Gempa 4,6 SR Guncang Simeulue Aceh

Gempa 4,6 SR Guncang Simeulue Aceh

Gempa bumi berkekuatan 4,6 skala Richter (SR) terjadi di Kabupaten Simeulue, Aceh. Gempa tersebut tak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada Senin (8/1/2018) pukul 22.51 WIB. Lokasi gempa berada 34 kilometer arah barat daya dari Simeulue pada kedalaman 26 km. Gempa ini dirasakan dalam skala III Modified Mercalli Intensity (MMI) di Simeulue, yang artinya getaran dirasakan nyata dalam rumah. Belum ada laporan soal dampak kerusakan gempa. Hingga kini belum diketahui apakah gempa ini menimbulkan korban.

KBRN, Simeulue : Gempa berkekuatan 4,6 Skala Richter mengguncang kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh, Senin (8/1/2018).  Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Mata Ie Aceh Besar dalam keterangan pers yang diterima RRI mencatat, gempa terjadi pada pukul 22.51 WIB.  Gempa yang berpusat di laut dengan kedalaman 26 kilometer ini tidak berpotensi tsunami.  Gempa tercatat pada titik koordinat 2,46 lintang Utara dan 95,78 bujur timur tepatnya di 34 kilometer barat daya kabupaten Simeulue.  Kepala BMKG Stasiun Geofisika Mata Ie Aceh Besar Eridawati mengatakan, gempa ini hanya dirasakan wilayah Simeulue dan sekitarnya.  “Gempa ini dirasakan di simelue III _ IV MMI, ini artinya adalah sebagian orang merasakan,” jelas Erida. Mj

Gempa terjadi pada pukul 06.59.23 WIB. Lokasi gempa 81 kilometer timur laut wilayah Bangkalan atau pada koordinat -6.31 – 112.96. Pusat gempa berada di kedalaman 610 kilometer. Dampak gempabumi yang digambarkan oleh Peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG menunjukkan, goyangan lemah berpotensi dirasakan di daerah Bangkalan, Gresik, Tuban, Surabaya, Sidoarjo, dan Situbondo dalam skala intensitas I SIG-BMKG (II MMI). Karena hiposenternya dalam maka gempa ini tidak berpotensi merusak dan tidak berpotensi tsunami. Jika ditinjau dari kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dalam akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia di sebelah utara Madura. Hasil nalisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dibangkitkan oleh aktivitas penyesaran turun (normal fault). Dan gempa selanjutnya terjadi dua jam berselang, terjadi di Kabupaten Simeulue pada pukul 09.09.31 WIB. Lokasi gempa berada 492 kilometer barat daya Simeulue atau berada pada koordinat 0.34 – 92.24. pusat gempa berada di kedalaman 10 kilometer. Dari dua kejadian gempa ini, belum ada laporan terkait korban jiwa dan luka serta kerusakan bangunan akibat guncangan gempa. (mus)

Gempa bumi berkekuatan 4,6 skala Richter (SR) terjadi di Kabupaten Simeulue, Aceh. Gempa tersebut tak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada Senin (8/1/2018) pukul 22.51 WIB. Lokasi gempa berada 34 kilometer arah barat daya dari Simeulue pada kedalaman 26 km. Gempa ini dirasakan dalam skala III Modified Mercalli Intensity (MMI) di Simeulue, yang artinya getaran dirasakan nyata dalam rumah. Belum ada laporan soal dampak kerusakan gempa. Hingga kini belum diketahui apakah gempa ini menimbulkan korban.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Gempa bumi berkekuatan 4,6 skala Richter (SR) terjadi di Kabupaten Simeulue, Aceh. Gempa tersebut tak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada Senin (8/1/2018) pukul 22.51 WIB. Lokasi gempa berada 34 kilometer arah barat daya dari Simeulue pada kedalaman 26 km. Gempa ini dirasakan dalam skala III Modified Mercalli Intensity (MMI) di Simeulue, yang artinya getaran dirasakan nyata dalam rumah. Belum ada laporan soal dampak kerusakan gempa. Hingga kini belum diketahui apakah gempa ini menimbulkan korban.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

