Curah Hujan Terus Meningkat, Ini Zona Merah Daerah Potensi Longsor

Curah Hujan Terus Meningkat, Ini Zona Merah Daerah Potensi Longsor

Badan Geologi memperingatkan soal potensi tanah longsor akibat tingginya curah hujan. Sejumlah wilayah dikategorikan dalam potensi tinggi gerakan tanah. Ada dua zona sebenarnya yang patut diantisipasi, yaitu zona merah, yang merupakan kategori tinggi gerakan tanah. Kemudian juga ada zona kuning atau menengah potensi gerakan tanah. “Zona merah merupakan prioritas wilayah potensi tinggi terjadinya gerakan tanah, yang umumnya berada pada jalur jalan dan permukiman di daerah perbukitan, pegunungan, dan sepanjang aliran sungai di seluruh wilayah Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, Bali dan Nusa Tenggara,” demikian informasi yang diterima detikcom dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dalam keterangan tertulisnya, Senin (26/2/2018). Kewaspadaan tinggi itu khususnya di wilayah Jawa. Sebab, di wilayah inilah kerap terjadi tanah longsor berulang. “Kewaspadaan tinggi khususnya wilayah Jawa, yang merupakan langganan kejadian longsor/gerakan tanah setiap tahunnya. Mengingat pertumbuhan penduduk dan alih fungsi lahan yang cukup masif di wilayah ini dibanding wilayah lain di luar Jawa,” tulis Badan Geologi. Daerah yang berpotensi tinggi itu meliputi wilayah Banten bagian tengah dan selatan, Jawa Barat bagian tengah dan selatan (Kabupaten/Kota Bogor, Cianjur, Sukabumi, Subang bagian selatan, Majalengka, Kuningan, Ciamis, Tasikmalaya, Garut, Pangandaran, Bandung Barat dan Bandung), Jawa Tengah (terutama wilayah Brebes,Tegal, Banyumas, Cilacap, Kebumen, Banjarnegara, Semarang, Purworejo, Sragen, dan Magelang), DI Yogyakarta, Jawa Timur (terutama Pacitan, Trenggalek, Jember, Banyuwangi, dan Lumajang). Gejala awal gerakan tanah saat curah hujan tinggi seperti saat ini, dianjurkan Badan Geologi, sebaiknya dipantau oleh aparat pemerintah maupun masyarakat. “Selanjutnya rambu peringatan rawan longsor/gerakan tanah perlu dipasang sebagai bagian peringatan dini,” tambah keterangan Badan Geologi. Gejala tanah longsor atau gerakan tanah yang patut diwaspadai yaitu berupa munculnya retakan pada lereng, pohon dan tiang listrik yang sudah miring, munculnya rembesan di lereng yang terjadi tiba-tiba. Selain itu, adanya runtuhan batu kecil serta lereng yang tiba-tiba menggembung. “Jika mengenali tanda-tanda awal longsor tersebut, sebaiknya masyarakat mengungsi dulu atau menjauhi lereng,” imbau Badan Geologi. Sementara itu, banjir bandang dan aliran bahan rombakan bisa terjadi karena adanya longsoran atau pohon yang membendung di bagian hulu. Penyebab lainnya juga bisa longsoran yang terjadi di alur sungai. Jika aliran sungai tiba-tiba terhenti atau membawa material lumpur dan sangat keruh, hal itu harus diwaspadai. “Jika kejadian seperti ini, masyarakat yang tinggal di sempadan sungai atau di sekitar sungai sebaiknya segera melaporkan kepada pemerintah daerah setempat dan menyiapkan diri untuk mengungsi terlebih dulu atau menjauhi sungai,” tutup keterangan Badan Geologi.

Baca juga :

Senja menjelang tiba di segenap Kabupaten Banjarnegara, propinsi Jawa Tengah, pada Jumat 12 Desember 2014 Tarikh Umum (TU) lalu. Dalam kondisi normal panoramanya bakal memukau siapapun, saat langit berangsur-angsur menjadi memerah tembaga di kala Matahari memerah dan meredup, pemandangan yang selalu menimbulkan kesan spiritual dan relijius. Namun sore itu tak satupun yang dapat disaksikan. Bahkan seberkas sinar Matahari tak juga nampak. Banjarnegara sedang kehujanan. Titik-titik air hujan yang sangat deras meredam segenap kabupaten tersebut sejak sehari sebelumnya. Stasiun geofisika kelas III Banjarnegara yang dioperasikan oleh BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) mencatat curah hujan sepanjang Kamis 11 Desember 2014 TU mencapai 112,7 milimeter. Dan sehari kemudian curah hujannya masih sebesar 101,8 milimeter. Dalam dua hari saja saja intensitas hujan yang mengguyur seantero Banjarnegara telah sebesar 214,5 milimeter. Di waktu-waktu lalu, pada umumnya curah hujan sebanyak itu membutuhkan waktu sebulan Desember penuh (rata-rata) dalam menjatuhi segenap Banjarnegara. Jelas sudah, dengan volume air hujan yang setara dengan yang rata-rata diguyurkan selama 31 hari penuh, hujan sepanjang 11 hingga 12 Desember 2014 di Banjarnegara berkualifikasi hujan sangat deras atau hujan ekstrim.

seperti di kutip dari https://ekliptika.wordpress.com

Gambar 1. Wajah dusun Jemblung, desa Sampang (Banjarnegara) antara sebelum dan sesudah bencana tanah longsor dahsyat 12 Desember 2014 TU. Citra sebelum bencana diambil dari sisi utara jalan raya Banjarnegara-Dieng menghadap ke barat laut-utara. Nampak masjid al-Iman di latar belakang. Sementara citra sesudah bencana diambil dari lokasi yang lebih tinggi namun tidak seberapa jauh dari lokasi pengambilan citra sebelum bencana, dengan arah pandang yang sama. Nampak semua sudah berubah menjadi timbunan lumpur. Sumber: Nurmansyah, 2014.

seperti di kutip dari https://ekliptika.wordpress.com

Hujan yang sangat deras ini membuat sekujur Banjarnegara menggigil dan berharap-harap cemas. Kabar meluapnya Sungai Serayu, sungai utama di kabupaten ini, sembari mengalirkan arusnya demikian deras pun menyebar kemana-mana. Sedemikian berlimpah air sungai ini sehingga tinggi genangan di Waduk Panglima Besar Sudirman (Mrica), yang ada di aliran sungai Serayu, pun mencapai maksimum dalam waktu singkat. Akibatnya pengelola dipaksa membuka pintu-pintu pelimpas air ( spillway )-nya untuk tetap menjaga keamanan bendung. Air Serayu pun menderas ke hilir dan sempat menenggelamkan sejumlah rumah. Kabar tak berkeruncingan pun menyebar kemana-mana, mewartakan waduk telah bobol dan menenggelamkan hilir sungai meski hal ini segera dibantah oleh pengelola bendungan. Titik-titik tanah longsor pun bermunculan dimana-mana di kabupaten ini. Namun yang terburuk belumlah tiba.

seperti di kutip dari https://ekliptika.wordpress.com

Pada Jumat senja itu mayoritas penduduk dusun Jemblung, desa Sampang, kecamatan Karangkobar lebih memilih meriung di kediamannya masing-masing. Hujan sangat deras hari itu baru saja berlalu. Namun titik-titik air yang lebih lembut masih berjatuhan, membuat orang-orang enggan keluar. Dusun sederhana berhawa sejuk itu terletak pada elevasi 930 hingga 940 meter dpl (dari paras air laut rata-rata). Mayoritas penduduk bergelut di dunia pertanian. Dusun ini nyaris tak dikenal orang luar Karangkobar, meski berada di jalur jalan raya utama yang menghubungkan kota Banjarnegara dengan Leksana (ibukota kecamatan Karangkobar) dan Dataran Tinggi Dieng. Jalan raya yang sama juga menjadi salah satu poros penghubung Banjarnegara dengan Pekalongan di utara. Jalan tersebut telah beraspal mulus dengan kualitas baik, meski naik turun dan penuh tikungan. Terdapat sekitar 150 rumah di dusun ini. Desa Sampang sendiri berpenduduk lebih dari 2.000 jiwa dengan 1.805 orang diantaranya terdaftar sebagai pemilih dalam daftar pemilih tetap pilpres 2014 lalu seperti dipublikasikan KPU (Komisi Pemilihan Umum).

seperti di kutip dari https://ekliptika.wordpress.com

Situasi berubah dramatis pada pukul 17:00 WIB. Didahului suara mirip ledakan keras hingga dua kali, lereng sisi utara Gunung Telagalele yang persis ada di hadapan dusun ini mendadak longsor. Materialnya mengalir deras tak tertahankan ke kaki gunung. Hampir segenap dusun beserta penduduknya kontan terkubur di bawah timbunan lumpur tebal. Longsor dahsyat ini juga menimbun jalan raya beserta kendaraan apapun yang sedang melintasinya saat itu. Hanya dalam lima menit, lansekap yang semula indah kini berubah menjadi timbunan tanah yang mengerikan. Luas kawasan yang terkena hantaman longsor dalam bencana dahsyat ini mencapai tak kurang dari 15 hektar dan sebagian menyumbat Sungai Petir, salah satu anak sungai Merawu dalam DAS (daerah aliran sungai) Serayu. Hingga Minggu 13 Desember 2014 TU, tim evakuasi yang kini sudah beranggotakan lebih dari 2.000 orang dari segenap eksponen relawan telah menemukan 42 jasad korban. Dari perkiraan 108 jasad yang terkubur, maka masih ada 66 orang yang belum ditemukan. Ribuan penduduk baik dari desa Sampang maupun desa-desa sekitarnya telah diungsikan ke tempat-tempat pengungsian sementara, seiring Gunung Telagalele dan bukit-bukit lainnya di sini yang masih labil. Nama Jemblung dan Sampang pun sontak menjadi episentrum perhatian hingga skala nasional.

seperti di kutip dari https://ekliptika.wordpress.com

Skala kedahsyatan bencana longsor Jemblung (Sampang) 2014 ini menggamit kembali ingatan akan sejumlah bencana sejenis yang menerpa Banjarnegara dalam setengah abad terakhir. Misalnya bencana longsor Gunungraja (Sijeruk) 2006 , yang terjadi pada 4 Januari 2006 TU dan merenggut 90 nyawa dengan 76 jasad korban berhasil ditemukan dan 14 sisanya tetap hilang. Atau bencana longsor Legetang (Kepakisan) 1955 yang spektakuler, yang terjadi pada 16 April 1955 TU akibat ambrolnya lereng Gunung Pengamun-amun di Dataran Tinggi Dieng dan menimbun tak kurang dari 351 orang. Ketiga bencana longsor dahsyat itu pun harus disandingkan pula dengan bencana longsor dalam skala yang lebih kecil lainnya di Banjarnegara. Dalam kurun lima tahun terakhir, kabupaten ini berhadapan dengan 15 peristiwa tanah longsor atau rata-rata tiga peristiwa longsor per tahun. Semua bencana longsor menimbulkan kerugian material yang besar dan beberapa diantaranya bahkan merenggut korban jiwa, meski tak sefantastis bencana longsor dahsyat Legetang, Gunungraja dan Jemblung. Pada saat yang sama dengan bencana longsor dahsyat Jemblung ini, Banjarnegara pun sedang berhadapan dengan tak kurang dari 66 titik longsor lainnya.

seperti di kutip dari https://ekliptika.wordpress.com

Faktor utamanya terletak pada geologi Banjarnegara yang unik, khususnya kawasan Karangkobar-Merawu yang menjadi bagian sub-DAS Merawu. Kawasan ini merupakan bagian dari mandala Pegunungan Serayu Utara yang topografinya relatif bergelombang yang lereng-lerengnya setengah terjal hingga terjal. Segenap kecamatan Karangkobar terletak di dalam pegunungan ini, dengan gunung-gunungnya memiliki kemiringan lereng antara 15 hingga 40 %. Kawasan Karangkobar-Merawu ini dialasi oleh batuan sedimen lempung dan napal hasil rombakan gunung berapi jauh di masa silam. Permukaannya ditutupi tanah hasil pelapukan yang cukup tebal. Hal ini masih ditambah dengan tercabik-cabiknya kawasan Karangkobar-Merawu akibat aktivitas tektonik nun jauh di masa silam, yang membuat kawasan ini dibelah-belah dan ditekan hebat demikian rupa oleh beragam sesar (patahan) yang saling bersilang-siur dan aktif pada masanya. Kini sesar-sesar itu telah lama mati, namun imbasnya masih bisa dirasakan dalam wujud rapuhnya lempung dan napal yang mengalasi kawasan Karangkobar-Merawu. Lempung dan napal tersebut cukup sarang sehingga mampu menyimpan air namun juga membuatnya mudah longsor bila kandungan airnya telah jenuh.

seperti di kutip dari https://ekliptika.wordpress.com

Kekhasan ini masih ditambah dengan terus bergeraknya kawasan Karangkobar-Merawu akibat desakan dari dalam dari arah selatan. Desakan yang masih terus berlangsung membuat lempung dan napal seakan diremas-remas. Sejumlah gunung batu relatif padat, yang adalah sisa intrusi magmatik nun jauh di masa silam dan relatif tahan terhadap pengikisan oleh cuaca, pun turut terdorong oleh desakan tersebut hingga terputus dari akarnya. Situasi ini kian menambah rapuh lempung dan napal di segenap kawasan Karangkibar-Merawu. Tak heran jika tingkat erosi di sini demikian tinggi, bahkan meskipun vegetasi (tumbuhan) berkayu yang rapat masih menutupi lereng-lerengnya dengan baik. Tanah pucuk ( topsoil ) yang dihanyutkan air lantas mengalir ke sungai-sungai kecil yang menjadi bagian sub-DAS Merawu. Hampir tiga perempat abad silam geolog legendaris van Bemmelen menyebut Sungai Merawu adalah sungai paling berlumpur di Indonesia. Tingginya erosi di sub-DAS Merawu memberikan kontribusi cukup besar bagi sedimentasi Waduk Panglima Besar Sudirman. Setiap tahunnya waduk ini dimasuki sedimen sebanyak 2,4 juta meter kubik. Sedimentasi tersebut setara dengan lumpur/tanah yang diangkut 1.300 dump truck  kapasitas 5 meter kubik dalam setiap harinya. Selain erosi yang sangat tinggi, kekhasan kawasan Karangkobar-Merawu juga menjadikannya kawasan yang sangat rentan terhadap bencana tanah longsor baik dalam skala kecil maupun besar. Tak heran jika PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) menempatkan mayoritas kecamatan Karangkobar ke dalam zona kerentanan gerakan tanah menengah (zona kuning) dan tinggi (zona merah).

seperti di kutip dari https://ekliptika.wordpress.com

Bencana tanah longsor dahsyat di kawasan Karangkobar-Merawu umumnya disebabkan akumulasi air hujan dalam lereng setengah terjal hingga terjal sampai mencapai titik jenuh. Selain menambah bobot lereng, akumulasi air juga membuat bagian bawah tanah lereng tersebut seakan dilumasi sehingga menciptakan bidang gelincir. Begitu lereng tak lagi sanggup menahan bobotnya sendiri, bidang gelincir membuat proses melorotnya lereng menjadi lebih mudah. Jika bidang gelincirnya berbentuk cekung, maka tanah longsor bertipe rotasional pun terjadilah. Longsor rotasional cukup khas karena mengandung energi besar sehingga saat segenap lereng merosot, ia mampu meloncatkan kaki lereng (lidah longsor) hingga beberapa puluh atau bahkan beberapa ratus meter dalam kecepatan cukup tinggi sebelum menyentuh tanah. Sementara puncak lereng (mahkota longsor) mungkin hanya beringsut beberapa meter hingga beberapa puluh meter. Loncatan ini sangat sulit dihindari. Namun bencana tanah longsor dalam skala besar tidaklah terjadi sekonyong-konyong. Selalu terdapat gejala pendahuluan sebelum peristiwa utamanya terjadi, dalam rupa terbentuk retakan-retakan di bagian atas lereng yang kemudian terus berkembang memanjang dan kian dalam menjadi retakan lengkung/retakan bulan sabit/retakan tapal kuda. Dari retakan inilah air hujan lebih mudah memasuki lereng dan terakumulasi. Tatkala hal ini sudah terjadi, bencana tanah longsor tinggal menunggu waktu.

seperti di kutip dari https://ekliptika.wordpress.com

Hal tersebut teramati dalam bencana tanah longsor dahsyat Legetang 1955. 70 hari sebelum bencana terjadi, retakan sudah mulai terlihat di dekat puncak Gunung pengamun-amun (elevasi 2.000 meter dpl) yang berjarak sekitar 500 meter sebelah timur dusun Legetang, desa Kepakisan. Para pencari rumput dan kayu bakar di gunung yang saat itu tertutupi hutan lebat pun telah mengetahuinya. Kian lama retakan tersebut kian melebar dan juga kian dalam, mengarah ke sisi tenggara. Retakan yang terus berkembang ini sering menjadi bahan obrolan sehari-hari penduduk dusun Legetang, yang terletak pada elevasi sekitar 1.800 meter dpl. Namun tak ada yang merasa khawatir atau menduga terlalu jauh.

seperti di kutip dari https://ekliptika.wordpress.com

Situasi berubah dramatis pada pertengahan April 1955 TU. Setelah diguyur hujan lebat selama berhari-hari, lereng sisi tenggara Gunung Pengamun-amun telah demikian berat dan terlumasi dasarnya sehingga merosot ambrol dalam volume sangat besar. Penyelidikan geolog MM Purbo dari Jawatan Geologi (kini Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI) memperlihatkan kombinasi longsor bertipe rotasional dengan halangan bukit kecil dihadapannya membuat membuat lidah longsor meloncat jauh. Ia membentur bukit dihadapannya. Hingga akhirnya material longsor pun terbelokkan ke dusun Legetang setelah meloncati sebatang sungai kecil jelang tengah malam 16 April 1955 TU. Segenap dusun ini pun terkubur di bawah tumbunan tanah yang sangat tebal beserta 332 penduduknya dan 19 orang dari desa lain yang sedang bertamu ke dusun tersebut.

seperti di kutip dari https://ekliptika.wordpress.com

Gambar 6. Bagaimana bencana tanah longsor dahsyat Legetang (Kepakisan) 1955 terjadi, dalam ilustrasi berbasis citra Google Earth. Saat lereng tenggara Gunung Pengamun-amun hingga hampir ke puncaknya merosot dengan tipe rotasional (panah kuning tak terputus), materialnya segera membentur bukit dihadapannya. Sehingga berbelok arah menjadi mengubur dusun Legetang (panah kuning putus-putus). 351 orang tewas dan hanya 1 jasad yang berhasil dievakuasi. Sumber: Sudibyo, 2014 dengan basis Google Earth dan Abdrurrahman, 2013.

seperti di kutip dari https://ekliptika.wordpress.com

Bentang lahan Legetang pun berubah dramatis dari semula cekungan di sebuah lembah menjadi gundukan sedikit membukit. Dari 351 korban jiwa itu, hanya jasad kepala dusun yang berhasil dievakuasi. Sisanya terlalu sulit untuk digali akibat tebalnya timbunan tanah. Bencana dahsyat ini sontak menggemparkan masyarakat Banjarnegara khususnya di Dataran Tinggi Dieng. Penduduk segera menghubung-hubungkan bencana ini dengan sikap warga dusun Legetang, yang jauh dari kehidupan religius. Kini di ‘bukit’ yang menimbun Legetang terdapat sebuah tugu beton sebagai pengingat akan bencana yang paling mematikan di Dataran Tinggi Dieng dan Banjarnegara.

seperti di kutip dari https://ekliptika.wordpress.com

Hal serupa juga terjadi jelang bencana longsor dahsyat Gunungraja. Bahkan retakan di lereng bukit Pawinihan sudah terdeteksi semenjak 2004, atau dua tahun sebelumnya. Retakan tersebut terus berkembang dan melebar akibat erosi parit. Hingga dua minggu jelang bencana, retakan ini telah sepanjang 25 meter dengan lebar 1 hingga 2 meter sedalam 4 meter. Lebih tak menguntungkan lagi, erosi parit juga membuat ujung parit ini terbendung oleh material erosi sehingga air tak leluasa mengalir. Namun sepanjang waktu itu tidak ada langkah antisipasi. Meski demikian hingga November 2005 TU bencana relatif terhindarkan seiring masih seimbangnya arus keluaran air (lewat kemampuan tanah bukit untuk menyerap air) dengan arus masukan air (dari air hujan).

seperti di kutip dari https://ekliptika.wordpress.com

Situasi berubah dramatis pada November 2005 TU saat tanah di kaki bukit diperkeras dengan aspal sebagai jalan raya lokal yang menghubungkan dusun Gunungraja Wetan dengan dusun Kendaga, keduanya dalam wilayah desa Sijeruk. Pengaspalan jalan lokal ini jelas bertujuan baik, untuk memperlancar arus transportasi setempat dengan efek multidimensinya. Namun dalam analisis pascabencana yang dilakukan tim Dewan Riset Daerah (DRD) Jawa Tengah, pengaspalan jalan di kaki bukit membuat keseimbangan terganggu. Kini arus masukan air menjadi lebih besar dari arus keluarannya. Puncaknya terjadi pada selang waktu antara 27 Desember 2005 hingga 4 Januari 2006 TU, saat Banjarnegara diguyur hujan lebat. Masukan air di lereng bukit Pawinihan itu pun meningkat hebat tanpa diimbangi oleh peningkatan kemampuan keluaran air. Lereng yang jenuh air membuat bobotnya bertambah besar sembari menciptakan bidang gelincir didasarnya. Maka bencana tanah longsor dahsyat pun terjadilah, tak peduli bahwa lereng bukit itu masih tertutupi tumbuh-tumbuhan berakar tunggang dengan baik. Sebagian dusun Gunungraja pun lenyap di bawah timbunan tanah, yang merenggut nyawa 90 orang dari sekitar 600 orang penduduknya.

seperti di kutip dari https://ekliptika.wordpress.com

Relawan MDMC ( Muhammadiyah Disaster Management Centre ) yang sempat melakukan assessment sebelum bencana menyebutkan telah ada retakan di lereng utara Gunung Telagalele semenjak sebulan sebelum bencana. Retakan tersebut bahkan telah berkembang seiring datangnya musim penghujan. Berkaca dari pengalaman longsor dahsyat Gunungraja, yang hanya berjarak 5 kilometer di selatan dusun Jemblung, maka sejumlah langkah antisipasi telah dilakukan. Penduduk yang bermukim di rumah-rumah yang persis ada di bawah retakan pun telah dievakuasi. Dapat dikatakan bahwa penduduk dusun Jemblung telah mengetahui potensi longsor tersebut dan telah melakukan antisipasi. Satu hal yang belum jelas benar adalah seberapa jauh longsor yang bakal terjadi itu melanda. Anggapan yang berkembang, longsor yang bakal terjadi mungkin berskala kecil hingga sedang. Sehingga evakuasi hanya dilakukan di rumah-rumah di lereng, yang posisinya paling dekat ke retakan.

seperti di kutip dari https://ekliptika.wordpress.com

Asumsi ini ternyata tak terbukti. Longsor yang benar-benar terjadi ternyata berskala besar. Analisis tim respon cepat bencana UGM (Universitas Gadjah Mada) menyebut lereng yang longsor berdimensi tinggi 100 meter dan lebar 500 meter. Tipe longsornya mungkin rotasional, yang membuat lidah longsor meloncat dan menerjang hingga sejauh 600 meter. 35 rumah dan 1 masjid (Masjid al-Iman) bersama dengan penggal jalan raya Banjarnegara-Dieng tertimbun material longsor hingga bermeter-meter. Dari 308 penduduknya, 200 orang diantaranya berhasil menyelamatkan diri. Longsor dahsyat Jemblung merupakan yang terbesar di antara 34 titik tanah longsor lainnya yang berhasil ditemukan. Seluruhnya terletak di kawasan Karangkobar.

seperti di kutip dari https://ekliptika.wordpress.com

Pasca bencana, tim kaji cepat yang beranggotakan UGM, BMKG, PVMBG, LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) dan lainnya memperlihatkan potensi bencana masih tetap membayangi dusun Jemblung ke depan. Potensi pertama datang dari material longsoran yang sebagian membendung sungai Petir. Jika hujan deras, bendungan ini akan menghalangi air sungai untuk beberapa saat sebelum kemudian jebol menjadi banjir bandang. Sementara potensi kedua datang dari mahkota longsor. Di sini terdapat telaga sepanjang 30 meter yang digenangi air hingga sedalam 1 meter. Bila hujan deras kembali mengguyur, air dalam telaga ini dapat menekan tanah dibawahnya yang telah demikian lunak dan rapuh sehingga longsor dapat kembali terjadi. Bahkan dalam prediksi terburuk, skala bencananya bisa melampaui apa yang barusan dusun Jemblung alami!

seperti di kutip dari https://ekliptika.wordpress.com

Dalam bencana tanah longsor pada umumnya, sedikitnya ada tiga faktor yang berkontribusi. Dalam kasus Banjarnegara khususnya di kawasan Karangkobar-Merawu, faktor pertama adalah kondisi geologi yang unik. Faktor kedua adalah hujan deras hingga hujan ekstrim. Dan faktor ketiga adalah tersumbatnya drainase sehingga air tidak bisa terbebas dengan leluasa dari lereng yang berpotensi longsor. Faktor pertama dan kedua adalah faktor yang terberi ( given ), atau sudah dari sononya demikian. Sehingga tak bisa dikendalikan manusia. Namun berbeda dengan faktor ketiga. Manusia dapat mengelola drainase lereng, sehingga tingkat kejenuhan airnya dapat direduksi. Saluran-saluran drainase sederhana dapat dibangun untuk keperluan itu. Di samping itu retakan yang sudah terbentuk harus segera ditimbuni lagi hingga rata. Juga tak boleh ada penggalian baik di lereng maupun kaki lereng, baik kecil-kecilan apalagi besar, atas alasan apapun.

seperti di kutip dari https://ekliptika.wordpress.com

Bencana tanah longsor senantiasa membayangi Banjarnegara sebagai implikasi dari takdir kembumiannya yang unik. Takdir yang membuat tanah di sini sangat subur dan dapat ditumbuhi beragam tanaman budidaya. Takdir yang juga menjadikannya kawasan berpanorama indah dan sejuk. Jika dikelola dengan baik, dua hal tersebut dapat menjadikan Banjarnegara gemah ripah loh jinawi. Namun high risk high gain, di balik segala keuntungan tersebut tersembunyi pula bakat marabahaya. Di masa beratus hingga ribuan tahun silam, potensi bencana tanah longsor mungkin tak menjadi masalah besar seiring jumlah penduduk yang masih jarang. Namun kini jumlah penduduk telah berlipat ganda, sehingga resikonya semakin besar. Maka patut disambut baik upaya tim UGM beserta institusi lainnya untuk memetakan potensi longsor Banjarnegara hingga ke tingkat dusun (sub-desa). Patut disambut pula gagasan gubernur Jawa Tengah untuk menransmigrasikan lokal penduduk dusun Jemblung yang masih tersisa. Gagasan transmigrasi lokal atau relokasi yang masih tetap berada dalam lingkup Banjarnegara patut dikembangkan tak hanya untuk dusun Jemblung pasca bencana. Namun juga untuk dusun-dusun lain yang kelak diketahui memiliki potensi longsor yang tinggi. Agar kelak korban tak lagi berjatuhan…


Baca juga :

Memperpanjang waktu respon, yaitu memperpanjang selang waktu antara saat curah hujan maksimum dengan debit maksimumnya. Dengan lamanya air tertahan dalam DAS, maka sebagian air akan meresap kedalam tanah untuk mebiuisi (recharge)cadangan air tanah dan sebagian air dapat dialirkan ke l;ahan yang membutuhkan air / lahan yang tidak pernah mendapat air irigasi melalui parit-parit.  Pada parit-parit itu pun selanjutnya juga dibuat dam / bendung lagi. Demikian seterusnya, sehingga luas lahan yang dapat dialiri dapat dimaksimalkan.

seperti di kutip dari https://bebasbanjir2025.wordpress.com

Berdasarkan hasil penelitian Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi, Badan litbang Pertanian di Sub DAS Bunder, DAS Oyo, Kabupaten Gunung Kidul, dan Sub DAS Kaji, DAS Kali Garang, Semarang bekerjasama dengan Balai penelitian Teknologi Pertanian , Jawa Tengah menunjukkan bahwa dam parit bertingkat selain dapat menekan risiko banjir dan kekeringan juga dapat mengubah pola tanam dari monokultur (singkong) sekali setahun menjadi multipple cropping (padi-padi dan cabe), (2) meningkatkan intensitas tanam, produksi, dan produktifitas tanaman, (3) meningkatkan pendapatan petani.Dalam hal pemanfaatan sumber daya air, penerapan dam parit memungkinkan terjadinya penggunaan kembali (re-use) air secara berkelanjutan sehingga efisiensi penggunaan air dapat ditingkatkan (Irianto, 2003).

seperti di kutip dari https://bebasbanjir2025.wordpress.com

Ada 3 (tiga) manfaat yang bisa diperoleh dengan mengembangkan channel Reservoir: (1) menampung sebagian besar volume air hujan dan aliran permukaan, sehingga dapat menekan resiko banjir hilir rendah; (2) menurunkan kecepatan aliran permukaan, laju erosi dan sedimentasi sehingga waktu air menuju hilir (outlet) akan lebih lama, sendimenatasi rendah dan waktu evakuasi korban apabila terjadi banjir bisa lebih leluasa; (3) peningkatan cadangan air tanah pada musim hujan akan memberikan persediaan air yang memadai dimusim kemarau. Lebih ideal lagi apabila channel reservoir dapat dibangun secara bertingkat yang lazim dikenal sebagai channel reservoir linier in cascade.

seperti di kutip dari https://bebasbanjir2025.wordpress.com

Berdasarkan hasil penelitian Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi, Badan Litbang Pertanian di Sub-Das Bunder, DAS Oyo, Kabupaten Gunung Kidul, dan Sub-DAS, Keji, DAS Kali Garang semarang bekerja sama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, Jawa Tengah, menunjukkan bahwa channel reservoir bertingkat selain dapat menekan risiko banjir dan kekeringan juga dapat: (1) mengubah pola tanam dari monokultur (singkong) sekali setahun menjadi multiple cropping (padi-padi dan cabe); (2) meningkatkan intensitas tanam; (3) meningkatkan pendapatan petani. Dalam hal pemanfaatan sumber daya air, maka penerapan channel reservoir memungkinkan terjadinya re-use air secara berkelanjutan, sehingga efisiensi penggunaan air dapat ditingkatkan. Secara fisik bentuk channel reservoir dapat dilihat pada gambar 1.

seperti di kutip dari https://bebasbanjir2025.wordpress.com

Pengelolaan air untuk penanggulangan banjir atau kekeringan di suatu DAS harus mempertimbangkan aspek sumberdaya lahan, hidrologi dan iklim. Dengan mempertimbangkan ketiga aspek tersebut, dam parit (channel reservoir) dapat dibangun untuk menanggulangi kekurangan air di musim kemarau dan banjir di musim hujan. Pengelolaan air secara terpadu dilakukan dengan menyimpan air yang berlebihan pada musim penghujan untuk dapat didistribusikan ke lahan pertanian pada musim kemarau. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik biofisik sub DAS Cibogo dan pengaruhnya terhadap produksi dan pemanfaatan air, mempelajari manfaat dam parit untuk mengurangi resiko banjir di musim hujan dan manfaatnya bagi peningkatan produktifitas lahan di musim kemarau. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang karakteristik biofisik sub DAS yang berpengaruh terhadap produksi air dan pemanfaatannya, informasi tentang manfaat dam parit dalam mengurangi volume debit puncak dan perlambatan waktu respon di musim penghujan, dan manfaat dam parit dalam penyediaan air bagi pertanian dan domestik, untuk meningkatkan luas areal tanam, peningkatan produktivitas lahan dan ketersediaan air baku bagi keperluan rumah tangga di musim kemarau.

seperti di kutip dari https://bebasbanjir2025.wordpress.com

Banjir dan kekeringan dalam suatu wialayah (DAS) terjadi akibat fenomena iklim yaitu distribuasi curah hujan cenderung terjadi dalam waktu yang singkat dengan intensitas tinggi, atau periode kemarau yang terjadi lebih panjang dari normalnya. Secara umum penyebab banjir dapat dibedakan menjadi 2 (dua) kelompok yaitu: masukan (hujan) dan sistem DAS. Masukan (hujan) meliputi faktor intensitas, lama dan distribusi hujan, sedangkan sistem DAS meliputi faktor topografi, jenis tanah, penggunaan lahan dan sistem transfer hujan dalam DAS. Tingginya frekuensi hujan dengan jumlah yang besar dalam waktu relatif singkat di musim penghujan, disertai perubahan penggunaan lahan menuju makin luasnya pemukaan kedap (impermeable) menyebabkan hanya sebagian kecil curah hujan yang dapat diserap dan ditampung oleh tanah melalui intersepsi maupun infiltrasi sebagai cadangan air dimusim kemarau (Irianto, et all., 2003). Dampaknya air hujan yang di transfer menjadi aliran permukaan meningkat, sehingga terjadi banjir dengan besaran (magnitude) yang makin meningkat. Kondisi ini akan diperburuk apabila periode tanah sudah dalam keadaan jenuh akibat hujan sebelumnya. Banjir terjadi saat debit aliran sungai menjadi sangat tinggi, sehingga melampaui kapasitas daya tampung sungai. Akibatnya bagian air yang tidak tertampung melimpas melampaui badan/bibir/tanggul sungai dan pada akhirnya akan menggenangi daerah sekitar aliran yang lebih rendah.

seperti di kutip dari https://bebasbanjir2025.wordpress.com

Sungai Ciliwung yang berhulu di daerah Puncak, Bogor (komplek Gunung Gede dan Pangrango) dan bermuara di Jakarta mempunyai karakteristik yang cenderung menyebabkan rawan banjir. Daerah tangkapan air Sungai Ciliwung baik bagian Tengah (Bogor-Depok) maupun di Hulu (Puncak) telah terjadi perubahan penggunaan lahan dari lahan bertanaman (permeable) menuju ke lahan impermeable. Sementara itu di bagian Hilir (Jakarta) nampak perubahan penggunaan lahan permeable ke impermeable bukan saja terjadi pada areal yang jauh dari sungai, namun telah banyak terjadi pula di wilayah bibir sungai sehingga bukan saja areal resapan yang makin sempit, tetapi daya tampung sungai juga mengecil pula. Dengan demikian maka daerah aliran sungai Ciliwung menjadi sangat rawan terhadap banjir. Berdasarkan hasil penelitian curah hujan yang terjadi di kawasan DAS Ciliwung Hulu dan Tengah memberikan kontribusi banjir di daerah hilir (Jakarta) sebesar masing-masing 51 dan 49 %. (Pawitan H., 2002).

seperti di kutip dari https://bebasbanjir2025.wordpress.com

Wilayah Sub DAS Cibogo sebagai salah satu anak/cabang sungai Ciliwung mengalami perubahan penggunaan lahan yang sangat drastis akibat pembabatan hutan dan kebun teh menjadi daerah pertanian tanaman semusim seperti sayuran dan tanaman pangan lainnya. Praktek pertanian di daerah ini kurang mengindahkan kaidah konservasi lahan, seperti pembuatan bedengan tempat pertanaman yang memotong kontur, menyebabkan mudah terjadi erosi terutama pada saat pengolahan tanah, panen atau saat kanopi tanaman masih kurang. Banjir selain menyebabkan kerugian secara sosial dan ekonomi juga erosi lapisan tanah permukaan yang subur, sehingga menurunkan kualitas lahan dan kemampuan resapan air (Suripin, 2002). Berdasarkan hasil penelitian perubahan penggunaan lahan di DAS Ciliwung hulu tahun 1990—1996, menjadi salah satu penyebab meningkatkan debit puncak dari 280 m3/det menjadi 383 m3/det, dan meningkatkan persentase hujan menjadi aliran permukaan (direct run-off) dari 53% menjadi 63%. Kenyataan tersebut menunjukkan bahwa perubahan penggunaan lahan mempunyai pengaruh yang paling besar terhadap perubahan kondisi hidrologi DAS Ciliwung (Fakhrudin, 2003).

