Dinilai Lecehkan TNI di Acara Dahsyat, Artis Felicya Dipolisikan

Dinilai Lecehkan TNI di Acara Dahsyat, Artis Felicya Dipolisikan

Manajemen RCTI dilaporkan oleh ormas Pembela Kesatuan Tanah Air-Indonesia Bersatu (Pekat-IB) ke Polda Metro Jaya atas tayangan dalam program musik Dahsyat. Tayangan tersebut dinilai melecehkan prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI). “Apa yang dilakukan program Dahsyat itu sangat memalukan,” tegas Ketua Infokom Pekat-IB, Sosialisman Hidayat Hasibuan kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Minggu (21/1/2018). Dalam tayangan Dahsyat tersebut, prajurit TNI diikutsertakan mengikuti lomba makan donat dengan teknik seperti lomba makan kerupuk. Hanya saja, donat tersebut diikat tali yang kemudian ditarik-tarik dengan menggunakan kaki artis. Pria yang akrab disapa Lisman ini menilai, dengan cara itu, para artis yang terlibat dan juga manajemen RCTI mempertontonkan tindakan yang tidak bermoral. “Kan banyak cara kita untuk melakukan kuis, tidak harus pakai cara-cara angkat kaki, ini tidak beretika dan bermoral. Seluruh netizen di medsos juga menyikapi keras persoalan ini,” tutur Lisman. Di sisi lain, Lisman berpendapat bahwa tayangan Dahsyat tidak mendidik dan bermanfaat bagi masyarakat. Tayangan tersebut dinilai dapat merusak moral generasi bangsa. “Saya jarang nonton Dahsyat, tapi saya menilai (tayangan tersebut) tidak bermanfaat untuk generasi bangsa ini. Yang nonton ini seluruh rakyat Indonesia, bagaimana generasi kita dijejali dengan tontonan seperti itu,” sambungnya. Sebagai anggota ormas yang peduli akan kelangsungan generasi bangsa, Lisman pun melaporkan pihak manajemen dan juga artis yang terlibat dalam tayangan tersebut. Lisman berharap agar laporannya itu diproses oleh pihak kepolisian. “Kami melaporkan secara resmi ke penegak hukum agar kasus ini diproses secara hukum, baik artis-artis yang ada di Dahsyat dan manajemen RCTI itu sendiri,” tuturnya. Laporan Lisman diterima dengan Tanda Bukti Laporan (TBL) bernomor: LP/393/I/2018/PMJ/Dit.Reskrimum. Dalam laporan tersebut, Lisman melaporkan artis Felicya Angelista atas tuduhan Pasal 282 ayat (2) KUHP tentang kejahatan terhadap kesopanan.

Manajemen RCTI dilaporkan oleh ormas Pembela Kesatuan Tanah Air-Indonesia Bersatu (Pekat-IB) ke Polda Metro Jaya atas tayangan dalam program musik Dahsyat. Tayangan tersebut dinilai melecehkan prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI). “Apa yang dilakukan program Dahsyat itu sangat memalukan,” tegas Ketua Infokom Pekat-IB, Sosialisman Hidayat Hasibuan kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Minggu (21/1/2018). Dalam tayangan Dahsyat tersebut, prajurit TNI diikutsertakan mengikuti lomba makan donat dengan teknik seperti lomba makan kerupuk. Hanya saja, donat tersebut diikat tali yang kemudian ditarik-tarik dengan menggunakan kaki artis. Pria yang akrab disapa Lisman ini menilai, dengan cara itu, para artis yang terlibat dan juga manajemen RCTI mempertontonkan tindakan yang tidak bermoral. “Kan banyak cara kita untuk melakukan kuis, tidak harus pakai cara-cara angkat kaki, ini tidak beretika dan bermoral. Seluruh netizen di medsos juga menyikapi keras persoalan ini,” tutur Lisman. Di sisi lain, Lisman berpendapat bahwa tayangan Dahsyat tidak mendidik dan bermanfaat bagi masyarakat. Tayangan tersebut dinilai dapat merusak moral generasi bangsa. “Saya jarang nonton Dahsyat, tapi saya menilai (tayangan tersebut) tidak bermanfaat untuk generasi bangsa ini. Yang nonton ini seluruh rakyat Indonesia, bagaimana generasi kita dijejali dengan tontonan seperti itu,” sambungnya. Sebagai anggota ormas yang peduli akan kelangsungan generasi bangsa, Lisman pun melaporkan pihak manajemen dan juga artis yang terlibat dalam tayangan tersebut. Lisman berharap agar laporannya itu diproses oleh pihak kepolisian. “Kami melaporkan secara resmi ke penegak hukum agar kasus ini diproses secara hukum, baik artis-artis yang ada di Dahsyat dan manajemen RCTI itu sendiri,” tuturnya. Laporan Lisman diterima dengan Tanda Bukti Laporan (TBL) bernomor: LP/393/I/2018/PMJ/Dit.Reskrimum. Dalam laporan tersebut, Lisman melaporkan artis Felicya Angelista atas tuduhan Pasal 282 ayat (2) KUHP tentang kejahatan terhadap kesopanan.