KBRN, Simeulue : Gempa berkekuatan 4,6 Skala Richter mengguncang kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh, Senin (8/1/2018).  Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Mata Ie Aceh Besar dalam keterangan pers yang diterima RRI mencatat, gempa terjadi pada pukul 22.51 WIB.  Gempa yang berpusat di laut dengan kedalaman 26 kilometer ini tidak berpotensi tsunami.  Gempa tercatat pada titik koordinat 2,46 lintang Utara dan 95,78 bujur timur tepatnya di 34 kilometer barat daya kabupaten Simeulue.  Kepala BMKG Stasiun Geofisika Mata Ie Aceh Besar Eridawati mengatakan, gempa ini hanya dirasakan wilayah Simeulue dan sekitarnya.  “Gempa ini dirasakan di simelue III _ IV MMI, ini artinya adalah sebagian orang merasakan,” jelas Erida. Mj

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Gempa terjadi pada pukul 06.59.23 WIB. Lokasi gempa 81 kilometer timur laut wilayah Bangkalan atau pada koordinat -6.31 – 112.96. Pusat gempa berada di kedalaman 610 kilometer. Dampak gempabumi yang digambarkan oleh Peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG menunjukkan, goyangan lemah berpotensi dirasakan di daerah Bangkalan, Gresik, Tuban, Surabaya, Sidoarjo, dan Situbondo dalam skala intensitas I SIG-BMKG (II MMI). Karena hiposenternya dalam maka gempa ini tidak berpotensi merusak dan tidak berpotensi tsunami. Jika ditinjau dari kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dalam akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia di sebelah utara Madura. Hasil nalisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dibangkitkan oleh aktivitas penyesaran turun (normal fault). Dan gempa selanjutnya terjadi dua jam berselang, terjadi di Kabupaten Simeulue pada pukul 09.09.31 WIB. Lokasi gempa berada 492 kilometer barat daya Simeulue atau berada pada koordinat 0.34 – 92.24. pusat gempa berada di kedalaman 10 kilometer. Dari dua kejadian gempa ini, belum ada laporan terkait korban jiwa dan luka serta kerusakan bangunan akibat guncangan gempa. (mus)

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Pertama, gempa dengan kekuatan 5,2 skala richter (SR) mengguncang utara Pulau Madura, Jawa Timur. Pusat gempa berada di 81 km arah timur laut Kabupaten Bangkalan dengan titik koordinat 6,31 derajat lintang selatan (LS) dan 112,96 derajat bujur timur (BT). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat bahwa gempa yang terjadi pada pukul 06.59 itu berada di kedalaman 610 km. Meski demikian tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan. Gempa dengan kekuatan yang sama juga mengguncang Kabupaten Simeulue, Aceh pada pukul 09.09. Titik gempa berada pada koordinat 0,35 derajat lintang utara (LU) dan 92,24 derajat bujur timur (BT). Titik ini berada di 492 km arah barat daya Simeulue. Gempa berada di kedalaman 10 km. Namun demikian, belum ada peringatan tsunami yang dikeluarkan BMKG. Sementara itu, gempa juga mengguncang Solok, Sumatera Barat (Sumbar) pada pukul 09.03. Gempa ini lebih ringan dibanding dengan dua gempa sebelumnya, yaitu berkekuatan 3,9 SR. Pusat gempa berada di darat dengan kedalaman 10 km. Titik gempa berada di 14 km arah utara Solok. Belum ada laporan mengenai kerugian materi maupun korban jiwa yang disebabkan oleh ketiga gempa tersebut. [ian]

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Merdeka.com – Pulau Simeulue yang berada di paling barat Indonesia diguncang gempa 5,2 skala richter tadi pada pukul 09.09 WIB, Kamis (21/9) dengan kedalaman 10 kilometer. Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Aceh gempa tersebut berlokasi di 0.34 LU,92.24 BT, 492 kilometer Barat Daya di Kabupaten Simeulue. Kendati demikian, laporan dari seorang warga setempat mengaku tidak merasakan ada goncangan gempa tersebut. Sehingga tidak ada kepanikan kejadian gempa tersebut. “Tidak terasa ada gempa,” kata seorang warga Simeulue, Ahmadi saat dihubungi. Katanya, dia baru tahu ada terjadi gempa setelah beberapa rekannya mempertanyakan ada guncangan gempa. Apa lagi dia mengaku saat sedang gempa terjadi, warga Simeulue sedang menggelar karnaval menyambut 1 Muharram. “Ini baru siap pawai 1 Muharram, semoga tidak ada gempa susulan,” jelasnya. Lanjutnya, Usai ia mendapatkan informasi adanya gempa mencoba memantau. Namun tidak ada yang panik dan semua aman-aman saja. “Aman, tidak ada sedikitpun kepanikan,” tutupnya. [cob]

