengan banyak partai. “Karena serentak, banyak yang harus lebih cepat dari biasanya. Contohnya, pendeklarasian pasangan. Kita berharap, mungkin, belum tentu terjadi, kita mendeklarasikannya pasangan. Artinya, koalisinya sudah jelas, nama figur cawapresnya sudah jelas,” ujar Aryo.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Jakarta – Anggota DPR Fraksi Gerindra Aryo Hashim Djojohadikusumo menyatakan seluruh kader partainya ingin Prabowo Subianto menjadi capres 2019. Ia menyebut Ketua Umum Gerindra tersebut pun siap maju sebagai capres jika mendapat dukungan yang solid. “Kalau dari Gerindra, seluruh kader menginginkan Pak Prabowo. Pak Prabowo hanya menyampaikan beliau siap maju apabila dukungan dari partai solid, dukungan dari masyarakat solid,” kata Aryo di Kantor PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Rabu (28/2/2018). Pernyataan itu disampaikan Aryo usai menghadiri peluncuran buku ‘Nalar Politik Rente’ karya Ketum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak dan pidato kebangsaan para tokoh. Aryo menyatakan dukungan untuk Prabowo berdasarkan sejumlah suvei juga cukup tinggi meski jarang memberi pernyataan di media. “Pak Prabowo hampir tidak pernah membuat pernyataan statement di media saja dukungan solid di 22-23 persen. Berarti bisa dibilang lebih dari seperlima warga Indonesia tidak ingin berpaling dari Pak Prabowo,” ucapnya. Namun, Aryo belum tahu kapan dukungan untuk Prabowo sebagai capres di pilpres 2019 diumumkan Gerindra. Saat ini Gerindra sedang membangun komunikasi dengan banyak partai. “Karena serentak banyak yang harus lebih cepat dari biasanya. Contohnya, pendeklarasian pasangan. Kita berharap, mungkin, belum tentu terjadi, kita mendeklarasikannya pasangan. Artinya koalisinya sudah jelas, nama figur cawapresnya sudah jelas,” ujar Aryo. (haf/jbr)

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Merdeka.com – Partai Gerindra telah resmi mengusung Mayjen (Purn) Sudrajat sebagai bakal calon gubernur (cagub) Jawa Barat dalam Pilkada serentak 2018 mendatang. Sudrajat mengungkapkan terima kasihnya kepada Gerindra yang telah memberikan kepercayaan baginya untuk maju dalam kontestasi politik lima tahunan itu. Ia berjanji akan menjadi pemimpin yang bertakwa bagi rakyat Jabar, sebagaimana pesan yang diterimanya dari para ulama yang dimintai pendapatnya oleh Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. “Satu pesan yang saya ingat dari para ulama yaitu jadilah pemimpin yang bertakwa dan umat yang bertakwa. Insyaallah Jabar umatnya bertakwa dan saya akan jadi pemimpin yang bertakwa,” jelasnya saat jumpa pers di kediaman Prabowo Subianto, Bukit Hambalang, Kabupaten Bogor, Sabtu (9/12). Sudrajat menyebutkan akan merancang program ‘bebersih’ untuk Jabar. “Bersih sampah, bersih air, bersih semuanya sama bersih-bersih korupsi ,” sebutnya. Mengenai calon pendamping, ia mengatakan menyerahkan sepenuhnya kepada Partai Gerindra yang tengah menjajaki upaya berkoalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Amanat Nasional. “Bagi saya siapa pun pendamping kalau itu sudah diputuskan oleh koalisi saya kira itu adalah suatu pendamping yang memang tepat bersama-sama memimpin Jabar,” jelasnya. Ia pun mengatakan tak keberatan jika nanti ia didampingi tokoh perempuan sepanjang itu merupakan keputusan koalisi. Terkait kriteria khusus, Sudrajat mengatakan harus sehat dan mengerti dasar kepemimpinan. “Idealnya sehat dan mengerti platform kepemimpinan kita bersama, apa visi kita dan misi kita dalam rangka memimpin Jabar. Pada dasarnya adalah kita harus bersama-sama dalam satu platform kepemimpinan,” jelasnya. Terkait daftar nama potensial yang masuk sebagai bursa calon wagub pendampingnya, Sudrajat mengaku belum mendapat informasi. “Sampai sekarang saya belum dapat informasi yang banyak. Tetapi saya yakini bahwa Partai Gerindra dan PKS sudah merumuskan siapa yang akan menjadi wagub,” jelasnya. [rzk]

