Dari Mobil Golf, Anies-Sandi Jalan Kaki ke Lokasi Car Free Night

Dari Mobil Golf, Anies-Sandi Jalan Kaki ke Lokasi Car Free Night

Gubernur DKI dan Wagub DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno langsung turun dari mobil golf yang dikendarai dari Balai Kota. Anies dan Sandiaga berjalan kaki ke lokasi Car Free Night. Anies dan Sandiaga sampai di sekitar Patung Kuda, Jakarta Pusat, Minggu (31/12/2017) pukul 19.10 WIB. Antusiasme warga menyambut kedatangan Anies dan Sandiaga. Mereka berdua berjalan kaki meninjau kesiapan pelaksanaan Car Free Night. Salah satunya kesiapan mobil pemadam kebakaran. Setelah itu, Anies dan Sandiaga ke lokasi panggung hiburan rakyat dan disambut oleh panitia. Tak lama setelah itu, mereka meninjau stan OK OCE yang terletak di Jl MH Thamrin. Rencananya, Anies dan Sandiaga akan menghadiri lokasi nikah massal DKI yang terpusat di Park & Ride Thamrin 10. Nikah massal akan dibuka pukul 20.00 WIB. Anies dan Sandiaga akan menutup tahun 2017 di tempat berbeda. Anies akan menutup tahun dengan menonton pagelaran musik di Monas, sedangkan Sandiaga akan menyaksikan momen pergantian tahun 2017 di Ancol.

Gubernur DKI dan Wagub DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno langsung turun dari mobil golf yang dikendarai dari Balai Kota. Anies dan Sandiaga berjalan kaki ke lokasi Car Free Night. Anies dan Sandiaga sampai di sekitar Patung Kuda, Jakarta Pusat, Minggu (31/12/2017) pukul 19.10 WIB. Antusiasme warga menyambut kedatangan Anies dan Sandiaga. Mereka berdua berjalan kaki meninjau kesiapan pelaksanaan Car Free Night. Salah satunya kesiapan mobil pemadam kebakaran. Setelah itu, Anies dan Sandiaga ke lokasi panggung hiburan rakyat dan disambut oleh panitia. Tak lama setelah itu, mereka meninjau stan OK OCE yang terletak di Jl MH Thamrin. Rencananya, Anies dan Sandiaga akan menghadiri lokasi nikah massal DKI yang terpusat di Park & Ride Thamrin 10. Nikah massal akan dibuka pukul 20.00 WIB. Anies dan Sandiaga akan menutup tahun 2017 di tempat berbeda. Anies akan menutup tahun dengan menonton pagelaran musik di Monas, sedangkan Sandiaga akan menyaksikan momen pergantian tahun 2017 di Ancol.

Gubernur DKI dan Wagub DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno langsung turun dari mobil golf yang dikendarai dari Balai Kota. Anies dan Sandiaga berjalan kaki ke lokasi Car Free Night. Anies dan Sandiaga sampai di sekitar Patung Kuda, Jakarta Pusat, Minggu (31/12/2017) pukul 19.10 WIB. Antusiasme warga menyambut kedatangan Anies dan Sandiaga. Mereka berdua berjalan kaki meninjau kesiapan pelaksanaan Car Free Night. Salah satunya kesiapan mobil pemadam kebakaran. Setelah itu, Anies dan Sandiaga ke lokasi panggung hiburan rakyat dan disambut oleh panitia. Tak lama setelah itu, mereka meninjau stan OK OCE yang terletak di Jl MH Thamrin. Rencananya, Anies dan Sandiaga akan menghadiri lokasi nikah massal DKI yang terpusat di Park & Ride Thamrin 10. Nikah massal akan dibuka pukul 20.00 WIB. Anies dan Sandiaga akan menutup tahun 2017 di tempat berbeda. Anies akan menutup tahun dengan menonton pagelaran musik di Monas, sedangkan Sandiaga akan menyaksikan momen pergantian tahun 2017 di Ancol.

JAKARTA, KOMPAS.com – Korps Lalu Lintas Polri resmi menutup jalur ke arah Puncak , Bogor, Minggu (31/12/2017), sekitar pukul 18.00. Penutupan jalur dilakukan di Km 45 Tol Jagorawi, tepat di simpang jalur ke Puncak dan Ciawi. “Kita tutup secara resmi, ya,” kata Kakorlantas Polri Irjen Royke Lumowa di perlintasan jalur Puncak-Ciawi, Bogor. Polri memberlakukan sistem car free night di jalur Puncak untuk menghindari kemacetan panjang. Sebab, Puncak merupakan salah satu destinasi favorit warga untuk menghabiskan malam pergantian tahun. Jalanan tersebut ditutup selama 12 jam, mulai pukul 18.00-06.00 pada Senin (1/1/2018). Royke mengatakan, sejak pagi, situasi lalu lintas ke arah Puncak sangat lengang.

JAKARTA, KOMPAS.com – Para pedagang kaki lima yang berada di sekitar Jalan Jatibaru, Tanah Abang diberi tenda untuk berjualan di dekat Stasiun Tanah Abang. Namun, beberapa PKL tidak mendapat tenda dan tetap berjualan di atas trotoar. Saat Kompas.com menyambangi trotoar sekitar Jalan Jatibaru, nampak dua orang PKL beradu argumen dengan petugas Satpol PP . “Bapak Ibu jangan jualan di sini, ganggu orang jalan. Nanti kalau ditabrak orang gimana ?” kata seorang petugas Satpol PP mengingatkan PKL yang berjualan di atas trotoar, Kamis (28/12/2017). “Enggak apa-apa, Pak. Tabrak saja, masa jalan kaki enggak pakai mata,” kata seorang PKL.

