Evy Istri Gatot Pujo Cabut Laporan soal Razman Nasution

Evy Istri Gatot Pujo Cabut Laporan soal Razman Nasution

Evy Susanti, istri mantan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho, mencabut laporannya soal dugaan penipuan dan penggelapan pengacara Razman Arif Nasution. Pencabutan laporan dilakukan karena Razman telah mengakui kekeliruannya ketika mendampingi Gatot terkait kasus di KPK. “Terkait pelaporan saya, 20 Februari 2018, pada hari ini saya secara resmi mencabut laporan saya di Polda Metro Jaya dengan alasan bahwa saya telah menerima permintaan maaf dari saudara Razman,” kata Evy kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (1/3/2018). Evy beralasan Razman telah mengaku keliru padanya. Persoalan itu pun telah dibicarakan dengan baik-baik sehingga Evy mencabut laporannya. “Yang penting bahwa apa yang disangkakan itu sudah diakui, bahwa itu suatu kekeliruan. Saya harap ini jadi pembelajaran ke depan agar segala sesuatu dapat dibicarakan dengan baik,” kata Evy. “Paling utama bagi kami, dia akui kekeliruan itu dan bagi saya itu sudah cukup dan nggak boleh kita menolak permintaan maaf dari orang–sebenarnya ini adalah ketulusan pak Razman–saya harap tidak terjadi lagi,” imbuh Evy. Evy mengaku tidak ada kompensasi apa pun dari Razman atas pencabutan laporan tersebut. Yang terpenting bagi Evy, Razman telah mengakui kekeliruannya itu, sehingga dia memutuskan untuk mencabut laporan tersebut. “Ada kesepakatan yang baik dan tidak ada dorongan dari saya untuk lanjut,” ucapnya. Razman Minta Maaf Dalam kesempatan yang sama, Razman mengapresiasi langkah Evy yang mencabut laporan atas dirinya itu. Razman meminta maaf kepada Evy karena tidak mendampingi suaminya hingga proses pengadilan. “Sebagai manusia, saya mengucapkan maaf karena tidak sampai pada tugas saya sampai pada proses peradilan,” ujar Razman. Razman menyambut baik Evy yang telah bersedia mencabut laporan tersebut. Kedua pihak telah mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya untuk pencabutan laporan tersebut. “Kami telah melakukan perdamaian dengan tanda terima perdamaian ini, tadi di SPKT dan surat perdamaiannya ditanda tangani saya dan Bu Evy, sehingga kasus yang dilaporkan kepada saya sudah selesai,” lanjut Razman. Selesai di ‘Meja Makan’ Pengacara Evy, Ilal Ferhand, juga menyambut baik perdamaian kedua pihak ini. Menurut Ilal, tidak semua persoalan harus diselesaikan di meja hijau. “Intinya suatu persoalan hukum tidak harus selesai di meja hijau, tetapi bisa selesai di meja makan,” kata Ilal. Menurut Ilal, upaya ini juga sangat baik untuk menjaga nama Razman selaku advokat. “Artinya kami sebagai pengacara mengingatkan harus diselesaikan dengan baik. Menjaga nama baik Razman juga, justru ini bukti adanya kesalahpahaman antara klien saya dan Razman,” ucap Ilal.