seperti di kutip dari https://bebasbanjir2025.wordpress.com

Salah satu usaha kongkret untuk mengurangi resiko banjir dan kekeringan selain dengan usaha penghijauan adalah dengan memanen hujan dan aliran permukaan antara lain dengan penerapan teknologi dam parit, sumur resapan, rorak dan sebagainya. Diantara teknik panen hujan dan aliran permukaan yang mempunyai fungsi lebih efektif adalah dengan dam parit. Dam parit dibangun pada badan sungai orde 2 atau 3 dapat menampung aliran permukaan dengan kapasitas tertentu untuk memperbesar daya tampung sungai, menghambat kecepatan aliran (waktu respon) dan mengurangi volume.

seperti di kutip dari https://bebasbanjir2025.wordpress.com

Secara lebih luas fungsi dam parit adalah: 1) meningkatkan daya tampung sungai sehingga dapat mengurangi volume banjir, 2) mengurangi kecepatan aliran permukaan sehingga daya kikis dan daya angkutnya menurun (erosi), 3) meningkatkan cadangan air tanah dan suplai air di musim kemarau. Manfaat dam parit akan lebih besar apabila dam parit pembangunannya dilakukan secara bertingkat (cascade) pada setiap jalur sungai/anak sungai dan dilengkapi dengan saluran irigasi ke lahan pertanian maupun perumahan penduduk. Air yang ditampung akan meningkat karena (1) Kapasitas dam parit akan lebih banyak (2) jumlah petakan lahan pertanian lebih luas, an (3) serapan air melalui infiltrasi menjadi lebih besar..

seperti di kutip dari https://bebasbanjir2025.wordpress.com

Pengembangan dam parit di suatu wilayah DAS perlu memperhatikan luas daerah tangkapan air, bentuk DAS, target irigasi, bentuk dan posisi penampang sungai sehingga dapat ditentukan jumlah, posisi dan dimensi masing-masing dam parit. Sub Das Cibogo mempunyai daerah tangkapan air (DTA) seluas 124,5 ha dengan target irigasi 26,4 ha, bentuk DAS memanjang, pada tahun 2004/2005 telah dibuat 2 unit dam parit secara bertingkat dengan volume masing-masing 1.250 dan 300,m3, terletak pada ketinggian 900 dan 925 m dpl. Penelitian manfaat dam parit untuk mengatasi banjir dan kekeringan ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh pembangunan 2 unit dam parit tersebut: 1 mengurangi volume debit puncak, 2) mengetahui penambahan waktu respon 3) mengetahui pengaruh pemambahan ketersediaan air di musim kemarau.

seperti di kutip dari https://bebasbanjir2025.wordpress.com

Kegiatan penelitian dilakukan di Sub DAS Cibogo yang mempunyai luas daerah tangkapan air seluas 124,5 ha dan areal target irigasi seluas 26,4 ha. Aliran mikro sungai Cibogo secara hirarkhi orde sungai termasuk orde 3 akan mengalir melalui anak sungai sub DAS Sukabirus (orde 4) yang kemudian bermuara di sungai Ciliwung di Gadog (orde 5). Sub DAS Cibogo secara administrasi termasuk ke dalam wilayah desa Citeko, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Waktu penelitian ini berlangsung dari Januari sampai dengan Desember 2005.

seperti di kutip dari https://bebasbanjir2025.wordpress.com

Untuk mengetahui batas sub DAS Cibogo dilakukan pemetaan secara manual dengan mendapatkan data geografis menggunakan alat Global Posisioning System (GPS) pada titik batas sub DAS. Jaringan hidrologi dan penggunaan lahan juga dilakukan dengan alat sama (GPS) untuk mengadapatkan data geografis pada titik titik-tertentu pada jalur aliran atau batas penggunaan lahan sehingga dapat digambarkan secara spasial bentuk jaringan hidrologi maupun penggunaan lahan. Dari setiap jenis penggunaan lahan di lakukan pengamatan pola tanam dan jenis tanamannya. Karakterisasi topografi juga dilakukan dengan menggunakan GPS untuk dan abney level pada setiap titik perubahan topografi. Dalam karakteristik topografi di lapang dilakukan pengamatan posisi, panjang dan tingkat kemiringan lereng, Pengamatan debit aliran permukaan dilakukan pengamatan debit sungai secara berkala pada titik-titik dimana akan dibangun dam parit.

seperti di kutip dari https://bebasbanjir2025.wordpress.com

Untuk mengetahui manfaat dam parit dalam mengurangi volume dan waktu respon aliran permukaan perlu dilakukan pengukuran debit sesaat di saluran, sebelum dan sesudah dibangun dam parit. Hubungan antara curah hujan, debit aliran dan waktu respon disajikan pada Gambar Hubungan antara curah hujan, debit aliran dan waktu respon. Analisis perubahan fungsi hidrologis DAS dilakukan berdasarkan aplikasi model prediksi debit harian, GR4J (Perrin, 2002). Model ini merupakan pengembangan lebih lanjut model GR3 yang dikembangkan oleh CEMAGREF, Perancis dengan struktur model seperti yang ditunjukkan oleh Gambar Struktur model GR4J.

seperti di kutip dari https://bebasbanjir2025.wordpress.com

Potensi pasokan air dihitung dari volume aliran permukaan atau melalui potensi aliran dasar dari hasil pengukuran debit. Analisis kebutuhan air untuk tanaman menggunakan metode analisis neraca air tanaman dengan menggunakan alat bantu (soft ware) WARM ver 1.0 (Runtunuwu et.all 2004). Dasar perhitungan yang digunakan dalam alat bantu ini adalah perhitungan indek kecukupan air tanaman.Untuk menghitung kebutuhan air di sektor lain dilakukan dengan melakukan estimasi jumlah pemakaian air untuk usaha tani dan kebutuhan rumah tangga. (Frevert et. al., 1963, dalam Arsyad , 2000).

seperti di kutip dari https://bebasbanjir2025.wordpress.com

Secara Administratif dam parit tersebut terdapat di desa Citeko, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Secara Geografis Daerah tangkapan air dan target irigasi dam parit pada Sub DAS Cibogo terletak pada 6o 41 ‘ 21,5 “ s/d 6o 43‘ 35,6“ LS dan 106o 55‘ 43“ s/d 106o 56‘ 44“BT, pada ketinggian antara 900 s/d 1.045 m dpl. Sub DAS ini mempunyai panjang 4.600 m dihitung dari dam parit 1 ke hulu, mempunyai daerah tangkapan air seluas 124,15 ha dan daerah target irigasi seluas 25,72 ha. Daerah target irigasinya meliputi wilayah RT 1 dan 2 RW 8 dan RT 3 RW 9, Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor

seperti di kutip dari https://bebasbanjir2025.wordpress.com

Kemiringan lereng dan topografi sub DAS Cibogo merupakan daerah perbukitan/pegunungan pada fisiografi lungur volkan dari komplek Pegunungan Gede-Pangrango, dengan lereng sangat terjal, terjal dan melandai. Sequen topografi Sub DAS Cibogo dapat di bagi menjadi 3 bagian yaitu: (1) Punggung/lereng atas, berbentuk cembung, arah lereng dua arah yaitu mengikuti arah sungai dari hulu ke hilir dan memotong arah sungai dengan tingkat kemiringan melandai dengan lereng antara 8-15 %. (2) Lereng tengah berbentuk lurus memotong arah sungai kiri kanan tingkat kemiringan, melandai sampai sangat terjal dengan kemiringan antara 40-100 %. (3) Lereng bawah banyak diantaranya bersatu dengan lereng tengah dengan bentuk lurus dan sebagian lagi dapat dipisahkan berbentuk cekung dengan tingkat kemiringan melandai.

seperti di kutip dari https://bebasbanjir2025.wordpress.com

Penggunaan lahan sub DAS Cibogo dapat dibedakan sebagai berikut: kebun teh, kebun sayuran, kebun rumput dan hutan pinus. Kebun teh terdapat di punggung/lereng atas yang saat ini sebagian besar telah dimanfaatkan sebagai kebun oleh masyarakat dan keberadaannya tinggal seluas kurang lebih 19,45 ha atau 12,89 %. Kebun sayur terdapat pada lereng atas, tengah dan bawah. Jenis tanaman berupa sayuran (kubis, kubis bunga, wortel, sawi, tomat, cabe, caisin dan lainnya). Lahan ini merupakan lahan berteras, sebagai penguat teras masyarakat menggunakan tanaman pisang. Kebun sayuran yang terdapat di daerah tangkapan air Sub DAS Cibogo seluas kurang lebih 49,46 ha atau 32,78 %. Sedangkan yang terdapat di daearh target irigasi seluas kurang lebih 23,50 ha atau 15,58 %. Rumput terdapat dibagian hulu sungai menempati lereng tengah dan bawah, jenis rumput yang ditanam adalah jenis rumput raja (king grass) seluas kurang lebih 13,53 ha atau 8,97 ha. Semak terdapat pada lereng bawah dan tengah daerah tangkapan air Sub DAS Cibogo seluas kurang lebih 12,80 ha atau 8,46 %. Hutan berupa hutan pinus dan hutan campuran hanya terdapat pada lereng bawah dan tengah di daerah tangkapan air Sub DAS Cibogo seluas 29,91 ha atau 19,83 ha. Jenis penggunaan lahan di daerah penelitian disajikan pada Gambar Penggunaan lahan sub DAS Cibogo Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor kondisi September 2005

seperti di kutip dari https://bebasbanjir2025.wordpress.com

Dalam sistem sungai (Schumm dalam Rodriguez-Iturbe dan Rinaldo, 1997) Sub DAS Cibogo termasuk dalam zona produksi air dan dibagi menjadi kedalam 2 bagian yaitu Daerah Tangkapan Air (DTA) dan areal Target Irigasi (TI). Bagian DTA Sub DAS Cibogo terdapat di bagian atas dan berfungsi sebagai daerah yang menagkap air hujan yang dialirkan ke sungai dan ditampung oleh dam parit, dan daerah target irigasi menerima air dari saluran irigasi yang sumber airnya berasal dari dam parit. DTA Cibogo meliputi areal seluas 125 ha berupa hutan, kebun teh dan kebun campuran/ladang dan TI seluas kurang lebih 25 ha berupa kebun sayuran, sawah dan perumahan penduduk.

seperti di kutip dari https://bebasbanjir2025.wordpress.com

Modifikasi debit aliran Sub DAS 6 menitan sebelum dan sesudah pembangunan dam parit dilakukan untuk mengetahui pengurangan volume debit puncak dan perubahan waktu antara curah hujan maksimal dan debit aliran maksimal (waktu respon) pada periode tersebut. Modifikasi debit dilakukan dengan 2 cara yaitu dengan membuka pintu dengan debit 20 l/dt dan tanpamembuka pintu. Pintu dam parit di pasang untuk mengatur jumlah air yang masuk dalam saluran irigasi yaitu dengan debit maksimal sebesar 20 lt/dt atau 7,2 m3/6 menit. Debit ini diatur sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas maksimal saluran irigasi. Skenario volume debit sungai dihitung sebelum masuk ke dam parit I (300 m3), kemudian melimpas dan ditampung dalam dam parit II dengan kapasitas 1200 m3 disajikan pada Gambar Modifikasi debit sub DAS Cibogo, pada musim hujan terbasah tanggal 15 Pebruari (Jam 14.30 sd/18.30) dengan pintu distribusi air terbuka

seperti di kutip dari https://bebasbanjir2025.wordpress.com

Berdasarkan Gambar Modifikasi debit sub DAS Cibogo, pada musim hujan terbasah tanggal 15 Pebruari (Jam 14.30 sd/18.30) dengan pintu distribusi air terbukadiketahui bahwa curah hujan yang terjadi selama 66 menit sebanyak 20 mm. Curah hujan ini menjadi debit puncak dalam setahun disebabkan oleh karena tanah sudah dalam keadaan jenuh akibat periode hujan sebelumnya. Bila dilihat volume debit sebelum terjadinya hujan jam 14.18 adalah sebesar 58,23 s/d 61.38 m3/6 menit atau 161,75 s/d 170, l/detik dan kemudian meningkat menjadi debit puncak sebesar 124,31 m3/6 menit atau 345,30 l/detik setelah terjadi hujan dengan besaran berkisar antara 0,2 s/d 7,4 mm/6 menit. Debit puncak terjadi selama 6 menit pada jam 15:42 dam kemudian menurun secara berangsur dalam debit normalnya 161,75 l s/d 170, l/detik. Pembangunan dam parit secara bertingkat masing-masing dengan volume 300 m3 dan 1200 m3 memberikan pengaruh terhadap perubahan debit sebagai berikut:

seperti di kutip dari https://bebasbanjir2025.wordpress.com

Kekeringan yang paling berperan di musim kemarau di Sub DAS Cibogo adalah kekeringan agronomis dan sosial ekonomis. Secara agronomis kekeringan merupakan kondisi kekurangan air pada suatu daerah untuk suatu periode waktu tertentu yang mengakibatkan terjadi defisit kelembaban tanah yang menyediakan air bagi tanaman. Sedangkan secara sosial ekonomis kekeringan merupakan kondisi kekurangan bahan baku air untuk keperluan sehari-hari masyarakat. Pada keadaan ini air bisa bernilai ekonomis tinggi karena jumlah terbatas atau letaknya jauh. Dengan demikian bahasan untuk kekeringan akan dilakukan tentang potensi ketersediaan air dan potensi kebutuhan air di daerah target irigasi.

seperti di kutip dari https://bebasbanjir2025.wordpress.com

Potensi ketersediaan air bruto dapat dihitung dari curah hujan rata-rata tahunan dan luas daerah tangkapan air, sedangkan potensi ketersediaan air netto dapat di prediksi dari debit sungai pada outlet selama satu tahun. Potensi ketersediaan air bruto adalah 124,80 ha x 3.340 mm = 4,275,200 m3/tahun. Air tersebut kemudian akan meresap kedalam tanah melalui proses infiltrasi dan intersepsi, menguap melalui evapotranspirasi dan menjadi aliran permukaan. Sedangkan produksi air selama bulan Agustus dan September adalah sebesar 10.821 dan 14.789 m3.

seperti di kutip dari https://bebasbanjir2025.wordpress.com

Air dari dam parit diperlukan untuk irigasi areal pertanian bagi tanaman sayuran dataran tinggi seperti wortel, kubis, kubis bunga, cabe, sawi, pakcoi dan buncis. Sedangkan untuk keperluan rumah tangga penduduk sebanyak kurang lebih 120 KK atau 550 jiwa dan ternak kambing sebanyak 100 ekor. Pola tanam di derah target irigasi dapat dibedakan dalam 7 pola yaitu: 1) Wortel – Wortel – Wortel; 2) Wortel – Wortel – Cabe Rawit; 3) Wortel – Buncis – Tomat; 4) Kubis – Wortel – Kubis; 5) Wortel – Wortel – Kubis; 6) Kubis –Tomat – Buncis dan 7) Tumpang sari Pisang Dari pola tanam tersebut memerlukan air total sebanyak 147.019 m3/tahun, untuk rumah tangga memerlukan 51.051 m3 dan untuk ternak memerlukan 182m3/tahun. Distribusi ketersediaan air dan kebutuhan air untuk tanaman, ternak dan rumah tangga disajikan pada Gambar Distribusi penggunaan air di Sub DAS Cibogo selama 1 tahun.

seperti di kutip dari https://bebasbanjir2025.wordpress.com

Dengan perhitungan kehilangan air di saluran sebesar 20% maka diketahui bahwa jumlah air yang sampai daerah target irigasi adalah sebesar masing masing 10.821 dan 14.789 m3. Untuk mendapatkan gambaran lebih detil mengenai hubungan antara besaran aliran permukaan yang ditampung dalam dam parit dan kebutuhan air di daerah target disajikan data resolusi harian seperti terlihat pada Gambar Distribusi aliran permukaan yang ditampung dalam dam parit dan kebutuhan air harian jika pintu baseflow ditutup

seperti di kutip dari https://bebasbanjir2025.wordpress.com

Berdasarkan gambar Distribusi aliran permukaan yang ditampung dalam dam parit dan kebutuhan air harian jika pintu baseflow ditutupdiketahui bahwa terdapat kondisi defisit dimana ketersediaan air di dalam dam parit tidak dapat mencukupi kebutuhan air. Periode defisit terjadi pada pertengahan bulan Maret dan Mei selama masing masing 7 hari dan periode defisit terbesar terjadi pada bulan Agustus-September. Untuk mengantisipasi periode defisit dapat dilakukan dengan menutup pintu pada akhir musim hujan agar dam parit I dan II penuh dengan air. Selanjutnya pada dam II diatur pembukaan pintu air sesuai dengan kebutuhan dengan memperhatikan agar dam parit selalu penuh.

seperti di kutip dari https://bebasbanjir2025.wordpress.com

Dengan keadaan ini maka pola tanam dan jenis tanaman yang diusahakan sangat terbatas. Dengan menutup pintu dam parit pada akhir musim penghujan cadangan air di dalam dam parit dapat mencukupi kebutuhan air untuk daerah target irigasi seluas 12.3 ha, di awal Agustus, sedangkan pada akhir Agustus – awal September cadangan air dapat mencukupi kebutuhan air untuk pertanian seluas 24.6 Ha. Dengan tersedianya air tersebut maka kebutuhan air di daerah target dapat terpenuhi. Dengan perkataan lain maka terjadi peningkatan produktifitas lahan daerah irigasi di musim kemarau (Agustus s/d September) dari 4 menjadi 98 %.

seperti di kutip dari https://bebasbanjir2025.wordpress.com

Sub DAS Cibogo merupakan anak sungai Ciliwung terdapat di desa Citeko, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Secara Geografis terletak pada 6o 41 ‘ 21,5 “ s/d 6o 43‘ 35,6“ LS dan 106o 55‘ 43“ s/d 106o 56‘ 44“BT, elevasi antara 900 s/d 1.045 m dpl dengan panjang 4.600 m terdiri dari DTA seluas 124,15 ha dan TI seluas 25,72 ha. sub DAS ini merupakan daerah perbukitan/pegunungan pada fisiografi lungur volkan dari komplek Pegunungan Gede-Pangrango, 3.1.3. Geologi dan Pedologi. Tanahnya berkembang dari bahan volkan (tufa dan batuan volkan andesitis) tanahnya diklasifikasikan sebagai Andosol Coklat (PPT, 1984) atau Typic Hapludans (USDA, 1997). Penggunaan lahannya berupa kebun teh, kebun sayuran, kebun rumput dan hutan pinus.


Baca juga :

– DistambenJabar- Pada saat hujan, air hujan akan cenderung mengalir menuju jalur-jalur sungai atau lembah-lembah yang merupakan jalur struktur patahan batuan. Akibatnya tanah lereng pada lembah-lembah sungai tersebut akan lebih jenuh air dibandingkan dengan tanah di bagian lain. Semakin deras hujan akan semakin besar debit air yang terakumulasi ke dalam lereng pada jalur-jalur patahan. Akan tetapi air tersebut tidak dapat meresap lebih dalam lagi ke dalam lereng karena terhalang oleh batuan kubah andesit yang kedap air. Hal ini sangat berbahaya, karena air yang terakumulasi pada jalur lereng-lereng tersebut akan terus menekan butiran-butiran tanah penutup lereng (yaitu tanah lempung pasiran) dan akhirnya dapat mendorong tumpukan tanah tersebut untuk menggelincir (longsor) ke bawah. Karena besarnya akumulasi air yang mendorong longsoran tanah, maka longsoran ini selalu diikuti dengan terjadinya aliran lumpur cepat. Setelah longsorpun  akan terlihat rembesan air yang keluar dari lereng. Hal ini berarti, air masih bekerja menekan lereng, dan longsoran susulan dapat terjadi lagi pada timbunan tanah rombakan longsoran. Oleh karena itu sangat penting untuk menjauhkan manusia dari lereng yang sudah longsor terutama saat hujan (meskipun tidak deras). Disarankan daerah yang sudah longsor ditutup dari kegiatan peninjauan dan kerumunan manusia.

seperti di kutip dari https://etalaseilmu.wordpress.com

Diantara ketiga kondisi alam tersebut kondisi geologi dan hujan deras merupakan sesuatu yang given, kita tidak dapat menolak atau menghindarinya. Satu-satunya kondisi yang dapat dikontrol di sini adalah kondisi hidrologi (sistem tata air) pada kubah Andesit Tua. Kondisi tata air ini pulalah yang paling sensitiv untuk berubah baik dalam dimensi waktu (bahkan dalam satuan menit) ataupun dalam dimensi ruang, sebagai responnya terhadap air hujan yang meresap masuk ke dalam lereng. Hal inilah yang perlu dipikirkan lebih lanjut oleh para pakar atau institusi yang berkompeten dalam hal mengelola sistem tata air di sana. Dengan lebih dipahaminya sistem hidrologi di kubah Andesit Tua, maka akan dapat diprediksi zona-zona dan titik-titik mana saja yang sangat sensitiv untuk segera jenuh air (yang berarti yang rawan terhadap longsoran), serta dapat diprediksi hujan yang bagaimanakah yang merupakan hujan pemicu longsoran. Akhirnya nanti dengan memonitor tingkat kejenuhan air pada zona/titik rawan longsor tersebut dab dengan memonitor curah hujannya, suatu sistem peringatan dini terhadap bencana longsoran dapat ditetapkan. Selain hal tersebut, dapat pula dirancang suatu sistem pengelolaan air dan drainase yang tepat dan sederhana. Kesederhanaan teknologi yang akan ditetapkan sangat perlu. Dengan teknologi sederhana (misal dengan sistem parit gali dan saluran bambu), maka penduduk setempat dapat diberdayakan untuk mengelola dan merawatnya.

seperti di kutip dari https://etalaseilmu.wordpress.com

Beberapa kasus bencana longsor di Kabupaten Garut, tampaknya tipe hujan deras sebagai pemicu longsoran, karena kondisi tanahnya adalah lempung pasiran. Tanah ini saat musim kemarau kering dan mengkerut, sehingga retak-retak. Apabila hujjan turun, tanah akan dengan segera menyerap dan merembeskan air hujan, namun air yang terserap ini kemudian akan terhalang oleh batuan andesit kedap yang mengalasi tanah tersebut. Akibatnya air hanya terjebak dan terakumulasi di atas batuan andesit penyusun lereng, dan akhirnya menekan dan menggelincirkan tanah yang diresapinya.

seperti di kutip dari https://etalaseilmu.wordpress.com

Dengan memahami fenomena penyebab terjadinya longsoran, Dinas Pertambangan dan Energi Propinsi Jawa Barat telah melakukan pemetaan daerah Rawan Bencana Gerakan Tanah Longsor di Jawa Barat dan sosialisasi kepada Pemerintah Kabupaten/Kota se Jawa Barat serta penduduk setempat di zona rawan longsor tentang cara praktis mengenali zona rawan longsor, tanda-tanda atau gejala-gejala awal longsoran dan bagaimana tindakan emergencynya. Dengan cara ini diharapkan pemerintah Kabupaten/Kota dan penduduk setempat akan lebih memahami alamnya, lebih percaya diri dan berdaya dalam menghadapi ancaman longsoran berikutnya.

seperti di kutip dari https://etalaseilmu.wordpress.com

Hal penting yang harus diperhatikan semua pihak adalah menutup lokasi yang sudah longsor dari kerumunan massa yang akan meninjau. Meninjau longsoran tidak harus selalu menginjakkan kaki di atas tumpukan tanah yang sudah longsor. Ini dapat berbahaya, karena tanah tersebut masih berupa lumpur dan pada beberapa tempat yang tak terduga dapat merupakan kubangan lumpur yang dalam. Disarankan hanya orang yang berpengalaman saja yang dilengkapi dengan alat pengaman khusus (misalnya tim SAR atau Tim evakuasi korban) yang diperkenankan masuk. Para aparat dan mungkin pejabat dan masyarakat cukup meninjau dari jauh dan tidak berada pada posisi bawah lereng. Lereng-lereng tersebut masih jenuh mengandung air yang bersifat menekan, dan masih potensi untuk longsor lagi.

seperti di kutip dari https://etalaseilmu.wordpress.com

Air hujan yang telah meresap ke dalam tanah lempung pada lereng akan tertahan oleh batuan yang lebih kompak dan lebih kedap air. Derasnya hujan mengakibatkan air yang tertahan semakin meningkat debit dan volumenya, dan akibatnya air dalam lereng ini semakin menekan butiran – butiran tanah dan mendorong tanah lempung pasiran untuk bergerak longsor. Jadi di sini batuan yang kompak dan kedap air (yang umumnya mengalasi tanah yang gembur) berperan sebagai penahan air dan sekaligus sebagai bidang gelincir longsoran, sedangkan air berperan sebagai penggerak massa tanah yang tergelincir di atas batuan kompak tersebut. Semakin curam kemiringan lereng maka kecepatan penggelinciran juga semakin cepat. Semakin gembur tumpukan tanah lempung ini maka semakin mudah tanah tersebut meloloskan air dan semakin cepat air meresap ke dalam tanah. Semakin tebal tumpukan tanah, maka juga semakin besar volume massa tanah yang longsor. Tanah yang longsor dengan cara demikian umumnya dapat berubah menjadi aliran lumpur yang pada saat longsor sering menimbulkan suara gemuruh.

seperti di kutip dari https://etalaseilmu.wordpress.com

Pada prinsipnya tanah tersebut longsor karena terdorong oleh tekanan air dalam lereng. Agar air cukup mempunyai kekuatan untuk melongsorkan, maka air dalam lereng tersebut harus cukup terakumulasi dalam lereng. Pada waktu pagi hingga siang hari umumnya baru terjadi penguapan air permukaan pada sungai-sungai, danau dan laut. Kemudian sekitar pukul dua siang umumnya baru terjadi mendung, sedangkan hujan baru turun setelah mendung pada sore hari. Saat hujan sore hari mulai turun, air dalam lereng belum begitu jenuh, sehingga perlu waktu beberapa saat agar hujan dapat menjenuhkan lereng. Jadi apabila hujan dimulai sore, maka longsoran tanah gembur baru akan terjadi malam hari saat tanah tersebut sudah cukup jenuh.

seperti di kutip dari https://etalaseilmu.wordpress.com

Tidak selalu hujan deras mengakibatkan longsoran pada lereng yang berbakat longsor. Apabila tanah yang berbakat longsor tersebut bersifat gembur, maka tanah ini bersifat sangat lolos air. Akibatnya hujan yang deras sangat efektif untuk meresap masuk ke dalam lereng, dan dalam waktu beberapa jam saja air sudah mempunyai cukup kekuatan untuk melongsorkan tanah teresebut. Untuk longsoran pada tanah gembur semacam ini umumnya sudah mulai dapat terjadi pada awal musim hujan (misalnya awal November).

seperti di kutip dari https://etalaseilmu.wordpress.com

Namun apabila tanah penyusun lereng tersebut bersifat lebih sulit meloloskan air, misalnya tanah-tanah lempung yang kedap air (tidak gembur), maka hujan yang deras tidak dapat efektif meresap ke dalam tanah tersebut, melainkan akan menjadi air limpasan (run-off), yang selanjutnya akan cenderung menjadi banjir di daerah bawah lereng. Untuk kondisi tanah yang lebih sulit meloloskan air ini hujan yang paling efektif untuk melongsorkan tanah adalah hujan yang normal saja (bukan hujan deras), tapi turun selama beberapa hari atau beberapa minggu (tiap harinya turun selama beberapa jam). Longsoran pada tanah semacam ini umumnya terjadi pada pertengahan musim hujan (misal Desember) hingga akhir musim hujan (misal Maret).

seperti di kutip dari https://etalaseilmu.wordpress.com

Sosialisasi/penyebar luasan informasi ini sebaiknya dapat dilakukan secara lebih gencar, misalnya melalui tayangan televisi dan radio yang diputar minimal tiga kali sehari menjelang dan selama musim hujan. Kita dapat mencontoh sosialisasi cara pencegahan Demam Berdarah ataupun cara emergency untuk mengatasi Diare dengan garam oralit. Dengan cara sosialisasi yang gencar dan tidak terkesan menakut-nakuti ini, masyarakat akan lebih memahami apa sebenarnya yang sedang terjadi, mengapa hal tersebut terjadi dan langkah-langkah apa yang dapat mereka lakukan sendiri untuk menolong diri mereka sendiri. Dengan kata lain, masyarakat akan lebih berdaya dalam menghadapi longsoran. Apabila seluruh masyarakat sudah terkondisikan dengan situasi siap menghadapi longsoran, diharapkan jumlah korban longsoran susulan dapat lebih jauh berkurang dan hal ini akan jauh lebih meringankan aparat dalam menangani bencana longsoran.

seperti di kutip dari https://etalaseilmu.wordpress.com

Secara umum daerah rawan bencana longsor di P. Jawa terdapat di sepanjang lereng selatan jajaran Gunung Api yang melintas dari Jawa Barat hingga ke Jawa Timur. Daerah ini apabila tidak diwaspadai sebelumnya, umumnya longsoran dapat terjadi mulai awal musim hujan, misalnya mulai bulan Desember hingga Maret. Oleh karena itu dihimbau agar daerah-daerah tersebut segera mulai melakukan antisipasi dini. Antsipasi yang paling tepat dan praktis, adalah dengan menjaga lereng-lereng rawan longsor tersebut tidak jenuh air, misal dengan cara :


Baca juga :

Senja menjelang tiba di segenap Kabupaten Banjarnegara, propinsi Jawa Tengah, pada Jumat 12 Desember 2014 Tarikh Umum (TU) lalu. Dalam kondisi normal panoramanya bakal memukau siapapun, saat langit berangsur-angsur menjadi memerah tembaga di kala Matahari memerah dan meredup, pemandangan yang selalu menimbulkan kesan spiritual dan relijius. Namun sore itu tak satupun yang dapat disaksikan. Bahkan seberkas sinar Matahari tak juga nampak. Banjarnegara sedang kehujanan. Titik-titik air hujan yang sangat deras meredam segenap kabupaten tersebut sejak sehari sebelumnya. Stasiun geofisika kelas III Banjarnegara yang dioperasikan oleh BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) mencatat curah hujan sepanjang Kamis 11 Desember 2014 TU mencapai 112,7 milimeter. Dan sehari kemudian curah hujannya masih sebesar 101,8 milimeter. Dalam dua hari saja saja intensitas hujan yang mengguyur seantero Banjarnegara telah sebesar 214,5 milimeter. Di waktu-waktu lalu, pada umumnya curah hujan sebanyak itu membutuhkan waktu sebulan Desember penuh (rata-rata) dalam menjatuhi segenap Banjarnegara. Jelas sudah, dengan volume air hujan yang setara dengan yang rata-rata diguyurkan selama 31 hari penuh, hujan sepanjang 11 hingga 12 Desember 2014 di Banjarnegara berkualifikasi hujan sangat deras atau hujan ekstrim.

seperti di kutip dari https://ekliptika.wordpress.com

Gambar 1. Wajah dusun Jemblung, desa Sampang (Banjarnegara) antara sebelum dan sesudah bencana tanah longsor dahsyat 12 Desember 2014 TU. Citra sebelum bencana diambil dari sisi utara jalan raya Banjarnegara-Dieng menghadap ke barat laut-utara. Nampak masjid al-Iman di latar belakang. Sementara citra sesudah bencana diambil dari lokasi yang lebih tinggi namun tidak seberapa jauh dari lokasi pengambilan citra sebelum bencana, dengan arah pandang yang sama. Nampak semua sudah berubah menjadi timbunan lumpur. Sumber: Nurmansyah, 2014.

seperti di kutip dari https://ekliptika.wordpress.com

Hujan yang sangat deras ini membuat sekujur Banjarnegara menggigil dan berharap-harap cemas. Kabar meluapnya Sungai Serayu, sungai utama di kabupaten ini, sembari mengalirkan arusnya demikian deras pun menyebar kemana-mana. Sedemikian berlimpah air sungai ini sehingga tinggi genangan di Waduk Panglima Besar Sudirman (Mrica), yang ada di aliran sungai Serayu, pun mencapai maksimum dalam waktu singkat. Akibatnya pengelola dipaksa membuka pintu-pintu pelimpas air ( spillway )-nya untuk tetap menjaga keamanan bendung. Air Serayu pun menderas ke hilir dan sempat menenggelamkan sejumlah rumah. Kabar tak berkeruncingan pun menyebar kemana-mana, mewartakan waduk telah bobol dan menenggelamkan hilir sungai meski hal ini segera dibantah oleh pengelola bendungan. Titik-titik tanah longsor pun bermunculan dimana-mana di kabupaten ini. Namun yang terburuk belumlah tiba.

seperti di kutip dari https://ekliptika.wordpress.com

Pada Jumat senja itu mayoritas penduduk dusun Jemblung, desa Sampang, kecamatan Karangkobar lebih memilih meriung di kediamannya masing-masing. Hujan sangat deras hari itu baru saja berlalu. Namun titik-titik air yang lebih lembut masih berjatuhan, membuat orang-orang enggan keluar. Dusun sederhana berhawa sejuk itu terletak pada elevasi 930 hingga 940 meter dpl (dari paras air laut rata-rata). Mayoritas penduduk bergelut di dunia pertanian. Dusun ini nyaris tak dikenal orang luar Karangkobar, meski berada di jalur jalan raya utama yang menghubungkan kota Banjarnegara dengan Leksana (ibukota kecamatan Karangkobar) dan Dataran Tinggi Dieng. Jalan raya yang sama juga menjadi salah satu poros penghubung Banjarnegara dengan Pekalongan di utara. Jalan tersebut telah beraspal mulus dengan kualitas baik, meski naik turun dan penuh tikungan. Terdapat sekitar 150 rumah di dusun ini. Desa Sampang sendiri berpenduduk lebih dari 2.000 jiwa dengan 1.805 orang diantaranya terdaftar sebagai pemilih dalam daftar pemilih tetap pilpres 2014 lalu seperti dipublikasikan KPU (Komisi Pemilihan Umum).

seperti di kutip dari https://ekliptika.wordpress.com

Situasi berubah dramatis pada pukul 17:00 WIB. Didahului suara mirip ledakan keras hingga dua kali, lereng sisi utara Gunung Telagalele yang persis ada di hadapan dusun ini mendadak longsor. Materialnya mengalir deras tak tertahankan ke kaki gunung. Hampir segenap dusun beserta penduduknya kontan terkubur di bawah timbunan lumpur tebal. Longsor dahsyat ini juga menimbun jalan raya beserta kendaraan apapun yang sedang melintasinya saat itu. Hanya dalam lima menit, lansekap yang semula indah kini berubah menjadi timbunan tanah yang mengerikan. Luas kawasan yang terkena hantaman longsor dalam bencana dahsyat ini mencapai tak kurang dari 15 hektar dan sebagian menyumbat Sungai Petir, salah satu anak sungai Merawu dalam DAS (daerah aliran sungai) Serayu. Hingga Minggu 13 Desember 2014 TU, tim evakuasi yang kini sudah beranggotakan lebih dari 2.000 orang dari segenap eksponen relawan telah menemukan 42 jasad korban. Dari perkiraan 108 jasad yang terkubur, maka masih ada 66 orang yang belum ditemukan. Ribuan penduduk baik dari desa Sampang maupun desa-desa sekitarnya telah diungsikan ke tempat-tempat pengungsian sementara, seiring Gunung Telagalele dan bukit-bukit lainnya di sini yang masih labil. Nama Jemblung dan Sampang pun sontak menjadi episentrum perhatian hingga skala nasional.

seperti di kutip dari https://ekliptika.wordpress.com

Skala kedahsyatan bencana longsor Jemblung (Sampang) 2014 ini menggamit kembali ingatan akan sejumlah bencana sejenis yang menerpa Banjarnegara dalam setengah abad terakhir. Misalnya bencana longsor Gunungraja (Sijeruk) 2006 , yang terjadi pada 4 Januari 2006 TU dan merenggut 90 nyawa dengan 76 jasad korban berhasil ditemukan dan 14 sisanya tetap hilang. Atau bencana longsor Legetang (Kepakisan) 1955 yang spektakuler, yang terjadi pada 16 April 1955 TU akibat ambrolnya lereng Gunung Pengamun-amun di Dataran Tinggi Dieng dan menimbun tak kurang dari 351 orang. Ketiga bencana longsor dahsyat itu pun harus disandingkan pula dengan bencana longsor dalam skala yang lebih kecil lainnya di Banjarnegara. Dalam kurun lima tahun terakhir, kabupaten ini berhadapan dengan 15 peristiwa tanah longsor atau rata-rata tiga peristiwa longsor per tahun. Semua bencana longsor menimbulkan kerugian material yang besar dan beberapa diantaranya bahkan merenggut korban jiwa, meski tak sefantastis bencana longsor dahsyat Legetang, Gunungraja dan Jemblung. Pada saat yang sama dengan bencana longsor dahsyat Jemblung ini, Banjarnegara pun sedang berhadapan dengan tak kurang dari 66 titik longsor lainnya.

