Duka Polda NTT Atas Meninggalnya Polisi Guru Ngaji Saat Salat Subuh

Duka Polda NTT Atas Meninggalnya Polisi Guru Ngaji Saat Salat Subuh

Meninggalnya Brigadir Furkan, ajudan Kapolda NTT Irjen Raja Erizman menjadi kabar duka mendalam terutama bagi keluarga kepolisian. Jajaran Polda NTT begitu kaget begitu pertama kali mendengar kabar meninggalnya pria berusia 27 tahun itu. Furkan meninggal pada Rabu (25/1/2018) pagi. Dia meninggal saat menunaikan salat subuh. Meninggalnya Furkan menjadi perbincangan di media sosial, selain tentunya ucapan doa dan belasungkawa. Hal tersebut tak lain selain karena waktu meninggalnya, juga berkaitan dengan sosok Furkan yang selama ini dikenal piawai dalam melantunkan ayat suci Alquran. “Kami sangat berduka. Meninggalnya kemarin pagi setelah salat subuh. Dia terkenal mahir mengaji,” kata Kabid Humas Polda NTT Kombes Jules A Abast dalam keterangannya, Kamis (25/1/2018). Furkan menjadi polisi sejak tahun 2008. Sebelum menjadi ajudan kapolda, dia tergabung dalam unit pasukan PBB, FPU. Jules mengatakan Furkan merupakan guru mengaji bagi polisi-polisi lain. “Dia sering ngajar ngaji polisi-polisi rekan-rekan Brimobnya di Sat Brimob Polda NTT. Dia sering memberikan tausiah,” kata Jules. Belum diketahui apa penyeba meninggalnya Furkan. Jules memastikan Furkan merupakan sosok polisi yang selama ini tidak pernah macam-macam. “Hidupnya teratur,” kata Jules. Hal senada disampaikan Kasat Brimob Polda NTT Kombes Yopi. Si perwira menengah ini menyebut Furkan merupakan polisi teladan, oleh karena itu disorongkan jadi ajudan. “Dia ngajinya pintar, suaranya bagus. Dia anggota yang bisa jadi contoh makanya kemarin dia kami ajukan jadi ajudan. Karena kami anggap dia bisa jadi contoh,” kata Yopi.

Duka Polda NTT Atas Meninggalnya Polisi Guru Ngaji Saat Salat Subuh . Selamat menyaksikan! Jika anda berkenan silahkan klik SUBSCRIBE, like dan komen di video ini yah… Subscribe : Jakarta – Meninggalnya Brigadir Furkan, ajudan Kapolda NTT Irjen Raja Erizman menjadi kabar duka mendalam terutama bagi keluarga kepolisian. Jajaran Polda NTT begitu kaget begitu pertama kali mendengar kabar meninggalnya pria berusia 27 tahun itu.Furkan meninggal pada Rabu (25/1/2018) pagi. Dia meninggal saat menunaikan salat subuh.Meninggalnya Furkan menjadi perbincangan di media sosial, selain tentunya ucapan doa dan belasungkawa. Hal tersebut tak lain selain karena waktu meninggalnya, juga berkaitan dengan sosok Furkan yang selama ini dikenal piawai dalam melantunkan ayat suci Alquran.”Kami sangat berduka. Meninggalnya kemarin pagi setelah salat subuh. Dia terkenal mahir mengaji,” kata Kabid Humas Polda NTT Kombes Jules A Abast dalam keterangannya, Kamis (25/1/2018).Furkan menjadi polisi sejak tahun 2008. Sebelum menjadi ajudan kapolda, dia tergabung dalam unit pasukan PBB, FPU.Jules mengatakan Furkan merupakan guru mengaji bagi polisi-polisi lain. “Dia sering ngajar ngaji polisi-polisi rekan-rekan Brimobnya di Sat Brimob Polda NTT. Dia sering memberikan tausiah,” kata Jules.Belum diketahui apa penyeba meninggalnya Furkan. Jules memastikan Furkan merupakan sosok polisi yang selama ini tidak pernah macam-macam. “Hidupnya teratur,” kata Jules.Hal senada disampaikan Kasat Brimob Polda NTT Kombes Yopi. Si perwira menengah ini menyebut Furkan merupakan polisi teladan, oleh karena itu disorongkan jadi ajudan.”Dia ngajinya pintar, suaranya bagus. Dia anggota yang bisa jadi contoh makanya kemarin dia kami ajukan jadi ajudan. Karena kami anggap dia bisa jadi contoh,” kata Yopi. (fjp/aud)