Pengacara Eggi Sudjana kembali dilaporkan atas ucapannya tentang konsep ketuhanan di Mahkamah Konstitusi (MK) beberapa waktu lalu. Kali ini, laporan dibuat oleh organisasi masyarakat Bela Negara Cinta Tanah Air. Berdasarkan pantauan detikcom, para pelapor tiba di Bareskrim Polri pukul 17.00 WIB. Tampak 10 orang anggota ormas tersebut hadir di lokasi, mereka menggenakan pakaian hitam-hitam bertuliskan “NKRI Harga Mati”. “Kami melaporkan atas penistaan agama dari yang dilakukan Bapak Eggi Sudjana. Saya sebagai Ketua Umum, saya membawahi teman-teman yang berbeda agama sehingga mereka juga keberatan dengan ujaran yang disampaikan Bapak Eggi. Sehingga saya merasa berkewajiban untuk melaporkan Bapak Eggi,” kata Ketua Umum Bela Negara Cinta Tanah Air, Jati Erna Sahara di Jalan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Selasa, (10/10/2017). Jati melanjutkan, pihaknya tak masalah jika dilaporkan balik Eggi, seperti pelapor lainnya. Jati menyatakan siap menempuh jalur hukum jika dilaporkan balik. “Nggak masalah, kita sebagai warga negara memiliki hak untuk melaporkan bila ada tidak ada berkenan. Tapi silakan laporkan balik nggak masalah, kita akan ikuti,” ujarnya. Laporan ormas ini telah diterima dengan nomor LP/1034/X/2017/Bareskrim tertanggal 10 Oktober 2017. Ormas ini melaporkan Eggi dalam perkara dugaan tindak pidana penistaan agama dengan pasal 156 KUHP.

Polisi memanggil artis Bella Luna untuk hadir Jumat besok. Bella akan diperiksa sebagai terlapor terkait dugaan penganiayaan yang dilaporkan pengacara Razman Arif Nasution. “Besok rencananya begitu. Akan dipanggil untuk diperiksa Jumat (7/4) di Polsek Penjaringan, bukan di Polres,” kata Kapolres Jakarta Utara Kombes Dwiyono di Mapolsek Pademangan, Jalan Budi Mulia 3 Nomor 52 RT 14/10, Pademangan, Jakut, Kamis (6/4/2017). Surat pemanggilan Bella Luna sudah dikirimkan. Dwiyono tidak dapat memastikan apakah Bella akan memenuhi panggilan. “Surat pemanggilan sudah dikirim. Nanti tinggal yang bersangkutan datang atau tidak. Kalau tidak datang pada pemanggilan pertama, akan diberikan pemanggilan kedua,” ujarnya. Sebelumnya, pengacara Bella Luna, Henry Indraguna, mengatakan motif kasus ini dilatarbelakangi kawin kontrak antara Razman dan Bella Luna. Kawin kontrak itu berlaku dari tahun 2015 sampai Desember 2016. Dia menyebut ada uang Rp 1 miliar yang jadi mahar pernikahan siri tersebut. Kedatangan Razman pada Senin (3/4) dini hari ke apartemen Bella, kata Henry, terkait dengan kawin kontrak yang sudah lewat itu.