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, rencananya peresmian program ini akan dimulai di salah satu pesantren di Karawang, Jawa Barat. “Besok itu akan ada launching di pesantren di Karawang,” kata Darmin di Istana Negara, Rabu (28/2). Ia mengakui, program ini  belum terharmonisasi secara baik dari segi model bisnis. Namun dengan peresmian diharap semua pihak bisa semakin baik dalam menunjang program perekonomian umat ini. Dalam program ini pemerintah tidak memberikan suntikan dana secara langsung, tapi melalui kredit usaha rakyat (KUR). Nantinya akan ada kerja sama dengan dunia usaha sebagai pembeli atau offtaker. Program ekonomi umat ini model bisnisnya tidak akan dilakukan terlalu beragam, sehingga para offtaker tidak kesulitan ketika membeli produk dari koperasi santri. Di sisi lain melalui program ini juga harus dibuat semacam kelompok usaha, misalnya kelompok petani, kelompok pengrajin, atau kelompok usaha lainnya. Kemudian dibuat standar produk dengan kualitas dibutuhkan para offtaker agar para pelaku usaha tidak kebingungan ketika menjajakan kembali produk ini ke masyarakat. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin mengatakan, Presiden Jokowi sangat serius mempersiapkan program ini karena akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat. “Kita membicarakan program-program yang lebih kongkrit lagi di mana pusat-pusat umat seperti pesantren seperti juga berbagai komunitas. Itu kita gerakan untuk mengambil bagian dalam rangka pemberdayaan ekonomi,” kata Ma’ruf Amin. Ma’ruf Amin pun menyebut sudah ada beberapa lokasi yang akan dijadikan tempat pelaksanaan program ini. Dengan demikiaan diharap masyarakat dari berbagai elemen termasuk di lingkungan pesantren bisa ikut serta menunjang perekonomian dan yang terpenting adalah meningatkan perekonomian di sekitarnya.

Merdeka.com – Partai Gerindra telah resmi mengusung Mayjen (Purn) Sudrajat sebagai bakal calon gubernur (cagub) Jawa Barat dalam Pilkada serentak 2018 mendatang. Sudrajat mengungkapkan terima kasihnya kepada Gerindra yang telah memberikan kepercayaan baginya untuk maju dalam kontestasi politik lima tahunan itu. Ia berjanji akan menjadi pemimpin yang bertakwa bagi rakyat Jabar, sebagaimana pesan yang diterimanya dari para ulama yang dimintai pendapatnya oleh Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. “Satu pesan yang saya ingat dari para ulama yaitu jadilah pemimpin yang bertakwa dan umat yang bertakwa. Insyaallah Jabar umatnya bertakwa dan saya akan jadi pemimpin yang bertakwa,” jelasnya saat jumpa pers di kediaman Prabowo Subianto, Bukit Hambalang, Kabupaten Bogor, Sabtu (9/12). Sudrajat menyebutkan akan merancang program ‘bebersih’ untuk Jabar. “Bersih sampah, bersih air, bersih semuanya sama bersih-bersih korupsi ,” sebutnya. Mengenai calon pendamping, ia mengatakan menyerahkan sepenuhnya kepada Partai Gerindra yang tengah menjajaki upaya berkoalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Amanat Nasional. “Bagi saya siapa pun pendamping kalau itu sudah diputuskan oleh koalisi saya kira itu adalah suatu pendamping yang memang tepat bersama-sama memimpin Jabar,” jelasnya. Ia pun mengatakan tak keberatan jika nanti ia didampingi tokoh perempuan sepanjang itu merupakan keputusan koalisi. Terkait kriteria khusus, Sudrajat mengatakan harus sehat dan mengerti dasar kepemimpinan. “Idealnya sehat dan mengerti platform kepemimpinan kita bersama, apa visi kita dan misi kita dalam rangka memimpin Jabar. Pada dasarnya adalah kita harus bersama-sama dalam satu platform kepemimpinan,” jelasnya. Terkait daftar nama potensial yang masuk sebagai bursa calon wagub pendampingnya, Sudrajat mengaku belum mendapat informasi. “Sampai sekarang saya belum dapat informasi yang banyak. Tetapi saya yakini bahwa Partai Gerindra dan PKS sudah merumuskan siapa yang akan menjadi wagub,” jelasnya. [rzk]

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, rencananya peresmian program ini akan dimulai di salah satu pesantren di Karawang, Jawa Barat. “Besok itu akan ada launching di pesantren di Karawang,” kata Darmin di Istana Negara, Rabu (28/2). Ia mengakui, program ini  belum terharmonisasi secara baik dari segi model bisnis. Namun dengan peresmian diharap semua pihak bisa semakin baik dalam menunjang program perekonomian umat ini. Dalam program ini pemerintah tidak memberikan suntikan dana secara langsung, tapi melalui kredit usaha rakyat (KUR). Nantinya akan ada kerja sama dengan dunia usaha sebagai pembeli atau offtaker. Program ekonomi umat ini model bisnisnya tidak akan dilakukan terlalu beragam, sehingga para offtaker tidak kesulitan ketika membeli produk dari koperasi santri. Di sisi lain melalui program ini juga harus dibuat semacam kelompok usaha, misalnya kelompok petani, kelompok pengrajin, atau kelompok usaha lainnya. Kemudian dibuat standar produk dengan kualitas dibutuhkan para offtaker agar para pelaku usaha tidak kebingungan ketika menjajakan kembali produk ini ke masyarakat. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin mengatakan, Presiden Jokowi sangat serius mempersiapkan program ini karena akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat. “Kita membicarakan program-program yang lebih kongkrit lagi di mana pusat-pusat umat seperti pesantren seperti juga berbagai komunitas. Itu kita gerakan untuk mengambil bagian dalam rangka pemberdayaan ekonomi,” kata Ma’ruf Amin. Ma’ruf Amin pun menyebut sudah ada beberapa lokasi yang akan dijadikan tempat pelaksanaan program ini. Dengan demikiaan diharap masyarakat dari berbagai elemen termasuk di lingkungan pesantren bisa ikut serta menunjang perekonomian dan yang terpenting adalah meningatkan perekonomian di sekitarnya.

Related Posts

Comments are closed.