Jakarta – Manajemen RCTI dilaporkan oleh ormas Pembela Kesatuan Tanah Air-Indonesia Bersatu (Pekat-IB) ke Polda Metro Jaya atas tayangan dalam program musik Dahsyat. Tayangan tersebut dinilai melecehkan prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI). “Apa yang dilakukan program Dahsyat itu sangat memalukan,” tegas Ketua Infokom Pekat-IB, Sosialisman Hidayat Hasibuan kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Minggu (21/1/2018). Dalam tayangan Dahsyat tersebut, prajurit TNI diikutsertakan mengikuti lomba makan donat dengan teknik seperti lomba makan kerupuk. Hanya saja, donat tersebut diikat tali yang kemudian ditarik-tarik dengan menggunakan kaki artis. Pria yang akrab disapa Lisman ini menilai, dengan cara itu, para artis yang terlibat dan juga manajemen RCTI mempertontonkan tindakan yang tidak bermoral. “Kan banyak cara kita untuk melakukan kuis, tidak harus pakai cara-cara angkat kaki, ini tidak beretika dan bermoral. Seluruh netizen di medsos juga menyikapi keras persoalan ini,” tutur Lisman. Di sisi lain, Lisman berpendapat bahwa tayangan Dahsyat tidak mendidik dan bermanfaat bagi masyarakat. Tayangan tersebut dinilai dapat merusak moral generasi bangsa. “Saya jarang nonton Dahsyat, tapi saya menilai (tayangan tersebut) tidak bermanfaat untuk generasi bangsa ini. Yang nonton ini seluruh rakyat Indonesia, bagaimana generasi kita dijejali dengan tontonan seperti itu,” sambungnya. Sebagai anggota ormas yang peduli akan kelangsungan generasi bangsa, Lisman pun melaporkan pihak manajemen dan juga artis yang terlibat dalam tayangan tersebut. Lisman berharap agar laporannya itu diproses oleh pihak kepolisian. “Kami melaporkan secara resmi ke penegak hukum agar kasus ini diproses secara hukum, baik artis-artis yang ada di Dahsyat dan manajemen RCTI itu sendiri,” tuturnya. Laporan Lisman diterima dengan Tanda Bukti Laporan (TBL) bernomor: LP/393/I/2018/PMJ/Dit.Reskrimum. Dalam laporan tersebut, Lisman melaporkan artis Felicya Angelista atas tuduhan Pasal 282 ayat (2) KUHP tentang kejahatan terhadap kesopanan. (mei/jor)

Manajemen RCTI dilaporkan oleh ormas Pembela Kesatuan Tanah Air-Indonesia Bersatu (Pekat-IB) ke Polda Metro Jaya atas tayangan dalam program musik Dahsyat. Tayangan tersebut dinilai melecehkan prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI). “Apa yang dilakukan program Dahsyat itu sangat memalukan,” tegas Ketua Infokom Pekat-IB, Sosialisman Hidayat Hasibuan kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Minggu (21/1/2018). Dalam tayangan Dahsyat tersebut, prajurit TNI diikutsertakan mengikuti lomba makan donat dengan teknik seperti lomba makan kerupuk. Hanya saja, donat tersebut diikat tali yang kemudian ditarik-tarik dengan menggunakan kaki artis. Pria yang akrab disapa Lisman ini menilai, dengan cara itu, para artis yang terlibat dan juga manajemen RCTI mempertontonkan tindakan yang tidak bermoral. “Kan banyak cara kita untuk melakukan kuis, tidak harus pakai cara-cara angkat kaki, ini tidak beretika dan bermoral. Seluruh netizen di medsos juga menyikapi keras persoalan ini,” tutur Lisman. Di sisi lain, Lisman berpendapat bahwa tayangan Dahsyat tidak mendidik dan bermanfaat bagi masyarakat. Tayangan tersebut dinilai dapat