Dicek 40 Menit, DPP Golkar Dinyatakan Lolos Verifikasi Faktual KPU

Dicek 40 Menit, DPP Golkar Dinyatakan Lolos Verifikasi Faktual KPU

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah melakukan verifikasi faktual kepada Partai Golkar. DPP Partai Golkar dinyatakan lolos verifikasi faktual. “Alhamdulillah di tingkat pusat Partai Golkar telah diverifikasi dan memakan proses kira-kira 40 menit tadi dari KPU Bawaslu melakukan verifikasi fisik dengan melakukan absen dan dari absen tersebut, persyaratan 30% alhamdulillah telah terpenuhi. Dari 82 yang hadir 80 orang,” ujar Ketum Golkar Airlangga Hartarto usai proses verifikasi faktual di Kantor DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Jakarta Barat, Senin (29/1/2018). Airlangga menjelaskan telah melakukan persiapan di tingkat provinsi dan kabupaten. Menurutnya, Partai Golkar tingkat provinsi dan kabupaten telah siap. “Jadi persiapan di tingkat provinsi dan kabupaten insyaallah telah siap. DPP telah menyampaikan pada seluruh provinsi kabupaten dan kota untuk siap verifikasi baik ke pengurus, tempat, kantor maupun persiapan anggotanya,” sambungnya. Komisioner KPU Ilham Saputra menyatakan Golkar telah lolos. Ia menjelaskan verifikasi faktual di tingkat DPP telah memenuhi syarat. “Kita sudah cek kemudian juga keterwakilan perempuan di level DPP juga kita hitung, dari 82 orang 80 orang hadir. Dianggap telah memenuhi syarat. Memenuhi 30% jadi prinsipnya untuk DPP partai golkar verifikasi faktual di level DPP sudah memenuhi syarat,” ujarnya. Ilham mengimbau Partai Golkar untuk memperhatikan verifikasi keanggotaan di level kabupaten dan kota. Menurutnya, keanggotaan harus sesuai dengan data yang telah dimasukan ke Sipol. “Tetapi yang harus diperhatikan Partai Golkar adalah verifikasi keanggotaan di level kabupaten, kota agar betul-betul dipersiapkan orang-orangnya yang sesuai dengan yang sudah dimasukan ke sistem informasi partai politik kita,” paparnya.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah melakukan verifikasi faktual kepada Partai Golkar. DPP Partai Golkar dinyatakan lolos verifikasi faktual. “Alhamdulillah di tingkat pusat Partai Golkar telah diverifikasi dan memakan proses kira-kira 40 menit tadi dari KPU Bawaslu melakukan verifikasi fisik dengan melakukan absen dan dari absen tersebut, persyaratan 30% alhamdulillah telah terpenuhi. Dari 82 yang hadir 80 orang,” ujar Ketum Golkar Airlangga Hartarto usai proses verifikasi faktual di Kantor DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Jakarta Barat, Senin (29/1/2018). Airlangga menjelaskan telah melakukan persiapan di tingkat provinsi dan kabupaten. Menurutnya, Partai Golkar tingkat provinsi dan kabupaten telah siap. “Jadi persiapan di tingkat provinsi dan kabupaten insyaallah telah siap. DPP telah menyampaikan pada seluruh provinsi kabupaten dan kota untuk siap verifikasi baik ke pengurus, tempat, kantor maupun persiapan anggotanya,” sambungnya. Komisioner KPU Ilham Saputra menyatakan Golkar telah lolos. Ia menjelaskan verifikasi faktual di tingkat DPP telah memenuhi syarat. “Kita sudah cek kemudian juga keterwakilan perempuan di level DPP juga kita hitung, dari 82 orang 80 orang hadir. Dianggap telah memenuhi syarat. Memenuhi 30% jadi prinsipnya untuk DPP partai golkar verifikasi faktual di level DPP sudah memenuhi syarat,” ujarnya. Ilham mengimbau Partai Golkar untuk memperhatikan verifikasi keanggotaan di level kabupaten dan kota. Menurutnya, keanggotaan harus sesuai dengan data yang telah dimasukan ke Sipol. “Tetapi yang harus diperhatikan Partai Golkar adalah verifikasi keanggotaan di level kabupaten, kota agar betul-betul dipersiapkan orang-orangnya yang sesuai dengan yang sudah dimasukan ke sistem informasi partai politik kita,” paparnya.

