Dinsos DKI Akan Gencar Razia PMKS Saat Natal dan Tahun Baru 2018

Dinsos DKI Akan Gencar Razia PMKS Saat Natal dan Tahun Baru 2018

Baca juga : dinsos dki akan gencar razia pmks saat natal dan tahun baru 2018

Dinas Sosial (Dinsos) DKI Jakarta akan gencar merazia para penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) saat masa Natal dan Tahun Baru 2018. Ratusan personel akan diterjunkan. Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta Masrokhan usai gelar apel di halaman parkir Gedung Dinas Sosial di Jalan Gunung Sahari III, Jakarta Pusat, Rabu (20/12/2017). Sebanyak 425 orang personel Dinsos DKI Jakarta akan diterjunkan. Masrokhan mengatakan, Dinsos DKI Jakarta juga akan meminta bantuan Satpol PP, TNI dan Polri untuk mengamankan PMKS. Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta Masrokhan Foto: Denita Br Matondang/detikcom “Akan ada bantuan dari instansi terkait yang utamanya dari satpol PP, TNI dan Dishub dan kepolisian. Kita kerahkan operasi bersama,” kata Masrokhan. Masrokhan menjelaskan, 425 orang personel itu akan dikerahkan di sejumlah titik-titik rawan di 5 wilayah provinsi DKI Jakarta yang diprediksi akan banyak disambangi PMKS. Adapun titik-titik rawan itu adalah tempat ibadah, objek wisata, terminal, stasiun dan jalan raya. “Untuk operasi Natal diharapkan ada sinergis dengan provinsi dan wilayah kota. Dishub juga kita dorong agar yang bukan PMKS, misalnya pak ogah atau pengamen yang ada di jalanan atau bus-bus juga bisa diamankan,” ujar Masrokhan. Masrokhan mengatakan, seluruh PMKS yang terjaring razia nantinya akan dibina petugas. Selain itu, PMKS yang punya keluarga akan dipulangkan ke daerah asal sesuai kartu tanda penduduk (KTP). “Bagi mereka yang terjangkau dan diberikan assesment di panti. Kami beri arahan dan pembinaan, kalau memang yang tidak punya daerah asal kami beri keterampilan sesuai kemampuan dan dimiliki, bagi yang punya keluarga akan kembalikan ke keluarganya atau kembalikan ke daerah asal di mana kami kerja sama dengan Dinsos di Jawa dan Bali,” kata Masrokhan.


Baca juga : anak sukabumi ini dikurung di kamar sempit selama 8 tahun

Seorang anak lelaki berkebutuhan khusus, Ija (14), ditemukan dalam keadaan memprihatinkan. Dia terpaksa dikurung selama delapan tahun di kamar sempit oleh ibunya, Mak Oon (50). Kisah Ija terdengar Deni Solang (53) selaku pemilik sekaligus pengelola Panti Aura Welas Asih (AWA), Palabuhanratu Sukabumi, Jawa Barat. Sang bocah yang sempat menjalani pemeriksaan medis di RSUD Palabuhanratu itu langsung diboyong Deni dan relawan panti tersebut. “Mak Oon berstatus orang tua tunggal. Mak Oon ngebesarin anak itu (Ija) dan adiknya yang masih kecil,” kata Deni via telepon, Senin (27/11/2017). Ia menyebut anak itu dikurung di kamar ukuran 1 x 2 meter. Keadaannya memprihatinkan. “Dia (Ija) makan di situ, buang air juga di situ (kamar). Sudah delapan tahun di kamar. Dia tidak bisa berjalan,” ujar Deni. Deni Solang (kopiah) bersama relawan saat membawa bocah yang dikurung dalam kamar. (Foto: istimewa) Relawan Panti AWA menjemput Ija di kediamannya Mak Oon, Kampung Cigadog, RT 1 RW 1, Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, 22 November lalu. Hari itu juga relawan memboyong Ija ke rumah sakit. “Ibunya tidak berdaya secara ekonomi. Setiap hari dia (Mak Oon) banting tulang, kadang memijat. Apa saja dia lakukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, jadi anak itu (Ija) tidak terpantau. Kalau keluar dari ruangan, dia mainnya jauh sehingga Mak Oon kerepotan mencari. Akhirnya dia (Ija) terpaksa dikurung,” tutur Deni. Usai menjalani perawatan hingga 24 November, bocah tersebut berangsur membaik. Kini Deni bingung lantaran karena Panti AWA miliknya tidak berpengalaman menangani anak berkebutuhan khusus. “Mau kita masukin panti, jelas enggak mungkin. Masa disatuin dengan penderita gangguan jiwa? Untuk sementara saya urus dia (Ija) di rumah, sambil menunggu semoga dari Kementerian Sosial mau menangani anak ini,” ucap Deni.