seperti di kutip dari https://ekliptika.wordpress.com

Faktor utamanya terletak pada geologi Banjarnegara yang unik, khususnya kawasan Karangkobar-Merawu yang menjadi bagian sub-DAS Merawu. Kawasan ini merupakan bagian dari mandala Pegunungan Serayu Utara yang topografinya relatif bergelombang yang lereng-lerengnya setengah terjal hingga terjal. Segenap kecamatan Karangkobar terletak di dalam pegunungan ini, dengan gunung-gunungnya memiliki kemiringan lereng antara 15 hingga 40 %. Kawasan Karangkobar-Merawu ini dialasi oleh batuan sedimen lempung dan napal hasil rombakan gunung berapi jauh di masa silam. Permukaannya ditutupi tanah hasil pelapukan yang cukup tebal. Hal ini masih ditambah dengan tercabik-cabiknya kawasan Karangkobar-Merawu akibat aktivitas tektonik nun jauh di masa silam, yang membuat kawasan ini dibelah-belah dan ditekan hebat demikian rupa oleh beragam sesar (patahan) yang saling bersilang-siur dan aktif pada masanya. Kini sesar-sesar itu telah lama mati, namun imbasnya masih bisa dirasakan dalam wujud rapuhnya lempung dan napal yang mengalasi kawasan Karangkobar-Merawu. Lempung dan napal tersebut cukup sarang sehingga mampu menyimpan air namun juga membuatnya mudah longsor bila kandungan airnya telah jenuh.

seperti di kutip dari https://ekliptika.wordpress.com

Kekhasan ini masih ditambah dengan terus bergeraknya kawasan Karangkobar-Merawu akibat desakan dari dalam dari arah selatan. Desakan yang masih terus berlangsung membuat lempung dan napal seakan diremas-remas. Sejumlah gunung batu relatif padat, yang adalah sisa intrusi magmatik nun jauh di masa silam dan relatif tahan terhadap pengikisan oleh cuaca, pun turut terdorong oleh desakan tersebut hingga terputus dari akarnya. Situasi ini kian menambah rapuh lempung dan napal di segenap kawasan Karangkibar-Merawu. Tak heran jika tingkat erosi di sini demikian tinggi, bahkan meskipun vegetasi (tumbuhan) berkayu yang rapat masih menutupi lereng-lerengnya dengan baik. Tanah pucuk ( topsoil ) yang dihanyutkan air lantas mengalir ke sungai-sungai kecil yang menjadi bagian sub-DAS Merawu. Hampir tiga perempat abad silam geolog legendaris van Bemmelen menyebut Sungai Merawu adalah sungai paling berlumpur di Indonesia. Tingginya erosi di sub-DAS Merawu memberikan kontribusi cukup besar bagi sedimentasi Waduk Panglima Besar Sudirman. Setiap tahunnya waduk ini dimasuki sedimen sebanyak 2,4 juta meter kubik. Sedimentasi tersebut setara dengan lumpur/tanah yang diangkut 1.300 dump truck  kapasitas 5 meter kubik dalam setiap harinya. Selain erosi yang sangat tinggi, kekhasan kawasan Karangkobar-Merawu juga menjadikannya kawasan yang sangat rentan terhadap bencana tanah longsor baik dalam skala kecil maupun besar. Tak heran jika PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) menempatkan mayoritas kecamatan Karangkobar ke dalam zona kerentanan gerakan tanah menengah (zona kuning) dan tinggi (zona merah).

seperti di kutip dari https://ekliptika.wordpress.com

Bencana tanah longsor dahsyat di kawasan Karangkobar-Merawu umumnya disebabkan akumulasi air hujan dalam lereng setengah terjal hingga terjal sampai mencapai titik jenuh. Selain menambah bobot lereng, akumulasi air juga membuat bagian bawah tanah lereng tersebut seakan dilumasi sehingga menciptakan bidang gelincir. Begitu lereng tak lagi sanggup menahan bobotnya sendiri, bidang gelincir membuat proses melorotnya lereng menjadi lebih mudah. Jika bidang gelincirnya berbentuk cekung, maka tanah longsor bertipe rotasional pun terjadilah. Longsor rotasional cukup khas karena mengandung energi besar sehingga saat segenap lereng merosot, ia mampu meloncatkan kaki lereng (lidah longsor) hingga beberapa puluh atau bahkan beberapa ratus meter dalam kecepatan cukup tinggi sebelum menyentuh tanah. Sementara puncak lereng (mahkota longsor) mungkin hanya beringsut beberapa meter hingga beberapa puluh meter. Loncatan ini sangat sulit dihindari. Namun bencana tanah longsor dalam skala besar tidaklah terjadi sekonyong-konyong. Selalu terdapat gejala pendahuluan sebelum peristiwa utamanya terjadi, dalam rupa terbentuk retakan-retakan di bagian atas lereng yang kemudian terus berkembang memanjang dan kian dalam menjadi retakan lengkung/retakan bulan sabit/retakan tapal kuda. Dari retakan inilah air hujan lebih mudah memasuki lereng dan terakumulasi. Tatkala hal ini sudah terjadi, bencana tanah longsor tinggal menunggu waktu.

seperti di kutip dari https://ekliptika.wordpress.com

Hal tersebut teramati dalam bencana tanah longsor dahsyat Legetang 1955. 70 hari sebelum bencana terjadi, retakan sudah mulai terlihat di dekat puncak Gunung pengamun-amun (elevasi 2.000 meter dpl) yang berjarak sekitar 500 meter sebelah timur dusun Legetang, desa Kepakisan. Para pencari rumput dan kayu bakar di gunung yang saat itu tertutupi hutan lebat pun telah mengetahuinya. Kian lama retakan tersebut kian melebar dan juga kian dalam, mengarah ke sisi tenggara. Retakan yang terus berkembang ini sering menjadi bahan obrolan sehari-hari penduduk dusun Legetang, yang terletak pada elevasi sekitar 1.800 meter dpl. Namun tak ada yang merasa khawatir atau menduga terlalu jauh.

seperti di kutip dari https://ekliptika.wordpress.com

Situasi berubah dramatis pada pertengahan April 1955 TU. Setelah diguyur hujan lebat selama berhari-hari, lereng sisi tenggara Gunung Pengamun-amun telah demikian berat dan terlumasi dasarnya sehingga merosot ambrol dalam volume sangat besar. Penyelidikan geolog MM Purbo dari Jawatan Geologi (kini Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI) memperlihatkan kombinasi longsor bertipe rotasional dengan halangan bukit kecil dihadapannya membuat membuat lidah longsor meloncat jauh. Ia membentur bukit dihadapannya. Hingga akhirnya material longsor pun terbelokkan ke dusun Legetang setelah meloncati sebatang sungai kecil jelang tengah malam 16 April 1955 TU. Segenap dusun ini pun terkubur di bawah tumbunan tanah yang sangat tebal beserta 332 penduduknya dan 19 orang dari desa lain yang sedang bertamu ke dusun tersebut.

seperti di kutip dari https://ekliptika.wordpress.com

Gambar 6. Bagaimana bencana tanah longsor dahsyat Legetang (Kepakisan) 1955 terjadi, dalam ilustrasi berbasis citra Google Earth. Saat lereng tenggara Gunung Pengamun-amun hingga hampir ke puncaknya merosot dengan tipe rotasional (panah kuning tak terputus), materialnya segera membentur bukit dihadapannya. Sehingga berbelok arah menjadi mengubur dusun Legetang (panah kuning putus-putus). 351 orang tewas dan hanya 1 jasad yang berhasil dievakuasi. Sumber: Sudibyo, 2014 dengan basis Google Earth dan Abdrurrahman, 2013.

seperti di kutip dari https://ekliptika.wordpress.com

Bentang lahan Legetang pun berubah dramatis dari semula cekungan di sebuah lembah menjadi gundukan sedikit membukit. Dari 351 korban jiwa itu, hanya jasad kepala dusun yang berhasil dievakuasi. Sisanya terlalu sulit untuk digali akibat tebalnya timbunan tanah. Bencana dahsyat ini sontak menggemparkan masyarakat Banjarnegara khususnya di Dataran Tinggi Dieng. Penduduk segera menghubung-hubungkan bencana ini dengan sikap warga dusun Legetang, yang jauh dari kehidupan religius. Kini di ‘bukit’ yang menimbun Legetang terdapat sebuah tugu beton sebagai pengingat akan bencana yang paling mematikan di Dataran Tinggi Dieng dan Banjarnegara.

seperti di kutip dari https://ekliptika.wordpress.com

Hal serupa juga terjadi jelang bencana longsor dahsyat Gunungraja. Bahkan retakan di lereng bukit Pawinihan sudah terdeteksi semenjak 2004, atau dua tahun sebelumnya. Retakan tersebut terus berkembang dan melebar akibat erosi parit. Hingga dua minggu jelang bencana, retakan ini telah sepanjang 25 meter dengan lebar 1 hingga 2 meter sedalam 4 meter. Lebih tak menguntungkan lagi, erosi parit juga membuat ujung parit ini terbendung oleh material erosi sehingga air tak leluasa mengalir. Namun sepanjang waktu itu tidak ada langkah antisipasi. Meski demikian hingga November 2005 TU bencana relatif terhindarkan seiring masih seimbangnya arus keluaran air (lewat kemampuan tanah bukit untuk menyerap air) dengan arus masukan air (dari air hujan).

seperti di kutip dari https://ekliptika.wordpress.com

Situasi berubah dramatis pada November 2005 TU saat tanah di kaki bukit diperkeras dengan aspal sebagai jalan raya lokal yang menghubungkan dusun Gunungraja Wetan dengan dusun Kendaga, keduanya dalam wilayah desa Sijeruk. Pengaspalan jalan lokal ini jelas bertujuan baik, untuk memperlancar arus transportasi setempat dengan efek multidimensinya. Namun dalam analisis pascabencana yang dilakukan tim Dewan Riset Daerah (DRD) Jawa Tengah, pengaspalan jalan di kaki bukit membuat keseimbangan terganggu. Kini arus masukan air menjadi lebih besar dari arus keluarannya. Puncaknya terjadi pada selang waktu antara 27 Desember 2005 hingga 4 Januari 2006 TU, saat Banjarnegara diguyur hujan lebat. Masukan air di lereng bukit Pawinihan itu pun meningkat hebat tanpa diimbangi oleh peningkatan kemampuan keluaran air. Lereng yang jenuh air membuat bobotnya bertambah besar sembari menciptakan bidang gelincir didasarnya. Maka bencana tanah longsor dahsyat pun terjadilah, tak peduli bahwa lereng bukit itu masih tertutupi tumbuh-tumbuhan berakar tunggang dengan baik. Sebagian dusun Gunungraja pun lenyap di bawah timbunan tanah, yang merenggut nyawa 90 orang dari sekitar 600 orang penduduknya.

seperti di kutip dari https://ekliptika.wordpress.com

Relawan MDMC ( Muhammadiyah Disaster Management Centre ) yang sempat melakukan assessment sebelum bencana menyebutkan telah ada retakan di lereng utara Gunung Telagalele semenjak sebulan sebelum bencana. Retakan tersebut bahkan telah berkembang seiring datangnya musim penghujan. Berkaca dari pengalaman longsor dahsyat Gunungraja, yang hanya berjarak 5 kilometer di selatan dusun Jemblung, maka sejumlah langkah antisipasi telah dilakukan. Penduduk yang bermukim di rumah-rumah yang persis ada di bawah retakan pun telah dievakuasi. Dapat dikatakan bahwa penduduk dusun Jemblung telah mengetahui potensi longsor tersebut dan telah melakukan antisipasi. Satu hal yang belum jelas benar adalah seberapa jauh longsor yang bakal terjadi itu melanda. Anggapan yang berkembang, longsor yang bakal terjadi mungkin berskala kecil hingga sedang. Sehingga evakuasi hanya dilakukan di rumah-rumah di lereng, yang posisinya paling dekat ke retakan.

seperti di kutip dari https://ekliptika.wordpress.com

Asumsi ini ternyata tak terbukti. Longsor yang benar-benar terjadi ternyata berskala besar. Analisis tim respon cepat bencana UGM (Universitas Gadjah Mada) menyebut lereng yang longsor berdimensi tinggi 100 meter dan lebar 500 meter. Tipe longsornya mungkin rotasional, yang membuat lidah longsor meloncat dan menerjang hingga sejauh 600 meter. 35 rumah dan 1 masjid (Masjid al-Iman) bersama dengan penggal jalan raya Banjarnegara-Dieng tertimbun material longsor hingga bermeter-meter. Dari 308 penduduknya, 200 orang diantaranya berhasil menyelamatkan diri. Longsor dahsyat Jemblung merupakan yang terbesar di antara 34 titik tanah longsor lainnya yang berhasil ditemukan. Seluruhnya terletak di kawasan Karangkobar.

seperti di kutip dari https://ekliptika.wordpress.com

Pasca bencana, tim kaji cepat yang beranggotakan UGM, BMKG, PVMBG, LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) dan lainnya memperlihatkan potensi bencana masih tetap membayangi dusun Jemblung ke depan. Potensi pertama datang dari material longsoran yang sebagian membendung sungai Petir. Jika hujan deras, bendungan ini akan menghalangi air sungai untuk beberapa saat sebelum kemudian jebol menjadi banjir bandang. Sementara potensi kedua datang dari mahkota longsor. Di sini terdapat telaga sepanjang 30 meter yang digenangi air hingga sedalam 1 meter. Bila hujan deras kembali mengguyur, air dalam telaga ini dapat menekan tanah dibawahnya yang telah demikian lunak dan rapuh sehingga longsor dapat kembali terjadi. Bahkan dalam prediksi terburuk, skala bencananya bisa melampaui apa yang barusan dusun Jemblung alami!

seperti di kutip dari https://ekliptika.wordpress.com

Dalam bencana tanah longsor pada umumnya, sedikitnya ada tiga faktor yang berkontribusi. Dalam kasus Banjarnegara khususnya di kawasan Karangkobar-Merawu, faktor pertama adalah kondisi geologi yang unik. Faktor kedua adalah hujan deras hingga hujan ekstrim. Dan faktor ketiga adalah tersumbatnya drainase sehingga air tidak bisa terbebas dengan leluasa dari lereng yang berpotensi longsor. Faktor pertama dan kedua adalah faktor yang terberi ( given ), atau sudah dari sononya demikian. Sehingga tak bisa dikendalikan manusia. Namun berbeda dengan faktor ketiga. Manusia dapat mengelola drainase lereng, sehingga tingkat kejenuhan airnya dapat direduksi. Saluran-saluran drainase sederhana dapat dibangun untuk keperluan itu. Di samping itu retakan yang sudah terbentuk harus segera ditimbuni lagi hingga rata. Juga tak boleh ada penggalian baik di lereng maupun kaki lereng, baik kecil-kecilan apalagi besar, atas alasan apapun.

seperti di kutip dari https://ekliptika.wordpress.com

Bencana tanah longsor senantiasa membayangi Banjarnegara sebagai implikasi dari takdir kembumiannya yang unik. Takdir yang membuat tanah di sini sangat subur dan dapat ditumbuhi beragam tanaman budidaya. Takdir yang juga menjadikannya kawasan berpanorama indah dan sejuk. Jika dikelola dengan baik, dua hal tersebut dapat menjadikan Banjarnegara gemah ripah loh jinawi. Namun high risk high gain, di balik segala keuntungan tersebut tersembunyi pula bakat marabahaya. Di masa beratus hingga ribuan tahun silam, potensi bencana tanah longsor mungkin tak menjadi masalah besar seiring jumlah penduduk yang masih jarang. Namun kini jumlah penduduk telah berlipat ganda, sehingga resikonya semakin besar. Maka patut disambut baik upaya tim UGM beserta institusi lainnya untuk memetakan potensi longsor Banjarnegara hingga ke tingkat dusun (sub-desa). Patut disambut pula gagasan gubernur Jawa Tengah untuk menransmigrasikan lokal penduduk dusun Jemblung yang masih tersisa. Gagasan transmigrasi lokal atau relokasi yang masih tetap berada dalam lingkup Banjarnegara patut dikembangkan tak hanya untuk dusun Jemblung pasca bencana. Namun juga untuk dusun-dusun lain yang kelak diketahui memiliki potensi longsor yang tinggi. Agar kelak korban tak lagi berjatuhan…


Baca juga :

Peta adalah gambaran permukaan bumi pada bidang datar dengan skala tertentu melalui suatu sistem proyeksi. Peta bisa disajikan dalam berbagai cara yang berbeda, mulai dari peta konvensional yang tercetak hingga peta digital yang tampil di layar komputer. Istilah peta berasal dari bahasa Yunani mappa yang berarti taplak atau kain penutup meja. Namun secara umum pengertian peta adalah lembaran seluruh atau sebagian permukaan bumi pada bidang datar yang diperkecil dengan menggunakan skala tertentu.Sebuah peta adalah representasi dua dimensi dari suatu ruang tiga dimensi. Ilmu yang mempelajari pembuatan peta disebut kartografi. Banyak peta mempunyai skala, yang menentukan seberapa besar objek pada peta dalam keadaan yang sebenarnya. Kumpulan dari beberapa peta disebut atlas.

seperti di kutip dari https://taufikibrahim.wordpress.com

Warna hijau menunjukkan suatu daerah yang memiliki ketinggian kurang dari 200 m. Biasanya bentuk muka bumi yang terdapat pada ketinggian < 200 m didominasi olah dataran rendah. Dataran rendah di Jawa terdapat di sepanjang pantai utara dan pantai selatan. b. Warna hijau muda Warna hijau muda menunjukkan suatu daerah yang memiliki ketinggian antara 200-400 m di atas permukaan laut. Bentuk muka bumi yang ada di daerah ini berupa daerah yang landai dengan disertai bentuk-bentuk muka bumi bergelombang dan bukit. Penyebaran bentuk muka ini hampir menyeluruh di atas dataran rendah c. Warna kuning Warna kuning menunjukkan suatu daerah yang memiliki ketinggian antara 500-1000 m di atas permukaan laut. Bentuk muka bumi yang ada di daerah ini didominasi oleh dataran tinggi dan perbukitan dan pegunungan rendah. Penyebaran dari bentuk muka bumi ini berada di bagian tepi-tengah dari Provinsi Jawa Tengah dan paling luas di sebelah tenggara Kabupaten Sukoharjo. d. Warna cokelat muda Warna cokelat muda menunjukkan daerah yang mempunyai ketinggian antara 1000-1500 m di atas permukaan air laut. Bentuk muka bumi yang dominan di daerah ini berupa pegunungan sedang disertai gunung-gunung yang rendah. Penyebaran dari bentuk muka ini berada di bagian tengah dari Jawa Tengah, seperti di sekitar Bumiayu, Banjarnegara, Temanggung, Wonosobo. Salatiga dan Tawangmangu. e. Warna cokelat Warna cokelat menunjukkan daerah yang mempunyai ketinggian lebih dari 1500 m di atas permukaan air laut. Bentuk muka bumi di daerah ini didominasi oleh gunung-gunung yang relatif tinggi. Penyebaran dari gunung-gunung tersebut sebagian besar di bagian tengah dari Jawa Tengah. f. Warna biru keputihan Warna biru menunjukkan warna kenampakan perairan. Warna biru keputihan menunjukkan wilayah perairan yang kedalamannya kurang dari 200 m. Bentuk muka bumi dasar laut di wilayah ini didominasi oleh bentuk lereng yang relatif landai. Zona di wilayah ini disebut dengan zona neritik. Penyebaran dari zona ini ada di sekitar pantai. Di wilayah perairan darat warna ini menunjukkan danau atau rawa. Di Wonogiri terdapat Waduk Gajahmungkur, di Bawen terdapat Rawapening, di sekitar Kebumen terdapat waduk Wadaslinang dan Sempor dan masih ada beberapa waduk kecil lainnya. g. Warna biru muda Warna biru muda menunjukkan wilayah perairan laut yang mempunyai kedalaman antara 200-2000 m. Bentuk muka bumi dasar laut di wilayah ini didominasi oleh bentukan lereng yang relatif terjal. Wilayah ini merupakan kelanjutan dari zona neritik. Namun wilayah ini tidak tergambar dalam peta umum. h. Warna biru tua Warna biru tua menunjukkan wilayah perairan laut dengan kedalaman lebih dari 2000 m. Bentuk muka bumi dasar laut di sekitar Pulau Bali pada kedalaman > 2000 m sulit untuk diketahui dan tidak bisa diinterprestasikan dari peta. Namun biasanya bentuk muka bumi pada laut dalam dapat berupa dataran, lubuk laut, drempel dan palung laut. Bentuk muka bumi seperti ini juga tidak tergambar dalam peta umum.

seperti di kutip dari https://taufikibrahim.wordpress.com

Letak astronomis Indonesia: 6°.08’LU – 11°.15’LS dan 95°.45’BT – 141°.05‘BT. Letak astronomis ini mengakibatkan Indonesia mengalami iklim tropis yang sangat membawa keuntungan bagi negara Indonesia. Keuntungan yang didapat oleh Indonesia dengan posisi / letak astronomis tersebut adalah memiliki curah hujan yang tinggi dan penyinaran matahari sepanjang tahun. Lahan-lahan pertanian sangat tergantung dengan curah hujan yang tinggi dan penyinaran matahari, sehingga dapat memberikan kesuburan pada lahan pertanian. Dengan demikian memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Selain itu, wilayah Indonesia juga banyak terjadi penguapan sehingga kelembapan udara cukup tinggi. Hal ini sangat menguntungkan bangsa Indonesia untuk bercocok tanam ataupun beraktivitas dalam segala bidang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

seperti di kutip dari https://taufikibrahim.wordpress.com

Letak ekonomis adalah letak suatu negara ditinjau dari jalur dan kehidupan ekonomi negara tersebut terhadap negara lain. Letak ekonomis Indonesia sangat baik, sebab terletak antara Benua Asia dan Australia ditambah dengan beberapa tempat di sekitar Indonesia yang merupakan pusat lalu lintas perdagangan, misalnya: Kuala Lumpur dan Singapura. Negara tetangga Indonesia ini membutuhkan hasil-hasil pertanian dan hasil pertambangan yang banyak dihasilkan Indonesia. Kemungkinan Indonesia menjadi pusat pasar dunia yang besar sehingga banyak negara industri yang menanamkan modalnya di Indonesia.

seperti di kutip dari https://taufikibrahim.wordpress.com

Daerah PantaiPenduduk memilih mata pencaharian mereka sesuai dengan ketersediaan yang terkandung di alam. Sebagian besar penduduk memilih bekerja sebagai nelayan dibandingkan bercocok tanam. Hal ini disebabkan kondisi tanah yang kurang baik untuk dimanfaatkan untuk bercocok tanam. Daerah pantai juga merupakan tempat wisata yang menarik, sehingga sebagian penduduk bekerja sebagai penjual jasa. Disamping itu, daerah pantai juga dapat dijadikan sebagai tempat budidaya tanaman, meskipun penggunaannya hanya sebagai mata pencaharian sampingan. Beberapa jenis tanaman yang cocok di daerah pantai diantaranya adalah kelapa, semangka, melon dan buah naga.

seperti di kutip dari https://taufikibrahim.wordpress.com

Lokasi yang datar, menyebabkan pengembangan daerah dapat dilakukan seluas mungkin. Pembangunan jalan raya dan jalan tol serta kelengkapan saran transportasi ini telah mendorong daerah dataran rendah menjadi pusat ekonomi penduduk. Kemudahan transportasi dan banyaknya pusat-pusat kegiatan di daerah dataran rendah menarik penduduk untuk menetap disana. Oleh karena, itu penduduknya semakin bertambah dan kebutuhan tempat tinggal serta tempat usaha juga meningkat. Lahan-lahan seperti sawah dan hutan sebagai penyangga keseimbangan alam semakin berkurang digantikan oleh tumbuhnya bangunan bertingkat. Hal ini banyak menimbulkan permasalahan, seperti daerah resapan air berkurang yang mengakibatkan banjir pada saat musim hujan dan kekeringan pada saat musim kemarau.

seperti di kutip dari https://taufikibrahim.wordpress.com

Uap air merupakan senyawa kimia udara dalam jumlah besar yang tersusun dari dua bagian hidrogen dan satu bagian oksigen. Uap air yang terdapat diatmosfer merupakan hasil penguapan dari laut, danau, kolam, sungai dan transpirasi tanaman. Atmosfer selalu dikotori oleh debu. Debu adalah istilah yang dipakai untuk benda yang sangat kecil sehingga tidak tampak kecuali dengan mikroskop. Jumlah debu berubah-ubah tergantung pada tempat. Sumber debu beraneka ragam, yaitu asap, abu vulkanik, pembakaran bahan bakar, kebakaran hutan, smog dan lainnya. Smog singkatan dari smoke and fog adalah kabut tebal yang sering dijumpai di daerah industri yang lembab. Debu dapat menyerap, memantulkan, dan menghamburkan radiasi matahari. Debu atmosferik dapat disapu turun ke permukaan bumi oleh curah hujan, tetapi kemudian atmosfer dapat terisi partikel debu kembali. Debu atmosfer adalah kotoran yang terdapat di atmosfer.

seperti di kutip dari https://taufikibrahim.wordpress.com

Lapisan troposfer merupakan lapisan udara yang paling rendah. Lapisan ini di khatulistiwa mempunyai ketebalan berkisar 16 km, di daerah sedang ketebalannya berkisar 11 km, dan di daerah kutub berkisar 8 km. Rata-rata kedalaman lapisan troposfer adalah 12 km. Pada lapisan ini, peristiwa-peristiwa cuaca, seperti angin, awan, dan hujan terjadi. Pada lapisan ini terdapat penurunan suhu yang terjadi karena sangat sedikitnya troposfer menyerap radiasi gelombang pendek dari matahari, sebaliknya permukaan tanah memberikan panas pada lapisan troposfer yang terletak di atasnya; melalui konduksi, konveksi, kondensasi dan sublimasi yang dilepaskan oleh uap air atmosfer. Konduksi adalah proses pemanasan secara merambat. Konveksi adalah proses pemanasan secara mengalir. Kondensasi adalah proses pendinginan yang mengubah wujud uap air menjadi air. Sublimasi adalah proses perubahan wujud es menjadi uap air. Suhu udara di daerah tropis pada ketinggian 0 m di atas permukaan laut berkisar 27ºC, sedangkan di bagian atas yang berbatasan dengan tropopause suhunya berkisar 62ºC. Dengan demikian, setiap ada kenaikan tinggi tempat maka suhunya semakin turun. Menurut Teori Braak, setiap naik 100 m maka suhu akan turun 0,61ºC.

seperti di kutip dari https://taufikibrahim.wordpress.com

Lapisan stratosfer berada di atas tropopause sampai ketinggian berkisar 49 km dari permukaan laut. Pada stratosfer terdapat lapisan isothermal, yaitu pada ketinggian antara 11-20 km dengan suhu udara beragam ± -60ºC dan lapisan inverse pada ketinggian antara 20-49 km. Pada lapisan inverse suhu udara semakin ke atas semakin meningkat dan sampai ketinggian 49 km suhu udara mencapai -5ºC. Meningkatnya suhu udara ini disebabkan oleh adanya kandungan gas ozon (Oɜ). Di atas stratosfer terdapat lapisan stratopause yang merupakan pembatas antara stratosfer dengan mesosfer. Lapisan isothermal atau lapisan inverse artinya suhu udara bertambah tinggi (panas) seiring dengan naiknya ketinggian.

seperti di kutip dari https://taufikibrahim.wordpress.com

Apakah Anda bisa membedakan antara cuaca dengan iklim? Untuk mengetahuinya cobalah Anda simak pernyataan ini “Hari ini sangat cerah”, dan “Bulan bulan belakangan ini tidak tampak turun hujan, sehingga dimana-mana terjadi kekeringan”. Nah bisakah Anda membedakan pernyataan tersebut? Pernyataan yang pertama menunjukkan saat itu juga, waktunya sangat singkat. Dan saya percaya Anda pasti bisa menjawab bahwa pernyataan pertama adalah menunjukkan “cuaca” dan pernyataan yang kedua, karena waktunya sangat lama/panjang, hal itu menunjukkan “iklim”. Benarkah demikian?

seperti di kutip dari https://taufikibrahim.wordpress.com

Cuaca adalah keadaan udara pada saat tertentu dan di wilayah tertentu yang relatif sempit dan pada jangka waktu yang singkat. Cuaca itu terbentuk dari gabungan unsur cuaca dan jangka waktu cuaca bisa hanya beberapa jam saja. Misalnya: pagi hari, siang hari atau sore hari, dan keadaannya bisa berbeda-beda untuk setiap tempat serta setiap jamnya. Di Indonesia keadaan cuaca selalu diumumkan untuk jangka waktu sekitar 24 jam melalui prakiraan cuaca hasil analisis Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), Departemen Perhubungan. Untuk negara negara yang sudah maju perubahan cuaca sudah diumumkan setiap jam dan sangat akurat (tepat).

seperti di kutip dari https://taufikibrahim.wordpress.com

Suhu udara tertinggi di muka bumi adalah di daerah tropis (sekitar ekuator) dan makin ke kutub, makin dingin. Di lain pihak, pada waktu kita mendaki gunung, suhu udara terasa dingin jika ketinggian bertambah. Kita sudah mengetahui bahwa tiap kenaikan bertambah 100 meter, suhu udara berkurang (turun) rata-rata 0,6º C. Penurunan suhu semacam ini disebut gradient temperatur vertikal atau lapse rate. Pada udara kering, besar lapse rate adalah 1º C. Faktor-faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya suhu udara suatu daerah adalah:

seperti di kutip dari https://taufikibrahim.wordpress.com

Kepadatan udara tidak sepadat tanah dan air. Namun udarapun mempunyai berat dan tekanan. Besar atau kecilnya tekanan udara, dapat diukur dengan menggunakan barometer. Orang pertama yang mengukur tekanan udara adalah Torri Celli (1643). Alat yang digunakannya adalah barometer raksa. Tekanan udara menunjukkan tenaga yang bekerja untuk menggerakkan masa udara dalam setiap satuan luas tertentu. Tekanan udara semakin rendah apabila semakin tinggi dari permukaan laut. Satuan ukuran tekanan udara adalah milibar (mb).

seperti di kutip dari https://taufikibrahim.wordpress.com

Sebaran tekanan udara di suatu daerah dapat digambarkan dalam peta yang ditunjukkan oleh isobar. Isobar merupakan garis yang menghubungkan tempat-tempat yang mempunyai tekanan udara sama. Bidang isobar ialah bidang yang tiap-tiap titiknya mempunyai tekanan udara sama. Jadi perbedaan suhu akan menyebabkan perbedaan tekanan udara. Daerah yang banyak menerima panas matahari, udaranya akan mengembang dan naik. Oleh karena itu, daerah tersebut bertekanan udara rendah. Ditempat lain terdapat tekanan udara tinggi sehingga terjadilah gerakan udara dari daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekanan udara rendah. Gerakan udara tersebut dinamakan angin.

seperti di kutip dari https://taufikibrahim.wordpress.com

Angin yang besar kekuatannya makin sulit berbelok arah. Rotasi bumi, dengan bentuk bumi yang bulat, menyebabkan pembelokan arah angin. Pembelokan angin di ekuator sama dengan 0 (nol). Makin ke arah kutub pembelokannya makin besar. Pembelokan angin yang mencapai 90º sehingga sejajar dengan garis isobar disebut angin geotropik. Hal ini banyak terjadi di daerah beriklim sedang di atas samudra. Kekuatan yang menahan dapat membelokan arah angin. Sebagai contoh, pada saat melalui gunung, angin akan berbelok ke arah kiri, ke kanan atau ke atas.

seperti di kutip dari https://taufikibrahim.wordpress.com

Udara di atas daerah ekuator yang mengalir ke daerah kutub dan turun di daerah maksimum subtropik merupakan angin Anti Passat. Di belahan bumi Utara disebut Angin Anti Passat Barat Daya dan di belahan bumi Selatan disebut Angin Anti Passat Barat Laut. Pada daerah sekitar lintang 20º-30º LU dan LS, angin anti passat kembali turun secara vertikal sebagai angin yang kering. Angin kering ini menyerap uap air di udara dan permukaan daratan. Akibatnya, terbentuk gurun di muka bumi, misalnya gurun di Saudi Arabia, Gurun Sahara (Afrika), dan gurun di Australia. Di daerah Subtropik (30º – 40º LU/LS) terdapat daerah “teduh subtropik” yang udaranya tenang, turun dari atas, dan tidak ada angin. Sedangkan di daerah ekuator antara 10o LU – 10o LS terdapat juga daerah tenang yang disebut daerah “teduh ekuator” atau “daerah doldrum”

seperti di kutip dari https://taufikibrahim.wordpress.com

Pada bulan Oktober – April, matahari berada pada belahan langit Selatan, sehingga benua Australia lebih banyak memperoleh pemanasan matahari dari benua Asia. Akibatnya di Australia terdapat pusat tekanan udara rendah (depresi) sedangkan di Asia terdapat pusat-pusat tekanan udara tinggi (kompresi). Keadaan ini menyebabkan arus angin dari benua Asia ke benua Australia. Di Indonesia angin ini merupakan angin musim Timur Laut di belahan bumi Utara dan angin musim Barat di belahan bumi Selatan. Oleh karena angin ini melewati Samudra Pasifik dan Samudra Hindia maka banyak membawa uap air, sehingga pada umumnya di Indonesia terjadi musim penghujan. Musim penghujan meliputi hampir seluruh wilayah Indonesia, hanya saja persebarannya tidak merata. Makin ke Timur curah hujan makin berkurang karena kandungan uap airnya makin sedikit. Pada bulan April – Oktober, matahari berada di belahan langit Utara, sehingga benua Asia lebih panas daripada benua Australia.

seperti di kutip dari https://taufikibrahim.wordpress.com

Akibatnya, di Asia terdapat pusat-pusat tekanan udara rendah, sedangkan di Australia terdapat pusat-pusat tekanan udara tinggi yang menyebabkan terjadinya angin dari Australia menuju Asia. Di Indonesia, terjadi angin musim timur di belahan bumi Selatan dan angin musim barat daya di belahan bumi Utara. Oleh karena tidak melewati lautan yang luas maka angin tidak banyak mengandung uap air oleh karena itu pada umumnya di Indonesia terjadi musim kemarau, kecuali pantai barat Sumatera, Sulawesi Tenggara, dan pantai Selatan Irian Jaya. Antara kedua musim tersebut ada musim yang disebut Musim Pancaroba (Peralihan), yaitu: Musim Kemareng yang merupakan peralihan dari musim penghujan ke musim kemarau, dan Musim Labuh yang merupakan peralihan musim kemarau ke musim penghujan. Adapun ciri-ciri musim pancaroba yaitu: Udara terasa panas, arah angin tidak teratur dan terjadi hujan secara tiba-tiba dalam waktu singkat dan lebat.

seperti di kutip dari https://taufikibrahim.wordpress.com

Jenis hujan ini terjadi karena udara naik disebabkan adanya pemanasan tinggi. Terdapat di daerah tropis antara 23,5º LU – 23,5º LS. Oleh karena itu disebut juga hujan naik tropis. Arus konveksi menyebabkan uap air di ekuator naik secara vertikal sebagai akibat pemanasan air laut terus menerus. Terjadilah kondensasi dan turun hujan. Itulah sebabnya jenis hujan ini dinamakan juga hujan ekuatorial atau hujan konveksi. Disebut juga hujan zenithal karena pada umumnya hujan terjadi pada waktu matahari melalui zenit daerah itu. Semua tempat di daerah tropis itu mendapat dua kali hujan zenithal dalam satu tahun.