Polisi akan mengusut kasus pelecehan seksual yang dilakukan perawat pria National Hospital terhadap seorang pasien wanita. Untuk pendalaman, polisi akan memeriksa saksi dan korban. “Korban telah melapor, ini suatu kerja sama yang baik. Dan kami akan mengusutnya,” kata Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan di Mapolrestabes Surabaya, Kakis (25/1/2018). Kasus pelecehan seksual terhadap pasien yang dilakukan perawat dilakukan si salah satu ruang pemulihan saat pasien dalam keadaan dibius. [Gambas:Video 20detik] “Kami mengkonfirmasi ke pelapor memang benar mengalami pelecehan seksual yang diduga dialami,” ujarnya. Untuk itu jelas Rudi, pihaknya akan segera melakukan pendalaman dan melakukan pemeriksaan saksi dari korban serta manajemen rumah sakit. Rudi juga memperkirakan akan mengenakan pasal 290 KUHP pada terduga pelaku. “Kami akan periksa pihak manajemen dan korban. Dan kemungkinan akan kita kenakan Pasal 290 KUHP ancaman mencabuli orang dalam keadaan tidak sadar dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun,” ungkapnya.

Faturahman ditangkap polisi karena menganiaya polwan, Kompol Johana Latuharhary di Tol Karawaci. Pelaku yang merupakan sopir truk itu sempat meminta maaf kepada korban di RSUD Tangerang. Pertemuan keduanya terjadi di ruang ICU RSUD Tangerang, Jalan Ahmad Yani Tangerang, Kamis (25/1) sekitar pukul 12.30 WIB. Saat itu polisi membawa pelaku ke ruang tempat perawatan korban. Pelaku lalu mendekati, menyalami dan mencium tangan korban. Dia menyatakan penyesalannya sambil minta maaf. “Saya minta maaf bu, saya khilaf,” kata Faturahman kepada korban. Permintaan maaf pelaku itu langsung dibalas korban. Namun korban mengatakan proses hukum terhadap sang sopir truk akan tetap berjalan. “Iya saya maafkan, tapi proses hukum tetap berjalan,” ucap korban kepada pelaku. Pertemuan keduanya tak berlangsung lama. Polisi lalu membawa pelaku untuk menjalani pemeriksaan kesehatan. Faturahman ditangkap polisi pada Rabu (24/1) malam. Dia memukul Kompol Yohana Latuharhary setelah terlibat menyerempet mobil korban di Tol Karawaci. Tersangka memukul wajah korban dan membuat korban mengalami luka lebam. Dia dijerat pasal 531 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

Pelecehan seksual oleh perawat National Hospital kepada seorang pasien perempuan dilakukan usai si pasien dioperasi. Pelecehan seksual dilakukan atau terjadi di ruang pemulihan. “Kalau berdasarkan pengakuan korban, dia mengalami pelecehan seksual ketika dipindahkan dari ruang operasi ke ruang pemulihan,” ujar Kapolrestabes Surabaya Kombespol Rudi Setiawan saat dihubungi detikcom, Kamis (25/1/2018). [Gambas:Video 20detik] Rudi mengatakan, pasien dilecehkan saat dia dalam keadaan kurang sadar karena masih dalam pengaruh obat bius. Perawat tersebut atau pelaku sepertinya tahu jika si pasien dalam keadaan kurang sadar sehingga berbuat kurang ajar. “Kalau (dalam keadaan) sadar pasti melawan,” kata Rudi. Rudi mengaku belum mengetahui dengan pasti bagaimana pasien bisa mengenali perawat yang telah melecehkannya. Rudi juga belum mengetahui apakah perawat sudah diamankan atau belum. “Korban saat ini masih membuat laporan di SPKT,” tandas Rudi.

Karaoke Kimura di Jalan Progo, Kota Madiun digerebek polisi. Dalam penggerebekan tersebut, polisi menemukan dua pasangan sedang melakukan hubungan badan di ruang VIP. “Iya, dini hari tadi kami mendatangi sebuah rumah karaoke di Kota Madiun,” ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera kepada detikcom, Kamis (25/1/2018). Barung juga membenarkan adanya dua pasangan yang sedang melakukan hubungan badan di sebuah ruang VIP karaoke tersebut. Mereka adalah dua pemandu lagu dan dua pengunjung. Polisi juga membawa 25 perempuan pemandu lagu, 1 mami, 1 kasir, dan 2 tamu. Karaoke Kimura digerebek diduga menjadi tempat mesum (Foto: istimewa) Sementara barang bukti yang dibawa adalah kondom, bra, celana dalam wanita, uang tunai, dan HP. Polisi melakukan penggerebekan karena karaoke tersebut disinyalir sering digunakan untuk tempat mesum. “Tempat karaoke kami police line. Semuanya kami bawa ke Polda Jatim. Kami sedang melakukan pemeriksaan,” tandas Barung.