Pengacara Razman Nasution buka-bukaan soal alasannya melaporkan artis Bella Luna ke polisi. Selain penganiayaan, Razman juga bicara soal Rp 50 juta yang jadi polemik. Razman melaporkan Bella dengan tuduhan penganiayaan. Pria yang pernah menjadi kuasa hukum tokoh Kalijodo Daeng Azis ini mengaku dicakar dan digigit oleh Bella. Pangkal permasalahannya adalah pada uang Rp 50 juta. Baik Razman maupun Bella mengonfirmasi ada uang sejumlah tersebut yang dipolemikkan. Bella mengaku Razman datang tengah malam ke apartemennya untuk menagih uang Rp 50 juta. Bella merasa tak perlu mengembalikan uang itu. “Nggak, nggak benar. Begini deh, saya di posisi logika saja, badan Razman kan besar, masak iya badan saya kecil begini melawan dia, itu satu. Kedua, dia datang ke tempat saya bertamu jam setengah 1 dini hari, masuk logika nggak? Saya baru pulang syuting, capek, anak saya sakit, dia datang tiba-tiba nongol ke apartemen saya dan teriak-teriak minta uang kembali Rp 50 juta,” kata Bella saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (4/4/2017) malam. Razman disebutnya sempat menempelkan badannya dan mengarah menuju kamarnya, namun Bella menolak. Menurut Bella, tidak pernah ada perjanjian uang diberikan Razman harus dikembalikan sehingga Bella tak bersedia mengembalikan uang tersebut. “Dan dia mundur-mundur, nempel-nempel ke badan saya, mau ke kamar dan saya berpikiran dia mau ngapain? Kan sudah nggak ada hubungan sejak Desember, dan masalah Rp 50 juta itu saya nggak pernah maksa. Sekarang itu ada pemaksaan nggak? Ada hitam di atas putih nggak? Saya disuruh ngembaliin Rp 50 juta atas dasar apa?” ujar Bella. “Intinya kan dia minta Rp 50 jutanya kembali karena cintanya dia nggak diterima, kan,” imbuhnya. Foto: Lamhot Aritonang Pengacara Bella, Henry Indra guna, menyebut perkawinan Razman dan Bella sebatas ‘kawin kontrak’ dengan mahar Rp 1 miliar. Razman menepis pernyataan Henry. Razman mengatakan yang benar dirinya membantu Bella mendapatkan hunian dengan membelikan apartemen. Razman juga menyebut Rp 50 juta yang diberikan kepada Bella adalah untuk operasi payudara. “Bagaimana kok kawin kontrak? Rp 1 miliar saya nggak ngerti. Yang ada, dia nggak punya apa-apa. Tidak punya kediaman, saya belikan apartemen. Mobil, kendaraan, cicil-cicil dari mantan suami sebelum saya suruh selesaikan (cicilan). Udah saya berikan mobil yang lain. Dia belanja. Mau minta operasi payudara, saya kasih Rp 50 juta. Saya nggak setuju itu operasi, dosa, dia yang nanggung,” ujar Razman saat dihubungi, Rabu (5/4) malam. Pria kelahiran Mandailing Natal, 46 tahun silam ini juga tak mau disebut mengejar cinta Bella. Dia dan Bella disebutnya merupakan pasangan suami-istri yang sah dan masih berhubungan mulai tanggal akhir Maret 2017. “Kemudian dia bilang saya mengejar cinta dia. Gimana saya mau kejar cinta dia? Orang 27 Maret, 28 Maret, 29 Maret masih komunikasi dan uang itu saya serahkan di Hotel Grand Mercure, Kemayoran, dan kami tidur di situ sama-sama. Ya udah terbayanglah itu namanya orang (tidur bareng). Kalau bilang (Bella) nggak ada rasa sama saya, kok tidur di hotel? Kalau memang nggak ada rasa sama saya, kenapa minta uang sama saya terus-menerus, minta transfer, masih bilang-bilang ‘yang’ (sayang),” jelas Razman. “Iya, posisinya (masih pasutri). Ya, nikah secara agamalah, nikah siri itu nggak ada, istilahnya saja itu, nikah secara agama. (Nikah) di rumah kakaknya, di Bintaro,” tuturnya.