Ilustrasi (Mindra Purnomo/detikcom) Jakarta – Gempa bumi berkekuatan 4,6 skala Richter (SR) terjadi di Kabupaten Simeulue, Aceh. Gempa tersebut tak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada Senin (8/1/2018) pukul 22.51 WIB. Lokasi gempa berada 34 kilometer arah barat daya dari Simeulue pada kedalaman 26 km. Gempa ini dirasakan dalam skala III Modified Mercalli Intensity (MMI) di Simeulue, yang artinya getaran dirasakan nyata dalam rumah. Belum ada laporan soal dampak kerusakan gempa. Hingga kini belum diketahui apakah gempa ini menimbulkan korban. (jbr/bpn) gempa bumi bmkg aceh

Pertama, gempa dengan kekuatan 5,2 skala richter (SR) mengguncang utara Pulau Madura, Jawa Timur. Pusat gempa berada di 81 km arah timur laut Kabupaten Bangkalan dengan titik koordinat 6,31 derajat lintang selatan (LS) dan 112,96 derajat bujur timur (BT). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat bahwa gempa yang terjadi pada pukul 06.59 itu berada di kedalaman 610 km. Meski demikian tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan. Gempa dengan kekuatan yang sama juga mengguncang Kabupaten Simeulue, Aceh pada pukul 09.09. Titik gempa berada pada koordinat 0,35 derajat lintang utara (LU) dan 92,24 derajat bujur timur (BT). Titik ini berada di 492 km arah barat daya Simeulue. Gempa berada di kedalaman 10 km. Namun demikian, belum ada peringatan tsunami yang dikeluarkan BMKG. Sementara itu, gempa juga mengguncang Solok, Sumatera Barat (Sumbar) pada pukul 09.03. Gempa ini lebih ringan dibanding dengan dua gempa sebelumnya, yaitu berkekuatan 3,9 SR. Pusat gempa berada di darat dengan kedalaman 10 km. Titik gempa berada di 14 km arah utara Solok. Belum ada laporan mengenai kerugian materi maupun korban jiwa yang disebabkan oleh ketiga gempa tersebut. [ian]

Gempa bumi mengguncang wilayah Sumatera Utara. Gempa berkekuatan 5,2 skala Richter itu tidak berpotensi menimbulkan tsunami. “Lokasi gempa di pantai barat Sumatera Utara. Waktu gempa 09.09 WIB,” tulis informasi BMKG yang diterima detikcom , Kamis (21/9/2017). Gempa terjadi di titik 0,34 Lintang Utara dan 92,24 Bujur Timur. Sementara itu, kedalaman gempa 10 km. Selain wilayah Sumatera Utara, ada sejumlah lainnya yang juga terdampak guncangan. Wilayah yang juga terkena dampak guncangan adalah Aceh hingga Jakarta “492 km barat daya Kabupaten Simeulue, Aceh, 582 km barat daya Nias Utara, Sumut, 587 km barat daya Nias Barat, Sumut, 672 km barat daya Banda Aceh, Aceh, 1.774 km barat laut Jakarta,” demikian bunyi info BMKG.

Merdeka.com – Pulau Simeulue yang berada di paling barat Indonesia diguncang gempa 5,2 skala richter tadi pada pukul 09.09 WIB, Kamis (21/9) dengan kedalaman 10 kilometer. Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Aceh gempa tersebut berlokasi di 0.34 LU,92.24 BT, 492 kilometer Barat Daya di Kabupaten Simeulue. Kendati demikian, laporan dari seorang warga setempat mengaku tidak merasakan ada goncangan gempa tersebut. Sehingga tidak ada kepanikan kejadian gempa tersebut. “Tidak terasa ada gempa,” kata seorang warga Simeulue, Ahmadi saat dihubungi. Katanya, dia baru tahu ada terjadi gempa setelah beberapa rekannya mempertanyakan ada guncangan gempa. Apa lagi dia mengaku saat sedang gempa terjadi, warga Simeulue sedang menggelar karnaval menyambut 1 Muharram. “Ini baru siap pawai 1 Muharram, semoga tidak ada gempa susulan,” jelasnya. Lanjutnya, Usai ia mendapatkan informasi adanya gempa mencoba memantau. Namun tidak ada yang panik dan semua aman-aman saja. “Aman, tidak ada sedikitpun kepanikan,” tutupnya. [cob]

Related Posts

Comments are closed.