Diusung PDIP-Gerindra, John Wempi-Melkias Daftar Pilgub Papua

Diusung PDIP-Gerindra, John Wempi-Melkias Daftar Pilgub Papua

Pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Papua John Wempi Wetipo-Habel Melkias Suwae resmi mendaftar ke KPU Papua. Keduanya mendaftar ke KPU dengan diarak ribuan pendukung. Pasangan yang menamakan diri dengan pasangan “Josua” itu diarak menuju Kantor KPU Papua, Jalan Soa-Siu, Dok II, Kota Jayapura, Rabu (10/1/2018). Keduanya diarak dengan parade budaya Nusantara. Foto: Pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Papua John Wempi Wetipo-Habel Melkias Suwae resmi mendaftar ke KPU Papua. (Wilpret-detikcom) Pendukung yang terdiri dari simpatisan, warga, hingga penari budaya Nusantara ikut mengantarkan Josua dengan berjalan kaki sejauh 2 kilometer. John Wempi memilih berjalan dengan pasangannya, sementara Melkias memilih naik perahu laut di teluk Yos Sudarso menuju Kantor KPU Papua yang dekat dengan Pantai Dok 2, Kota Jayapura. Pasangan Josua diusung PDIP dan Gerindra dengan 13 kursi di DPRD Papua. Selain itu ada juga partai pendukung seperti Perindo dan PBB. Sebelum mendaftar ke KPU Papua, pasangan Josua terlebih dahulu mendeklarasikan diri di Wamena, Kabupaten Jayawijaya pada Senin (8/1) lalu. Keduanya juga mendeklarasikan maju ke Pilgub Papua di Taman Imbi, Kota Jayapura hari ini. Sementara itu Ketua KPU Papua Adam Arisoi menyatakan nantinya dapat dites kesehatan setelah KPU memeriksa kelengkapan pendaftaran. “Setelah kami melakukan pemeriksaan perlengkapan pendaftaran dan semuanya terpenuhi dengan lengkap, maka pasangan Calon Gubernur John Wempi Wetipo dan Calon wakil gubernur Habel Melkias Suwae yang diusung Partai PDIP dan Gerindra dengan 13 kursi dapat mengikuti Pilkada Gubernur Papua 2018,” ujar Adam.

Baca juga :

