Didukung PDIP-Nasdem-PD, Ganjar: Mungkin Besok Ada 2 Parpol Lagi

Didukung PDIP-Nasdem-PD, Ganjar: Mungkin Besok Ada 2 Parpol Lagi

Cagub Jawa Tengah yang juga petahana, Ganjar Pranowo baru saja mendapat dukungan dari PDIP, Nasdem, dan Partai Demokrat. Dia mengaku masih ada 2 partai lagi yang bakal beri dukungan. “Kemungkinan besok ada mudah-mudahan 2 (parpol) lagi yang bergabung sehingga jauh lebih enak dan lancar,” kata Ganjar saat ditemui di kantor DPP PD, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Minggu (7/1/2018). Ia mengatakan senang banyak partai yang berkoalisi mengusungnya. Ganjar melihat hal tersebut sebagai representasi dari beragam kelompok dan keinginan. “Kita senang ya karena Jateng itu gede. Ada 35 kabupaten/kota dengan hampir 36 juta penduduk. Saya kira sombonglah kalau kita mengurus sendirian gitu,” ucap Ganjar. “Nah kalau ini didukung banyak mudah-mudahan ini juga representasi dari banyak kelompok, banyak keinginan,” imbuhnya. Sebagai gubernur petahana, Ganjar menilai masih banyak hal yang perlu dibenahi di Jateng. Namun menurutnya hingga saat ini seluruh program kerjanya berjalan baik. “Satu negara diurus, satu pemerintahan diurus dalam waktu periode 5 tahun bahkan 10 tahun tidak akan ada yang tuntas. Tapi kami sudah mengiventarisasi beberapa yang menjadi inti,” tutur Ganjar. “Tapi intinya kalo kita hitung dari kemarin hasil dari BPS kita masih on the track meskipun beberapa belum bisa kita capai sesuai yang kita inginkan,” tandasnya.

Cagub Jawa Tengah yang juga petahana, Ganjar Pranowo baru saja mendapat dukungan dari PDIP, Nasdem, dan Partai Demokrat. Dia mengaku masih ada 2 partai lagi yang bakal beri dukungan. “Kemungkinan besok ada mudah-mudahan 2 (parpol) lagi yang bergabung sehingga jauh lebih enak dan lancar,” kata Ganjar saat ditemui di kantor DPP PD, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Minggu (7/1/2018). Ia mengatakan senang banyak partai yang berkoalisi mengusungnya. Ganjar melihat hal tersebut sebagai representasi dari beragam kelompok dan keinginan. “Kita senang ya karena Jateng itu gede. Ada 35 kabupaten/kota dengan hampir 36 juta penduduk. Saya kira sombonglah kalau kita mengurus sendirian gitu,” ucap Ganjar. “Nah kalau ini didukung banyak mudah-mudahan ini juga representasi dari banyak kelompok, banyak keinginan,” imbuhnya. Sebagai gubernur petahana, Ganjar menilai masih banyak hal yang perlu dibenahi di Jateng. Namun menurutnya hingga saat ini seluruh program kerjanya berjalan baik. “Satu negara diurus, satu pemerintahan diurus dalam waktu periode 5 tahun bahkan 10 tahun tidak akan ada yang tuntas. Tapi kami sudah mengiventarisasi beberapa yang menjadi inti,” tutur Ganjar. “Tapi intinya kalo kita hitung dari kemarin hasil dari BPS kita masih on the track meskipun beberapa belum bisa kita capai sesuai yang kita inginkan,” tandasnya.

