Diguyur Hujan, Jatibening Permai Terendam Banjir 60 Cm

Diguyur Hujan, Jatibening Permai Terendam Banjir 60 Cm

Kompleks Jatibening Permai, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Bekasi, terendam banjir setinggi 60 cm. Banjir melanda permukiman itu, tepatnya di RT 001 RW 003 seusai hujan mengguyur Kota Bekasi. “Infonya sampai detik ini belum surut. (Ketinggian air) hampir sepaha, sekitar 60 cm. Kita (BPBD) lihat perkembangan. Kalau belum surut, takutnya drainase nggak lancar,” kata Kordinator Pusdalops BPBD Kota Bekasi Aditya ketika dimintai konfirmasi detikcom , Kamis (1/3/2018). “Hujan dari sehabis magrib, sekitar dua jam memang. Diperkirakan air naik pukul 20.20 WIB,” sambung Aditya. Dia mengatakan kawasan itu memang langganan banjir. Namun biasanya banjir cepat surut. “Di sana sering sekali banjir, tapi cepat surut. Malam ini, sampai saat ini, belum surut,” tutur Aditya. Saat ini dia sedang mengerahkan tim ke lokasi untuk mencari tahu penyebab tak kunjung surutnya banjir. “Saat ini saya sedang mengirim tim ke sana. Drainasenjya tersumbat atau apa sebabnya (banjir lambat surut),” tutup dia.

Komplek Jatibening Permai, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Bekasi terendam banjir setinggi 60 cm. Banjir melanda pemukiman itu, tepatnya, tepatnya di RT 001, RW 003, usai hujan mengguyur Kota Bekasi. “Infonya sampai detik ini belum surut. (Ketinggian air) Hampir sepaha, sekitar 60 cm. Kita (BPBD) lihat perkembangan, kalau belum surut takutnya drainase nggak lancar,” kata Kordinator Pusdalops BPBD Kota Bekasi Aditya ketika dimintai konfirmasi detikcom , Kamis (1/3/2018). “Hujan dari sehabis maghrib, sekitar dua jam memang. Diperkirakan air naik pukul 20.20 WIB,” sambung Aditya. Dia mengatakan kawasan itu memang langganan banjir. Namun biasanya banjir cepat surut. “Di sana sering sekali banjir, tapi cepat surut. Malam ini, sampai saat ini belum surut,” tutur Aditya. Saat ini dia sedang mengerahkan tim ke lokasi untuk mencari tahu penyebab banjir tak kunjung surut. “Saat ini saya sedang mengirim tim ke sana. Drainasenjya tersumbat atau apa sebabnya (banjir lambat surut),” tutup dia.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Sekitar 1.200 rumah di Perumahan Pondok Gede Permai, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi tergenang air dengan ketinggian variasi. “Di belakang sudah mencapai 3 meter, sedangkan di depan 2,5 meter” kata Sekretaris Rukun Warga 8, Widianto , Sabtu, 22 Februari 2014. Seluruh rumah yang terkena banjir itu berada di RW 8, 9, dan 10. Namun demikian, warga mengungsi, sebab rumah warga sudah ditinggikan. Adapun, bagi warga yang tempat tinggalnya tak berlantai dua, menumpang di tempat tetangganya. “Ada sekitar 1.300 Kepala Keluarga,” kata dia.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Widianto mengatakan, banjir itu mengisolir jalan raya menuju Vila Nusa Indah, Kabupaten Bogor. Sejak air naik, jalan langsung ditutup karena tak dapat dilalui kendaraan. “Di jalan ketinggian mencapai 1,5 meter,” kata dia. “Ditutup sejak sore tadi,” katanya. Sejauh ini belum ada posko pengungsian khusus dari pemerintah. Soalnya, banjir tersebut sangat mendadak. Namun, ia mengaku sudah berkoordinasi dengan tim Taruna Siaga Bencana, Dinas Sosial, dan aparat TNI/Polri. “Perahu karet sudah ada, untuk membantu evakuasi,” kata Widianto.