Gerindra kerap berpasangan dengan PKS dan PAN pada Pilgub 2018 di daerah-daerah strategis. Meski begitu, Gerindra memutuskan berkoalisi dengan PDIP di Pilgub Papua, dengan mengusung John Wempi dan Melkias Suwae. “Betul itu (berkoalisi dengan PDIP di Pilgub Papua). (Gerindra) dukung John Wempi dong. PDIP (berkoalisi) dengan Gerindra,” kata Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria saat dihubungi detikcom , Senin (8/1/2018). Riza menyebut Gerindra mendukung John Wempi dan Habel Melkhias untuk melengkapi dukungan PDIP. Sebab, seluruh partai lain di Papua telah menyatakan mengusung pasangan Lukas Enembe-Klemen Tinal. Dengan bergabungnya Gerindra (6 kursi di DPRD) dan PDIP (7 kursi), pasangan John Wempi-Habel berhasil memperoleh tiket di Pilgub Papua. “PDIP kan nggak bisa sendiri di Papua. Kalau nggak ada (Gerinda), PDIP nggak bisa maju di Papua,” tukas Riza. Riza menampik bila dikatakan terjadi pengelompokan dalam proses Pilkada Serentak 2018. Ia menyebut koalisi antarpartai bersifat cair dan tidak ada pengelompokan. “Untuk diketahui, pilkada itu koalisi sangat cair. Nggak ada istilah partai pemerintah di pilkada. Semua itu saling membutuhkan, saling melengkapi, saling menghargai, satu sama lain (saling) mengisi. Nggak ada dikelompokkan di pilkada,” tuturnya. Senada dengan Riza, Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon membantah ada pengelompokan koalisi di pilkada-pilkada. Dia juga membantah Gerindra tak mau berkoalisi dengan PDIP dan hanya mau bergabung dengan partai oposisi. “Mungkin di daerah-daerah seperti Jawa ya kebetulan saja. Tapi ada di daerah seperti di Papua kan bersamaan (dengan PDIP). Di daerah satu atau dua juga bersamaan. Saya kira kan itu menyerap aspirasi dari daerah. Kemudian konfigurasinya, strateginya masing-masing,” terang Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (8/1). “Kalau kita melihat pengelompokan itu kan wajar saja. Tapi kan tidak bisa dipukul rata seluruh Indonesia. Ada yang di Gerindra-PKS-PAN di beberapa daerah yang sudah diumumkan beberapa waktu lalu oleh pimpinan-pimpinan partai masing-masing. Tapi di daerah-daerah lain juga kombinasinya berbeda,” sambung Plt Ketua DPR itu. Seperti diketahui, John Wempi Wetipo-Habel Melkias Suwae telah resmi mendapat dukungan PDIP sebagai pasangan cagub dan cawagub di Pilgub Papua. Sedangkan Lukas Enembe dan Klemen Timal hampir pasti maju ke Pilgub Papua setelah diusung Partai Demokrat, Golkar, NasDem, Hanura, PAN, PKB, PKS, PKPI, PPP, dan PBB.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Gerindra kerap berpasangan dengan PKS dan PAN pada Pilgub 2018 di daerah-daerah strategis. Meski begitu, Gerindra memutuskan berkoalisi dengan PDIP di Pilgub Papua, dengan mengusung John Wempi dan Melkias Suwae. “Betul itu (berkoalisi dengan PDIP di Pilgub Papua). (Gerindra) dukung John Wempi dong. PDIP (berkoalisi) dengan Gerindra,” kata Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria saat dihubungi detikcom , Senin (8/1/2018). Riza menyebut Gerindra mendukung John Wempi dan Habel Melkhias untuk melengkapi dukungan PDIP. Sebab, seluruh partai lain di Papua telah menyatakan mengusung pasangan Lukas Enembe-Klemen Tinal. Dengan bergabungnya Gerindra (6 kursi di DPRD) dan PDIP (7 kursi), pasangan John Wempi-Habel berhasil memperoleh tiket di Pilgub Papua. “PDIP kan nggak bisa sendiri di Papua. Kalau nggak ada (Gerinda), PDIP nggak bisa maju di Papua,” tukas Riza. Riza menampik bila dikatakan terjadi pengelompokan dalam proses Pilkada Serentak 2018. Ia menyebut koalisi antarpartai bersifat cair dan tidak ada pengelompokan. “Untuk diketahui, pilkada itu koalisi sangat cair. Nggak ada istilah partai pemerintah di pilkada. Semua itu saling membutuhkan, saling melengkapi, saling menghargai, satu sama lain (saling) mengisi. Nggak ada dikelompokkan di pilkada,” tuturnya. Senada dengan Riza, Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon membantah ada pengelompokan koalisi di pilkada-pilkada. Dia juga membantah Gerindra tak mau berkoalisi dengan PDIP dan hanya mau bergabung dengan partai oposisi. “Mungkin di daerah-daerah seperti Jawa ya kebetulan saja. Tapi ada di daerah seperti di Papua kan bersamaan (dengan PDIP). Di daerah satu atau dua juga bersamaan. Saya kira kan itu menyerap aspirasi dari daerah. Kemudian konfigurasinya, strateginya masing-masing,” terang Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (8/1). “Kalau kita melihat pengelompokan itu kan wajar saja. Tapi kan tidak bisa dipukul rata seluruh Indonesia. Ada yang di Gerindra-PKS-PAN di beberapa daerah yang sudah diumumkan beberapa waktu lalu oleh pimpinan-pimpinan partai masing-masing. Tapi di daerah-daerah lain juga kombinasinya berbeda,” sambung Plt Ketua DPR itu. Seperti diketahui, John Wempi Wetipo-Habel Melkias Suwae telah resmi mendapat dukungan PDIP sebagai pasangan cagub dan cawagub di Pilgub Papua. Sedangkan Lukas Enembe dan Klemen Timal hampir pasti maju ke Pilgub Papua setelah diusung Partai Demokrat, Golkar, NasDem, Hanura, PAN, PKB, PKS, PKPI, PPP, dan PBB.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengumumkan cagub/cawagub untuk Pilgub Papua 2018. John Wempi Wetipo resmi diusung PDIP menjadi cagub Papua. “Terkenalnya JWW. Kampanyenya Papua cerdas. Belajar dari strategi Papua oleh Bung Karno,” kata Megawati di kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (4/1/2018). Sementara itu, untuk calon wagub yang mendampingi Wempi, PDIP mengusung Habel Melkias Suwae. Melkias Suwae merupakan Bupati Jayapura 2 periode. “Kedua, Habel Melkias Suwae, yang selama 3 tahun jadi guru SD. Beliau Bupati Jayapura,” kata Megawati. [Gambas:Video 20detik] Megawati masih akan mengumumkan 3 cagub dari wilayah lain. Ketiganya adalah Lampung, NTB, dan Maluku Utara. Sedangkan untuk Jateng dan Sumut belum diumumkan hari ini. Belum jelas kapan Megawati akan mengumumkan cagub Jateng dan Sumut.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

