Di Bali, Jokowi Bandingkan Jumlah Suku Indonesia dengan Afghanistan

Di Bali, Jokowi Bandingkan Jumlah Suku Indonesia dengan Afghanistan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan bahwa Indonesia memiliki 714 suku. Ia membandingkan jumlah suku di Indonesia dengan Singapura dan Afghanistan. “Saya ingin mengingatkan bahwa negara kita ini adalah negara besar. Sering kita lupa bahwa kita mempunyai 17 ribu pulau, 513 kabupaten dan kota, 714 suku dengan 1.100 lebih bahasa daerah yang berbeda-beda, beragam, bermacam dengan agama yang berbeda,” kata Jokowi. Hal ini disampaikan Jokowi saat pidato pembagian sertifikat tanah di Taman Pujaan Bangsa, Candi Margarana, Tabanan, Bali, Jumat (23/2/2018). Lantas, Jokowi bercerita membandingkan jumlah suku di Indonesia dengan negara sahabat. “Saya tanyakan dengan dubes Singapura, ada 4, kita 714. Berapa di Afghanistan? Tujuh, Indonesia 714. Betapa kita sangat beragam, sangat bermacam-macam,” jelasnya. Jokowi juga bercerita pengalamannya berkunjung dari Aceh ke Papua selama 9 jam dengan pesawat. Ia menuturkan, betapa luasnya wilayah Indonesia. “Saya pernah ke Aceh, kemudian langsung ke Papua, ke Wamena, berapa jam lewat pesawat? 9 jam 15 menit. Itu kalau terbang dari London, bisa sampai Istanbul. Itulah bentangan Indonesia, sangat besar sekali,” tuturnya. Sebelumnya, Jokowi melakukan kunjungan ke Afghanistan pada Januari 2018 lalu. Dia disambut langsung oleh Presiden Afghanistan Ashraf Ghani. Hampir setiap kesempatan pidato, Jokowi juga sering bercerita tentang kondisi di Afghanistan. Dia selalu mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan di dalam keberagaman.

Baca juga :

Sungguh, seorang manusia pasti akan merasa malu untuk menjawab mereka hanya dengan kata-kata, sementara potongan tubuh orang-orang kafir berterbangan di depan kedua matanya, lewat adegan peperangan yang ditayangkan dalam siaran televisi. Bukankah gambar lebih mengena daripada kata-kata? Seandainya kami tidak mengetahui ada orang-orang yang tidak berdosa—yang dengan kepolosan dan kesederhanaannya—membenarkan perkataan mereka—orang-orang dungu tersebut, niscaya, kami tidak akan memberatkan diri untuk berpayah-payah menjelaskan semua ini. Akan tetapi,

seperti di kutip dari https://votreesprit.wordpress.com

Siapa yang bilang kepada kalian, bahwa para mujahidin pergi berjihad untuk membangun berbagai yayasan? Mereka pergi untuk memotong dan memenggal leher orang-orang kafir, serta merobek-robek tubuh mereka. Tidaklah sekali-kali mereka pergi untuk membangun yayasan-yayasan, sekolah-sekolah, ataupun kegiatan-kegiatan intelektual. Mereka adalah ahli perang dan bertempur… Apakah kalian tahu apa itu perang? Sungguh tak kusangka, salah seorang dari kalian tak pernah sekali pun menembak seekor tikus; lalu bagaimana akan menembakkan meriam ke arah orang-orang kafir?

seperti di kutip dari https://votreesprit.wordpress.com

Kemudian, apakah kalian lupa, ‘Imarah Islamiyyah (Pemerintah Islam) -yang telah dibangun mujahidin- telah berbuat sesuatu yang ‘mustahil’ dalam waktu hanya beberapa tahun? Di antaranya: menciptakan keamanan bagi darah manusia, kehormatan, dan harta benda mereka. Ladang narkoba (ophium) dimusnahkan, patung-patung dihancurkan, dan hanya Allah semata yang (boleh) diibadahi. Itu semua dilakukan di tengah keterbatasan personil, pengkhianatan teman, dan gempuran musuh. Negara mana yang lebih baik darinya di zaman ini? Ataukah harus dengan adanya riba yang dijalankan dengan terang-terangan, perzinaan, minum-minuman keras, media-media berselera rendah, lembaga-lembaga negara yang tidak produktif, penerapan undang-undang milik orang kafir, dan berbagai tindak korupsi? Apakah dengan itu semua sebuah negara bisa berdiri? -Dan apakah ratusan yayasan yang telah kalian bangun sanggup melakukan hal yang sama seperti mujahidin?-

seperti di kutip dari https://votreesprit.wordpress.com

Politik macam manakah yang lebih baik daripada memenggal dan memotong leher-leher orang-orang kafir, menangkap mereka, mengintai mereka, dan menawan pengikut-pengikut mereka bersama mereka? Ataukah, politik semacam ini tidak pantas diterapkan di zaman ini? Sebagaimana tidak pantasnya memusuhi orang-orang kafir, hijrah dari negara mereka, menawan wanita-wanita, keturunan, dan membunuh kaum laki-laki mereka?! Juga tidak pantaskah jika ada muslimah yang berhijab di hadapan laki-laki yang bukan mahramnya, serta tidak mau bercampur-baur dengan kaum laki-laki?! Dan juga tidak pantaskah jenggot panjang dan pakaian pendek bagi penampilan seorang muslim moderat?!

seperti di kutip dari https://votreesprit.wordpress.com

Ar-Raghib berkata dalam kitab Mufradat Alfazhil Qur’an: (الغلظة: الخشونة) al-ghilzhah: kekerasan. Apakah ada perbedaan arti, antara kata al-‘unf, al-ghilzhah, dan al-khusyunah, wahai banci? Jika Allah menggelari orang-orang yang keras itu sebagai orang-orang yang bertaqwa, lantas, gelar apa yang pantas bagi orang-orang yang bersikap lunak dan menghinakan diri di hadapan orang-orang kafir dan munafik dalam kitab Allah? Apakah hukum orang yang beriman kepada perkataan, “Aku tidak beriman dengan kekerasan (al-‘unf)”?

seperti di kutip dari https://votreesprit.wordpress.com

Apakah kalian membenarkannya? Sedangkan Nabi SAW, yang diutus sebagai rahmat bagi alam semesta, dengan membawa kedamaian, keselamatan, keamanan, dan rasa cinta bagi kehidupan seluruh manusia, Rabbnya berfirman kepadanya dengan firman begitu rupa. Inilah pemahaman para mujahidin, dan inilah sumber referensi mereka. Mereka tidak memahami selain perkataan semacam ini. Seandainya kalian tinggal bersama mereka selama seribu tahun, dan kalian katakan kepada mereka, “Jangan kalian gunakan kekerasan,” niscaya mereka tidak akan menerima, kecuali Jibril turun dengan membawa mushaf yang baru. Dan benar, Jibril telah turun di Kuwait; dan pasukan Amerika membagikannya kepada orang-orang terkemuka Kuwait, yaitu para banci dan kerabatnya ….

seperti di kutip dari https://votreesprit.wordpress.com

Dulu, cap ‘tidak memahami realitas’ ini dilontarkan oleh orang-orang yang berafiliasi pada ‘Jama’ah Ikhwanul Muslimin’, terutama ditujukan kepada orang-orang yang berafiliasi pada ‘Jama’ah Salafiyah’. Namun, ketika lawannya semakin jelas, cap itu mulai kurang efektif sebagaimana mestinya. Hingga ketika para mujahidin muncul ke permukaan, semua pihak melontarkan cap itu kepada para mujahidin. Seakan-akan, cap itu adalah tumpukan beban yang membuncah dalam benak mereka, yang tidak mampu mereka tumpahkan sampai mereka menimpakannya pada orang lain. Subhanallah! Kalian … kalian yang hidup nyaman di rumah bersama keluarga, bersama anak-anak, dan ada di pangkuan istri-istri kalian, kalian merasa lebih paham daripada orang yang mengalaminya langsung?! Sungguh, realita pada hari ini ada di ‘medan-medan perang’, maka, di mana posisi kalian dari realita ini? Apakah hanya mendengar berita bisa disamakan dengan menyaksikan langsung kejadian itu? Para mujahidin telah menunjukkan kepada kalian kenyataan, akan tetapi, kenyataan itu malah diputar-balikkan, dimanipulasi, dan dipelintir; sehingga terdengar menjemukan dan membuat lesu. Para mujahidin sudah sibuk dengan kenyataan lain.

seperti di kutip dari https://votreesprit.wordpress.com

Adapun terhadap orang-orang tak berdosa yang sebenarnya, kami katakan, “Bukankah para mujahidin pergi meninggalkan harta benda, keluarga, dan negeri mereka untuk membela orang-orang yang tidak berdosa?”. Bisa saja bagi mereka untuk meletakkan tangan mereka (berbai’at) di atas tangan orang-orang yang kalian taruh tangan kalian di atas tangannya (penguasa murtad), supaya mereka bisa menjadi seperti kalian. Menjadi para pemegang jabatan, kekuasaan, dan menjadi orang-orang yang suka tampil di berbagai siaran televisi. Akan tetapi, mereka lebih memilih kejantanan daripada kehinaan. Mereka lebih memilih pergi berjihad untuk membela kehormatan kaum muslimin.

seperti di kutip dari https://votreesprit.wordpress.com

Kemudian, mari kita pergunakan akal kita sesaat saja. Kami katakan, “Bukankah kita dalam keadaan perang? Bukankah musuh tak henti-hentinya membuat makar kepada kita? Bukankah sangat mungkin terjadi bila ternyata, musuhlah sebenarnya yang membunuh orang-orang tidak berdosa itu? Namun, beberapa fihak melemparkan tuduhan kepada para mujahidin yang setia, untuk menimbulkan perselisihan antar sesama saudara. Akibatnya, sesama kaum muslimin akan saling berbantah-bantahan, sehingga menjadi gentarlah mereka dan hilang kekuatannya. Sudah beberapa kali para mujahidin berhasil menangkap orang-orang Inggris dan Amerika, serta agen-agen mereka yang hendak melakukan peledakan tempat-tempat umum dan juga hendak membunuh para penduduk kota. Tehniknya sama dengan yang mereka tuduhkan kepada para mujahidin. Bahkan, beberapa kali pula pemerintah berhasil menangkap orang-orang Inggris yang hendak melakukan peledakan, dan menuduhnya sebagai mujahidin. Namun, mereka segera dibebaskan, karena mereka bukan mujahidin, tetapi orang-orang Inggris yang terperdaya.

seperti di kutip dari https://votreesprit.wordpress.com

Adapun, orang yang terbunuh tanpa sengaja karena kesalahan yang dilakukan pihak mujahidin, maka sesungguhnya, kesalahan semacam ini juga ada dalam pertempuran-pertempuran yang dilakukan oleh manusia paling utama, paling berakal, dan paling benar pendapatnya. Imam Bukhari meriwayatkan dari hadits Aisyah Radhiyallahu anha, dia berkata, “Pada hari terjadinya perang Uhud, orang-orang musyrik mengalami kekalahan.” Iblis—semoga Allah melaknatinya—berteriak, “Wahai hamba-hamba Allah, barisan belakang…!!” Maka, barisan depan kembali mundur, mereka saling pukul dengan barisan belakang. Hudzaifah melihat hal itu, tiba-tiba dia teringat bapaknya, Al-Yaman. Maka dia berkata, “Wahai hamba-hamba Allah, bapakku … bapakku!!” Aisyah berkata, “Demi Allah, mereka tidak bisa menghalangi dari membunuhnya sampai mereka membunuhnya.” Hudzaifah berkata, “Semoga Allah mengampuni kalian.” Lihatlah mereka, para sahabat membunuh ayah pemilik rahasia Rasulullah SAW secara salah, mereka berkumpul mengepungnya kemudian membunuhnya. Padahal, mereka berperang masih menggunakan pedang dan tombak; maka bagaimana keadaannya—menurut kalian—jika perangnya menggunakan bom dan rudal -seperti yang digunakan mujahidin pada hari ini?-

seperti di kutip dari https://votreesprit.wordpress.com

“Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya bila dikatakan kepadamu, ‘Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah!’ Kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit. Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikit pun. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.” [ QS. At-Taubah: 38-39 ]

seperti di kutip dari https://votreesprit.wordpress.com

As-Sa’di Rahimahullah berkata: Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, mereka adalah orang-orang yang hijrah di jalan Allah, berjihad melawan musuh-musuh mereka, dan mencurahkan segala upaya mereka dalam mengikuti keridhaan-Nya. “Benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami”, yaitu jalan-jalan yang menyampaikan mereka kepada Kami, itu disebabkan karena mereka adalah orang-orang yang berbuat baik. “Dan sesungguhnya, Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik” dengan pertolongan, kemenangan, dan hidayah (petunjuk). Ini menunjukkan, manusia yang paling pantas untuk selaras dengan kebenaran adalah Ahli Jihad (mujahidin). Selesai perkataan beliau Rahimahullah.

seperti di kutip dari https://votreesprit.wordpress.com

Ibnul Jauzi berkata dalam Zaadul Masir, “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami,” yaitu: mereka memerangi musuh-musuh Kami karena Kami. “Benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami,” yaitu: niscaya kami berikan taufiq untuk menepati jalan yang lurus. Ada yang berpendapat: niscaya akan kami tambah petunjuk kepada mereka. “Dan sesungguhnya, Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik” dengan pembelaan dan pertolongan. Ibnu Abbas berkata, “Maksud ‘beserta orang-orang yang berbuat baik’ yaitu orang-orang yang bertauhid.” Yang lain berkata, “Maksudnya adalah para mujahidin.” Ibnul Mubarak berkata, “Siapa yang mengalami masalah yang sulit, bertanyalah kepada Ahli Tsughur, karena Allah berfirman, ‘(لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا) benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami.’.” Selesailah perkataan beliau Rahimahullah.

seperti di kutip dari https://votreesprit.wordpress.com

Kemudian, wahai orang-orang yang sengsara, bagaimana cara kalian menghitung kesalahan-kesalahan para mujahidin dalam jihad mereka? Sedangkan kalian makan, minum, berdiri, duduk, dan tidur. Kalian tenggelam dalam lautan maksiat kalian, yaitu ketidak-berangkatan dan ketidak-ikutan kalian dalam jihad! Sungguh, setiap langkah kaki, berdiri, duduk, tertawa, menangis, tidur, makan, minum, dan seluruh urusan mujahid dalam jihad mereka, dianggap sebagai kebaikan yang banyak dalam lautan kebaikan. Tidakkah kesalahan mereka tenggelam dalam lautan kebaikan mereka, sebagaimana kebaikan kalian tenggelam dalam lautan ketidak-berangkatan dan sikap berpangku tangan kalian dari jihad? Ataukah kelak pada hari kiamat, Allah tidak akan menghisab kalian atas ketidak-berangkatan yang kalian sengaja dan sikap berpangku tangan kalian dari jihad, dan Allah hanya menghisab para mujahidin dalam ijtihad-ijtihad mereka?