Setelah PDIP, Ganjar Pranowo mendapat surat rekomendasi dukungan pula dari Partai Nasdem. Ganjar juga mengatakan akan dapat dukungan dari Partai Demokrat. “Kalau yang lain nanti di tempat lain. Sudah bersama kita, kemarin kita ditelepon Pak Hinca Panjaitan (Sekjen PD) mendukung, mudah-mudahan ini akan jadi energi yang bagus dari Jawa Tengah,” kata Ganjar di Kantor DPP Nasdem, Gondangdia, Jakarta Pusat, Minggu (7/1/2018). PD akan mengumumkan cagub-cawagub yang diusung mereka nanti sore. Namun Ganjar belum mengatakan apakah setelah ini akan ke Kantor DPP PD. Ganjar lalu menjabarkan program unggulannya untuk mencalonkan diri ke periode kedua. Salah satunya adalah penanggulangan kemiskinan. “Kita butuh kekuatan bersama untuk itu dan perlu terobosan baru,” ujar Ganjar. Ganjar juga akan melanjutkan program-programnya di periode saat ini. Selain itu juga akan mendengarkan pendapat masyarakat. “Masa kita balikan? Kita lanjutkan dong,” ujar dia.

Partai Demokrat resmi mengumumkan Ganjar Pranowo-Taj Yasin sebagai cagub dan cawagub yang diusung di Pilgub Jateng 2018. Langkah Demokrat ini menyusul PDIP dan NasDem. “Jawa Tengah kami mengusung calon gubernur saudara Ganjar Pranowo kemudian calon wakil gubernurnya adalah Taj Yasin,” kata Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di Wisma Proklamasi, Jakarta Pusat, Minggu (7/1/2018). Ganjar sendiri hadir di Kantor DPP Demokrat ini. Sebelumnya, Ganjar hadir di PDIP dan NasDem untuk menerima dukungan. “Demokrat berkoalisi dengan PDIP dan PPP,” ujar SBY. Saat ini, SBY masih mengumumkan satu persatu cagub-cawagub yang diusung Demokrat. Namun, calon yang disebut tidak semuanya hadir di Demokrat.

Jakarta, CNN Indonesia — Ketua Umum Partai Persatuan Perjuangan (PPP) Muhammad Romahurmuziy menyebut, membangun koalisi dengan PDI Perjuangan menjadi opsi pertama partainya dalam menghadapi Pilkada Jawa Tengah 2018. “Kami posisinya masih terus membangun komunikasi intensif dengan tetangga sebelah PDI Perjuangan,” ujar Romi di kantor DPP PPP, Jakarta, Selasa malam (26/12). Opsi tersebut menjadi pertimbangan utama karena PDI Perjuangan merupakan pemilik suara terbesar di Jawa Tengah. PDI Perjuangan dinilai mampu memajukan calon gubernur-wakil gubernur Jawa Tengah tanpa harus berkoalisi dengan partai lain. Namun, sejauh ini, PDI Perjuangan belum mendeklarasikan pasangan yang bakal diusung. “Salah satu yang kita hormatkan di Jateng karena PDI Perjuangan adalah pemenang,” ungkapnya. Meski begitu, Romi tidak menutup kemungkinan untuk membentuk poros koalisi baru tanpa PDI Perjuangan. Romi pun menyebut, opsi kedua yang mungkin diambil pihaknya, yakni memajukan calon independen dengan elektabilitas yang tinggi. Hal tersebut dapat dilakukan bersama partai-partai politik yang belum mengusung calon gubernur, seperti Golkar, Demokrat, PKB, Hanura, dan NasDem. “Kami lihat komunikasi pada injury time tinggal dua minggu lagi Insya Allah akan berubah,” terangnya. Adapun ia menyangkal partainya tengah menjajaki koalisi dengan poros Gerindra, PKS, dan PAN. Poros tersebut diketahui telah mengusung Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said. “Sejauh ini dengan Gerindra dan PKS belum ada komunikasi,” jelas Romi. Mengenai Pilkada Jawa Timur, Romi mengaku tengah menjalin komunikasi yang intensif dengan Menteri Sosial Khofifah Indarparawansa. Dia mengatakan kadernya di Jawa Timur telah menjalin beberapa kesepakatan politik dengan Khofifah. Khofifah sendiri telah didukung menjadi calon gubernur Jatim 2018 oleh Demokrat dan Golkar. Sementara NasDem, PPP, dan Hanura berencana menyusul mendeklarasikan dukungan. “Saya baru dapat laporan ada sejumlah kesepakatan politik yang kami bangun bersama Ibu khofifah,” tambahnya. (agi/agi)

Related Posts

Comments are closed.