Dirut Jakpro Telusuri Penyebab Robohnya Beton LRT di Kayu Putih

Dirut Jakpro Telusuri Penyebab Robohnya Beton LRT di Kayu Putih

Bagian konstruksi proyek Light Rapid Transit (LRT) yang menghubungkan Kelapa Gading-Velodrome di Jalan Kayu Putih, Pulo Gadung, Jakarta Timur roboh. Direktur Utama Jakarta Propertindo (JakPro) Satya Heragandhi yang menangani proyek tersebut tengah menelusuri penyebab robohnya beton untuk LRT itu. “Iya ini kejadiannya di P21, lagi ditelusuri (penyebabnya), lagi dikumpulkan datanya. Kami sedang mendekati ke area lokasi,” kata Satya kepada detikcom, Senin (22/1/2017). Satya telah menginstruksikan kepada jajarannya untuk memberi perhatian kepada para korban robohnya LRT tersebut. Dia berjanji para korban dapat tertangani dengan baik. “Saya sudah instruksikan (beri perhatian) kalau ada korban. Korbannya mendapatkan perhatian dan take care dengan baik,” terangnya. Proyek LRT Roboh pada Senin (22/1) sekitar pukul 00.10 WIB. Lokasi kejadian berada di sekitar Jalan Kayu Putih Raya,Pulo Gadung, Jakarta Timur. Robohnya LRT tersebut mengakibatkan lima orang menjadi korban.

Dirut Jakpro Telusuri Penyebab Robohnya Beton LRT di Kayu Putih . Selamat menyaksikan! Jika anda berkenan silahkan klik SUBSCRIBE, like dan komen di video ini yah… Subscribe : Jakarta – Bagian konstruksi proyek Light Rapid Transit (LRT) yang menghubungkan Kelapa Gading-Velodrome di Jalan Kayu Putih, Pulo Gadung, Jakarta Timur roboh. Direktur Utama Jakarta Propertindo (JakPro) Satya Heragandhi yang menangani proyek tersebut tengah menelusuri penyebab robohnya beton untuk LRT itu.”Iya ini kejadiannya di P21, lagi ditelusuri (penyebabnya), lagi dikumpulkan datanya. Kami sedang mendekati ke area lokasi,” kata Satya kepada detikcom, Senin (22/1/2017).Satya telah menginstruksikan kepada jajarannya untuk memberi perhatian kepada para korban robohnya LRT tersebut. Dia berjanji para korban dapat tertangani dengan baik.”Saya sudah instruksikan (beri perhatian) kalau ada korban. Korbannya mendapatkan perhatian dan take care dengan baik,” terangnya.Proyek LRT Roboh pada Senin (22/1) sekitar pukul 00.10 WIB. Lokasi kejadian berada di sekitar Jalan Kayu Putih Raya,Pulo Gadung, Jakarta Timur. Robohnya LRT tersebut mengakibatkan lima orang menjadi korban. (fdu/jor) lrt roboh

Proyek Light Rapid Transit (LRT) yang menghubungkan Kelapa Gading-Velodrome konstruksinya roboh di Kayu Putih, Jakarta Timur. Akibatnya, lima orang terluka akibat tertimpa reruntuhan proyek tersebut. “(Koraban) 5 orang,” tulis akun twitter BPBD DKI saat dilihat detikcom, Senin (22/1/2018) sekitar pukul 03.40 WIB. Dalam akun twitter BPBD DKI tertulis bahwa proyek LRT Roboh pada Senin (22/1) sekitar pukul 00.10 WIB. Lokasi kejadian berada di sekitar Jalan Kayu Putih Raya,Pulo Gadung, Jakarta Timur. LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Velodrome sepanjang 5,8 km. Sedianya proyek tersebut akan ditargetkan selesai pada Juli mendatang. Koridor 1 LRT ini akan memiliki 6 stasiun pemberhentian, antara lain Stasiun depot di Jalan Pegangsaan Dua Kelapa Gading, stasiun Mal Kelapa Gading, stasiun Kelapa Gading Boulevard, stasiun Pulomas, Stasiun Pacuan Kuda hingga Stasiun Velodrome di arena balap sepeda Velodrome di Rawamangun, Jakarta Timur.