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Engkus mengatakan, titik terparah berada di Perumahan Pondok Gede Permai, Kecamatan Jatiasih. Banjir di wilayah tersebut sudah mencapai ketinggian dua meter. Bahkan, air sudah mulai ke jalan raya. “Sekarang tengah melakukan persiapan evakuasi,” kata Engkus. Engkus menambahkan, debit air Kali Bekasi mulai naik sejak sore tadi. Air masuk ke perumahan melalui celah lubang tanggul. Namun, semakin malam, air mulai meluap melewati tanggul setinggi dua meter di perumahan itu. “Kiriman dari Bogor melalui Kali Cikeas dan Cileungsi,” kata dia.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Cerita dimulai jumat sekitar pukul 04.00 pagi. Disaat gw lagi tidur, gw terbangun ama suara2 berisik orang2. Ternyata bokap ama nyokap juga dah bangun, mereka lagi diluar. pas diliat ternyata penduduk BTN harapan baru lagi sibuk ngangkutin sofa2 ke rumah mbak Ibah, tetangga samping rumah. Saat itu ketinggian air dah sampe paha orang dewasa. Ditambah parah, sekitar pukul 04.45, sehabis azan subuh,ternyata listrik yg ke perumahan dimatikan PLN (mungkin demi keamanan), jadilah mereka gotong2 peralatan rumah dibawah gelapnya malam yg sudah ampir pagi.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Next, ke jalan semangka (ujungnya, yg bukan perumahannya). Wahh..keknya marsih ngungsi di sekitar sini nech. “Woii, gw di lapangan deket tempat loe nech, loe dimana, keluar dounk”/”ya udah, tunggu bentar yee”. Sambil nunggu, gw sempetin poto2 rumah yg dah pada kelelep aer. Siaul, saking mo cari sudut yg bagus, clana pendek gw sampe basah lagi dech kerendem :P. Gak lama marsih dateng, ngobrol2 bentar, tanya keadaan, trus poto2 dech, buat kenang2an ada korban banjirnya yg wajahnya masih tampak sedikit gembira, Jiakakakakak.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Dari situ, kita langsung lanjut ke jalan kalibaru. Disana, jalanan dah ketutup aer setinggi 20 sampe 40 cm. Karena motor agil gak mungkin sanggup melewati banjir, motor di parkir di lapangan pinggir jalan.”Tenang ajah gil, motor loe gak bakalan ada yg mao ambil dah, huehehehehe. Dilanjutin dengan jalan kaki, menyusuri jalan kalibaru yg sudah terendam. Didepan sekolah gelora, gw minta agil ambil potonya, soalnya gw malu, takut diliatin orang, hehehe. Terus ke arah jembatan, disebelah kanan terlihat sebuah kereta luar kota yg berjalan perlahan, dengan dibawahnya terlihat sebuah “danau dadakan”. Sebeleh kiri, terlihat puluhan rumah di harapan baru yg terendam banjir. ada juga beberapa orang yg sedang menjaring ikan di pinggir kali yg sedang meluap airnya. Seperti biasa, tak lupa poto2 dokumentasi, ditambah sedikit video untuk mengcapture arus air yg sangat deras dibawah jembatan. Setelah puas poto2 plus makan otak2, balik lagi ke motor, dan bener kan kata gw, motor agil masih ada, “gak mungkin ada yg ambil gil”, jiakakakakak…..