JAYAPURA, KOMPAS.com — Calon gubernur Papua, John Wempi Wetipo (JWW), mengungkapkan, dukungan PDI-P yang diberikan kepadanya dan Habel Melkias Suwae (HMS) sebagai calon wakil gubernur Papua pada Pilkada 2018 adalah doa dari masyarakat Papua. Hal itu dia sampaikan melalui sambungan telepon seusai Ketua DPP Partai PDI-P Megawati Soekarnoputri mengumumkan bahwa PDI-P mengusung JWW-HMS sebagai pasangan cagub dan cawagub Papua di kantor DPP PDI-P, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (4/1/2018). Bupati Jayawijaya ini mengatakan, seusai menerima rekomendasi dari PDI-P, dia bersama HMS akan mendaftarkan diri ke kantor KPU Papua. PDI-P berkoalisi dengan Partai Gerindra, PBB, dan Perindo dengan jumlah 13 kursi di DPR Papua dari 56 kursi. JWW dan HMS berencana bertolak langsung ke Kota Jayapura, Papua, Jumat (5/1/2018), guna memantapkan tim koalisi sekaligus deklarasi pada Senin (8/1/2018) di Lapangan Pendidikan Wamena, Kabupaten Jayawijaya. Selanjutnya, mereka akan mendaftar pada Rabu (10/1/2018) ke kantor KPU Provinsi Papua di Kota Jayapura. JWW dan HMS mengungkapkan terima kasih kepada Megawati Soekarnoputri dan para pengusung yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk maju pada Pilkada Papua 2018. “Saya bersama HMS memiliki komitmen untuk membangun Papua dengan konsep ‘Papua Cerdas’, yang sudah kami kampanyekan selama kurun waktu dua tahun ini bersama tim relawan,” paparnya.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono mengakui bahwa Pigai merupakan sosok muda yang memiliki peluang sangat besar untuk menang dalam Pilgub Papua tahun 2018. Namun, menurutnya, dukungan Partai Gerindra saja tak cukup untuk mengusung salah satu putra terbaik Papua itu. Sebab Gerindra hanya mengantongi 6 kursi DPRD Papua. “Dalam Pilgub Papua Gerindra tidak cukup kursi untuk mengusung Pigai,” ujarnya saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL melalui pesan elektronik kepada redaksi, Sabtu (30/12). Untuk itu, menurut dia, harusnya Pigai tak hanya mencari dukungan dari Gerindra namun juga berusaha keras mendapatkan dukungan dari partai lain. “Dari awal saya sudah perjuangkan Pigai untuk diusung Gerindra, namun banyak partai sudah diborong sama incumbent,” ujarnya. Sebelumnya, dalam surat terbuka yang diterima redaksi, Pigai mengaku sangat ingin didukung oleh Partai Gerindra. Pigai bahkan menjamin bahwa jika Gerindra mengusung dia di Pilgub Papua, maka nanti Prabowo bisa menang di Pilpres 2019. Hal itu karena menurutnya, Jokowi selama ini telah banyak melakukan pelanggaran HAM. Jokowi bahkan katanya sudah ketakutan akan informasi yang dipegangnya itu dengan menawarkan berbagai macam jabatan yang kemudian ditolak mentah-mentah oleh Pihak. Arief Poyuono mengaku sangat menyesalkan bahwa Pigai sebagai tokoh muda Papua gagal maju sebagai calon gubernur Papua. Padahal Partai Gerindra sebenarnya sangat ingin mengusung Pigai. “Kami sangat ingin sebenarnya mengusung Pigai, tapi supaya adek Pigai tahu. Gerindra tidak cukup kursi toh untuk usung dia. Sa (saya) sudah ketemu deng (dengan) Pigai. Sa bilang Pigai, kau keras dan batu untuk lawan Joko Widodo, sebab sa tahu kau itu brillian sekali mau tolak semua tawaran Joko Widodo,” pungkasnya. [dem[


