Dukung Dedi Mulyadi, Golkar Jabar Akan Konsultasi ke DPP

Dukung Dedi Mulyadi, Golkar Jabar Akan Konsultasi ke DPP

DPP Partai Golkar mencabut surat rekomendasi cagub Jawa Barat dari Ridwan Kamil. DPD I Golkar Jawa Barat pun akan berkonsultasi dengan DPP terkait pengganti Ridwan Kamil. “Kami menerima surat pencabutan rekomendasi terhadap Ridwan Kamil. Hal selanjutnya kami akan rapatkan dan akan kembali berkonsultasi kepada DPP Partai Golkar setelah Munaslub,” kata ketua Bappilu DPD I Golkar Jawa Barat Iswara, Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/12/2017). Iswara tidak menjawab secara tegas apakah rekomendasi cagub akan beralih ke ketua DPD I Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi. Namun memang pihaknya mendukung Dedi Mulyadi untuk diusung Golkar. “Kalau kami, DPD kabupaten kota saat itu sudah jelas dukungannya kepada Ketua DPD I,” ujar Iswara. Ia hanya berharap Golkar bisa membentuk koalisi besar untuk mendukung pasangan cagub-cawagub di Pilgub Jawa Barat. Golkar butuh 3 kursi lagi untuk dapat mengusung pasangan calon di Jawa Barat. “Ini butuh proses ya. Karena pilkada di Jawa Barat ini sudah makin jelas ya. Gerindra sudah memutuskan Pak Sudrajat sebagai calon gubernur, Pak Ridwan Kamil sudah mendapat dukungan. Sepulang Munaslub kami akan membangun komunikasi secara intens dengan partai politik di Jawa Barat,” ujarnya. Sebagaimana diketahui, Golkar mencabut rekomendasi dukungan cagub Jawa Barat dari Ridwan Kamil. Pencabutan itu disampaikan dalam surat bernomor R-552/Golkar/XII/2017 yang sudah ditandatangani oleh Ketum Golkar Airlangga Hartanto dan Sekjen Golkar Idrus Marham di bagian bawah surat.

Baca juga : ozi85k409 dedi mulyadi golkar perlu segera diselamatkan

REPUBLIKA.CO.ID, PURWAKARTA — DPD Partai Golkar Jabar, mendorong supaya DPP segera mengambil langkah strategis pascapenetapan tersangka oleh KPK terhadap Ketua Umum Setya Novanto. Langkah strategis ini, untuk menyelamatkan partai dari kehancuran. Mengingat, dengan status tersangka yang disematkan terhadap ketua umum, bisa memengaruhi jebloknya elektabilitas partai. Ketua DPD Partai Golkar Jabar, Dedi Mulyadi, mengatakan, soliditas partai harus lebih diutamakan. Ketimbang, mengurusi berbagai agenda politik jangka pendek. Karenanya, pengurus DPP harus bergerak cepat. Supaya, suara Golkar tidak terbenam. “Golkar harus terus tumbuh. Karenanya, penyelamatan partai saat ini jauh lebih penting dibanding agenda lainnya,” ujar Dedi, kepada Republika , Kamis (16/11). Menurut Dedi, usulan ke DPP ini tak hanya berdasarkan suara pribadinya semata. Melainkan, merupakan suara bulat dari suara pengurus DPD di Jabar. Sebab, sebagai kader dan pengurus, pihknya sangat prihatin atas cobaan yang menimpa Golkar saat ini. Terlebih lagi yang menjadi tersangka itu Ketua Umum partai. Selain itu, pihaknya juga telah menjalin komunikasi dengan pengurus di DPD provinsi lainnya. Hasil dari komunikasi ini, akan berlanjut dengan agenda konsultasi kepada para sesepuh Partai Golkar. “Saya kira, saat ini tak penting membahas siapa ketua umum pengganti Pak Setnov atau Plt-nya. Yang jelas, selamatkan dulu partai. Itu jauh lebih penting,” ujar Dedi. Terkait dengan status hukum Setya Novanto, Dedi mengaku, secara pribadi maupun institusi partai, pihaknya sangat menghormati proses hukum. Karenanya, kader di Jabar maupun di wilayah lainnya, dipastikan menghormati proses hukum yang sedang ditangani penyidik KPK ini. Tak hanya itu, pihaknya juga optimistis bila Setya Novanto, sebagai Ketua Umum Golkar akan memberikan contoh yang baik. Yaitu, taat terhadap hukum.