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Gak terasa, dah jam 4 sore ajah. “Gil, kita balik nyok, tapi kita cari makan dulu nech, laper” Biasa, klo abis ngajak anak orang, musti ntraktir, biar laen kali klo diajak lagi gak bosen, kekekekeke. Agil usul makan mie ayam ajah yg deket masjid rumah, yo wis lah, kita langsung cabs kesono. Ternyata, Mie ayamnya dah abis. “Makkk,,,,padahal tadi di rawabebek banyak yg jual mie ayam ama bakso”/”Ya udah gil, kita balik lagi ajak yuk, ntar klo ada tukang makanan kita berhenti dah. Gak jauh dari rumah, ternyata ada tukang siomay, ya udah, akhirnya jadi makan siomay, mayan lah, lagi laper nech…..hehehehe……

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Sampe di rumah, jam 5 kurang, langsung sholat ashar, trus makan lagi, sambil nonton tv, cari2 berita banjir di jakarta, trus magrib dech. Abis sholat magrik, kok badan gw capek bgt yak, trus mata panas gitu, mungkin kecapean abis berenang2 tadi siang. Sambil tidur2an di ruang tamu, sambil nonton tv, eh…lama2 jadi tidur beneran. Sampe2 gw gak denger ada 2 orang nelp ke flexi gw. Yang pertama dari novi, yg kedua dari bekti. Itu juga gw tau dari nyokap, keknya yg jawab tlp nya nyokap dech, hehehe. Tapi gw taunya telat. Gw baru dikasih tau pas kebangun sekitar jam 1/2 10, trus nonton. Sebelum tidur lagi, sholat isya dulu dech. Dah keburu malem, jadi gak enak mo tlp balik.”besok pagi aja dech”.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Gak lama, marsih dah balik lagi. “Loh kok balik lagi ??” ternyata gak bisa lewat. Di depan pasar, jalannya padet bgt, motor ajah gak bisa lewat. Pada disuruh balik ama marinir katanya.”Trus ujian loe gimana ?”/”Ya udah, gak ngikut”. Ternyata untuk ngulangnya mungkin baru bisa 6 bulan lagi. “Wah, sayang bgt klo musti ngulang lagi 6 bulan kedepan”, kan lama tuh, dah gitu skr dah gak kerja marsihnya. Pas gw tawarin diri nganter, (“yach, paling gak gw kan tau jalan2 terobosan daerah gw buat ngelewatin banjir, buktinya skr gw bisa sampe mampang kan ??hehehehe”) tapi marsihnya dah gak mao. Keknya dah putus asa gitu,mungkin dia juga gak yakin bisa ngerjain ujiannya, soalnya, abis kebanjiran, lom blajar, trus dia baru sembuh pula.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Komplek Jatibening Permai, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Bekasi terendam banjir setinggi 60 cm. Banjir melanda pemukiman itu, tepatnya, tepatnya di RT 001, RW 003, usai hujan mengguyur Kota Bekasi. “Infonya sampai detik ini belum surut. (Ketinggian air) Hampir sepaha, sekitar 60 cm. Kita (BPBD) lihat perkembangan, kalau belum surut takutnya drainase nggak lancar,” kata Kordinator Pusdalops BPBD Kota Bekasi Aditya ketika dimintai konfirmasi detikcom , Kamis (1/3/2018). “Hujan dari sehabis maghrib, sekitar dua jam memang. Diperkirakan air naik pukul 20.20 WIB,” sambung Aditya. Dia mengatakan kawasan itu memang langganan banjir. Namun biasanya banjir cepat surut. “Di sana sering sekali banjir, tapi cepat surut. Malam ini, sampai saat ini belum surut,” tutur Aditya. Saat ini dia sedang mengerahkan tim ke lokasi untuk mencari tahu penyebab banjir tak kunjung surut. “Saat ini saya sedang mengirim tim ke sana. Drainasenjya tersumbat atau apa sebabnya (banjir lambat surut),” tutup dia.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

