Gempa Robohkan 3 Rumah dan Hancurkan Plafon Sekolah di Pandeglang

Gempa Robohkan 3 Rumah dan Hancurkan Plafon Sekolah di Pandeglang

Sebanyak tiga rumah roboh dan plafon sekolah hancur di Pandeglang akibat diguncang gempa berkekuatan 6,1 skala Richter. Tidak ada korban jiwa di Pandeglang akibat gempa tersebut. Tiga rumah yang terdampak gempa tersebut tersebar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Pagelaran dan Bojong. Sedangkan sekolah Cahaya Madani Banten Boarding School (CMBBS), yang plafon aulanya hancur, berada di Majasari. Di Pagelaran, rumah yang roboh terdampak gempa diketahui milik Asraf (65). Sedangkan di Bojong, rumah yang roboh milik Eem Saemi (55). Selain itu, rumah milik Nuryati (55) roboh akibat gempa tersebut sehingga Nuryati mengalami kerugian sebesar Rp 15 juta. “Dengan adanya kejadian bencana alam (gempa bumi) tersebut, korban Asraf mengalami kerugian materiil sebesar Rp 5.000.000 dan Eem mengalami kerugian materiil Rp 7.000.000,” kata Kabag Ops Polres Pandegkang Kompol Winarno kepada detikcom , Selasa (23/1/2018). Bangunan di Pandeglang yang rusak akibat gempa. (Dok Polres Pandeglang) Kemudian, plafon sekolah milik CMBBS ambrol saat gempa bumi terjadi. Menurut Winarno, tidak ada korban jiwa saat ambrolnya plafon itu. Pihak panitia saat itu tengah merapikan kursi di aula tersebut untuk acara pertemuan antar-kepala sekolah di Pandeglang. “Sedang melakukan setting kursi di ruangan serbaguna untuk kegiatan pertemuan para kepala sekolah tingkat SMA se-Provinsi Banten. Tidak lama kemudian, terjadi bencana alam (gempa bumi) sehingga mengakibatkan plafon atap aula serbaguna ambruk,” ujarnya. Dia memastikan tidak ada korban jiwa dalam gempa bumi yang terjadi siang tadi. Pihak kepolisian dan aparat lainnya saat kejadian langsung mendata dan memberikan bantuan dengan merapikan puing-puing bangunan yang roboh ataupun ambrol. “Usai terjadinya bencana alam, tidak ada infrastruktur jalan yang rusak,” tambahnya.

Sebanyak tiga rumah roboh dan plafon sekolah hancur di Pandeglang akibat diguncang gempa berkekuatan 6,1 skala Richter. Tidak ada korban jiwa di Pandeglang akibat gempa tersebut. Tiga rumah yang terdampak gempa tersebut tersebar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Pagelaran dan Bojong. Sedangkan sekolah Cahaya Madani Banten Boarding School (CMBBS), yang plafon aulanya hancur, berada di Majasari. Di Pagelaran, rumah yang roboh terdampak gempa diketahui milik Asraf (65). Sedangkan di Bojong, rumah yang roboh milik Eem Saemi (55). Selain itu, rumah milik Nuryati (55) roboh akibat gempa tersebut sehingga Nuryati mengalami kerugian sebesar Rp 15 juta. “Dengan adanya kejadian bencana alam (gempa bumi) tersebut, korban Asraf mengalami kerugian materiil sebesar Rp 5.000.000 dan Eem mengalami kerugian materiil Rp 7.000.000,” kata Kabag Ops Polres Pandegkang Kompol Winarno kepada detikcom , Selasa (23/1/2018). Bangunan di Pandeglang yang rusak akibat gempa. (Dok Polres Pandeglang) Kemudian, plafon sekolah milik CMBBS ambrol saat gempa bumi terjadi. Menurut Winarno, tidak ada korban jiwa saat ambrolnya plafon itu. Pihak panitia saat itu tengah merapikan kursi di aula tersebut untuk acara pertemuan antar-kepala sekolah di Pandeglang. “Sedang melakukan setting kursi di ruangan serbaguna untuk kegiatan pertemuan para kepala sekolah tingkat SMA se-Provinsi Banten. Tidak lama kemudian, terjadi bencana alam (gempa bumi) sehingga mengakibatkan plafon atap aula serbaguna ambruk,” ujarnya. Dia memastikan tidak ada korban jiwa dalam gempa bumi yang terjadi siang tadi. Pihak kepolisian dan aparat lainnya saat kejadian langsung mendata dan memberikan bantuan dengan merapikan puing-puing bangunan yang roboh ataupun ambrol. “Usai terjadinya bencana alam, tidak ada infrastruktur jalan yang rusak,” tambahnya.

Related Posts

Comments are closed.