Ditangkap Polisi karena Jual Miras Online, Nenek Riska Protes

Ditangkap Polisi karena Jual Miras Online, Nenek Riska Protes

Seorang nenek berusia 54 tahun di Garut, Jawa Barat, ditangkap polisi karena kedapatan berjualan minuman keras (miras) secara online. Riska ditangkap setelah terbukti membawa sejumlah botol miras. Riska beserta barang bukti miras ditangkap di kawasan Jalan Merdeka, Kecamatan Tarogong Kidul, tepatnya di kawasan Sarana Olahraga (SOR) Merdeka Kerkhof, Garut, Sabtu (16/12) malam. Riska kedapatan setelah motor dan tasnya diperiksa polisi. “Coba ibu duduk dulu mohon maaf kami periksa motor dan tasnya,” ujar sejumlah polisi yang memeriksa sang nenek. Saat digeledah oleh puluhan anggota Sabhara dari Polres Garut yang sedang melakukan operasi cipta kondisi, Riska membawa belasan botol miras di ransel yang disimpan di bagian depan motornya. Polisi kemudian memeriksa sebuah tas kecil yang dibawa Riska. Di dalamnya didapati puluhan lembar uang pecahan Rp 10.000, Rp 50.000, dan Rp 100.000 hasil penjualan miras. “Ibu nggak tau ya efek miras kayak gimana. Bisa bikin orang membunuh bu. Ibu kalau mau kaya bukan begini caranya, masih banyak kerjaan yang halal,” kata salah seorang polisi kepada R. Foto: Barang bukti miras yang disita polisi (Hakim Ghani-detikcom) Riska tak tinggal diam, mendengar pertanyaan bertubi-tubi dari polisi, ia membela diri. “Memangnya kenapa kalau saya jualan (miras), saya kan nggak jual narkoba. Saya juga nggak maling,” tutur R. Riska sempat tak terima saat polisi menyita barang bukti berupa 2 botol anggur merah dan 5 botol arak berukuran besar dan kecil darinya. Sebelum polisi datang memergoki R, R ternyata telah mengambil beberapa botol miras di lapak pedagang miras di kawasan Kerkhof untuk diedarkan. Kasat Sabhara Polres Garut AKP Dudi Tisna yang memimpin operasi tersebut bahkan sempat kaget saat melihat sang nenek. Ternyata R telah beberapa kali terjaring razia polisi karena kasus yang sama. “Aduh ibu lagi ibu lagi. Ibu nggak kapok kita tangkap,” ungkap Dudi kepada Riska. Riska kemudian hanya bisa pasrah. Bersama seorang teman lelakinya yang saat itu memboncengi R, nenek yang mengaku berasal dari Kecamatan Kadungora, Garut itu kemudian didata petugas. “Dia sebelumnya sudah pernah terjaring operasi. Sudah kita tindak juga sesuai dengan hukum yang berlaku. Tapi dia tidak kapok,” ujar Dudi. Dudi menambahkan cara sang nenek menjual miras terbilang baru, yaitu dengan sistem daring. “Jadi dia jual (miras) secara online, lewat pesan singkat. Kalau ada yang pesan baru dia antarkan ke tujuan. Mirasnya disimpan di ransel untuk mengecoh petugas,” katanya. Kini sang nenek terpaksa diangkut oleh polisi ke Mapolres Garut untuk diberi pengarahan dan ditindak karena melakukan tindak pidana ringan (Tipiring). Sementara itu, dalam operasi cipta kondisi yang digelar personel Polres Garut, Sabtu (16/12) malam hingga Minggu (17/12/2017) dini hari, petugas mengamankan ratusan botol miras berbagai merek dan ukuran. Miras-miras tersebut diamankan polisi dari sejumlah toko dan rumah penjual miras yang sebelumnya sudah masuk ke dalam target operasi. “Ada sekitar 176 botol (miras) yang diangkut. Didapat dari kawasan Cipanas, Tarogong Kaler, kawasan bundaran STM, Tarogong Kaler, dan kawasan hutan kota, Jalan Merdeka (Tarogong Kidul),” pungkas Dudi.

Baca juga : Koran Suara Merdeka 9 Januari 2016

. Eselon II, III, dan IV atau staf jangan sampai ada yang membangkang,’’ katanya. Dalam kaitan itu, pihaknya meminta masyarakat ikut proaktif melaporkan kejanggalan di lapangan. Pemprov siap menindaklanjutinya. Dijelaskan, tindakan tegas tersebut tak akan pilih-pilih dijatuhkan termasuk dalam menghadapi kekuatan yang diperkirakan terlibat dalam aksi tak terpuji tersebut. ’’Kami tak boleh kalah dengan premanisme, kalau tak  mempan menghadapi mereka, ada aparat keamanan. Kami akan jaga komitmen tanpa penyimpanan,” katanya. Diingatkan Heryawan, jumlah anggaran APBD 2016 cukup besar mencapai Rp 29 4 triliun. Angka ini tercatat terbesar dalam sejarah. Karena itu, anggaran tersebut diharapkan tepat sasaran. (dwi-90)

seperti di kutip dari https://id.scribd.com

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak ingin mengulang beberapa kekalahannya dalam sidang gugatan praperadilan. Dalam gugatan praperadilan yang diajukan Richard Joost Lino, KPK meminta penundaan sidang gugatan praperadilan. Lino merupakan tersang- ka kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan Quay Container Crane (QCC) tahun 2010. ’’KPK hari ini (kemarin) mengi- rimkan surat kepada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk minta penundaan sidang praperadilan RJ Lino hingga dua minggu ke depan dengan alasan masih perlu waktu untuk konsolidasi dengan ahli,’’ kata pelaksana harian (Plh) Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati di Jakarta, Jumat (8/1). Sidang perdana praperadilan RJ Lino rencananya akan berlang- sung pada 11 Januari 2016 di PN Jakarta Selatan dengan hakim Udjianti. Lino mengajukan gugatan praperadilan karena menilai tidak ada perbuatan menyalahgunakan kewena ngan yang ia lakukan dan belum ada kerugian negara yang dapat dibuktikan oleh KPK. Pada 15 Desember 2015 lalu, KPK menetapkan RJ Lino sebagai tersangka karena diduga memerintahkan pengadaan 3 quay container crance dengan menunjuk langsung perusahaan HDHM (PT Wuxi Hua Dong Heavy Machinery. Co.Ltd.) dari China sebagai penyedia barang.

