Coba Kabur, 2 Begal di Sulsel Ditembak Polisi

Coba Kabur, 2 Begal di Sulsel Ditembak Polisi

Dua begal dari Sulawesi Selatan, Rafa (18) dan Rasya (18), mencoba kabur saat diamankan polisi. Polisi langsung menembak keduanya. Kanit Resmob Polda Sulsel AKP Edy Sabhara mengatakan keduanya terpaksa dilumpuhkan polisi dengan timah panas di bagian kakinya lantaran berusaha meloloskan diri saat hendak dibawa ke posko Resmob Polda Sulsel. “Mereka berusaha meloloskan diri dengan mendorong petugas. Dilepaskan tembakan peringatan ke udara, tetap tak diindahkan. Hingga terpaksa anggota melumpuhkan kaki keduanya dengan timah panas, dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis,” kata Edy, Kamis (1/3/2018). Keduanya ditangkap pada hari Rabu (28/2) di lokasi berbeda. Mereka diketahui beraksi menggunakan parang. Keduanya juga tercatat sebagai buron di Gowa, Sulsel. “Mereka DPO kasus curas (pencurian disertai kekerasan) di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Selain itu, mereka mengakui telah melakukan aksi kejahatan di sejumlah wilayah di Kota Makassar sebanyak 13 kali,” kata Edy. Dari hasil catatan kepolisian, kedua pelaku tersebut mempunyai rekan lainnya dalam melakukan aksi begal. Mereka kini masih dalam pengejaran oleh Tim Resmob Polda Sulsel. “Masih ada empat orang lagi kami kejar, sesuai dengan pengakuan dari pelaku. Kami sita parang yang digunakan mereka dalam melakukan begal,” sebutnya.

Dua begal dari Sulawesi Selatan, Rafa (18) dan Rasya (18), mencoba kabur saat diamankan polisi. Polisi langsung menembak keduanya. Kanit Resmob Polda Sulsel AKP Edy Sabhara mengatakan keduanya terpaksa dilumpuhkan polisi dengan timah panas di bagian kakinya lantaran berusaha meloloskan diri saat hendak dibawa ke posko Resmob Polda Sulsel. “Mereka berusaha meloloskan diri dengan mendorong petugas. Dilepaskan tembakan peringatan ke udara, tetap tak diindahkan. Hingga terpaksa anggota melumpuhkan kaki keduanya dengan timah panas, dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis,” kata Edy, Kamis (1/3/2018). Keduanya ditangkap pada hari Rabu (28/2) di lokasi berbeda. Mereka diketahui beraksi menggunakan parang. Keduanya juga tercatat sebagai buron di Gowa, Sulsel. “Mereka DPO kasus curas (pencurian disertai kekerasan) di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Selain itu, mereka mengakui telah melakukan aksi kejahatan di sejumlah wilayah di Kota Makassar sebanyak 13 kali,” kata Edy. Dari hasil catatan kepolisian, kedua pelaku tersebut mempunyai rekan lainnya dalam melakukan aksi begal. Mereka kini masih dalam pengejaran oleh Tim Resmob Polda Sulsel. “Masih ada empat orang lagi kami kejar, sesuai dengan pengakuan dari pelaku. Kami sita parang yang digunakan mereka dalam melakukan begal,” sebutnya.

loading… MAKASSAR – Seorang pelaku begal sadis, MS (21), diringkus polisi saat berada di rumahnya. Namun, lantaran berusaha kabur saat polisi menggiringnya menuju rumah rekannya, pelaku begal itu ditembak. Pelaku begal itu ditangkap aparat kepolisian dari Tim Resmob Polsek Rappocini, Makassar, Sulawesi Selatan, di rumahnya di Jalan Kemauan Raya, Kecamatan Makassar, Kota Makassar, saat sedang tertidur di rumahnya, Minggu (26/3/2017) dini hari. Seusai menangkap pelaku begal itu, polisi melakukan pengembangan mencari rekan pelaku. Namun, saat akan digiring ke rumah rekannya, pelaku yang dikenal licin ini berusah kabur. Polisi pun menembak kaki MS. Pelaku begal itu tersungkur, kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara, Makassar untuk dilakukan perawatan medis. Seusai ditangani tim medis, pelaku dievakuasi kembali ke Mapolsek Rappocini guna proses hukum lebih lanjut. Kepada polisi, pelaku begal itu mengaku beraksi bersama rekannya di Jalan Sungai Saddang Baru. Mereka menganiaya korban, kemudian membawa lari handphone milik korban. Pelaku MS juga diketahui pernah ditahan dalam kasus yang sama. (zik)