JAKARTA, KOMPAS.com – Presiden Joko Widodo memilih kawasan Malioboro , Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk menikmati Minggu terakhir di penghujung tahun 2017. Ditemani putra bungsunya Kaesang Pangarep, Presiden berjalan kaki di sepanjang kawasan Malioboro, Minggu (31/12/2017). Dikutip dari siaran pers resmi istana, Presiden mengenakan kaos putih dipadu celana panjang berwarna hitam keluar dari Gedung Agung Istana Kepresidenan Yogyakarta sekira pukul 09.40 WIB. Presiden menyapa warga sekitar. “Selamat pagi, selamat pagi,” ucap Presiden. Warga yang tengah menikmati suasana hari libur di kawasan Malioboro pun terkejut dan langsung mendekati Presiden untuk mengajak bersalaman. Banyak pula warga yang meminta berfoto bersama.

Jakarta, CNN Indonesia — Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno ogah menyalahkan pedagang kaki lima sebagai penyebab semrawutnya Tanah Abang, Jakarta Pusat. Namun, Sandiaga justru lebih menyalahkan pejalan kaki yang mengakibatkan kemacetan serta kacau balaunya Tanah Abang. Sandi menyebut, pejalan kaki yang membludak di kawasan strategis perdagangan di Jakarta itu menjadi faktor kedua penyebab macet setelah pembangunan jalan yang ada di sekitar Tanah Abang. “Tadi setelah dilihat pakai drone, kesemrawutan itu adanya karena pejalan kaki yang keluar dari stasiun Tanah Abang,” kata Sandi di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (6/11). Sementara, kata Sandi, PKL yang memenuhi trotoar justru tak terlalu memengaruhi semrawutnya aktivitas di kawasan tersebut. Jumlah PKL di Tanah Abang disebut Sandiaga tidak terlalu banyak ketimbang para pejalan kaki. “(Penyebabnya) Pejalan kaki itu. PKL di Tanah Abang tidak banyak, coba bandingkan dengan di Lokbin, di Kota Tua jumlahnya jauh. Jadi bukan PKL penyebab utama,” kata dia. Kawasan Tanah Abang kembali menjadi sorotan setelah kesemrawutan jalan di sekitar stasiun kembali terlihat. Pada era Joko Widodo masih menjabat Gubernur DKI, PKL Tanah Abang di trotoar dipindah ke Blok G Pasar Tanah Abang. Namun, setelah merasa sepi pembeli, para PKL itu kembali memenuhi trotoar. Akibatnya, para pejalan kaki yang seharusnya berjalan di tempat yang seharusnya menjadi hak mereka itu kesulitan bergerak, dan terpaksa berjalan di bahu jalan. Dampak semrawutnya salah satu kawasan niaga terpopuler se-Indonesia ini, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memercayakan kepada Sandi untuk menatanya kembali sehingga tertib. Atas dasar itu, Sandi pun berencana membuat terobosan dengan menggunakan konsep permanen untuk mempercantik kawasan Tanah Abang. Namun hingga kini konsep tersebut belum dia sosialisasikan karena masih memerlukan kajian serta data pasti terkait penyebab utama kemacetan. “Ya nanti, sekarang kita masih kaji,” kata dia. Wagub DKI Sandiaga Uno menuding pejalan kaki yang bikin Tanah Abang semrawut. (ANTARA FOTO/Reno Esnir). Pejalan Kaki: PKL Penyebab Semrawut Alasan pejalan kaki yang menurut Sandi telah membuat kawasan jadi semrawut itu tak diterima oleh warga, salah satunya yang disampaikan Fatia (22). Mahasiswa jurusan komunikasi di salah satu universitas negeri di Jakarta ini menyatakan, justru PKL yang menyebabkan kesemrawutan di kawasan Tanah Abang. Dia sering kesulitan berjalan lantaran banyaknya pedagang yang berjualan di atas trotoar yang semestinya diperuntukan untuk pejalan kaki. Dia merasakan hal berbeda saat era gubernur sebelumnya. Ketika itu, trotoar Tanah Abang kembali ke fungsi semula, yakni khusus pejalan kaki. “Susah yah, sampai harus sikut-sikutan, karena jadi sempit. Pernah yah Tanah Abang enak banget karena nggak ada gerobak jualan, sekarang penuh lagi,” kata Fatia kepada CNNIndonesia.com . Serupa dengan Fatia, salah satu pejalan kaki, Panji (24) juga mengaku hal yang sama. Meskipun tak setiap hari menggunakan jasa transportasi Commuter Line, karyawan swasta itu menyebut kerap kesulitan berjalan di trotoar lantaran semakin banyaknya PKL. “Saya pernah ngerasain era gubernur sebelumnya, itu pedagang nggak banyak di trotoar, enak jalannya. Sekarang susah lagi jalan enak di trotoar. Istilahnya pejalan kaki rebutan trotoar sama pedagang,” kata dia. Catatan redaksi: Kalimat kedua pada paragraf pertama artikel ini diubah pada Selasa (7/11). Sebelumnya tertulis “Sandiaga justru menuding pejalan kaki sebagai dalang utama kemacetan serta kacau balaunya Tanah Abang”. Kalimat diubah karena terdapat kesalahan persepsi redaksi. Demikian ralat dilakukan. (osc/kid)

Related Posts

Comments are closed.