Baca juga : air terjun fotogenik di malang sudah tahu

detikTravel Community – Di Malang, ada satu air terjun fotogenik yang mesti kamu kunjungi. Coban Tengah, itulah namanya. Air terjunnya sejuk dan cantik buat foto-foto. ‘No Signal, No Worry, Feel The Nature In Harmony’. Begitulah tulisan yang terpampang di depan gerbang masuk Coban Tengah yang seakan memberikan sebuah sentilan kepada siapapun yang ingin datang berkunjung. Sebuah konsekuensi yang harus kalian terima jika ingin menikmati alam secara lebih dalam. Tanpa diperbudak gadget maupun hal hal fana. Yang terasa hanyalah nyanyian alam bersama canda tawa yang terasa makin intim diantara sesama. Sunyinya alam pun membawa dialog bersama Tuhan pun terasa semakin dekat dan lekat. Ya inilah hakikat dari sebuah perjalanan mendekat kepada alam sekaligus penciptaNya. Semua tampak terasa begitu murni tanpa dibuat buat. Karena memang harmoni alam akan memberikan suatu rasa yang tak akan pernah kalian dapat dari semua fasilitas duniawi di luar sana. Di atas sebuah batang kayu tergolek kami duduk terdiam, memandang deretan tebing curam berselimut lumut dan tumbuhan perdu yang menempel. Suara nyanyian deru air yang jatuh pun terdengar merdu diantara hening belantara Pegunungan Putri Tidur. Angin lembut bertiup menerbangkan buih buih air dan menerpa wajah. Aku mencoba memejamkan mata sejenak, menghirup udara segar dalam dalam, dan kata lirih Alhamdulillah pun terucap. Ucapan syukur bagi Sang Pencipta Alam yang telah memberikan semua karunianya dan dihamparkan di muka bumi. Entah untuk keberapa kalinya kami harus melewati aliran sungai dengan airnya yang super dingin ini, jika dihitung hitung sudah dari lima kali. Tak begitu dalam dan alirannya pun tak sampai membuat kaki kami terseret-seret, namun tetap saja membuat kami semua meningkatkan kewaspadaan ketika melewatinya. Kali ini langkah Firda terhenti, begitupun aku yang berada di belakangnya dan berturut turut kawan yang ada di belakangku juga menghentikan langkah. Kami terduduk menghadap aliran air sungai yang berair sangat jernih dengan batu batu yang berserakan di segala penjuru. Sejuk dan menyegarkan adalah ekspresi pertama ketika kami mulai melangkah di jalanan setapak kecil ini yang kami lalui tadi. Sembari melepas Lelah kami mengeluarkan beberapa kamera untuk mengabadikan momen yang ada di depan mata. Karena sayang pemandangan sealami ini tidak diabadikan, jarang-jarang kami melihat seperti ini di kota. Setelah dirasa cukup kaki kaki pun kembali melangkah mengikuti jalur yang berada di samping sungai. Tak ada tanjakan maupun turunan terjal disepanjang jalur menjadikan kami lebih leluasa dalam melangkah, hanya saja jarak yang lumayan jauh tetap membuat kaki terasa pegal. Vegetasi tumbuhan di sepanjang jalur pun sekilas nampak heterogen, sangat lebat dan alami. Apalagi berada di lereng pegunungan Putri Tidur menjadikan perjalanan kali terasa sangat menyenangkan karena udara yang pasti menyegarkan dan suhu yang cukup sejuk. Sekitar 30 menit dari gerbang masuk dan jalur telah menemui ujungnya, sayup sayup terdengar suara gemelegar air yang jatuh dari ketinggian. Suasana