3 Wilayah di Cilegon, yakni Kelurahan Tamansari, Jombang, dan Cibeber sempat terdampak banjir hingga ketinggian air mencapai 1 meter. Banjir terparah berada di wilayah Tamansari, Merak. Di Tamnasari, banjir yang menggenangi permukiman warga akibat hujan deras yang mengguyur Kota Cilegon sejak dini hari sekitar 01.00 WIB hingga 03.00. Akibatnya, sekitar 50 KK lebih terdampak banjir. Ketinggian air yang mencapai 1 meter itu diketahui akibat hujan deras hingga menyebabkan air laut pasang. Alhasil, aliran air di kali Medaksa tak mengalir ke laut dan berdampak ke permukiman warga. “Di Tamansari, Merak itu 1 meter tingginya tapi jam 05.30 WIB sudah surut karena lautnya sudah surut. Tadinya banjir itu karena laut pasang, jadi air sungai yang yang menuju ke laut masih terhambat, begitu lautnya sudah kembali surut baru itu sungainya lancar, langsung ke laut,” kata Kepala Seksi Tanggap Darurat BPBD Kota Cilegon Ahmad Mafruh saat kepada detikcom, Senin (26/2/2018). Pihak BPBD masih melakukan pendataan berapa kepala keluarga yang terdampak akibat banjir di Tamansari, Merak. Namun, hasil sementara, 50 lebih KK terdampak banjir. Sementara, di Cibeber, banjir juga diakibatkan hujan deras pada dini hari tadi. Namun, dampak banjir hanya menggenangi permukiman warga dengan ketinggian air sekitar 50 cm. Drainase yang buruk memicu terjadinya genangan air di wilayah Cibeber. “Kalau itu sih cuma maksimal 50 cm karena memang cuma genanganan. Jadi karena mungkin drainase tidak menanmpung untuk saluran airnya,” tuturnya. Di Kecamatan Jombang, air juga menggenangi wilayah tersebut lantaran drainase yang buruk. Namun, genangan air hanya terjadi di halaman depan rumah warga dan jalan di sekitar daerah tersebut. “Informasi dari kelurahan Sukmajaya tidak melaporkan, mungkin karena hanya sebatas genangan kecil, becekan di depan-depan rumah. Nah itu kan bahasa kitanya becekan karena mungkin drainase saluran lingkungan mungkin tersumbat atau memang tidak tertampung,” ujarnya. Mafruh mengatakan, beberapa faktor penyebab terjadinya banjir salah satunya ialah drainase yang buruk hingga aliran air tidak mengalir secara normal. Selain itu, Cilegon yang berada di dataran rendah biasanya terdampak banjir dari daerah pegunungan di wilayah Mancak, Serang saat kedua wilayah itu terjadi hujan deras.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Banjir sungai Bengawan Solo di Bojonegoro mendapat perhatian dari Plt Kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Jawa Timur, Sudarman. Saat meninjau Bengawan Solo hari ini, Senin (26/2/2018), Sudarman menyatakan telah berkoordinasi dengan Gubernur Jatim untuk mencegah terjadinya banjir akibat luapan sungai Bengawan Solo. Rencananya, akan ada pembuatan sudetan dari Lamongan hingga Gresik agar dapat mempercepat rambatan air saat air sungai Bengawan Solo meninggi. “Untuk mengurangi dan mempercepat rambatan dari Lamongan dan Gresik, kebijakan Pak Gubernur akan melakukan sudetan,” ujar Sudarman saat meninjau banjir di Desa Bakalan, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro. Foto: Ainur Rofiq BPBD Jawa Timur bersama dengan Balai Besar Bengawan Solo saat ini juga berupaya untuk mengurangi volume air dengan mengirimkan Pompa Diesel 30 PK sebanyak dua unit, yang ditempatkan di jembatan perbatasan antara Desa Semanding dan Desa Bakalan, Kecamatan Kapas. Pompa-pompa ini sedianya digunakan untuk menyedot luapan air sungai yang menggenangi kedua desa. Bersama Bupati Suyoto dan Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu S Bintoro, Sudarman juga meninjau sejumlah desa yang kebanjiran di Kecamatan Baureno yang saat ini masih terendam banjir dengan menumpang perahu. Di lokasi banjir kecamatan Boureno, tim dari BPBD, TNI dan polisi pun bergotong-royong membantu korban banjir dengan membagikan pasokan sembako bagi para korban banjir. “Kita terus berupaya membantu korban banjir sekuat tenaga, agar para korban banjir ini merasa tetap nyaman dan aman,” timpal Kapolres Wahyu S Bintoro di Boureno, Senin (26/2/2018). Foto: Ainur Rofiq Berdasarkan pantauan detikcom , Bengawan Solo di Bojonegoro saat ini masih berstatus siaga 1 atau siaga hijau. Hal ini mengakibatkan sejumlah desa di wilayah timur Bojonegoro masih terendam banjir, sedangkan genangan di wilayah barat dilaporkan sudah surut dan warga mulai kembali ke rumah setelah mengungsi.