merusak moral generasi bangsa. “Saya jarang nonton Dahsyat, tapi saya menilai (tayangan tersebut) tidak bermanfaat untuk generasi bangsa ini. Yang nonton ini seluruh rakyat Indonesia, bagaimana generasi kita dijejali dengan tontonan seperti itu,” sambungnya. Sebagai anggota ormas yang peduli akan kelangsungan generasi bangsa, Lisman pun melaporkan pihak manajemen dan juga artis yang terlibat dalam tayangan tersebut. Lisman berharap agar laporannya itu diproses oleh pihak kepolisian. “Kami melaporkan secara resmi ke penegak hukum agar kasus ini diproses secara hukum, baik artis-artis yang ada di Dahsyat dan manajemen RCTI itu sendiri,” tuturnya. Laporan Lisman diterima dengan Tanda Bukti Laporan (TBL) bernomor: LP/393/I/2018/PMJ/Dit.Reskrimum. Dalam laporan tersebut, Lisman melaporkan artis Felicya Angelista atas tuduhan Pasal 282 ayat (2) KUHP tentang kejahatan terhadap kesopanan.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Manajemen RCTI dilaporkan oleh ormas Pembela Kesatuan Tanah Air-Indonesia Bersatu (Pekat-IB) ke Polda Metro Jaya atas tayangan dalam program musik Dahsyat. Tayangan tersebut dinilai melecehkan prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI). “Apa yang dilakukan program Dahsyat itu sangat memalukan,” tegas Ketua Infokom Pekat-IB, Sosialisman Hidayat Hasibuan kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Minggu (21/1/2018). Dalam tayangan Dahsyat tersebut, prajurit TNI diikutsertakan mengikuti lomba makan donat dengan teknik seperti lomba makan kerupuk. Hanya saja, donat tersebut diikat tali yang kemudian ditarik-tarik dengan menggunakan kaki artis. Pria yang akrab disapa Lisman ini menilai, dengan cara itu, para artis yang terlibat dan juga manajemen RCTI mempertontonkan tindakan yang tidak bermoral. “Kan banyak cara kita untuk melakukan kuis, tidak harus pakai cara-cara angkat kaki, ini tidak beretika dan bermoral. Seluruh netizen di medsos juga menyikapi keras persoalan ini,” tutur Lisman. Di sisi lain, Lisman berpendapat bahwa tayangan Dahsyat tidak mendidik dan bermanfaat bagi masyarakat. Tayangan tersebut dinilai dapat merusak moral generasi bangsa. “Saya jarang nonton Dahsyat, tapi saya menilai (tayangan tersebut) tidak bermanfaat untuk generasi bangsa ini. Yang nonton ini seluruh rakyat Indonesia, bagaimana generasi kita dijejali dengan tontonan seperti itu,” sambungnya. Sebagai anggota ormas yang peduli akan kelangsungan generasi bangsa, Lisman pun melaporkan pihak manajemen dan juga artis yang terlibat dalam tayangan tersebut. Lisman berharap agar laporannya itu diproses oleh pihak kepolisian. “Kami melaporkan secara resmi ke penegak hukum agar kasus ini diproses secara hukum, baik artis-artis yang ada di Dahsyat dan manajemen RCTI itu sendiri,” tuturnya. Laporan Lisman diterima dengan Tanda Bukti Laporan (TBL) bernomor: LP/393/I/2018/PMJ/Dit.Reskrimum. Dalam laporan tersebut, Lisman melaporkan artis Felicya Angelista atas tuduhan Pasal 282 ayat (2) KUHP tentang kejahatan terhadap kesopanan.