Cuaca Ekstrem, Puluhan Rumah di Wajo Sulsel Rusak Parah

Cuaca Ekstrem, Puluhan Rumah di Wajo Sulsel Rusak Parah

Hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan puluhan rumah warga di Kecamatan Sabbangparu, Wajo, Sulsel, mengalami kerusakan. Hal itu membuat sejumlah pohon tumbang dan menimpa rumah warga. Taufik, salah seorang warga yang rumahnya ikut rusak, mengungkapkan kejadian bermula saat hujan deras disertai angin kencang terjadi sekitar pukul 14.00 Wita. “Awalnya kami tetap berada dalam rumah. Tapi pas atap rumah kami diterbangkan angin, kami langsung keluar dari rumah karena khawatir rumah kami roboh,” ungkap Taufik kepada detikcom , Kamis (4/1/2018). Sekretaris BPBD Wajo Andi Ardiansyah, yang dimintai konfirmasi detikcom , menguraikan data sementara melalui foto via WhatssApp. Terhitung pukul 18.40 Wita, titik terparah berada di Kelurahan Sompe dari total 96 rumah yang mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem di satu kecamatan ini. -Desa Salotengnga, 5 rumah, -Desa Malusessalo, 11 rumah -Kelurahan Sompe, 52 rumah. -Kelurahan Walannae 13 rumah -Desa Pallime, 6 rumah. Sebanyak 20 rumah rusak parah, yakni dengan kondisi atap yang mesti diganti. Kerusakan sedang ada 29 serta 47 unit lainnya berstatus ringan. Sementara itu, ditambahkan Ardiansyah, sejumlah korban yang rumahnya rusak parah masih memilih tetap bertahan dan tidak mengungsi.

Hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan puluhan rumah warga di Kecamatan Sabbangparu, Wajo, Sulsel, mengalami kerusakan. Hal itu membuat sejumlah pohon tumbang dan menimpa rumah warga. Taufik, salah seorang warga yang rumahnya ikut rusak, mengungkapkan kejadian bermula saat hujan deras disertai angin kencang terjadi sekitar pukul 14.00 Wita. “Awalnya kami tetap berada dalam rumah. Tapi pas atap rumah kami diterbangkan angin, kami langsung keluar dari rumah karena khawatir rumah kami roboh,” ungkap Taufik kepada detikcom , Kamis (4/1/2018). Sekretaris BPBD Wajo Andi Ardiansyah, yang dimintai konfirmasi detikcom , menguraikan data sementara melalui foto via WhatssApp. Terhitung pukul 18.40 Wita, titik terparah berada di Kelurahan Sompe dari total 96 rumah yang mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem di satu kecamatan ini. -Desa Salotengnga, 5 rumah, -Desa Malusessalo, 11 rumah -Kelurahan Sompe, 52 rumah. -Kelurahan Walannae 13 rumah -Desa Pallime, 6 rumah. Sebanyak 20 rumah rusak parah, yakni dengan kondisi atap yang mesti diganti. Kerusakan sedang ada 29 serta 47 unit lainnya berstatus ringan. Sementara itu, ditambahkan Ardiansyah, sejumlah korban yang rumahnya rusak parah masih memilih tetap bertahan dan tidak mengungsi.

PALEMBANG – Hujan disertai angin kencang serta petir yang melanda Kabupaten PALI, Sumatera Selatan menyebabkan puluhan rumah warga serta sebuah restoran rusak. Tak hanya itu sejumlah pohon juga tumbang. Kepala BPBD Kabupaten PALI, Junaidi Anwar mengatakan, melihat dampak cuaca ekstrem tersebut pihak langsung melakukan pengecekan dengan turun ke lapangan. “Kami langsung turun untuk membantu mengevakuasi serta mendata warga yang mengalami musibah. Selanjutnya, kami juga akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) untuk memberikan bantuan. Kita akan mengutamakan bantuan untuk yang terdekat dulu, yaitu yang berada di Kota Talang Ubi,” ujarnya. Selain di Kecamatan Talang Ubi, pihaknya juga telah mendapat laporan adanya kerusakan rumah warga di beberapa wilayah lainnya. “Musibah yang sama juga terjadi di Desa Jerambah Besi, Desa Muara Ikan, dan sejumlah desa lainnya. Hingga saat ini, kita masih menunggu laporan yang akan masuk lagi,” katanya. Kepala Desa Muara Ikan Pausi Ahmad mengatakan, salah satu rumah warganya rusak parah tertimpa pohon yang roboh akibat hujan lebat disertai angin kencang tersebut. “Kita masi bersyukur tidak ada korban jiwa. Karena pada saat kejadian, pemilik rumah langsung keluar menyelamatkan diri. Selain menimpa rumah warga, pohon tumbang tersebut juga menimpa kabel PLN, dan menyebabkan aliran listrik di desa kami padam,” pungkasnya. (nag)

Merdeka.com – Status kondisi di wilayah Sulawesi Selatan dinyatakan siaga darurat karena cuaca ekstrem mengakibatkan sejumlah banyak musibah. Di antaranya longsor, angin kencang bahkan puting beliung yang menyebabkan banyaknya pohon tumbang akibatkan korban luka maupun meninggal dunia, ketinggian ombak di atas normal yang menyebabkan kapal tenggelam dan lain sebagainya. “Berdasarkan data terakhir dari BMKG bahwa intensitas hujan saat ini masih akan tinggi. Sementara bencana sudah ada di beberapa daerah olehnya saat ini kita nyatakan Sulsel siaga darurat,” kata kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel, Syamsibar saat dikonfirmasi, Minggu, (4/2). Bencana-bencana itu antara lain terjadi di Kota Makassar sendiri yang tiap waktu terancam angin kencang, Kabupaten Takalar yang hampir tiap tahun selalu ada musibah terjangan angin puting beliung, demikian juga di Kabupaten Pangkep dan Kabupaten Maros. Bencana banjir juga terjadi di Kabupaten Pinrang, Barru, Sidrap, Wajo, Luwu, Soppeng, Luwu dan Luwu Utara. Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep, selain terancam angin puting beliung, banjir juga kerap terjadi di beberapa kecamatannya. Syamsibar menyebutkan, hingga saat ini sudah banyak lahan sawah, tambak dan kebun milik warga yang terendam air akibat banjir. Namun mengenai data rinci jumlah luasan yang terencam itu, Syamsibar mengarahkan pencarian data ke Dinas Pertanian Sulsel dan Dinas Perikanan Sulsel. “Data rincinya silahkan ke Dinas Perikanan dan Dinas Pertanian yach, di sana datanya lebih lengkap. Sudah beberapa hari ini hingga semalam saya masih hunting tinjau beberapa daerah bersama bapak Wagub Sulsel, Agus Arifin Nu’mang,” tutur Syamsibar. [msh]

Related Posts

Comments are closed.