teduh menguar, sinar matahari nampak terbiaskan oleh tingginya tebing yang menghadang dan rimbun pepohonan. Bulir-bulir peluh di tubuh kami menguap, seiring dengan lelah yang seakan langsung hilang melihat keindahan ini semua. Berdiam sebentar saja wajah dari Fita, Firda, Ferdi, Lia pun kembali segar. Tepat dimana kami berhenti terdapat dua batang pohon yang tumbuh berdampingan dengan jarak sekitar 3 meter dan langsung menghadap kearah Coban Tengah. Sekilas nampak seperti bingkai alami dengan indahnya air terjun di belakang sana sebagai backgroundnya. “Ayo kita pasang hammock disini aja,” kataku kepada Fita yang sedari tadi membawa hammock di dalam tas. “Iya nih, pas banget tempatnya, air terjun yang keren,” ujar Fita bersemangat. Dalam beberapa menit saja hammock sudah terpasang dengan benar. Bagai menemukan sebuah mainan baru kami berebutan untuk segera naik dan berfoto dengan latar Coban Tengah yang mempesona. Dan benar saja dengan jepret yang asal aja, foto yang didapat pun sudah sangat mempesona. Satu persatu dari kami mencoba naik ke atas hammock untuk berfoto dan setelah melihat hasilnya kami semua tertawa lepas puas. Melihat semua keindahan ini terbersit satu pertanyaan kecil, kenapa namanya Coban Tengah ya? Ahh mungkin karena coban ini berada diantara Coban Rondo dan Coban Manten jadi dinamakan Coban Tengah. Memang di kawasan ini ada beberapa air terjun lagi yang bisa kita akses. Selagi yang lain asik menikmati ayunan hammock, aku mencoba untuk turun dan lebih mendekat ke aliran air Coban yang memiliki tinggi sekitar 50 meter ini. “Hahhh..dingin sekali air ini,” ujarku dalam hati ketika kaki mulai masuk ke dalam aliran air. Dengan mencoba sedikit beradaptasi dengan air yang dingin aku coba melangkah lebih jauh menikmati setiap riam kecil yang tercipta di antara bebatuan. Airnya sedingin es tapi siapa yang tak tahan jika melihat aliran air sejernih ini. Aku pun segera melepas baju dan meloncat kedalam kolam air terjun. Dan benar saja dari ujung kepala hingga badan rasanya seperti disiram air es batu. Tapi mumpung di sini, sudah jauh jauh berjalan kenapa hanya duduk diam dan tak merasakan kesegaran air Coban Tengah. Tak tahan untuk berlama-lama bermain air di sini, kepala lambat laun menjadi pusing karena airnya yang begitu dingin. Apalagi sore yang semakin cepat datang seakan memaksa kami untuk segera pulang. Aku pun segera mengemasi barang dan mengajak yang lain untuk bergegas agar kami tak bertemu malam di jalanan. Sebelum benar benar pergi aku menengok sekali lagi keelokan Coban Tengah dari kejauhan. Ada sebuah harapan dalam hati, harapan sederhana agar Coban Tengah tetap asri dan alami seperti ini tanpa adanya sampah. Harapan yang hanya bisa terwujud dengan kesadaran hati diantara kita semua. Berkunjung ke Coban Tengah ini memberiku satu lagi sebuah pengalaman berharga, pengalaman melihat lagi salah satu surga kecil yang tercipta di daerahku ini. Perjalanan menuju Coban tengah juga mengajarkan kita akan arti kesabaran karena memang sebuah tempat yang indah tak akan gampang untuk dicapai seperti layaknya surga kita butuh perjuangan untuk menggapainya.