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Direktur Penyidikan KPK Brigjen Aris Budiman disebut akan kembali ke ‘kandang’ di Mabes Polri. Namun, kabar tersebut masih simpang siur di tingkat pimpinan KPK. Awalnya Ketua KPK Agus Rahardjo menyebut ada penugasan lain bagi Aris sehingga tidak akan menggantikan posisi Irjen Heru Winarko sebagai Deputi Penindakan KPK. Heru sendiri meninggalkan posisinya itu untuk menjadi Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). “Nggak (menggantikan Heru Winarko), karena Pak Aris ada penugasan yang lain,” sebut Agus di kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (1/3/2018) usai menghadiri pelantikan Heru Winarko sebagai Kepala BNN. “Kelihatannya akan ditarik oleh Polri. Nggak tahu (ditempatkan di mana),” imbuh Agus. Sementara itu, Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan mengaku belum tahu tentang hal itu. Sebelum bertugas di KPK, Aris menjabat sebagai Wakil Direktur Tindak Pidana Korupsi di Bareskrim Polri. “Itu belum kita terima (informasi tentang Aris kembali ke Polri) sampai saat ini. Nanti kalau sudah diterima, nanti saya informasikan,” ujar Basaria. Basaria pun mengaku belum ada surat resmi yang disampaikan oleh Polri. Sampai saat ini, menurutnya, Aris masih bertugas di KPK. “Belum, belum (ada surat dari Mabes Polri tentang Aris),” ucap Basaria.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Kuburan Ridwan Siregar dibongkar pihak keluargnya dengan disaksikan kepolisian dari Polsek Medan Sunggal. Pembongkaran diinisiasi oleh sang anak Dwi Pratiwi Siregar yang bermimpi ayahnya masih hidup. “Pembongkaran makam almarhum dilakukan setelah putrinya bermimpi kalau ayahnya ternyata masih hidup di kuburan,” kata Kapolsek Medan Sunggal, Kompol Wira Pryatna, kepada detikcom di lokasi, Kamis (1/3/2018). Karena keluarga telah sepakat, lalu terlebih dahulu memberitahukan rencana pembongkaran makam keluarganya. Pihak kepolisian ikut mendampinginya ke lokasi makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jalan Pinang Baris, Kecamatan Medan Sunggal, Sumatera Utara. Sebelum membongkar, pihak keluarga membuat surat pernyataan tidak keberatan dilakukan pembongkaran. Setelah digali sedalam satu meter, aroma busuk keluar dari dalam lubang makam. Akhirnya penggalian makam tidak dilanjutkan. “Setelah digali sedalam satu meter, makam tersebut mengeluarkan aroma tak sedap, hingga rencana pembongkaran tidak di lanjutkan.” Jelas Wira. Wira menambahkan almarhum Ridwan dimakamkan pihak keluarga sepakan lalu. “Almarhum meninggal dan dimakamkan sepekan lalu,” pungkas Wira.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat menyesalkan perbuatan rekayasa penganiayaan yang dilakukan Uyu Ruhyana (56), marbut di Garut. MUI meminta kasus serupa tak terulang. “Ini suatu kebohongan besar dalam agama memberikan keterangan palsu. Kita prihatin, apalagi posisinya marbut masjid,” ucap Ketua MUI Jabar Rachmat Syafe’i di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Kamis (1/3/2018). Rachmat menuturkan rekayasa kasus yang dilakukan Uyu telah menodai ajaran agama. Apalagi, menurutnya, perbuatan tersebut dapat membuat resah masyarakat. “Sangat-sangat perbuatan keji, serupa dengan zinah, perbuatan yang dimurkai dan dilaknati Allah. Ini berpengaruh besar bagi kaum muslimin,” ujarnya. [Gambas:Video 20detik] Rachmat mendapat kabar tersebut sejak kemarin. Ia awalnya tidak langsung mempercayai adanya kasus tersebut. “Saya juga belum bersikap, sebab saya yakin tidak mungkin. Bahwa ternyata benar tidak terjadi,” katanya. Dalam kesempatan itu, Rachmat juga menyampaikan agar masyarakat tidak mudah untuk menerima informasi yang tidak benar. “Ini harus dijadikan pelajaran, jangan sampai mudah menerima informasi yang belum tentu benar,” ucap Rachmat.