seperti di kutip dari https://votreesprit.wordpress.com

Bukankah pergi berjihadnya para mujahidin adalah untuk membela kaum muslimin? Lalu, bagaimana bisa—kalian katakan, para mujahidin mengkafirkan orang—yang karena merekalah—para mujahidin itu menyabung nyawa demi memperjuangkan pembebasan mereka dan eksistensi agama mereka?! Apakah orang berakal akan membenarkan hal ini? Ataukah yang kalian maksud dengan ‘kaum muslimin’ itu adalah kerabatnya orang-orang Yahudi dan Nasrani, serta orang-orang kafir? Sungguh, para mujahidin tidak mengkafirkan mereka, akan tetapi, Allah-lah yang mengkafirkan mereka dalam kitab-Nya. Allah Subhana wa ta’ala berfirman:

seperti di kutip dari https://votreesprit.wordpress.com

Para mujahidin berkata, “Mereka bukan termasuk bagian dari kita, tapi bagian dari mereka (orang kafir).” Jika mereka ini yang kalian maksud, maka kami memohon kepada Allah agar seluruh kaum muslimin menjadi ‘takfiriyyun,’ dan mengkafirkan orang-orang yang dikafirkan oleh Allah tersebut … Jika para mujahidin mengkafirkan kaum muslimin, lalu untuk apa mereka berperang? Dan untuk membela siapa mereka menyabung nyawa? Apakah mereka pertaruhkan hidup mereka dalam bahaya, hanya untuk membela orang-orang kafir?

seperti di kutip dari https://votreesprit.wordpress.com

Apakah yang kalian maksud dengan penguasa disini, adalah mereka-mereka yang mengumumkan keberpihakan mereka di bawah panji Amerika dalam perang salibnya terhadap Islam? Apakah yang kalian maksud dengan penguasa disini, adalah mereka-mereka yang menerapkan hukum yang bersumber dari undang-undang Prancis, Amerika, dan Inggris dalam permasalahan darah, harta benda, dan kehormatan kaum muslimin? Apakah yang kalian maksud dengan penguasa disini, adalah mereka-mereka yang membantu Amerika dengan harta benda, tanah, penjagaan, udara, minyak bumi, bahan pangan, obat, dan berbagai informasi, agar Amerika bisa menghemat waktu dan tenaga; sehingga Amerika bisa leluasa membunuhi kaum muslimin tanpa ada halangan yang berarti? Apakah yang kalian maksud dengan penguasa disini adalah mereka-mereka yang membunuhi para mujahidin, menawan, dan menyerahkan mereka kepada Amerika? Jika yang kalian maksud penguasa disini adalah mereka-mereka ini, maka, kami bersaksi kepada Allah bahwa mereka adalah orang-orang kafir. Dan orang yang tidak mengkafirkan mereka, maka dia termasuk orang yang paling bodoh dengan realitas dan aqidah kaum muslimin.

seperti di kutip dari https://votreesprit.wordpress.com

Bagaimana mereka tidak kafir, padahal dalam diri mereka telah terkumpul syarat-syarat pemvonisan kafir tanpa ada penghalangnya?! Mereka juga telah mengumumkan kekafiran mereka setiap pagi dan sore, di depan penglihatan dan pendengaran semua manusia. Seandainya mereka memiliki telinga, niscaya mereka akan mendengar kekafiran penguasa mereka. Seandainya mereka memiliki mata, niscaya mereka akan melihat kekafiran penguasa mereka. Seandainya mereka memiliki akal, niscaya akan mengetahui kekafiran penguasa mereka. Seandainya mereka memiliki lisan, niscaya akan mengumumkan kekafiran penguasa mereka. Akan tetapi,

seperti di kutip dari https://votreesprit.wordpress.com

Kami katakan: di mana kedudukan rakyat dalam agama kita? Bukankah Nabi SAW bunuh-membunuh sesama rakyat Mekah dalam perang Badar, Uhud, dan Khandaq? Bahkan, mereka juga membunuh sesama rakyat Madinah yang menyerahkan loyalitas mereka kepada orang-orang kafir, yakni mereka dipimpin oleh Abu ‘Amir Al-Fasiq1! Ataukah membunuh anak-anak paman Nabi SAW dan membunuh saudara-saudara para sahabat halal hukumnya, sedangkan membunuh sesama rakyat kita adalah haram? Di mana pembedaan antara rakyat dan yang bukan dalam Al-Qur’an? Yang dijadikan pedoman dalam agama kita adalah agama itu sendiri, siapa yang muslim, maka dia terhormat; ada pun selainnya, maka tidak ada kehormatan baginya … Syari’at membagi manusia ke dalam tiga golongan:

seperti di kutip dari https://votreesprit.wordpress.com

Ucapan ini berarti juga kalian tujukan kepada Nabi SAW yang tidak berperang di Mekah, tetapi malah di Madinah. Ucapan ini berarti juga kalian tujukan kepada para sahabat yang keluar dari Hijaz untuk berperang di Syam, Iraq, Khurasan, negara-negara di balik sungai, Mesir, Maroko, Cina, Turki, dan Sudan! Ada ucapan yang sangat lucu dan menggelikan yang selalu kami dengar dari sebagian mereka. Mereka menyebut ‘para mujahidin Arab’. Mungkin, maksud mereka menyebut begitu adalah untuk membedakan antar mujahidin di Iraq, maka mereka katakan, “Ini mujahid Iraq, dan itu mujahid Arab ….”

seperti di kutip dari https://votreesprit.wordpress.com

Sebenarnya, setiap telingaku mendengar ucapan ini, aku tak dapat menahan tawa. Apakah warga negara Iraq adalah warga negara India? Bukankah warga negara Iraq termasuk orang Arab? Mungkin, ucapan seperti itu akan memiliki makna—jika diucapkan—di Afghanistan, Checnya, Kashmir, Bosnia, Kosovo, Philipina, Cina, Burma, dan negara asing lainnya. Ada pun di Iraq, bagaimana ucapan itu akan memiliki makna? Ya, kecuali jika penduduk Iraq berasal dari kepulauan antah berantah. Pada hari-hari ini, semua hal menjadi boleh .…

seperti di kutip dari https://votreesprit.wordpress.com

Kita sederhanakan pemikiran dengan sesederhana mungkin, supaya mereka dapat memahaminya dengan mudah. Aku harap, kalian mau sedikit membuka akal kalian, supaya kalian mengetahui hakikat sulit yang tak mampu dipahami akal kalian. Itu adalah hakikat orang-orang yang semacam kalian, yakni dari kalangan para pemikir besar dan para cerdik-pandai dan berpengalaman namun jarang memperhatikannya. Perhatikan ungkapan berikut, karena ia akan bisa menjelaskan tempat perang secara seksama, apakah kalian sudah siap? Perang itu … Perhatikan! Aku akan ungkapkan suatu ungkapan, jangan sampai terlewat, karena sangat sulit dipahami, bisa jadi kecerdasan orang yang bijaksana akan berkhianat pada dirinya sendiri, sehingga tidak bisa memahami. Perhatikan perkataanku … Aku katakan, “Perang itu terjadi di tempat adanya musuh.” Saya memohon kepada Allah, supaya kalian bisa memahami … Wahai Dzat yang memberi pemahaman kepada Sulaiman, pahamkanlah mereka ini….

seperti di kutip dari https://votreesprit.wordpress.com

Dulu, kalian melontarkan ucapan ini di Afghanistan, namun para mujahidin berhasil menang mengalahkan Uni Sovyet; padahal saat itu, Sovyet merupakan negara yang memiliki pasukan militer terkuat di dunia. Mereka berganti menjadi Rusia … Dulu, kalian melontarkan ucapan ini di Somalia, namun para mujahidin berhasil menang mengalahkan Amerika; padahal waktu itu, Amerika adalah negara yang memiliki pasukan militer terkuat di dunia … Dulu, kalian melontarkan ucapan ini di Bosnia, namun para mujahidin berhasil menang mengalahkan Serbia dan Kroasia yang mendapat dukungan dari negara-negara Eropa, Rusia, Yahudi, sampai Amerika ikut campur menyelamatkan sisa-sisa orang-orang Nasrani dari terkaman para mujahidin … Dulu, kalian juga melontarkan ucapan ini di Iraq, namun sekarang, lihatlah! Para mujahidin berhasil meraih kemenangan demi kemenangan. Padahal, seluruh kekuatan kekafiran telah berkumpul menyerang mereka, dalam episode perang salib yang berkumpul di dalamnya seluruh negara-negara Nasrani dan seluruh pemerintah Arab, bahkan sampai pemerintah Budha dan Hindu ….

seperti di kutip dari https://votreesprit.wordpress.com

Mereka meyakini ayat ini dengan segala kandungan makna kesederhanaan iman … Mereka yakin, kemenangan hanya bisa diraih dengan izin Allah, kekalahan juga karena izin Allah, dan kemenangan tidak akan datang kecuali dari sisi Allah. Menurut mereka, syarat kemenangan itu harus menolong agama Allah, dengan cara keluar dan berangkat untuk berjihad di jalan Allah. Demikianlah para mujahidin. Mungkin, kesederhanaan berpikir mereka ini terlihat sebagai sebuah kepolosan, terbatasnya bekal ilmu dan pemahaman politik, serta terbatasnya bekal dalam dua institusi; institusi strategis dan institusi organisasi. Akan tetapi, kesederhanaan berpikir ini tidaklah menjadikan mereka tercela. Karena, mereka tidak belajar di universitas kalian, tidak mendapatkan ijazah seperti kalian, tidak membengkokkan lutut mereka untuk melihat dan memperhatikan media, berbagai konsep, dan yang mulia mufti kalian. Yang mereka ketahui, bahwa Allah telah berfirman:

seperti di kutip dari https://votreesprit.wordpress.com

Kami mengetahui, di antara kalian ada para pemikir, para politikus, para analis, para pemilik ijazah magister, dan para pengamat. Akan tetapi, kami tidak mampu membelokkan para mujahidin dari pendapat mereka. Apa yang bisa kami perbuat bersama mujahidin yang sederhana dan polos ini? Kami tidak mampu dan kami katakan kepada para mujahidin, “Kalian harus membaca kitab-kitab para pemikir dan para pengamat, tinggalkan kitab Allah, sunah Nabi-Nya, dan sejarah hidup beliau Shalallahu ‘alaihi wa sallam.” Akan tetapi, mereka tidak memahami perkataan ini dan tidak rela kecuali dengan Al-Qur’an dan Sunah. Kami memohon kepada Allah agar memberi hidayah (petunjuk) kepada mereka ….

seperti di kutip dari https://votreesprit.wordpress.com

Apakah yang akan kita katakan kepada orang semacam ini? Seseorang berdoa agar disegerakan zaman ruwaibidhah (orang-orang bodoh yang berbicara persoalan besar-penerj.), sampai orang-orang dungu tersebut tidak berbicara. Wahai orang gila, Nabi SAW membawa senjata, juga Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga, sahabat yang ikut bai’at ridhwan, sahabat yang ikut perang Badar, Uhud, Khandaq, dan mayoritas sahabat Rasulullah SAW semuanya membawa senjata. Allah memerintahkan untuk membawa senjata dalam kitab-Nya, apakah setiap mereka hujjahnya juga lemah?

seperti di kutip dari https://votreesprit.wordpress.com

Ini benar, kami tidak menyelisihi kalian dalam masalah ini. Akan tetapi, kalian harus mengetahui sebabnya … Sebabnya, para mujahidin menyukai mendengar kritikan secara langsung, yaitu berhadap-hadapan. Tidak menyukai nasihat melalui udara. Jika kalian menginginkan agar mereka mendengarkan kalian, pergilah ke front-front, duduklah bersama para mujahidin, buatlah forum-forum nasihat dan petunjuk! Aku jamin, mereka akan mendengarkan kalian jika kalian melakukan itu. Mereka akan mendahulukan kalian daripada selain kalian. Hanya pergi ke sana, di sisi mereka, dan katakan segala apa yang ingin kalian katakan ….

seperti di kutip dari https://votreesprit.wordpress.com

Kami katakan kepada mereka: Jika para ulama dikumpulkan kelak pada hari kiamat, siapa yang akan mendahului mereka sejarak lemparan batu? Berapa umur orang yang mendahului sejarak lemparan batu itu ketika meninggal? Mu’adz bin Jabal Radhiyallahu anhu ketika meninggal umurnya baru 38 tahun—menurut riwayat yang masyhur. Hal itu disebutkan Ibnu Katsir dalam menjelaskan biografinya dalam kitab Al-Bidayah wan Nihayah, bukankah Mu’adz bin Jabal orang yang paling mengetahui tentang halal dan haram dari umat ini di zaman Nabi SAW? Ketika Nabi SAW wafat, umur Mu’adz baru 30 tahun. Dia menjadi orang yang paling mengetahui tentang halal dan haram dari umat ini, dan dia akan mendahului ulama umat ini pada hari kiamat nanti, padahal umurnya belum genap 30 tahun. Jadi, ilmu tidak bisa diukur dengan umur, tetapi dengan pemahaman dan amal perbuatan. Berapa banyak syaikh ternama yang suka menikah, namun shalat dan bacaan Al-Fatihahnya tidak bagus? Berapa banyak anak kecil hafal Al-Qur’an dan kuat hafalannya, hafal teks-teks sunah, memahami maknanya, dan mampu mengamalkannya? Dulu, para pembesar Quraisy tidak beriman kepada sesuatu yang datang kepada mereka, yaitu kebenaran paling agung yang pernah dikenal manusia, da’i paling agung di muka bumi dengan hujjah paling agung, dan kitab paling agung yang diturunkan Allah. Sedangkan para pemuda mereka telah beriman, mayoritas umur para pemuda tersebut 20-an dan 30-an ketika mereka beriman. Sebagian mereka ada yang beriman, sedangkan umurnya kurang dari 20 tahun, bahkan ada yang kurang dari 10 tahun!

seperti di kutip dari https://votreesprit.wordpress.com

Perkataan ini diucapkan oleh orang-orang yang menggelari diri mereka dengan ‘Salafiyyun.’ Sudah kami katakan kepada orang-orang bodoh dari kalangan mereka, aqidah para mujahidin adalah kitab Allah dan sunah Nabi-Nya SAW. Akan tetapi, mereka menolak, kecuali jika para mujahidin mau membaca Kitabut Tauhid, Al-Ushul Ats-Tsalatsah, dan Al-Qawa’id Al-Arba’. Apakah yang akan kita katakan kepada mereka? Bukankah yang menukilkan kitab-kitab tersebut kepada manusia adalah para mujahidin Al-Ikhwan (para pengikut Imam Muhammad bin Abdul Wahhab)? Seandainya bukan karena jihad mereka, niscaya kalian pada hari ini masih suka thawaf di sekeliling pepohonan, dan mengusap-usap bebatuan sebagaimana keadaan nenek moyang kalian … Dengan jihadlah kitab-kitab tersebut bisa sampai kepada kalian, dan tidak ada sesuatu yang tersisa kecuali dengan jihad … Yang lebih aneh lagi, mereka mengatakan, “Bahwa diri mereka adalah ‘Salafiyyun’, sedangkan Muhammad bin Abdul Wahhab bukan termasuk salaf, tetapi termasuk khalaf, dan hampir termasuk orang-orang terkini.” Apakah mereka tidak mau menyebut dengan nama ‘muslimin’, sebagaimana nama yang diberikan kepada kita oleh Nabi Ibrahim AS? Ataukahkah itu hanya penyelisihan dan membuat kelompok saja?