seperti di kutip dari https://id.scribd.com

Lino sendiri pada 23 Desember 2015 lalu sudah diberhentikan sebagai Dirut PT Pelindo II oleh Menteri BUMN Rini Soema rmo. Selain Lino, Rini juga memberhentikan Direktur Pelindo II Ferialdy Noerlan agar keduanya berkonsentrasi pada kasus hukumnya masing-masing. Kasus ini bermula pada awal 2014, saat KPK menerima laporan dugaan pengadaan 3 QCC di Pelindo II dari laporan Serikat Pekerja Pelindo II. Serikat buruh PT Pelindo menilai ada dugaan korupsi dari peng- adaan 3 QCC yang pada 2011 2 QCC itu dialihkan ke Pelabuhan di Pelabuhan Palembang dan Pontianak, penggunaan tenaga ahli dan konsultan yang dianggap tidak sesuai prosedur, megaproye k  Kalibaru, pemilihan perusahaan bongk ar muat di Tanjung Priok, serta dugaan korupsi atas perpanjangan kontrak perjanjian Jakarta International Container Terminal (JICT). Pada 15 April 2014, KPK juga telah meminta keterangan RJ Lino terkait pelaporan tersebut, usai diperiksa Lino mengklaim sudah mengambil kebijakan yang tepat terkait p engadaan crane di beberapa dermaga yakni di Palembang, Lampung dan Pontianak. Bahkan, Lino menyebut dirinya pantas diberi penghargaan lantaran sudah berhasil membeli alat yang dipesan dengan harga yang murah. Lino mengaku, proyek tahun anggaran 2010 it u sebenarnya memi- liki nilai sekit ar Rp 100 miliar. Alat yang dibeli itu sudah dipesan sejak  2007 namun sejak tahun 2007 proses lelang selalu gagal hingga akhirnya dia mengambil kebijakan untuk melakukan penunjukan langsung.(ant-90)

seperti di kutip dari https://id.scribd.com

Partai De- mokrat yakin Edhie Baskoro Y udhoyono alias Ibas tidak ter- libat kasus korupsi yang dikemukakan Angelina Patri- cia Sondakh dalam kesaksian- nya di sidang mantan Benda- hara Umum M Nazaruddin. Wakil Ketua Umum Syarief  Hasan menegaskan, partainya tidak kecipratan aliran dana hasil korupsi. ’’Jadi, selama ini, Alham- dulillah saya yakin dan per- caya bahwa tidak ada yang mengalir ke Partai Demokrat satu sen pun,’ ’ kata Syarif di Gedung DPR, Jumat (8/1). Dia juga mengklaim, tidak  ada sama sekali persetujuan Ibas agar Nazaruddin dan Angie beroperasi mengorupsi uang negara dari proyek- proyek pemerintahan. Bagi- nya, Nazar maupun Angie hanya mengatasnamakan Ibas. ’’Mereka mengatasnama- kan partai karena kebetulan mereka anggota Dewan Per- wakilan Rakyat (DPR),’’kata- nya. Sebelumnya, Angie sapaan Angelina Sondakh, saat ber- saksi di sidang kasus pencu- cian uang dengan terdakwa Nazaruddin, mengaku diarah- kan terdakwa untuk mengatur  jatah 2 0 persen dari pr oyek  anggaran pendidikan untuk  Partai Demokrat. Lima persen dari jatah merupakan

seperti di kutip dari https://id.scribd.com

bagi para anggota fraksinya. Angie juga menyebut, peng- aturan itu sudah direstui Anas Urbaningrum yang merupa- kan Ketua Umum Partai De- mokrat saat itu dan sudah men- dapatkan izin dari ’’pange- ran’’. Pangeran yang dimaksud Angie tidak lain adalah Ibas, putra bungsu Susilo Bambang Yudhoyono. Menanggapi hal tersebut, Syarif meminta tuduhan terse- but dibuktikan. ’’T olong saja dibuktikan, mana ada. Hanya sebut-sebut. Yang jelas pangeran itu bukan yang kalian sebut. Banyak kan pangeran. Pangeran siapa? Pangeran Diponegoro? ’’ kilah Syarief. (J13-90)

seperti di kutip dari https://id.scribd.com

Kejaksaan Agung telah memblokir sejumlah reke- ning milik Y ayasan Beasiswa Supersemar. Jaksa Agung, M Prasetyo mengatakan, pihaknya telah meminta kepada bank untuk  tidak mencairkan dana di rekening milik Yayasan Supersemar. ’’Ka mi dapat informsi dari bank di mana uang mereka disimpan, ternyata mau dicairkan, kami minta itu ditahan. Kalau dibiarkan lolos nanti,’’ujar Prasetyo di Kejaksaan Agung, kemarin. Dia berharap, Yayasan Supersemar untuk membayar dengan sukarela uang pengganti sesuai dengan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap. Prasetyo menyerahkan sepenuhnya eksekusi terhadap Yayasan Supersemar kepada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan selaku eksekutor. Kejaksaan Agung sebagai jaksa pengacara negara tidak  mempunyai kewenangan mengeksekusi putusan perdata. Prasetyo mengatakan, pihaknya masih menelusuri aset-aset milik  yayasan. Sejauh ini sejumlah aset milik Yayasan Supersema r telah ditelusuri dan diidentifikasi. Namun, nilai asetnya yang telah diiden- tifikasi belum dipublikasikan. ’’Saya belum bisa