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Acara yang dipandu Raffi Ahmad dan Denny Cagur ini juga mengadakan games yang memicu kecaman. Solopos.com, JAKARTA – Acara TV Dashyat RCTI menjadi sorotan netizen usai menampilkan game yang membuat masyarakat geram. Tayangan Kamis (19/1/2018) itu bahkan harus membuat pihak RCTI meminta maaf secara tertulis. Di edisi Kamis, Dahsyat sedikit spesial karena sekaligus merayakan ulang tahun pertama salah satu sinetron andalan RCTI, Dunia Terbalik . Di situ hadir sejumlah bintang sinetron Dunia Terbalik seperti Faby Marcellia, Felicya Angelista, Idrus Madani dll. Seperti menjadi ciri khasnya, acara yang dipandu Raffi Ahmad dan Denny Cagur ini juga mengadakan games untuk memeriahkan acara. Kali ini, salah satu peserta games ternyata seorang anggota TNI. Games yang ditampilkan kali ini seperti lomba makan kerupuk layaknya lomba 17 Agustus-an. Tapi bedanya, makanan yang dimakan bukan kerupuk tapi roti donat. Dan, donat tersebut diikat dan kemudian dikendalikan kaki seseorang. Video ini rupanya membuat geram masyarakat karena dianggap melecehkan kestuan TNI. Warganet pun banyak yang mengungkapkan kekecewannya terhadap acara Dahsyat RCTI. Seperti akun @thumbelina.02 yang berkomentar, “ Yaa Alloh miris banget lihatnya. Sebagai keluarga TNI merasa dilecehkan, tidak dihargai di mana hati nurani kalian yang ngelakuin ini semua. Muak ngeliatnya acara nggak bermutu.” “Nggak tega liaht bapak TNI-nya dipermalukan. Ibu juga ikut malu pasti setelah post sana-sini,” kata pemilik akun @pincess_riana. Namun, tak lama setelah ramai di media sosial, pihak RCTI langsung melayangkan permintaan maaf kepada TNI. Dalam suratnya, RCTI meminta maaf dan kedepannya berjanji untuk lebih berhati-hati dalam membuat program acara. “Berkaitan dengan kreasi team Dahsyat pada tanggal 19 Januari 2018 yang dinyatakan menyinggung kewibawaan dari kesatuan TNI AD, khususnya Yon Hubad, melalui surat ini kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut kepada pimpinan TNI AD dan khususnya Yonhubad TNI AD,” tulis surat permohonan maaf itu. lowongan pekerjaan ADMINISTRASI & KEUANGAN BISNIS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

“Tujuan kita ke Polda Metro, karena desakan dari pada kader Pekat di seluruh Indonesia dan masyarakat luas dan melihat program dahsyat yg disiarkan oleh RCTI sangat merugikan masyarakat banyak, terutama apa yang dilakukan oleh program Dahsyat sangat memalukan,” kata Ketua Infokom Pekat IB Sosialisman Hidayat Hasibuan usai membuat laporan di Polda Metro Jaya, Minggu (21/1/2018). Dia menyampaikan, tindakan pelecehan tersebut berkaitan dengan perlombaan makan roti. Dalam penayangan di Dahsyat, kata dia, seorang prajurit TNI diminta untuk memakan roti yang diikat di kaki Felicya. Aksi Felicya tersebut juga banyak dikecam netizen. “Kan ada banyak cara kita melakukan kuis, tidak harus pake cara-cara angkat kaki, ini kan tidak beretika dan tidak bermoral, dimana netizen di medsos kan menyikapi dengan keras persoalan ini,” kata Sosialisman. Sosialisman juga mengaku tidak ada dorongan dari institusi TNI perihal laporan tersebut. Dia mengklaim laporan ini dibuat semata-mata karena desakan dari anggota ormas di seluruh daerah di Indonesia. “Oh tidak ada. Kita kan sebagai mitra Polri-TNI kita ikuti norma hukum aja, tidak ada pesanan-pesanan. Kami punya kader seluruh indonesia. Dari DPD tingkat 1 tingkat 2 mendesak untuk melaporkan,” kata dia. Dia juga enggan menggubris