Baca juga : rss.php

Bupati Karangasem, I Wayan Geredeg mengatakan lomba ini sebagai evaluasi kerja dalam mendorong kerja sama dan menumbuhkan semangat gotong royong dalam mewujudkan masyarakat dan pembangunan desa secara komulatif dan mandiri. Pihaknya mengatakan pengawasan, perencanaan, semangat pengabdian dan tanggung jawab menjadi modal utama dalam mewujudkan kinerja anggota masyarakat dalam pengelolaan anggaran desa. Mon, 01 Jun 2015 05:00:00 +0000 Bali Tribune#Jelang PKB, Permintaan Pernak-pernik Hindu Meningkat#(hal.6) Kalangan produsen aksesoris bernuansa Hindu di kabupaten Badung menerima pesanan dua kali lipat menjelang pelaksanaan PKB ke-37 tanggal 13 Juni – 11 Juli 2015. Wayan Kripa Nidhi, pengusaha asal Mangupura mengatakan pesanan para pedagang menjapai Rp 200 juta lebih, belum lagi mengalami kehabisan stok. Mon, 01 Jun 2015 05:00:00 +0000 Radar Bali#Gubernur Sentil Pameran#(hal.30) Terkait adanya persoalan yang selalau muncul dalam pelaksanaan PKB, seperti masalah pameran yang berubah menjadi ajang jualan, rupanya menjadi perhatian Gubernur. Karena di dalam pameran itu sejatinya memamerkan hasil seni budaya unggulan di Bali. Ia mengingingkan tidak ada lagi ribut masalah penjualan stan. Ia meminta jangan pedagang yang menjadi peserta pameran tetapi produsen. Mon, 01 Jun 2015 05:00:00 +0000 Bali Post#Amdal Reklamasi Teluk Benoa Belum Final#(hal.1) Kementaerian KLH menegaskan aspirasi mayoritas masyarakat akan menjadi pertimbangan utama dalam membuat amdal reklamasi Teluk Benoa. Deputi Tata Ruang dan Lingkungan KLH Imam hendargo Abu Ismoyo menjelaskan, selama ini perkembangan mengenai proses amdal rencana reklamasi Teluk Benoa selalu dilaporkan kepada menteri. menurutnya, keputusan mengenai hasil amdal masih jauh dari kata final, sebab KLH masih menerima masukan dari berbagai khalayak untuk menambah referensi proses analisis. Yang pasti katanya, pihaknya mengutamakan kepentingan masyarakat banyak dalam memutuskannya. Mon, 01 Jun 2015 05:00:00 +0000 Fajar Bali#Tak Punya Rumah, Tidur di Dapur#(hal.1) Penduduk miskin di Bali masih ada yang tersisa. Kali ini warga Dusun Beluhu, Suter, Kintamani, I Wayan Kerasna (56) dan istrinya Ni Wayan Winten layak mendapatkan bantuan bedah rumah. Ia tidak punya rumah yang layak huni hanya dapur kecil ukuran 2×3 meter, dinding degek dan berlantai tanah, yang sekaligus sebagai tempat tidur mereka. Keluarga ini juga dihadapkan pada kesulitan soal air bersih, seperti dialami rata-rata warga Behulu. Namun demikian ia mengaku sudah dapat bantuan beras miskin dan kartu JKBM. Mon, 01 Jun 2015 05:00:00 +0000 Radar Bali#Gubernur Ajak Warga Donor Darah#(hal.24) Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengimbau masyarakat Bali berpartisipasi mendonorkan darahnya di sela melepas peserta jalan sehat serangkaian Bali Humanity Event yang dihelat PMI. Mon, 01 Jun 2015 05:00:00 +0000 Pos Bali#Kaus Tamblingan#(hal.6) Dewa Ayu Sri Wigunawati dari LKID menyanpaikan uneg-unegnya mengenai kasus Tamblingan pada Simakrama di DPRD Prov Bali. Wigunawati mesadu ke Gubernur Bali karena warga yang digusur belum mendapatkan penangan serius dari Pemkab Buleleng. Ia berharap Pemprov Bali turun tangan memberikan bantuan logistik kepada para korban. Ia menyatakan permaslahan bukan pada pengungsian namun pada proses yang perlu dibicarakan. Mon, 01 Jun 2015 05:00:00 +0000 Bali Tribune#Gubernur Gugah Kepedulian Masyarakat Berdonor Darah#(hal.1) Gubernur Bali Made Mangku Pastika menggugah kepedulian seluruh masyarakat untuk menolong sesama melalui kegiatan donor darah. Menurutnya, menyumbangkan darah untuk menyelamatkan jiwa sesama adalah perbuatan yang sangat mulia. Bahkan Pastika menyebut, tindakan menyelamatkan satu jiwa manusia lebih mulia daripada membangun meru tumpang solas. Secara khusus Pastika menyampaikan apresiasi serta rasa terima kasih kepada Palang Merah Indonesia (PMI) dan mereka yang dengan sukarela menyumbangkan darahnya demi keberlangsungan hidup sesama. Dia berharap, aksi dan kepedulian para pendonor menjadi teladan bagi yang lain untuk melakukan hal serupa. Sehingga nantinya akan lebih banyak lagi darah terkumpul dan dapat disalurkan bagi mereka yang membutuhkan.