seperti di kutip dari https://id.scribd.com

’’Insya Allah pekan depan akan kami panggil. Saya sudah minta JAM Pidsus (Jaksa Agung Muda Pidana Khusus) dan tim penyelidik untuk memanggil,’ ’ ujar Jaksa Agung M Prasetyo di Kejaksaan Agung, Jumat (8/1). Dia menginstruksikan kepada JAM Pidsus, Arminsyah untuk  memintai keterangan Novanto tanpa izin dari Presiden Joko Widodo. Baginya, pemeriksaan kasus itu tidak perlu izin Presiden meskipun instansi itu telah melayangkan surat permohonan izin ke Presiden. Prasetyo beralasan, sesuai ketentuan Pasal 224 UU MD3 yang mengatur bahwa per- mintaan keterangan anggota DPR memerlukan izin Presiden sepanjang pemeriksaannya terkait dengan tugas-tugas ang- gota dewan. Selain itu, dalam Pasal 245 Ayat 3 Undang-undang MD3 menyebutkan, izin presiden tidak diperlukan apabila anggota DPR yang disangka diduga melakukan tindak pidana khusus. ’’Sudah

seperti di kutip dari https://id.scribd.com

tidak perlu izin presiden, tidak ada kaitannya dengan tugas DPR,’’ujarnya. Terpisah, pengacara Novanto, Firman Wijaya menegaskan, pemeriksaan terhadap anggota DPR harus seizin presiden. Hal itu sesuai dengan surat Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), putusan MK No 76/2014. “Putusan MK mengatakan izinnya bukan lewat MKD, tapi Presiden,” ujarnya di Kompleks Mabes Polri. Kendati demikian, dia menga- takan, kliennya kemungkinan akan beritikad baik memenuhi undangan dari Kejaksaan Agung untuk memberikan keterangan yang dibutuhkan asalkan sesuai dengan regulasi yang berlaku. ’’T ergantung instrumen hu- kum apa yang akan digunakan, mekanismen ya yang penting,” ujarnya.

seperti di kutip dari https://id.scribd.com

Sementara itu, Kapolri Jen- deral Badrodin Haiti mengata- kan, dari hasil penyelidikan Polri dan pendapat ahli pidana, perbincangan antara Novanto dengan pengusaha minyak Riza Chalid dan Dirut PT Freeport Indonesia, Maroef Syamsudin tidak memenuhi unsur tindak  pidana pencemaran nama baik  Presiden. ’’Kami telah kaji apakah ini memenuhi persyaratan pidana, ternyata tidak,’’ujar Badrodin. Dia menjelaskan, perbincang- an tersebut merupakan perbin- cangan antara tiga orang dan tidak dipublikasikan oleh yang bersangkutan ke publik. Adapun publik mengetahui perbincan- gan itu dari hasil proses sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). “Yang membuat ini ke publik  kan bukan SN, tapi dari proses MKD, dari rekaman itu,” ujar- nya. Dalam kasus ini, sebenarnya ada dua jenis pidana umum yang akan diselidiki Bareskrim, yakni pencemaran nama baik terhadap presiden dan penipuan. Namun kedua delik tersebut menurut Kapolri belum lengkap unsur pidana umumnya. ’’Ked ua, kalau i tu dikenakan penipuan dari sisi Freeport misalnya, ini juga belum sem- purna juga unsur pidananya. Sehingga saya katakan memang yang pas yang tipdisus itu. Yang diusut kejaksaan,’ ’ tegas Ka- polri.(K24,F4-90)

seperti di kutip dari https://id.scribd.com

Koalisi Masyarakat Antimafia Hutan meminta Komisi Yudisial (KY) memanggil dan memberikan sanksi kode etik  terhadap tiga hakim Pengadilan Negeri (PN) Palembang yang memutuska n PT Bumi Mekar Hijau tidak bersalah atas kebakar an hutan. ’’Kami menilai hakim tidak profesional dalam menjalankan tugas karena di beberapa proses pembuktian. KLHK sudah mencoba hadirkan beberapa pihak, pertimbangan hakim kebakaran berasal dari lahan masyarakat tidak dijelaskan. Lalu lahan gambut, evaluasi ekonomi kehutanan itu tidak pernah dibuktikan di persidangan. KLHK tidak mewakili institusi, tapi juga mewakili masyarakat seki- tar di tempat kebakaran tersebut,” kata anggota Koalisi Masyarakat Antimafia hutan sekaligus peneliti Yayasan Auriga, Syahrul Fitra di Gedung Komisi Yudisial, Jumat (8/1). Ditambahkannya, putusan itu tidak sebanding dengan dampak  yang timbul akibat kebakaran hutan seperti kesehatan warga, keru- gian negara dan aktivitas terganggu. “Hakim juga mengatakan lapo- ran masyarakat terhadap lahan kebakaran itu tidak ada buktinya. Itu tidak pernah dibuktikan sama sekali dalam proses pengadilan. Sebab itu kami minta KY segera periksa hakim dan bisa memberika n kepastian publik sehingga masyarakat tidak kecewa,” ucapnya. Peneliti Hukum ICW, Aradila Caesar meminta KY segera memanggil hakim PN Palembang karena terkait pelanggaran kode etik hakim. ’’Dalam laporan kami ada 2 poin utama. Pertama, dalam putusan perkara hakim PN Palembang luput memperhatikan UU lain yang terkait kehutanan yang mana peraturan itu sudah diatur undang- undang. Sehingga putusan itu cenderung membelok dan pertang- gungjawaba n dari PT BMH jadi ditiadakan,’’papar Aradila. Kedua, sambung Aradila, terkait dengan kerugian yang dipahami hakim sangat sempit pemikirannya. “Kalau kami lihat kerugian yang dipahami hakim hanya sempit, kerug ian perusahaan saja. Tapi hakim tidak memperhatikan kerugian dampak ekologis, dan lain-lain, ini bentuk dugaan pelanggaran kode etik hakim,” imbuhnya.