Baca juga : john wempi habel melkias pasangan yang saling melengkapi di pilgub papua 1515073489

JAKARTA – Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri hari ini mengumumkan empat pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur yang akan bertarung di Pilkada Serentak 2018. Dari pengumuman yang  dilakukan di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Jakarta, Kamis (4/1/2018) terdapat pasangan John Wempi Wetipo-Habel Melkias Suwae yang dijagokan PDIP dalam Pilgub Papua.  Selain PDIP, pasangan ini juga diusung Partai Gerindra serta Partai Bulan Bintang dan Partai Perindo. “Keduanya merupakan pasangan yang saling melengkapi. Karena pak John Wempi Wetipo tokoh dari wilayah pegunungan sedangkan Habel Melkias Suwae tokoh dari wilayah pesisir sehingga bisa saling melengkapi dalam menghadapi Pilgub Papua,” kata Wakil Sekjen DPP Partai Perindo, Henky Eko Sriyantono saat dihubungi SINDOnews, Kamis (4/1/2018) menanggapi pengumuman Ketum PDIP soal paslon yang diusung di Pilgub Papua. Menurut Eko, selain itu ketokohan Habel Melkias Suwae di tanah Papua tidak diragukan lagi. “Beliau (Habel Melkias Suwae) kapabel sehingga kami optimistis pasangan ini bisa bersaing dan dapat meraih suara terbanyak di Pilgub Papua,” timpal Eko. Sementara Habel Melkias Suwae yang juga Ketua DPW Perindo Papua saat dihubungi SINDOnews menyatakan optimistis dapat memenangkan Pilgub Papua. “Kita (John Wempi Wetipo-Habel Melkias Suwae) akan deklarasi pada Senin 8 Januari dan mendaftar di KPU Papua pada Rabu 10 Januari 2018,” kata Habel Melkias Suwae. Habel Melkias Suwae juga mengakui kalau dia dan John Wempi Wetipo merupakan pasangan yang saling melengkapi di Pilgub Papua. “Ya saya dari wilayah pesisir sedangkan pak John Wempi Wetipo dari pegunungan. Sehingga bisa memadukan dua wilayah yang mewakili masyarakat Papua,” tandasnya. (sms)

Pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Papua John Wempi Wetipo-Habel Melkias Suwae resmi mendaftar ke KPU Papua. Keduanya mendaftar ke KPU dengan diarak ribuan pendukung. Pasangan yang menamakan diri dengan pasangan “Josua” itu diarak menuju Kantor KPU Papua, Jalan Soa-Siu, Dok II, Kota Jayapura, Rabu (10/1/2018). Keduanya diarak dengan parade budaya Nusantara. Foto: Pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Papua John Wempi Wetipo-Habel Melkias Suwae resmi mendaftar ke KPU Papua. (Wilpret-detikcom) Pendukung yang terdiri dari simpatisan, warga, hingga penari budaya Nusantara ikut mengantarkan Josua dengan berjalan kaki sejauh 2 kilometer. John Wempi memilih berjalan dengan pasangannya, sementara Melkias memilih naik perahu laut di teluk Yos Sudarso menuju Kantor KPU Papua yang dekat dengan Pantai Dok 2, Kota Jayapura. Pasangan Josua diusung PDIP dan Gerindra dengan 13 kursi di DPRD Papua. Selain itu ada juga partai pendukung seperti Perindo dan PBB. Sebelum mendaftar ke KPU Papua, pasangan Josua terlebih dahulu mendeklarasikan diri di Wamena, Kabupaten Jayawijaya pada Senin (8/1) lalu. Keduanya juga mendeklarasikan maju ke Pilgub Papua di Taman Imbi, Kota Jayapura hari ini. Sementara itu Ketua KPU Papua Adam Arisoi menyatakan nantinya dapat dites kesehatan setelah KPU memeriksa kelengkapan pendaftaran. “Setelah kami melakukan pemeriksaan perlengkapan pendaftaran dan semuanya terpenuhi dengan lengkap, maka pasangan Calon Gubernur John Wempi Wetipo dan Calon wakil gubernur Habel Melkias Suwae yang diusung Partai PDIP dan Gerindra dengan 13 kursi dapat mengikuti Pilkada Gubernur Papua 2018,” ujar Adam.

