Curi Kabel Bawah Laut Perairan Kepulauan Seribu, 15 Orang Ditangkap

Curi Kabel Bawah Laut Perairan Kepulauan Seribu, 15 Orang Ditangkap

Jajaran Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) III menangkap belasan orang pencuri kabel bawah laut di Kepulauan Seribu. 1,362 ton kabel tembaga diamankan sebagai barang bukti. Danlantamal III Jakarta Laksamana Pertama TNI Muchammad Richard mengatakan kasus ini bermula dari informasi yang didapat jaringan intelijen. Selain itu, PT CNOOC.LTD juga melaporkan sering terjadi pencurian kabel bawah laut di sekitar Pulau Pabelokan, Kepualaun Seribu. Ada lima belas orang yang ditangkap. Empat belas di antaranya merupakan pemilik kapal, nakhoda serta anak buah kapal, satu lainnya adalah sopir pick up. Kelompok ini sudah beraksi sejak 2013. Kabel tembaga curian itu dijual ke pemasok di daerah Tangerang, Banten, seharga Rp 58 ribu per kilogram. Foto: Komandan Danlantamal III Jakarta Laksamana Pertama TNI Muchammad Richard menggelar jumpa pers. (Eva-detikcom) Sebelum menangkap kelompok ini, Tim WFQR Lantamal III telah memantau dua kali. Pada Minggu (11/2) terpantau ada dua perahu nelayan milik seorang bernama Kombih yang diduga akan mengambil tembaga di bawah laut di sekitar Kepulauan Seribu. Perahu tersebut diketahui akan sampai di Pelabuhan Karang Serang selama 3-4 hari kemudian. “Untuk melakukan penangkapan kami tidak langsung menangkap. Pertama kita mendapat kan informasi untuk kita tangkap. Baru setelah mereka meluncur ke darat baru mereka bisa ditangkap,” ujar Richard dalam jumpa pers di Mako Lantamal III Jalan Gunung Sahari No.2 Ancol, Jakarta Utara, Senin (19/2/2018). Lalu, pada Kamis (15/2), tim memantau dua perahu yang sampai di pelabuhan Karang, Serang. Muatan perahu itu lalu dipindahkan ke berupa tembaga ke dalam satu mobil pick up. “Kemudian tanggal 15 Februari 2018 kemarin baru bisa melakukan penangkapan, kita melakukan penghentian dan penangkapan mobil tersebut saat melintas di Jembatan Sungai Turi, Jalan Paku Haji Desa Kalibar, Tangerang, Banten,” tutur Richard. “Kita timbang tembaga itu sebesar 1,362 ton,” tambahnya Di dalam mobil itu ditemukan tembaga seberat 1,362 wib yang terdapat di dalam 13 karung. Selain itu, mobil Suzuki Futura B 9414 GAE beserta STNK, motor Vario No Pol A 3346 ZJ beserta STNK juga diamankan sebagai barang bukti. Richard melanjutkan, pihaknya akan melakukan pengawasan penuh terhadap keamanan di perairan. Sebab, pencurian kabel bawah laut ini mengganggu pasokan listrik ke Kepulauan Seribu. “Nantinya kita berusaha untuk menjalin kerja sama dengan instansi terkait untuk melakukan pengawasan, karena ini sangat merugikan masyarakat, dan apalagi itu memotong kabel utama pendistribusian listrik ke daerah di Kepulauan Seribu,” tuturnya.

Baca juga : kamus dewan s.doc

ĐĎॹá > ţ˙ Ž ° ţ˙˙˙ ” • – — ˜ ™ š › œ  ž Ÿ   Ą ˘ Ł ¤ Ľ Ś § ¨ Š Ş Ť Ź ­ ˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙˙ěĽÁ 5@ đż Z bjbjĎ2Ď2 & ­X ­X ‡ ˙˙ ˙˙ ˙˙ ˆ & & & & & & & : b@ b@ b@ b@ Œ îM œ : Äî „ –U –U –U –U –U qV qV qV Oâ Qâ Qâ Qâ Qâ Qâ Qâ $ Hđ R šň n uâ & Šs qV qV Šs Šs uâ & & –U –U Ű ~î Ô Ô Ô Šs ~ & –U & –U Oâ Ô Šs Oâ Ô ` Ô ßÔ & & ßÔ –U ŠU °25ű (Ä b@ ‘u Ę] ßÔ â D ”î 0 Äî ßÔ ó ńŇ „ ó ßÔ : : & & & & ó & ßÔ , qV 2

seperti di kutip dari https://lamanbahasa.files.wordpress.com

| ‘ J v — Á ő 4 k * Ŕ # ~ â ? m ď ď ď ď ď ď ď ď ď ď ď ď ď ď ď ď ď ď ď ď ď ď ď ď ď ď ď $„Đ„0ýdŕ ^„Đ`„0ýa$ Z ý á