seperti di kutip dari https://id.scribd.com

Dalam aksinya, aktivis Koalisi Anti Mafia Hutan menggunakan pakaian monyet dan pohon. Menurutnya, kostum itu melambangkan penghuni hutan turut protes terhadap keputusan hakim PN Palembang. “Hari ini kenapa bawa teman-teman berpakaian binatang dan pohon, ini ingin menandakan bahwa penghuni hutan Sumatera sedih dengan putusan majelis hakim atas kebakaran hutan dan kecewa dengan keputusan hakim PN Palembang,” jelasnya. Kepala Bagian Laporan Perilaku Hakim KY, Indra Syamsu, mengatakan turut prihatin terhadap keputusan hakim PN Palembang dan pihaknya akan mengkaji laporan tersebut. ’’Jangankan penghuni hutan, kami saja yang jauh dari sana (lokasi lahan kebakaran) aja kecewa,” katanya. Ditambahkannya, mengingat kasus ini sudah jadi konsumsi publik, KY akan menindakla njuti. Tenaga Ahli Komisi Yudisial, Imran mengatakan, akan mendala- mi laporan dari berbagai pihak termasuk laporan koalisi tersebut. Namun, pihaknya tidak mau gegabah karena nanti para hakim PN Palembang juga akan diberikan kesempatan untuk menjelaskan putusan tersebut. “Kami akan telaah laporan ini. Apakah dit emukan pelanggaran kode etik atau tidak. Nanti ditelaah oleh tim verifikasi bersama Komisioner Komisi Yudisial. Nanti kita harap teman-teman koalisi masyara kat anti mafia hutan turut aktif untuk memberikan data-data lagi untuk mendukung laporan ini,’’ungkap Imran.(D3-90)


Baca juga : korban_dan_pelaku_hukum.html

Kapolresta Jogja Kombes Pol Tommy Wibisono mengatakan begitu mendapat laporan peristiwa itu, pihak reskrim dari Polsek Kotagede langsung memburu pelaku. “Kami melakukan penyelidikan secara maraton, kejadian 13.20 sepulang sekolah korban kena bacok. Seorang pelaku bisa diamankan enam jam setelahnya dengan petunjuk yang minim di lapangan,” ujar Tommy, Jumat (3/2/2017). Dari pemeriksaa korban dan saksi di lapangan, pelaku berjumlah empat orang berboncengan sepeda motor. Rombongan pelaku mengejar gerombolan pelajar, salah seorangnya adalah Yoga dari arah Gedongkuning. Teman-teman Yoga berhasil melarikan diri, namun Yoga yang hanya seorang diri akhirnya menjadi incaran pelaku.

seperti di kutip dari https://mulpix.com

Press Release ungkap kasus pembunuhan dan kekerasan terhadap anak laki2 berusia 9 tahun pada tgl 30 September 2015 dengan seorang tersangka laki2 inisial R umur 29 thn, dengan motif meminta sejumlah uang sebesar Rp.2000 terhadap korban utk membeli rokok, namun korban tdk punya uang dan oleh pelaku mengancam korban dan melakukan tindakan penganiayaan dgn menenggelamkan korban di bak mandi, membekap korban dikasur sehingga tdk bisa bernafas, mencekik dan memukul dada korban, dan utk memastikan korban sudah tdk bernyawa pelaku memukul leher korban dgn sebuah kayu, dan setelah dipastikan korban sudah meninggal dunia, pelaku melakukan perbuatan kekerasan seksual terhadap korban, dan selanjutnya membuang korban dibawah jembatan Lemah Bokong Bulukerto.

seperti di kutip dari https://mulpix.com

Awal kejadian bermula saat mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Medan itu, berpacaran dengan korban, Bunga (nama samaran), sejak empat bulan yang lalu. “Dulu kami kenalannya di dalam Angkot. Kemudian tukaran nomor HP hingga ahirnya ketemuan dan pacaran,” ujar pelaku saat diwawancarai, Selasa (3/5/2016). Setelah beberapa hari pacaran, pada 11 Januari 2016 yang lalu, pelaku pun mengajak pacarnya ke kamar kosnya. Setelah dirayu sedemikian rupa dan berjanji akan menikahinya, pelaku menyetubuhi sang pacar untuk pertama kalinya. Setelah itu, perbuatan mesum tersebut berlanjut berkali-kali.

seperti di kutip dari https://mulpix.com

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Mesuji, Ajun Komisaris Polisi Effendi mengatakan, awal terungkapnya sindikat ini bermula saat itu tersangka berinisial MT (30) tengah melakukan aksi pencurian sepeda motor. “Saat itu tersangka MT dengan modus pura-pura menjadi penumpang ojek meminta untuk diantar ke Desa Sungai Sidang Rawa Jitu Utara. Di tengah jalan di tempat yang sepi pelaku minta berhenti untuk buang air kecil,” jelas AKP Effendi, Jumat (06-11-2015). Setelah motor dihentikan oleh korban, tersangka berupaya mengambil kunci motor korban, dan sempat terjadi perebutan kunci anatara pelaku dengan pemilik sepeda motor. Beruntung saat itu anggota #Tekab 308 Polres Mesuji tengah melintas loikasi.