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Media sosial diramaikan oleh poster digital tentang workshop Muslim Cyber Army. Salah satu pembicara yang tercantum dalam foto tersebut adalah Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan alias Aher. Saat dimintai konfirmasi, Aher membantah pernah menjadi pengisi acara tersebut. Dalam poster yang viral, acara tersebut bernama One Day Workshop Cyber Dakwah. Foto Aher ditampilkan dalam poster. Selain Aher, ada sederet pembicara lainnya. Workshop tersebut digelar pada Rabu (20/12/2017) pukul 07.00 WIB sampai selesai. Acara bertempat di Convention Hall At-Taqea Centre, Cirebon. Sejumlah fasilitas juga diberikan kepada peserta yang hadir. Tertulis pula dalam poster itu kontak panitia. Saat dimintai tanggapan, Aher menepis ada undangan soal kegiatan tersebut. Dia juga mengaku tidak pernah datang ke acara itu. “Tidak. Tidak ada undangan apa-apa,” kata Aher di kediaman Ketum Gerindra Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jaksel, Kamis (1/3/2018). Aher juga tak tahu-menahu soal workshop Muslim Cyber Army. Dia kembali menegaskan tak pernah terlibat dalam kegiatan tersebut. “Mau undang saya atau gimana, saya tidak tahu. Tidak. Saya tidak diundang. Saya tidak datang,” ujarnya. Seperti diketahui, Muslim Cyber Army (MCA) merupakan kelompok terstruktur yang menyebarkan berita bohong dan ujaran kebencian. Ada empat jaringan yang bekerja, yakni menampung, merencanakan, menyebar, dan menyerang kelompok lain agar hoax berhasil menyebar kepada masyarakat. Bareskrim Polri menangkap enam tersangka pelaku lainnya, di antaranya ML (39) seorang karyawan yang ditangkap di Jakarta, RS (38) seorang karyawan yang ditangkap di Bali, RC yang ditangkap di Palu, Yus yang ditangkap di Sumedang, dan dosen UII TAW (40) yang ditangkap di Yogyakarta. Mereka dijerat Pasal 45A ayat 2 juncto Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan/atau Pasal 4 huruf b angka 1 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan/atau Pasal 33 UU ITE.

seperti di kutip dari http://rajatrepik.com

Artis Jennifer Dunn ketahuan petugas Rutan Polda Metro Jaya membawa handphone ke dalam kamar sel. Artis yang biasa disapa Jeddun itu mendapatkan sanksi. “Karena itu dilarang, kemudian dia oleh Dirtahti (Direktur Tahanan dan Titipan Barang Bukti) akhirnya dikasih sanksi 2 minggu tidak boleh dibesuk,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (1/3/2018). Hal ini diketahui setelah muncul foto wefie Jeddun bersama beberapa perempuan di dalam sel tahanan yang beredar di media sosial. Dalam foto itu, Jeddun dan para wanita itu kompak mengenakan piyama. Tidak jelas siapa wanita-wanita dalam foto bersama Jeddun itu, apakah temannya yang membesuk atau teman dalam satu sel tahanan. Tapi Argo memastikan Jeddun memiliki handphone di dalam sel tahanan. “Ya memang yang bersangkutan sempat membawa handphone kemudian selfie , foto dengan teman-temannya,” tuturnya. Menurut Argo, Jeddun mengaku membawa handphone ke dalam sel sebagai alat komunikasi. “Ya mungkin dipakai buat foto-foto saja di dalam sel,” imbuhnya. Masuknya handphone diduga diselundupkan pembesuk Jeddun. Argo memastikan pihaknya menjalankan SOP terkait hak-hak dan kewajiban seorang tahanan di dalam sel, salah satunya tidak boleh menggunakan handphone . “Sejak awal masuk kita periksa, tidak boleh bawa barang-barang yang dilarang, termasuk handphone ,” ujar Argo.