Jajaran Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) III menangkap belasan orang pencuri kabel bawah laut di Kepulauan Seribu. 1,362 ton kabel tembaga diamankan sebagai barang bukti. Danlantamal III Jakarta Laksamana Pertama TNI Muchammad Richard mengatakan kasus ini bermula dari informasi yang didapat jaringan intelijen. Selain itu, PT CNOOC.LTD juga melaporkan sering terjadi pencurian kabel bawah laut di sekitar Pulau Pabelokan, Kepualaun Seribu. Ada lima belas orang yang ditangkap. Empat belas di antaranya merupakan pemilik kapal, nakhoda serta anak buah kapal, satu lainnya adalah sopir pick up. Kelompok ini sudah beraksi sejak 2013. Kabel tembaga curian itu dijual ke pemasok di daerah Tangerang, Banten, seharga Rp 58 ribu per kilogram. Foto: Komandan Danlantamal III Jakarta Laksamana Pertama TNI Muchammad Richard menggelar jumpa pers. (Eva-detikcom) Sebelum menangkap kelompok ini, Tim WFQR Lantamal III telah memantau dua kali. Pada Minggu (11/2) terpantau ada dua perahu nelayan milik seorang bernama Kombih yang diduga akan mengambil tembaga di bawah laut di sekitar Kepulauan Seribu. Perahu tersebut diketahui akan sampai di Pelabuhan Karang Serang selama 3-4 hari kemudian. “Untuk melakukan penangkapan kami tidak langsung menangkap. Pertama kita mendapat kan informasi untuk kita tangkap. Baru setelah mereka meluncur ke darat baru mereka bisa ditangkap,” ujar Richard dalam jumpa pers di Mako Lantamal III Jalan Gunung Sahari No.2 Ancol, Jakarta Utara, Senin (19/2/2018). Lalu, pada Kamis (15/2), tim memantau dua perahu yang sampai di pelabuhan Karang, Serang. Muatan perahu itu lalu dipindahkan ke berupa tembaga ke dalam satu mobil pick up. “Kemudian tanggal 15 Februari 2018 kemarin baru bisa melakukan penangkapan, kita melakukan penghentian dan penangkapan mobil tersebut saat melintas di Jembatan Sungai Turi, Jalan Paku Haji Desa Kalibar, Tangerang, Banten,” tutur Richard. “Kita timbang tembaga itu sebesar 1,362 ton,” tambahnya Di dalam mobil itu ditemukan tembaga seberat 1,362 wib yang terdapat di dalam 13 karung. Selain itu, mobil Suzuki Futura B 9414 GAE beserta STNK, motor Vario No Pol A 3346 ZJ beserta STNK juga diamankan sebagai barang bukti. Richard melanjutkan, pihaknya akan melakukan pengawasan penuh terhadap keamanan di perairan. Sebab, pencurian kabel bawah laut ini mengganggu pasokan listrik ke Kepulauan Seribu. “Nantinya kita berusaha untuk menjalin kerja sama dengan instansi terkait untuk melakukan pengawasan, karena ini sangat merugikan masyarakat, dan apalagi itu memotong kabel utama pendistribusian listrik ke daerah di Kepulauan Seribu,” tuturnya.