DPP Partai Golkar mencabut surat rekomendasi cagub Jawa Barat dari Ridwan Kamil. DPD I Golkar Jawa Barat pun akan berkonsultasi dengan DPP terkait pengganti Ridwan Kamil. “Kami menerima surat pencabutan rekomendasi terhadap Ridwan Kamil. Hal selanjutnya kami akan rapatkan dan akan kembali berkonsultasi kepada DPP Partai Golkar setelah Munaslub,” kata ketua Bappilu DPD I Golkar Jawa Barat Iswara, Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/12/2017). Iswara tidak menjawab secara tegas apakah rekomendasi cagub akan beralih ke ketua DPD I Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi. Namun memang pihaknya mendukung Dedi Mulyadi untuk diusung Golkar. “Kalau kami, DPD kabupaten kota saat itu sudah jelas dukungannya kepada Ketua DPD I,” ujar Iswara. Ia hanya berharap Golkar bisa membentuk koalisi besar untuk mendukung pasangan cagub-cawagub di Pilgub Jawa Barat. Golkar butuh 3 kursi lagi untuk dapat mengusung pasangan calon di Jawa Barat. “Ini butuh proses ya. Karena pilkada di Jawa Barat ini sudah makin jelas ya. Gerindra sudah memutuskan Pak Sudrajat sebagai calon gubernur, Pak Ridwan Kamil sudah mendapat dukungan. Sepulang Munaslub kami akan membangun komunikasi secara intens dengan partai politik di Jawa Barat,” ujarnya. Sebagaimana diketahui, Golkar mencabut rekomendasi dukungan cagub Jawa Barat dari Ridwan Kamil. Pencabutan itu disampaikan dalam surat bernomor R-552/Golkar/XII/2017 yang sudah ditandatangani oleh Ketum Golkar Airlangga Hartanto dan Sekjen Golkar Idrus Marham di bagian bawah surat.

DPP Golkar mencabut rekomendasi Cagub Jawa Barat dari Ridwan Kamil (Emil). Namun, hingga saat ini DPP Golkar belum menentukan siapa pengganti Emil. “Untuk calon kepala daerah apakah itu calon gubernur, bupati maupun wali kota sesuai dengan juklak nomor 6 tahun 2016 dari DPP Partai Golkar. Itu kewenangan atau domain DPP,” kata Ketua Bappilu DPD I Golkar Jawa Barat Iswara di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/12/2017). Namun, ia menyatakan DPD Golkar Jawa Barat telah melakukan proses untuk mengusulkan calon gubernur kepada DPP Golkar. Menurutnya dalam proses tersebut seluruh pengurus di tingkat DPD kabupaten/kota Golkar se-Jawa Barat sepakat mendukung Ketua DPD I Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi sebagai cagub. “Kalau kami, DPD kabupaten/kota saat itu sudah jelas dukungannya kepada Ketua DPD I,” ujarnya. Ia juga menjelaskan Ketua DPD I Jawa Barat Dedi Mulyadi sudah tahu tentang pencabutan rekomendasi terhadap Ridwan Kamil. Iswara menyebut Dedi sedang berada di Jakarta untuk mengikuti Munaslub Golkar. “Pak Dedi sudah tahu adanya surat ini. Pak Dedi sudah ada di Jakarta untuk ikut munaslub,” ucapnya. Sebelumnya, Ketum Golkar Airlangga Hartanto mencabut dukungan terhadap pasangan calon Ridwan Kamil dan Daniel Muttaqien yang sebelumnya disahkan oleh Setya Novanto. Pencabutan itu tertuang dalam surat DPP Golkar yang dikirim ke Ketua DPD Golkar Jabar. Surat dengan nomor R-552/Golkar/XII/2017 sudah ditandatangani oleh Ketum Golkar Airlangga Hartanto dan Sekjen Golkar Idrus Marham di bagian bawah surat.