seperti di kutip dari https://taufikibrahim.wordpress.com

Terjadinya iklim yang bermacam-macam di muka bumi, disebabkan karena rotasi dan revolusi bumi dan adanya perbedaan garis lintang. Pembagian wilayah iklim berdasar garis lintang disebut iklim matahari. Hal ini terjadi akibat adanya revolusi bumi atau pergeseran semu matahari dari 23½º LU – 23½º LS. Adanya pergeseran semu matahari menyebabkan perbedaan suhu antara tempat yang satu dengan tempat yang lain. Klasifikasi iklim matahari, didasarkan pada banyak sedikitnya sinar matahari yang diterima oleh permukaan bumi.

seperti di kutip dari https://taufikibrahim.wordpress.com

Indonesia terletak di antara 23½º LU – 23½º LS sehingga disebut dengan daerah tropis. Menurut Koppen, yang mengklasifikasikan iklim berdasarkan curah hujan dan temperatur, membagi iklim dalam 5 daerah iklim, dinyatakan dengan simbol huruf. Berdasarkan klasifikasi Koppen, sebagian besar wilayah Indonesia beriklim A, di daerah pegunungan beriklim C, dan di Puncak Jaya Wijaya beriklim E. Tipe iklim A dibagi menjadi 3 sub tipe yang ditandai dengan huruf kecil yaitu f, w dan m sehingga terbentuk tipe iklim Af , Aw dan Am.

seperti di kutip dari https://taufikibrahim.wordpress.com

Tahukah kamu, mengapa kita yang hidup di kawasan Asia sebagian besar mempunyai makanan pokok berupa nasi? Mengapa wilayah Negara kita tidak menghasilkan kurma seperti yang dihasilkan oleh kawasan di Timur Tengah? Semua ini karena adanya pengaruh atmosfer terutama unsur iklim. Iklim menjadi pembatas pertumbuhan dan persebaran jenis tanaman di muka Bumi karena itu pula iklim membatasi hasil panen. Persebaran fauna juga dipengaruhi oleh iklim, baik secara fisik maupun dari jenis makanannya. Namun, pola iklim yang sekarang ada, bisa terjadi perubahan, baik secara lokal maupun global. Perubahan iklim secara global disebabkan meningkatnya konsentrasi gas di dalam atmosfer. Hasil pembakaran batu bara, minyak bumi, serta gas buangan seperti karbon dioksida, metana, dan nitrous oksida akan menyelimuti Bumi sehingga radiasi yang berlebihan akan tertahan di Bumi.

seperti di kutip dari https://taufikibrahim.wordpress.com

Perubahan iklim sangat dirasakan penduduk Indonesia akibat dampak dari La Nina dan El Nino. Setiap 2–10 tahun, iklim di Samudra Pasifik bagian selatan mengalami perubahan yang ekstrem. Wilayah Asia Timur yang biasanya menerima banyak hujan menjadi kering, sedangkan pantai barat Amerika Selatan yang biasanya kering menerima hujan yang lebat. Fenomena alam ini disebut dengan El Nino (bahasa Spanyol) dan biasanya terjadi pada bulan Desember. Gejala El Nino menyebabkan pergeseran iklim. Wilayah Asia tidak mendapat hujan karena hujan beralih ke bagian barat Amerika Selatan. Terjadinya hujan lebat di bagian barat Amerika Selatan menimbulkan banjir dan tanah longsor. Sebaliknya, El Nino menyebabkan musim kemarau yang berkepanjangan di daerah Asia, Australia, dan Afrika, termasuk di Indonesia.

seperti di kutip dari https://taufikibrahim.wordpress.com

Di Indonesia, gejala El Nino menyebabkan keterlambatan musim tanam atau panen. Tanaman padi menjadi kering dan mati. Petani banyak yang gagal panen karena sawahnya mengalami puso. Gejala iklim ekstrem yang lain adalah La Nina. Sifat-sifat La Nina berkebalikan dengan El Nino. La Nina terbentuk apabila arus udara dan air laut di Samudra Pasifik dekat pantai barat Amerika Selatan saling memperkuat sehingga angin bertiup sangat kencang. Air laut hangat banyak mengalir kearah barat sehingga wilayah Asia, termasuk Indonesia mengalami hujan lebat, sedangkan wilayah Amerika Selatan mengalami kekeringan.

seperti di kutip dari https://taufikibrahim.wordpress.com

Perbedaan cuaca atau iklim dari satu tempat ke tempat lain berpengaruh terhadap kegiatan masyarakat. Pengaruh tersebut antara lain pada jenis pakaian, bentuk rumah, dan mata pencaharian. Perbedaan cuaca atau iklim dipengaruhi oleh perbedaan tempat. Semakin ke arah gunung (tempat tinggi), udara akan semakin dingin dan curah hujan semakin besar. Semakin ke arah dataran rendah maka suhu akan semakin panas demikian juga curah hujan akan semakin kecil. Iklim juga merupakan faktor yang menentukan tinggi-rendahnya kebudayaan, bahkan kunci peradaban/kebudayaan masyarakat, yaitu karena hal-hal berikut:

seperti di kutip dari https://taufikibrahim.wordpress.com

Hidrosfer berasal dari kata hidro yang berarti air dan shaire yang berarti lapisan. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa hidrosfer merupakan tubuh air atau lapisan air yang menyelimuti bumi, baik yang berbentuk cair, salju, maupun es. Air merupakan sumber kehidupan utama bagi manusia. Tidak ada manusia yang bisa hidup tanpa air. Hampir tiga perempat permukaan bumi tertutup oleh air, baik air yang berada di perairan darat maupun air yang berada di perairan laut. Lapisan air yang menutupi permukaan bumi kita disebut hidrosfer. Lapisan air tersebut menutupi permukaan bumi dan membentuk sungai, danau, rawa, awan, maupun uap air. Dengan bantuan sinar matahari, air selalu mengalami sirkulasi sehingga jumlahnya di bumi relatif tetap.

seperti di kutip dari https://taufikibrahim.wordpress.com

Air yang ada di bumi mempunyai jumlah yang relatif tetap dan selalu mengalami sirkulasi yang disebut siklus air. Perubahan yang dialami air di Bumi hanya terjadi pada sifat, bentuk, dan persebarannya. Air akan selalu mengalami perputaran dan perubahan bentuk selama siklus hidrologi berlangsung. Air mengalami gerakan dan perubahan wujud secara berkelanjutan. Perubahan ini meliputi wujud cair, gas, dan padat. Siklus air terjadi dengan bantuan penyinaran matahari. Siklus air dapat dibedakan sebagai berikut.

seperti di kutip dari https://taufikibrahim.wordpress.com

Air laut mengalami penguapan, lalu terjadi kondensasi dan membentuk awan. Awan ini terbawa ke daratan dan terjadi hujan berupa hujan salju dan es. Salju dan es kemudian mengendap di permukaan tanah dan pada musim semi mulai mencair. Air tersebut kemudian sebagian akan meresap ke dalam tanah dan sebagian lagi akan mengalir ke permukaan tanah, dan akhirnya menuju ke laut. Siklus air seperti ini disebut siklus air panjang. Terjadinya siklus air tersebut disebabkan adanya proses-proses yang mengikuti gejala-gejala meterologis dan klimatologis, seperti berikut:

seperti di kutip dari https://taufikibrahim.wordpress.com

Danau aliran dapat dikategorikan menjadi tiga, yaitu danau oxbow, danau lateral, dan danau delta. Danau aliran terjadi akibat pemotongan meander sehingga terbentuk sisa aliran yang tertinggal. Jika sisa aliran tersebut terisi air maka terbentuklah danau oxbow. Danau aliran juga dapat terjadi akibat sedimentasi yang besar sehingga menutup muara anak sungai dan terbentuk genangan di muara anak sungai. Danau ini disebut danau lateral. Jika genangan air ini terjadi didaerah delta maka terbentuk danau delta.

seperti di kutip dari https://taufikibrahim.wordpress.com

Pernahkah kamu melihat rawa? Mungkin di daerah tempat tinggalmu terdapat rawa. Di Indonesia, rawa banyak terdapat di pantai timur Sumatra dan pantai selatan Kalimantan. Rawa merupakan daerah yang selalu tergenang air. Genangan ini bisa berasal dari air hujan, air sungai, maupun dari sumber mata air di dalam tanah. Keberadaan rawa sangat bermanfaat bagi kehidupan. Tumbuhan rawa seperti eceng gondok dapat digunakan sebagai bahan baku biogas dan barang kerajinan seperti anyaman tas dan sebagainya. Selain itu, rawa dapat digunakan sebagai lahan pertanian pasang surut perikanan darat dan dikembangkan sebagai daerah wisata.

seperti di kutip dari https://taufikibrahim.wordpress.com

Pada tahun 1973 pemerintah Indonesia mengeluarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1973 tentang Landas Kontinen Indonesia. Penentuan landas kontinen Indonesia dan negara-negara tetangga dilakukan dengan perjanjian. Beberapa perjanjian tentang batas wilayah perairan laut telah dilakukan Indonesia dengan negara tetangga. Berdasarkan isi perjanjian di atas, wilayah laut Indonesia dapat dibedakan menjadi empat jenis, yaitu laut teritorial (laut wilayah), laut Nusantara, landas kontinen, dan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

seperti di kutip dari https://taufikibrahim.wordpress.com

Sriwijaya adalah kerajaan Melayu kuno di Pulau Sumatra yang banyak berpengaruh di kepulauan Melayu. Bukti awal mengenai keberadaan kerajaan ini berasal dari abad ke-7. Seorang pendeta Tiongkok, I-Tsing, menulis bahwa ia mengunjungi Sriwijaya tahun 671 selama enam bulan. Prasasti pertama yaitu Prasasti Kedukan Bukit di Palembang, Sumatra, pada tahun 683. Kerajaan ini mulai jatuh pada tahun 1200 dan 1300 karena berbagai faktor, termasuk ekspansi kerajaan Majapahit. Dalam bahasa Sansekerta, Sri berarti “bercahaya” dan Wijaya berarti “kemenangan”. Sekitar tahun 1992 hingga 1993, Pierre-Yves Manguin membuktikan bahwa pusat Sriwijaya berada di Sungai Musi antara Bukit Seguntang dan Sabokingking (terletak di provinsi Sumatera Selatan).

seperti di kutip dari https://taufikibrahim.wordpress.com

Kerajaan ini adalah pusat perdagangan dan merupakan negara maritim. Kerajaan ini terdiri atas tiga zona utama-daerah ibukota muara yang berpusatkan Palembang, lembah Sungai Musi yang berfungsi sebagai daerah pendukung dan daerah-daerah muara saingan yang mampu menjadi pusat kekuasan saingan. Wilayah hulu sungai Musi kaya akan berbagai komoditas yang berharga untuk pedagang Tiongkok. Ibukota diperintah secara langsung oleh penguasa, sementara daerah pendukung tetap diperintah oleh masyarakat lokal.

seperti di kutip dari https://taufikibrahim.wordpress.com

Prasasti ini Karena ditemukan di sekitar Palembang pada tahun 1918 M. Berbentuk batu lempeng mendekati segi lima, di atasnya ada tujuh kepala ular kobra, dengan sebentuk mangkuk kecil dengan cerat (mulut kecil tempat keluar air) di bawahnya. Menurut para arkeolog, prasasti ini digunakan untuk pelaksanaan upacara sumpah kesetiaan dan kepatuhan para calon pejabat. Dalam prosesi itu, pejabat yang disumpah meminum air yang dialirkan ke batu dan keluar melalui cerat tersebut. Sebagai sarana untuk upacara persumpahan, prasasti seperti itu biasanya ditempatkan di pusat kerajaan., maka diduga kuat Palembang merupakan pusat Kerajaan Sriwijaya. Prasasti-prasasti dari Kerajaan Sriwijaya itu sebagian besar menggunakan huruf Pallawa dan bahasa Melayu Kuno.

seperti di kutip dari https://taufikibrahim.wordpress.com

Pada abad ke-13 M, Kerajaan Sriwijaya mengalami kemunduran yang luar biasa. Kerajaan besar di sebelah utara, seperti Siam. Kerajaan Siam yang juga memiliki kepentingan dalam perdagangan memperluas wilayah kekuasaannya ke wilayah selatan. Kerajaan Siam berhasil menguasai daerah semanjung Malaka, termasuk Tanah Genting Kra. Akibat dari perluasan Kerajaan Siam tersebut, kegiatan pelayaran perdagangan Kerajaan Sriwijaya semakin berkurang. Sriwijaya menjadi kerajaan kecil dan lemah yang wilayahnya terbatas di daerah Palembang, pada abad ke-13 Kerajaan Sriwijaya di hancurkan oleh Kerajaan Majapahit.

seperti di kutip dari https://taufikibrahim.wordpress.com

Prasasti Kalasan ditemukan di desa Kalasan Yogyakarta berangka tahun 778 M, ditulis dalam huruf Pranagari (India Utara) dan bahasa Sansekerta. Isinya menceritakan pendirian bangunan suci untuk dewi Tara dan biara untuk pendeta oleh raja Panangkaran atas permintaan keluarga Syaelendra dan Panangkaran juga menghadiahkan desa Kalasan untuk para Sanggha (umat Budha). Bangunan suci seperti yang tertera dalam prasasti Kalasan tersebut ternyata adalah candi Kalasan yang terletak di sebelah timur Yogyakarta.

seperti di kutip dari https://taufikibrahim.wordpress.com

Selanjutnya di Jawa Tengah bagian selatan juga banyak ditemukan candi antara lain Candi Borobudur, Candi Mendut, Candi Plaosan, Candi Prambanan, Candi Sambi Sari, dan masih banyak candi-candi yang lain. Kehidupan Politik Kerajaan Mataram diperintah oleh dua dinasti atau wangsa yaitu wangsa Sanjaya yang beragama Hindu Syiwa dan wangsa Syaelendra yang beragama Budha. Pada awalnya mungkin yang berkuasa adalah wangsa Sanjaya, hal ini sesuai dengan prasasti Canggal. Tetapi setelah perkembangan berikutnya muncul keluarga Syaelendra. Menurut para ahli, keluarga Sanjaya terdesak oleh Keluarga Syailendra, tetapi mengenai pergeseran kekuasaan tersebut tidak diketahui secara pasti, yang jelas kedua-duanya sama-sama berkuasa di Jawa Tengah dan memiliki hubungan yang erat, hal ini sesuai dengan prasasti Kalasan. Raja-raja yang berkuasa dari keluarga Syaelendra seperti yang tertera dalam prasasti Ligor, Nalanda maupun Klurak adalah Bhanu,Wisnu, Indra, dan Samaratungga atau Samaragrawira. Sedangkan raja-raja dari dinasti Sanjaya yang tertera dalam prasasti Mantyasih.

seperti di kutip dari https://taufikibrahim.wordpress.com

Berdasarkan candi-candi peninggalan kerajaan Mataram yang berasal dari abad 8-9 yang bercorak Hindu yang terletak di Jateng bagian utara dan yang bercorak Budha terletak di Jateng Selatan, untuk itu dapatlah disimpulkan bahwa kekuasaan dinasti Sanjaya di Jateng bagian utara, dan kekuasaan dinasti Syaelendra di Jateng selatan. Kedua dinasti tersebut akhirnya bersatu dengan adanya pernikahan Rakai Pikatan dengan Pramudyawardani yang bergelar Sri Kahulunan. Pramudyawardani tersebut adalah putri dari Samaratungga. Raja Samaratungga selain mempunyai putri Pramudyawardani, juga mempunyai putera yaitu Balaputradewa (karena Samaratungga menikah dengan keturunan raja Sriwijaya). Kegagalan Balaputradewa merebut kekuasaan dari Rakai Pikatan, maka menyingkir ke Sumatera menjadi raja Sriwijaya. Untuk selanjutnya pemerintahan kerajaan Mataram dikuasai oleh dinasti Sanjaya dengan rajanya yang terakhir yaitu Wawa.

seperti di kutip dari https://taufikibrahim.wordpress.com

Berdasarkan bangunan candi yang ada, baik yang bercorak Hindu maupun Budha jumlah cukup banyak dan tempat atau lokasinyapun ada yang berdampingan, maka hal ini membuktikan bahwa kehidupan sosial masyarakat Mataram sangat religius dan dilandasi oleh rasa gotong royong yang baik, dan juga mempunyai rasa toleransi antara pemeluk agama Hindu dan pemeluk agama Budha itu sendiri. Dalam lapangan ekonomi, kerajaan Mataram mengembangkan perekonomian agraris karena letaknya di pedalaman dan daerah yang subur tetapi pada perkembangan berikutnya, Mataram mulai mengembangkan kehidupan pelayaran, hal ini terjadi pada masa pemerintahan Balitung yang memanfaatkan sungai Bengawan Solo sebagai lalu lintas perdagangan menuju pantai utara Jawa Timur. Dengan adanya pengembangan perekonomian, maka timbul dugaan bahwa dipindahkannya dari Jawa Tengah ke Jawa Timur karena alasan tersebut.

seperti di kutip dari https://taufikibrahim.wordpress.com

Aswawarman adalah raja pertama Kerajaan Kutai yang bercorak Hindu. Beliau adalah pendiri Kerajaan Kutai sehingga diberi gelar Wangsakerta (pembentuk keluarga). Aswawarman memiliki 3 orang putera, dan salah satunya adalah Mulawarman. Putra Aswawarman adalah Mulawarman. Dari yupa diketahui bahwa pada masa pemerintahan Mulawarman, Kerajaan Kutai mengalami masa keemasan. Wilayah kekuasaannya meliputi hampir seluruh wilayah Kalimantan Timur. Rakyat Kutai hidup sejahtera dan makmur. Kerajaan Kutai atau lebih lengkap disebut kerajaan Kutai Kartanegara ing Martadipura (Martapura) merupakan kerajaan bercorak Islam yang kembali eksis di Kalimantan Timur setelah dihidupkan lagi pada tahun 2001 oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara sebagai upaya untuk melestarikan budaya dan adat Kutai Keraton.

seperti di kutip dari https://taufikibrahim.wordpress.com

Pada tahun 1222 terjadi perseteruan antara Kertajaya raja Kediri melawan kaum brahmana. Para brahmana lalu menggabungkan diri dengan Ken Arok yang mengangkat dirinya menjadi raja pertama Tumapel bergelar Sri Rajasa Sang Amurwabhumi. Perang melawan Kadiri meletus di desa Ganter yang dimenangkan oleh pihak Tumapel. Nagarakretagama juga menyebut tahun yang sama untuk pendirian Kerajaan Tumapel, namun tidak menyebutkan adanya nama Ken Arok. Dalam naskah itu, pendiri kerajaan Tumapel bernama Ranggah Rajasa Sang Girinathaputra yang berhasil mengalahkan Kertajaya raja Kediri.

seperti di kutip dari https://taufikibrahim.wordpress.com

Hanya terdapat sedikit bukti fisik sisa-sisa Majapahit, dan sejarahnya tidak jelas. Sumber utama yang digunakan oleh para sejarawan adalah Pararaton (‘Kitab Raja-raja’) dalam bahasa Kawi dan Nagarakretagama dalam bahasa Jawa Kuno. Pararaton terutama menceritakan Ken Arok (pendiri Kerajaan Singasari) namun juga memuat beberapa bagian pendek mengenai terbentuknya Majapahit. Sementara itu, Nagarakertagama merupakan puisi Jawa Kuno yang ditulis pada masa keemasan Majapahit di bawah pemerintahan Hayam Wuruk. Setelah masa itu, hal yang terjadi tidaklah jelas. Selain itu, terdapat beberapa prasasti dalam bahasa Jawa Kuno maupun catatan sejarah dari Tiongkok dan negara-negara lain.

seperti di kutip dari https://taufikibrahim.wordpress.com

Sesudah Singasari mengusir Sriwijaya dari Jawa secara keseluruhan pada tahun 1290, Singasari menjadi kerajaan paling kuat di wilayah tersebut. Hal ini menjadi perhatian Kubilai Khan, penguasa Dinasti Yuan di Tiongkok. Ia mengirim utusan yang bernama Meng Chi ke Singasari yang menuntut upeti. Kertanagara, penguasa kerajaan Singasari yang terakhir, menolak untuk membayar upeti dan mempermalukan utusan tersebut dengan merusak wajahnya dan memotong telinganya. Kublai Khan marah dan lalu memberangkatkan ekspedisi besar ke Jawa tahun 1293.

seperti di kutip dari https://taufikibrahim.wordpress.com

Ketika itu, Jayakatwang, adipati Kediri, sudah membunuh Kertanagara. Atas saran Aria Wiraraja, Jayakatwang memberikan pengampunan kepada Raden Wijaya, menantu Kertanegara, yang datang menyerahkan diri. Raden Wijaya kemudian diberi hutan Tarik. Ia membuka hutan itu dan membangun desa baru. Desa itu dinamai Majapahit, yang namanya diambil dari buah maja, dan rasa “pahit” dari buah tersebut. Ketika pasukan Mongolia tiba, Wijaya bersekutu dengan pasukan Mongolia untuk bertempur melawan Jayakatwang. Raden Wijaya berbalik menyerang sekutu Mongolnya sehingga memaksa mereka menarik pulang kembali pasukannya secara kalang-kabut karena mereka berada di teritori asing. Saat itu juga merupakan kesempatan terakhir mereka untuk menangkap angin muson agar dapat pulang, atau mereka harus terpaksa menunggu enam bulan lagi di pulau yang asing.

seperti di kutip dari https://taufikibrahim.wordpress.com

Tanggal pasti yang digunakan sebagai tanggal kelahiran kerajaan Majapahit adalah hari penobatan Raden Wijaya sebagai raja, yaitu pada tanggal 10 November 1293. Ia dinobatkan dengan nama resmi Kertarajasa Jayawardhana. Kerajaan ini menghadapi masalah. Beberapa orang terpercaya Kertarajasa, termasuk Ranggalawe, Sora, dan Nambi memberontak melawannya, meskipun pemberontakan tersebut tidak berhasil. Slamet Muljana menduga bahwa mahapatih Halayudha lah yang melakukan konspirasi untuk menjatuhkan semua orang terpercaya raja, agar ia dapat mencapai posisi tertinggi dalam pemerintahan. Namun setelah kematian pemberontak terakhir (Kuti), Halayudha ditangkap dan dipenjara, dan lalu dihukum mati. Wijaya meninggal dunia pada tahun 1309.

seperti di kutip dari https://taufikibrahim.wordpress.com

Anak dan penerus Wijaya, Jayanegara, adalah penguasa yang jahat dan amoral. Ia digelari Kala Gemet, yang berarti “penjahat lemah”. Pada tahun 1328, Jayanegara dibunuh oleh tabibnya, Tanca. Ibu tirinya yaitu Gayatri Rajapatni seharusnya menggantikannya, akan tetapi Rajapatni memilih mengundurkan diri dari istana dan menjadi pendeta wanita. Rajapatni menunjuk anak perempuannya Tribhuwana Wijayatunggadewi untuk menjadi ratu Majapahit. Selama kekuasaan Tribhuwana, kerajaan Majapahit berkembang menjadi lebih besar dan terkenal di daerah tersebut. Tribhuwana menguasai Majapahit sampai kematian ibunya pada tahun 1350. Ia diteruskan oleh putranya, Hayam Wuruk.

seperti di kutip dari https://taufikibrahim.wordpress.com

Hayam Wuruk, juga disebut Rajasanagara, memerintah Majapahit dari tahun 1350 hingga 1389. Pada masanya, Majapahit mencapai puncak kejayaannya dengan bantuan mahapatihnya, Gajah Mada. Di bawah perintah Gajah Mada (1313-1364), Majapahit menguasai lebih banyak wilayah. Pada tahun 1377, beberapa tahun setelah kematian Gajah Mada, Majapahit melancarkan serangan laut ke Palembang, menyebabkan runtuhnya sisa-sisa kerajaan Sriwijaya. Jenderal terkenal Majapahit lainnya adalah Adityawarman, yang terkenal karena penaklukannya di Minangkabau.

seperti di kutip dari https://taufikibrahim.wordpress.com

Menurut Kakawin Nagarakretagama pupuh XIII-XV, daerah kekuasaan Majapahit meliputi Sumatra, semenanjung Malaya, Borneo, Sulawesi, kepulauan Nusa Tenggara, Maluku, Papua, dan sebagian kepulauan Filipina. Namun demikian, batasan alam dan ekonomi menunjukkan bahwa daerah-daerah kekuasaan tersebut tampaknya tidaklah berada di bawah kekuasaan terpusat Majapahit, tetapi terhubungkan satu sama lain oleh perdagangan yang mungkin berupa monopoli oleh raja. Majapahit juga memiliki hubungan dengan Campa, Kamboja, Siam, Birma bagian selatan, dan Vietnam, dan bahkan mengirim duta-dutanya ke Tiongkok.

seperti di kutip dari https://taufikibrahim.wordpress.com

Dalam tradisi Jawa ada sebuah kronogram atau candrasengkala yang berbunyi sirna ilang kretaning bumi. Sengkala ini konon adalah tahun berakhirnya Majapahit dan harus dibaca sebagai 0041, yaitu tahun 1400 Saka, atau 1478 Masehi. Arti sengkala ini adalah “sirna hilanglah kemakmuran bumi”. Namun demikian, yang sebenarnya digambarkan oleh candrasengkala tersebut adalah gugurnya Bre Kertabumi, raja ke-11 Majapahit, oleh Girindrawardhana. Ketika Majapahit didirikan, pedagang Muslim dan para penyebar agama sudah mulai memasuki nusantara. Pada akhir abad ke-14 dan awal abad ke-15, pengaruh Majapahit di seluruh nusantara mulai berkurang. Pada saat bersamaan, sebuah kerajaan perdagangan baru yang berdasarkan agama Islam, yaitu Kesultanan Malaka, mulai muncul di bagian barat nusantara.


Baca juga :

Nicolaus Copernicus (1473-1543) adalah seorang pelukis terlatih, mahasiswa kedokteran, matematikawan, dan astronom.  Ia melihat beberapa kekeliruan dalam tabel buatan Ptolomeus . Pada tahun 1507 ia menulis buku yang sangat terkenal “ De Revolutionibus Orbium Caelestium”. (Revolusi Peredaran Benda2 Langit). Ia mengemukakan adanya system matahari , yaitu matahari sebagai pusat yang dikelilingi oleh planet2; bahwa bulan juga mengelilingi bumi dan bersama2 bumi mengitari matahari; bahwa bumi berputar ke arah timur pada porosnya yang menyebabkan siang dan malam. Beberapa ahli pendukung teori heliosentris antara lain : Bruno, Johannes Kepler, Galileo Galilei, Sir Isaac Newton.

seperti di kutip dari https://belajargeodenganhendri.wordpress.com

Keberadaan galaksi dapat dilihat atau dideteksi dengan teleskop. Teleskop yang kuat mampu mendeteksi 1000 juta galaksi, dengan ukuran dari tepi ke tepi mulai dari 1000 tc sampai 10 juta tc (tc = tahun cahaya). Satu tahun cahaya kurang lebih 10.000.000.000.000 km atau 10.000 milyar km ( 10 12 ). Yang dimaksudkan dengan jarak satu tahun cahaya adalah jarak yang ditempuh oleh cahaya dalam waktu satu tahun. Perlu juga diketahui menurut para ahli fisika dalam waktu satu detik cahaya dapat menempuh jarak 360.000 km.

seperti di kutip dari https://belajargeodenganhendri.wordpress.com

Galaksi Bimasakti merupakan galaksi dimana bumi kita berada. Galaksi ini memiliki bentuk spiral dengan diameter kira2 100.000 tc. Dalam bahasa inggris galaksi bimasakti ini bernama Milky Way . Disebut milky way karena warna galaksi ini persis warna susu (milk). Pada pinggiran galaksi ini terdapat matahari yang merupakan pusat dari tata surya. Semenjak peradaban kuno, manusia telah menghadari fenomena menarik yang diperlihatkan langit malam di musim kemarau, yakni jalur putih membentang di langit dari utara ke selatan. Jalur tersebut seolah membelah langit malam menjadi dua bagian di sisi timur dan barat. Dengan teleskop yang kecil sekalipun, pita cahaya tesebut jika diamati ternyata merupakan himpunan dari bermilyar-milyar bintang. Jalur putih tersebut dikenal dengan nama milky way (jalur susu) atau di jawa dikenali sebagai bimasakti.

seperti di kutip dari https://belajargeodenganhendri.wordpress.com

Tata surya kita terletak di tepi galaksi bima sakti dengan jarak sekitar 2,6 x 10 17 km dari pusat galaksi, atau sekitar 25.000 hingga 28.000 tc dari pusat galaksi. Tata surya kita mengelilingi pusat galaksi bima sakti dengan kecepatan 220 km/detik, dan dibutuhkan waktu 225 s/d 250 juta tahun untuk sekali mengelilingi pusat galaksi. Dengan umur tata surya kita yang sekitar 4,6 milyar tahun, berarti tata surya kita telah mengelilingi pusat galaksi sebanyak 20 s/d 25 kali dari semenjak terbentuk.

seperti di kutip dari https://belajargeodenganhendri.wordpress.com

Pengamatan pertama kali dilakukan oleh bangsa cina dan asia tengah, khususnya dalam pengaruhnya pada navigasi dan pertanian. Dari para pengamat yunani ditemukan bahwa selain objek2 yang tetap terlihat di langit, tampak juga objek2 yang mengembara dan dinamakan planet. Orang2 Yunani pada saat itu menyadari bahwa matahari, bumi, dan planet merupakan bagian dari sistem yang berbeda. Awalnya mereka memperkirakan bumi dan matahari berbentuk pipih. Tapi Phytagoras (572-492 BC) menyatakan semua benda langit berbentuk bola (bundar).

seperti di kutip dari https://belajargeodenganhendri.wordpress.com

Perhitungan secara ilmiah pertama kali dilakukan oleh Aristachrus dari Samos (310-230 BC). Ia mencoba menghitung sudut bulan-bumi-matahari dan mencari perbandingan jarak dari bumi-matahari, dan bumi-bulan. Aristachrus juga merupakan orang pertama yang menyimpulkan bumi bergerak mengelilingi matahari dalam lintasan berbentuk lingkaran yang menjadi titik awal teori heliosentris. Jadi bisa kita lihat kalau teori heliosentris bukan teori yang baru muncul di masa Copernicus. Namun jauh sebelum itu, Aristachrus sudah meletakkan dasar bagi teori heliosentris tersebut.

seperti di kutip dari https://belajargeodenganhendri.wordpress.com

Ptolomeus (150 AD) menyatakan bahwa semua objek bergerak relatif terhadap bumi. Dan teori ini dipercaya selama hampir 1400 tahun. Tapi teori geosentris memiliki kelemahan, yaitu matahari dan bulan bergerak dalam jejak lingkaran mengitari bumi, sementara planet bergerak tidak teratur dalam serangkaian simpul ke arah timur. Untuk mengatasi masalah ini, Ptolomeus mengajukan dua komponen gerak. Yang pertama, gerak dalam orbit lingkaran yang seragam dengan periode satu tahun pada titik yang disebut deferent . Gerak yang kedua disebut epicycle , gerak seragam dalam lintasan lingkaran dan berpusat pada deferent.

seperti di kutip dari https://belajargeodenganhendri.wordpress.com

Nicolaus Copernicus (1473-1543) merupakan orang pertama yang secara terang-terangan menyatakan bahwa matahari murupakan pusat sistem tata surya, dan bumi bergerak mengelilinginya dalam orbit lingkaran. Untuk masalah orbit, data yang didapat Copernicus memperlihatkan adanya indikasi penyimpangan kecepatan sudut orbit panet2. Namun ia mempertahankan bentuk orbit lingkaran dengan menyatakan bahwa orbitnya tidak kosentrik. Teori heliosentris disampaikan Copernicus dalam publikasinya yang berjudul “ De Revolutionibus Orbium Coelestium “   kepada Paus Pope III dan diterima oleh gereja.

seperti di kutip dari https://belajargeodenganhendri.wordpress.com

Tapi dikemudian hari setelah kematian Copernicus pandangan gereja berubah ketika pada akhir abad ke-16 filsuf Itali, Giordano Bruno , menyatakan semua bintang mirip dengan matahari dan masing2 memiliki sistem planetnya yang dihuni oleh jenis manusia yang berbeda. Pandangan inilah yang menyebabkan iadieksekusi mati yaitu dibakar  hidup2 oleh sidang dewan geraja dan teori heliosentris dianggap berbahaya karena bertentangan dengan pendangan gereja yang menganggap manusialah yang menjadi sentral di alam semesta.

seperti di kutip dari https://belajargeodenganhendri.wordpress.com

Di tahun kematian Galileo, Isaac Newton (1642-1727) dilahirkan, bisa dikatakan Newton memberi dasar bagi pekerjaannya dan orang2 sebelum dirinya terutama mengenal asal mula tata surya. Ia menyusun hukum gerak newton dan konstribusi terbesarnya bagi astronomi adalah hukum gravitasi yang membuktikan bahwa gaya antara dua benda sebanding dengan massa masing2 objek dan  berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua benda. Hukum  gravitasi newton memberi penjelasan fisik bagi hukum kepler yang ditemukan sebelumnya berdasarkan hasil pengamatan. Hasil pekerjaannya dipublikasikan dalam “Principia” yang ditulis selama 15 tahun.

seperti di kutip dari https://belajargeodenganhendri.wordpress.com

Hipotesis nebula pertama kali dikemukakan oleh Immanuel Kant (1724-1804) pada tahun 1775. Kemudian hipotesis ini disempurnakan oleh Pierre Marquis de Laplace pada tahun 1796. Oleh karena itu, hipotesis ini lebih dikenal dengan hipotesis nebula kant-laplace. Pada tahap awal tata surya masih berupa kabut raksasa. Kabut ini dibentuk dari debu, es, dan gas yang disebut nebula. Unsur gas sebagian besar berupa hydrogen. Karena gaya gravitasi yang dimilikinya, kabut itu menyusut dan berputar dengan arah tertentu. Akibatnya, suhu kabut memanas dan akhirnya menjadi bintang raksasa yang disebut matahari. Matahari raksasa terus menyusut dan putarannya semakin cepat. Selanjutnya cincin2 gas dan es terlontar ke sekeliling matahari. Akibat gaya gravitasi, gas2 tersebut memadat seiring dengan penurunan suhunya dan membentuk planet dalam. Dengan cara yang sama, planet luar juga terbentuk.

seperti di kutip dari https://belajargeodenganhendri.wordpress.com

Bintang adalah benda langit yang dapat menghasilkan cahaya dan panas sendiri akibat dari tingginya suhu. Matahari adalah salah satu jenis bintang dan terdapat di dalam tata surya kita. Diperkirakan dalam satu galaksi terdapat milyaran bintang. Diameter matahari kira2 1.400.000 km, sehingga luas permukaannya memenuhi persamaan luas permukaan bola yaitu sebesar 4πR 2 = 4π x (700.000) 2 km 2 . Suhu dipermukaan bola matahari kira2 6.000 o C. dan suhu titik tengahnya kira2 20.000.000 o C, maka materi2 dalam matahari tidak mungking berbentuk padat, cair atau gas biasa. Materi2 dalam matahari haruslah berbentuk gas pijar , yang disebut Plasma. Dengan demikian wujud zat dibagi menjadi empat : padat, cair, gas, dan plasma. Matahari juga berotasi selama 25 hari. Jarak antara matahari dan bumi, yaitu kira2 150 juta kilometer ditetapkan oleh para ilmuwan sebagai satu satuan astronomi dengan demikian berlaku :

seperti di kutip dari https://belajargeodenganhendri.wordpress.com

Warna matahari berkaitandengan suhu matahari. Pada pagi/sore hari warna matahari kemerahan karena suhu belum tinggi. Pada siang hari warnanya putih kekuningan. Bahkan kebiruan karena suhunya tinggi. Warna yang dipancarkan oleh suatu bintang bergantung dari suhu bintang tersebut. Ada yang berwarna merah, kuning atau biru. Bintang yang berwarna merah suhunya relatif lebih rendah dari bintang yang berwarna biru. Hal ini dapat kita buktikan pada saat kita membakar sebatang besi, pada saat mulai berpijar besi tersebut berwarna merah, kemudian bila dipanaskan terus besi itu akan memancarkan cahaya warna biru, ini menunjukkan suhunya sudah makin tinggi.