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengumumkan cagub/cawagub untuk Pilgub Papua 2018. John Wempi Wetipo resmi diusung PDIP menjadi cagub Papua. “Terkenalnya JWW. Kampanyenya Papua cerdas. Belajar dari strategi Papua oleh Bung Karno,” kata Megawati di kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (4/1/2018). Sementara itu, untuk calon wagub yang mendampingi Wempi, PDIP mengusung Habel Melkias Suwae. Melkias Suwae merupakan Bupati Jayapura 2 periode. “Kedua, Habel Melkias Suwae, yang selama 3 tahun jadi guru SD. Beliau Bupati Jayapura,” kata Megawati. [Gambas:Video 20detik] Megawati masih akan mengumumkan 3 cagub dari wilayah lain. Ketiganya adalah Lampung, NTB, dan Maluku Utara. Sedangkan untuk Jateng dan Sumut belum diumumkan hari ini. Belum jelas kapan Megawati akan mengumumkan cagub Jateng dan Sumut.

Gerindra kerap berpasangan dengan PKS dan PAN pada Pilgub 2018 di daerah-daerah strategis. Meski begitu, Gerindra memutuskan berkoalisi dengan PDIP di Pilgub Papua, dengan mengusung John Wempi dan Melkias Suwae. “Betul itu (berkoalisi dengan PDIP di Pilgub Papua). (Gerindra) dukung John Wempi dong. PDIP (berkoalisi) dengan Gerindra,” kata Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria saat dihubungi detikcom , Senin (8/1/2018). Riza menyebut Gerindra mendukung John Wempi dan Habel Melkhias untuk melengkapi dukungan PDIP. Sebab, seluruh partai lain di Papua telah menyatakan mengusung pasangan Lukas Enembe-Klemen Tinal. Dengan bergabungnya Gerindra (6 kursi di DPRD) dan PDIP (7 kursi), pasangan John Wempi-Habel berhasil memperoleh tiket di Pilgub Papua. “PDIP kan nggak bisa sendiri di Papua. Kalau nggak ada (Gerinda), PDIP nggak bisa maju di Papua,” tukas Riza. Riza menampik bila dikatakan terjadi pengelompokan dalam proses Pilkada Serentak 2018. Ia menyebut koalisi antarpartai bersifat cair dan tidak ada pengelompokan. “Untuk diketahui, pilkada itu koalisi sangat cair. Nggak ada istilah partai pemerintah di pilkada. Semua itu saling membutuhkan, saling melengkapi, saling menghargai, satu sama lain (saling) mengisi. Nggak ada dikelompokkan di pilkada,” tuturnya. Senada dengan Riza, Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon membantah ada pengelompokan koalisi di pilkada-pilkada. Dia juga membantah Gerindra tak mau berkoalisi dengan PDIP dan hanya mau bergabung dengan partai oposisi. “Mungkin di daerah-daerah seperti Jawa ya kebetulan saja. Tapi ada di daerah seperti di Papua kan bersamaan (dengan PDIP). Di daerah satu atau dua juga bersamaan. Saya kira kan itu menyerap aspirasi dari daerah. Kemudian konfigurasinya, strateginya masing-masing,” terang Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (8/1). “Kalau kita melihat pengelompokan itu kan wajar saja. Tapi kan tidak bisa dipukul rata seluruh Indonesia. Ada yang di Gerindra-PKS-PAN di beberapa daerah yang sudah diumumkan beberapa waktu lalu oleh pimpinan-pimpinan partai masing-masing. Tapi di daerah-daerah lain juga kombinasinya berbeda,” sambung Plt Ketua DPR itu. Seperti diketahui, John Wempi Wetipo-Habel Melkias Suwae telah resmi mendapat dukungan PDIP sebagai pasangan cagub dan cawagub di Pilgub Papua. Sedangkan Lukas Enembe dan Klemen Timal hampir pasti maju ke Pilgub Papua setelah diusung Partai Demokrat, Golkar, NasDem, Hanura, PAN, PKB, PKS, PKPI, PPP, dan PBB.