Demo massa ormas di Bekasi berujung ricuh. Empat orang terluka akibat terkena lemparan benda. Awalnya, ada massa ormas yang berdemo di depan kompleks Pemerintahan Kota Bekasi terkait dugaan pungutan liar. Demo itu jadi ricuh karena datang kelompok massa lain. “Awalnya massa ini aman, tapi ketika ada massa yang pro, jadi terprovokasi,” kata Kapolresta Bekasi Kombes Indarto saat dihubungi detikcom , Kamis (25/1/2018). Kedua kelompok massa itu kemudian saling melempar. Akibatnya, dua orang dari massa dan dua petugas Satpol PP yang mencoba meredakan kericuhan itu bersama polisi mengalami luka. “Ada ormas satu mendemo pemda, satu lagi pro-pemda, lalu mereka saling lempar. Kita tadi berusaha membubarkan. Satu kelompok massa kita dorong, kita lokalisir ke pemkot, satu lagi kita dorong untuk bubar,” ujarnya. [Gambas:Video 20detik] Empat orang yang terluka itu sudah dirawat di rumah sakit. Polisi belum tahu dari mana awal lemparan. “Luka kena lemparan, kepala berdarah,” tuturnya. Saat ini situasi di lokasi sudah kondusif. Arus lalu lintas juga sudah lancar kembali. “Saat ini sudah lancar, tapi masih ada massa yang mengelompok, sedang kita bujuk untuk pulang. Ini sambil kita jalan melakukan penindakan hukum,” ujarnya.

Polwan Polres Metro Tangerang Kota Kompol Johana Latuharhary dianiaya oleh sopir truk karena persoalan serempetan di Tol Karawaci. Pelaku ditangkap polisi hanya berselang 1,5 jam setelah kejadian. “Pelaku atas nama Faturahman ditangkap di Tol Fatmawati,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (25/1/2018). Peristiwa terjadi pada Rabu (24/1) sekitar pukul 19.00 WIB. Saat itu Joana mengemudikan mobil Honda Jazz, diserempet oleh truk Fuso bernopol BE 9619 CK, di Tol Karawaci. Korban dan pelaku kemudian turun dari mobil. Setelah itu terjadi cekcok mulut. Setelah itu, korban kembali ke mobilnya. Dan ketika korban hendak menelepon temannya, pelaku mengklakson mobil korban berulang kali. Pelaku kemudian turun dari truk dan memukul-mukul kaca mobil. Korban dipukuli wajahnya hingga memar. Ketika korban hendak membela diri, pelaku kembali memukulinya bertubi-tubi sehingga mengakibatkan korban mengalami luka robek di bagian wajahnya. “Setelah itu pelaku kan melarikan diri, nah kemudian pukul 20.30 WIB, pelaku berhasil ditangkap di Tol Fatmawati,” tuturnya.

Seorang pasien National Hospital menjadi korban pelecehan seksual perawat National Hospital Surabaya. Akibat perlakukan tidak senonoh itu, korban mengalami trauma dan stres berat. “Istri saya terpukul stres berat, istri saya tidak konsentrasi kalau ditanya. Jiwa psikisnya masih terganggu,” kata suami korban Yudi saat mendampingi istrinya melapor di SPKT Polrestabes Surabaya, Kamis (25/1/2018). [Gambas:Video 20detik] Yudi juga mengungkapkan rasa jengkelnya pada petugas medis yang sudah melecehkan istrinya usai menjalani operasi kandungan. “Kurang ajar itu, perawat cabul. Bisa saja bukan hanya istri saya mungkin orang lain juga mengalami hal serupa,” ungkapnya. Meski merasa marah dan tidak terima dengan perilaku yang dialami istrinya, Yudi pasrah sepenuhnya proses hukum ke kepolisian. “Kalau manusia bisa minta maaf bukan menghapus pidananya. Saya serahkan sepenuhnya ke penyidik dan kami percaya akan ada hukuman setimpal,” ujar Yudi.

Related Posts

Comments are closed.