seperti di kutip dari https://mulpix.com

Wakil Ketua Komite III DPD Fahira Idris mengatakan, selama ini korban pemerkosaan dan keluarganya yang hendak melapor selalu diancam keselamatannya oleh pelaku. Makanya banyak yang diam saja. “Bahkan banyak korban yang putus asa. Bahkan karena putus asa mereka sampai putus sekolah,” ujar Fahira, Selasa, (17/5). Pelaku menganggap karena kekuasaan dan uangnya, hukum tidak akan bisa menyentuhnya. Ini sudah melecehkan negara. “Andai ada hukuman yang lebih berat dari hukuman mati, orang seperti ini pantas menerimanya. Saya lebih memilih HAM pemerkosa-pemerkosa anak seperti ini yang dilanggar demi keselamatan anak-anak kita,” kata Fahira.

seperti di kutip dari https://mulpix.com

Peristiwa itu terjadi saat korban memergoki istrinya berinisial ST (35) sedang berduaan dengan pria lain di dalam mobil. “Kejadiannya hari Minggu (22/5/2016) sekitar pukul 10.00 WIB kemarin. Setelah kejadian, korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dhien untuk mendapatkan perawatan medis karena sempat pingsan selama tiga jam,” kata Abubakar Mubin (60), kakak kandung korban kepada wartawan, Senin (23/5/2016). Menurut Abubakar, adiknya mengalami luka dalam di rahang dan memar di bahu, sehingga korban hingga kini masih menjalani perawatan di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh. “Sampai sekarang, adik saya masih dirawat, karena luka dalam di bagian rahang dan bahu. Korban diinjak-injak oleh pelaku,” katanya.

seperti di kutip dari https://mulpix.com

Merdeka.com – Choirul Anam (30), pelaku pemerkosaan di Kabupaten Malang, Jawa Timur semakin nekat lantaran korban sempat bertanya wani piro?. Karena tidak punya uang, pelaku hanya menawarkan janji kepada korban. “Saat saya terus terang ‘minta’ dia tanya sama saya wani piro?” kata Choirul Anam, di Mapolres Malang, Jumat (22/4). Tetapi korban yang merupakan warga Desa Karangnongko, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang itu tidak mengubris tawaran janjinya. Anam semakin nekat hingga akhirnya memaksa WJ (26), yang tidak lain istri temannya sendiri untuk melayani napsu bejatnya.

seperti di kutip dari https://mulpix.com

Kapolsek Bukit Raya Kompol Ricky Ricardo SIK saat dikonfirmasi melalui Kanit Reskrim Ipda M Bahari Abdi SH mengatakan bahwa korban sekitar pukul 04.00 WIB melintas dengan sendirinya di jalan Arifin Achmad Kecamatan Marpoyan Damai menggunakan speda motor. Tiba-tiba dua unit speda motor dengan dibawa beberapa orang langsung menghentikannya.” Saat korban berhenti salah satu pelaku langsung menghunuskan Badik kepada korban, karena ketakutan korban menyerahkan speda motornya,” jelas KanitAtas peristiwa tersebut korban mengalami kerugian hingga Rp 10 juta lantaran satu unit speda motor miliknya jenis Bead Nopol BM 6977 QX warna biru Raib dibawa pelaku. Sedangkan korban telah menjalani pemeriksaan guna memberikan keterangan bagaimana ciri-ciri pelaku.” Kita masih melakukan penyelidikan, dan korban telah kita mintai keterangannya. Saat ini anggota berada dilapangan guna mencari siapa pelaku,” tutup Kanit.

seperti di kutip dari https://mulpix.com

Perbuatan pelaku yang kesehariannya diketahui sebagai penarik becak ini terbongkar, setelah ST (30) ibu korban curiga melihat anaknya tersebut berlari keluar dari rumah Acong yang berada di kawasan Kelurahan 11 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II Palembang, (Rabu 23/11). Setelah melihat anaknya tersebut berlari, lalu ST menemui korban yang sedang jajan di warung. JF saat itu hanya terdiam tanpa berbicara. Usai dibujuk, akhirnya JF bercerita jika telah dikasih uang Rp 10 ribu oleh Acong. “Saya tanya, uang itu dikasih karena apa. Barulah anak saya ini cerita kalau kemaluannya sudah dimasukkan pelaku,” kata ST saat membuat laporan di Polresta Palembang.

seperti di kutip dari https://mulpix.com

“Pelaku harus sampai ngejeblos penjara biar masyarakat pengguna Gojek ini enggak bisa ngikutin cara si pelaku. Entar kalau ada abang galau ngikutin order ke siapa buat ngerjain iseng doang. Buat dia iseng buat kita (Gojek) musibah,” kata Erik di basekamp Gojek di Taman Amir Hamsah, Jl Taman Matraman Timur, Pegangsaan, Jakarta Pusat, Selasa (11/7/2017). Menurutnya, tindakan pelaku order fiktif sangat merugikan driver Gojek. Jika pelaku tidak mendapat hukuman, Erik khawatir tidak ada efek jera dan akan ada pelaku lain melakukan order fiktif.