seperti di kutip dari https://votreesprit.wordpress.com

Kami katakan kepada mereka, “Definisikan kepada kami siapa sebenarnya khawarij itu? Dan sebutkan kepada kami, bagaimana aqidah mereka? Kemudian kita bandingkan (komparasikan) antara aqidah mereka dan aqidah para mujahidin … Khawarij adalah orang-orang yang keluar dari Islam, sebagaimana anak panah keluar dari busurnya. Sedangkan sifat ini sangat sesuai dengan orang yang melakukan pembatal-pembatal keislaman. Seperti: memberikan loyalitas kepada orang-orang kafir, menerapkan selain syari’at Allah, dan merasa senang dengan kemenangan orang-orang kafir terhadap kaum muslimin ….

seperti di kutip dari https://votreesprit.wordpress.com

“Apakah (orang-orang) yang memberi minuman kepada orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidil Haram, kamu samakan dengan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta bejihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di sisi Allah; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zhalim. Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. Rabb mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat dari sisi-Nya, keridhaan-Nya, dan surga-Nya, mereka memperoleh di dalamnya kesenangan yang kekal. Mereka kekal di surga itu selama-lamanya. Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.” [ QS. At-Taubah: 19-22 ]

seperti di kutip dari https://votreesprit.wordpress.com

Imam Muslim meriwayatkan dalam Shahih-nya dari hadits Nu’man bin Basyir, dia berkata, “Saya berada di depan mimbar Rasulullah SAW. Seorang sahabat berkata, ‘Aku tidak peduli tidak mengamalkan suatu amalan setelah berislam, yang penting aku bisa memberi minum orang yang haji.’ Yang lain berkata, ‘Aku tidak perduli tidak mengamalkan suatu amalan setelah berislam, yang penting aku bisa meramaikan Masjidil Haram.’ Yang lain lagi berkata, ‘Jihad di jalan Allah lebih baik dari apa yang kalian katakan,’ maka Umar membentaknya, dia berkata, ‘Janganlah kalian mengeraskan suara kalian di hadapan mimbar Rasulullah SAW pada hari Jum’at! Akan tetapi, jika saya shalat Jum’at, saya masuk masjid, lalu saya meminta fatwa kepada Rasulullah SAW dalam masalah yang sedang kalian perselisihkan. Maka diturunkanlah ayat ini.’.”

seperti di kutip dari https://votreesprit.wordpress.com

As-Sa’di Rahimahullah berkata, “Ketika sebagian kaum muslimin atau sebagian kaum muslimin dengan sebagian orang-orang musyrik berselisih pendapat dalam hal mereka lebih mengutamakan memakmurkan Masjidil Haram, dengan cara membangun, shalat, ibadah di dalamnya, dan memberi minum orang haji atas iman kepada Allah dan jihad di jalan-Nya, Allah SWT menjelaskan perbedaan antara keduanya. Maka Dia berfirman, “Apakah (orang-orang) yang memberi minuman orang-orang yang mengerjakan haji,” yaitu memberi mereka minuman dengan air zam-zam—sebagaimana sudah makhlum jika nama ini dimutlakkan. Maksud, “dan mengurus Masjidil haram kamu samakan dengan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta bejihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di sisi Allah,” maka, jihad dan iman kepada Allah lebih utama daripada memberi minuman orang haji dan mengurus Masjidil Haram, dengan derajat keutamaan yang jauh sekali. Karena iman merupakan pokok agama, dengannya semua amal akan diterima dan dengannya pula semua perilaku menjadi suci.

seperti di kutip dari https://votreesprit.wordpress.com

Adapun jihad fi sabilillah , ia adalah puncak ajaran agama. Dengannya negeri Islam akan terjaga—dan bahkan bertambah luas wilayahnya, serta dengannya pula kebenaran ditolong dan kebatilan ditumpas … Kemudian, Dia menerangkan keutamaannya. Dia berfirman, “Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda,” dengan berinfak untuk kepentingan jihad dan mempersiapkan orang-orang yang mau berjihad. “Dan diri mereka,” dengan diri mereka berangkat berjihad. “Adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan,” yaitu tidak meraih kemenangan yang didambakan dan tidak selamat dari yang dikhawatirkan, kecuali orang-orang yang memiliki sifat-sifat mereka dan berakhlak dengan akhlak mereka.

seperti di kutip dari https://votreesprit.wordpress.com

Dalam kitab Tafsir Maalimut Tanzil karya An-Nawawi Al-Jawi2, ada perkataan lembut dalam menafsirkan ayat ini, dengan bunyi, “Ketika Allah memberi sifat orang-orang beriman dengan tiga sifat; iman, hijrah, serta jihad dengan diri dan harta benda, Dia memberi imbalan atas semua itu berupa kabar gembira dengan tiga hal; dimulai dengan rahmat, yang itu merupakan keselamatan dari api neraka sebagai imbalan atas keimanannya; kedua: mendapatkan keridhaan, yang itu merupakan ujung semua perbuatan baik sebagai imbalan dirinya telah meninggalkan tanah airnya; dan ketiga: mendapatkan surga, yang itu merupakan manfaat agung sebagai imbalan jihadnya, yang di dalamnya ada pengorbanan diri dan harta benda. Mereka dikhususkan mendapatkan pahala yang sangat besar karena keimanan mereka yang sangat agung.” Demikian perkataannya.

seperti di kutip dari https://votreesprit.wordpress.com

Tersebut keterangan dalam hadits Muttafaq ‘alaih dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dia berkata, “Ada salah seorang sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah, amalan apa yang bisa menyamai pahala jihad?’ Beliau menjawab, ‘Kalian tidak akan mampu.’ Para sahabat mengulangi pertanyaannya dua atau tiga kali, semuanya dijawab beliau, ‘Kalian tidak akan mampu.’ Kemudian beliau melanjutkan, ‘Perumpamaan seorang mujahid fi sabilillah seperti perumpamaan orang yang selalu berpuasa, bangun malam shalat tahajud dengan selalu membaca ayat-ayat Allah tanpa pernah berhenti dari shalat dan puasanya sampai sang mujahid fi sabilillah tersebut kembali (ini lafal Muslim)’.” Dalam riwayat Bukhari, “Ada seorang laki-laki bertanya, ‘Wahai Rasulullah, tunjukkan kepadaku suatu amalan yang bisa menyamai pahala jihad.’ Beliau menjawab, ‘Aku tidak menemukannya.’ Kemudian beliau melanjutkan, ‘Apakah engkau mampu, jika seorang mujahid berangkat berjihad sedang engkau masuk masjidmu, engkau berdiri shalat tanpa berhenti dan engkau berpuasa tanpa berbuka?’ Orang itu menjawab, ‘Siapa yang mampu melakukannya?’.” Maka, kami memberi ‘kabar gembira’ kepada sahabat ini. Pada hari ini, ada sekelompok orang yang—mengaku—sanggup melakukannya, bahkan lebih banyak dari itu; karena itulah, mereka memandang dirinya lebih utama dari para mujahidin dan merasa lebih besar pahalanya dari mereka.

seperti di kutip dari https://votreesprit.wordpress.com

Kemudian, kami berhak bertanya: mengapa para penguasa harus dinasihati secara sembunyi-sembunyi? Dan kenapa harus ditulis berjilid-jilid buku berisi larangan menasihati mereka secara terang-terangan? Walaupun mereka terang-terangan mengumumkan loyalitas mereka kepada orang-orang kafir, menerapkan hukum selain syari’at Allah, menyebar-luaskan berbagai perbuatan keji, dan memakan harta manusia dengan cara batil; adapun para mujahidin, mereka ‘hanya’ mendapat kritikan, bukan nasihat. Itupun dilakukan secara terbuka dan terang-terangan di hadapan manusia!

seperti di kutip dari https://votreesprit.wordpress.com

Betapa sering kami mendengar ‘daging ulama itu beracun’. Lalu sekarang, apakah daging para mujahidin seperti ‘kue’ atau malah ia lebih beracun daripada daging ulama? Apakah kalian mengira—seandainya bukan karena jihad ini, para ulama itu bisa muncul di layar saluran-saluran televisi? Demi Allah, seandainya bukan karena Ahli Jihad, niscaya—pada hari ini—tidak terdengar seorang pun ulama dan penguasa mencampakkan mereka ke tempat-tempat sampah. Sejarah kontemporer sebagai saksi terbaik, kapan akan masuk akal orang yang menyangka telah menghormati para ulama, padahal dia berdiri berada di barisan pasukan salibis dan turut memerangi para mujahidin dengan lisannya? Sebagian orang yang mengaku berilmu, memotong lengannya tanpa terasa.

seperti di kutip dari https://votreesprit.wordpress.com

Siapa yang hendak bicara kepada para mujahidin, hendaklah ia berbicara dengan adab yang baik; nasihatilah mereka, dan berdiskusilah bersama mereka dengan adab yang baik. Ada pun kritikan—baik membangun maupun tidak, terlebih lagi bantahan, maka pasti ditolak … Siapa yang tidak memiliki adab yang baik, maka hendaklah ia mengekang lisannya, tetaplah tinggal di rumahnya, dan jangan berbicara mengenai urusan kaum muslimin … Jika engkau hendak mengenal mereka, lihatlah keadaan mereka ketika berbicara dengan para penguasa murtad dan pembantu-pembantu mereka. Lihatlah kerendahan hati mereka, sopan santun, dan pilihan kata mereka yang teliti, kemudian lihatlah keadaan mereka dengan para wali Allah dari kalangan para mujahidin. Siapa yang merasa aman dari hukuman, maka dia akan berbuat dengan adab yang buruk.

seperti di kutip dari https://votreesprit.wordpress.com

Para mujahidin adalah manusia biasa, kadang salah … dan kadang juga benar! Akan tetapi di hari ini, merekalah para pemuka manusia. Mereka maju membela umat ini dengan berperang melawan orang-orang kafir, menjaga wilayah dengan taruhan nyawa di medan-medan laga, melindungi kehormatan lelaki dan para wanita, menumpahkan darah di medan-medan peperangan, meninggalkan kampung halaman, dan berpisah dengan kawan-kawan untuk menyambut seruan Dzat Yang Maha Esa lagi Mahakuasa. Siapa yang tidak mengetahui hak dan keutamaan mereka atas dirinya, maka dialah manusia tercela yang tidak wajib berbuat baik kepadanya ….

seperti di kutip dari https://votreesprit.wordpress.com

Ya Allah, kami persaksikan di hadapan Engkau kecintaan kami kepada mujahidin, dan kecintaan kami kepada orang yang mencintai mereka. Ya Allah, kami berlepas diri kepada-Mu dari musuh para mujahidin dan orang yang loyal kepada mereka … Ya Allah, tolonglah mujahidin di setiap tempat, jagalah mereka dengan penjagaan-Mu, dan janganlah Engkau serahkan mereka kepada diri mereka sendiri, walau hanya sekejap mata … Ya Allah, sucikan hati para mujahidin, satukan barisan mereka, kokohkan telapak kaki mereka, tepatkan tembakan mereka, berkahilah kehidupan mereka, dan terimalah para syuhada’ mereka, duhai Dzat yang Maha Penyayang dan Maha Pengasih … Ya Allah, jagalah mereka dari tipu daya para pelaku tipu daya dan lindungilah mereka dari makar para pembuat makar, serta kejahatan para pelaku kejahatan ….


Baca juga :

Selama pergolakan PRRI, sebagian sivitas akademika Unand, termasuk dari Sekolah Tinggi Ekonomi dan bukan Unand secara institusional mulai terlibat dalam kegiatan PRRI, dampaknya tidak dapat dielakkan. Kegiatan perkuliahan di luar kota Padang terhenti sama sekali, sebagian tenaga pengajar Unand mulai berperan selaku staf ahli dalam lingkungan PRRI. Sebaliknya, sebagian besar mahasiswa telah berada dalam medan pertempuran melawan pasukan ABRI. Sebagian besar Tim  affiliasi  FEUI memegang peranan penting dalam Dewan Banteng. Sjofjan Jusuf langsung ditugaskan untuk mendirikan sebuah bank kemudian berkembang menjadi Bank Pembangunan Daerah (BPD), Samiadji Djajengwinardo sebagai Kepala Urusan Perdagangan Luar Negeri, dan Dwiono Chandradi sebagai penasihat Menteri Perdagangan Kabinet PRRI yang dijabat oleh Prof.Dr. Sumitro Djojohadikusumo.(fekonenand)

seperti di kutip dari https://iwansuwandy.wordpress.com

Kolonel M. Dahlan Jambek (alm.) selaku pimpinan Divisi III TRI pernah didatangi oleh wakil-wakil pelajar yang dengan semangat menyala-nyala meminta agar TRI mengikut sertakan satuan-satuan pelajar terlatih (T.P.) dalam pasukan tempur. Tetapi dengan hati-hati sekali beliau meminta pengertian para pelajar untuk terus bersekolah demi persiapan hari depan bangsa dan negara, disamping itu tetap berlatih menurut kesatuan masing-masing dengan teratur dan sungguh-sungguh. (lihat: Chaidir Nien Latief, Nostalgia dan Sejarah Perjuangan Pelajar di Sumatera, Merdeka 27 Desember 1980).

seperti di kutip dari https://iwansuwandy.wordpress.com

Dalam keadaan terombang-ambing untuk menentukan sikap disaat gawat tersebut, penulis terdampar pada senja 19 Desember 1948 ke markas Mobiele Brigade Polisi (Mobbrig) Sumatera Barat, di Birugo Bukittinggi. Rencana semula hendak menemui paman penulis sendiri (alm. Amir Mahmud, Inspektur Polisi I, Komandan Mobbrig Sumatera Barat, tetapi malam itu berkesempatan bertatap muka dengan Bapak Suleiman Effendi (Pembantu Komisaris Besar, Kepala Polisi Propinsi Sumatera Tengah) dan Bapak R. Abdurachman Suriokusumo (Komisaris Polisi I, Kepala Kepolisian Sumatera Barat).