Sorakan demi sorakan terjadi dalam sidang perdana bos First Travel. Para korban yang gagal berangkat umrah selalu memberikan respons saat jaksa membacakan surat dakwaan. Sorakan juga terjadi ketika jaksa membeberkan sejumlah pembelian yang dilakukan bos First Travel dengan memakai duit pembayaran calon jemaah umrah. Selain membeli mobil dan rumah, bos First Travel, Andika Surachman, disebut memiliki gaji Rp 1 miliar. “Pembayaran gaji terdakwa Rp 1 miliar per bulan,” kata jaksa membacakan surat dakwaan di Pengadilan Negeri Depok, Jl Boulevard, Cilodong, Senin (19/2/2018). Sontak pengunjung sidang yang mayoritas para korban gagal berangkat umrah langsung menyoraki. ” Huuu …,” begitu sorakan mereka. Selain menyebut gaji Andhika sebagai Direktur Utama PT First Anugerah Karya Wisata, jaksa menyebut gaji istri Andika, Anniesa Hasibuan, sebesar Rp 500 juta per bulan. Di First Travel, Anniesa menjabat direktur, sedangkan Siti Nuraida Hasibuan alias Kiki Hasibuan, yang juga menjadi terdakwa, menjabat komisaris dan kepala divisi keuangan. Jaksa memaparkan ada 63.310 calon jemaah yang jadi korban karena gagal berangkat umrah dengan janji jadwal keberangkatan November 2016-Mei 2017. Akibat gagal berangkat, kerugian calon jemaah mencapai hampir Rp 1 triliun. “Kerugian yang dialami 63.310 orang calon jemaah umrah yang telah membayar lunas dengan jadwal keberangkatan November 2016-Mei 2017 yang oleh terdakwa I dan terdakwa II tidak diberangkatkan umrah sebesar Rp 905.333.000.000,” kata jaksa. Bos First Travel, Andhika dan Anniesa, didakwa dengan Pasal 372 KUHP tentang penggelapan jo Pasal 55 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Anggota BEM UI berangkat ke Asmat, Papua, dengan rombongan TNI. Tetapi, Ketua BEM UI Zaadit Taqwa tidak ikut dalam rombongan. Berdasarkan keterangan tertulis dari Pendam XVII/Cenderawasih, rombongan Tim III Satgas Kesehatan TNI berangkat dari Bandara Halim Perdanakusuma, Kamis (15/2/2018) pukul 05.00 WIB. Rombongan menempuh rute Halim-Semarang-Makassar-Ambon-Timika dan diperkirakan tiba di Timika sore ini pukul 16.00 WIT. Ada 19 orang dalam rombongan itu. Empat anggota BEM UI yang ikut di rombongan adalah Made Desna (FIA 2016), Ade Putra (FIK 2015), Camar (FIB 2016) dan Iban (FT 2015). Berdasarkan keterangan dari Pendam XVII/Cenderawasih, Zaadit tidak ikut dalam rombongan. Selain 4 anggota BEM UI, rombongan itu juga terdiri dokter spesialis anak, kebidanan dan penyakit dalam, dokter umum serta paramedis dari TNI AD-TNI AU-TNI AL. Rombongan dipimpin oleh Danrumkitmar Lekol Laut (K) dr Aminuddin Harahap, Sp.A Rombongan berangkat dilepas oleh Kapuskesad Mayjen TNI dr Bambang Dwi Hasto, SpB, Mayjen Bambang memberi beberapa pesan, termasuk kepada anggota BEM UI. “Utamakan faktor keamanan, jaga kekompakan termasuk untuk adik-adik Mahasiswa dari BEM UI, diantara dokter-dokter militer yang bertugas bersama kalian saat ini adalah senior-senior kalian se Almameter alumni UI. Jadi kalian tidak perlu canggung, bertanya dan belajarlah yang banyak kepada senior,” kata Bambang. Keberangkatan anggota BEM UI ke Asmat ini juga dipublikasikan di akun Instagram BEM UI. Mereka menamakan gerakan itu sebagai GABRUK! (Gerakan Asmat Bebas Gizi Buruk). Dijelaskan bahwa ada 2 tim dari BEM UI yang berangkat ke Asmat. Ada pula foto yang diunggah dan tidak ada Zaadit di foto tersebut. Sebelumnya diberitakan, Presiden Jokowi merespons soal aksi pemberian kartu kuning dari Zaadit ke dirinya. Salah satu sorotan Zaadit adalah soal problem gizi buruk di Asmat. Jokowi mungkin akan mengirim yang bersangkutan ke Asmat, Papua. Zaadit lalu menolak diberangkatkan ke Asmat, Papua, oleh Jokowi. Zaadit memilih berangkat dengan biaya yang dihimpun sendiri. “Jangan sampai uang negara cuma digunakan untuk memberangkatkan mahasiswa. Biarkan kami menggunakan uang kami sendiri untuk berangkat ke Asmat,” kata Zaadit saat dihubungi detikcom, Selasa (6/2/2018).

Dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando kembali dipolisikan karena unggahan di akun Facebook-nya. Kali ini Ade dilaporkan atas posting- an yang dianggap menghina hadis Nabi Muhammad SAW. “Kami, Pimpinan Pusat Front Mahasiswa Islam, didampingi oleh Pusat Hak Asasi Muslim Indonesia, pada tanggal 29 Desember 2017, melaporkan akun Facebook Ade Armando kepada pihak kepolisian atas tuduhan ujaran kebencian lewat media sosial dengan menghina Hadis Rasulullah SAW serta melecehkan ulama,” kata Ketua Umum Pimpinan Pusat Front Mahasiswa Islam (FMI) Ali Alatas dalam siaran pers, Jumat (29/12/2017). Menurut Ali, sejumlah unggahan Ade di akun Facebook miliknya dapat memicu konflik antarumat beragama, termasuk unggahan gambar Habib Rizieq mengenakan atribut natal. “Bahwa pernyataan akun Facebook Ade Armando amat sangat melecehkan hadis Rasulullah SAW. Bahwa al-hadis atau as-sunnah adalah sumber kedua setelah Alquran, yang menjadi rujukan umat Islam dalam beribadah, sehingga memiliki kedudukan mulia pada keyakinan umat Islam,” ujar Ali Laporan ini diterima Mapolda Metro Jaya dengan nomor polisi TBL/6405/XII/2017/PMJ tertanggal 29 Desember 2017. Ade diduga telah melakukan tindak pidana ujaran kebencian sebagaimana tertuang dalam Pasal 28 ayat 2 jo Pasal 45a ayat 2 UU ITE. Sebelumnya, Ade juga dipolisikan seorang murid Rizieq, Ratih Puspa Nusanti, ke Bareskrim. Ratih tak terima sang guru dihina. Sementara itu, Ade menjelaskan unggahan itu justru menyebut bahwa gambar soal Rizieq tersebut hoax . Ade menyatakan unggahan itu dibuatnya dengan keterangan bahwa itu hoax . “Kan gambar itu saya tulis di atasnya itu hoax . Jelas-jelas itu hoax ,” katanya, Kamis (28/12). Ade mengatakan posting itu dia lakukan beberapa waktu yang lalu. “Saya sudah menjelaskan bahwa itu bukan gambar yang sebenarnya,” ujarnya.

Related Posts

Comments are closed.