seperti di kutip dari https://mulpix.com

pelaku sudah diamankan dan semoga mendapatkan hukuman seberat2nya… 🙏🏻 ———–> Kemarin… adik kami Farah Dibba mengalami percobaan pemerkosaan, penganiayaan, pemukulan dan penyetruman bertubi tubi… Farah adalah seorang agen properti yg pada hari itu sedang berkunjung ke rmh pelaku yg menghubungi farah untuk melihat rumahnya karena ingin di jual.. Farah yg tidak menaruh curiga sedikitpun dtg layaknya seorang agen properti untuk melihat dan memfoto kondisi rmh … ketika sedang di dlm rumah dan memfoto keadaan rumah di bagian atas rumah tiba2 pelaku menghantam farah dari belakang, lalu membanting farah ke tempat tidur dan memukul muka dan mata farah dr depan serta menyetrumnya berkali kali dengan biadapnya… Hal ini terjadi berulang ulang 😢 setelah hampir sejam farah bertahan untuk mempertahankan kesuciannya akhirnya suara teriakan dia ada yg mendengar, sehingga ada warga dan satpam perumahan yg dtg ke rmh itu… alhamdulillah farah selamat, dan langsung di larikan ke RS

seperti di kutip dari https://mulpix.com

Untuk pelaku yg skr sedang dlm proses hukum, kami keluarga akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjeratnya dgn hukuman yg seberat beratnya 😤😡 Kejadian ini semoga menjadi pelajaran untuk kita kaum perempuan… bahwa perempuan harus kuat, jangan mudah percaya dgn org yg tidak di kenal… Alhamdulillah farah bs selamat dan kesuciannya tidak ternodai atas kejadian ini, kt doakan semoga farah bs cpt pulih baik fisik dan jiwanya 🙏🏼🙏🏼🙏🏼 Note: Sepertinya Pelaku Sudah merencanakan semua tindakannya terbukti dengan Alat setrum mirip senter besi yg disiapkan untuk memukul dan menyetrum korban.

seperti di kutip dari https://mulpix.com

this pic breaks my heart every time i see it. cita2ku meningkatkan taraf kesejahteraan hewan di dunia ini terutama di Indonesia karena disini banyak hewan yang mengaku2 dirinya manusia tapi nggak punya kasih sayang di hatinya, nggak punya compassion. and for me, compassion is what makes us human. semoga Allah membuka pintu hati kalian para pelaku pembakaran hutan… keserakahan kalian di dunia ini sudah pasti ada balasannya. apabila kalian tidak takut hukum negara, hukum buatan manusia, percayalah hukum Allah Yang Maha Adil sangatlah nyata dan kalian ga akan lolos.

seperti di kutip dari https://mulpix.com

entah keuntungan macam apa yang kalian cari dari perbuatan kalian ini, and i can’t imagine how you can enjoy your profit later in life without thinking about other people that you had sacrificed on your way to get there. yang jelas itu ga sebanding dengan apa yang harus para korban derita. saya percaya kalian orang2 pintar dan cerdas. sebaiknya gunakan waktu, tenaga, dan otak kalian untuk berbuat kebaikan di dunia ini. semoga masih ada rasa bersalah dalam hati kalian semua, para pelaku kebakaran hutan, semoga Allah masih ada di hati kalian. saya berdoa agar kalian sempat bertaubat dan secepatnya kembali ke jalan yang benar. #melawanasap #indonesianhaze #melawanorangserakah #prayforthevictim #alsoprayforthosegreedypeople

seperti di kutip dari https://mulpix.com

Hamdi mengatakan, ia hanya para pelaku yang telah merusak masa depan putrinya segera ditangkap dan diperiksa sesuai hukum yang berlaku. “Anak saya terpukul berat, dia depresi, anak saya trauma. Saya meminta petinggi Polri untuk menindak tegas tanpa memandang bulu siapa pelakunya. Informasi yang saya terima dua dari 19 pelakunya oknum polisi,” katanya seperti dilansir jpnn, Senin (9/5/2016). Ibu korban Rina Supit menambahkan, sebelum diperk0sa putrinya dicekoki sabu hingga tak sadarkan diri. “Yang lebih menyakitkan, dua dari 19 pelaku adalah oknum polisi,” tambahnya.

seperti di kutip dari https://mulpix.com

Kami menuntut pemerintah dan aparat terkait untuk segera mencokok pelaku penghangusan masjid, 38 rumah, dan 63 kios, serta penyebab 153 jiwa mengungsi. Korban bukan hanya Muslim, tetapi juga Nasrani asli Papua. BUkankah sehari setelah kejadian, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia telah mendeteksi adanya surat edaran Ketua GIDI wilayah Tolikara, Pendeta Nayus Wenea dan Sekretaris GIDI Pendeta Marthe Jingga yang berisi larangan umat Islam merayakan Idul Fitri di Karubaga Tolikara? Surat itu juga melarang muslimah berjilbab.

seperti di kutip dari https://mulpix.com

Kami minta pemerintah tegas menyebut tindakan itu sebagai tindakan terror dan tidak ada kaitannya dengan nilai agama manapun. Ketua Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI), Albertus Patty menyesalkan pembakaran masjid ini. Ia bahkan meminta aparat mengamankan siapapun pelaku kekerasan itu.  Ketua Lembaga Adat Papua, Lenis Kogoya juga mengimbau aparat kepolisian memburu pelaku pembakaran (Republika 18/7). Teror adalah terror dan tidak ada satu agama pun yang mengarahkan pengikutnya menjadi teroris, yang mengancam kedamaian hidup yang lain. #savePapua

seperti di kutip dari https://mulpix.com

Innalillahi wainnaillaihi rajiun… Satu lagi korban kekerasan pada anak dibawah umur.. Pada dasarnya, anak tetaplah anak..dan nakal itu hal yg wajar dilakukan anak-anak.. Kita seorang dewasa, harusnya bisa jadi pendidik dan pengayom untuk para anak..meskipun dia bukan anak kandung kita, karena kelak Tuhan pasti menitipkan anak dan kita pernah menjadi seorang anak bandel untuk orang tua kita dulu.. Untuk anda si pelaku, semoga anda disegerakan mendapatkan hidayah dariNya..segera minta ampun kepadaNya..karena tangan anda, suda anda gunakan untuk membunuh makhlukNya dengan keji.. Hukum negara kita akan menghakimi anda sebelum hukumNya yg kekal diakhir dunia.. Hukum dinegara kita akan adil untuk anda, dan hukumNya akan jauh lebih adil lagi..serta ingat, hukum yang kekal… Untuk Angeline, selamat jalan ya nak…semoga jalanmu diluaskan dan diberi tempat yg lapang disisiNya… Semoga kamu tenang disana, tanpa kamu harus takut dipukul dan diperlakukan tidak sesuai untuk anak seusiamu.. Sumber @kompastv