Lagi-lagi, 6 tersangka kasus korupsi tugu antikorupsi di Pekanbaru mencabut kuasanya dari pengacara Razman Nasution. Pencabutan kuasa hukum ini telah dilaporkan ke Kejati Riau. Para tersangka itu kini menyerahkan kuasa hukumnya kepada pengacara di Pekanbaru, Eva Nora yang selama ini selalu menjadi pengacara dalam kasus tindak pindana korupsi. “Iya, ada 6 tersangka telah mencabut kuasanya dari Razman. Mereka sudah menunjukan pencabutan surat kuasa hukum itu ke saya,” kata Eva Nora dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (21/11/2017). Eva menjelaskan, bahwa para tersangka ini telah meminta dirinya untuk menjadi kuasa hukum dalam kasus korupsi tugu antikorupsi yang serangkaian dengan pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di eks Kantor Dinas PU Riau. “Soalnya apa alasannya mereka mencabut kuasa dari Razman, itu bukan domain saya untuk menjawabnya. Tapi intinya, saya sudah diperlihatkan surat pencabutan kuasa mereka ke pengacara sebelumnya,” kata Eva Nora. Menurut Eva, para tersangka yang menyerahkan kuasa hukum kepadanya status seluruhnya merupakan PNS di lingkup Pemprov Riau. Ke enam tersangka itu berinisial, IS, DI, RM, Har, Hop dan Yus. Surat pencabutan kuasa dari Razman juga sudah disampaikan para tersangka kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau. Para tersangka ini menyerahkan kuasa hukum kepada Eva Nora terhitung Jumat (17/11). “Kita juga sudah sampaikan ke pihak penyidik, bahwa saya sekarang sebagai kuasa hukum dari enam tersangka tersebut,” kata Nora. Sebagaimana diketahui, Kejati Riau telah menetapkan 18 tersangka kasus korupsi tugu antikorupsi di RTH dengan nilai proyek Rp 8 miliar. Kerugian negara ditaksir sekitar Rp 1,23 miliar. Sebelumnya, satu tersangka eks Kepala PU inisial DAS juga mencabut kuasa dari Razman Nasution. Dalam perkara yang disidik Kejati Riau ini, satu orang tersangka dari pihak konsultan proyek inisial RM, pada Senin (20/11) telah dilakukan penahanan. Kasus korupsi tugu antikorupsi ini banyak membuat pihak tercengang. Ini karena, peresmiannya justru dihadiri Ketua KPK dan Jaksa Agung serta pejabat lainnya. Apa lagi RTH yang baru diresmikan di akhir tahun 2012 lalu, diberina nama taman Integritas. Peresmiannya saat Riau menjadi tuan rumah Hari Anti Korupsi Indonesia (HAKI).

Muhammad Zakir Rasyidin menjadi orang kedua yang melaporkan Jonru Ginting dalam kasus ujaran kebencian. Pengacara Jonru, Razman Arif Nasution, sudah memprediksi akan ada beberapa laporan yang masuk setelah laporan dari kader NasDem, Muannas Al Aidid. “Kita akan lihat apa yang dilaporkan. Kaitan seperti apa dan saya menduga akan banyak laporan masuk. Karena kaitan Twitter, Facebook, kan sangat hangat dengan ujaran kebencian,” ujar Razman saat dihubungi, Senin (4/9/2017). Razman tidak mempermasalahkan laporan baru yang masuk terhadap kliennya. Asalkan, laporan itu sesuai dengan koridor hukum. “Laporan masuk itu sah-sah saja asalkan tetap dalam koridor yang berlaku, bukan suruhan orang dan bisa diuji,” ucap Razman. Dia pun memberi komentar terkait salah satu posting- an yang dilaporkan Zakir. Posting- an itu diunggah pada 5 November 2016, yang menyebut Presiden Jokowi menghina para ulama. “Pada gerakan 411, Jokowi memang tidak hadir sehingga diterima Wakil Presiden. Kan faktanya begitu, Pak Presiden berangkat ke (Bandara) Soekarno-Hatta. Baru 212 hujan-hujanan datang,” kata Razman. Hari ini, Jonru kembali dipolisikan dalam kasus ujaran kebencian oleh Zakir. Zakir melaporkan Jonru karena mem -posting tentang Presiden Joko Widodo (Jokowi). “Saya meminta pihak kepolisian secepatnya panggil, yang bersangkutan diperiksa. Tidak ada habisnya dari 2014 sampai 2017, yang bersangkutan menyerang pribadi Pak Jokowi,” ucap Zakir kepada wartawan setelah membuat laporan di SPK Polda Metro Jaya, Jakarta.