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dinyatakan lolos verifikasi faktual dalam pendaftaran calon peserta Pemilu 2019. Ketua KPU Arief Budiman menyebut, proses verifikasi dilanjutkan ke tingkat daerah. “(Lolos) Untuk verifikasi faktual di tingkat DPP, karena masing-masing kan dilakukan verifikasi sendiri. Di DPP memenuhi syarat, nah kita tinggal menunggu di 34 provinsi memenuhi syarat atau tidak,” ujar Ketua KPU Arief Budiman Kantor DPP PSI, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Rabu (20/12/2017). Dalam proses verifikasinya, KPU mengecek 3 item yang harus dipenuhi oleh PSI. Ketiga item tersebut adalah kepengurusan inti, keterwakilan perempuan, dan penggunaan kantor. “PSI kita sudah cek kesimpulannya untuk 3 item dikatakan memenuhi syarat,” kata Arief. Untuk syarat keterwakilan perempuan, KPU masih menunggu 1 orang karena tak hadir dalam proses verifikasi. Satu nama yang masih belum diverifikasi adalah Tsamara Amany. PSI dinyatakan lolos verifikasi faktual (Foto: Seysha Desnikia/detikcom) “Nah untuk keterwakilan perempuan memenuhi syarat, cuma ada catatannya. Karena yang dicantumkan itu kan nama 6 orang harusnya kan setara dengan 66% tetapi karena yang satu belum hadir, kami masih menunggu,” papar Arief “Yang tidak hadir Ibu Tsamara Amany,” imbuhnya. Sebelumnya diberitakan, Partai Perindo juga dinyatakan lolos verifikasi faktual oleh KPU. Selain PSI dan Perindo, ada 10 partai lainnya yang akan jalani verifikasi, yakni PDIP, Hanura, NasDem, PAN, PKS, Gerindra, Golkar, PPP, Demokrat, dan PKB. Sementara itu, ada dua partai yang tidak masuk tahapan verifikasi faktual, yaitu Partai Berkarya dan Garuda.

Tapi siapa sangka, dari hobi tersebut bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah. Apalagi jika punya puluhan ribu atau jutaan follower dan sukses membuat kita jadi influencer , siap-siap deh jadi jutawan. Lo kok bisa cuma dengan mem- posting  saja kita dapat uang? Bisa dong, karena para influencer ini akan diincar untuk dijadikan endorsement . Di Amerika, jika kita memiliki follower sebanyak 3-7 juta, sekali meng- endorse produk di Instagram bisa dibayar hampir 1 miliar rupiah. Sedangkan bagi pesohor di Youtube, harga endorsement per sekali posting bisa mencapai 2,4 miliar rupiah. Kalau sudah dengar angka segitu, yakin nggak mau jadi endorsement ?

seperti di kutip dari https://www.bernas.id

Sebenarnya apa sih endorsement itu? Endorsement berasal dari kata endorse yang berarti mendukung atau memberi saran. Endorsement sendiri memiliki dua kategori, yaitu celebrity endorsement dan social media endorsement . Dari namanya saja pasti kita sudah tahu apa perbedaannya ya. Celebrity endorsement menggunakan artis sebagai endorse untuk memakai suatu produk dan pastinya tidak boleh terlibat dengan iklan lainnya dalam produk sejenis dengan periode tertentu. Sedangkan social media endorsement menggunakan para pengguna aktif media sosial seperti blogger atau instagrammer sebagai endorser .

Related Posts

Comments are closed.