seperti di kutip dari https://mulpix.com

Meski menjadi korban perkosaan, perempuan itu juga tetap menjalani proses hukum syariah karena melanggar qanun tentang khalwat atau hanya berduaan di dalam rumah dengan lawan jenis yang bukan muhrim, kata Kepala Kejaksaan Negeri Langsa Miftahul Arifin. “Wanita itu dimasukkan ke Undang Undang Qanun karena wanita itu yang melakukan khalwat, zina dengan laki-laki yang bukan suami-istrinya sehingga mereka dikenakan undang-undang kekhususan Aceh. “Kemudian dia diperkosa oleh beberapa orang yang menemukan sehingga mereka yang memperkosa, katakanlah bukan memperkosa ya, orang yang sama sama dewasa memaksakan diri berbuat begitu itu dimasukkan ke Kitab Undang Undang Hukum Pidana, sehingga pelakunya dimasukkan ke pidana penjara tidak dimasukkan ke undang-undang kekhususan,” kata Miftahul.

seperti di kutip dari https://mulpix.com

Masyarakat yang merasa menjadi korban suatu tindak pidana berhak melapor kepada Kepolisian setempat untuk kemudian akan dicari pelaku kejahatannya. Sebagaimana tertuang dalam UU No 2/2002 tentang Kepolisian Negara RI, ‘bahwa pemeliharaan keamanan dalam negeri melalui upaya penyelenggaraan fungsi kepolisian yang meliputi pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat dilakukan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia selaku alat negara yang dibantu oleh masyarakat dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia.

Seorang nenek berusia 54 tahun di Garut, Jawa Barat, ditangkap polisi karena kedapatan berjualan minuman keras (miras) secara online. Riska ditangkap setelah terbukti membawa sejumlah botol miras. Riska beserta barang bukti miras ditangkap di kawasan Jalan Merdeka, Kecamatan Tarogong Kidul, tepatnya di kawasan Sarana Olahraga (SOR) Merdeka Kerkhof, Garut, Sabtu (16/12) malam. Riska kedapatan setelah motor dan tasnya diperiksa polisi. “Coba ibu duduk dulu mohon maaf kami periksa motor dan tasnya,” ujar sejumlah polisi yang memeriksa sang nenek. Saat digeledah oleh puluhan anggota Sabhara dari Polres Garut yang sedang melakukan operasi cipta kondisi, Riska membawa belasan botol miras di ransel yang disimpan di bagian depan motornya. Polisi kemudian memeriksa sebuah tas kecil yang dibawa Riska. Di dalamnya didapati puluhan lembar uang pecahan Rp 10.000, Rp 50.000, dan Rp 100.000 hasil penjualan miras. “Ibu nggak tau ya efek miras kayak gimana. Bisa bikin orang membunuh bu. Ibu kalau mau kaya bukan begini caranya, masih banyak kerjaan yang halal,” kata salah seorang polisi kepada R. Foto: Barang bukti miras yang disita polisi (Hakim Ghani-detikcom) Riska tak tinggal diam, mendengar pertanyaan bertubi-tubi dari polisi, ia membela diri. “Memangnya kenapa kalau saya jualan (miras), saya kan nggak jual narkoba. Saya juga nggak maling,” tutur R. Riska sempat tak terima saat polisi menyita barang bukti berupa 2 botol anggur merah dan 5 botol arak berukuran besar dan kecil darinya. Sebelum polisi datang memergoki R, R ternyata telah mengambil beberapa botol miras di lapak pedagang miras di kawasan Kerkhof untuk diedarkan. Kasat Sabhara Polres Garut AKP Dudi Tisna yang memimpin operasi tersebut bahkan sempat kaget saat melihat sang nenek. Ternyata R telah beberapa kali terjaring razia polisi karena kasus yang sama. “Aduh ibu lagi ibu lagi. Ibu nggak kapok kita tangkap,” ungkap Dudi kepada Riska. Riska kemudian hanya bisa pasrah. Bersama seorang teman lelakinya yang saat itu memboncengi R, nenek yang mengaku berasal dari Kecamatan Kadungora, Garut itu kemudian didata petugas. “Dia sebelumnya sudah pernah terjaring operasi. Sudah kita tindak juga sesuai dengan hukum yang berlaku. Tapi dia tidak kapok,” ujar Dudi. Dudi menambahkan cara sang nenek menjual miras terbilang baru, yaitu dengan sistem daring. “Jadi dia jual (miras) secara online, lewat pesan singkat. Kalau ada yang pesan baru dia antarkan ke tujuan. Mirasnya disimpan di ransel untuk mengecoh petugas,” katanya. Kini sang nenek terpaksa diangkut oleh polisi ke Mapolres Garut untuk diberi pengarahan dan ditindak karena melakukan tindak pidana ringan (Tipiring). Sementara itu, dalam operasi cipta kondisi yang digelar personel Polres Garut, Sabtu (16/12) malam hingga Minggu (17/12/2017) dini hari, petugas mengamankan ratusan botol miras berbagai merek dan ukuran. Miras-miras tersebut diamankan polisi dari sejumlah toko dan rumah penjual miras yang sebelumnya sudah masuk ke dalam target operasi. “Ada sekitar 176 botol (miras) yang diangkut. Didapat dari kawasan Cipanas, Tarogong Kaler, kawasan bundaran STM, Tarogong Kaler, dan kawasan hutan kota, Jalan Merdeka (Tarogong Kidul),” pungkas Dudi.