Aktris Lyra Virna dilaporkan ke polisi atas postingan di akun Instagram yang dianggap sebagai bentuk pencemaran nama baik melalui media elektronik (ITE). Pengacara Lyra Virna, Razman Arif Nasution mengatakan kliennya hanya menyampaikan curahan hati (curhat) karena merasa ditipu oleh pelapor yang mengelola biro perjalanan Ada Tour. “Dia hanya menyampaikan curahan hatinya karena merasa dibohongi oleh Lasti pemilik Ada Tour,” ujar Razman kepada detikcom, Selasa (10/10/2017). Kasus ini bemula saat Lyra bersama suaminya hendak melakukan ibadah haji dengan mendaftar ke biro perjalanan haji Ada Tour. Namun setelah membayar Rp 203 juta keberangkatan Lyra dan suaminya terus mengalami penundaan. “Ternyata mereka mulai ragu dengan keberadaan Ada Tour ini, apakah izinnya, sebab keberangkatannya ditunda-tunda, akhirnya mereka memutuskan cancel,” kata Razman. Setelah membatalkan rencana perjalanan haji melalui Ada Tour, Lyra kemudian meminta uang yang telah dibayarkan untuk dikembalikan. Namun pihak Ada Tour tak bisa dihubungi setelah mengembalikan Rp 50 juta. “Nah tinggal Rp 153 juta lagi, kan semuanya 203 juta. Nah ini lah yang ditagih. Hari ke hari, bulan ke bulan, sampai setahun nggak dibayar-bayar, mau nggak mau dia mencobaba menghubungi pihak si Lasti, ternyata pihak Lastinya sudah nggak bisa dihubungi,” jelas Razman. Foto: Mohammad Abduh “Akhirnya dia posting lah di Instagram dia bahwa dia ‘seperti mencari, saya tertipu mulut manismu’. Kalimat ini oleh Lasti dilaporkan ke Polda Metro. Nah di Polda Metro mereka melakukan proses pemeriksaan,” tambah Razman. Lyra harus berurusan dengan aparat polisi setelah curhat soal biro perjalanan haji. Penyelenggara perjalanan ibadah haji AT melaporkan Lyra ke polisi dengan tuduhan pencemaran nama baik. “Iya pemilik travel merasa nama baiknya dicemarkan, sehingga yang bersangkutan melaporkannya ke polisi,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (10/10/2017).

Perseteruan advokat Razman Arif Nasution dengan artis Bella Luna Ferlin tampaknya masih akan terus bergulir. Keduanya sempat damai, namun kini membuka lagi babak pertarungan. Razman dan Bella yang sempat menjadi pasangan suami istri saling melaporkan ke polisi. Berawal dari insiden pada Senin (3/4) pekan lalu, di mana keduanya ribut di apartemen Bella di kawasan Penjaringan. Berasal dari adu mulut, Razman yang meyakini Bella masih merupakan istrinya, meminta uang Rp 50 juta yang sudah diberikannya ke Bella. Sedangkan Bella yang merasa sudah bukan istri Razman karena kawin kontrak keduanya sudah kadaluwarsa, telah menggunakan uang tersebut. Razman lantas mempolisikan Bella ke Polsek Penjaringan dengan tuduhan penganiayaan. Ribut pada Senin dinihari tersebut membuat Razman mendapatkan luka gigit dan cakaran. Bella yang merasa hanya membela diri kemudian menyerang balik. Dia melaporkan Razman ke Mapolda Metro Jaya, karena dituduh melakukan operasi payudara. Pengacara Bella, Henry Indraguna mengatakan hubungan Razman dan Bella sempat membaik. Mereka sempat bertemu di kawasan Senayan pada Jumat (7/4) dan memutuskan untuk berdamai. “Namun pada Sabtu malam mereka telponan dan SMS-an. Mereka ribut lagi. Orang tua Bella tidak setuju. Sedangkan Bella juga ingin bebas dari Razman,” kata Henry, Minggu (9/4/2017). Karena kembali ribut, keduanya batal mencabut laporan masing-masing. Henry mengatakan, Bella siap menghadapi kasus penganiayaan yang dilaporkan oleh Razman. “Bella bilang dia siap menghadapi. Kalaupun nanti bersalah, paling cuma dihukum setahun. Habis itu bisa hidup bebas,” sambung Henry. Razman belum bisa dikonfirmasi mengenai pernyataan dari Henry ini.

Related Posts

Comments are closed.