perihal permohonan maaf yang sudah dilayangkan pihak RCTI kepada TNI. Dia meminta agar laporan ini ditindaklanjuti secara hukum, agar bisa memberikan efek jera. “Itu kan hak mereka. Terus efek jeranya di mana? Makanya kita minta tetap ada proses hukumnya,” kata dia. Bahkan Sosialisman mengaku Pekat IB juga berencana mendatangi Komisi Penyiaran Indonesia agar diberikan sanksi tegas berupa penyetopan seluruh tayangan di RCTI. “Besok saya ke KPI. Supaya RCTI ditutup,” katanya. Dalam laporan ini, Sosialisman telah membawa bukti berupa screen shot dan video berisi aksi Felicya yang viral di media sosial. “Saya hanya bawa bukti gambar dari video Youtube. Saya juga bawa video yang dari Youtube yang sudah disimpan dalam flashdisk,” kata dia. Laporan tersebut telah diterima polisi bernomor LP/393/1/2018/PMJ/Dit. Reskrimum. Atas aksinya yang dituding melecehkan TNI, Felicya Angelista dilaporkan dengan Pasal 282 ayat 2 KUHP tentang kejahatan terhadap kesopanan dengan ancaman pidana paling lama sembilan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.sua

Acara yang dipandu Raffi Ahmad dan Denny Cagur ini juga mengadakan games yang memicu kecaman. Solopos.com, JAKARTA – Acara TV Dashyat RCTI menjadi sorotan netizen usai menampilkan game yang membuat masyarakat geram. Tayangan Kamis (19/1/2018) itu bahkan harus membuat pihak RCTI meminta maaf secara tertulis. Di edisi Kamis, Dahsyat sedikit spesial karena sekaligus merayakan ulang tahun pertama salah satu sinetron andalan RCTI, Dunia Terbalik . Di situ hadir sejumlah bintang sinetron Dunia Terbalik seperti Faby Marcellia, Felicya Angelista, Idrus Madani dll. Seperti menjadi ciri khasnya, acara yang dipandu Raffi Ahmad dan Denny Cagur ini juga mengadakan games untuk memeriahkan acara. Kali ini, salah satu peserta games ternyata seorang anggota TNI. Games yang ditampilkan kali ini seperti lomba makan kerupuk layaknya lomba 17 Agustus-an. Tapi bedanya, makanan yang dimakan bukan kerupuk tapi roti donat. Dan, donat tersebut diikat dan kemudian dikendalikan kaki seseorang. Video ini rupanya membuat geram masyarakat karena dianggap melecehkan kestuan TNI. Warganet pun banyak yang mengungkapkan kekecewannya terhadap acara Dahsyat RCTI. Seperti akun @thumbelina.02 yang berkomentar, “ Yaa Alloh miris banget lihatnya. Sebagai keluarga TNI merasa dilecehkan, tidak dihargai di mana hati nurani kalian yang ngelakuin ini semua. Muak ngeliatnya acara nggak bermutu.” “Nggak tega liaht bapak TNI-nya dipermalukan. Ibu juga ikut malu pasti setelah post sana-sini,” kata pemilik akun @pincess_riana. Namun, tak lama setelah ramai di media sosial, pihak RCTI langsung melayangkan permintaan maaf kepada TNI. Dalam suratnya, RCTI meminta maaf dan kedepannya berjanji untuk lebih berhati-hati dalam membuat program acara. “Berkaitan dengan kreasi team Dahsyat pada tanggal 19 Januari 2018 yang dinyatakan menyinggung kewibawaan dari kesatuan TNI AD, khususnya Yon Hubad, melalui surat ini kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut kepada pimpinan TNI AD dan khususnya Yonhubad TNI AD,” tulis surat permohonan maaf itu. lowongan pekerjaan ADMINISTRASI & KEUANGAN BISNIS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Related Posts

Comments are closed.