Seorang bocah berusia 8 tahun tewas tenggelam di embung Patemon, Gunungpati, Semarang. Korban bernama Inamul Hasan itu tercebur saat bermaksud menjaring ikan. Peristiwa terjadi sekitar pukul 08.00 WIB pagi tadi. Saat itu korban dan 3 rekannya memang sedang berada di embung Patemon untuk menjaring ikan bergiliran. Namun saat gilirannya, ia terpeleset dan tercebur. Temannya langsung meminta tolong warga sekitar namun korban yang tidak bisa berenang sudah terlanjur tenggelam dan korban tidak ditemukan. Warga kemudian melapor ke polisi setempat dan diteruskan ke tim SAR. Komandan tim Basarnas yang berada di lokasi, Heri Sunandar mengatakan tim dikerahkan termasuk 2 penyelam untuk mencari korban. Sekitar pukul 09.45 WIB korban ditemukan namun sudah dalam keadaan meninggal dunia. “Kami terjunkan 2 penyelam. Tidak butuh waktu lama tim berhasil mengevakuasi tubuh korban,” kata Heri dalam keterangannya lewat pesan singkat, Minggu (17/12/2017). Jenazah siswa kelas 2 SD Patemon tersebut langsung diangkat dan disambut tangis kerabat yang ikut menunggu pencarian ini. Jenazah diserahkan ke keluarga di Kelurahan patemon RT 03 RW 01 untuk dimakamkan. “Korban sudah diserahkan ke pihak keluarga,” pungkas Heri.

Lalu esok harinya Henry kembali muncul di kantor Sam, tanpa appointment. Dia mengaku sering mendengar banyak suara di kepalanya dan tidak bisa membedakan mana yang asli dan yang bukan. Sam memintanya untuk menulis suara yang dia dengar di kertas. Suara yang di dengar Henry adalah , “I didn’t touch him, I know you are supposed not to move him”, “I cannot watching anymore”, “Stay with me Henry.. stay with me” .  Tentu saja Sam has no clue dengan semua kalimat yang diucapkan Henry. Henry keluar dari kantor Sam dan mengatakan bahwa dia akan bunuh diri hari Sabtu Malam di ulang tahunnya yang ke-21, karena perasaan bersalahnya.

seperti di kutip dari https://finaalamanda.wordpress.com

Lalu cerita kembali kepada Henry yang sedang mengikuti kuliah di jurusannya sebagai artist (seni rupa), Henry keluar dari ruangan kelas dan mendapati Sam menunggu di depan pintu. Kemudian mereka berjalan dan sampai ke Aquarium memperhatikan dugong-dugong yang berenang di dalamnya. Henry menceritakan tentang orang tuanya yang sudah meninggal dan juga tentang pacarnya yang seorang pelayan cafe, dia ingin menikahi pacarnya. Dan meminta Sam untuk tidak sengaja menemui pacarnya.  Di sana tiba-tiba laki-laki paruh baya memotret Henry dan secara random bergumam “he cannot make it”.  Wait, dari lokasi kuliah ke aquarium? Does it seem strange? .. I will explain later 🙂

seperti di kutip dari https://finaalamanda.wordpress.com

Kemudian Henry memasuki ruangan dan terkejut dengan adanya Leon di ruangan, “what are you doing here?? You are dead!” Tanyanya sambil menangis . Terlihat flash back di pikiran Henry tentang wajah Leon ada di dalam lokasi kecelakaan dan mengalami pendarahan di kepalanya, dan juga flash back masa kecil Henry dengan Leon yang ada di dalam foto keluarganya. Leon yang bingung pun keluar dari ruangan dan Henry mengatakan kepada Sam bahwa Leon adalah ayahnya. Sam bingung karena tau selama ini Leon tidak punya anak, dan Leon pun tidak mengenal Henry. Tapi Henry bersikeras bahwa  itu adalah ayahnya dan dia bertanggung jawab atas kematian ayahnya.

seperti di kutip dari https://finaalamanda.wordpress.com

Sam pun kembali melakukan penyelidikan dengan pergi ke rumah Henry. Sam disambut Ibu Henry yang diakui Henry sudah meninggal. Ibu Henry tinggal hanya dengan anjingnya di dalam rumah dengan minim perabotan. Awalnya dia menangis menanyakan apa salahnya dan kenapa dia menerima semua ini. Lalu dia mengatakan hal yang menakutkan ke Henry, dia menganggap bahwa Sam adalah Henry, anaknya yang sudah lama tidak pulang , “do you think I cannot recognize my own son?” .. Sam mengikuti imajinasi ibunya dan berperan sebagai Henry untuk menggali informasi, “Mom, what did I do?”, tanya Sam. Ibunya menepuj punggung Sam, “this is not yout fault” . Sesuatu yang berkaitan dengan penyesalan Henry yang menyebabkan dirinya ingin bunuh diri.

endstream endobj 142 0 obj> endobj 144 0 obj> endobj 145 0 obj>/Font>/XObject>/ProcSet[/PDF/Text/ImageC]/ExtGState>>> endobj 146 0 obj> endobj 147 0 obj> endobj 148 0 obj> endobj 149 0 obj> endobj 150 0 obj> endobj 151 0 obj> endobj 152 0 obj> endobj 153 0 obj> endobj 154 0 obj> endobj 155 0 obj[/Separation/All 156 0 R 184 0 R] endobj 156 0 obj[/ICCBased 183 0 R] endobj 157 0 obj> endobj 158 0 obj> endobj 159 0 obj> endobj 160 0 obj> endobj 161 0 obj> endobj 162 0 obj> endobj 163 0 obj> endobj 164 0 obj> endobj 165 0 obj> endobj 166 0 obj> endobj 167 0 obj> endobj 168 0 obj> endobj 169 0 obj> endobj 170 0 obj> endobj 171 0 obj>stream

Related Posts

Comments are closed.