Ditangkap KPK, Total Harta Bupati Jombang Nyono Rp 16 Miliar

Ditangkap KPK, Total Harta Bupati Jombang Nyono Rp 16 Miliar

KPK mengamankan Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT). Selain Nyono, KPK juga mengamankan seorang ajudan. “Tim membawa 2 orang. Kepala daerah dan 1 ajudan,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Sabtu (3/2/2018). Febri mengatakan Nyono dan ajudannya sedang diperiksa oleh penyidik KPK. Status hukum keduanya akan ditentukan setelah pemeriksaan penyidik. “Nanti maksimal dalam waktu 24 jam akan diinformasikan statusnya,” ucap Febri. Nyono tiba di Kantor KPK di Jalan Kuningan Persada, Jakarta, sekitar pukul 21.15 WIB tadi. Nyono langsung diarahkan penyidik KPK ke lantai 2 gedung KPK. Febri menyebut ada dugaan penerimaan uang oleh Nyono terkait jabatannya sebagai Bupati Jombang. KPK akan menggelar konfrensi pers mengenai OTT tersebut pada Minggu (4/2/2018) besok.

Penyidik KPK melakukan penggeledahan di rumah dinas (rumdin) Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko di Jalan RA Soeroadiningrat, Jombang. Penyidik berjumlah 4 orang ini keluar hanya membawa sebuah map. Anggota Satpol PP penjaga Rumdin Bupati Jombang Hendra Setya mengatakan, tim dari KPK yang mengendarai mobil silver nopol L 1658 AB tiba di rumdin Bupati Jombang sekitar pukul 21.30 WIB. “Jumlahnya berapa orang saya kurang tahu,” ujarnya kepada detikcom di lokasi, Sabtu (3/2/2018). Penggeledahan di rumdin Nyono ini tak berlangsung lama. Pukul 22.07 WIB, penyidik berjumlah 4 orang ini keluar dari rumdin. Dengan wajah tertutup masker, penyidik lembaga antirasuah ini masuk ke dalam mobil tersebut. Penyidik meninggalkan rumdin Bupati Jombang dengan hanya membawa sebuah map. Penggeledahan ini diduga terkait kabar penangkapan Nyono oleh KPK. KPK menduga ada penerimaan sejumlah uang oleh Nyono. “Ada dugaan penerimaan sejumlah uang,” ujar Febri kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (3/2/2018). Namun, Febri belum merinci berapa jumlah uang yang diduga diterima oleh Nyono dan terkait apa. Febri juga mengatakan saat ini Nyono sedang diperiksa penyidik KPK. “Nanti maksimal dalam waktu 24 jam akan diinformasikan statusnya,” ucap Febri.

KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko pada malam ini. Nyono pun langsung diperiksa penyidik KPK. “Setelah dibawa ke kantor (KPK) tentu diperiksa dulu,” ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Sabtu (3/2/2018). Nyono tiba di Kantor KPK di Jalan Kuningan Persada, Jakarta, Sabtu (3/2) sekitar pukul 21.15 WIB. Nyono langsung diarahkan penyidik KPK ke lantai 2 gedung KPK. “Nanti maksimal dalam waktu 24 jam akan diinformasikan statusnya,” ucap Febri. [Gambas:Video 20detik] Nyono yang menggunakan sweater biru tua sempat berkata ini bukan penangkapan. “Ini bukan penangkapan,” kata Nyono saat tiba di gedung KPK. Namun, saat ditanya kembali, dia tidak menjawab apa pun. Sementara itu ada seorang lelaki memakai baju coklat yang juga diarahkan masuk. Dia tampak membawa ransel hitam. KPK akan menggelar konfrensi pers mengenai Bupati Jombang ini pada Minggu (4/2) besok.

Kepala daerah yang ditangkap KPK yaitu Bupati Jombang, Jawa Timur, Nyono Suharli Wihandoko. Kabiro Humas KPK Febri Diansyah membenarkan hal itu. “Iya,” ujar Febri ketika dimintai konfirmasi detikcom, Sabtu (3/2/2018). Hingga saat ini, belum diketahui OTT itu terkait kasus apa. Ada sejumlah uang yang diamankan dalam OTT tersebut dan tim KPK masih terus bergerak di lapangan. “Anak-anak di lapangan kan masih bergerak terus, belum tuntas. Tunggu konpers besok,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo saat dikonfirmasi terpisah. KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status Nyono, apakah akan menjadi tersangka atau tidak.

Related Posts

Comments are closed.