Kondisi mobil Nissan X-Trail yang menyeruduk ojek online di underpass Senen, Jakarta Pusat, rusak berat. Mobil berwarna putih itu rusak di bagian kaca hingga spion akibat dipukuli driver ojek online . Setelah dirusak driver ojek online , mobil tersebut kini diamankan di halaman Polres Jakarta Pusat, Kamis (1/3/2018). Dilihat di lokasi, mobil tersebut ‘babak-belur’. Mobil yang terlibat insiden dengan ojek online di underpass Senen (Indra Komara/detikcom) Dua kaca spion rusak. Di bagian dalam mobil berserakan serpihan kaca. Tampak juga batu-batu berukuran kecil di jok mobil belakang. Kaca belakang mobil yang ditumpangi pelapor M Hidayat Sangaji pecah. Tubuh mobil bagian kanan penyok serta ada lecet. Mobil yang terlibat insiden dengan ojek online di underpass Senen (Indra Komara/detikcom) Sebelumnya, mobil Nissan X-Trail dirusak oleh sekelompok pengemudi ojek online di underpass Senen, Jalan Letjen Suprapto, Jakarta Pusat. Atas kejadian itu, pengendara mobil melapor ke polisi. “Laporan pihak mobil, terjadi tindak pidana bersama-sama di muka umum melakukan kekerasan terhadap orang atau barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 KUHP,” kata Kapolres Jakarta Pusat Kombes Roma Hutajulu kepada detikcom , Kamis (1/3/2018) siang tadi. Saat ini polisi masih menggali fakta-fakta dari video yang viral dengan keterangan pelapor. Polisi juga akan berkoordinasi dengan pihak ojek online untuk mencari informasi lebih lanjut. Hingga saat ini, pengemudi Nissan maupun driver ojek online belum diperiksa.

Banjir di Perumahan Jatibening Permai, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi mulai surut. Ketinggian air yang semula 60 cm, kini tinggal 30 sampai 40 cm. “Ketinggian air 30 sampai 40 cm. Perahu karet tidak bisa turun,” kata Kordinator Pusdalops BPBD Kota Bekasi Aditya ketika dimintai konfirmasi detikcom, Kamis (1/3/2018). Aditya menerangkan tim BPBD Kota Bekasi kini berada di lokasi. Menurut hasil pendataan, banjir menggenangi lima rukun tetangga. “RT 001,002,003, 005 dan 011. Ada 150 kepala keluarga,” ucap Aditya. Sebelumnya banjir setinggi 60 cm menggenangi daerah itu. Aditya menyampaikan air biasanya cepat surut namun saat ini lambat. Banjir menggenangi perumahan setelah hujan turun selama dua jam pada sore hari.