seperti di kutip dari http://eresume.itmbali.com

Wed, 27 May 2015 05:00:00 +0000 Radar Bali#Gubernur Sambangi Warga Miskin Beluhu Desa Suter#(hal.23) Gubernur Bali mengunjungi warga miskin I Negah Sumadi dari desa Suter dan memberi bantuan langsung dan menjanjikan akan memberi dua profil tank sebagai tempat peampung air serta memastikan keluarga ini akan mendapat bantuan bedah rumah dari program CSR. Kemiskinan ini merupak miskin struktural karena turun temurun. Gubernur mengajak kemiskinan seperti ini harus dipotong dengan kerja keras dan belajar. Gubernur mengajak seluruh warga Bali untuk ikut serta dalam pengentasan kemiskinan agar lebih maksimal karena kemampuan yang terbatas. Wed, 27 May 2015 05:00:00 +0000 Radar Bali#Rakor, DPRD Bali Soroti Kinerja KPID#(hal.23) Komisi I DPRD Prov Bali menilai kinerja KPID Prov Bali periode sekarang lebih buruk dari periode sebelumnya hal ini disampaikan Gusti Putu Widjra anggota Komisi I DPRD Prov Bali. Widjra juga menambahkan percuma KPID dibelikan peralatan mahal sampai saat ini belum dimanfaatkan dengan baik. AA Rai Sahadewa Ketua KPID menyampaikan selama ini anggota KPID sudah banyak ngayah dan tetap komit dengan tugas-tugasnya. Wed, 27 May 2015 05:00:00 +0000 Bali Post#Diprotes, Limbah Peternakan Ayam Cemari Lingkungan#(hal.14) Lantaran protes tak digubris, penyanding pabrik PT Charoen Pokphand Jaya Farm di Lingkungan Awen, kelurahan lelateng, Kecamatan Negara, mengancam akan mempidanakan peternakan telur ayam itu. Bahkan penyanding mengaku telah menyiapkan pengacara, lantaran pabrik tidak menggubris terkait lingkungan hidup. Salah seorang penyanding, Fetty Laswita mengatakan, sudah beberapa kali pertemuan dengan pihak pabrik, namun tidak mendapatkan titik temu. Wed, 27 May 2015 05:00:00 +0000 Nusa Bali#Warga Perangsada Tunggu Sikap Gubernur#(hal.6) Warga Banjar Perangsada, Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar kini menunggu sikap Gubernur Bali terkait protes warga terhadap pemasangan tapal batas Desa Pering – Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar. Tim penolakan dari Banjar Perangsada telah bersurat kepada Gubernur Bali. Surat juga kepada Ketua DPRD Bali, Ketua PHDI Bali, Bupati Gianyar, DPRD Gianyar dan tembusan kepada pihak terkait. Wed, 27 May 2015 05:00:00 +0000 Nusa Bali#Sempat Hilang Gagal Tender, Feeder Baru Beroperasi Lagi#(hal.3) Awal 2015, angkutan pengumpan Trans Sarbagita menghilang dari peredaran. Di bulan kelima, sebanyak 48 kendaraan dioperasikan kembali, mulai Senin (25/5). Vakumnya selama lima bulan, Menurut Kadis Perhubungan Kota Denpasar I Gede Astika disebabkan gagal tender hingga tiga kali. Terkait akan berlakunya trayek baru Trans Sarbagita yang menghubungkan Terminal Mengwi-Ubung, pihaknya akan memikirkan kembali untuk mengoperasikan feeder di jalur trayek tersebut. Layanan gratis ini akan berjalan mulai 25 Mei sampai dengan 25 Desember 2015. Wed, 27 May 2015 05:00:00 +0000 Bali Post#Percepat Penanganan Rabies#(hal.14) Anggota Komisi A DPRD I Ketut Sadwi Darmawan, Selasa (26/5) mengatakan untuk upaya pencegahan agar rabies tidak meluas, dinas diminta segera bertindak dengan vaksinasi maupun suntik mati anjing liar. Namun dalam upaya itu pihaknya meminta kepada dinas agar mengawali dengan sosialisasi. Pasalnya, tidak sedikit warga yang masih menyayangi binatang mereka. Wed, 27 May 2015 05:00:00 +0000 Radar Bali#Penghasilan Rp 25 Ribu, Beli Air 15 Ribu#(hal.21) Desa Suter merupakan salah satu desa yang belum teraliri air bersih, apalagi air PDAM. I Wayan Nyepeg perbekel Desa Sutermenjelasakan permaslahan utama di Desanya adalah ketiadaan air. Selama ini mereka hanya bergantung pada cubang-cubang dari air hujan pada musim hujan yang bertahan hanya dua bulan pada musim kemarau. Ia menegasakan seratus persen warga desa Suter belum dialiri air bersih. Nengah Sumadi salah satu warga menyatakan ia harus beli 15 air dengan harga 3 ribu rupiah. Pemkab Bangli pada pemerintahan I Bagus Landip sempat memasang saluran pipa dari penelokan namun sebelum dialiri air cubang yang menampung air di Daerah Kintamani meledak sehingga air tidak bisa dialiri.