seperti di kutip dari https://iwansuwandy.wordpress.com

Presiden juga mengatakan akan berkonsultasi dengan pemerintah mengenai hal ini dan mengusahakan secepat mungkin diadakan Pemilu.erjadinya Peristiwa 17 Oktober berkaitan dengan pro dan kontra rasionalisasi di tubuh militer. Kelompok lain dalam TNI, terutama dari kalangan yang dilatih pada jaman Jepang, berpendapat bahwa rasionalisasi yang hanya didasarkan pada kriteria pendidikan, umur, dan keterampilan saja, akan menimbulkan rasa kecewa dari beberapa pihak. Oleh sebab itu, perlu dipertimbangkan faktor nilai yang dibawa dari revolusi, yakni semangat. Semangat inilah yang membuat TNI berhasil mempertahankan kemerdekaan. Jadi bukan semata-mata karena profesionalisme keprajuritan.

seperti di kutip dari https://iwansuwandy.wordpress.com

Bung Karno punya cerita tersendiri tentang kejadian itu. Dalam buku otobiografinya, Bung Karno: penyambung lidah rakyat , Soekarno bercerita: “pagi-pagi pada tanggal 17 oktober 1952, dua buah tank, empat kendaraan lapis baja, dan ribuan orang menyerbu memasuki gerbang Istana Merdeka. Mereka membawa poster –poster ‘bubarkan parlemen’. Satu batalyon altileri dengan empat buah meriam memasuki lapangan keliling istana. Meriam-meriam 25 pounder dihadapkan kepadaku. Pameran kekuatan ini mencerminkan kelatahan daripada jaman itu. Tindakan ini tidak dapat dikatakan bijaksana, olehkarena para panglima yang menciptakannya berada denganku di dalam Istana.”

seperti di kutip dari https://iwansuwandy.wordpress.com

Partai-partai lainnya, mendapat kursi di bawah 10. Seperti PSII (8), Parkindo (8), Partai Katolik (6), Partai Sosialis Indonesia (5). Dua partai mendapat 4 kursi ( IPKI dan Perti ). Enam partai mendapat 2 kursi ( PRN , Partai Buruh , GPPS , PRI , PPPRI , dan Murba ). Sisanya, 12 partai, mendapat 1 kursi ( Baperki , PIR Wongsonegoro , PIR Hazairin , Gerina , Permai , Partai Persatuan Dayak , PPTI , AKUI , PRD (bukan PRD modern), ACOMA dan R. Soedjono Prawirosoedarso ).

seperti di kutip dari https://iwansuwandy.wordpress.com

Setelah peristiwa ini(13 agustus dan 16 oktober 1956), mka pada bulan Desember Peristiwa di daerah-daerah , saya mengingatkan  kepada para Panglima  yang terakhir pad tanggal 20 Oktober dimana memang  jelas dikalangan Pimpinan Angkatan darat timbul suatu  pendapat yang sama  bahwa  keadaan Negara  banyak sekali  tidak memuaskan menurut  apa yang dicita-citakan  dan dalam saat ini sejumlah  dari teman-Teman kita dengan tegas  menyatakan  satu-satunya jalan ialah bahwa  Tentara  mengambil tindakan  untuk mempelopori yang akhir ini dan tidak bisa diharapkan lagi dalam rangka Tata Negara yang berlaku sekarang ini.

seperti di kutip dari https://iwansuwandy.wordpress.com

Ada beberapa hal perbedaan:Kedudukan Kolonel Simbolon tidak sekokoh kedudukan Letkol Ahmad Husein.sejak Agustus 1956 , KSAD sudah menetapkan Simbolon harus menyerahkan Tongkat Komandonya di Medan karena itu perannya dalam  Gerakan “Ikrar 4 Desember” merupakan pembangkangan langsung.Pada pihak lain, posisi Letkol Ahmad Husein,yang didukung para perwira eks Divisi Banteng diberbgai daerah Indonesia lebih kuat sehingga kedudukannya sebagai Ketua Dewan Banteng tidak mendapat kecaman terbuka dari pihak MBAD,juka ketika ia mendapat mandat dari Gubernur Sumatera tengah untuk menjalankan tugas Kepala Daerah sejak 21 Desember 1956, kedudukannya bahkan diperkuat setelah MBAD meningkatkan Komandonya Daerah sumatera Tengah(KDMST) sehingga ia pun mendapat predikat Panglima.

seperti di kutip dari https://iwansuwandy.wordpress.com

Pada tanggal 26 Desember, di Pematang Siantar, yang menjadi Ibu Kota RES.II , Letkol Wahab Macmour  menyatakan mengambil alih kekuasaan.Letkol Franz Hutabat menyerang  Pematang siantar dan tewas sebagai pemberontak , Let Kol Wahab Makmoer telah mengambil alih kekuasaan Resort II Pematang siantar.karena ketika Pusat merintahkan untuk mengambil alih kekusaan disini, Let Kol djamin Gintings  menyatakan tidak sanggup dan baru bertindak  Letkol Wahab Macmour Kolonel Simbolon melarikan diri  ke Tapanuli , keadaan di  TT –I  boleh dikatakan tenang kembali serta Kol Simbolon dibiarkan berkeliaran di Sumatera Tengah sesuak hatinya

seperti di kutip dari https://iwansuwandy.wordpress.com

Walaupun Letkol Ahmad Husein selaku Ketua Dewan Banteng mengambil alih jabatan Gubernur Sumatera Tengah dari tangan Gubernur Ruslan Mulyoharjo, namun Ahmad Husein tidak ditindak sebagai Komandan Resimen 4 TT. I. BB, malah sebaliknya tuntutan Dewan Banteng agar dibentuk satu Komando Militer di Sumatera Tengah yaitu Komando Militer Daerah Sumatera Tengah (KDMST) dipenuhi lepas dari TT. I BB dan Letkol, Ahmad Husein diangkat menjadi Panglima KDMST. Dewan Banteng tetap mengakuo Sukarno sebagai Presiden Republik Indonesia, tetap mengakui Pemerintahan Juanda dan tetap mengakui Jenderal A.H. Nasution sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).

seperti di kutip dari https://iwansuwandy.wordpress.com

Permasalahan ketimpangan Pusat – Daerah menuai protes sejumlah perwira di Sumatera dan terbentuklah Dewan Gajah di Sumatera Utara Dewan Banteng di Sumatera Tengah serta Dewan Garuda di Sumatera Bagian Selatan. Tahap awal yang terjadi adalah Dewan Garuda melatih kedisiplinan untuk membantu pembangunan dengan anggota pemuda dari PSI, MASYUMI dan sebagian dari mliter.Gerakan ini ternyata tercium oleh MBAD atas laporan dari Lettu Sainan Sagiman yang kelanjutanya adalah pada April 1957 Asisten I MBAD Letkol. Achmad Sukendro mengeluarkan perintah kepada Komandan Resimen V Mayor Djuhartono untuk menangkap perwira TT. II/SRIWIJAYA termasuk Panglimanya Letkol Burlian

seperti di kutip dari https://iwansuwandy.wordpress.com

Setelah kami mempelajari acara rapat yang disampaikan kepada kami, timbullah rasa kegembiraan di hati kami , karena rapat ini akan membahas persoalan-persoalan otonomi, ekonomi, keuangan dan keamanan daerah secara teknis, yang akan diekmukakan kelak dalam seksi-seksi yang akan dibentuk untuk memendekkan waktu, tetapi sayang rasa kegembiraan ini segera berkurang , setelah kami perhatiakan bahwa rapat sekarang ini tidak membicarakan soal-soal pokok dari sebab musabab timbulnya pergolakaan di daerah-daerah yang didorong oleh semangat rakyat yang bergejolak , menghendaki perubahan-perubahan radikal dalam taraf pimpinan nasional dan perubahan dari mismajemen yang bersimarajalela dalam segala lapanga.

seperti di kutip dari https://iwansuwandy.wordpress.com

Pada tempatnya kiranya, Pimpinan Negara berteriama kasih kepada Gerakan Rakyat di Daerah-Daerah , yang ingin mencegah pembelokan cicta-cita Proklamasi 1945, yang disebabkan oleh usaha yang tidak jujur dari pemimpin-pemimpin yang berkuasa diwaktu-waktu yang lalu, tapi alangkah kecewanya kami mendengar reaksi-reaksi dari beberapa  pemimpin dan Golongan di Ibu Kota ini, sekan-akan Gerakan-Gerakan yang timbul didaerah itu adalah suatu kesalahan yang besar, dan kami menolak dengan keras dan tegas segala provokasi dan propaganda palsu yang dilancarkan oeh siapapun, yang mencap perjuangan suci rakyat didaerah-daerah  untuk mempertahankan  Republik Indonesia sebagai dicita-citakan oleh Proklamasi 1945, sebagai gerakan saparatisme, sukuisme, agen imperialism, dan lain-lain nama, yang hanya hati yang jahat dapat memikirkannya dan mulut yang kotor dapat mengucapkannya.

seperti di kutip dari https://iwansuwandy.wordpress.com

Adalah menjadi kenyataan sekarang akibat dari segala persoalan-persoalan tersebut, timbullah keinginan untuk mencari penyelesaiaan yang konkret , baikpun datangnya dari Pusat maupun suara-suara dari daerah.Tetapi yang mengelikan sekali segala keinginan itu yang seharusnya disampingkan dan dijadikan bahan untuk menentukan sikap  selanjutnya tidka dilaksanakan, melainkan mengambil  suatu tindakan penyelesaiaan yang dipaksakan menurut keinginan sendiri dengan tidak mengindahkan sma sekali keinginan-keinginan yang jujur dari pihak lain, dengan menonnjolkan semboyan yang hebat dan menarik yaitu Kebijaksanaan, tegas dan cepat, yang sebenarnya adalah kekeliruan, kesalahan dan keserampangan belaka.

seperti di kutip dari https://iwansuwandy.wordpress.com

CIA yang terampil dalam perang propaganda, kembali menampilkan watak sesungguhnya. Fitnah dan berita bohong mengenai Bung Karno diproduksi dan disebar melalui jaringan media massa yang berada di bawah pengaruhnya. Tujuannya mendiskreditkan proklamator itu. Hanya di depan publik menyatakan gembira atas kebebasan Allan Pope, tetapi diam-diam diproduksi berita bahwa kebebasan itu terjadi setelah istri Allan Pope berhasil merayu Bung Karno. Sedang pengeboman istana oleh Maukar, diisukan secara sistematis sebagai tindak balas setelah Bung Karno mencoba menggoda istri penerbang itu.

seperti di kutip dari https://iwansuwandy.wordpress.com

Pemerintah membuka jalan lain, ialah dengan jalan kecuali melaksanakan perimbangan keuangan  buat daerah,juga memberikan sejumlah daripada hasil bea cukai dan devisen eksport,tiap-tiap daerah langsung  buat keperluan daerah itu. Dengand emikian diberkan satu jalan lain,bahwa secara langsung mereka mendapat hasil-hasil itu karena itulah saya berkeliling kedaerah-daerah untuk menyusun BDP-BDP,kantor import/eksport dan lain lain dengan Kementerian-kementerian yang tersangkut supaya selekas mungkin dipenuhi kebutuhan ini.

seperti di kutip dari https://iwansuwandy.wordpress.com

Timbul lagi persoalan yang baru yaitu keputusan Pemerintah untuk memecat  perwira-perwira  yang secara  pokok telah melanggar norma-norma militer, sudah diketahui  bahwa ini tidak dapat diterima  oleh sejumlah Perwira  yang berperistiwa itu,karena itu dalam meningkat-ningkatnya itu jelas danlah kita melihat salah satu  ketentuan , baik dalam masalah Dwi Tunggal , baik soal  penyelesaian  Angkatan Darat,baik yang disebut soal Pusat dan Daerah itu, dalam suasana  demikianlah  timbul masalah yang baru, yaitu masalah didesas-desuskannya  pembentukan suatu Negara yang baru atau Pemerintah yang baru di Sumatera.

seperti di kutip dari https://iwansuwandy.wordpress.com

Untunglah sebelum situasi bertambah panas Lettu Sainan Sagiman diperintahkan untuk mengkonsolidasi dan mengkoordinasikan dengan Panglima Sumatera Tengah Letkol A. Husain, Panglima Sumatera Utara Letkol. Djamin Ginting serta Panglima Aceh Letkol  Syamaun Gaharu agar memberikan dukungan kepada TT. II/SRIWIJAYA meyakinkan MBAD masalah Sumatera Selatan dibawa ketingkat pusat dan tidak perlu dengan pengerahan kekuatan mliter. Usulan ini didukung secara penuh oleh ketiga panglima wilayah sumatera dengan tujuan mencegah pertempuran sesama kekuatan NKRI

seperti di kutip dari https://iwansuwandy.wordpress.com

Kedua kita  tidak bisa membenarkan  bagaimanapun juga bahwa  dalam Pergolakan anatar kita  dengan kita sebagai Negara  yang muda ini kita bersedia  bekerja sama dengan Angkatan Perang Asing.Hal ini sudah melanggar  Tujuh Belas Agustus  Empat Lima Saya tidak usah bicara mengenai  Politik Bebas Yang Aktif  tapi  semua kita  percuma lah berjuang  sejak  45 kalau kita  dalam perkelahian anatar kita dengan kita yang  lumayan sebagai Negara Yang Muda ini, juga bersedia bekerja sama dengan Negara Asing  dan juga alat-alat Senjata asing.Saya tidak akan memberikan satu persatu peristiwa disini,kan tetapi inipun sekarang kita konstantir.

seperti di kutip dari https://iwansuwandy.wordpress.com

Perdana Menter   : Mr. Syafruddin Prawiranegara                                                                                                Menteri Luar Neger  : Kol. Maluddin Simbolon                                                                                                          Menteri Pertahanan & Menteri Kahakiman : Mr. Burhanuddin Harahap                                                             Menteri Perhubungan & Pelayaran : Dr. Soemitro Joyohadikusumo                                                                       Menteri Pendidikan, Pengajaran, & Kebudayaan(PP & K)                                                                                        merangkap Menteri Kesehatan : Mohammad Syafei                                                                                                                                                                                                                             Menteri Perhubungan     : JF. WarouwMenteri Pertanian & Perburuhan    : S. Sarumpait                            Menteri Agama: Mochtar Lintang                                                                                                                               Menteri Penerangan  : M.Saleh Lahade                                                                                                                     Menteri Sosi    : Ayah Gani Usman                                                                                                                                                 Menteri Dalam Negeri* : Kol. Dahlan Djambek kemudian digantikan Mr. Assa                                               tmenteri Pos dan Telekomunikasi*  : Kol. Dahlan Djambek.