seperti di kutip dari https://belajargeodenganhendri.wordpress.com

Bila spektrum berbagai bintang diamati, terlihat pola garis spektrumnya berbeda-beda. Astronom mengelompokkan spectrum bintang berdasarkan kemiripan susunan garis spektrumnya. Klasifikasi spectrum bintang dalam astronomi modern dinyatakan dengan simbol2 kelas spectrum O, B, A, F, G, K, dan M . Awalnya perbedaan pola spectrum bintang diduga karena perbedaan komposisi kimiawi bintang, tetapi ternyata teori struktur dan angkasa bintang modern menunjukkan bahwa penyebab utamanya adalah perbedaan suhu bintang. Unsur dasar yang paling dominan dalam tubuh bintang adalah hydrogen, diikuti oleh helium dan dengan fraksi kecil sekali unsur2 atom berat.

seperti di kutip dari https://belajargeodenganhendri.wordpress.com

Pembentukan energy melalui fusi nuklir terjadi dalam inti matahari. Dalam zona radiasi (dari inti sampai ke dekat fotosfer), energy merambat secara radiasi. Dalam zona konveksi (dari  dekat fotosfer ke fotosfer) energi merambat secara konveksi. Lapisan matahari yang kita lihat berupa piringan emas yang terang adalah fotosfer. Kromosfer dan korona adalah atmosfer matahari. Keduanya hanya dapat dilihat dengan mata telanjang ketika terjadi gerhana matahari total. Kromosfer berbentuk seperti cincin kecil dengan nyala merah kuat yang melingkar di sebelah luar fotosfer. Korona berbentuk seperti mahkota.

seperti di kutip dari https://belajargeodenganhendri.wordpress.com

Bintik matahari : bintik2 yang relatif gelap dibanding dengan rata2 terang fotosfer. Temperatur pada bintik matahari kira2 2000 K lebih rendah dari fotosfer. Kala hidup bintik matahari ini dapat mencapai beberapa bulan. Jumlah bintik matahari bervariasi dengan siklus 11,2 tahun (solar cycle) dan diketahui berkaitan erat dengan tingkat aktivitas matahari. Babcock (1960) memberikan gagasan bahwa terpuntirnya medan magnet matahari akibat rotasi diferensial fotosfer melambatkan gerak ion dan electron. Akibat dari perlambatan tersebut, energi kinetik berkurang dan menyebabkan turunnya temperature pada bintik.

seperti di kutip dari https://belajargeodenganhendri.wordpress.com

Pembentukan bintang berawal dari awan gas dan debu antarbintang (nebula). Atom2 dari awan ini saling tarik menarik akibat dari gaya gravitasi dan akhirnya membentuk jabang bintang (protostar) yang kemudian mengerut, memanas dan memijar serta mulai bersinar. Awan yang mengerut tersebut, temperatur pusatnya terus meningkat mencapai puluhan juta derajat sehingga cukup panas untuk melangsungkan reaksi termonuklir mengubah inti hydrogen menjadi helium. Tekanan radiasi akibat reaksi termonuklir inilah yang mengimbangi gaya gravitasi bintang sehingga bintang stabil memancarkan cahaya, tapi hingga kapan?

seperti di kutip dari https://belajargeodenganhendri.wordpress.com

Persediaan hydrogen dalam tubuh bintang sangatlah besar. Bila bintang seperti matahari telah kehabisan bahan bakar intinya, yaitu bila seluruh hydrogen dipusat bintang telah diubah menjadi helium, tak ada lagi tekanan yang menyangga lapisan luar bintang. Binang kembali mengerut, lapisan luarnya tertarik ke dalam oleh gaya tarik gravitasi materi di dalamnya. Pengerutan akan berlangsung terus dan bintang semakin mapat dan mengecil. Akhirnya ukuran bintang di akhir riwayatnya akan sama dengan bintang katai.

seperti di kutip dari https://belajargeodenganhendri.wordpress.com

Dari pengamatan yang teratur, diketahui bahwa jumlah bintang di pusat galaksi lebih banyak daripada di tepinya. Matahari merupakan bintang yang tidak berbeda dengan bintang2 pada umumnya dan terletak di tepi galaksi. Dari pengamatan diketahui bahwa matahari bergerak mengelilingi pusat galaksi bimasakti dengan kecepatan 220 km/detik. Degan mengetahui jarak matahari dari pusat galaksi dan asumsi bahwa gerak matahari mengedari pusat galaksi berbentuk lingkaran, dapat dihitung bahwa dieperlukan waktu selama 2,4 x 10 8 tahun (240 juta tahun) bagi matahari untuk mengedari pusat galaksi. Kala edar (periode) ini dikenal sebagai 1 tahun kosmik (cosmic year) . Jika matahari kita telah berusia 5 x 10 9 tahun (5 milyar tahun), maka dapat dihitung bahwa matahari kini lebih dari 20 kali mengedari pusat galaksi bimasakti, atau matahari kini ada pada tahun kosmis k3-2.

seperti di kutip dari https://belajargeodenganhendri.wordpress.com

Untuk mengukur jarak bintang dipergunakan metode paralaks atau metode beda lihat . Metode paralaks adalah suatu cara untuk menentukan perubahan letak suatu benda yang jauh sebagai akibat pergeseran tempat orang yang mengamatinya. Misalnya paralaks sebuah bintang C ketika bumi berada pada kedudukan B 1 dan B 2 dalam orbitnya mengelilingi matahari, jadi karena perubahan kedudukan pengamat (bumi) seolah-olah letak bintang  C akan berubah, tetapi sebenarnya letak bintang C adalah tetap.

seperti di kutip dari https://belajargeodenganhendri.wordpress.com

gerak sebuah planet dalam orbitnya mengitarai matahari disebut revolusi. sedang perputaran planet mengitari porosnya/sumbunya sendiri disebut rotasi . periode/kala revolusi adalah waktu yang dibutuhkan oleh sebuah planet untuk beredar satu kali mengitari matahari. untuk bumi, periode revolusi didefenisikan satu tahun . sedang periode rotasi adalah waktu yang diperlukan oleh sebuah planet untuk berputar satu kali mengitari porosnya sendiri. untuk bumi, periode rotasi didefenisikan satu hari .

seperti di kutip dari https://belajargeodenganhendri.wordpress.com

Indonesia matahari, merkurius, venus, bumi, bulan, mars, yupiter, saturnus, Uranus, neptunus, Pluto. Jawa srengenge, buda, kejora, jagad, wulan, anggara, respati, sani. Inggris sun, mercury, venus, earth, moon, mars, Jupiter, Saturn, Uranus,Neptune,Pluto Latin sol, mercurius, venus, terra, luna, mars, Jupiter, saturnus, Uranus, Neptune, Pluto. Perancis soleil, mercure, venus, terre, lune, mars, Jupiter saturne, Uranus, Neptune, pluton. Portugis sol, mercurio, venus, terra, lua, marte, Jupiter, urano, neptuno, plutao. Jerman sonne, merkur, venus, erde, mond, mars, Jupiter, Saturn, Uranus, neptun, Pluto. Belanda zon, mercurius, venus, aarde, maan, mars, Jupiter, saturnus, Uranus, neptunus, Pluto. Rusia Solnce, Merkurij, venera, zemlja, luna, mars, yupiter, Saturn, uran, neptun, pluton, Yunani helios, hermes, Aphrodite, gaea, selene, ares, zeus, kronos, uranos, Poseidon, pluton Sansekerta surya, budha, sukra, dhara, Chandra, mangala, brhaspati, sani Gujarati   surya, budh, shukra, phrativi, Chandra, mangal, guru, sani, prajapathi, varun, yamdev Bengali surya, budh, shukra, pritivi, chand, mangal, brihasphati, shani Thailand surya, budha, sukra, lok, Chandra, angkarn, prihasbadi, sao, Uranus, Neptune, Pluto Arab shams, otaared, zuhra, ard, qomar, merrikh, mushtari, zuhal, Uranus, niptuun, plutuun, Canton taiyeung, suising, gumsing, deiqao, yueqao, fuosing, moqsing, tousing, tinwonsing, huoiwongsing, mengwongsing, Mandarin taiyang, shuixing, jinxing, diqiu, yueqiu, huoxing, muxing, tuxing, taian wangxing, haiwangxing mingwangxing, Jepang taiyou, suisei, kinsei, chikyu, tsuki, kasei, mokusei, dosei, ten’ousei, kaiousei, meiousei, Filipina araw, merkuryo, venus, daigdig, buwan, marte, Jupiter, saturno, Uranus, neptuno, Pluto Malaysia matahari, utarid, zuhrah, dunie, bulan, marikh, musytari, zuhal, Uranus, neptun, Pluto.

seperti di kutip dari https://belajargeodenganhendri.wordpress.com

bumi adalah planet ketiga dari Sembilan planet dalam tata surya. diperkirakan usianya mencapai 4,6 milyar tahun. jarak antara bumi dengan matahari adalah 149, 6 juta kilometer atau AU (ingg: astronomical unit ). bumi mempunyai lapisan udara (atmosfer) dan medan magnet yang disebut (magnetosfer)  yang melindungi permukaan bumi dari angin matahari, sinar ultraviolet, dan radiasi dari luar angkasa. lapisan udara ini menelimuti bumi hingga ketinggian sekitar 700 kilometer. lapisan udara ini dibagi menjadi Troposfer, stratosfer, mesosfer termosfer, dan eksosfer. lapisan ozon, setinggi 50 km, berada di lapisan stratosfer dan mesosfer dan melindungi bumi dari sinar ultraviolet. perbedaan suhu permukaan bumi adalah antara -70 o C hingga 55 o C bergantung pada iklim setempat. sehari dibagi menjadi 24 jam dan setahun dibumi sama degan 365,2425 hari. bumi mempunyai massa seberat 59.760 milyar ton, dengan luas permukaan 510 juta kilometer persegi. berat jenis bumi (sekitar 5.500 kilogram per meter kubik) digunakan sebagai unit perbandingann berat jenis planet yang lain, dengan berat jenis bumi dipatok sebagai 1.

seperti di kutip dari https://belajargeodenganhendri.wordpress.com

bumi mempunyai diameter sepanjang 12.756 kilometer. garavitasi bumi diukur sebagai 10 N kg-1 dijadikan unit ukuran gravitasi planet lain, dengan  gravitasi bumi dipatok sebagai 1. bumi mempunyai satu bulan. 70,8 % permukaan bumi diseliputi oleh air. udara bumi terdiri dari 78% nitrogen, 21 % oksigen, dan 1 % uap air, karbondioksida, dan gas lain. bumi diperkirakan tersusun atas inti dalam bumi yang terdiri dari besi, nikel beku setebal 1.370 km dengan suhu 4.500 o C, diselimuti pula oleh inti luar yang bersifat cair setebal 2.100 km, lalu diselimuti pula oleh mantel silica setebal 2.800 km membentuk 83 % isi bumi, dan akhirnya sekali diselimuti oleh kerak bumi setebal kurang lebih 85 km.

seperti di kutip dari https://belajargeodenganhendri.wordpress.com

pergantina musim disebabkan oleh revolusi bumi dan terutama oleh miringnya poros bumi terhadapa garis tegak lurus bidang orbit bumi (ekliptika). awal musim panas di BBU ketika kutub utara bumi paling condong ke matahari, dan awal musim dingin (6 bulan kemudian) ketika kutub utara paling menjauh dari matahari. saat musim panas di BBU, siangnya lebih lama daripada malamnya, dan saat musim dingin di BBU, siangnya lebih pendek daripada malamnya, antara musim panas dan musim dingin terdapat musim semi. lawan musim semi adalah musim gugur.

seperti di kutip dari https://belajargeodenganhendri.wordpress.com

mars adalah planet ke-4 terdekat ke matahari. lingkungan mars ternyata lebih bersahabat bagi kehidupan, dibandingkan keadaan plnet venus. namun begitu, keadaannya tidak cukup ideal untuk manusia. temperatur yang cukup rendah dan tekanan udara yang rendah, ditambah dengan komposisi udara  yang sebagian besar berkarbondioksida, menyebabkan manusia harus menggunakan alat bantu pernafasan jika ingin tinggal di sana. misi2 ke planet merah ini sampai ke penghujung abad ke-20 belum menemukan jejak kehidupan di sana, meskipun yang amat sederhana.

seperti di kutip dari https://belajargeodenganhendri.wordpress.com

saturnus, planet ke enam dalam tata surya kita, terkenal sebagai planet bercincin. jarak saturnus sangat jauh dari matahari. karena itulah saturnus, tampak tidak terlalu cerah dari bumi. saturnus berevolusi dalam waktu 29,46 tahun. setiap 378 hari, bumi, saturnus dan matahari akan berada dalam satu garis lurus. selain berevolusi saturnus juga berotasi dalam waktu yang sangat singkat yaitu 10 jam 14 menit. saturnus memiliki kerapatan yang rendah karena sebagian besar zat penyusunnya berupa gas dan cairan. inti saturnus diperkirakan terdiri dari batuan padat. atmosfer saturnus tersusun atas gas amoniak dan metana. hal ini tentu tidak memungkinkan adanya kehidupan di saturnus.

seperti di kutip dari https://belajargeodenganhendri.wordpress.com

cincin saturnus sangat unik. ada beribu-ribu cincin  yang mengelilingi planet ini. bahan pembentuk cincin ini belum di ketahui. para ilmuan berpendapat, cincin itu tidak mungkin terbuat dari lempengan padat karena akan hancur oleh gaya sentrifugal. namun, tidak mungkin juga terbuat dari zat cair karena gaya sentrfugal akan mengakibatkan timbulnya gelombang. jadi, sejauh ini, diperkirakan yang paling mungkin membentuk cincin2 itu adalah bongkahan2 es meteorit. saturnus memiliki 18 buah satelit. satelit yang terbesar bernama Titan. ukuran satelit ini lebih besar dari planet merkurius. satelit2 lainnya bernama mimas, enceladus, tetis, dione, rhea, hyperion, pan, atlas, promentheus, Pandora, ephiteus, janus, telesto, calypso, Helena, phoebe, dan impetus.

seperti di kutip dari https://belajargeodenganhendri.wordpress.com

Pluto adalah planet terkecil dan terjauh dari matahari. Planet ini merupakan urutan kesembilan jika ditinjau dari matahari. Jarak puto dengan matahari adalah 5.900,1 juta km. Pluto memiliki diameter yang mencapai 4.862 km dan memilik massa 0,002 massa bumi. Periode rotasi planet ini adalah 6,39 hari, sedangkan periode revolusinya adalah 248,4 tahun. Bentuk planet ini mirip dengan bulan dengan atmosfer mengandung metan. Suhu permukaan planet berkisar -233 o C sampai dengan 223 o C, sehingga sebagian besar berwujud es.

seperti di kutip dari https://belajargeodenganhendri.wordpress.com

Setelah 75 tahun semenjak ditemukan, Pluto masih terbalut misteri. Kemungkinan untuk menguak misteri planet terjauh dalam sistem galaksi bima sakti tersebut hingga kini masih dicoba. Mungkin 10 tahun lagi sedikit dari misteri tersebut akan terlihat, saat misi Pluto express yang dilakukan NASA mencapai planet tersebut pada 2008 nanti. Sejak ditemukan oleh Clyde W. Tombaugh pada 18 Februari 1930, Pluto kemudian menjadi salah satu anggota dari galaksi bima sakti yang paling jauh letaknya sebelum planet Sedna.

seperti di kutip dari https://belajargeodenganhendri.wordpress.com

Kalau melihat sejarahnya, Pluto sebenarnya ditemukan lantaran adanya teori mengenai planet kesembilan dalam sistem tata surya bimasakti. Baru kemudian setelah Clyde mampu menunjukka bukti2 nyata dalam penelitiannya, akhirnya planet ini resmi menjadi salah satu planet yang menentukan rotasi galaksi ini. Pada saat planet ini belum ditemukan, ia hanya diketahui sebagai objek angkasa yang berada setelah Neptunus. Bahkan sempat, Charon, satelit yang mengelilingi Pluto dikira sebagai planet yang sebenarnya. Namun kemudian para ahli astronomi juga menemukan sekitar seribu objek angkasa lain yang berada di belakang Neptunus. Kebanyakan objek tersebut berotasi mengelilingi matahari yang kemudian disebut sebagai sabuk Kuiper.

seperti di kutip dari https://belajargeodenganhendri.wordpress.com

Ada dua macam periode rotasi bulan, yaitu periode sideris (bulan sideris) dan periode sinodis (bulan sinodis). Periode sideris adalah periode rotasi bulan dengan mengacu kepada suatu bintang jauh selain matahari. Satu bulan sideris kira2 27,3 hari. periode sinodis adalah periode rotasi bulan dengan mengacu ke matahari. Satu bulan sinodis adalah selang waktu yang diperluakan bulan untuk berevolusi 360 o (tepat 1 putaran) mengitari matahari. Satubulan sinodis (disebut juga satu bulan komariah) kira2 29,5 hari. perhatikan, bulan sinodis adalah bulan yang berdasarkan pada perubahan fase bulan.

seperti di kutip dari https://belajargeodenganhendri.wordpress.com

Terdapat kira2 100 ribu asteroid dalam sabuk ateroid. Jika semua asteroid itu menyatu massanya hanya 1/3000 massa bumi. Karena itu asteroid disebut planetoid (planet kecil). Asteroid terbesar adalah Ceres , memiliki diameter 1000 km; dan yang terkecil, asteroid 1976UA, memiliki diameter 0,5 km. para ilmuan berpendapat bahwa sabuk asteroid merupakan sisa2 bahan dasar dari salah satu tahap awal pembentukan planet. Gravitasi Jupiter yang sangat hebat menyebabkan sisa2 ini tidak pernah terkumpul menjadi planet tunggal.

seperti di kutip dari https://belajargeodenganhendri.wordpress.com

Ada lagi kawah Chicxulub (ekor setan), di Meksiko, dengan diameter 280 km. kawah ini diduga dibentuk oleh meteorit besar yang meteoridnya adalah sebuah asteroid berdiameter 10 km. konon peristiwa ini menyebabkan dinosaurus punah dari muka bumi 65 juta tahun lalu. Saat ini meteorit terbesar ada di Hoba, Afrika Selatan bagian barat ( massa 60 ton, jatuh pada tahun 1920). Bayangkan saja batu sebesar ini jatuh ke bumi dengan kecepatan 50 km/detik. Mungkin kamu yang pernah menonton film Deep Impact dan Armageddon bisa membayangkan dampaknya.

seperti di kutip dari https://belajargeodenganhendri.wordpress.com

Berbagai macam roket telah diluncurkan oleh Amerika Serikat dan Uni Soviet untuk menyelidiki permukaan bulan. Pesawat tak berawan Uni Soviet dengan nama Luna IX yang diluncurkan pada tanggal 31 Januari 1966 mendarat dengan selamat di bulan. Beberapa bulan berikutnya pesawat Amerika Serikat dengan nama Surveyor I juga dapat melakukan pendaratan dengan selamat di bulan, kemudian membuat ribuan potret permukaan bulan. Kemudian pesawat2 Amerika demikian juga pesawat2 Uni Soviet yang berikutnya, tidak hanya melakukan pemotretan, tetapi juga melakukan analisa2 kimia terhadap batuan permukaan bulan.

seperti di kutip dari https://belajargeodenganhendri.wordpress.com

Program selanjutnya dari Amerika Serikat untuk meluncurkan pesawat berawak ke bulan disebut dengan program Apollo. Rentetan penerbangan Apollo yang terencana dan terlaksana dengan baik mencapai puncaknya pada Apollo 11, yaitu pendaratan berawak pertama di bulan dengan awak pesawat : Neil Amstrong, Edwin Aldrin, dan Collins. Analisa kimia pertama terhadap bahan yang dikumpulkan dalam penerbangan Apollo 11 menunjukkan bahwa batuan bulan termasuk batuan beku. Penerbangan Apollo 11 berlangsung dari 16 Juli 1969 sampai 24 Juli 1969, selama delapan hari. Jadi antariksawan Amerika Serikat adalah menjadi manusia pertama yang menginjakkan kaki di permukaan bulan.

seperti di kutip dari https://belajargeodenganhendri.wordpress.com

Bila ditinjau penerbangan angkasa luar, maka Amerika Serikat dan Uni Soviet adalah dua Negara yang selalu berlomba untuk menggali sumber daya alam di angkasa luar. Pada tanggal 4 Oktober 1957 Uni Soviet meluncurkan satelit bumi pertama Sputnik I dan tanggal 31 Januari 1958 Amerika Serikat mengirimkan satelit buatan pertamanya dengan Explorer I mengamati angkasa luar.  Pada tahun 1975 ada kerjasama antara Amerika Serikat dengan Uni Soviet, dan pada tahun tersebut tiga antariksawan Amerika Serikat dan dua antariksawan Uni Soviet melakukan penugasan antariksa internasional gabungan dengan Soyuz dari Uni Soviet di angkasa  luar.

seperti di kutip dari https://belajargeodenganhendri.wordpress.com

Pada era prakambrium dapat diketahui pula bahwa di beberapa daerah terdapat iklim yang sangat dingin (endapan terbentuk oleh es darat atau gletser). Sedangkan pada saat lain, iklimnya panas dan lembab (lapisan yang berwarna merah dengan rekah kerut). Tetapi sangat sukar untuk menentukan iklim dari lapisan2 sedimen yang ada. Pada waktu itu permukaan bumi yang ada diatas muka laut merupakan gurun, yang tidak disebabkan karena kekurangan air yang sangat besar (sahara), tetapi karena waktu itu belum terdapat tumbuh2an darat. Factor lain adalah adanya oksigen bebas dalam atmosfer, yang jauh lebih sedikit dari sekarang.

seperti di kutip dari https://belajargeodenganhendri.wordpress.com

Ilmuwan biologi dari Jerman ini berpendapat bahwa asal-usul kehidupan yang pertama berasal dari zat putih telur yang liat dan cair. Akibat pengaruh dari luar maka terciptalah bakteri, amuba, binatang berongga, ikan, amphibi, reptil, dan mamalia. Binatang2 itu saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya. Pada zaman tersier dari binatang menyusui itu berkembang dan muncullah manusia. Haeckel berkesimpulan, bahwa nenek moyang manusia itu berasal dari bangsa kera atau monyet dalam tingkatan yang teratur.

seperti di kutip dari https://belajargeodenganhendri.wordpress.com

Teori ini mencoba memberi keterangan tentang terjadinya tumbuh2an dan binatang2 yang menyesuaikan diri kepada alam sekitarnya. Darwinisme adalah sebuah teori yang mengatakan bahwa semua barang2 yang hidup dapat maju berlahan-lahan naik ke atas. Keyakinan Darwin bahwa manusia itu berasal dari hewan, telah memicu perdebatan antar ilmuwan dan kontroversi bahkan hingga kini. Dalam kerangka teori Darwin itu pulalah, berbagai penemuan fosil manusia purba yang        ada di Indonesia senantiasa dikaitkan.

seperti di kutip dari https://belajargeodenganhendri.wordpress.com

Ilmuwan ini menguraikan asal-usul manusia berdasarkan peninggalan2 manusia yang ditemukan di lapisan bumi. Misalnya tahun 1856 ditemukan fosil di lembah Neander, Erbefeld, Jerman Barat, yang kemudian disebut Homoneandertalensis . Ciri2 fosil itu, antara lain : tulang keningnya rendah, letak mata yang sangat besar, mempunyai lengkung alis, tulang roman muka yang sangat tebal, tengkoraknya besar, dan tergantung pada tunlang belakang (tidak terletak di atasnya), tidak mempunyai dagu (belum pandai berbicara dengan tekanan suara), serta berbentuk moncong (bagian paras lebih ke depan dari tempat otak). Dari hasil identifikasi itu terlihat bahwa bentuk manusia tersebut menyerupai kera. Diperkirakan manusia tersebut hidup antara 75.000 hingga 30.000 tahun sebelum masehi. Namun, Wieringen berpendapat bahwa meskipun manusia awal itu menyerupai monyet, tetapi nenek moyang manusia bukanlah monyet. Alasan ia kemukakan adalah antara manusia dan monyet adalah dua jenis yang berdiri sendiri, serta masing2 mempunyai jalan kemajuan sendiri2

seperti di kutip dari https://belajargeodenganhendri.wordpress.com

Evolusi adalah perubahan frekuensi gen (faktor keturunan) yang terjadi dari generasi ke generasi. Evolusi bisa terjadi dalam skala besar pada tingkat di atas spesies. Misalnya terjadi ordo baru. (Ordo adalah klasifikasi dalam biologi yang lebih rendah daripada kelas dan lebih tinggi daripada family). Evolusi ini biasa disebut makro evolusi. Evolusi yang lain disebut mikro evolusi yaitu perubahan frekuensi gen dalam skala kecil dan terjadi pada tingkat di bawah spesies. Misalnya terjadinya ras baru. Perubahan2 itulah yang bisa menandai ciri tubuh makhluk hidup.

seperti di kutip dari https://belajargeodenganhendri.wordpress.com

Lalu, bagaimana evolusi bisa terjadi pada manusia? Kita tentu mengetahui bahwa manusia itu berkembang biak. Saat itulah, gen dari kedua orang tua menurun kepada anaknya, sehingga terdapat kombinasi gen yang baru. Dalam suatu populasi, gen dan frekuensinya tidak berubah kecuali jika ada kejadian2 tertentu. Gen dan frekuensi bisa berubah apabila terjadi : pertama, mutasi yaitu gen atau kromosomnya berubah. Kedua, Seleksi Alam artinya menguntungkan gen2 yang sesuai dengan lingkungan. Akibatnya adalah gen bisa bertambah banyak dari generasi ke generasi serta bisa mengurangi gen yang tidak sesuai. Ketiga, terjadinya arus gen yaitu mengalirnya gen ke dalam atau ke luar suatu populasi. Keempat, terjadinya perubahan frekuensi gen secara acak dalam populasi kecil yang disebut efek perintis. Nah, perubahan frekuensi gen yang berlangsung lambat laun dari angkatan ke angkatan itulah yang disebut evolusi, dan keempat faktor itulah yang disebut faktor evolusi.

seperti di kutip dari https://belajargeodenganhendri.wordpress.com

Permasalahannya adalah mengapa evolusi senantiasa bisa terjadi? Salah satu penyebabnya adalah dari keempat faktor evolusi itu pasti akan ada dalam jangka waktu tertentu. Namun, kebanyakan yang terjadi adalah mikro evolusi, yaitu terjadinya perubahan frekuensi gen dalam ukuran kecil di bawah tingkat spesies. Hal inilah yang menyebabkan munculnya populasi lokal, subras, atau ras baru. Sedangkan golongan2 di atas spesies mengalami makro evolusi, karena adaptasinya dengan lingkungan. Setelah bisa beradaptasi dengan lingkungannya, kelompok2 baru ini mengalami spesialisasi.


Baca juga :

Penyebab banjir adalah hilangnya kemampuan DAS menyerap air presipitasi karena berkurangnya penutupan lahan oleh pepohonan. Suka atau tidak suka, kerusakan hutan alam yang menyebabkan 59 juta hektar kawasannya perlu direhabilitasi (2000), perluasan budidaya lahan pertanian dan kebun, serta kemajuan perkotaan yang tidak dikendalikan, termasuk faktor utama penyebab banjir di luar Jawa. Curah hujan yang ekstrem menjadi faktor lain, tetapi baru terdengar menjadi alasan terjadinya banjir pada waktu sekarang.

seperti di kutip dari https://bebasbanjir2025.wordpress.com

Kunci pokok penanggulangan dan pencegahan banjir metode ekohidraulik adalah DAS yang sebenarnya juga telah diperkenalkan di Indonesia sebelum tahun 1970. Renaturalisasi sungai, mengembalikan belokan-belokan sungai yang sebelumnya diluruskan, menghidupkan bekas potongan sungai lama dengan membuka tanggul pelurusan sungai, memelihara kealamiahan sungai-sungai level menengah dan parit, serta melakukan penanaman pada daerah hulu dan sepanjang aliran sungai, merupakan langkah cara ekohidraulik, menggantikan cara konvensional yang lebih mementingkan cara teknik sipil itu.

seperti di kutip dari https://bebasbanjir2025.wordpress.com

Metode ekohidraulik dalam pengembangannya harus memasukkan unsur-unsur sosial-ekonomi dan kultural, bahkan faktor perilaku penyelenggaraan negara, yang untuk negara maju bukan merupakan faktor kunci dalam masalah banjir. Jelasnya, metode ekohidraulik menawarkan penyelesaian alamiah yang komprehensif integral tanpa mengorbankan unsur ekologi lainnya. Namun, ada pertanyaan, apakah situasi kependudukan, sosial-budaya, dan perekonomian masyarakat Indonesia cocok untuk penanggulangan banjir cara ekohidraulik itu?

seperti di kutip dari https://bebasbanjir2025.wordpress.com

Ketika debet air sungai Vltava meningkat dengan sangat cepat, truk-truk berdatangan ke sejumlah lokasi yang paling rawan banjir. Truk-truk ini membawa pasir dan karung goni dengan bentuk yang dirancang khusus sehingga ketika sudah diisi akan bisa saling mengait dan menguatkan satu sama lain. Para petugas pemerintahan kota, sejumlah kecil polisi dan tentara dengan sigap bersatu bekerja bahu-membahu dengan penduduk di sekitar lokasi untuk mengisi karung-karung itu dengan pasir. Mereka membangun tanggul- tanggul darurat untuk menghalangi laju air atau membelokkannya.

seperti di kutip dari https://bebasbanjir2025.wordpress.com

Lihatlah perubahan iklim dan cuaca yang ekstrem di berbagai penjuru dunia. Banyak kawasan di Belahan Utara Dunia (Northern Hemisphere) sampai akhir Desember dan awal Januari lalu mengalami musim dingin yang hangat; salju yang turun sedikit sekali atau bahkan tidak ada sama sekali sehingga banyak ski resort yang harus tutup. Ini mengakibatkan banyak orang yang bekerja di sektor ini menjadi penganggur. Namun, tiba-tiba pada akhir Januari dan awal Februari, gelombang yang sangat dingin melanda kawasan Belahan Utara Dunia tersebut. Kehidupan menjadi lumpuh.

seperti di kutip dari https://bebasbanjir2025.wordpress.com

Selain resistansi itu, juga banyak hal lain yang tidak kondusif. Karena berbagai faktor tertentu, banyak kalangan masyarakat kita menempuh gaya hidup yang sama sekali tidak bersahabat dengan alam, yang pada gilirannya mencelakakan diri mereka sendiri. Lihatlah, pinggir sungai, situ, dan waduk menjadi permukiman ilegal. Atau bahkan legal—karena ada izin dari pihak berwenang—sebab diuruk menjadi real estat, mal, dan banyak lagi. Atau bahkan tak kurang parahnya, sungai, situ, dan selokan menjadi tempat pembuangan sampah. Jika pemerintah menertibkan dan merelokasi masyarakat yang bermukim di sekitar daerah aliran sungai, reservoir, dan serapan air tersebut, yang ada hanyalah resistansi.

seperti di kutip dari https://bebasbanjir2025.wordpress.com

Musibah banjir yang kali ini melanda berbagai daerah di Indonesia, khususnya yang di daerah Jakarta Raya dan sekitarnya, menggugah hati dan menggoncangkan fikiran banyak orang. Bukan saja karena musibah besar ini telah mendatangkan penderitaan – dalam berbagai bentuk dan ukuran – bagi jutaan orang, melainkan juga memunculkan beraneka pertanyaan dan bahan renungan. Apakah musibah ini memang takdir Tuhan, ataukah ini hanyalah akibat kesalahan manusia juga? Atau, apakah kita semua harus menerima dengan tawakal dan sabar nasib sedih yang menimpa begitu banyak orang, ataukah harus ikut berbuat sesuatu untuk mengatasinya? Lalu, kalau sudah begitu, apa sajakah kekurangan (atau kesalahan) yang telah terjadi, dan siapa pula yang harus bertanggungjawab?

seperti di kutip dari https://bebasbanjir2025.wordpress.com

Justru soal-soal yang berkaitan dengan itu semualah yang selama berhari-hari dan terus-menerus bisa kita baca dalam pers Indonesia, dan kita lihat atau dengar dari televisi dan radio. Agaknya, juga itu semualah yang dibicarakan oleh begitu banyak orang yang rumahnya terendam air (atau terpaksa ditinggalkan), dan oleh orang-orang yang bersama seluruh keluarganya terpaksa mengungsi di emperan toko-toko, di mesjid-mesjid, di gedung-gedung sekolah, di pinggiran jalan kereta-api. Mungkin, ketika sejumlah besar orang sudah berhari-hari tidak bisa ganti pakaian dalam keadaan kelaparan dan kedinginan, dan ketika banyak anak-anak yang sudah kena penyakit gatal-gatal, diarhee, sesak napas dsb, banyak juga yang mempertanyakan tentang efisiensi kerja pemerintah dan kebenaran sistem politik, ekonomi, sosial yang dianut oleh negeri kita dewasa ini.

seperti di kutip dari https://bebasbanjir2025.wordpress.com

Walaupun banjir sudah sering terjadi, tetapi yang kali ini pastilah akan menimbulkan dampak yang lebih besar dari pada yang sudah-sudah, di berbagai bidang. Kali ini, begitu besarnya banjir sehingga banyak daerah di pusat kota Jakarta juga terendam air. Di samping itu, banyak sekali penduduk di daerah di Bekasi, Tangerang dan Jakarta Selatan yang berdekatan dengan kabupaten Bogor juga harus menderita musibah ini. Banyak daerah yang selama ini tidak pernah tersentuh banjir secara serius (lapangan Monas, jalan Thamrin, jalan Gajahmada dan Hayamwuruk, jalan Gunung Sahari) juga dilanda banjir. Bahkan, untuk pertama kalinya sejak Proklamasi kemerdekaan Republik kita, banjir pun sudah menyerang halaman Istana Negara. Singkatnya, banjir telah menyerang juga “ulu hati” pusat pemerintahan Republik Indonesia.

seperti di kutip dari https://bebasbanjir2025.wordpress.com

Banjir besar kali ini telah mendatangkan kesengsaraan bagi banyak sekali penduduk. Siaran siaran radio dan televisi telah menyajikan cerita-cerita yang mengharukan dan menyedihkan tentang penderitaan mereka itu. (Ketika tulisan ini dibuat tanggal 3 Februari pagi, radio Elshinta menyiarkan reportase tentang penduduk di Kelapagading, yang sudah seminggu terkurung dalam rumah yang digenangi air, sehingga tidak bisa kemana-mana dan mendapat kesulitan untuk mencari makan). Masih belum bisa diperkirakan berapa besar kerugian material (dan jiwa) yang dialami oleh penduduk dan perusahaan-perusahaan, dan juga oleh negara. Sebab banjir masih berlangsung terus di berbagai wilayah, dan bahaya hujan juga masih mengancam terus sampai akhir Maret yad. (Hingga Minggu 3/2/2002, sedikitnya 21 orang tewas dan 381.300 orang terpaksa mengungsi. Hal itu disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso, dalam keterangan persnya.)

seperti di kutip dari https://bebasbanjir2025.wordpress.com

Namun, bencana besar yang menimpa daerah Jakarta dan sekitarnya kali ini juga bisa membawa berbagai hikmah. Karena terjadi di Jakarta, maka musibah ini bisa diharapkan menjadi “pecut” atau “pukulan” untuk membangunkan kalangan atas dari tidur dan mimpi mereka, sehingga mereka bisa melihat dengan jelas realitas kongrit bahwa banyak hal yang harus diperbaiki, dirobah, atau bahkan dibongkar sama sekali dalam cara menyelenggarakan negara. Hikmah lainnya adalah b ahwa banjir ini bisa merupakan pelajaran bagi masyarakat, sehingga mereka bisa menjadi lebih bersikap kritis terhadap langkah-langkah atau politik berbagai institusi pemerintahan, DPR (atau DPRD), dan juga kalangan swasta. Di samping itu, banjir besar ini juga telah melahirkan aspek positif, yang berbentuk berbagai aksi solidaritas yang lahir secara spontan di kalangan masyarakat sendiri. Aksi solidaritas yang berkembang di kalangan penduduk ini adalah segi yang indah di tengah-tengah penderitaan rakyat korban banjir.

seperti di kutip dari https://bebasbanjir2025.wordpress.com

Selama bencana banjir, berbagai stasion radio ( antara lain : Elshinta, radio Delta), televisi dan media cetak memainkan peran positif dalam menebarkan benih-benih solidaritas, dengan mengadakan program-program yang menyerukan bantuan kepada korban banjir. Seruan tentang bantuan yang terus-menerus dikumandangkan dan disertai dengan reportase tentang kondisi para korban merupakan pendidikan solidaritas yang sangat menyentuh hati banyak orang. Demikian juga dengan banyaknya posko-posko yang dibentuk oleh LSM, gerakan pemuda/mahasiswa, dan berbagai golongan dalam masyarakat, yang membantu para korban dengan beraneka-ragam aksi, umpamanya pembagian sembako, pakaian, obat-obatan atau berbagai ragam bantuan lainnya.