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengusulkan agar Ustaz Abu Bakar Ba’asyir dipindahkan dari Lapas Gunung Sindur menjadi tahanan rumah. Pihak pengacara mengatakan Ba’asyir bersedia menjadi tahanan rumah. “Tadi disampaikan, saya sempat mendengar ada berita di mana Pak Menhan akan memindahkan Ustaz Abu Bakar Ba’asyir ditahan di sekitar wilayah Solo, dan saya konfirmasi ke Ustaz Abu dan beliau bilang, ‘Saya nggak mau dipindahkan ke Solo (jika dijadikan tahanan kota). Tapi, kalau saya dipindahkan menjadi tahanan rumah, saya mau,'” kata pengacara Ba’asyir, Guntur Fattahillah, di RS Cipto Mangunkusumo, Jl Pangeran Diponegoro, Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (1/3/2018). Guntur mengatakan Ba’asyir sudah beberapa kali mengajukan permohonan menjadi tahanan rumah. Usul itu sudah diajukan sejak kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). “Melihat ada pertimbangan dari WHO juga orang yang usia sudah 80 tahun itu sepatutnya dirawat oleh keluarga,” kata Guntur. Sebelumnya, Ryamizard menjelaskan pilihan tahanan rumah untuk Ba’asyir menjadi hal tepat karena persoalan keamanan. Ia menyebut Presiden Jokowi menyetujui usulan itu. “Tahanan rumah saja bagus. Beliau (Jokowi) setuju. Tahanan rumah kan ketemu anak-cucu. Bukan apa-apa. Keamanan dia biar kita tanggung juga. (Misalkan) beliau kita bebaskan, nanti kalau ada apa-apa, pemerintah lagi,” kata Ryamizard kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (1/3).

Sempat ada isu mengenai wacana duet Joko Widodo dengan Prabowo Subianto. Prabowo pun menanggapi isu tersebut. “Saya katakan saya mandataris partai saya, kita akan mendengarkan suara partai, suara rakyat, suara sahabat, suara mitra, kita akan utamakan kepentingan nasional,” ujar Prabowo di kediamannya, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Kamis (1/3/2018). Hal tersebut disampaikan Prabowo saat menjawab rencana pencapresannya oleh Gerindra. Mantan Danjen Kopassus itu juga ditanya soal kabar dirinya akan menjadi cawapres pendamping Jokowi. “Apa pun keputusannya, saya akan utamakan kepentingan rakyat, yang terbaik untuk kepentingan rakyat,” tutur Prabowo. Isu duet Jokowi-Prabowo berembus sejak akhir tahun lalu. Kabarnya, Jokowi dan Prabowo menjalin komunikasi membahas Pilpres 2019 dan kemungkinan maju bersama sejak akhir tahun lalu. Namun wacana itu dikabarkan kandas karena partai-partai pendukung tak setuju. Meski demikian, wacana itu masuk ke survei pilpres, salah satunya diadakan oleh Poltracking. Survei Poltracking Indonesia menyimulasikan skenario duet Jokowi-Prabowo, yang dirilis pada 18 Februari lalu. Ada simulasi koalisi poros duet Jokowi-Prabowo versus koalisi poros SBY. Koalisi poros Jokowi-Prabowo berisi PDIP, Partai Golkar, Partai Gerindra, PKB, PPP, Partai NasDem, dan Partai Hanura, dengan total kursi 73,40% (411). Koalisi poros SBY berisi Partai Demokrat, PAN, dan PKS, dengan total kursi 26,60% (149). Simulasi model pertama, Jokowi jadi capres dan Prabowo jadi cawapresnya. Mereka melawan capres Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan cawapres Gatot Nurmantyo. Hasilnya, Jokowi-Prabowo meraup 50,3% dibanding AHY-Gatot, yang meraup 11,6% suara responden. Yang tidak tahu dan tidak menjawab ada 38,1%. Model kedua, Jokowi-Prabowo versus Gatot-AHY. Tetap Jokowi-Prabowo yang menang dengan raihan 50,6% melawan Gatot-AHY yang meraih 12,6%. Sisanya tak menjawab. Survei nasional bertajuk ‘Proyeksi Skenario Peta Koalisi Pilpres 2019’ itu menggunakan 1.200 responden di 34 provinsi dan dilakukan pada 27 Januari-3 Februari 2018, menggunakan metode stratified multistage random sampling . Margin of error survei ini sebesar kurang-lebih 2,83%. Waketum Gerindra Fadli Zon mengomentari hal tersebut. Dia mengatakan wacana itu muncul karena ada ketakutan dari pihak Jokowi. “Itu orang-orang yang takut Pak Prabowo maju itu karena mereka khawatir Pak Jokowi akan kalah. Dan menurut saya akan kalah,” jelas Fadli di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (19/2).

Related Posts

Comments are closed.