seperti di kutip dari https://iwansuwandy.wordpress.com

Bertepatan waktu dengan diumumkannya PRRI pada tanggal 15 Pebruari 1958, di Staf Umum Angkatan Darat oleh Gabungan Kepala-Kepala Staf Angkatan dibentuklah suatu Komando Operasi Gabungan (Task Force) yang diberi nama “TEGAS” dengan Komandannya waktu itu Letkol Inf Kaharudin Nasution (sekarang Mayjen TNI) dari AD, dengan Wakil Komandan I Letkol (U) Wirijadinata dari AU dan Wakil Komandan II Mayor (L) Indra Soebagio dari AL. Komando ini merupakan komando pertempuran expedisionir yang langsung di bawah perintah Kasad dengan ditentukan sebagai kawasan operasi daerah Sumatera Tengah

seperti di kutip dari https://iwansuwandy.wordpress.com

Selama pergolakan PRRI, sebagian sivitas akademika Unand, termasuk dari Sekolah Tinggi Ekonomi dan bukan Unand secara institusional mulai terlibat dalam kegiatan PRRI, dampaknya tidak dapat dielakkan. Kegiatan perkuliahan di luar kota Padang terhenti sama sekali, sebagian tenaga pengajar Unand mulai berperan selaku staf ahli dalam lingkungan PRRI. Sebaliknya, sebagian besar mahasiswa telah berada dalam medan pertempuran melawan pasukan ABRI. Sebagian besar Tim affiliasi FEUI memegang peranan penting dalam Dewan Banteng. Sjofjan Jusuf langsung ditugaskan untuk mendirikan sebuah bank kemudian berkembang menjadi Bank Pembangunan Daerah (BPD), Samiadji Djajengwinardo sebagai Kepala Urusan Perdagangan Luar Negeri, dan Dwiono Chandradi sebagai penasihat Menteri Perdagangan Kabinet PRRI yang dijabat oleh Prof.Dr. Sumitro Djojohadikusumo.(fekonenand)

seperti di kutip dari https://iwansuwandy.wordpress.com

Untuk itu ia telah mendapat dukungan Balikpapan(Hartoyo) dan diharapkan  Banjarmasin(Kol Hasan Basri,Ketua dewan Lambung Mangkurat) akan menyediakan Bandar Udara untuk pesawat pembomnya. Kapal-kapal pendarat ke Jakarta itu bersifat pendadakan, karena pasukan Pusat sedang memusatkan perhatian ke Indonesia Timur dan Sumatera tengah. Padahal serangan-serang di indonesai Timur itu (antara lain Pope) hanya gerak tipu saj karena Pusat sudah terikat pada mitos “ Gerakan separatis” yang seolah-olah ingin memisahkan Indonesia  Timur dari RI,maka strategi itu tidak pernah dipahami.Berkobarnya pertempuran di Sulawesi Utara dan Sumatera tengah sejak April 1958 menutup kemungkinan dilaksanakannya rencana tersebut

seperti di kutip dari https://iwansuwandy.wordpress.com

Setelah itu dilakukan pengiriman senjata dengan kapal laut, melalui penerjunan dua kali di  udara di lapangan terbang tabing  sehingga cukup untuk mempersenjatai 8000 orang. Sebagain senjata itu secara sembunyi-sembunyi dikirim Kol Simbolon ke Tapanuli untuk melengkapai persenjataan  Mayor Sinta Pohan  dan 3000 pucuk kepada Daud Berueh  di Aceh dan sebagian lagi untuk melengkapi persenjataan Mayor  Nawawi di Bengkulu , Kol Zulkifli Lubis diperbatasan  Sumatera Barat dan Jambi.menurut orang Amerika tersebut pemberian senjata  dalam rangka menjamin  tetap adanya daerah de Facto PRRI dan dijadikan basis operasi militernya dalam rangka membentung kekuatan Komunis diwilayah tersebut.

seperti di kutip dari https://iwansuwandy.wordpress.com

Soal yang terakhir ini kita tidak bisa melepaskan dari  perkembangan sejak bermula kita melihat selama ini didalam Negeri  adanya pertentangan politik mengenai Pemerintahan,pimpinan Negara dan lain lain yang tidak habis-habisnya  yang meluas kedalam Angkatan Perang kita kecuali  itu janganlah kita lupakan bahwa  Republik kita ini juga belum lepas dari pada persoalan  Perjuangan lain, baik dalam persoalan Irian Barat menghadapi Belanda,maupun dalm persoalan ada dua blok didunia yang juga ingin  membikin Indonesia ini  menjadi  sesuatu  operasi  dari pada cold war yang berlaku itu (di Asia) sekarang ini.

seperti di kutip dari https://iwansuwandy.wordpress.com

Saya yakin bahwa dikalangan Perwira yang bnayk dihadapan saya  sekarang ini saya kira hamper 70 orang , tentu ada yang setuju  dengan tujuan daripada  mereka  yang telah memberontak di Padang , saya  sebut dengan tujuannya, aertinya tumuannya itu  Kabinet Hatta,Hemangakubuwono adanya  sesaat, adanya Pemerintahan yang tegas anti Komunis  dan Presiden  Sukarno Cuma  konstitutionil  Presiden. Mungkin disini ada yang setuju  saya akan menghormat, tujuan dari tiap-tiap  orang yang semacam itu.itu tersilah, Mungkin  ada yang setuju  dengan perbuatan  itu.Dalam soal ini saya tidak bisa menghormati . Tujuan Politik itu bisa disetujui  tapi  perbuatan itu tidak bisa disetujuinya.

seperti di kutip dari https://iwansuwandy.wordpress.com

Kita semua tahu bahwa ujian itu tidaklah mudah. Tetapi bagaimanapun sulitnya ,kalau kita mau maju terus  mencapai cita-cita bangsa dan Rakyat, yaitu satu Indonesia  yang bersatu jaya dan sejahtera  bagi seluruh rakyatnya, betapun rumitnya ujian itu, harus kita tempuh,. Dari penjelasan tentang situasi Tanah Air, dapatlah  kita pahami, bahwa anasir-anasir yang lebih mementingkan diri daripada  kepentingan bangsa  dan Rakyat, sudah menyatakan dirinya sebagai pemberontak, dengan segala kemampuan nya yang ada, dengan segala cara kaum pemberontak, sudah berbuat jauh bertentangan  dengan sumpah pemuda, bertentangan dengan Proklamasi 1945, bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara,bertentangan dengan Sumpah Prajurit.

seperti di kutip dari https://iwansuwandy.wordpress.com

Kita semua tahu bahwa penderitaaan Rakyat disebabkan karena belum bebasnya secara penuh Tanah Air kita ini dari sisa-sisa Kolonialisme terutama dilapangan ekonomi.Sekarang Rakyat selangkah demi selangkah secara postif menghapuskan sisa-sisa Kolonialisme ini. Dengan penuh rasa persatuan, saling mengerti akan tugasnya, terutama anatara angkatan Perang dan Rakyat,tugas pembebasan ini dilakukan dengan setia tanpa mementingkan diri sendiri.Tetapi kita melihat bahwa pukulan dari rakyat Indonesia terhadap Kolonialisme ini ternyata membikin beringasan orang-orang  avonturir yang mengabdi kepada kolonialsme . Seelsi alam tersu menerus terjadi dan ini akan berfjalan terus. Orang-orang ini dengan berbagai dalih, dengan menunggangi tokoh-tokoh daerah  yang sempit, dengan menggunakan kekuasaan yang diperolehnya dari Rakyat untuk memberontak.Karena  itu penilaian yang secepat-cepatnya dari kita tidak bisa lain pemebrontak ini adalah pengkhianatan! Pengkhianatan terhadap Proklamasi 1945, pengkhianatan terhadap UUD,Negara RI,pengkhianatan terhadap Sumpah Prajurit,Sumpah jabatan dan Saptamarga.

seperti di kutip dari https://iwansuwandy.wordpress.com

Tindakan-tindakan tersebut adalah tindkan yang wajar, suatu tindakan yang adil demi keselamatn Bangsa,Rakyat dan Tanah Air dijiwai oleh api cita-cita Rewvolusi Agustus 1945.Cita-cita yang senantiasa menuntun arah eprjuangan kita,cita-cita keramat bagi seluruh Bangsa Indonesia,kita harus bertindak setimpal terhadap kaum pemberontak itu. Jalan lain tidak da,demikian pula jalan-jalan mundur tidak ada,sepenuhnya kami menyetujui sikap Pimpina Angkatan Perang bahwa tindkan itu hanya ditujukan kepada yang bersalah.

seperti di kutip dari https://iwansuwandy.wordpress.com

Sandarn kaum pemerontak buka Rakyat, malainkan impian kekuatan asing, kekuatan kolonialisme. Memang kekuatan kolonialisme di Asia masih ada, Tetapi terang bahw akekuatan ini sedang dengan secepat menuju keproses keruntuhannya. Sebaliknya kekuatan rakyat inti Kolonialisme sedang tumbuh berkembang ddengan kemungkinan tak terbatas. Kaum pemberontak bersandar kepada kekuatan yang lapuk, sebaliknay kita berada dalam kandungan  kekuatan Raksasa rakyat yang sedang tumbuh. Inilah  yang meyakinkan kami,bahwa kaum pemberontak pasti  dapat kita hancurkan, betapapun sulitnya.

seperti di kutip dari https://iwansuwandy.wordpress.com

Jam D pendaratan 1 bn kko didaerah airtawar dan paratroop di tabing dan sekitarnya ttk jam D tambah 30 menit sampai jam D tambah 210 menit  pemboman objek-objek militer  termasuk jembatan-jembatan ttk jam D tambah 30 menit kapal-kapal mendekati pantai ttk jam D tambah 35 menit waktu untuk 1 bn Infanteri dan komando rtp 2 mendarat ttk jam D tambah X menit pendaratan dari keseluruhan rtp-rtp time table 2 rtp I akan menduduki solok dan pajakumbuh kurungbuka kemungkinan rtp 1 ini adalah pasukan yang dipimpin oleh kaharudin nasution yang bergerak dari timur kuruntutup ttk rtp 2 menduduki jembatan muarapenjalinan dan mengambil over dari rpkad tabing dengan 1 bn cadangan ttp rtp 3 mnduduki padang dan telukbayur ttk konosildasi sesudah itu tt IV keteragan-kterangan sesudah itu kko mendarat akan diberi tanda dengan 2 sein hijau ttk jika mendapat perlawanan yang sengit akan diberi seinmerah ttk batas dari komadua  pancangan kaki komadua kurungbuka bechea kurungtutup akan diberi tanda panels kuning/oranye ttk headquarters dri komando bersama rtp3 berada dikapal tampomas ttk auri akan mempergunakan pbr dan rgt sebagai landasan untuk untuk pemberian penembakan dan drop ttk habis(X)0414 1900 =

seperti di kutip dari https://iwansuwandy.wordpress.com

Sungguh suatu kejadian perlu mendapat perhatian para pencipta teknis pesawart P 22. Wlaupun kita diganggu,kita harus diam saja.Perlunya agar mereka mengira bahwa suaranya tidak bisa kita tangkap (ingat jarak capai dari pesawat P 22).Disamping itu ada satu hal lagi yang dapat merhasiakan pembicaraan kita melalui P 22 yaitu mengunakan bahsa jawa halus. Cara ini setelah dilakukan ternyata musuh menjadi marah dan jengkel, karena tidak mengethui pembicaraan kita buktinya mereka pernah masuk dalam channel kita dengan memgatakan Kalau berani  tentara  Sukarno sipaya mengunakan bahasa Indonesia,tetapi kita diam saja.

seperti di kutip dari https://iwansuwandy.wordpress.com

Yang bersangkutan saya kenal , karena gendut dianmakan si Buncik, beliau setelah pendaratan APRI ikut mengungsi ke pedalaman dan setelah itu tidak pernah ditemukan laigi informainya, KTP ini ditemukan bersama arsip yang bersangkuta lainnya termasuk SK pengangkatannya jadi anggotaKepolisian Negara RI di tempat sampah kertas bekas dari arsip-arsip brimob Sumbar   yang dibuang dan digunakan untuk membersihkan tangan di bengkel POLDA Sumbar d jalan sawahan dekat stasiun kereta api waktu saya menservis ganti oli kendaraan dinas jsaya jeep willys 1957 disana.sebagian arsipnya sudah saya serahkan kepada putrinya Lien yang menikah dengan putra saudara nenek mantu saya grace iteri putra saya anton.

seperti di kutip dari https://iwansuwandy.wordpress.com

Serangan dilaksanakan. Pemerintah pusat menyerang Padang. Padang dijatuhi bom-bom yang mengakibatkan kota ini hancur. Banyak rakyat padang yang mengungsi ke daerah Solok dengan membawa barang-barang seadanya yang dapat ibawa. Tokoh-tokoh PRRI ditangkap. PRRI mendapat dukungan Permesta. Akhirnya PRRI dapat ditumpas. Setelah PRRI berhasil ditumpas maka untuk mencegah munculnya pemberontakan serupa Suprapto diangkat menjadi Deputi Republik Indonesia Staf Angkatan Darat Untuk Wilayah Sumatra yang bermarkas di Medan. Peristiwa ini meninggalkan trauma bagi rakyat Sumatra.

seperti di kutip dari https://iwansuwandy.wordpress.com

Segera para wanita Ibu ,kakak dan adik sembunyi diruang perlindungan yang sudah dipersiapkan satu minggu yang lalu dibuat dalam tumpukan karung berisi pasir mengeliling tempat tidur, tetapi karena serangan bom mortir tambah gencar,serta lubang perlindingan sangat pengap, Para wanita dari keluarga kami malam tersebut saya dan akak lelaki mengantarkan mereka berlindung dirumah Paman di kompleks  kampung Pondok Namanya (sekarang jalan Niaga), hal ini diprtuskan ayah berdasarkan pengalaman saat serangan pendudukan jepang tahnun 1942 yang lalu,

seperti di kutip dari https://iwansuwandy.wordpress.com

Teman-teman di fakultas kedokteran tahun 1963-1972 ada beberapa eks Tentara Pelajar PRRI ,dan ada yang berasal dari solok, dan ada juag anak kapolres Pariaman masa PRRI, mereka seluruhnay akhirnay jadi dokter dan bertugas di suamtera barat. Duluntya sebelum PRRI  diproklamirkan telah dimualai mendirikan Fakultas kedoteran di Baso dekat Payakumbuh, sisas-sias bangunannya masih ada sedikit, dan baru setelah PRRI  Fakultas kedokteran Universitas Andalas di Pindahkan ke Padang di Air Tawar, dan sekarang sudah dipindahkan Ke jalan Jati Kota Padang/Salam buat mereka Uda Baidar, Cheir, dan Anja NazarAnja pernah bertugas di sulit air, dan pasien saya saat bertugas di solok tahun 1974 sampai 1979  banyak dari Saninbakar yang lokasinya diseberang danau singkarak.

seperti di kutip dari https://iwansuwandy.wordpress.com

Situasi di kampung yang semula terasa meriah dan menggembirakan setelah terbentuknya PRRI tidak berlangsung lama.Tak lama kemudian terjadi penyerbuan oleh tentara pusat, dan ada pula kabar bahwa dua batalyon tentara menyambut kedatangan tentara pusat.Perasaan optimis kemudian terganggu, situasi semakin tidak jelas, penuh kekuatiran dan kecurigaan.Orang-orang sudah merasa tidak aman lagi jalan sendirian, bisa saja ditangkap karena dicurigai.Kita tidak tahu lagi siapa lawan dan siapa kawan ketika itu.