Seorang pekerja seks (PSK) transgender telah dinyatakan bersalah karena menyebabkan kerugian berat bagi seorang kliennya yang terinfeksi HIV. Clayton James Palmer, yang sekarang dikenal sebagai CJ Palmer, diadili di Pengadilan Distrik Australia Barat selama empat hari terakhir. Korbannya telah menanggapi iklan daring untuk layanan seksual pada bulan November 2014. Pengadilan mengungkap bahwa sekitar dua bulan sebelumnya Palmer, yang bekerja dengan menggunakan nama “Sienna Fox”, telah diberitahu oleh seorang perawat bahwa ia telah positif terinfeksi HIV. Namun, ia tidak menanggapi usaha berulang yang dilakukan perawat tersebut untuk menghubunginya guna mendiskusikan perawatan dan terus beriklan untuk klien pria. Korban melakukan hubungan seks tanpa kondom dengan Palmer beberapa kali pada tahun 2014 dan 2015 dan didiagnosis dengan HIV pada bulan September 2015. Tindakan itu membuat Palmer, yang diidentifikasi sebagai perempuan namun memiliki alat kelamin laki-laki, dituntut atas tindakan lalai karena ia adalah pihak yang mengendalikan cairan tubuh yang bisa membahayakan kesehatan orang lain, dan ia tidak melakukan tindakan pencegahan saat melakukan hubungan seks dengan sang korban. Palmer membantah melakukan kesalahan, mengklaim bahwa perawat tersebut tidak mengatakan kepadanya bahwa dirinya terinfeksi HIV. Ia juga menyebut bahwa sang korban terjangkit virus dari orang lain. Juri berdiskusi sekitar empat jam sebelum menyatakannya bersalah. Palmer dan anggota keluarga serta teman-temannya menangis saat vonis tersebut dibacakan. Ditahan di sel laki-laki Hakim Christopher Stevenson menolak permohonan Palmer untuk mendapat jaminan sampai ia dijatuhi hukuman bulan depan dan mengembalikannya ke tahanan. Ia akan ditahan di penjara laki-laki, sesuatu yang menurut Hakim Stevenson ia terima sebagai hukuman yang “lebih berat” baginya. Pengadilan mengungkap bahwa Palmer telah menghabiskan sembilan bulan di penjara pada tahun 2016 setelah melakukan ekstradisi ke Australia Barat dari New South Wales setelah dikenai tuduhan itu. Pengacaranya, Simon Freitag, mengatakan bahwa hal itu telah menyebabkan sang klien mengalami kesulitan dan sementara pihak berwenang di penjara membuat beberapa “penyesuaian,” Palmer ditahan di Unit Penanganan Khusus berkeamanan tinggi di Penjara Casuarina, di sel sendirian dan kadang-kadang dicari oleh para petugas laki-laki. Jaksa Penuntut Benjamin Stanwix merasa Palmer harus menerima hukuman di balik jeruji besi lebih lama mengingat keseriusan pelanggaran tersebut. “Ini memang melibatkan pengabaian nyawa dan kesehatan manusia lain dalam waktu lama,” kata Stanwix. “Kerugian dan perilaku yang terlibat dalam pelanggaran ini sangat serius.” Hakim Stevenson mengatakan bahwa kasus tersebut “tidak biasa” karena berbeda dengan sidang kasus kerugian berat lainnya yang menyakitkan, yang biasanya melibatkan seseorang yang ditinju atau mengalami hal serupa. Tapi ia mengatakan, Palmer telah melanggar “kewajiban memberi peringatan” kepada korban, yang sekarang menyandang sebuah “label” yang berarti ia dicurigai beberapa orang yang berhubungan dengannya. Palmer menangis saat ia dibawa pergi. Ia akan dijatuhi hukuman pada tanggal 16 Februari. Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.

Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menemui Buya Syafii Maarif pada akhir pekan. Dalam pertemuan itu, Bamsoet mengaku mendapat wejangan agar tidak melegalkan LGBT. Pertemuan itu berlangsung selama 1 jam pada Minggu (21/1/2018). Ada pula budayawan Romo Benny Susetyo dan tokoh Muhammadiyah Defy Indiyanto yang mendampingi. Bamsoet mengatakan pertemuan itu cair dan penuh canda tawa. Buya Syafii meminta agar Bamsoet yang baru dilantik sebagai Ketua DPR agar mengembalikan DPR menjadi lembaga terhormat. “Buya juga meminta Ketua DPR mengembalikan keadaban DPR yang bersih dari sarang penyamun dan menata perundangan sesuai nilai Pancasila,” ujar Bamsoet dalam keterangan tertulisnya. Masalah LGBT juga jadi topik pembahasan mereka. “Buya juga dengan tegas meminta kepada Ketua DPR agar LGBT tidak dilegalkan karena berlawanan dengan jiwa Pancasila,” papar politikus Golkar ini. Di akhir pertemuan, Bamsoet berjanji akan menjalankan wejangan dari Buya Syafii itu. Bahkan, Bamsoet berjanji akan mundur dari jabatannya sebagai Ketua DPR apabila LGBT dilegalkan.

Bagian konstruksi proyek Light Rapid Transit (LRT) yang menghubungkan Kelapa Gading-Velodrome di Jalan Kayu Putih, Pulo Gadung, Jakarta Timur roboh. Direktur Utama Jakarta Propertindo (JakPro) Satya Heragandhi yang menangani proyek tersebut tengah menelusuri penyebab robohnya beton untuk LRT itu. “Iya ini kejadiannya di P21, lagi ditelusuri (penyebabnya), lagi dikumpulkan datanya. Kami sedang mendekati ke area lokasi,” kata Satya kepada detikcom, Senin (22/1/2017). Satya telah menginstruksikan kepada jajarannya untuk memberi perhatian kepada para korban robohnya LRT tersebut. Dia berjanji para korban dapat tertangani dengan baik. “Saya sudah instruksikan (beri perhatian) kalau ada korban. Korbannya mendapatkan perhatian dan take care dengan baik,” terangnya. Proyek LRT Roboh pada Senin (22/1) sekitar pukul 00.10 WIB. Lokasi kejadian berada di sekitar Jalan Kayu Putih Raya,Pulo Gadung, Jakarta Timur. Robohnya LRT tersebut mengakibatkan lima orang menjadi korban.

Related Posts

Comments are closed.