seperti di kutip dari http://eresume.itmbali.com

Sementara itu, Kepala Bidang ESDM Dinas PU Provinsi Bali Putu Agus Budiana, menanggapi permasalahan pertambangan ilegal di daerah Bangli dan Karangasem. Pihak Pemprov Bali sudah melaksanakan penyetopan terhadap kegiatan pertambangan dalam bentuk apapun karena menutrut UU No 4 Tahun 2009 Bali bukan masuk wilayah pertambangan. Mon, 11 May 2015 05:00:00 +0000 Pos Bali#Pemerintah Siap Beli Gabah Petani#(hal.3) Keluhan petani akan anjloknya harga gabah direspon cepat Pemkab Badung dengan bekerjasama dengan Bulog membeli gabah petani yang dibawah HPP. Dari hasil rapat koordinasi dengan Pemprov Bali beserta kabupaten/kota seBali beserta Instansi terkait lainnya mendapatkan bahwa kisaran harga Rp 3.780/kg ini diatas HPP yakni 3.700/kg. Anjloknya harga gabah disebabkan musim panen yang serempak yang mengakibatkan langkanya tenaga kerja dan musim hujan. Bantuan sudah diberikan berupa fasilitas seperti power tresher, alas terpal, sabit bergerigi sampai mesin panen modern. Para petani dihimbiau memberitahu bulog dan subak sebelumnya apabila ingin menjual gabahnya. Mon, 11 May 2015 05:00:00 +0000 Bali Post#Hama Tikus Serang Belasan Hektar Sawah di Desa Taro#(hal.11) Puluhan petani di Desa taro, tegalalang kini mulai meradang. Pasalnya, belasan hektar sawah milik mereka diserang hama tikus. Dari serangan hama yang diperkirakan sudah berlangsung selama dua bulai ini, mengakibatkan banyak batang padi patah. Bila kondisi ini berlangsung terus dipastikan akan mengakibatkan gagal panen, ucap Pekaseh Subak Toya Palasari, Made Darmika, Minggu (10/5) kemarin Mon, 11 May 2015 05:00:00 +0000 Warta Bali#Peluang Rebut Dana Perimbangan#(hal.2) Adanya wacana di pusat untuk merevisi UU No. 64 Tahun 1958 dan UU No. 33 Tahun 2004 menurut Wakil Ketua DPRD Bali, Nyoman Sugawa Korry menjadi peluang yang sangat besar bagi Bali untuk mendapatkan dana perimbangan dari pemerintah pusat. Sugawa Korry mengharapkan dalam perjuangan ini, DPRD Bali secepatnya membentuk Pansus dan segera berkoordinasi dengan Gubernur. Mon, 11 May 2015 05:00:00 +0000 Bali Post#Pemprov Bali Apresiasi Stikom Bali#(hal.4) Pemprov Bali apresiasi tinggi terhadap kiprah Stikom Bali yang telah membantu mencerdaskan generasi muda Bali khususnya dalam menguasai ilmu pengetahuan di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK), kata Drs. I Ketut Wija, MM saat mewakili Gubernur Bali menerima audiensi Ketua Stikom Bali Dr. Dadang Hermawan, Senin, (4/5)