seperti di kutip dari https://iwansuwandy.wordpress.com

Suatu hari ibu dan kakak saya mencari pedati dan mengumpulkan barang-barang yang penting-penting saja untuk dibawa.Agar tidak ketahuan oleh orang orang lainnya, kami diam-diam perginya.Kalau masyarakat tahu, pastilah semua pada ikut mengungsi.Ibu saya berpendapat kampung jangan ditinggal.Pagi-pagi sekali, sekitar pukul tiga pagi, pedati yang membawa barang barang bawaan kami berangkat duluan.Kami buat tiga rombongan, seolah-olah ada urusan ke sawah, ke ladang, ke pasar atau ke mana saja.Memang setiap ada yang melihat kami, orang orang selalu bertanya, mau kemana kalian?

seperti di kutip dari https://iwansuwandy.wordpress.com

Malam hari, bila telah terdengar suara rentetan tembakan senjata api, atau dentuman granat. Kami segera berkumpul dan bersembunyi didalam lubang di kolong rumah dapur tersebut. Dengan hati berdebar dan rasa takut kalau-kalau ada peluru yang nyasar kearah kami. Aku selalu dalam pelukan umi , aku dengar dia selalu berdo’a, untuk keselamatan kami semua. Juga kakak-kakakku yang sudah bisa mengaji, mereka juga berdo’a sambil berbisik, kadang sambil me-lantunkan ayat Al-Qur’an yang mereka hafal dengan lirih. Suasana hening mencekam, matapun tidak dapat dipejamkan untuk tidur, karena semua tegang, dalam suasana perang yang kami tidak tahu kapan akan berakhirnya.

seperti di kutip dari https://iwansuwandy.wordpress.com

Satu persatu mulai bangun dan keluar dari lubang perlindungan, udara subuh diluar lubang perlindungan begitu dingin, embun turun menyelimuti tanah, kelihatan seperti kapas beterbangan ketika ditimpa cahaya lampu tempel yang disangkutkan di paku dekat pintu rumah dapur, semua mendekapkan tangan kedada melawan dinginnya udara subuh, ada yang menggigil kedinginan hingga giginya gemertakan, yang pakai sarung menutupi seluruh tubuhnya hingga yang kelihatan hanya muka, atau yang memakai kain panjang menyelimuti badannya. Belum semuanya tenang, suasana masih mencekam, tapi tidak seperti beberapa jam sebelumnya, disaat suara tembakan dan dentuman senjata api saling bersahutan.

seperti di kutip dari https://iwansuwandy.wordpress.com

Bersama ini surat ananda khabarkan  pada Ibunda . amada telah selamat sampai di Padang Panjang jam 11.45 dan tidak kurang suatu apapun  berkat doa ibu  dan ayah  sekeluarga. Tentang kepindahan ananda telah bicarakan  sama bapak  Saleh ,dia tidak menyetujuinya hanya  maklumlah  kantor baru dibuka  oleh sebab itu  tentu segala nya tentu memakan  waktu agak  sebulan ,persenang saja lah hati Ibunda  jangan suka mendengar  kata-kata orang diluar , selain dari itu  ananda adalah sehat  saja dan  begitu pula  hendaknya  ibu dan ayah  sekeluarga

seperti di kutip dari https://iwansuwandy.wordpress.com

Pekanbaru dan Padang berjarak kurang lebih 300 km, dengan waktu tempuh sekitar 7 jam perjalan darat. Kendaraan umum yang biasa di gunakan adalah Bis, seperi Yanti Group, Sinar Riau, ANS, dll. Atau bisa juga menggunakan travel seperti Bumi Minang Wisata. Kalau mau cepat anda bisa menggunakan travel “gelap” yang banyak berkeliaran di simpang Panam, Pekanbaru. Tarif angkutan umum ini berkisar antara 70- 90 ribu. Yang penting pintar menawar saja hehe.. Kalau anda ingin lebih leluasa, efisien waktu dan nyaman, sewa mobil saja dengan tarif sekitar 250 ribu perhari. Yang disayangkan adalah tidak adanya penerbangan komersial dari Pekanbaru ke Padang, kabarnya dulu pernah ada namun tidak bertahan lama karena pihak travel merasa di rugikan.

seperti di kutip dari https://iwansuwandy.wordpress.com

Tidak begitu jauh dari bangkinang, terdapat sebuah desa wisata yang bernama pulau Belimbing (Bukan pulau beneran, tapi cuma nama aja ). Dari ruas jalan utama, pintu masuk desa pulau belimbing hanya berjarak  2 kilometer saja. Yang unik didesa ini adalah rumah Lontiok yang berumur ratusan tahun. Rumah Lontiok adalah rumah tradisional di Kabupaten Kampar, khususnya di pulau Belimbing ini. Lontiok artinya lentik, alias melengkung ke atas. Atap rumah Lontiok ini melengkung ke atas, namun tidak selentik rumah adat di Sumbar.

seperti di kutip dari https://iwansuwandy.wordpress.com

Setelah menempuh perjalanan 3,5 jam , kami sampai di kelok 9 yang tersohor itu. Disebut kelok 9 karena memang jalan disini terdapat kelokan tajam yang menanjak dan menurun sebanyak 9 kali belokan. Sangat diharamkan buat anda yang baru belajar menyetir untuk mencoba melalui kelokan maut ini Karena sulitnya medan kelokan ini, tidak heran kalau disini sering terjadi macet panjang. . Untuk mengatasi itu, maka dibuatlah jembatan layang yang sangat tinggi serta memutar dan menanjak/menurun dengan landai.

seperti di kutip dari https://iwansuwandy.wordpress.com

Menurut keterangan 1300 orang sisa Pemberontak PRRI dipusatkan didaerah ini ,terdiri dari 500 orang apa yang mereka namakan “KKO PRRI” dibawah pimpinan Kapten pemberontak Ali Sjahruddin yang terdiri dari Pemuda-Pemuda Pasar dan Preman Pakanbaru dan sekitarnya. 500 orang lagi dari Pasukan  yang mereka namakan SKDR(Staf Komando Dearah riau) dibawah pimpinan  Mayor pemberontak Sjamsi nurdin,yang sebagian besar  terdiri dari Pelajar dan 5000 orang lainya lagi  dari pasukan yang mereka namakan “ Baringin Sati” dan kemudian ditukarnya dengan nama “Harimau Minang” dibawah pimpinan malin Maradjo.

seperti di kutip dari https://iwansuwandy.wordpress.com

Kesemuanya harus dikoordinir sebaik-baiknya oleh kemampuan komunikasi PHB. Betapa pentingnya peran PHB, selama pasukan infantry bergerak mngulung pemberontak PRRI,tidaklah perlu diapnjang lebarkan ceritanya.Akan tetapi, satu hal penting dikethui dan dicatat oleh para tokoh PHB , bahwa akibat dipelajarkan nya vak PHB di SSKAD,PPPL dan lain sebagainya, kami sekarang benar-benar melihat,setiap Komandanpasukan (didaerah bekas PRRRI) tidak pernah pisah dengan Komanda PHBnya,kemanapun beliau pergi atau membuat siasat pertempurannya. Ini adalah suatu kemajuan yang snagat mengembirkan ,yang berrati pula timbulnya suatu kenyataan bahw aPHB, tahu 1958 itu benar-benar lin dengan PHB tahanu 1945 sampai dengan tahun 1957.Keuntungan lain ialah apabila Negara kita cq APRI akan merencanakan dan melaksanakan operasi militer bersama diantara Angkatan Darat.Laut dan udara,para Prajurit PHB tidak pelu kuatir lagi,karena segala sesuatunya tentu sudah dipikirkan oleh atasan,tidak seperti pada tahun-tahun yang lalu.

seperti di kutip dari https://iwansuwandy.wordpress.com

Memang benar, arti BR itu hanya Banteng Raiders saja, tetapi ada sementara anngota yang mengartikan dengan “Bojok remuk”,kecuali  kita harus menarik pelatuk senjata kalau bertempur dengan musuh gaya berat dari P 22 Scr 694 G.N. dan segala perlatanya harus dipikul dengan tenaga yang ada pada kami . bantua rakyat tidak mungkin diharapkan karea lecuali mereka sudah terlalu mendarah daging diracuni propaganda PRRRI denga anati Pusatnya, juga rakyat tidak baik dibawa dalam pertempuran yang tarsus menerus itu.

seperti di kutip dari https://iwansuwandy.wordpress.com

Dalam resepsi penutupan Kongres Ilmu Pengetahuan Nasional di Malang hari Juma’at siang ini Prsediden sukarno mengajak para sarjana yang berkumpul dikota ini untuk berani mengadakan revolusi pula dalam ilmu pengetahuan.Dikatakannya bahwa kita sampai sekarang masih saja memakai system falsafah teori politk dan outlook yang using,yang dilahirkan dalam abad yang lalu,abad lahirnya industrial revolution, sedasng kita kini hidup dalam abad nuclear revolution.Presiden  menyatakan,bahwa kaum sarjana harus berani think and rethink ,terus berusaha mencari kebenaran dan mengabadikan Ilmu Pengetahuan pada masyarakat yang bercita-citkan Keadilan dan kemakmuran.

seperti di kutip dari https://iwansuwandy.wordpress.com

Sekali lagi Presiden menrangkan tentang pentingnya modal(modal nasional dan kalau perlu pinjaman, tetapi jangan investasi modal  asing) Mangerial Knew how (dimana science penting sekali)  dan suasana (terutama  suasana politik)  yang baik bagi pembangunan.Berkali-kali Presiden  mengemukankan perlunya  kaum sarjana melakukan her-orientasi ,karena  tanpa ini Ilmu Pengetahuan  akan beku, mati, menjadi bangkai,.Terutama  dikemukakannya  pentingnya kaum sarjana  untuk menyelenggarakan  blue-print Pembangunan sesudash  ini disetujui oleh DPR kelak.

seperti di kutip dari https://iwansuwandy.wordpress.com

MASUK PARTAI ATAU TIDAK? SEMUA PEGAWAI NEGERI GOLONGAN F  HARUS MEMBERI KETERANGAN                                                                                                                        KSAD Letnan Jendral A.H.Nasution  selaku Pneguasa Perang Pusat telah mengeluarkan surat perintah kepada semua kepala Urusan pegawai dari semua Kementerian dan Instasi Pemerintah Pusat, yang mewajibkan mereka untuk menyampaikan Laporan mengenai Keanggotaan Partai Politik daripada semua Pegawai negeri Golongan “F” yang administratip berdada dalam pengurusannya., harus disampaikan  kepad penuasa Perang Pusat KSAD,dalam hal ini pejabat yang ditunjuk ialah Assisten I KSAD paling lambat tgl 30 Nopember 1958.                                   Surat Perintah ini dikeluarkan atas dasar pertimbangan dalam hubungan dengan penyelenggaraan ketertiban dan keamanan umum dalam intasi pemerintah.Jurubicara KSAD menegaskan  bahwa hal itu adalah salah satu pasal menyatakanSetiap Pegawai negeri  wajib memberikan segala keteranagn yang diperlukan oleh Pemerintah  Perang bila keterangan tsb sangat diperlukan untuk kepentingan ketertiban Umum maupun bila dperlukan untuk menegakkan kelancaran roda pemrintahan,demikian letnan colonel Pirgandie.

seperti di kutip dari https://iwansuwandy.wordpress.com

Rencana Normalisasi Keadaan yang dibicarakan Kabinet merupakan langkah normalisasi  yang menjadi follow up  atau kelanjutan sesudah berhasilnya tindakan tegas dan Operasional mematahkan potensi pemberontakan di sumatera barat  dan Sulawesi utara. Terutama rakyat didaerah-daerah  tersebut sedang mdnantikan kelanjutan  langkah-langkah  untuk menormalisasikan  daerahnya sesudah  beberapawaktu  lamanya daerah tersebut  dikocar-kacirkan  para pemberontak  dan dirugikan  kerkayaan dan harta –Benda daerah  dan rakyat olh  Petualang-petualang itu dan  mengalami  kerusakan tidak sedikit.

seperti di kutip dari https://iwansuwandy.wordpress.com

Betapa hebatnya penderitaan rakyat daerah selama pemberontakan itu, krugian yang dialami rakyat berupa harta milik dan korban jiwa serta perlakuan lainnya yang tidak kenal perikemanusiaan ,dapatlah kita ketahui jelas baik dari keterangan umum dan bekas Komandan “operasi 17 agustus” di sumatera barat  Kolonel Ahmad yani .Selain korban manusia yang diderita Rakyat ,pun kesukaran yang dialami sebagai akibat pemberontakan  seperti kekuranagn beras,obat-obatan, sekolah bagi pemuda pelajar dan mahasiswa ,kerugian materiiil seperti alat-alat kantor dlll yang dilarikan pemberontakan,Semuanya itu tentunya menjadi efek dari rencana Pemerintah kearah normalisasi keadaan daerah sesudah pemberontakan.

seperti di kutip dari https://iwansuwandy.wordpress.com

Pada saat sesudah Kota Padang dibebaskan ARI, sekolah tetap berjalan dengan lancer hanya keuliatn guru, guru-guru dimana saya sekolah SMP FRater,kecuali frater masih ada beberapa orang,ada pelajaran yang gurunya masih baru dan belum begitu pengalaman sehingga sebagai murid kita harus aktif belajar mandiri,saya banyak belajar dari buku-buku yang saya peroleh saat mengikuti pertandinagn tennis meja di Surabaya tahun 199,dan tennis di semarang tahun berikutnya sehingga berhasil lusu ujian Negara sMP dengan nilai yang lumaya, kami hanya lulsu 8 orang dari 32 murid kelas III jurusan B,inilah hasil SMP Frater yang paling jelek dalam sehjarah sejak berdiri, dan hanya 5 orang yang diterima di SMA Don Bosco jurusan B,kami seluruhnya yang lim aorang tiga orang jadi dokter,2 orang lulus fakultas tehnik,sedang yang tidak diterima terpaksa sekolah di SMA Adabiah,dan yang tidak lulsu terpaksa mengulang tahun berikutnya,

seperti di kutip dari https://iwansuwandy.wordpress.com

Guru say Ahli Paru Prof Ilyah dt batuah mengayakan kepada saya bahwa akibat penderitaan rakyat baik fisik maupu mental,sejak setelah PRRI penderita penyakit TBC Paru sangat meningkat,dengan sangat gigih kami yang bertugas di suamtera barat sebagai doker telah berusah dan berhasil mengobati dan mencegah berkembangnay penyakit TBC paru tersebut,saat saya bertugas di solok tahun 1974-1979,saya menemui sangat banyak rakyat Minang asal solok yang menderita TBC=paru dan saya telah membantu mereka dengan program terapi murthakhir dengan biaya sangat ekonomis untuk membuat penyakit jadi inaktif dan mencegah penularannya lebih lanjut,saya harap saat ini permaslahan TBC paru tersebut dapat teratasi.