seperti di kutip dari https://bebasbanjir2025.wordpress.com

Hikmah lainnya adalah bahwa dalam menghadapi musibah besar ini, makin kelihatan lebih jelas lagi bagi banyak orang, siapa-siapa saja atau golongan yang mana saja, yang betul-betul bersikap peka terhadap kepentingan rakyat, dan mana pula yang tidak peduli atau bahkan terus membuta-tuli saja terhadap penderitaan rakyat. Oleh karenanya, sejak sekarang sudah dapat diperkirakan bahwa banjir besar di Jakarta dan sekitarnya ini masih akan berbuntut panjang. Kalau pun banjir sudah surut, banyak persoalan masih bisa timbul. Sebab, justru waktu itulah datang saatnya bagi berbagai fihak (kalangan pemerintah maupun masyarakat) untuk menarik pelajaran dari pengalaman yang sangat menyedihkan banyak orang ini, dan mencari solusi supaya musibah semacam itu tidak terulang lagi di masa datang.

seperti di kutip dari https://bebasbanjir2025.wordpress.com

Banjir besar di berbagai wilayah Jabotabek kali ini telah mulai memunculkan suara-suara keras tentang politik pemerintahan di masa lalu yang berkaitan dengan pengelolaan tanah atau tata-ruang. Berbagai kalangan menghubungkan masalah banjir ini dengan adanya pembangunan rumah-rumah mewah di daerah-daerah Bogor, Puncak dan Cianjur (Bopunjur), yang telah merusak kawasan yang luas sekali yang seharusnya dipertahankan sebagai daerah resapan air. Dengan banyaknya kawasan real-estate yang diselenggarakan oleh para pengembang (developper), maka terjadi banyak juga pelanggaran-pelanggaran. Berbagai projek real-estate yang dibangun di masa lalu merupakan projek “kongkalikong” antara para pengembang (atau para konglomerat) dengan para pejabat di banyak instansi yang berhak mengeluarkan berbagai ijin.

seperti di kutip dari https://bebasbanjir2025.wordpress.com

Menurut artikel yang disiarkan oleh Mandiri (1 Februari, 2002), “Banjir yang melanda Jakarta dan sekitarnya selama dua pekan terakhir ini disebabkan tidak hanya oleh tingginya curah hujan tetapi akibat sejumlah kawasan hijau di jalur Bogor-Puncak dan Cianjur mengalami kerusakan. Pemerintah pusat rupanya harus melakukan peninjauan ulang terhadap perizinan sejumlah vila dan real estate yang berdiri di atas lahan hijau di kawasan Bopunjur,” kata anggota DPR asal Cianjur H Dadang Rukmana Mulya kepada pers di Cianjur, Jumat (1/2).

seperti di kutip dari https://bebasbanjir2025.wordpress.com

Menurut Dadang, padatnya perumahan mewah di sejumlah lahan yang dianggap kritis selama ini telah menyebabkan air hujan yang terus mengguyur kawasan Bopunjur tidak tertampung dan terus mengalir hingga daerah sekitarnya. Puluhan hektar hutan yang dalam sepuluh tahun belakangan ini menjadi paru-paru Ibu Kota, kini tinggal kenangan karena banyak yang telah berubah menjadi lahan beton. “Anehnya meskipun ada Keppres dan ketentuan lain dari pemerintah tentang pembangunan di kawasan tersebut, para investor tetap melirik kawasan Bopunjur sebagai lahan bisnis untuk membangun vila mewah bagi kalangan berduit,” kata Dadang anggota F-PDI Perjuangan.

seperti di kutip dari https://bebasbanjir2025.wordpress.com

Menurut Detikcom (3 Februari), “pemerintahan propinsi DKI Jakarta telah mengajukan anggaran untuk rehabilitasi rehabilitasi pasca banjir ke DPRD I DKI sebanyak Rp 550 miliar. Dana tersebut merupakan dana cadangan dari sisa APBD 2001 yang telah didepositokan. Pemda juga telah membentuk Tim Rehabilitasi yang dikirimkan ke 5 wilayah DKI yang terkena banjir”. Adalah kewajiban masyarakat, untuk ikut mengawasi secara cermat penggunaan dana sebesar itu. Sebab, berdasarkan pengalaman selama ini (yang sudah berjalan selama puluhan tahun dan yang terjadi juga di banyak tempat lainnya), banyak dana untuk pembangunan atau rehabilitasi atau bantuan darurat dll dstnya, menyasar ke kantong-kantong yang tidak berhak. Penjarahan kolektif secara bersekongkol ramai-ramai antara pejabat, kontraktor, pimpinan berbagai bank, anggota-anggota DPRD atau “tokoh-tokoh” masyarakat lainnya, sudah banyak terjadi.

seperti di kutip dari https://bebasbanjir2025.wordpress.com

Utang negara kita (baik utang dalamnegeri maupun luarnegeri) sudah amat besar, yaitu sekitar Rp 1400 trilyun, atau 4 kali APBN kita. Artinya, sebenarnya kas negara kita sudah kosong. Defisit anggaran belanja negara kita juga diperkirakan akan besar sekali untuk tahun 2002 ini. Dalam situasi yang demikian ini, kalau masih ada oknum-oknum yang masih berani main korupsi dengan anggaran Rp 550 milyar (untuk rehabilitasi pasca banjir Jakarta) maka patutlah dihukum yang seberat-beratnya. Ketika jutaan orang menderita (dalam berbagai bentuk dan kadar) karena musibah banjir, maka korupsi adalah dosa yang amat besar. Untuk mencegah praktek-praktek para maling besar itu, maka peran pengawasan berbagai Ornop (LSM, gerakan mahasiswa, lembaga-lembaga studi kemasyarakatan dll) amatlah penting. Sebab, pengalaman masa lalu menunjukkan bahwa banyak projek-projek “pembangunan” ternyata telah menjadi proyek “penghancuran”, baik di bidang ekologi, ekonomi, finansial, maupun (dan ini yang juga parah!) moral. Contohnya adalah di sektor industri real estate.

seperti di kutip dari https://bebasbanjir2025.wordpress.com

Menurut kantor berita Antara ada 330 pengembang (developer) yang mempunyai utang kepada BPPN, yang seluruhnya bernilai Rp 9,4 trilyun ( dengan angka lain Rp 9 400 000 000 000). Proses restrukturasi utang para pengembang ini sekarang tidak jelas. Ketidakpastian penyelesaian proses restrukturisasi tersebut merugikan negara karena potensi penerimaan negara menjadi terhambat. (Media Indonesia, 21 Januari 2002). Uang Rp 9,4 trilyun ini adalah besar sekali! Dan, selama Orde Baru, uang inilah yang sebagian juga dipakai untuk mendirikan vila-vila, rumah-rumah indah, mall bagi mereka yang berduit. Di masa lalu terdengar banyak cerita tentang adanya penggusuran tanah-tanah atau pemindahan penduduk (dengan intimidasi atau imbalan yang murah). Karena adanya krisis moneter, sebagian dari projek itu menjadi berantakan. Sekarang, negara (artinya rakyat kita) terpaksa menanggung akibat ulah para konglomerat (dan pejabat) itu.

seperti di kutip dari https://bebasbanjir2025.wordpress.com

Kita akan sama-sama saksikan, tidak lama lagi, bahwa masalah banjir akan menimbulkan perdebatan yang cukup ramai. Sekarang saja sudah ada pernyataan yang macam-macam. Umpamanya apa yang dikatakan oleh Akbar Tanjung, yang sebagai berikut : “ Masyarakat dan pemerintah hendaknya jangan saling menyalahkan menyangkut soal musibah banjir yang melanda Jakarta dan berbagai daerah lain di Tanah Air akhir-akhir ini. Bencana banjir tersebut hendaknya disadari sebagai cobaan dari Tuhan, dan tidak perlu kita saling menyalahkan. Yang terpenting dilakukan adalah langkah-langkah nyata untuk membantu mengurangi beban penderitaan para korban yang tertimpa musibah banjir itu,” katanya, di Kisaran, Sumatera Utara (Republika, 3 Februari 2002). Rupanya, Akbar Tanjung tidak suka kalau kita semua mempersoalkan mengapa sampai terjadi banjir, kecuali sebagai cobaan dari Tuhan! Sebagai politikus yang kawakan, sikapnya ini memang mengherankan. Coba, mari kita bandingkan dengan yang berikut ini.

seperti di kutip dari https://bebasbanjir2025.wordpress.com

“Banjir yang terjadi Jakarta merupakan akibat kesalahan-kesalahan yang dilakukan pemerintah dan masyarakat. Penilaian tersebut dikemukakan rohaniawan (katolik. Pen) Mudji Soetrisno dan Rektor IAIN Azyumardi Azra yang dihubungi Tempo News Room Minggu (3/2) sore melalui telepon. Mudji Soetrisno menilai, banjir di Jakarta saat ini merupakan dosa yang sangat mahal yang harus dibayar akibat kesalahan kebijakan Pemda DKI. Pasalnya, pihak Pemda telah memperjualbelikan daerah-daerah resapan air untuk dijadikan mall atau tempat hunian. Selain itu, kebijakan perencanaan tata kota juga tidak jelas. Dana-dana yang seharusnya dialokasikan untuk penanggulangan banjir pun tidak dipergunakan sebagaimana mestinya. “Kesalahan masyarakat adalah tidak memiliki kesadaran ekologi yang baik dengan membuang sampah sembarangan dan tidak mengontrol penggunaan dana-dana yang diperuntukan untuk penanggulangan banjir,” katanya. Di sisi lain, Muji menilai bahwa apa yang terjadi di Jakarta ini merupakan wajah mini Indonesia saat ini dimana terjadi jurang masyrakat miskin dengan elit yang tuli dan tidak peka. Mudji juga menyorot kurangnya perhatian DPRD. “Mereka terkesan diam dalam menanggapi apa yang terjadi di Jakarta,” katanya.

seperti di kutip dari https://bebasbanjir2025.wordpress.com

Sementara itu, Azyumardi Azra menilai bahwa dari sudut pandang agama, apa yang terjadi di Jakarta merupakan musibah. Akan tetapi, menurut Azyumardi, “Musibah berlaku sesuai dengan hukum alam.” Hukum alam yang dimaksudkan Azyumardi adalah bahwa perencanaan lingkungan hidup dan tata kota selama ini keliru. Selain itu, gaya hidup masyarakat juga mendukungnya dengan cara membuang sampah sembarangan dan mendirikan pemukiman-pemukiman liar. “Hal inilah yang merupakan faktor penyebab terjadinya musibah,” katanya. (Tempo Interaktif, 3 Februari 2002).

seperti di kutip dari https://bebasbanjir2025.wordpress.com

Kiranya, akan makin jelas bagi banyak orang, nantinya, bahwa masalah banjir di Jakarta (seperti halnya banjir-banjir lainnya di donesia) tidaklah cukup hanya dihadapi dengan sikap “sebagai cobaan dari Tuhan” saja, tanpa berbuat sesuatu. Akan makin jelas bahwa banjir di Jakarta ada sangkut-pautnya dengan masalah pengelolaan lingkungan hidup, dengan penegakan hukum, dengan pemberantasan korupsi, dengan kesedaran bernegara dan bermasyarakat, dengan perencanaan tata-ruang, dengan cara penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan bersih. Singkatnya, ada hubungannya dengan masalah politik, ekonomi, sosial, dan moral.

seperti di kutip dari https://bebasbanjir2025.wordpress.com

Dari segi inilah kelihatan betapa pentingnya aksi-aksi berbagai golongan dalam masyarakat untuk menjadikan masalah banjir di Jakarta juga sebagai bagian dari pendidikan politik, dan sebagai bagian dari perjuangan untuk meneruskan reformasi. Gagasan tentang kemungkinan dilancarkannya class action (gugatan kelompok) terhadap pemerintah pusat maupun pemerintah daerah oleh para korban banjir adalah salah satu di antara aksi-aksi itu. “Pengajuan gugatan class action itu dilandaskan pada kerugian publik dan adanya kebijakan keliru. Pemerintah bisa dipandang lalai melaksanakan tugas menciptakan kesejahteraan publik dan alpa menyiapkan program menghadapi ancaman banjir yang merupakan persoalan rutin. Hal tersebut dikemukakan praktisi hukum Dr Todung Mulya Lubis, ahli hukum lingkungan Mas Achmad Santosa, dan Ketua Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI) Hendardi” (Kompas, 1 Februari 2002).

seperti di kutip dari https://bebasbanjir2025.wordpress.com

Dengan memperhatikan pembagian kawasan dan karakteristik di atas,    jelas Allah sebenarnya telah menetapkan ukuran dan kemampuan alam atau   kawasan (faqoddarohu taqdiiro). Ukuran dan kemampuan ini yang   seharusnya diperhatikan manusia, terutama pihak-pihak yang berwenang di dalam pengembangan kawasan Jabotabek. Dari sudut norma atau nilai   agama, sebenarnya pihak-pihak berwenang merencanakan dan melaksanakan   RUTRK atau Rencana Kawasan berperan sangat penting dalam    mensosialisasikan ukuran atau kemampuan alam itu pada pihak-pihak   lain, terutama pengembang, instansi pemerintah terkait, LSM, atau   masyarakat umumnya.

seperti di kutip dari https://bebasbanjir2025.wordpress.com

Dari pemahaman ini jelas perencanaan dan pelaksanaannya lebih digambarkan sebagai proses penyeimbangan kepentingan dari berbagai kelompok atau golongan di masyarakat kota dalam mengalokasikan sumber daya yang terbatas. Sumber daya terbatas itu adalah air, tanah, udara,  dan ruang. Pemahaman ini menarik dicermati bila kita melihat perencanaan ruang di kota-kota Indonesia. Rencana Umum Tata Ruang (RUTRK) sering tak dapat dilaksanakan secara efisien karena golongan  masyarakat yang mempunyai akses ke pengambil keputusan berusaha sedemikian rupa untuk memanfaatkan ruang sesuai kepentingannya.

seperti di kutip dari https://bebasbanjir2025.wordpress.com

Kawasan Puncak di Cianjur sesuai Keppres Nomor 53 Tahun 1989 telah  mengatur pengendalian pembangunan fisik di kawasan Puncak. Namun  sampai kini, keputusan tersebut tidak mampu menahan lajunya pembangunan kawasan ini yang dilakukan swasta. Konversi lahan  pertanian ke perumahan mewah atau hotel berbintang merupakan gejala alamiah dan tak mampu dicegah pemerintah. Di lain pihak Keppres   tersebut dimaksud untuk melindungi kawasan Puncak sebagai kawasan   peresap air untuk kebutuhan air bersih di Daerah Khusus Ibukota   Jakarta.

seperti di kutip dari https://bebasbanjir2025.wordpress.com

Pejabat-pejabat di Bogor dan Cianjur banyak mengeluhkan  ketidakmampuan mereka jika berhadapan dengan investor dari Jakarta dan  diyakini mempunyai backing pejabat-pejabat tertentu. Ini terbukti  dengan tidak adanya tindakan tegas Pemda dalam menindak    bangunan-bangunan tak ber-IMB yang terus tumbuh pesat. Rantai masalah   ini sebenarnya dapat dilihat dari kacamata berbeda, yaitu selama ini   pelaksanaan kawasan lebih dari sekadar cetak biru penggunaan lahan   dari sebuah kawasan. Kenyataannya, pelaksanaan rencana suatu kawasan   sangat bermuatan ekonomis-politis dari kepentingan-kepentingan   berbagai pihak. Persoalan politis lain adalah berkaitan dengan ekonomi rente yang banyak diisukan media massa, yang terjadi pada proses  perizinan. Banyak pihak yakin bahwa izin prinsip, izin rencana guna   lahan dan izin mendirikan bangunan telah menjadi semacam jaringan    kolusi antara pengusaha dan pejabat daerah. Ini memang sulit dibuktikan. Namun dari penyimpangan tata-guna lahan, kita dapat menyelusuri di mana dan bagaimana penyimpangan itu terjadi. Sebuah kawasan yang seharusnya jadi hutan lindung, tiba-tiba jadi padang   golf, misalnya. Kenyataan ini tidak sulit untuk dilacak.

seperti di kutip dari https://bebasbanjir2025.wordpress.com

Persoalan politis ketiga adalah persoalan kerja sama antarpemerintah  daerah. Sebagai contoh, Pemda Bekasi harus mengubah RUTRW-nya sebanyak dua kali, karena adanya tekanan dari Pemda DKI Jakarta. Tekanan ini tentu sangat bersifat politis, dimana pengambil kebijakan di DKI Jakarta mempunyai otoritas di atas Pemda Bekasi dan dapat memaksanakan kepentingannya kepada Pemda Tingkat II Bekasi. Dalam posisi seperti ini, semua analisis teknis berkaitan dengan rawannya banjir akibat pembangunan perumahan besar-besaran menjadi pertimbangan yang rendah dalam perencanaan penggunaan lahan. Peristiwa banjirnya sebagian besar perumahan di musim penghujan di Bekasi baru-baru ini merupakan  indikator signifikan bahwa semakin luasnya lahan yang tertutup sebagai peresap air. Perencana kota di Bappeda Pemda Bekasi sudah tentu tidak dapat berbuat banyak jika ada tekanan politis oleh pengusaha-pengusaha  yang berkolusi dengan pejabat di pemerintah pusat di Jakarta.

seperti di kutip dari https://bebasbanjir2025.wordpress.com

Dari konsekuensi politik perencanaan kota dan kawasan serta pelaksanaannya, tentu law enforcement pun sangat bermakna politik.  Dalam kasus law enforcement di kawasan Puncak nampak sekali Pemda  Tingkat II Bogor dan Tingkat II Cianjur sangat memerlukan dukungan  politik dari menteri bahkan Presiden. Langkah politik ini didorong  dari ketidakmampuannya dalam berhadapan dengan kepentingan-kepentingan pengusaha Jakarta yang diyakini mempunyai dukungan politik kuat. Pemaknaan gejala politik sebenarnya tidaklah sulit. Adalah jelas kekuatan-kekuatan ekonomi mempunyai kekuatan riil politik untuk memaksanakan kepentingannya. Pada kondisi seperti ini, peran  pemerintah daerah sangatlah penting untuk menjadi simbol aktualisasi  dan agregasi kepentingan masyarakat. Dukungan politik menteri terhadap keputusan pejabat atau dalam skala lebih luas, pemerintah daerah,   sebenarnya banyak dinanti-nanti masyarakat daerah. Dalam banyak hal,  seringkali kepentingan masyarakat daerah yang diaktualisasikan oleh  pemerintah daerah harus dikalahkan demi kepentingan departemen tertentu.

seperti di kutip dari https://bebasbanjir2025.wordpress.com

Terjemahan kedua dari law enforcement di kawasan Puncak ini adalah perlunya penguatan sumber daya politik pemda. Yang dimaksud penguatan sumber daya politik pemda adalah pelimpahan kewenangan dan pengakuan pejabat pusat akan kewenangan tersebut. Pelimpahan kewenangan saja,  tanpa pengakuan politik sama saja dengan memberikan pisau tumpul. Pelimpahan kewenangan dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah haruslah diiringi pengakuan dalam bentuk riil. Artinya penghormatan dan kerelaan pemerintah pusat terhadap keputusan-keputusan yang diambil pemda, sepanjang masih di dalam kawasan kewenangannya.

seperti di kutip dari https://bebasbanjir2025.wordpress.com

Terjemahan politik selanjutnya adalah pentingnya pertimbangan dan  asumsi politik (political asumptions) atau fakta politik (political  facts) dalam pembuatan rencana kawasan, baik di tingkat perkotaan,  daerah, regional, bahkan nasional. Pertimbangan atau asumsi politik  ini terutama dikaitkan dengan analisis konflik kepentingan yang  mungkin timbul dalam pelaksanaan sebuah rencana kawasan atau rencana   guna lahan. Analisis konflik kepentingan jadi semacam metode  mengantisipasi kesulitan-kesulitan yang akan timbul pada saat  pengaturan pemanfaatan fungsi lahan sesuai rencana kawasan atau  rencana tata guna lahan (land use plan). Pejabat-pejabat di daerah  yang mempunyai kewenangan memberikan izin perubahan fungsi lahan atau  izin mendirikan bangunan sudah dibekali pengetahuan politik tertentu guna mengantisipasi pemihakan kepentingan pada sekelompok orang  tertentu dan menafikan kepentingan masyarakat banyak. Sebagai contoh,  pejabat yang bertugas di kawasan tumbuh cepat (fast growing  cities/areas) perlu dibekali pengetahuan-pengetahuan teoritis tentang  pertentangan kelas dan kepentingan antara kelompok masyarakat serta  kecenderungan-kecenderungan kebutuhan masing-masing kelompok politik   dan ekonomi. Seorang pejabat daerah perlu dibekali cara melakukan  mediasi diantara kepentingan yang saling bertentangan; perbenturan  kepentingan masyarakat di lingkungan kumuh dengan kepentingan   investor, kepentingan LSM dan kepentingan pemerintah, dan seterusnya.

seperti di kutip dari https://bebasbanjir2025.wordpress.com

Secara alamiah, perlu juga diingat, kawasan-kawasan tumbuh cepat akan   memancing perhatian kaum berduit untuk menguasai sejumlah lahan  strategis, yang tentunya harus berbenturan dengan kepentingan kelompok  sosial lainnya. Rencana penggunaan lahan yang secara teknis dibuat seorang arsitek dalam bentuk peta teknis perlu diberi makna-makna dan  penjelasan ekonomi politik, terutama kawasan-kawasan yang harga  lahannya tinggi. Pada kawasan-kawasan ini akan timbul konflik-konflik  kepentingan: kepentingan antara keuntungan dan kepentingan untuk  menjaga kualitas lingkungan. Antisipasi yang dibekali dengan  pengetahuan yang cukup ini akan sangat bermanfaat saat mereka  mengambil keputusan memberikan izin atau tidak pada suatu proyek.  Tentu tindakan pembuatan keputusan merupakan kombinasi dari kemampuan  profesional dalam mengetahui daya dukung alam yang telah diatur oleh   Allah dan kemampuan hati nurani sang pejabat untuk mendahulukan kepentingan orang banyak. &#127


Baca juga :

Pertumbuhan dan perkembangan tanaman merupakan hasil interaksi antara faktor genetik, faktor internal yang mengitegrasikan berbagai sel, jaringan dan organ menjadi satu kesatuan struktural dan fungsional serta faktor lingkungan (Loveless, 1991). Faktor genetik tanaman meliputi umur tanaman, kondisi hormon dan kemampuan adaptasi terhadap lingkungan, sedangkan faktor lingkungan meliputi cahaya matahari, suhu dan kelembaban, ketersediaan unsur hara dan air serta kompetisi antar tanaman (Crowder, 1986; Loveless, 1991). Selain itu, sistem budidaya suatu tanaman yang tepat melalui pemilihan varietas dan pengolahan lingkungan tumbuh melalui perbaikan cara bercocok tanam seperti pengolahan tanah, pemupukan, pengairan dan sebagainya merupakan upaya-upaya yang harus dilakukan untuk mendapatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman secara optimal.

seperti di kutip dari https://forestryinformation.wordpress.com

Faktor yang sangat menentukan keberhasilan tumbuh tanaman adalah kondisi tanah atau lahan yang digunakan. Semakin baik kondisi tanah atau subur, maka pertumbuhan tanaman akan meningkat. Salah satu masalah yang banyak ditemukan pada lahan-lahan pertanian adalah salinitas tanah. Dalam hubungannya dengan salinitas, tanah dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis tanah (Buckman and Brady, 1982). Pertama, adalah tanah salin yaitu tanah yang mengandung konsentrasi garam terlarut netral yang jumlahnya cukup besar bagi pertumbuhan kebanyakan tanaman. Sekitar 15% kemampuan pertukaran kation tanah ini diduduki oleh ion natrium dan pH biasanya kurang dari 8,5. Hal ini disebabkan oleh garam terlarut kebanyakan bereaksi netral dan hanya sebagian kecil natrium yang dapat tertukar. Tanah semacam ini kadang-kadang disebut tanah alkali putih, karena terdapat kerak di permukaan yang berwarna muda/cerah.

seperti di kutip dari https://forestryinformation.wordpress.com

Kedua adalah tanah salin-sodik yaitu kelompok tanah yang mengandung cukup banyak garam netral terlarut dan ion natrium teradsorpsi yang sangat merugikan tanaman. Kemampuan pertukaran kation natrium lebih dari 15% dengan pHnya kurang dari 8,5. lectric conductivity (EC) pada tanah ini lebih dari 4 mmhos/cm. Perbedaan dengan tanah salin adalah pelindian akan menaikkan pH tanah salin-sodik dengan nyata. Kenaikan pH ini tidak akan terjadi apabila garam-garam yang terdapat didalam tanah salin-sodik adalah garam Ca dan Mg. Hal ini sangat merugikan karena ion natrium menjadi aktif dan dapat mendispersi koloida mineral yang membentuk struktur tanah yang kuat dan kedap. Dengan demikian dapat terjdi keracunan natrium yang nyata.

seperti di kutip dari https://forestryinformation.wordpress.com

Tanah sodik dalah tanah yang mengandung banyak garam terlarut netral. Pengaruh merusak pada tanaman sebagian besar disebabkan oleh keracunan ion Na dan ion OH. Natrium yang dapat tertukar lebih dari 15% dari kemampuan pertukaran total tanah ini, bebas untuk dihidrolisa. EC pada tanah ini lebih kecil dari 4 mmhos/cm dengan pH lebih dari 8,5 bahakan sampai 10. Kebasaan tanah ini sangat tingi disebabkan oleh kandungan Na 2 CO 3 pada permukaan tanah yang dapat menimbulkan perubahan warna tanah menjadi gelap, sehingga sering disebut alkali hitam. Tanah semacam ini sering terdapat di daerah sempit yang licin ( slick-spots ) yang dikelilingi oleh tanah-tanah produktif.

seperti di kutip dari https://forestryinformation.wordpress.com

Masalah salinitas tanah merupakan masalah umum dalam bidang pertanian di seluruh dunia, yang dapat menyebabkan penurunan produktivitas dan hasil panen terutama di daerah kering (arid-semi arid). Jutaan hektar tanah menjadi tidak produktif karena adanya penimbunan garam dalam tanah dimana pada daerah-daerah tersebut tumbuhan akan menghadapi dua masalah. Pertama dalam memperoleh air dari tanah dan kedua dalam mengatasi konsentrasi ion-ion natrium, karbonat dan klorida yang tinggi yang kemungkinan beracun (Salisbury and Ross, 1995). Dalam skala yang lebih luas, masalah salinitas akan menimbulkan dampak pada lingkungan, sosial dan ekonomi, yang akan dirasakan oleh masyarakat setempat atau bahkan masyarakat yang lebih luas. Secara umum pengaruh salinitas akan berdampak pada bidang pertanian, penurunan kualitas air, kerusakan infrastruktur masyarakat di desa dan perkotaan serta berkurangnya keanekaragaman sumberdaya hayati. Tumbuh-tumbuhan yang tidak memiliki toleransi terhadap kadar garam yang tinggi akan banyak yang mati bahkan dapat terancam kepunahan.

seperti di kutip dari https://forestryinformation.wordpress.com

Dalam bidang pertanian banyak dilaporkan bahwa peningkatan salinitas menyebabkan penurunan produksi dan produktifitas tanaman pertanian. Menurut Brinkman and Singh (1982) dalam Sembiring dan Gani (2006) melaporkan bahwa dengan peningkatan salinitas tanah menjadi 6-10 ds/m menyebabkan penurunan hasil gabah sampai 50%. Secara umum salinitas menyebabkan terbatasnya pertumbuhan dan produktivitas tanaman (Ghazi and Al Karaki, 2006 dalam Sharifi et al , 2007). Dilaporkan pula bahwa sekitar 10-35% tanah pertanian di dunia mengalami penurunan kualitas akibat salinitas dan menjadi tidak bisa dimanfaatkan untuk penanaman tanaman pertanian ( /salt.htm).

seperti di kutip dari https://forestryinformation.wordpress.com

Salinitas yang tinggi akan meningkatkan konsentrasi garam dalam air sungai dan mengurangi kualitas air tanah. Hal tersebut akan berdampak negatif bagi manusia, ternak dan air irigasi untuk pertanian. Selain diperlukan biaya yang tinggi untuk pengolahan air, juga dapat menyebabkan berkaratnya pipa-pipa air dan berbagai mesin serta peralatan rumah tangga. Dampak kerusakan dirasakan pula pada infastruktur lainnya seperti bangunan rumah, pagar, jalan, pipa bawah tanah, kabel dan lain-lain yang pada akhirnya dapat berdampak buruk pada kesehatan manusia.

seperti di kutip dari https://forestryinformation.wordpress.com

Tingkat salinitas tanah bervariasi antara satu daerah dengan daerah lainnya, bahkan dan satu lokasi pun bisa bervariasi. Perbedaan tingkat salinitas tanah dapat disebabkan oleh tingkat penutupan vegetasi, pengaruh penggenangan air laut, bencana alam tsunami, tingginya kandungan garam di dalam tanah, pengairan/irigasi dengan air yang mengandung garam-garaman tinggi dan faktor iklim (terutama curah hujan). Untuk mengatasi dampak buruk yang bisa ditimbulkan akibat salinitas tanah pada suatu lokasi maka perlu dilakukan pendugaan dan pengukuran salinitas tanah. Dengan usaha ini, maka dapat ditempuh langkah-langkah pengelolaan tanah yang tepat dan mengurangi kerugian ekonomi.

seperti di kutip dari https://forestryinformation.wordpress.com

Pengukuran salinitas tanah dapat dilakukan dengan cara pengambilan sampel tanah untuk diekstrak dan dianalisis di laboratorium dengan cara mengukur daya hantar listriknya ( electric conductivity /EC). Cara kedua adalah dengan pengukuran langsung di lapangan menggunakan alat induksi elektromagenetik (EM38). Alat tersebut diletakkan pada tanah dengan posisi tegak untuk mendeteksi salinitas pada kedalaman lebih dari 45 cm dan diletakkan dengan posisi tidur untuk mendeteksi salinitas pada kedalaman kurang dari 45 cm. Hasil pengukuran ini dipakai untuk menaksir tingkat salinitas di daerah tersebut (Slavish dkk, 2006). Hubungan tingkat salinitas dan pengaruhnya terhadap tanaman disajikan pada Tabel 1.

seperti di kutip dari https://forestryinformation.wordpress.com

Pada tanaman pertanian umumnya memiliki toleransi terhadap salinitas sampai 3 ds/m, padahal di lapangan seringkali terjadi peningkatan salinitas 4-8 ds/m sehingga kebanyakan tanaman dapat mengalami stress garam (Shofiyanti dan Wahyunto, 2006). Sebagai langkah awal maka gejala-gejala pertumbuhan tanaman yang ditanam pada lokasi tersebut, dapat dijadikan dasar untuk menduga tingkat salinitasnya. Menurut Waskom (2003) gejala-gejala yang ditunjukkan tanaman merupakan akibat dari kondisi tanah pada lahan tersebut sebagaimana disajikan pada Tabel 2.

seperti di kutip dari https://forestryinformation.wordpress.com

Eradikasi yaitu usaha yang dilakukan untuk menghilangkan kandungan garam atau mengurangi jumlah garam yang ada pada tanah dengan cara-cara seperti; (1) penerapan drainase bawah, (2) pelindian atau pembasahan dan (3) pengerukan garam pada daerah permukaan tanah. Biasanya kombinasi cara nomor satu dan dua memberikan hasil yang memuaskan yaitu setelah dipasang pipa penyalur kemudian dilakukan penggenangan. Kalau cara ini dilakukan di daearh irigasi maka pemberian air harus dilakukan secara berulang-ulang sehingga garam-garam menjadi terlarut dan mengalir melalui saluran penyalur. Air yang digunakan harus air yang relatif bebas dari debu dan garam, terutama yang mengandung natrium.

seperti di kutip dari https://forestryinformation.wordpress.com

Pengendalian proses penguapan/evapotranspirasi merupakan usaha yanag penting dalam pengendalian tanah bergaram. Hal ini tidak hanya menghemat air juga menghambat naiknya garam larut ke zona perakaran. Pengaturan waktu irigasi juga sangat penting terutama pada saat musim tanam atau musim semi karena tanaman muda sangat peka terhadap garam, penanaman segera diikuti dengan irigasi untuk mengangkut garam-garam kedalam tanah. Umumnya sesudah tanaman menjadi besar maka sifat toleransinya terhadap garam bertambah.

seperti di kutip dari https://forestryinformation.wordpress.com

Lewis (1976) menjelaskan bahwa kemampuan tanaman dalam mengkonversi sumber daya tanah, air dan udara menjadi produk yang berguna bagi manusia tergantung pada interaksi genotipe dan lingkungan. Oleh karena itu dalam menghadapi kondisi cekaman lingkungan perlu dikembangkan tanaman yang memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi secara genetik. Banyak jenis tanaman yang telah menunjukkan toleransi terhadap salinitas tanah yang bisa diaplikasikan di lahan-lahan yang yang berkadar garam tinggi. Sifat toleransi tanaman terhadap salinitas menjadi tiga kelompok yaitu; (1) toleransi rendah seperti apel, lemon, peach , pear , plum, (2) toleransi sedang misalnya bougenvile, kembang sepatu, krisant, alfalfa , gandum, anggur, tomat, wortel, jagung manis, kol, brokoli, mentimun dan (3) toleransi tinggi seperti kapas, salt grass, sugar beets , kurma, asparagus, bayam dan lain-lain (Buckman and Brady, 1982; FAO, 2005)

seperti di kutip dari https://forestryinformation.wordpress.com

Pemberian bahan organik (humus) yang mengandung asam humik berperan untuk menekan penyerapan Na + oleh perakaran tanaman (Mac Carthy et al , 1990 dalam Delvian, 2007). Pemberian asam humik dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman inang dan produksi spora mikorisa pada beberapa tingkatan salinitas tanah. Dengan demikian dapat terbentuk simbosis yang mutualistik bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman maupun cendawan mikorisa (Delvian, 2007; Sharifi et al , 2007). Penggunaan bahan amelioran bilogi juga dapat meningkatkan ketahanan tanaman pada kondisi salinitas tanah yang tinggi karena dapat meningkatkan efisiensi penggunaan air ( water use eficiency ), merangsang pertumbuhan akar dengan memproduksi fitohormon atau mengurangi konsentrasi ethylene pada tanaman (Yildrim et al , 2006).

seperti di kutip dari https://forestryinformation.wordpress.com

Kadar garam yang tinggi pada tanah menyebabkan tergganggunya pertumbuhan, produktivitas tanaman dan fungsi-fungsi fisiologis tanaman secara normal, terutama pada jenis-jenis tanaman pertanian. Salinitas tanah menekan proses pertumbuhan tanaman dengan efek yang menghambat pembesaran dan pembelahan sel, produksi protein, serta penambahan biomass tanaman. Tanaman yang mengalami stres garam umumnya tidak menunjukkan respon dalam bentuk kerusakan langsung tetapi dalam bentuk pertumbuhan tanaman yang tertekan dan perubahan secara perlahan (Sipayung, 2003). Dalam FAO (2005) dijelaskan bahwa garam-garaman mempengaruhi pertumbuhan tanaman umumnya melalui : (a) keracunan yang disebabkan penyerapan unsur penyusun garam yang berlebihan, (b) penurunan penyerapan air dan (c) penurunan dalam penyerapan unsur-unsur hara yang penting bagi tanaman.