loading… MAKASSAR – Wahid, Akbar  dan Firdaus warga Kabupaten Maros pelaku begal lintas kabupaten di Sulawesi Selatan terpaksa ditembak tim Resmob Polres Pangkep dan Polda Sulsel, Rabu (25/10/2017). Bersama barang bukti sejumlah telepon genggam hasil kejahatannya ketiga pelaku langsung dilarikan ke Rumah Sakit Polri Bhayangkara Makassar guna penanganan tim medis. Ketiga pelaku selama ini kerap melakukan aksi kriminal di sejumlah kabupaten khususnya di Pangkep, Maros dan di Kota Makassar.  Diantara tiga pelaku yang dilumpuhkan satu diantaranya seorang resedivis dalam kasus pencurian motor. Saat menjalani penanganan medis Wahid mengatakan telah melakukan aksi jambret sebanyak dua kali di wilayah Kabupaten Pangkep dengan sasaran telepon genggam milik korbannya. Hasil dari penjualan telepon tersebut digunakan untuk kebutuhan sehari hari. Kanit Reskrim Timsus Polda Sulsel Iptu Arten mengatakan ketiga pelaku yang dilumpuhkan usai menjalani penanganan tim medis selanjutnya diamankan ke Polres Pangkep guna proses hukum lebih lanjut dan akan dikenakan Pasal 365 KUHP dengan ancaman kurungan penjara selama 7 tahun.   (sms)

loading… MAKASSAR – Tiga pemuda komplotan jambret yang kerap beraksi di Makassar, Sulawesi Selatan ditembak aparat Timsus Polda Sulsel bersama tim Resmob Polsek Panakukkang, Selasa malam (10/10/2017). Saat menjalani penanganan medis, ketiga pelaku menangis hingga pingsan. Tiga pemuda ini mengaku sering melakukan jambret dan aksi begal. Ketiga pelaku yaitu Akbar Ansuyah alias Akbar, Rahmat Hidayat alias Yaya dan Syachrul Ramadan, warga Jalan Kandea dan Jalan Tallo. Salah satu pelaku bernama Rahmat mengaku telah melakukan aksi jambret sebanyak 29 kali di beberapa lokasi di Kota Makassar. Ketiga pelaku terpaksa ditembak lantaran berusaha kabur ketika timsus Polda Sulsel dan Resmob Polsek Panakkukang melakukan penangkapan. Usai dihadiahi timah panas, ketiga pelaku dilarikan ke Rumah Sakit Polri Bhayangkara Makassar guna penanganan tim medis. Para pelaku mengaku, hasil kejahatannya digunakan untuk berfoya-foya dan membeli obat. Panit Timsus Polda Iptu Arten mengatakan, para pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena berusaha kabur ketika dilakukan pengembangan. Kata Arten, ketiga pelaku beraksi secara berkelompok saat melakukan aksinya. Setelah beraksi, hasilnya dibagi dan membeli obat-obat daftar g (berbahaya). Setiap beraksi para pelaku menggunakan motor dan senjata tajam jenis badik dan busur. Salah satu korbannya adalah Dirbinmas Polda Sulsel Kombes Pol Markilat Heru Prasetyo. Akibat perbuatannya, pelaku diancam dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman pidana 7 hingga 10 tahun penjara.  (rhs)

MAKASSAR, KOMPAS.com – Seorang perampok yang telah lama menjadi buronan Polsekta Manggala jajaran Polrestabes Makassar, Polres Gowa dan Polres Luwu, Ramli Dg Maro (38), warga Bontomarannu, Kabupaten Gowa, tewas ditembak polisi , Kamis (18/1/2018). Ramli tertembus peluru timah panas di bagian dadanya oleh anggota Resmob Polda Sulsel, saat melawan dan berusaha merebut pistol polisi yang menangkapnya. Ramli ditembak polisi saat diminta menunjukkan tempat persembunyian kawanannya di Kabupaten Jeneponto. Di tengah perjalanan, Ramli kabur dengan menendang pintu belakang mobil polisi. Akibatnya, kaca pintu bagian belakang pecah dan Ramli pun berhasil melompat keluar. Tidak mau tangkapannya kabur, polisi pun langsung melakukan pengejaran. Bahkan tembakan peringatan yang dilepaskan polisi pun tidak diindahkannya. Kanit Resmob Polda Sulsel AKP Edy Sabhara yang memimpin langsung penangkapan ini mengatakan, Ramli sudah lama dicari polisi atas kasus-kasus pencurian dengan kekerasan yang kerap dilakukannya di wilayah hukum tiga Polres di jajaran Polda Sulsel.

seperti di kutip dari http://regional.kompas.com

Setelah ditangkap, Ramli pun masih melakukan perlawanan dan berusaha merampas pistol polisi. Edy menjelaskan, kronologis penangkapan saat polisi mendapat informasi keberadaan Ramli di Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa. Polisi pun lalu melakukan penangkapan dan berhasil meringkus Ramli. “Saat dibawa menuju Kabupaten Gowa untuk menunjukkan persembunyian kawanannya, dia menjebol pintu belakang mobil dan berusaha merampas pistol polisi. Sudah diperingatkan dengan tembakan peringatan keudara sebanyak 3 kali, pelaku tidak mengindahkannya. Terpaksa tembakan diarahkan ke Ramli dan peluru timah panas menembus dada kirinya. Selanjutnya Ramli dibawa ke RS Bhayangkara, namun tim medis menyatakan pelaku sudah tak bernyawa akibat pendarahan,” ucapnya.

Related Posts

Comments are closed.