seperti di kutip dari https://iwansuwandy.wordpress.com

Berhubung dengan itu maka Manai Sophiaan berpendapat bahwa kewajiban Pemerintah sekarang ialah menyelidiki Pngkalan terbang Asing  manakah yang dipakai untuk memberangkatkan  Peasawt terbang Asing yang disewa oleh kaum Pemberontak.Dalam hubungan ini ,Manai Sphiaan memperingatkan bahwa PM Djuanda dalam keterangannya kepada Parlemen pernah menyatakan  bahwa apabila Pemrintah Indonesia dihadapkan terus-menerus  pada kenyataan tentang  dipakainya Lapangan terbang  oleh Kaum Pemberontak PRRI/Permesta ,maka

seperti di kutip dari https://iwansuwandy.wordpress.com

Patut ditambahkan bahwa seperti diberitakan  Kantor berita Antara, menjelang perayaan ulang tahun ke-13 RI baru-baru ini di Menado masih terjadi serangan oleh pesawat terbang asing guna mengacaukan perayaan itu.Manai membernarkan ketika salah seorang wartawan mengatakan bahwa  seklaipun berita tentang Pengacauan Pemberontak dengan peswat asing itu sudah  agak terlambat ,tapi soalnya kalau bisa menjelang hari Preoklamasi tempo hari,maka unya juga bisa diulangi lagi dihari-hari yang akan datang, lebih-lebih jika kitta kurang waspada.

seperti di kutip dari https://iwansuwandy.wordpress.com

Penguasa Perang Daerah Swatantara I Jakrta Raya Letkol E.Dachjar mulai tanggal 20 Agustus 1958 melarang semua kegiatan dan berdirnya partai,Badan dan Yaysan dri golongan Kuomintang dalam daerah hokum Jakarta. Dalam larangan itu dimaksud juga badan yang menjadi bagian atau sehaluan dengan Kuomintang termasuk cabang-cabang dan ranting-rantingnya.Yang dimaksud dengan partai Kuomintang ialah A.Tjanang,Bagian,Ranting dari partai tersebut.B.Organisasi ,Badan,Yayasan yang sehaluan dengan partaitersebut.C.Badan Hukum dimana terdapat diantara Pengurus,Direksi,Komisaris,Pemegang Saham atau Pegawainya terdapat orang jadi atau pernah jadi anggota partai Kuomintang.

seperti di kutip dari https://iwansuwandy.wordpress.com

Amerika Serikat Sabtu 23-8 secara tidak langsung memperingatkan RRC supaya jangan sampai berusaha merebut Quemoy atau Matsu karena langkah itu bisa membahayakan Perdamaian didaerah sekitarnya.Peringatan ini tercantum didalam surat dari Mentyeri Luar negeri AS Dulles kepada Ketua seksi Luar negeri Majeleis Rendah  AS Thomas Morgan dan morgan dengan segera mengumumkannya.Dalam surat tadi Dulles mengatakan bahwa merasa “gelisah”bahwa Angkatan Perang RRC dipesisir Tiongkok  Drat yang letaknya seberang Menyeberang dengan Pulau Quemoy,Matsu dlll yang didduki pasukan Kuomintang diperkuat. Surat dulles tadi adalah Jawaban terhadap surat Morgan Juma’at ini  dalam mana Morgan mengatakan bahw aia “merasa kuatir” memperhatikan Laporan bahwa Angkatan Udara RRC disebrang Pulau Quemoy dan Matsu sedang diperkuat.

seperti di kutip dari https://iwansuwandy.wordpress.com

Kata dulles dalam suratnya AS sungguh merasa gelisah dengan adanya bukti tentang Pemusatan Kekuaatan Komunis tiongkok.Hal ini menimbulkan dugaan bahwa mereka(RRC) mungkin akan ken goda untuk mencoba merebut dengan kekerasan Pulau Quemoy atau matsu.Saya kira akan sangat besarlah resikonya bagi setiap orang yang berkata bahwa seandainay Komunis Tiongkok mencoba mengubah keadaan ini dnegan kekerasan dan mencoba menyerang dan menaklukan Pulau-pulau itu,maka hal itu dapat mwrupakan operasi yang terbatas sja, saya kuatir bahwa perbuatan semacam itu akan berarti ancaman terhadap Perdamaian daerah itu,.Oleh sebab itu saya mengharapkan dan saya percaya bahwa itu tidka akan terjadi kata dulles.

seperti di kutip dari https://iwansuwandy.wordpress.com

Pres. Eisenhower: “Congress has made clear its recognition that the security of the Western Pacific is vital to the security of the United States, and that we should be firm. The Senate has ratified by overwhelming vote, security treaties with The Republic of China, covering Formosa and The Pescadores, and also the Republic of Korea. We have a mutual security treaty with the Republic of The Philippines which, situated so close as it is to Formosa, could be next in line for conquest if Formosa into hostile hands.”

seperti di kutip dari https://iwansuwandy.wordpress.com

Saya jadi ingat saat bertugas di Solok tahun 1974, ketika bersama orang tua naik mobil pribadi toyota Corolla 1000 cc, hamper saja menabrak seorang anak kecil umur 4 tahun yang tiba-tiaba lari  menyebrang dari rumahnya, untung saya dapat mengrem karena jalan mobil cukup pelan saat itu lagi ramai hari pasar, tiba-tiba orang—orang drai pasar lari menyerbu hendak merusak mocbil, saya saat itu berpakaian preman, keluar mencabut revolver dan siap untuk menembak perinagtan keatas , dan melihat anak tersebut diatas kap mobil dan ternyata masih hidup dan sehat, dan beberapa polisis lalulintas  dari polres Solok berteriak itu dokter polisi dan saya selamat dari serbuan rakyat.

seperti di kutip dari https://iwansuwandy.wordpress.com

Bertempat di Gedung fakultas Muhamadijah Guguk Malintang Padang Pandjang                                                                                                                                  mulai Djam 10 pagi                                                                                                                  ATJARA                                                                                                                                             1.Uraian dri walikota Kepala daerah Kotapradja P.P

seperti di kutip dari https://iwansuwandy.wordpress.com

Allan Pope was brought to trial before a military court on December 28, 1959. He was accused of flying six bombing raids for the rebels and killing twenty-three Indonesians, seventeen of them members of the armed forces. The maximum penalty was death. During the trial, which dragged on for four months, Pope pleaded not guilty. He admitted to flying only one combat mission, that of May 18, 1958. The other flights, he testified, were of a reconnaissance or non-combat nature. Contrary to the assertion that he had signed a $10,000 contract, Pope insisted he got only $200 a flight.

seperti di kutip dari https://iwansuwandy.wordpress.com

Keadaan dikota Padang sudah aman,saya sekolah dengan lancar, dan saya diutus oleh Perkumpulan Tennis Meja Seluruh Indonesia cabang Padang selaku juara Tennis meja SUMBAR mengikuti Kejuaraan tennis meja se Indonesia di Surabaya dikawal oleh Mayor Sutrisno, orang tua mengajak famili saya yang lagi sekolah sekolah menengah Farmasi di jakarta Nyo Oen Sam (Iparnya Dr Ronny Handoko spesialis Kukit  Jakarta), inilah perjalan saya pertama ke Jawa naik pesawat terbang ke Jakarta dan dari Jakarta naik Kerata Api ke Surabaya,nginap di Hotel Brantas, sayang saya gagal di babak kedua karena bertemu dengan juara Indonesia,

seperti di kutip dari https://iwansuwandy.wordpress.com

Saat menemukan sungai kecil dan jernih yang pantas untuk bertahan hidup, maka barulah diputuskan untuk beristirahat dan membuat tempat berteduh dari kain terpal dan plastik atau kalau sekiranya akan lama berada di tempat itu, membuat dangau apa adanya.Kadang-kadang, dalam perjalanan yang bagi sebagian besar anggota rombongan ini tidak mengetahui arahnya, juga terdapat tempat-tempat yang sangat sulit mendapatkan air, walau seteguk.Ada jenis pohon-pohon tertentu yang meneteskan air di pagi hari, dan air ini dapat langsung diminum, sehingga merupakan kesempatan mendapat pelepas dahaga.

seperti di kutip dari https://iwansuwandy.wordpress.com

Pembahasan masalah PRRI-Permesta memang akan terkait pada peranan tokoh-tokoh sentral Presiden Soekarno, Perdana Menteri Djuanda, Nasution dan peranan PKI di belakang layar, di samping tokoh-tokoh anti-Jakarta seperti Kolonel Zulkifli Lubis dan Letnan Kolonel Ahmad Husein, Sjafruddin Prawiranegara, Mohammad Natsir, Burhanuddin Harahap, Mr. Moh. Rasjid dan lain-lain tak terkecuali keterlibatan pihak asing, khususnya kakak-beradik, John Foster Dulles, Menteri Luar Negeri A.S serta Kepala CIA W. Alien Dulles waktu itu.

seperti di kutip dari https://iwansuwandy.wordpress.com

Mungkin karena saya sering bertanya-tanya tentang keabsahan penganugerahan Pahlawan Nasional tersebut, akhirnya saya kemudian diundang untuk mengikuti pertemuan para ahli sejarah pada awal Januari 2012. Pertemuan tersebut sebenarnya sedang membahas tentang rencana pemberian gelar pahlawan nasional, bagi seorang tokoh untuk peng-anugerahan direncanakan akan diberikan pada tahun 2012 ini (lihat foto dikanan). Hadir dalam pertemuan tersebut pimpinan organisasi Pembela Tanah Air (PETA), pimpinan organisasi Tentara Pelajar (TP), pimpinan organisasi Legiun Veteran, para Doktor ahli-ahli sejarah dari perguruan tinggi dan juga para ahli sejarah dari TNI.

seperti di kutip dari https://iwansuwandy.wordpress.com

Pada tanggal 19 Desember 1948, kota Jogjakarta diduduki oleh Belanda. Soekarno dan Hatta kemudian ditangkap untuk diasingkan ke Pulau Bangka (foto dikiri). Rupanya sebelum ditangkap, sang Dwi-tunggal sempat mengadakan rapat dan memberikan mandat kepada Syafruddin Prawiranegara untuk membentuk pemerintahan sementara. Sehingga pada tanggal 22 Desember 1948, dibentuklah Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI), dengan Mr. Syafruddin Prawiranegara, sebagai Ketua PDRI. Kantor Pemerintahan Indonesia saat itu, antara lain berpindah dari Jogjakarta ke Bidar Alam, Sumatra Barat  (foto dikanan). Berikut Pidato Syafruddin yang sangat terkenal, saat ia dilantik (tentu bahasa aslinya dalam ejaan lama) :

seperti di kutip dari https://iwansuwandy.wordpress.com

Pada awal tahun 1958, Pemberontakan PRRI terjadi akibat ketidakpuasan daerah terhadap pemerintah Soekarno-Hatta, karena ketimpangan sosial yang terjadi dan juga semakin menguatnya pengaruh komunis (terutama PKI). Syafruddin diangkat sebagai Presiden PRRI yang berbasis di Sumatera Tengah (foto dikanan). Namun pemberontakan ini hanya berlangsung kurang dari setahun. Pada bulan Agustus 1958, perlawanan PRRI dinyatakan berakhir dan pemerintah pusat di Jakarta berhasil menguasai kembali wilayah-wilayah yang sebelumnya bergabung dengan PRRI. Keputusan Presiden RI No.449/1961 kemudian menetapkan pemberian amnesti dan abolisi bagi orang-orang yang tersangkut dengan pemberontakan, termasuk PRRI.

seperti di kutip dari https://iwansuwandy.wordpress.com

Lalu saya bertanya, “Apakah Soeharto bisa diusulkan menjadi Pahlawan Nasional ?”. Nampaknya salah satu hal yang mempersulit Soeharto untuk menerima penghargaan ini adalah, kebijakan “ genocide ” (pembunuhan massal tanpa proses hukum) yang pernah ia dilakukan. Peristiwa Genocide ini terjadi setelah perisitiwa G-30-S PKI dan juga peristiwa Pembunuhan Misterius (petrus). Buku-buku sejarah menunjukkan dan juga bahkan tulisan Soeharto sendiri menjelaskan, bahwa kebijakan Genocide , memang perintah yang dikeluarkan Soeharto. “Lalu bagaimana dengan Gus Dur”, tanya saya. Menjawab pertanyaan ini, para ahli sejarah terkesan hati-hati. Namun menurut mereka, salah satu kriteria gelar pahlawan adalah pernah memimpin perlawanan bersenjata terhadap penjajah.


Baca juga :

Hudhaifa bin Al-Yaman came to Uthman at the time when the people of Sham and the people of Iraq were Waging war to conquer Arminya and Adharbijan. Hudhaifa was afraid of their (the people of Sham and Iraq) differences in the recitation of the Qur’an, so he said to ‘Uthman, “O chief of the Believers! Save this nation before they differ about the Book (Quran) …” So ‘Uthman sent a message to Hafsa saying, “Send us the manuscripts of the Qur’an so that we may compile the Qur’anic materials in perfect copies and return the manuscripts to you.” Hafsa sent it to ‘Uthman. ‘Uthman then ordered Zaid bin Thabit, ‘Abdullah bin AzZubair, Said bin Al-As and ‘AbdurRahman bin Harith bin Hisham to rewrite the manuscripts in perfect copies. ‘Uthman said to the three Quraishi men, “In case you disagree with Zaid bin Thabit on any point in the Qur’an, then write it in the dialect of Quraish, the Qur’an was revealed in their tongue.” They did so, and when they had written many copies, ‘Uthman returned the original manuscripts to Hafsa. ‘Uthman sent to every Muslim province one copy of what they had copied, and ordered that all the other Qur’anic materials, whether written in fragmentary manuscripts or whole copies, be burnt. …”

seperti di kutip dari https://infotekkom.wordpress.com

Jadi, seprti kita tahu, semua naskah yang tidak sesuai dengan naskah yang sudah distandardisasi oleh Usman itu kemudian dibakar. Hanya teks milik Hafsah saja yang dikembalikan. Padahal menurut saya, dalam perkembangan sejarah kitab-kitab suci manapun, berbagai referensi sumber sejarah yang berbeda sekalipun tetap diperlukan, agar didapatkan data dan informasi yang nilainya berbeda-beda sesuai catatan aslinya. Bagaimanapun, arsip dan dokumentasi terlalu penting untuk dibuang. Akibatnya kini, Islam tak mempunyai lagi naskah-naskah asli berbagai koleksi milik para sahabat Muhammad. Ini amat disayangkan.

seperti di kutip dari https://infotekkom.wordpress.com

Allah sent Muhammad with the Truth and revealed the Holy Book to him, and among what Allah revealed, was the Verse of the Rajam (the stoning of married person (male and female) who commits illegal sexual intercourse), and we did recite this Verse and understood and memorized it. Allah’s Apostle did carry out the punishment of stoning and so did we after him. I am afraid that after a long time has passed, somebody will say, `By Allah, we do not find the Verse of the Rajam in Allah’s Book,’ and thus they will go astray by leaving an obligation which Allah has revealed.