seperti di kutip dari https://forestryinformation.wordpress.com

Pengaruh salinitas tanah tergantung pada tingkatan pertumbuhan tanaman, biasanya pada tingkatan bibit sangat peka terhadap salinitas. Waskom (2003) menjelaskan bahwa salinitas tanah dapat menghambat perkecambahan benih, pertumbuhan yang tidak teratur pada tanaman pertanian seperti kacang-kacangan dan bawang. Viegas et a l, . (2003) dalam Da Silva et al , (2008) melaporkan bahwa pertumbuhan tunas pada semai Leucaena leucocephala mengalami penurunan sebesar 60% dengan adanya penambahan salinitas pada media sekitar 100 mM NaCl. Adanya kadar garam yang tinggi pada tanah juga menyebabkan penurunan jumlah daun, pertumbuhan tinggi tanaman dan rasio pertumbuhan panjang sel. Demikian pula dengan proses fotosintesis akan terganggu karena terjadi akumulasi garam pada jaringan mesophil dan meningkatnya konsentrasi CO2 antar sel ( interseluler ) yang dapat mengurangi pembukaan stomata (Robinson, 1999 dalam Da Silva et al , 2008). Pada tanaman semusim antara lain meningkatnya tanaman mati dan produksi hasil panen rendah serta banyaknya polong kacang tanah dan gabah yang hampa (Anonim, 2007).

seperti di kutip dari https://forestryinformation.wordpress.com

Proses pengangkutan unsur-unsur hara tanaman dari dalam tanah akan terganggu dengan naiknya salinitas tanah. Manurut Salisbury and Ross (1995) bahwa masalah potensial lainnya bagi tanaman pada daerah tersebut adalah dalam memperoleh K + yang cukup. Masalah ini terjadi karena ion natrium bersaing dalam pengambilan ion K + . Tingginya penyerapan Na + akan menghambat penyerapan K + . Menurut Grattan and Grieve (1999) dalam Yildirim et al (2006), salinitas yang tinggi akan mengurangi ketersedian K + dan Ca ++ dalam larutan tanah dan menghambat proses transportasi dan mobilitas kedua unsur hara tersebut ke daerah pertumbuhan tanaman ( growth region ) sehingga akan mengurangi kualitas pertumbuhan baik organ vegetatif maupun reproduktif. Salinitas tanah yang tinggi ditunjukkan dengan kandungan ion Na + dan Cl – tinggi akan meracuni tanaman dan meningkatkan pH tanah yang mengakibatkan berkurangnya ketersediaan unsur-unsur hara mikro (FAO, 2005). Demikian pula dengan hasil penelitian Yousfi et al (2007) bahwa salinitas menyebabkan penurunan secara drastis terhadap konsentrasi ion Fe di daun maupun akar pada tanaman gandum ( barley ). Penurunan tersebut disebabkan karena berkurangnya penyerapan Fe pada kondisi salinitas tinggi.

seperti di kutip dari https://forestryinformation.wordpress.com

Untuk mempertahankan kehidupannya, jenis-jenis tanaman tertentu memiliki mekanisme toleransi tanaman sebagai respon terhadap salinitas tanah. Jenis-jenis tanaman memiliki toleransi yang berbeda-beda terhadap salinitas. Beberapa tanaman budidaya misalnya tomat, bit gula, beras belanda lebih toleran terhadap garam dibandingkan tanaman lainnya (Salisbury and Ross, 1995). Secara garis besar respon tanaman terhadap salinitas dapat dilihat dalam dua bentuk adaptasi yaitu dengan mekanisme morfologi dan mekanisme fisiologi (Sipayung, 2003).

seperti di kutip dari https://forestryinformation.wordpress.com

Bentuk adaptasi morfologi dan anatomi yang dapat diturunkan dan bersifat unik dapat ditemukan pada jenis halofita yang mengalami evolusi melalui seleksi alam pada kawasan huta pantai dan rawa-rawa asin. Salinitas menyebabkan perubahan struktur yang memperbaiki keseimbangan air tanaman sehingga potensial air dalam tanaman dapat mempertahankan turgor dan seluruh proses bikimia untuk pertumbuhan dan aktivitas yang normal. Perubahan struktur meliputi ukuran daun yang lebih kecil, stomata yang lebih kecil per satuan luas daun, peningkatan sukulensi, penebalan kutikula dan lapisan lilin pada permukaan daun, serta lignifikasi akar yang lebih awal (Haryadi dan Yahya, 1988 dalam Sipayung, 2003).

seperti di kutip dari https://forestryinformation.wordpress.com

Ukuran daun yang lebih kecil sangat penting untuk mempertahankan turgor, sedangkan lignifikasi akar diperlukan untuk penyesuaian osmose yang sangat penting untuk untuk memelihara turgor yang diperlukan tanaman untuk pertumbuhan dan fungsi metabolisme yang normal. Dengan adaptasi struktural ini kondisi air akan berkurang dan mungkin akan menurunkan kehilangan air pada transpirasi. Namun pertumbuhan akar pada lingkungan salin umumnya kurang terpengaruh dibandingkan dengan pertumbuhan daun (pucuk) atau buah. Hal ini diduga karena akibat perbaikan keseimbangan dengan mempertahankan kemampuan menyerap air. Pertumbuhan tanman yang cepat juga merupakan mekanisme untuk mengencerkan garam. Dalam hal ini bila garam dikeluarkan oleh akar, maka bahan organik yang tidak mempunyai efek racun akan tertimbun dalam jaringan, dan ini berguna untuk mempertahankan keseimbangan osmotik dengan larutan tanah (Salisbury dan Ross, 1995).

seperti di kutip dari https://forestryinformation.wordpress.com

Tanaman yang toleran terhadap salinitas dapat melakukan penyesuaian dengan menurunkan potensial osmose tanpa kehilangan turgor. Untuk memperoleh air dari tanah sekitarnya potensial air dalam cairan xilem harus sangat diturunkan oleh tegangan. Pada beberapa halofita mampu menjaga potensial osmotik terus menjadi lebih negatif selama musim pertumbuhan sejalan dengan penyerapan garam. Pada halofita lainnya memiliki kemampuan mengatur penimbunan garam (Na + dan Cl – ) pada kondisi cekaman salinitas, misalnya tanaman bakau yang mampu mengeluarkan 100% garam (Ball, 1988 dalam Salisbury and Ross, 1995).

seperti di kutip dari https://forestryinformation.wordpress.com

Osmoregulasi pada kebanyakan tanaman melibatkan sintesis dan akumulasi solute organik yang cukup untuk menurunkan potensial osmotik sel dan meningkatkan tekanan turgor yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman. Senyawa-senyawa organik berbobot molekul rendah yang setara dengan aktifitas metabolik dalam sitoplasma seperti asam-asam organik, asam amino dan senyawa gula disintesis sebagai respon langsung terhahadp menurunnya potensial air eksternal yang redah. Senyawa organik yang berperan mengatur osmotik pada tanaman glikopita tingkat tinggi adalah asam-asam organik dan senyawa-senyawa gula. Asam malat paling sering menyeimbangkan pengambilan kation yang berlebihan. Dalam tanaman halofita, oksalat adalah asam organik yang menyeimbangkan osmotik akibat kelebihan kation. Demikian juga pada beberapa tanaman lainnya, akumulasi sukrosa yang berkontribusi pada penyesuaian osmotik dan merupakan respon terhadap salinitas (Harjadi dan Yahya, 1988 dalam Sipayung, 2003)

seperti di kutip dari https://forestryinformation.wordpress.com

Tanaman halofita biasanya dapat toleran terhadap garam karena mempunyai kemampuan mengatur konsentrasi garam dalam sitoplasma melalui transpor membran dan kompartementasi. Garam disimpan dalam vakuola, diakumulasi dalam organel-organel atau dieksresi ke luar tanaman. Pengeluaran garam pada permukaan daun akan membantu mempertahankan konsentrasi garam yang konstan dalam jaringan tanaman (Salisbury and Ross, 1995). Ada pula tanaman halofita yang mampu mengeluarkan garam dari kelenjar garam pada permukaan daun dan menyerap air secara higroskopis dari atmosfir (Mooney at al, 1980 dalam Salisbury and Ross, 1995).

seperti di kutip dari https://forestryinformation.wordpress.com

Banyak halofita dan beberapa glikofita telah mengambangkan struktur yang disebut glandula garam ( salt glands ) dari daun dan batang. Pada jenis-jenis mangrove biasanya tanaman menyerap air dengan kadar salinitas tinggi kemudian mengeluarkan atau mensekresikan garam tersebut keluar dari pohon. Secara khusus pohon mangrove yang dapat mensekresikan garam memiliki kelenjar garam di daun yang memungkinkan untuk mensekresi cairan Na + dan Cl – . Beberapa contoh mangrove yang dapat mensekresikan garam adalah Aegiceras, Aegialitis, Avicennia, Sonneratia, Acanthus , dan Laguncularia .

seperti di kutip dari https://forestryinformation.wordpress.com

Sistem membran semi permeabel yang membungkus sel, organel dan kompartemen-kompartemen adalah struktur yang paling penting untuk mengatur kadar ion dalam sel. Lapisan terluar membran sel ataau plasmolemma memisahkan sitoplasma dan komponen metaboliknya dari larutan tanah salin yang secara kimiawi tidak cocok. Membran semi permeabel ini berfungsi menghalangi difusi bebas garam ke dalam sel tanaman, dan memberi kesempatan untuk berlangsungnya penyerapan aktif atas unsur-unsur hara essensial. Membran lainnya mengatur transpor ion dan solute lainnya dari sitoplasma dan vakuola atau organel-organel sel lainnya termasuk mitokondria dan kloroplas. Plasmolemma yang berhadapan langsung dengan tanah merupakan membran yang pertama kali menderita akibat pengaruh salinitas. Dengan demikian maka ketahanan relatif membran ini menjadi unsur penting lainnya dalam toleransi terhadap garam (Harjadi dan Yahya, 1988 dalam Sipayung, 2003).

seperti di kutip dari https://forestryinformation.wordpress.com

Salinitas tanah merupakan masalah bagi pertumbuhan tanaman, karena dengan meningkatnya salinitas tanah kandungan garam-garam terlarut dalam tanaman meningkat sehingga menimbulkan stress salinitas. Tingkat stress yang dialami oleh tanaman berbeda-beda menurut kemampuan toleransi jenis tanaman tersebut. Demikian pula dengan tingkat kerusakan yang bisa timbul sangat tergantung pada tingkatan salinitas, jenis tanaman dan tingkatan pertumbuhannya. Umumnya pengaruh yang ditimbulkan oleh peningkatan salinitas tanah tidak berbentuk kerusakan secara langsung, akan tetapi lebih tampak pada terhambatnya pertumbuhan tanaman dan penurunan produktivitas tanaman, walaupun pada tingkat salinitas yang lebih parah dapat menyebabkan kematian tanaman.

seperti di kutip dari https://forestryinformation.wordpress.com

Oleh karena itu perlu dilakukan usaha untuk mengatasi permasalahan salinitas tersebut, yang dimulai dari pengamatan dan pengukuran salinitas, penerapan strategi penurunan salinitas tanah dengan sistem pengairan dan pengolahan lahan yang tepat serta pemilihan jenis-jenis adaptif terhadap salinitas. Penggunaan jenis-jenis adaptif terhadap salinitas penting dilakukan karena jenis tersebut memiliki mekanisme toleransi terhadap salinitas baik secara morfologi maupun fisiologis yang mampu mempertahankan hidupnya terhadap cekaman salinitas. Penelitian genetika mungkin diperlukan untuk mendapatkan varietas-varietas yang tahan terhadap salinitas untuk meningkatkan produksi khususnya pada jenis-jenis tanaman pangan (pertanian).


Baca juga :

Bumi memiliki permukaan yang tidak rata, ada lembah, gunung, dataran tinggi, dataran rendah, danau, sungai, air terjun, laut, selat, maupun samodera. Juga ditemukan pulau-pulau dan benua. Banyak teori yang menjelaskan terbentuknya permukaan bumi ini. Wegener (1915) mengemukakan teori terbentuknya permukaan bumi yang dikenal dengan teori pergeseran benua (continental drift theory). Dalam teorinya ini Wegener menyatakan bahwa pada mulanya benua yang ada adalah satu. Dengan adanya pergeseran lempeng permukaan bumi maka terbentuklah benua-benua lain karena pemisahan. Teori Wegener didukung oleh para ahli seismologi (1960), ahli geofisika yang menyatakan bahwa benua-benua mengalami pemisahan yang dikenal dengan teori tektonik lempeng (plate tectonic theory). Aktivitas tektonisme merupakan salah satu tenaga geologi yang menyebabkan adanya perubahan permukaan bumi.

seperti di kutip dari https://endangjegoz.wordpress.com

Tektonisme adalah peristiwa pergeseran dan perubahan kerak bumi dalam skala besar yang meliputi pembentukan lipatan, patahan, dan pergerakan lempeng. Perubahan ini bisa karena aktivitas lem,peng yang saling menumbuk, menjauh, atau bergesekan, bisa juga karena gaya horisontal yang menekan bagian tertentu dari kerak bumi. Lipatan dan patahan dapat menyebabkan terbentuknya gunung dan pegunungan, pergerakan lempeng menyebabkan tgerjadinya benua. Tektonismeseperti gesekan antar lempeng dapat menimbulkan terjadinya gempa bumi dan tsunami.

seperti di kutip dari https://endangjegoz.wordpress.com

Gempa merupakan peristiwa sentakan pada kerak bumi sebagai gejala pengiring dari aktivitas tektonis maupun vulkanis, dan kadang-kadang akibat runtuhan bagian bumi secara lokal. Saat gempa bumi terasa bergoyang ke arah samping maupun ke atas. Arah gempa sulit ditentukan sehingga sulit menghindari gempa. Pusat gempa terletak di bawah kerak bumi yang disebut hiposentrum, sedangkan titik garis pada permukaan yang lurus di atas hiposentrum disebut episentrum.Dari episentrum geteran gempa dirambatkan secara horisontal.

seperti di kutip dari https://endangjegoz.wordpress.com

Berdasarkan letak episentrumnya , gempa dapat dibedakan menjadi gempa daratan dan gempa lautan.Gempa daratan memiliki titik episentrum di daratan sedangkan gempa lautan memiliki titik episentrum di dasar lautan.Getaran gempa laut terkadang menimbulkan gelombang pasang yang sangat besar yang dikenal dengan tsunami. Tsunami bisa terjadi karena kekuatan tektonik maupun vulkanik yang menyebabkan gempa lautan yang menimbulkan gelombang pasang yang sangat besar. Getaran gempa dapat diukur dengan alat yang disebut dengan seismograf, yang mencatat getaran horisontal dan getaran vertikal. Ada beberapa skala gempa seperti Skala Mercalli, Skala Omari, dan skala Richter. Pada skala 0-2,5 Richter gempa tidak terasa tetapi tercatat oleh seismograf. Getaran gempa lebih dari 3,0 skala Richter sudah mulai menimbulkan terjadinya kerusakan.

seperti di kutip dari https://endangjegoz.wordpress.com

Tanah adalah lapisan paling atas di permukaan daratan yang diperlukan tanaman untuk mendapatkan nutrisi, air , dan media tempat tumbuh. Selain itu tanah menjadi tempat hidup bagi manusia dan hewan, serta untuk melaksanakan kegiatan pertanian dan perkebunan. Tanah terjadi karena melalui proses pelapukan batuan dan penguraian senyawa organik dari sisa-sisa organisme. Karakteristik tanah tiap daerah berbeda tergantung faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukannya. Karakteristik tanah sangat mempengaruhi kualitas tanah.

seperti di kutip dari https://endangjegoz.wordpress.com

Tekstur tanah merupakan gambaran tingkat kekasaran atau kehalusan bahan mineral yang menyusun tanah. Tekstur tanah ditentukan oleh tiga jenis partikel penyusun tanah yaitu pasir dengan ukuran paling besar, debu/endapan lumpur dengan ukuran sedang, serta lempung/liat memiliki ukuran paling kecil. Tekstur tanah menentukan kualitas tanah teutama dalam hal kemampuan menahan air. Partikel yang besar,berongga besar memiliki kemampuan kecil menahan air. Partikel yang kecil , berongga kecil dan memiliki kemampuan untuk menahan air lebih besar. Lempung manahan air lebih banyak dibandingkan yang lain, lempung juga memiliki kemampuan tinggi dalam mengikat ion-ion bermuatan positif seperti Na+, Ca 2+, Mg 2+, dan K + yang diperlukan tanaman. Dengan demikian lempung dianggap memiliki kesuburan yang tinggi. Akan tetapi tanah dengan partikel besar memiliki rongga yang besar juga memiliki keuntungan karena mudah digemburkan serta aerasinya baik dan mudah dipenetrasi oleh akar tanaman. Maka tekstur tanah yang paling baik untuk pertanian memiliki komposisi :

seperti di kutip dari https://endangjegoz.wordpress.com

Seperti halnya planet-planet yang lain bumi juga berevolusi mengelilingi matahari dalam tata suryanya. Bidang revolusi bumi disebut ekliptika. Satu kali periode revolusi bumi adalah 365 hari 6 jam 9 menit dan 10 detik yang disebut satu tahun pada penanggalan Masehi. Revolusi bumi mengakibatkan pergeseran matahari dari utara ke selatan khatulistiwa, perubahan lama siang dan malam, peredaran semu matahari, serta pergantian musim. Pergantian musim disebabkan karena tidak sejajarnya sumbu rotasi bumi dan sumbu revolusi bumi. Sudut yang terbentuk oleh ke dua sumbu tadi menyebabkan perubahan musim bumi di sebelah utara dan selatan. Jika belahan bumi utara musim dingin di belahan selatan musim panas.

seperti di kutip dari https://endangjegoz.wordpress.com

Matahari merupakan salah satu bintang di jagat raya yang menjadi pusat tata surya kita. Bumi dan planet lain mengelilingi matahari pada orbit/garis edar masing-masing. Matahari berupa bola gas raksasa yang tersusun oleh gas Hidrogen (92%0 dan Helium (7,8%). Matahari adalah penyedia energi bagi kehidupan bumi. Pada inti matahari dengan suhu mencapai 15.000.000 oC gas hidrogen diubah menjadi Helium . Pengubahan ini memancarkan cahaya dan panas yang dipakai untuk fotosintesis oleh tanaman dan energi berpindah ke organisme lain melalui rantai makanan.

seperti di kutip dari https://endangjegoz.wordpress.com

Bulan bergerak mengelilingi buni (berevolusi) dan juga berotasi pada porosnya dengan kecepatan tertentu. Hal ini terbukti dengan permukaan bulan yang tidak selalu sama jika dilihat dari bumi.Waktu yang dibutuhkan bulan untuk berotasi dan berevolusi adalah sama yaitu 29 hari atau 1 bulan. Revolusi bulan mengakibatkan adanya fase bulan, yaitu bentuk bulan yang selalu berubah-ubah jika dilihat dari bumi yang memantulkan cahaya matahari berubah secara teratur. Kadang tampak seperti sabit, kadang lebih tebal, kadang bulat penuh. Kedudukan bulan yang searah dengan matahari disebut konjungsi, yaitu bulan yang menghadap bumi dalam keadaan gelap, sehingga kita tidak dapat melihat cahaya bulan. Perubahan fase bulan dipakai untuk penghitungan kalender Hijriyah. Satu bulan pada penanggalan revolusi bulan lamanya 29,5 hari, tepatnya 29 hari, 12 jam, 44 menit, 3 detik. Lamanya satu tahun adalah 354 hari.

seperti di kutip dari https://endangjegoz.wordpress.com

Gerhana terjadi karena lintasan bulan. Bulan mengelilingi buni dengan lintasannya yang berbentuk elips, dan bumi menjadi titik pusat lintasan tersebut. Lintasan terjauh bulan disebut apogea dan lintasan terdekat disebut perigea. Bulan tidak memancarkan sinarnya sendiri tetapi memantulkan cahaya matahari. Bayangan bumi dan bulan membentuk kerucut. Kerucut bayangan bumi lebih panjang dari pada bayangan bulan. Kerucut bayangan gelap disebut umbra yang tidak terlalu gelap disebut penumbra. Penumbra di belakang bumi atau bulan berbentuk kerucut dengan puncaknya di bumi atu di bulan, makin jauh makin besar sampai bayangan tidak terlihat.

seperti di kutip dari https://endangjegoz.wordpress.com

Ada delapan planet dalam sistem tata surya kita yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Empat planet yang terdekat dengan matahari yaitu Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars dikelompokkan sebagai planet dalam. Planet dalam berupa bola padat yang tersusun atas batuan. Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus dikelompokkan sebagai planet luar. Anggota planet luar memiliki struktur berupa bola gas dan memiliki cincin. Antara planet luar dan planet dalam terdapat serbuk asteroid yang merupakan jalur lintasan asteroid.


Baca juga :

Hormone pertumbuhan terutama mempengaruhi metabolisme karbohidrat dan lemak, dengan mekanisme belum jelas. Hormone lain yaitu insulin, glukokortikoid,katekolamin dan glucagon juga berpengarauh terhadap pengaturan zat-zat ini. Pengaruh hormone ini pada metabilisme karbohidrat saling berkaitan  sehinggga sukar dirinci satu persatu. Hormone pertumbuhan memperlihatkan efek antiinsulin yaitu meningkatkan kadar gula darah, tetapi disamping itu juga berefek seperti insulin yaitu mengambat pengelepasan asam lemak dan merangsang ambilan asam amino dalam sel. Efek ini sebagian besar mungkin diperantai oleh somatomedin c  atau didisebut juga IGF – 1 (insulin like growth factor 1) dan sebagian kecil oleh insulin like growth factor 2 (IGF – 2).

seperti di kutip dari https://mikaelchristofer.wordpress.com

Pada waktu istirahat sebelum makan pagi kadar hormone pertumbuhan 1-2 ng/mL,sedangkan pada keadaan puasa sampai 60 jam, meningkat perlahan mencapai 8 ng/mL.kadar ini selalau meningkat setelah seseorang tertidur lelap.pada orang dewasa kadar hormone pertumbuhan meningkat terutama pada waktu tidur; sedangkan pada remaja meningkat pada waktu bangun.kadar anak dan remaja  lebih tinggi dibandingkan kadar pada dewasa dan kadar puncak terjadi pada saat remaja, kadar hormone pertumbuhan dapat mencapai 50 ng/mL.

seperti di kutip dari https://mikaelchristofer.wordpress.com

Beberapa obat dan neutransmiter dapat mempengaruhi sekresi hormone pertumbuhan, sekresi hormone pertumbuhan dapat ditekan dengan pemberian agonis dopamin. Dopamine diketahui dapat merangsang sekresi hormone pertumbuhan pada orang normal.bromoktripin,suatu agonis dopamin derovat ergot, dipakai untuk menekan sekresi hormone pertumbuhan pada pasien tumor hipofisis. Efek bromoktripin tidak segera terlihat, penurunan kadar hormone dalam darah terjadi setelah pengobatan dalam jangka panjang . sekresi hormon pertumbuhan kembali meningkat setelah pemberian bromokriptin dihentikan. Bimokriptin  juga menekan sekresi prolaktin yang berlebihan yang terjadi pada tumor hipofisis.

seperti di kutip dari https://mikaelchristofer.wordpress.com

Hormone pertumbuhan yang digunakan dalam klinik saat ini adalah hasil rekayasa ginetik.penggunaan hormone hasil rekayasa ginetik memperkecil kemungkinan efek samping yang ditimbulkan leh bahan protein manisia yang belum tentu bebas penyakit. Hal ini menjadi masalah setelah ditemukannya khasus penyakit Creutzfeld-jacob, yaitu degenerasi susunan saraf  yang disebabkan oleh virus Creutzfeld-jacob yang sulit dideteksi,sehingga kontaminasinyadalam sari hipofisis manusia tidak dapat dihindari. khasus yang sangat jarang ini ditemukan pada pasien yang mendapat sediasan hormone pertumbuhan ekstraksi hipofisis manusia.

seperti di kutip dari https://mikaelchristofer.wordpress.com

CARA PEMBERIAN . IM dan SC seperti somatrem, begitu pula lama pengobatan. Dosis maksimum dibagi tiga kali pemberian dalam seminggu, atau 6-7 kali pemberian dalam seminggu. Ada juga pemberian dosis sama dengan somatrem. Suatu penelitian menunjukan penaikan dosis pada saat respon menurun dapat kembali meningkatkan respon, tampa efek samping pada metabolism karbohidrat maupun lipid. Penurunan respon disebabkan oleh penutupa efipisis atau ada masalah lain, misal malnutrisi atau hipotiroidisme. Saat penyuntikan mungkin mempengaruhi hasil. Penyuntikan malam hari kurang mempengaruhi metabolisme (asam lemak rantai medium, serum alanin, laktat) dibandingkan pada siang hari.

seperti di kutip dari https://mikaelchristofer.wordpress.com

Pengaruh prolakyin pada ovarium belum jelas, selama ini hasil penelitian sangat berbeda, tergantung sepesies yang digunakan. Pada manusia prolaktin menghambat sekresi gonadotropin dan kerjanya pada gonad. Hisapan bayi pada menyusui ( suckling) merupakan perangsang sekresi prolaktin selama masa menyusui. Meningginya kadar prolaktin mengakibatkan hambatan terhdap gonadotropin yang selanjutnya mempengaruhi fungsi ovarium. Hal tersebut menjelaskan infertitas sementara pada ibu yang menyusui. Laktogen uri insan ( human placental lactogen ). Zat ini terdapat pada urin serta memiliki efek laktogen dan aktivitas hormone pertumbuhan. Secara imunologik zat ini mirip hormone pertumbuhan manusia. Nama lainnya ialah somatomamotropin korion. Fungsinya pada manusia diduga berhubungan dengan nutrisi fetus, serta pertumbuhan dan perkembangannya.

seperti di kutip dari https://mikaelchristofer.wordpress.com

Berdasarkan terdapatnya kadar prolaktin pada keadaan patologik tertentu, maka diharapkan penurunan kadar prolaktin pada keadaan tersebut dapat memperbaiki keadaan. Pengedalian prolaktin dapat dilakukan dengan pemberian I-dopa atau bromokripin.bromokripin lebih efektif untuk tujuan ini dan dapat mengatasi glaktore, amenore sekunder dan hambatan ovulasi pada pasien tumor hipofisis anterior. Beberapa tumor penghasil prolaktin  mengecil pada pengobatan dengan brokriptin. Bila pengobatan dihentikan tumor akan tumbuh kembali.

seperti di kutip dari https://mikaelchristofer.wordpress.com

FSH, LH, HCH dan TSH ( thyroid stimulasing hormone ) merupaka kelompok hormone peptide yang berbentuk glikoprotein. Hormone ini terdiri atas subnit α FSH hamper sama dengan subnit α LH dan TSH; sedangkan subnit β sepesifik untuk masing-masing hormone. Aktifitas hormone terletak pada subnit β. Subnit β terdiri dari asam amino yang mirip terhadap 1 hormon  dengan yang lain tetapi gugus karbohidratnya berbeda. LH yang pada pria disebut juga interstitial call stimulation hormone (ICSH), sifat kimianya sangat mirip FSH.

seperti di kutip dari https://mikaelchristofer.wordpress.com

GnRH alam cepat terhidrolisis denagn plsma dalam paruh 4 menit. GnRH sintetik sangat efektif, pemberian 10-100 µg IV menyebabkan peninggian kadar gonadotropin plasma dengan cepat. Hormone ini dapat merangsang ovulasi dan spermatoginesis baik pada hewan percobaan maupun manusia. Keuntungan penggunaan hormone GnRH untuk merangsang ovulasi dan kehamilan pada wanita amenore adalah tidak timbulnya efek samping ovulsi ganda dengan akibat kehamilan ganda seperti pada perangsangan ovulasi dengan gegnodatropin.GnRH telah digunakan untuk maksud diatas, baik secara tunggal maupun dikombinasikan dengan HMG ( human menopausalgonadotropin) .

seperti di kutip dari https://mikaelchristofer.wordpress.com

Dengan cara subtitusi komponen asam amino rantai peptida, dapat dibentuk analog dengan potensi  10-60 kali LHRH serta masa kerja yang panjang. Dari penelitian klinis ternyata bahwa, LHRH dan analognya berguna untuk terapi kiptrokisme maupun indikasi pubertas ovulasi pada pasien dengan definisi LHRH. Sebaliknya pengguna jangka panjang menghambat sekresi gondotropin dan hormone steroid seks, sehingga dapat dimanfatkan untuk terapi pubertas prekoks dan kelainan serupa. Beberapa analog digunakan secara oral, intranasal atau rektal.

seperti di kutip dari https://mikaelchristofer.wordpress.com

Biotransformasi Dan Ekskresi. Tiroksin lambat sekali dieliminasi dari tubuh, dengan masa paruh 6-8 hari. Pada hipertiroidisme masa paruhnya memendek 3-4 hari, dan pada hipotirodisme memanjang 9-10 hari. Perubahan ini dapat menggambarkan adanya perubahan dalam kecepatan metabolismenya. Bila pengikatnya dengan TBG meningkat maka klirensnya akan terganggu, hal ini terjadi karena estrogen dapat menginduksi peningkatan asam sialat dalam TBG yang terbentuk, dan menyebabkan klirensnya menurun. Keadaan sebaliknya akan terjadi bila ikatannya dengan protein menurun atau terjadi hambatan pengikatan oleh beberapa obat. T3yang ikatannya dengan protein tidak terlalu kuat, masa paruhnya hanya sekitar 1 jam.

seperti di kutip dari https://mikaelchristofer.wordpress.com

TSH disekresikan secara pulsatif dan bersifat sirkadian, kadarnya dalam sirkulasi paling tinggi pada saat tidur malam hari. Sekresinya dipengaruhi oleh thyrotropin-releasing hormone (TRH) dari hipotalamus dan kadar hormone tiroid yang bebas dalam sirkulasi. Bila kecepatan sekresi hormone tiroid dari kelenjar tiroid menurun, akan terjadi peningkatan sekresi TSH agar dapat merangsang kelenjar tiroid untuk mengsekresikan lebih banyak hormone tiroid. Efek hormone tiroid pada TSH ialah terjadinya penurunan sekresi TRH dari hipotalamus dan berkurangnya jumlah reseptor TRH di sel-sel adenohipofisis.

seperti di kutip dari https://mikaelchristofer.wordpress.com

Hubungan Yodium Dan Fungsi Tiroid . Untuk pembentukan hormone tiroid yang normal, tubuh membutuhkan jumlah yodium yang cukup. Bila yodium kurang, hormone ini tidak dapat diproduksi dalam jumlah cukup, sedangkan TSH terus disekresikan sehingga kelenjar tiroid mengalami hyperplasia dan hipertrofi. Kelenjar yang membesar dan terus terangsang ini dapat mengekstraksi residu yodida yang masih berada di ssirkulasi. Pada defisiensi yodium yang ringan sampai sedang, umumnya kelenjar tiroid dapat memproduksi hormone dalam jumlah cukup, terutama T3. Tetapi bila defisiensi tersebut tergolong berat, akan terjadi hipotiroidisme (pada orang dewasa) dan mungkin timbul kretinisme.

seperti di kutip dari https://mikaelchristofer.wordpress.com

Tes Fungsi Tiroid. Dengan radioimmunoassay, chemiluminescent, dan enzyme-linked immunoassay,  sekarang dapat dilakukan pengukuran kadar T4, T3, dan TSH darah, dan diagnosis laboratorium gangguan fungsi tiroid menjadi lebih baik. Sekarangtelah tersedia recombinant human TSH (thyrotropin alpha, tirogen), dalam bentuk preparat suntikan yang digunakan untuk mengetahui kapasitas jaringan tiroid dalam  mengambil yodium radioaktif dan melepaskan tiroglobulin, pada keadaan normal atau pada keganasan.

seperti di kutip dari https://mikaelchristofer.wordpress.com

Antitiroid dapat digunakan untuk hipertiroidisme yang disertai dengan pembesaran kelenjar  tiroid bentuk difus maupun noduler. Efek terapi umumnya tampak setelah 3-6 minggu  terapi. Besarnya efek hambatan fungsi tiroid tergantung dari berat ringannya gangguan fungsi  sebelum pemberian obat, jumlah hormone yang tersedia dan besarnya dosis yangn diberikan. Dosis terapi biasanya tidak sampai menghambat fungsi tiroid secara total. Waktu yang diperlukan untuk menyembuhkan setiap pasien juga berlainan. Sebagian pasien denagn hipertiroidisme dapat mengalami remisi spontan setelah menjalani terapi antitiroid selama 1 tahun.

seperti di kutip dari https://mikaelchristofer.wordpress.com

Pada proses radiasi oleh suatu unsure radioaktif dipancarkan sinar-sinar α (inti helium), sinar β (elektron). Umumnya sinar-sinar tersebut dapat menimbulkan kerusakan sel-sel tubuh, karena terjadinya perubahan molekul di dalam sel oleh sinar yang berenergi tinggi. Dalam jaringan yang dilewati sinar radioaktif terjadi ionisasi, electron dilepaskan oleh molekul yang terkena radiasi, sehingga terbentuk ion positif dan partikel ion negative, oleh sebab itu proses radiasi tersebut dinamaio radiasi ionisasi.

seperti di kutip dari https://mikaelchristofer.wordpress.com

Radioisotope –l yang diberikan pada seorang pasien ikut terpakai dalam biosintesis hormone tiroid dan terkumpul dalam koloid seperti halnya l-non radioaktip. Sinar yang dipancarkan mempengaruhi jaringan parenkrim sekeliling polikel.pada umumnya jaringan diluar tiroid tidak sampai terpengaruhi oleh radiasi tersebut. Pada dosis yang rendah sekali radio isotop 131l tidak menimbulkan gangguan fungsi tiroid yang nyata, tetapi pada dosis yang cukup besar epek sitotoksin sinar tersebut nyata sekali. Pada gambar histology tampak piknosis dan nekrosis sel polikel, di ikuti dengan hilangnya koloid dan terjadinya pibrosa kelenjar. Dosis rendah umumnya hanya merusak bagian sentral saja, sedangkan bagianperiper tetap berfungsi.

seperti di kutip dari https://mikaelchristofer.wordpress.com

Di Amerika Serikat natrium yodida 131 I lebih sering digunakan dari pada pembedahan. Antitiroid digunakan untuk persiapan pasien dengan yang akan dioprasi terapi krisis tirotoksikosis, terapi hipertiroidisme dengan gangguan mata, dan sebagai terapi tambahan sebelum atau setelah terapi yodium radioaktif. Efek penghambatan tiroid oleh yodium biasanya tidak lama bertahan dan tidak sempurna. Antitiroid digunakan bila dikehendaki penurunan fungsi tiroid dalam waktu singkat. Efek penghambatan tiroid dari yodium radioaktif tidak timbul segera, tetapi perlu waktu beberapa hari.

seperti di kutip dari https://mikaelchristofer.wordpress.com

Pengangkatan atau hipofungsi kelenjar paratiroid yang tidak diketahui sebabnya( hipoparatiroidisme idiopatik) dapat menyebabkan suatu sindroma akibat langsung hipokalsemia atau akibat penurunan ambang rangsang membrane yang terpolarisasi. Gejala klinik hipoparatiroidisme akibat hipokalsemia al. titani, parestesia, spasme laring, spasme otot dan konpulsi. Keadaan ini disebabkan karena depisiensi Ca dan vitamin D, misalnya akibat gangguan absorpsi atau jumlahnya tidak cukup dalam diet. Keadaan ini jarang disebabkan oleh penyakit pada kelenjar sendiri (hipoparatiroidisme idiopatik), atau karena kelainan genetic dimana target organnya tidak memberikan reaksi terhadap HPT (pseudohipoparatiroidisme).

seperti di kutip dari https://mikaelchristofer.wordpress.com

Gejala paling dini hipokalsemia al. parestesia ekstremitas pada pemeriksaan fisik terdapat rangsangan mekanik saraf periper yang menyebabkan kontraksi otot rangka yang bersangkutan, kemudian dapat diikuti tetani, dimana terjadi spasme otot, terutama otot daerah karpopedal dan laring, dan konpulsi umum serta gejala lain dari susunan saraf pusat. Diduga otot polos juga dipengaruhi terlihat dari terjadinya spasme otot siliaris, iris, esophagus, intestinal, kandung kemih dan bronkus. Perubahan EKG dan timbulnya takikardia menunjukkan bahwa jantung juga dipengaruhi. Pada hipoparatiroidisme kronik, terjadi perubahan okstrodermal yang mengakibatkan rontoknya rambut; pada kulit jari terlihat cekung dan kuku mudah patah, kerusakan email gigi dan katarak, mungkin terjadi gangguan psikis, berupa labilitas emosi, kegelisahan, depresi, delusi, dan abnormalitas EEG hipoparatiroidisme dapat diatasi dengan vitamin D bila perlu dapat juga ditambahkan Ca pada dietnya.