DPP Golkar mencabut rekomendasi Cagub Jawa Barat dari Ridwan Kamil (Emil). Namun, hingga saat ini DPP Golkar belum menentukan siapa pengganti Emil. “Untuk calon kepala daerah apakah itu calon gubernur, bupati maupun wali kota sesuai dengan juklak nomor 6 tahun 2016 dari DPP Partai Golkar. Itu kewenangan atau domain DPP,” kata Ketua Bappilu DPD I Golkar Jawa Barat Iswara di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/12/2017). Namun, ia menyatakan DPD Golkar Jawa Barat telah melakukan proses untuk mengusulkan calon gubernur kepada DPP Golkar. Menurutnya dalam proses tersebut seluruh pengurus di tingkat DPD kabupaten/kota Golkar se-Jawa Barat sepakat mendukung Ketua DPD I Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi sebagai cagub. “Kalau kami, DPD kabupaten/kota saat itu sudah jelas dukungannya kepada Ketua DPD I,” ujarnya. Ia juga menjelaskan Ketua DPD I Jawa Barat Dedi Mulyadi sudah tahu tentang pencabutan rekomendasi terhadap Ridwan Kamil. Iswara menyebut Dedi sedang berada di Jakarta untuk mengikuti Munaslub Golkar. “Pak Dedi sudah tahu adanya surat ini. Pak Dedi sudah ada di Jakarta untuk ikut munaslub,” ucapnya. Sebelumnya, Ketum Golkar Airlangga Hartanto mencabut dukungan terhadap pasangan calon Ridwan Kamil dan Daniel Muttaqien yang sebelumnya disahkan oleh Setya Novanto. Pencabutan itu tertuang dalam surat DPP Golkar yang dikirim ke Ketua DPD Golkar Jabar. Surat dengan nomor R-552/Golkar/XII/2017 sudah ditandatangani oleh Ketum Golkar Airlangga Hartanto dan Sekjen Golkar Idrus Marham di bagian bawah surat.

BANDUNG, KOMPAS.com – Guru Besar Komunikasi Politik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Karim Suryadi menilai, keputusan Partai Golkar mengusung Ridwan Kamil dan Daniel Mutaqien sebagai bakal calon gubernur dan wakil gubernur dalam ajang Pilkada Jawa Barat 2018 menimbulkan dilema partisan bagi Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi dan sebagian kader Partai Golkar.  Karim mengakui sulit untuk memprediksi langkah apa yang akan dilakukan bupati Purwakarta tersebut untuk mempertahankan niatnya maju sebagai bakal calon gubernur di Pilkada Jawa Barat 2018 . “Apa yang akan dilakukan Dedi Mulyadi selnjutnya hanya dia yang tahu,” kata Karim kepada Kompas.com melalui ponselnya, Selasa (31/10/2017).  Lebih lanjut Karim menambahkan, dalam literatur politik dan teori persaingan, kondisi yang dihadapi oleh Dedi Mulyadi mirip seperti teori politik John Quinton yang menggambarkan politisi sebagai ” people who, when they see light at the end of the tunnel, go out and buy some more tunnel “. “Politisi pada umumnya akan memaksimalkan peluang. Perhatikan mereka yang berminat maju dalam pilgub, datang ke sana ke mari untuk mencari dukungan,” jelasnya.  Demi untuk mempertahankan tujuannya bersaing di Pilkada Jawa Barat 2018, sebagai salah satu kandidat kuat Dedi Mulyadi sangat memungkinkan untuk pindah kendaraan politik dan melupakan Partai Golkar. “Bila logika politisi semacam ini dianut juga oleh Dedi Mulyadi, bisa saja dia menangkap peluang yang ada meski tidak diusung Partai Golkar atau dengan kata lain maju dari parpol lain,” tuturnya.

Related Posts

Comments are closed.