JAYAPURA, KOMPAS.com — Calon gubernur Papua, John Wempi Wetipo (JWW), mengungkapkan, dukungan PDI-P yang diberikan kepadanya dan Habel Melkias Suwae (HMS) sebagai calon wakil gubernur Papua pada Pilkada 2018 adalah doa dari masyarakat Papua. Hal itu dia sampaikan melalui sambungan telepon seusai Ketua DPP Partai PDI-P Megawati Soekarnoputri mengumumkan bahwa PDI-P mengusung JWW-HMS sebagai pasangan cagub dan cawagub Papua di kantor DPP PDI-P, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (4/1/2018). Bupati Jayawijaya ini mengatakan, seusai menerima rekomendasi dari PDI-P, dia bersama HMS akan mendaftarkan diri ke kantor KPU Papua. PDI-P berkoalisi dengan Partai Gerindra, PBB, dan Perindo dengan jumlah 13 kursi di DPR Papua dari 56 kursi. JWW dan HMS berencana bertolak langsung ke Kota Jayapura, Papua, Jumat (5/1/2018), guna memantapkan tim koalisi sekaligus deklarasi pada Senin (8/1/2018) di Lapangan Pendidikan Wamena, Kabupaten Jayawijaya. Selanjutnya, mereka akan mendaftar pada Rabu (10/1/2018) ke kantor KPU Provinsi Papua di Kota Jayapura. JWW dan HMS mengungkapkan terima kasih kepada Megawati Soekarnoputri dan para pengusung yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk maju pada Pilkada Papua 2018. “Saya bersama HMS memiliki komitmen untuk membangun Papua dengan konsep ‘Papua Cerdas’, yang sudah kami kampanyekan selama kurun waktu dua tahun ini bersama tim relawan,” paparnya.

JAKARTA – Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri hari ini mengumumkan empat pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur yang akan bertarung di Pilkada Serentak 2018. Dari pengumuman yang  dilakukan di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Jakarta, Kamis (4/1/2018) terdapat pasangan John Wempi Wetipo-Habel Melkias Suwae yang dijagokan PDIP dalam Pilgub Papua.  Selain PDIP, pasangan ini juga diusung Partai Gerindra serta Partai Bulan Bintang dan Partai Perindo. “Keduanya merupakan pasangan yang saling melengkapi. Karena pak John Wempi Wetipo tokoh dari wilayah pegunungan sedangkan Habel Melkias Suwae tokoh dari wilayah pesisir sehingga bisa saling melengkapi dalam menghadapi Pilgub Papua,” kata Wakil Sekjen DPP Partai Perindo, Henky Eko Sriyantono saat dihubungi SINDOnews, Kamis (4/1/2018) menanggapi pengumuman Ketum PDIP soal paslon yang diusung di Pilgub Papua. Menurut Eko, selain itu ketokohan Habel Melkias Suwae di tanah Papua tidak diragukan lagi. “Beliau (Habel Melkias Suwae) kapabel sehingga kami optimistis pasangan ini bisa bersaing dan dapat meraih suara terbanyak di Pilgub Papua,” timpal Eko. Sementara Habel Melkias Suwae yang juga Ketua DPW Perindo Papua saat dihubungi SINDOnews menyatakan optimistis dapat memenangkan Pilgub Papua. “Kita (John Wempi Wetipo-Habel Melkias Suwae) akan deklarasi pada Senin 8 Januari dan mendaftar di KPU Papua pada Rabu 10 Januari 2018,” kata Habel Melkias Suwae. Habel Melkias Suwae juga mengakui kalau dia dan John Wempi Wetipo merupakan pasangan yang saling melengkapi di Pilgub Papua. “Ya saya dari wilayah pesisir sedangkan pak John Wempi Wetipo dari pegunungan. Sehingga bisa memadukan dua wilayah yang mewakili masyarakat Papua,” tandasnya. (sms)

Related Posts

Comments are closed.