seperti di kutip dari https://mikaelchristofer.wordpress.com

Hiperparatiroidisma sekunder terhadap menurunya Ca 2+ plasma dapat merangsang sekresi HPT .keadaan ini dapat terjadi pada gangguan absorpsi Ca 2+ atau gangguan pungsi ginjal. Hiper sekresi HPT,apapun penyebabnya, dapat menyebabkan gangguan tulang seperti osteitis pibrosa generalisata atau penyakit von reckling hausen. Umumnya haya 1/3 pasien hiperparatiroidisma mengalami perubahan tulang yang hebat, 1/3 lainya hanya memperlihatkan dekalsipikasii ringan, dan pada pasien lainya tidak ditemukan resorpesi tulang yang aktip pada keadaan yang terakhir ini mungkin asupan Ca 2+ cukup untuk mempertahankan keseimbangan Ca 2+ . gejala ini diklasipikasi al. rasa nyeri sakit pada tulang dan persendian.

seperti di kutip dari https://mikaelchristofer.wordpress.com

Hipsrparatiroidosme primer tanpa konplikasi , biasanya berhubungan dengan hiperkalsiuria, hiperpospaturia, kadang-kadang disertai poliuria dan polidipsia .kadar Ca 2+ plasma mungkin normal, tetapi biassnya meningkat dan pospat menurun. Ekresi Ca 2+ dan PO 4 yang menigkat, sering menyebabkan batu ginjal. Komplikasi berat lainya al.nefrokalsinosis dipus ,dan akhirnya insufisiensi ginjal, atau sebagai gejala sisa urolitiasis, dapat juga terjadi gambaran perubahan kimia darah, seolah-olah terjadi hiperparatiroidisme ,yakni hiperpopaturia , hiperkalsimia dan hipopospatemia .hiperkalsimea dapat merupakan penyebab gejala hiperparatiroidisme, al.hipotoni otot, kelemahan otot yang umum dan gangguan pungsi otot polos seperti konstipasi, platulens, anoreksia, mual dan muntah, akhirnya mungkin terjadi gangguan jantung.persentasi timbulnya ulkus peptikum dan pancreatitis, lebih tinggi pada pasien ini daripada orang normal, dan kadang-kadang mengalami gangguan neuropsikiatri. Pemeriksaan laboraturium yang spesipik aadalah dengan menentukan kadarHPT plasma, tetapi hasilnya biassanya tergantung dari anti bodi yang di pakai.

seperti di kutip dari https://mikaelchristofer.wordpress.com

Sekarang telah diketahui biosintesis hormone ini di masing-masing organ, mekanisme kerja di reseptornya pada tingkat seluler dan molecular kecuali itu, dari hasil banyak uji klinik ,hamil, yang dikenal sebagai conjugated equine estrogen , makin banyak digunakan terutama untuk wanita pasca menopause. Telah di perkenalkan beberapa preparat yang dapat berefek agonis atau antagonis pada reseptor estrogen, tergantung dari jaringan dimana hormone ini bekerja, disebut sebagai selective estrogen reseptor modulator ( SERM ) dan digunakan untuk osteoporosis pasca menopause. Antagonis reseptor progesteron dan beberapa derivat progesterone, misalnya megestrol asetat, juga mulai banyak digunakan dan berguna untuk kanker kelenjar mamae. Juga tanaman yang mengandung fitoestrogen diperkenalkan meski masih memerlukan lebih banyak uji klinik.

seperti di kutip dari https://mikaelchristofer.wordpress.com

Banyak senyawa steroid dan non steroid baik alami maupun sintetik, yang mempunyai aktivitas estrogenic.selain struktur intinya juga terdapat perbedaan dalam halpotensi estrogeniknya dan lama kerjanya.Dietilstilbestrol ( DES ), estrogen non steroid sintetik pertama dengan potensi estrogenic sama dengan estradiol,dapat diberikan oral dan masa kerja lebih panjang dari estrogen alami. Senyawa non steroid lain yang berefek estrogenic atau anti estrogenik umumnya berasal dari tumbuhan.flavonoid, isoflavon ( mis.genistein ) dan kumenstan dapat ditemukan di berbagai tanaman. Golongan terakhir ini dikenal sebagai fitoestrogen. Menurut laporan genistein bersifat relative selektif terhadap reseptor estrogen-ß ( ERß ), penelitian melalui ini masih berlangsung.

seperti di kutip dari https://mikaelchristofer.wordpress.com

Estrogen di sintesis  dari androstenedion dan testosterone secara langsung, dengan bantuan enzim aromatase atau CYP19 melalui 3 langkah proses aromatisasi cincin A. aktivitas ini dilakukan oleh glikoprotein transmembran ( cyto chrome P450 family of monooxygenases ) yang berada reticulum endoplasmik berbagai sel dan diindukasi oleh gonadotropin. Sel-sel tersebut di granulose ovarium, sel sertoli dan leidig kelenjar testis, sel stroma jaringan adipose, sinsitiotrofoblas plasenta, tulang dan beberapa tempat di otak.

seperti di kutip dari https://mikaelchristofer.wordpress.com

REGULASI NONENDOKRIN SIKLUS MENSTRUASI. Siklus menstruasi wanita diatur oleh sistem neuro endokrin hipotalamus-hipofisis-ovarium. Suatu osilator neuronal di hipotalamus secara periodic akan menginduksi pengeluaran gonadotropin-releasing hormone (GnRH, hormone pemicu gonadotropin ) ke pembuluh pontral hipotalamus-hipofisis yang akan merangsang gonadotrop dan mengsekresikan luteinizing hormone ( LH ) dan follicle stimulatinghormone ( FSH ) dari hipofisis anterior. Kedua hormon ini menyebabkan pertumbuhan dan pematangan folikel graff ovarium, dan juga produksi estrogen dan progesteron. Bila kedua hormone terakhir ini kadarnya meningkat, akan menghambat sekresi hormone hipotalamus hipofisis ( reaksi umpan balik negatif ).

seperti di kutip dari https://mikaelchristofer.wordpress.com

EFEK STEROID GONAD SECARA KLINIK PADA SISTEM REPRODUKSI. Selama fase folikuler ovarium atau fase prolifarasi endometrium, estrogen akan mulai membentuk kembali endometrium dengan cara merangsang proliferasi dan diferensiasi. Terjadi berbagai mitosis, ketebalan lapisan endometrium bertambah dan terjadi perubahan karakteristik kelenjar dan pembuluh darah endometrium. Proses ini dan kelanjutan efek estrogen dan progesterone diduga sebagian besar diperantarai oleh peptide growth factors yang mengatur kerja steroid dan reseptornya di  menyebabkan sel-sel dapat memberikan respons terhadap hormon ini pada separuh fase kedua dari suatu siklus haid ( status luteal atau fase sekretoris ). Pada fase ini, progresteron yang bersal dari korpus luteum kadarnya meningkat secara tajam dan estrogen juga terus meningkat. Progesteron akan membatasi efek proliferative estrogen terhadap endometrium dengan cara menstimulasi diferensiasi.

seperti di kutip dari https://mikaelchristofer.wordpress.com

Efek estrogen pada masa tulang menguntungkan, karena mengurangi proses resorpsi  yang membentuk tulang. Pada usia 18-40 tahuan, pembentukan dan resorpsi tulang berlangsung seimbang sehingga total bone mass dapat dipertahankan, sesudah usia tersebut proses resorpsi terjadi lebih cepat. Osteoklas dan osteoblas mempunyai reseptor estrogen ( ERs ), androgen ( ARs ) dan progesterone ( PRs ). Hormone ini menginduksi apoptosis osteoklas dan mengantagonis efek osteoklastogenik dan pro-osteoklastik hormone paratiroid dan interleukin-6,juga merangsang produksi leptin dari jaringan adipose. Efek utama estrogen. Menurunkan jumlah dan aktivitas osteoklas, menyebabkan pertumbuhan tulang dan penutupan epifisis pada wanita dan pria. Pria dengan defek ER akan mengalami osteoporosis, epifisis tidak menutup, turnover tulang meningkat hasil observasi menunjukan bahwa osteoporosis idiopatik pria berhubungan dengan kurangnya ekspresi ER-ɑ pada osteoklas dan osteoblas.

seperti di kutip dari https://mikaelchristofer.wordpress.com

Estrogen mempunyai 2 jenis reseptor, ERɑ dan ERß yang berasal dari gen berbeda dan berada dan berada di inti sel.ERɑ terdapat banyak di saluran reproduksi wanita, uterus, vagina, ovarium dan juga di kelenjar mamae, hipotalamus, sel-sel endotel, dan otot polos vascular. ERß letaknya menyebar,terbanyak di prostat dan ovarium dan dalam jumlah lebih sedikit di paru, otak, dan pembuluh darah. Sekitar 40% sekuens asam amino kedua jenis reseptor ini identik serta mempunyai strutur domain yang umum dimiliki oleh jenis reseptor steroid lain. Fungsi biologik reseptor ini nampaknya berlainan dan dapat memberikan respon berlainan terhadap berbagai senyawa estrogenik,missal:ERɑ dan ERß mengikat 17-ß estradiol dengan kekuatan yang sama sekitar 0.3 nM, sedangkan fitoestrogen genistein terikat ERß dengan afinitas 5 kali lebih tinggi dari ikatannya pada ERɑ.

seperti di kutip dari https://mikaelchristofer.wordpress.com

Kedua ER merupakan ligand-activated transcription factors yang dapat meningkatkan atau menurunkan sintesis mRNA dari gen target. Setelah masuk sel melalui difusi pasif membran plasma, hormone akan terikat ER di inti sel. ER yang semula merupakan monomer akan mengalami perubahan konformasi, terjadi dimerisasi sehingga afinitas dan kecepatan  target.senyawa yang bersifat antagonis juga akan menyebabkan dimerisasi dan terikat DNA, tetapi konformasi ER yang terjadi disini berlainan dari reseptor yang di duduki oleh agonis.

seperti di kutip dari https://mikaelchristofer.wordpress.com

Umumnya etinilestradiol, conjugated estrogen, ester estron, dietilstilbestrol, diberikan oral. Estradiol oral, absorpsi, cepat dan lengkap, mengalami metabolism lintas-pertama di hevar yang ekstensif, substitusi etinil pada atom C 17 dapat menghambat proses tersebut. Preparat oral lain, conjugated equine estrogen ( ester sulfat dari estron ), equilin, senyawa alami lain dihidrolisis oleh enzim di intestin bagian bawah hingga gugus sulfat terlepas dan estrogen diabsorpsi di intensin. Karena adanya perbedaan dalam metabolisme menyebabkan perbedaan potensi estrogeniknya, misalnya, etinilestradiol lebih poten dari conjugated estrogen. Beberapa jenis bahan makanan dan produk asal tanaman, misalnya kacang kedelai yang mengandung flavonoid genistein, dan kumestan diduga mempunyai efek estogenik, tetapi hal ini membutuhkan pembuktian klinik.

seperti di kutip dari https://mikaelchristofer.wordpress.com

Absorpsi estradiol valerat atau estradiol sipionat setelah pemberian dosistunggal IM, berjalan lambat sampai beberapa minggu, karenanya pemberiannya 1-4 minggu sekali. Di dalam darah umumnya estrogen alami terikat globulin pengikat hormon kelamin steroid dan sedikit terikat albumin. Sebaiknya etinilestradiol terikat albumin dan tidak terikat SSBG. Karena ukuran molekul dan sifat lipofiliknya, estrogen yang bebas akan mudah keluar dari plasma dan akan didistribusi secara ekstensif ke kompartemen jaringan. Jenis hormone ini mengalami metabolism cepat dan ekstensif, masa paruh plasma hanya beberapa menit.

seperti di kutip dari https://mikaelchristofer.wordpress.com

Sebagai kontrasepsi. Sebagai ERT atau HRT ( hormone replacement therapy ) pada wanita pasca menopause. Tidak semua wanita pasca menopause membutuhkan ERT/HRT. Berkurangnya sekresi estrogen dari ovarium berlangsu lambat dan bergradasi yang berlangsung kontinu sampai beberapa tahun setelah haid berhenti. Umumnya hal ini terjadi pada menopause primer ( akibat usia lanjut ), tetapi bila menopause terjadi akibat oovorektomi ( menopause sekunder ) maka menurunnya estrogen terjadi tiba-tiba. Menopause menyebabkan gejala dini. Rasa panas dimuka ( gejala vasomotor, hotflushes ), insomnia bahkan mungkin gelisah. Bila gejala ini hebat hingga mengganggu aktivitas sehari-sehari, dapat diberi ERT. Penggunaan ERT dari awal menopause memang dapat mencegah gejala yang lebih serius. Gangguan klasifikasi tulang, osteoporosis yang beresiko terjadinya fraktur meski hanya dengan trauma ringan. Tetapi penggunaan estrogen saja jangka lama ( > 5 tahun ) berisiko timbulnya proliferasi endometrium berlebihan dan mungkin kanker endometrium. Karenanya diberikan bersama progesteron atau progestin untuk mencegah proliferasi berlebihan pada mereka yang masih mempunyai uterus. Perlu diingat penggunaan ERT + progestin jangka waktu lebih dari 4-5 tahun dapat berisiko timbulnya kanker mamae.

seperti di kutip dari https://mikaelchristofer.wordpress.com

Reaksi yang sering timbul, gangguan siklus haid, mual atau bahkan muntah, rasa kembung, edema, berat badan bertambah. Yang lebih serius pusing, migren, kloasma terutama pada kulit muka, peningkatan tekanan darah, thrombosis, proliferasi endometrium atau varises. Estrogen dapat meningkatan kadar globulin peningkatan tiroid. Pasien dengan fungsi tiroid normal dapat mengkompensasi keadaan ini dengan membentuk lebih banyak hormone tiroid hingga kadar T3 dan T4 serum normal. Tetapi pasien dengan thyroid hormone replacement therapy bila menggunakan estrogen akan membutuhkan dosis tiroid lebih tinggi. Kadar tiroid bebas pada pasien ini harus dimonitor agar kadarnya berada dalam kisaran yang normal.

seperti di kutip dari https://mikaelchristofer.wordpress.com

Dari beberapa penilitian telah terbukti bahwa klomifen dapat meningkatkan amplitido sekresi LH dan FSH tanpa mempengaruhi frekuensi sekresinya yang umumnya bersifat pulfasif. Ini menandakan bahwa klomifen bekerja di hipofisis anterior untuk menghambat umpan-balik negative estrogen terhadap sekresi gonadotropin dan menambahkan pulsasi sekresi GnRH dari hipotalamus sehingga dapat merangsang ovulasi. Karenanya prepapat ini diindikasikan untuk infertilitas wanita akibat siklus haid anovulatoar, tetapi dengan syarat tidak mempunyai kelainan organic pada sumbu hipotalamus-hipofisis-ovariumnya. Pada pria pernah digunakan juga untuk merangsang gonadotropin dan menambah spermatogenesis, dan dibutuhkan waktu yang lebih lama ( 40-90 hari ) daripada untuk wanita penggunaan klinis untuk infertilitas pria masih membutuhkan lebih banyak uji klinik. Cochreane subfertility review group mengevaluasi uji klinik klomifen untuk pria subfertil akibat oligo atau asterno sperma idiopotik.

seperti di kutip dari https://mikaelchristofer.wordpress.com

INFERTILITAS pada infertilitas akibat hipogonadisme sekunder di perlukan gonadotropin untuk merangsang dan mempertahankan spermatogenesis testosteron di gunaskan untuk terapi infertilitas yang di sebabkan oleh oligossperma idiopatik sediaan depot (testosteron enantat atau sipionat 200 mg) di suntikan IM sekali seminggu selama 12-20 minggu. Keberhasilan bervariasi tetapi tidak melebihi 40% beberama kelemahan terapi ini ialah : (1) masa terapi panjang dan hasilnya baru terlihat 3-4 bulan setelah yterapi di hentikan; (2) perbaikan produksi sperma hanya bertahan selama 2-3 bulan; dan (3) ada kemungkinan terjadi depresi spermatogenesis yang menetap

seperti di kutip dari https://mikaelchristofer.wordpress.com

PENGHAMBATAN SPERMATOGENESIS androgen di perlukan untuk spermatogenesis, tetapi penggunaan androgen dosis rendah jangka panjang justru dapat menghambat spermatogenesis androgen dosis tersebut cukup untuk menghambat sekresi LH,FSH dan testosteron endogen sehingga kadar testosrteron di dalam testis tidak cukup untuk berlangsungnya spermatogenesis normal hal ini terjadi karena aromatisasi testosteron menjadi estrogen, penghambat kuat sekresi gonatropin androgen dosis tinggi juga menghambat sekresi testosteron endogen tetapi kadar plasma yang di capai jauh di atas normal ( dengan segala konsekuensi efek samping), jadi kadar testosteron dalam testis cukup untuk spermatogenesis.

seperti di kutip dari https://mikaelchristofer.wordpress.com

GANGGUAN PERTUMBUHAN hati hati memberikan androgen pada anak prapubertas, sebab dapat terjadi pubertas prekoks . jangan memberikan anabolik steroid untuk merangsang pertuumbuhan anak yang meskipun berbadan kecil tetapi normal dan sehat. Pemberian untuk gangguan pertumbuhan tertentu harus di lakukan ioleh hormon anak karena biasanya bukan hanya nadrogen  yang di perlukan androgen mempercepat penutupan epifisis sehingga mungkin anak tiodak akan mencapai tinggi badan yang seharusnya beratnya efeksamping ini tergantung dari usia tulang, obat uang di pakai, dosis dan lama terapi. Efek samping ini dapat bertahan kurang lebih 6 bulan meskipun pemberian androgen telah di hentikan. Pada laki-laki dengan hopogonadisme, terapi androgen pada walnya dapat menimbulkan priappusmus, efeksamping ini akan hilang walaupun terapi di teruskan.

seperti di kutip dari https://mikaelchristofer.wordpress.com

IKTERUS metil testosteron merupakan androgen yang pertama di ketahuai dapat menimbulkan hepatitis kolestatik. Ikterus jarang terjadi dan reversibel bila obat dihentikan .bila timbul ikterus hal itu disebabkan stasis empedu dalam kapiler  bilier tanpa kerusakan sel .kemudian oleh 17-alkil steroid. Testosteron dan ester testosteron tidak menimbulkan efek samping ini, karena itu ester testosteron lebih sering digunakan dalam klinik. Efek samping ikterus berhubungan dengan dosis dan muncul 2-5 bulan setelah muali teraphy.karena itu steroid 17-alkil dipakai hanya untuk jangka pendek 3-4 minggu,disusul masa istirahat yang sama lamanya.

seperti di kutip dari https://mikaelchristofer.wordpress.com

INTERAKSI OBAT 17-alkil androgen meningkatkan efek anti koagulan oral (kumarin dan indandion) sehingga perlu penurunan dosis antikoagulan untuk mencegah terjadinya pendarahan .metandrostenolon menurunkan metabolisme oksifenbutason sehingga efeknya menjadi lebih panjang ,lebih kuat, dan sulit diduga.karena itu dianjurkan untuk tidak memakai kedua obat ini bersamaan .metandrostenolon juga  meningkatkan efektivitas dan efek toksi kortikosteroid.anabolik steroid dapat  menurunkan kadar gula darah pasien diabetes melitus, sehingga kebutuhan akan obat antidiabetik menurun .lagi pula anabolik steroid  menghambat metabolisme antidiabetik  oral. Androgen menurunkan tiroksin binding globulin (TBG) plasma, sedangkan tiroid hormon bebas (T3 & T4) tetap normal .

seperti di kutip dari https://mikaelchristofer.wordpress.com

ANTIANDROGEN   Antriandogen  ialah zat yang menghambat sintesis ,sekresi atau kerja androgen.tujuan peneliyian tentang obat yang bersifat antiandrogen pertama-tama untuk pengobatan karsinoma prostat atau keadaan lain yang berhubungan  dengan kadar testosteren yang berlebihan baik pada laki-laki maupun perempuan dan anak-anak.Estrogen merupakan antiandrogen alami.efek estrogen pada jaringan target berlawanan dengan efek androgen .selain itu estrogen  juga merupakan penghambat sekresi  testosteren .Progesteron merupakan antiandrogen lemah beberapa derivat progesteron dengan gugus 1,2-metilene misalnya siproteron asetan  yang merupakan antiandrogen yang paling kuat .siproteron asetat juga memiliki sifat progestogenik  dan menghambat sekresi gonadotropin.obat ini merupakan penghambatkompetitif androgen  di samping menghambat produksi testosteron .pemberian 200 mg siproteron asetat selama 10-14 hari pada laki-laki menurunkan libido yang berlebihan.efeknya terhadap libido ini menyebabkan siproteron asetat tidak mungkin digunakan sebagai kontrasepsi laki-laki .selain itu hasil penelitian menunjukan bahwa efektivitas siproteron sebagai kontresepsi laki-laki tidak konsisten .efek lain yang mengganggu  ialah ginekomastia . siproteron efektif untuk terapi pubertas prekoks ,tetapi ternyata efek samping sampingnya berat yaitu menghambat efek anabolik androgen dan pertumbuhan anak .siproteron juga efektif untuk hirsutisme berat dikombinasikan dengan estrogen.flutamid ialah suatu abtiandrogen yang bukan steroid sehingga tidak memperlihatkan aktivitas hormon.kerjanya mungkin melalui perubahan invivo menjadi 2-hiroksiflutamid  dan mengakibatkan regresi organ-organ yang dipengaruhi testosteron misalnya fosfat dan vesikula seminalis.karena mekanisme umpan balik testoteron plasma ,kenaikan testosteron plasma ini dapat menjadi pembatas efek flutamid paling bermanfaat untuk menghambat androgen andrenal pasien yang dapat.

Badan Geologi memperingatkan soal potensi tanah longsor akibat tingginya curah hujan. Sejumlah wilayah dikategorikan dalam potensi tinggi gerakan tanah. Ada dua zona sebenarnya yang patut diantisipasi, yaitu zona merah, yang merupakan kategori tinggi gerakan tanah. Kemudian juga ada zona kuning atau menengah potensi gerakan tanah. “Zona merah merupakan prioritas wilayah potensi tinggi terjadinya gerakan tanah, yang umumnya berada pada jalur jalan dan permukiman di daerah perbukitan, pegunungan, dan sepanjang aliran sungai di seluruh wilayah Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, Bali dan Nusa Tenggara,” demikian informasi yang diterima detikcom dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dalam keterangan tertulisnya, Senin (26/2/2018). Kewaspadaan tinggi itu khususnya di wilayah Jawa. Sebab, di wilayah inilah kerap terjadi tanah longsor berulang. “Kewaspadaan tinggi khususnya wilayah Jawa, yang merupakan langganan kejadian longsor/gerakan tanah setiap tahunnya. Mengingat pertumbuhan penduduk dan alih fungsi lahan yang cukup masif di wilayah ini dibanding wilayah lain di luar Jawa,” tulis Badan Geologi. Daerah yang berpotensi tinggi itu meliputi wilayah Banten bagian tengah dan selatan, Jawa Barat bagian tengah dan selatan (Kabupaten/Kota Bogor, Cianjur, Sukabumi, Subang bagian selatan, Majalengka, Kuningan, Ciamis, Tasikmalaya, Garut, Pangandaran, Bandung Barat dan Bandung), Jawa Tengah (terutama wilayah Brebes,Tegal, Banyumas, Cilacap, Kebumen, Banjarnegara, Semarang, Purworejo, Sragen, dan Magelang), DI Yogyakarta, Jawa Timur (terutama Pacitan, Trenggalek, Jember, Banyuwangi, dan Lumajang). Gejala awal gerakan tanah saat curah hujan tinggi seperti saat ini, dianjurkan Badan Geologi, sebaiknya dipantau oleh aparat pemerintah maupun masyarakat. “Selanjutnya rambu peringatan rawan longsor/gerakan tanah perlu dipasang sebagai bagian peringatan dini,” tambah keterangan Badan Geologi. Gejala tanah longsor atau gerakan tanah yang patut diwaspadai yaitu berupa munculnya retakan pada lereng, pohon dan tiang listrik yang sudah miring, munculnya rembesan di lereng yang terjadi tiba-tiba. Selain itu, adanya runtuhan batu kecil serta lereng yang tiba-tiba menggembung. “Jika mengenali tanda-tanda awal longsor tersebut, sebaiknya masyarakat mengungsi dulu atau menjauhi lereng,” imbau Badan Geologi. Sementara itu, banjir bandang dan aliran bahan rombakan bisa terjadi karena adanya longsoran atau pohon yang membendung di bagian hulu. Penyebab lainnya juga bisa longsoran yang terjadi di alur sungai. Jika aliran sungai tiba-tiba terhenti atau membawa material lumpur dan sangat keruh, hal itu harus diwaspadai. “Jika kejadian seperti ini, masyarakat yang tinggal di sempadan sungai atau di sekitar sungai sebaiknya segera melaporkan kepada pemerintah daerah setempat dan menyiapkan diri untuk mengungsi terlebih dulu atau menjauhi sungai,” tutup keterangan Badan Geologi.

MONITOR, Bandung – Dengan perkiraan tingginya intensitas curah hujan hingga akhir bulan Februari 2018, Pemerintah daerah dan masyarakat agar mewaspadai wilayahnya masing-masing yang berpotensi tinggi terjadinya gerakan tanah (Zona Merah) dan menengah (Zona Kuning) yang dapat dikenali melalui Peta Prakiraan Potensi Terjadinya Gerakan Tanah dari Badan Geologi yang telah dipublikasikan setiap awal bulan melalui Web Site (www.vsi.esdm.go.id).  Zona merah merupakan prioritas wilayah potensi tinggi terjadinya gerakan tanah yang umumnya berada pada jalur jalan dan pemukiman di daerah perbukitan, pegunungan dan sepanjang aliran sungai di seluruh wilayah Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, Bali dan Nusa Tenggara.  Kewaspadaan tinggi khususnya wilayah Jawa yang merupakan langganan kejadian longsor/ gerakan tanah setiap tahunnya. Mengingat pertumbuhan penduduk dan alih fungsi lahan yang cukup masif di wilayah ini dibanding wilayah lain di luar Jawa. Wilayah tersebut meliputi Wilayah Banten bagian tengah dan selatan, Wilayah Jawa Barat bagian Tengah dan Selatan (Kabupaten/Kota Bogor, Cianjur, Sukabumi, Subang bagian Selatan, Majalengka, Kuningan, Ciamis, Tasikmalaya, Garut, Pangandaran, Bandung Barat dan Bandung) Jawa Tengah (Utamanya wilayah Brebes,Tegal, Banyumas, Cilacap, Kebumen, Banjarnegara, Semarang, Purworejo, Sragen, Magelang), D.I Yogyakarta, Jawa Timur (Utamanya Pacitan, Trenggalek, Jember, Banyuwangi, Lumajang). Gejala – gejala awal terjadinya gerakan tanah pada saat curah hujan tinggi seperti saat ini dan beberapa hari kedepan agar dipahami dan dipantau oleh aparat pemerintah dan masyarakat. Selanjutnya rambu peringatan rawan longsor/gerakan tanah perlu dipasang sebagai bagian peringatan dini. Gejala terjadinya tanah longsor/gerakan tanah yang patut dicermati dan diwaspadai sebelum kejadian longsor pada umumnya berupa: muncul retakan pada lereng, beberapa pohon atau tiang listrik sudah mulai miring, tiba-tiba muncul rembesan pada lereng, runtuhan batu kecil mulai terjadi, dan lereng tiba-tiba mengembung. Jika mengenali tanda-tanda awal longsor tersebut sebaiknya mengungsi dulu atau menjauhi lereng. Sementara Banjir Bandang maupun aliran bahan rombakan bisat terjadi karena ada longsoran atau pohon – pohon yang membendung sungai dibagian hulu atau longsoran yang terjadi pada alur sungai, sehingga harus mewaspadai jika aliran sungai tiba-tiba terhenti atau jika aliran sungai mendadak menjadi berlumpur atau keruh baik. Jika kejadian seperti ini masyarakat yang tinggal di sepadan sungai atau disekitar sungai sebaiknya segera melaporkan kepada pemerintah daerah setempat dan menyiapkan diri untuk mengungsi lebih dulu atau menjauhi sungai. Peta prakiraan potensi gerakan tanah terbitan Badan Geologi sangat penting diacu sebagai peringatan dini. Masyarakat dapat dengan mudah memperoleh peta-peta tersebut yang dapat diunduh melalui alamat website Badan Geologi www.vsi.esdm.go.id. (hen)

Agus menjelaskan, gerakan tanah atau yang dikenal dengan tanah longsor merupakan perpindahan material pembentuk lereng, berupa batuan, timbunan, tanah atau material campuran yang bergerak ke bawah dan keluar lereng. Beberapa faktor yang mengontrol terjadinya gerakan tanah adalah kelerengan maupun morfologi, kondisi geologi, kondisi keairan/hidroiogi lereng, perubahan tata guna lahan maupun kegagalan konstruksi. Sedangkan pemicu gerakan tanah umumnya curah hujan yang tinggi, gempa bumi dan aktivitas manusia (misalnya pemotongan lereng, peledakan pada area tambang).

seperti di kutip dari http://www.pikiran-rakyat.com

Indonesia merupakan daerah yang beriklim tropis sehingga pelapukan akan berjalan sangat intensif. Di samping itu, morfologi Kabupaten Bogor umumnya berupa perbukitan dan pegunungan dengan lereng yang terjal yang dibangun oleh endapan dan tanah pelapukan batuan gunung api, aktivitas manusia yang kurang terkontrol menyebabkan potensi longsor akan meningkat jika curah hujan tinggi. Akibat gempa bumi juga menyebabkan lereng menjadi berkurang kekuatannya sehingga jika musim hujan daerah rawan longsor menjadi semakin banyak.

seperti di kutip dari http://www.pikiran-rakyat.com

“Setiap awal bulan Badan Geologi membuat Buku Prakiraan Wilayah Potensi Terjadi Gerakan Tanah di Indonesia yang memuat peta dan informasi umum wilayah yang berpotensi terjadi gerakan tanah dan banjir bandang di indonesia. Peta Prakiraan tersebut berdasarkan hasil tumpang susun antara peta zona kerentanana gerakan tanah yang diterbitkan oleh Badan Geologi dengan Peta Prakiraan Curah Hujan yang diterbitkan oleh Badan Metorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Sehingga peta potensi terjadi gerakan tanah tersebut akan berubah tiap bulannya tergantung peta prakiraan curah hujan bulanan,” tutur Agus.***

Jakarta, (7/9). Jika dibandingkan tahun 2016, di tahun 2017, sebagian wilayah Indonesia lebih kering dan lebih basah dibandingkan tahun 2015. Sesuai dengan rilis yang telah dilakukan BMKG pada Maret 2017, sebanyak 85% wilayah Zona Musim Indonesia telah memasuki musim kemarau pada awal September 2017. Sementara berdasarkan pantauan Hari Tanpa Hujan bahwa beberapa tempat di Jawa hingga NTT telah mengalami Hari tanpa Hujan berturut-turut selama lebih dari 60 hari. Bahkan di beberapa tempat di Jawa Timur, NTB, NTT mengalami Hari Tanpa Hujan lebih dari 100 hari. Hal ini diutarakan Deputi Bidang Klimatologi, Prabowo R. Mulyono di depan media massa saat kegiatan jumpa pers awal musim hujan 2017/2018 kamis sore di BMKG Pusat. Lebih lanjut Prabowo mengutarakan bahwa pada bulan ini, sebagian besar pulau Jawa bisa dikatakan sedang mengalami puncak musim kemarau, dan akan masuk awal musim hujan pada Oktober-November 2017. “Saat ini sekitar 86% wilayah Indonesia sudah masuk musim kemarau, sedangkan 14% masih banyak terjadi hujan. “Beberapa wilayah seperti Sumatera bagian selatan, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan bagian Selatan, Jawa bagian Tengah, Jawa Tengah, Jawa bagian Timur, Jawa Timur, dan Papua memasuki awal musim hujan Oktober-November 2017” tambah Prabowo. Sementara itu, untuk wilayah Maluku bagian Tengah mengalami curah hujan rendah pada bulan Oktober-November. Berdasarkan pantauan, untuk 3 dasarian bulan September untuk wilayah Sumatera bagian Utara, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua memilki curah hujan 50-100 mm/hari, kondisi ini kebalikan dengan Pulau Jawa yang memiliki curah hujan 40-45 mm per 10 hari. Prabowo menjelaskan untuk wilayah Jabodetabek sendiri awal musim hujan di mulai pada Oktober yang dimulai dari Jabodetabek bagian Selatan, Tengah, dan Jabodetabek bagian Utara. Sementara untuk kondisi ENSO ( El-Nino Southern Oscillation ) netral dengan indeks ENSO =-0.2, tidak El-nino maupun tidak La-Nina sehingga tidak mempengaruhi penambahan dan pengurangan uap air. Untuk Suhu Muka Laut di wilayah Pasifik Timur sendiri dingin, kondisi menandakan adanya anomali negatif sehingga mengakibatkan wilayah Indonesia mendapatkan tambahan supply uap air untuk pembentukan dan pertumbuhan awan hujan. Menjawab beberapa pertanyaan yang muncul di tengah-tengah masyarakat kapan wilayah Indonesia masuk awal musim hujan dan mengalami puncak musim hujan?, Prabowo menuturkan bahwa Awal Musim Hujan 2017/18 di sebagian besar daerah diprakirakan mulai akhir Oktober – November 2017 sebanyak 260 ZOM (76.0%) dan mengalami puncak musim hujan pada Desember 2017-Februari 2018 . Sementara Deputi Bidang Meteorologi, Dr. Yunus Subagyo Swarinoto, M.Si. menekankan masyarakat perlu mewaspadai daerah-daerah yang rentan bencana, terutama saat massa transisi, seperti angin kencang, puting beliung, dan gelombang tinggi. Untuk wilayah Pulau Jawa, massa transisi terjadi pada bulan September. Pada puncak musim hujan, masyarakat perlu mewaspadai banjir, tanah longsor, genangan, angin kencang, gelombang tinggi, pohon tumbang, mengingat peluang curah hujan ekstrim meningkat pada puncak musim hujan. Seminggu kedepan, potensi hujan lebat terjadi di Aceh, Riau, Sumbar, Bengkulu, Kalbar, Kalteng, Kaltim, Kaltara, Sulteng, Sulut, Malut , dan Papua. Sementara Tinggi Gelombang 2.5-4.0 meter (Rough Sea) berpeluang terjadi pada periode 07-12 September 2017 di Perairan barat Kep. Simeulue – Kep. Mentawai, Perairan barat Enggano, Samudra Hindia barat Sumatera hingga selatan Jawa. Masyarakat perlu mewaspadai implikasi dan dampak Awal Musim Hujan 2017/2018 terhadap berbagai sektor antara lain: meningkatnya potensi luas tanam sawah, meningkatkan frekuensi tanam, ketersediaan air untuk pertanian dan waduk. Sedangkan beberapa dampak negatifnya antara lain: peningkatan potensi banjir, longsor dan tingginya gelombang mengganggu kegiatan nelayan.

BPBD setempat menyatakan, sebagian besar wilayah di kota Bandar Lampung potensi banjir dan tanah longsor saat hujan turun lebat. “Status siaga bencana sampai Maret,” kata Kabid Kesiapsiagaan BPBD Bandar Lampung M Rizki dalam keterangannya Kamis (22/2). BPBD telah memetakan daerah-daerah rawan bencana berupa banjir dan tanah longsor, termasuk pohon tumbang. Status siaga bencana, ia mengatakan, karena curah hujan semakin meningkat terjadi saat ini hingga Maret mendatang. Selain memetakan daerah rawan bencana, BPBD juga telah memetakan daerah yang masuk zona merah bencana. Daerah zona merah, sudah diimbau kepada masyarakat agar tetap waspada saat hujan turun. Daerah yang rawan banjir biasa dan banjir bandang berada di Telukbetung Barat, Telukbetung Timur, Telukbetung Selatan, Panjang, Kedamaian, Langkapura, Rajabasa, Tanjungsenang, Labuhanratu, Kemiling, dan Sukabumi. Sedangkan, daerah rawan longsor berada di Telukbetung Barat, Telukbetung Timur, Telukbetung Selatan, Bumiwaras, Panjang, Kedamaian, Telukbetung Utara, Tanjungkarang Pusat, Enggal, Tanjungkarang Barat, Kemiling, Langkapura, Kedaton, Rajabasa, dan Sukabumi.

Related Posts

Comments are closed.