Geger! Waria Ditemukan Tewas di Salon dengan Kondisi Kepala Pecah

Geger! Waria Ditemukan Tewas di Salon dengan Kondisi Kepala Pecah

Aldi Badek alias Chika (25) ditemukan tewas di sebuah salon di Jalan Ahmad Dahlan, Kota Palembang, Sumatera Selatan. Sosok mayat diduga waria ini ditemukan tewas dengan kondisi leher dililit kain dan kepala pecah. Mayat Chika, yang merupakan warga Kelurahan Talang Kelapa, Kecamatan Alang-Alang Lebar, Kota Palembang, ditemukan pertama kali oleh pemilik salon sekitar pukul 12.00 WIB. Kiki merasa curiga saat melihat salon tidak buka sampai siang hari. “Saya awalnya curiga, kenapa salon ini tidak buka sudah siang, listrik di dalam juga masih hidup dan tidak seperti biasanya. Pas saya cek, ternyata sudah banyak darah, dia sudah tidak bernyawa lagi,” kata Kiki saat ditemui di lokasi kejadian, Selasa (16/1/2018). Melihat pegawainya yang sudah 3 tahun bekerja tewas bersimbah darah dengan kepala pecah, Kiki langsung menjerit dan menyebabkan masyarakat sekitar heboh. Masyarakat berbondong-bondong datang dan langsung melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian. Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara, yang datang ke lokasi, langsung melakukan olah TKP. Belum diketahui penyebab pasti waria ini tewas, apakah korban perampokan atau ada motif lain, meskipun ada beberapa barang yang hilang. “Dugaan sementara adalah korban pembunuhan, kami tidak bisa berspekulasi apakah ini korban perampokan atau ada motif lain. Tadi sudah dilakukan olah TKP terlebih dahulu dan memeriksa saksi-saksi untuk mengetahui pasti penyebab kematian,” kata Yon Edi. Adapun barang bukti yang diamankan dari lokasi adalah kain yang digunakan untuk melilit leher korban dan sebuah tabung elpiji 3 kg. Tabung gas ini diduga kuat menjadi penyebab tewasnya korban setelah dipukulkan oleh pelaku dan kehabisan darah. Saat ini mayat korban telah dibawa ke RS Bhayangkara Palembang untuk diautopsi.

Aldi Badek alias Chika (25) ditemukan tewas di sebuah salon di Jalan Ahmad Dahlan, Kota Palembang, Sumatera Selatan. Sosok mayat diduga waria ini ditemukan tewas dengan kondisi leher dililit kain dan kepala pecah. Mayat Chika, yang merupakan warga Kelurahan Talang Kelapa, Kecamatan Alang-Alang Lebar, Kota Palembang, ditemukan pertama kali oleh pemilik salon sekitar pukul 12.00 WIB. Kiki merasa curiga saat melihat salon tidak buka sampai siang hari. “Saya awalnya curiga, kenapa salon ini tidak buka sudah siang, listrik di dalam juga masih hidup dan tidak seperti biasanya. Pas saya cek, ternyata sudah banyak darah, dia sudah tidak bernyawa lagi,” kata Kiki saat ditemui di lokasi kejadian, Selasa (16/1/2018). Melihat pegawainya yang sudah 3 tahun bekerja tewas bersimbah darah dengan kepala pecah, Kiki langsung menjerit dan menyebabkan masyarakat sekitar heboh. Masyarakat berbondong-bondong datang dan langsung melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian. Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara, yang datang ke lokasi, langsung melakukan olah TKP. Belum diketahui penyebab pasti waria ini tewas, apakah korban perampokan atau ada motif lain, meskipun ada beberapa barang yang hilang. “Dugaan sementara adalah korban pembunuhan, kami tidak bisa berspekulasi apakah ini korban perampokan atau ada motif lain. Tadi sudah dilakukan olah TKP terlebih dahulu dan memeriksa saksi-saksi untuk mengetahui pasti penyebab kematian,” kata Yon Edi. Adapun barang bukti yang diamankan dari lokasi adalah kain yang digunakan untuk melilit leher korban dan sebuah tabung elpiji 3 kg. Tabung gas ini diduga kuat menjadi penyebab tewasnya korban setelah dipukulkan oleh pelaku dan kehabisan darah. Saat ini mayat korban telah dibawa ke RS Bhayangkara Palembang untuk diautopsi.

Merdeka.com – Seorang wanita ditemukan tewas di kamar hotel melati di Kecamatan Prambanan Kabupaten Klaten, Selasa (24/10) siang. Polisi belum menemukan identitas milik korban di dompet maupun di sekitar tempat tidur. Namun diperkirakan berusia antara 30 hingga 40 tahun. Kepada wartawan, Kepala Unit V Jatanras Resmob Polres Klaten, Ipda Adi Prasidya mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih belum bisa menentukan identitas korban maupun penyebab kematiannya. “Untuk identitas dan penyebab kematiannya masih kita selidiki,” ujar Adi, Kamis (26/10). Berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta pemeriksaan sejumlah saksi, korban melakukan check-in di hotel pada Senin (23/10) malam bersama seorang laki-laki. Keesokan harinya, salah seorang karyawan hotel melihat korban tertidur di tempat tidur sendirian. Salah seorang karyawan yang bermaksud membangunkan, ternyata korban sudah dalam kondisi tak bernyawa. Saksi kemudian melaporkannya ke Polsek Prambanan, Klaten. “Ada beberapa barang bukti yang ditemukan sebuah tas warna merah berisi sabun, pasta gigi, kaos warna putih ungu, jaket coklat, ” katanya. Dia menambahkan, saat ini jenazah masih berada di RSUP Tegalyoso (Soeradji Tirtonegoro) Klaten. Ciri-ciri korban, rambut lurus sebahu, warna kulit sawo matang mengenakan jilbab, memakai jaket warna coklat, celana panjang warna merah dan kaki kanan memakai gelang emas. [lia]

Related Posts

Comments are closed.