seperti di kutip dari http://eresume.itmbali.com

Mon, 11 May 2015 05:00:00 +0000 Fajar Bali#Anak Menangis, Ipar Memelas Bedah Rumah#(hal.1) Karo Humas Setda Prov Bali Dewa Gede Mahendra Putra didampingi staf beserta wakil dari Disosnakertrans Bangli menyerahkan bantuan kepada keluarga miskin Ni Ketut Diarti di Dusun Tanggahan Peken. Dewa menyampaikan bahwa kedatangannya hanya bisa memberikan bantuan responsif dan sementara dari Gubernur berupa beras dan uang tunai. Sedangkan untuk program bedah rumah masih harus ada verifikasi dari yang membidanginya. Staf Disosnakertrans Bangli mengaku masih belum melakukan verifikasi terhadap kondisi rumah dari Ni Ketut Diarti. Mon, 11 May 2015 05:00:00 +0000 Warta Bali#Anggota Ormas Bersitegang#(hal.1) Akibat kesalahpahaman antara 2 anggota ormas yang berbeda, nyaris memicu bentrok massa. Hal ini menyebabkan suasana di Desa Lodtunduh, Ubud, Sabtu malam sempat mencekam. Kapolsek Ubud AKP I Wyn Sumara bersama jajarannya dan prajuru banjar mendatangi rumah kedua anggota ormas yang terlibat ketegangan, namun sayang kedua orang yang dicari tidak ada ditempat. Mon, 11 May 2015 05:00:00 +0000 Fajar Bali#Alihkan Pengelolaan Galian C ke Provinsi#(hal.1) Pemprov Bali menyikapi maraknya aktifitas galian C di kab/kota yang berdampak buruh terhadap lingkungan dengan mulai rancang sejumlah kajian untuk mengambil alih pengelolaan galian C yang tersebar di sejumlah kab/kota. Kadispenda Prov Bali, Made Santha menyampaikan bahwa Dispenda Prov Bali sudah melakukan pertemuan dengan perwakilan kab/kota untuk mengkaji hal ini. Tahap pengkajian juga membahas rencana penetapan zone-zone yang boleh digali atau tidak. Santha berharap dengan cara ini dampak negatif galian C terhadap lingkungan ataupun infrastruktur dapat di lokalisir. Mon, 11 May 2015 05:00:00 +0000 Bali Post#Terpinggirkan, Masyarakat Lokal akan Antipati terhadap Pariwisata#(hal.2) Bali mengembangkan pariwisata budaya yang bersumber dari nilai-nilai luhur agama Hindu. Dengan kata lain, keberlangsungan budaya harus dipelihara, utamanya oleh umat Hindu di Bali. “Untuk itu, sejauhmana manfaat yang diperoleh penduduk lokal Bali khususnya umat Hindu dari pembangunan pariwisata tersebut? Jangan sampai, mereka hanya menjadi tontonan sebagai daya tarik wisata tetapi kemampuan ekonominya merosot dan bahkan cendrung terpinggirkan, “ujar pengamat pariwisata dari Unud Drs. Ec. I Putu Anom, B.Sc, M.Par Mon, 11 May 2015 05:00:00 +0000 Fajar Bali#Tidur Menumpang, Andalkan Anyam Besek#(hal.1) Kehidupan keluarga miskin I Nyoman Sumerbawa dan istrinya Ni Ketut Diarti di Dusun Tanggahan Peken, Desa Sulahan, Susut Bangli sangat memprihatinkan. Ketut Diarti hanya memiliki ketrampilan menganyam besek dari bambu dengan hasil penjualan sangat kecil.Diarti mengaku sudah mendapatkan beras miskin dan BPJS. Untuk bantuan bedah rumah, dirinya mengaku pernah mengajukan tetapi sampai sekarang tidak ada kejelasan.Dia berharap pemerintah bisa tangga dan memberikan perhatian ke dirinya. Sat, 09 May 2015 05:00:00 +0000 Fajar Bali#Warga Desa Juanyar Minta Air Bersih#(hal.1) Minimnya air bersih di Desa Juanyar, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng membuat warga cemas karena musim kemarau sudah mulai tiba.Salah satu warga, Mudita, merasa heran pasalnya mata air yang dimiliki PDAM berada di desa Juanyar namun pipa induk PDAM tidak ada masuk ke Desa Juanyar. Mudita berharap Gubernur Bali agar bisa memberikan air. Sat, 09 May 2015 05:00:00 +0000 Fajar Bali#Datangi Tiga Kementrian, Sudikerta Lobi Program Pembangunan#(hal.1) Kementrian yang disambangi Sudikerta didampingi Kepala SKPD terkait yakni Kementrian Kesehatan, Pendidikan dan Kebudayaan serta Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Di Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, materi yang dibahas adalah percepatan pembangunan SMA dan SMK Bali Mandara di Karangasem dan Bangli. Di Kemetrian PU dan Perumahan Rakyat, Wagub lebih banyak memperjuangkan infrastruktur jalan sebagai prioritas. Di Kementrian Kesehatan, Wagub menyampaikan terimakasihnya karena Tahun 2015 pemerintah pusat telah membantu Bali untuk pembangunan dua RS Pratama yaitu di Buleleng dan Nusa Penida. Selanjutnya berharap Tahun 2016 terjadi pembangunan ladi dua unit di RS Pratama Buleleng Timur dan Jembrana. Sat, 09 May 2015 05:00:00 +0000 Fajar Bali#Dispenda Kaji Kenaikan Tarif Masuk Obyek Wisata#(hal.1) Tarif masuk ke sejumlah obyek wisata yang dikelola oleh Pemprov Bali akan dievaluasi. Ada 3 obyek yang menjadi bidikan yaitu Taman Budaya (Art Center), Monumen Perjuangan Bajra Sandhi dan Museum Bali. Kadispenda Prov Bali, I Made Santha menyampaikan bahwa pendapatan obyek wisata ini masih tergolong minim.Jumlah pendapatan yang ada saat ini masih bisa ditingkatkan dengan dilakukan perombakan. Rencana lainnya adalah Dispeda berenca menggratiskan tarif masuk untuk siswa SD dan SMP di Bali, tujuannya agar anak-anak semakin bermintar dan memahami tentang sejarah Bali. Sat, 09 May 2015 05:00:00 +0000