seperti di kutip dari https://infotekkom.wordpress.com

Hadits ini menunjukkan kepada kita, bahwa ayat yang berisikan aturan tentang penghukuman rajam terhadap para pezina sudah tidak ada lagi di Qur’an yang baru (pasca standardisasi). Dengan kata lain, ada ayat telah yang hilang akibat proses seleksi yang berlebihan. Fatal memang, karena sampai menghilangkan ayat. Mengapa saya katakan demikian? (mohon maaf kepada teman-teman Muslim) Ini adalah karena Khalifah Usman mempunyai kontrol yang terlalu berlebihan terhadap teks-teks Al Qur’an pada waktu itu. Hal ini ditunjukkan misalnya dalam mengambil keputusan apakah suatu ayat telah diubah atau tidak. Disini, Usman pernah berselisih paham dengan Ibn-az-Zubair perihal tsb :

seperti di kutip dari https://infotekkom.wordpress.com

Ibn Abbas said he asked Uthman[1] what had induced them to deal with al-Anfal[2] which is one of the mathani[3] and with Bara`a[4] which is one with a hundred verses, joining them without writing the line containing “In the name of God, the Compassionate, the Merciful,”[5] and putting it among the seven long ones. When he asked again what had induced them to do that, Uthman replied, “Over a period suras with numerous verses would come down to God’s messenger, and when something came down to him he would call one of those who wrote and tell him to put these verses in the sura in which such and such is mentioned, and when a verse came down he would tell them to put it in the sura in which such and such is mentioned. Now al-Anfal was one of the first to come down in Medina and Bara`a was among the last of the Qur’an to come down, and the subject-matter of the one resembled that of the other, so because God’s messenger was taken without having explained to us whether it belonged to it, for that reason I joined them without writing the line containing `In the name of God, the Compassionate, the Merciful,’ and put it among the long suras.” (Mishkat Al-Masabih: Ahmad, Tirmidhi and Abu Dawud transmitted it. (tr. by James Robson, Sh. Muhammad Ashraf, Lahore, p. 470)

seperti di kutip dari https://infotekkom.wordpress.com

Selanjutnya, hasil akhir dari standardisasi Qur’an ini bukanlah keputusan final yang tak mendapat reaksi dan disetujui begitu saja secara konsensus oleh seluruh umat Islam, melainkan hanyalah keputusan sepihak yang disepakati oleh Usman saja. Sebab terhadap hal ini, beberapa reaksi segera muncul pertentangan dari kalangan sahabat yang merasa tidak senang dengan keputusan ini dan menentangnya karena tak sepakat. Salah satunya adalah Mas’ud, yang tak setuju dengan hasil tsb, dan tetap mempertahankan koleksinya sebagai teks yang paling benar. Shaqiq mengatakan, bahwa para sahabat Muhammad yang lain mendukung pendapat ini.

seperti di kutip dari https://infotekkom.wordpress.com

`Abdullah (b. Mas’ud) reported that he (said to his companions to conceal their copies of the Qur’an) and further said: He who conceals anything he shall have to bring that which he had concealed on the Day of Judgement, and then said: After whose mode of recitation do you command me to recite? I in fact recited before Allah’s Messenger (may peace be upon him) more than seventy chapters of the Qur’an and the Companions of Allah’s Messenger (may peace be upon him) know it that I have better understanding of the Book of Allah (than they do), and if I were to know that someone had better understanding than I, I would have gone to him. Shaqiq said: I sat in the company of the Companions on Muhammad (may peace be upon him) but I did not hear anyone having rejected that (that is, his recitation) or finding fault with it.

seperti di kutip dari https://infotekkom.wordpress.com

`Umar said, ‘I heard Hisham b. Hukaim reciting surat al Furqan and listened to his recital. On observing that he was reading many forms which the Prophet had not taught me, I all but rushed upon him as he prayed. But I waited patiently as he continued, and, collaring him when he had finished, I asked him, ‘Who taught you to recite this sura?’ He claimed that the Prophet had taught him. I said, ‘By God! you’re lying!’ I dragged him to the Prophet telling him that I heard Hisham recite many forms he had not taught me. The Prophet said, ‘Let him go. Recite, Hisham.’ He recited the reading I had already heard from him. The Prophet said, ‘That is how it was revealed.’ He then said, ‘Recite, `Umar’, and I recited what he had taught me. He said, ‘That’s right. That is how it was revealed. This Qur’an was revealed in seven forms, so recite what it was easiest.’ (p. 150-151, Abu Ja`far Muhammad b. Jarir al Tabari, “Tafsir”, vol. 1, p. 24)

seperti di kutip dari https://infotekkom.wordpress.com

Abu al-Khair ibn al-Jazari, in the first book that he published, said “Every reading in accordance with Arabic, even if only remotely, and in accordance with one of the Uthmanic codices, and even if only probable but with an acceptable chain of authorities, is an authentic reading which may not be disregarded, nor may it be denied, but it belongs to al-ahruful-sab’at (the seven readings) in which the Qur’an was sent down, and it is obligatory upon the people to accept it, irrespective of whether it is from the seven Imams, or from the ten, or yet other approved imams, but when it is not fully supported by these three (conditions), it is to be rejected as dha’ifah (weak) or shaathah (isolated) or baatilah (false), whether it derives from the seven or from one who is older than them. (As-Suyuti, Al-Itqan fii Ulum al-Qur’an, p.176).

seperti di kutip dari https://infotekkom.wordpress.com

ibn `Abbas bertanya `Usman, apa yg sampai membuatnya menempatkan Surat al Anfal, salah satu mathani, dgn Al Bara’a, salah satu mi’in, menggabungkan mereka tanpa adanya bismillah diantara mereka dan lalu menempatkan mereka diantara ke 7 Surat panjang. `Usman menjawab bahwa sering nabi menerima wahyu2 oanjang. Ia akan memanggil salah seorang penulis dan mengatakan, ‘Letakkan ayat2 ini dlm Surat ini dan itu.’ Anfal adalah yg pertama dari pewahyuan Medinah dan Bara’a termasuk yg terakhir. Karena isinya mirip ayat2 dlm Anfal, `Usman menyatukannya, lagipula nabi wafat tanpa menjelaskan apakah itu memang bagiannya. (p. 164, Jalal al Din `Abdul Rahman b. abi Bakr al Suyuti, “al Itqan fi `ulum al Qur’an”, Halabi, Cairo, 1935/1354, pt 1, p. 60)

seperti di kutip dari https://infotekkom.wordpress.com

3) [‘Umar berkata] Allah mengirim Muhamad dgn Kebenaran dan menurunkan buku suci kpdnya dan diantara apa yg diturunkan Allah adalah ayat Rajam (perajaman lelaki dan perempuan yg sudah nikah, yg terlibat perzinahan) dan kami membacakan ayat ini, dimengerti dan dihafal. Rasulullah telah melaksanakan hukuman rajam dan begitu pula kami sesudahnya. Saya takut setelah berlangsungnya waktu lama, orang akan mengatakan “Didlm Buku Allah kami tidak menemukan Ayat Rajam, dan oleh karena itu mereka akan sesat dan meninggalkan kewajiban yg diturunkan Allah. (Sahih Bukhari vol. 8, p. 539)

seperti di kutip dari https://infotekkom.wordpress.com

Abu Musa al An`sari melaporkan, ‘Diwahyukan sebuah Surat mirip spt Baqara, namun kemudian ditarik.’ Ia mengingatnya, ‘Allah akan membantu ketatanegaraan dgn orang2 yg tidak memiliki bagian dlm Akhirat. Kalau ibn Adam memiliki dua wadis barang kepemilikan, ia akan merengek bagi wadis ketiga. Tidak ada apapun yg bisa mengisi perut ibn Adam selain debu, namun Allah akan membebaskan mereka yg bertobat.’ (John Burton, The Collection of the Qur’an, 1977, p. 83, Jalal al Din `Abdul Rahman b. abi Bakr al Suyuti, “al Itqan fi `ulum al Qur’an”, Halabi, Cairo, 1935/1354, pt 2, p. 25)

seperti di kutip dari https://infotekkom.wordpress.com

Yahya mengatakan kpd saya dari Malik from Zayd ibn Aslam from al-Qaqa ibn Hakim bahwa Abu Yunus, maulana A’isha, umm al-muminin mengatakan, “A’isha memerintahkan saya utk menulis sebuah Qur’an baginya. Katanya, ‘Jika kau sampai pada ayat ini, beritahu saya, “Jaga doa2 secara seksama dan doa ditengah2 dan patuhlah kpd Allah.”‘ Ketika saya sampai pada ayat itu, saya mengatakan kepadanya dan ia (Aisha) mendikte kpd saya, ‘Jaga doa2 secara seksama dan doa ditengah2 dan doa azar (asr) dan patuhlah kpd Allah.’ A’isha mengatakan, ‘Saya mendengarnya dari Rasulullah saw.’”

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan bahwa Indonesia memiliki 714 suku. Ia membandingkan jumlah suku di Indonesia dengan Singapura dan Afghanistan. “Saya ingin mengingatkan bahwa negara kita ini adalah negara besar. Sering kita lupa bahwa kita mempunyai 17 ribu pulau, 513 kabupaten dan kota, 714 suku dengan 1.100 lebih bahasa daerah yang berbeda-beda, beragam, bermacam dengan agama yang berbeda,” kata Jokowi. Hal ini disampaikan Jokowi saat pidato pembagian sertifikat tanah di Taman Pujaan Bangsa, Candi Margarana, Tabanan, Bali, Jumat (23/2/2018). Lantas, Jokowi bercerita membandingkan jumlah suku di Indonesia dengan negara sahabat. “Saya tanyakan dengan dubes Singapura, ada 4, kita 714. Berapa di Afghanistan? Tujuh, Indonesia 714. Betapa kita sangat beragam, sangat bermacam-macam,” jelasnya. Jokowi juga bercerita pengalamannya berkunjung dari Aceh ke Papua selama 9 jam dengan pesawat. Ia menuturkan, betapa luasnya wilayah Indonesia. “Saya pernah ke Aceh, kemudian langsung ke Papua, ke Wamena, berapa jam lewat pesawat? 9 jam 15 menit. Itu kalau terbang dari London, bisa sampai Istanbul. Itulah bentangan Indonesia, sangat besar sekali,” tuturnya. Sebelumnya, Jokowi melakukan kunjungan ke Afghanistan pada Januari 2018 lalu. Dia disambut langsung oleh Presiden Afghanistan Ashraf Ghani. Hampir setiap kesempatan pidato, Jokowi juga sering bercerita tentang kondisi di Afghanistan. Dia selalu mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan di dalam keberagaman.

INILAHCOM, Bogor – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima sejumlah kepala suku serta tokoh adat tanah air di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (16/11/3017) pagi. Jokowi mengaku gembira dirinya dapat bertatap muka dengan para kepala suku serta tokoh adat yang senantiasa menjaga kekayaan budaya Indonesia. “Keragaman suku, agama, adat istiadat dan budaya merupakan kekayaan, anugerah dari Tuhan. Ini patut disyukuri. Data yang ada di kami, Indonesia mempunyai 714 suku. Jumlah yang kalau kita bandingkan dengan negara lain adalah sangat besar. Paling dekat, misalnya Singapura. Saya tanya ke kedubes, ada empat suku di Singapura, kita 714 suku,” tuturnya. Jokowi kemudian bercerita kalau dirinya juga bertanya kepada Presiden Afganistan Ashraf Ghani mengenai jumlah suku yang ada di negaranya. “Terakhir ketemu dengan Presiden Afganistan, ada tujuh suku di sana, Indonesia 714. Jadi tidak bisa dibandingkan, karena kita ini sangat besar sekali,” ucapnya. Presiden RI pun mengaku bangga dengan banyaknya jumlah keraton dan lembaga adat yang ada di Indonesia. Bahkan, menurutnya jumlah keraton di Indonesia paling banyak dibandingkan negara lainnya. “Banyak sekali keraton, lembaga adat kita. Saya tidak tahu, sekarang keraton kita ada berapa? Kalau yang masih utuh ada 43. Lainnya tidak tahu. Ada negara yang tidak punya keraton. Kalaupun punya cuman satu sampai dua. Kita? 43. Lembaga adat juga banyak yang kita miliki. Ada 29 lembaga adat yang kita miliki. Kekayaan yang seperti ini yang terus saya sampaikan ke menteri agar selalu kita jaga,” paparnya. Pada kesempatan ini, Jokowi menjanjikan untuk membantu renovasi rumah adat kepada para kepala suku dan tokoh adat yang hadir dalam pertemuan ini. “Kalau misalnya ada rumah adat untuk renovasi, pemerintah sekarang mempunyai anggaran untuk renovasi itu. Kalau rumah adat yang kira-kira anggarannya tidak banyak, bisa ke Kemendikbud. Kalau untuk keraton yang (anggarannya) gede, silahkan ke Menteri PUPR. Insyaallah kita siap untuk merenovasi rumah-rumah dan lembaga adat akan kita jaga,” ujarnya. Jokowi lalu menyampaikan ucapan terimakasihnya atas peranan para kepala suku dan tokoh adat yang senantias menjaga serta memelihara adat istiadat serta budaya bangsa ini. “Sekali lagi, pemerintah siap memfalilitasi setiap hal yang berkaitan dengan adat istiadat dan budaya, seperti renovasi rumah adat. Jangan sampai kita kehilangan kekayaan budaya kita. Kekayaan itulah yang nanti akan bisa mensejahterakan negara dan bangsa Indonesia,” katanya. [rok]

Pada saat yang sama, pemerintah membuat wanita yang belum menikah memiliki bayi–dengan cara denda dan rintangan administratif – karena pemerintah melihat pernikahan dan keluarga sebagai pilar stabilitas sosial. Pada tahun 2007, pemerintah berusaha untuk menstigmatisasi wanita yang tetap lajang setelah berusia 27 tahun, memanggil mereka sheng nu , wanita “sisa”. Saat ini, pemerintah memperluas prakarsa perjodohan resmi. Liga Pemuda Komunis menyelenggarakan tanggal kencan buta massal di seluruh negeri sambil mengajarkan rakyat muda apa yang mereka sebut sebagai “sikap yang benar” terhadap cinta dan pernikahan.

seperti di kutip dari https://www.matamatapolitik.com

Angka yang dipublikasikan bulan lalu oleh Biro Statistik Nasional tidak memberikan rincian perbandingan, katakanlah, kelahiran kota dan pedesaan, namun jajak pendapat dan informasi anekdotal mengungkap. Dalam survei Mei 2017 terhadap lebih dari 40.000 wanita pekerja oleh Zhaopin, salah satu situs rekrutmen online terbesar di China, sekitar 40 persen responden yang tidak memiliki anak mengatakan bahwa mereka tidak ingin memilikinya, dan hampir 63 persen ibu yang bekerja dengan satu anak mengatakan mereka tidak ingin memiliki anak lagi.

Related Posts

Comments are closed.