Dinas Sosial (Dinsos) DKI Jakarta akan gencar merazia para penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) saat masa Natal dan Tahun Baru 2018. Ratusan personel akan diterjunkan. Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta Masrokhan usai gelar apel di halaman parkir Gedung Dinas Sosial di Jalan Gunung Sahari III, Jakarta Pusat, Rabu (20/12/2017). Sebanyak 425 orang personel Dinsos DKI Jakarta akan diterjunkan. Masrokhan mengatakan, Dinsos DKI Jakarta juga akan meminta bantuan Satpol PP, TNI dan Polri untuk mengamankan PMKS. Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta Masrokhan Foto: Denita Br Matondang/detikcom “Akan ada bantuan dari instansi terkait yang utamanya dari satpol PP, TNI dan Dishub dan kepolisian. Kita kerahkan operasi bersama,” kata Masrokhan. Masrokhan menjelaskan, 425 orang personel itu akan dikerahkan di sejumlah titik-titik rawan di 5 wilayah provinsi DKI Jakarta yang diprediksi akan banyak disambangi PMKS. Adapun titik-titik rawan itu adalah tempat ibadah, objek wisata, terminal, stasiun dan jalan raya. “Untuk operasi Natal diharapkan ada sinergis dengan provinsi dan wilayah kota. Dishub juga kita dorong agar yang bukan PMKS, misalnya pak ogah atau pengamen yang ada di jalanan atau bus-bus juga bisa diamankan,” ujar Masrokhan. Masrokhan mengatakan, seluruh PMKS yang terjaring razia nantinya akan dibina petugas. Selain itu, PMKS yang punya keluarga akan dipulangkan ke daerah asal sesuai kartu tanda penduduk (KTP). “Bagi mereka yang terjangkau dan diberikan assesment di panti. Kami beri arahan dan pembinaan, kalau memang yang tidak punya daerah asal kami beri keterampilan sesuai kemampuan dan dimiliki, bagi yang punya keluarga akan kembalikan ke keluarganya atau kembalikan ke daerah asal di mana kami kerja sama dengan Dinsos di Jawa dan Bali,” kata Masrokhan.

Setya Novanto kembali menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Terdakwa kasus korupsi proyek e-KTP itu pun kini bisa menjawab pertanyaan hakim. Ketika sidang dimulai, Novanto dipersilakan majelis hakim untuk duduk di kursi terdakwa. Novanto pun tampak berjalan, tanpa dipapah seperti sidang pekan lalu, menuju ke kursi terdakwa. “Saudara terdakwa sehat?” tanya ketua majelis hakim Yanto kepada Novanto dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (20/12/2017). “Sehat, yang mulia,” jawab Novanto. Hakim pun mempersilakan tim penasihat hukum membacakan eksepsi. Pengacara Novanto, Maqdir Ismail, pun mulai membacakan eksepsi. “Ini kami akan bacakan meskipun tidak urut,” ujar Maqdir.

KABARPROGRESIF.COM : (Jakarta) Satuan Tugas (Satgas) Pelayanan, Pengawasan, dan Pengendalian Sosial (P3S) Suku Dinas Sosial Kota Administrasi Jakarta Barat Barat, merazia Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Dalam razia gabungan ini, petugas P3S Sudin Sosial Jakarta Barat melibatkan aparat dari Komando Distrik Militer (Kodim) 0503 Jakarta Barat. Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Barat Surya mengatakan, razia ini dilakukan untuk menindaklanjuti laporan masyarakat melalui kanal pengaduan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, terkait maraknya keberadaan PMKS pada malam hari. Satgas P3S Suku Dinas Sosial Jakarta Barat menggelar razia PMKS, Jumat (15/12/17) dini hari. Surya menjelaskan, pihaknya kerap mengawasi dan menertibkan PMKS jalanan dari pagi sampai malam hari, serta dijaganya sejumlah titik rawan oleh Satgas P3S. Namun, para PMKS selalu main kucing-kucingan dengan petugas. Pihaknya akan terus gencar melakukan razia PMKS yang masih bandel berada di ibu kota DKI Jakarta, Seperti pada razia Jumat (15/12/17) dini hari di sejumlah titik rawan yang dikenal sebagai tempat mangkalnya PMKS di Jakarta Barat. Dalam razia gabungan ini, petugas mengamankan 17 PMKS jalanan, empat di antaranya diduga sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK). Petugas juga mengamankan beberapa gelandangan, pengemis, pengamen, dan psikotik. Surya menyayangkan, setiap melakukan razia, ada titik rawan PMKS yang disinyalir tempat mangkalnya PSK, informasi kerap bocor. “Jangan main-main, apabila ada petugas kami yang main mata dengan PMKS, akan kami pecat,” tegasnya dalam siaran tertulis, Sabtu (16/12/2017). PMKS yang terjaring razia, lanjutnya, sudah dirujuk ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 1 Kedoya Jakarta Barat, untuk proses pendataan serta pembinaan agar tidak turun ke jalan lagi. “Mari bersama-sama kita ciptakan Jakarta bebas PMKS Jalanan, dengan tidak memberi kepada PMKS,” imbaunya. (rio)

Related Posts

Comments are closed.